Anda di halaman 1dari 22

BAB I

LAPORAN KASUS
A. IDENTITAS PASIEN
Nama
Tempat tanggal lahir
Umur
Jenis Kelamin
Pendidikan Terakhir
Pekerjaan
Alamat
Agama
Tanggal Masuk

: Ny. WW
: Ambon, 24 Januari 1992
: 22 Tahun
: Perempuan
: SMA
: IRT
: Jl Air Kuning, Lorong Putri
: Islam
: 22 Mei 2014, jam 14.30 WIT

B. ANAMNESIS
1. Keluhan Utama
:
Benjolan pada perut
Keluhan Tambahan :
Pusing, haid setiap hari selama 2 bulan
2. Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien datang dengan keluhan ada benjolan pada perut sejak 5 bulan yang
lalu yang makin lama makin membesar ukurannya, pasien baru merasakan
benjolan setelah melahirkan dan diperiksa ke dokter spesialis kandungan.
Selain itu pasien juga mengeluh pusing dan riwayat nyeri perut sebelumnya,
serta haid setiap hari selama 2 bulan, ganti pembalut 2x dalam sehari. Haid
mulai dari tanggal 16 januari sampai 16 maret 2014. Pasien dirujuk oleh dr
spesialis kandungan dengan diagnosis kistoma ovarii permagna.
3. Riwayat Penyakit Dahulu:
Asma, hipertensi, Diabetes Melitus, Alergi, Penyakit Jantung, disangkal
C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
: Baik
Kesadaran
: Compos Mentis
2. Vital Sign
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi
: 80x/mnt
1

Pernapasan
: 22x/mnt
Suhu
: 36,7 0C
BB
: 50 kg
TB
:3. Pemeriksaan Fisik
Kepala
: Normocephal
Mata
: Conjungtiva Anemis -/-, sclera ikterik -/ Leher
: Tidak ada pembesaran tiroid
Kel, Getah bening : Tidak ada pembesaran
Dada
: Normochest, pengembangan dada simetris ki=ka
Jantung
: Bunyi jantung I,II regular, murmur (-), gallop (-)
Paru-paru
: Suara dasar: vesikuler, suara Tambahan: rhonkie -/-,
wheezing -/ Perut
Hati
: Hepatomegali (-)
Limpa
: Splenomegali (-)
Ginjal
: Ballotement (-)
Alat Kelamin
: Dalam batas normal
Anggota gerak
: Dalam batas normal
Refleks
: Dalam batas normal
Kulit
: Dalam batas normal
Gigi dan Mulut : Dalam batas normal
Saraf Otak
: Dalam batas normal
4. Pemeriksaan Ginekologi
Abdomen : Supel, Nyeri Tekan (-),TFU tidak teraba, teraba masa kistik,

VT

permukaan rata, tidak terfiksir, sebesar kepala dewasa, batas-batas:


- Batas atas: 2 jari dibawah prosesus xipoideus
- Batas kanan: linea axillaris anterior dextra
- Batas kiri: linea axillaris anterior sinistra
- Batas bawah: kesan masuk panggul
: Vulva/Uretra tenang, dinding vagina dalam batas normal, portio
utuh, mencucu, OUE tertutup, corpus uteri sulit dinilai, teraba
masa kistik sebesar kepala dewasa, ketika masa digerakan portio
tidak ikut bergerak, cavum douglasi menonjol.

D. DIAGNOSA KERJA
Kistoma Ovarii Permagna

E. PEMERIKSAAN LANJUTAN
1. Pemeriksaan Laboratorium
Hematologi
Hb
Leukosit
Trombosit
Waktu Perdarahn
Waktu Pembekuan
GDS
SGOT/SGPT
Ureum/Kreatinin
Golongan Darah

Hasil
10.9
6.400
220.000
4
7
77
29/33
29/0.9
O

Unit
g/dl
mm3
mm3
Mnt
Mnt
mg/dl
u/l
mg/dl

2. USG: tampak gambaran massa kista


F. RENCANA PENGOBATAN
Rencana kistektomi
Informed consent keluarga
Puasa 8 jam pre operasi
Infus RL 30 tetes per menit
Injeksi Cefotaxim 1 gram 2 jam pre op intravena (skin test)
Konsul Anestesi
G. FOLLOW UP:
Tanggal
23/05-2014
(Pukul 05.30 WIT)
TD: 120/70 mmhg
N: 80x/m
P: 22x/m
S: 36.80C

Pukul 12.35 WIT

Perjalanan Penyakit
S: (-)
O: Ku: Baik, Compos Mentis
Mata: CA-/-, SI-/Abd: Supel, membuncit, NT (-), teraba
benjolan kistik, tidak terfiksir.
Genital: dalam batas normal
A: Kistoma ovarri permagna

Perintah Dokter
- Pro Operasi kistektomi
hari ini jam 11.00 WIT

Instruksi Post operasi:


1. Awasi keadaan umum dan tandatanda vital
2. Cek Hb post operasi, bila < 8 gram
% maka transfusi
3. Awasi balance cairan
3

4. Puasa sampai dengan 2 jam post


operasi
5. Medikamentosa:
- Infus RL : D5%: Nacl0,9% (1:1:1)
30 tetes per menit
- Injeksi cefotaxim 1 gram /12 jam
- Injeksi tramadol 1 amp/8 jam
- Injeksi primperan 1 amp/ 8 jam
- Injeksi ranitidin 1 amp/8 jam
Laporan operasi:
1. Prosedur Operasi Rutin
2. Insisi Linea mediana 1 jari diatas SOP,
keatas 20 cm (2 jari diatas pusat)
3. Insisi diperdalam l/d/l s/d peritoneum
parietale dibuka
4. Explorasi dan identifikasi:
- Ovarium sinistra berubah menjadi
masa tumor kistik ukuran 30x25x25
cm, lengket dengan tuba sinistra
- Uterus dalam batas normal
- Tuba dan ovarium dextra dalam bats
normal
5. Ditegakkan diagnosa kista ovarium
sinistra permagna
6. Diputuskan dilakukan salpingooforo
kistektomi sinistra
7. Klem/gunting/ jahit pada tangkai
kista, kontrol perdarahan (-)
8. Reperitonealisasi parietale dan
dinding abdomen dijahit l/d/l
9. Operasi selesai, perdarahan selama
operasi 200cc
10. Ku ibu s/s/s baik
24/05-2014
(Pukul 05.30 WIT)

S: (-)
O: Ku: Baik, CM

- Terapi dilanjutkan
- Makan minum bertahap

TD:120/70 mmhg
N: 82x/mnt
P: 20x/mnt
S: 36.7 0C
Urin 350cc
25/05-2014
(Pukul 05.30 WIT)
TD:110/70 mmHG
N: 80x/mnt
P: 20x/mnt
S: 36.7 0C
Urin 400cc
26/05-2014
(Pukul 05.30 WIT)
TD:110/70 mmHG
N: 81x/mnt
P: 22x/mnt
S: 36.8 0C
Urin 500cc

27/05-2014
(Pukul 05.30 WIT)
TD:110/70 mmHG
N: 81x/mnt
P: 22x/mnt
S: 36.8 0C

Mata: CA-/-, SI -/Abd: supel, luka operasi baik, NT (+), BU


(+) normal
Genital: dalam batas normal
A: post operasi kistektomi atas indikasi
kistoma ovarii sinistra permagna hari I
S: (-)
O: Ku: Baik, CM
Mata: CA-/-, SI -/Abd: supel, luka operasi baik, NT (+), BU
(+) normal
Genital: dalam batas normal
A: post operasi kistektomi atas indikasi
kistoma ovarii sinistra permagna hari II
S: (-)
O: Ku: Baik, CM
Mata: CA-/-, SI -/Abd: supel, luka operasi baik, NT
berkurang, BU (+) normal
Genital: dalam batas normal
A: post operasi kistektomi atas indikasi
kistoma ovarii sinistra permagna hari III

S: (-)
O: Ku: Baik, CM
Mata: CA-/-, SI -/Abd: supel, luka operasi baik, NT (-), BU
(+) normal
Genital: dalam batas normal
A: post operasi kistektomi atas indikasi
kistoma ovarii sinistra permagna hari IV

- Miring kiri-kanan

Terapi dilanjutkan
Makan minum bertahap
Miring kiri-kanan
Mobilisasi duduk

- Infus dan kateter off


- Ganti verban
- Obat-obat oral:
Cefadroxil
2x500mg
Metronidazol
3x500mg
Asam
mefenamat
3x500mg
Fondazen 2x1
- Boleh Pulang

H. RESUME MEDIS
Riwayat Penyakit: benjolan pada perut sejak 5 bulan yang lalu makin lama
makin membesar

Pemeriksaan fisik : Ku: baik, CM, TD: 120/80 mmhg, N: 80x/mnt, P, 22x/mnt, S:
36,7 0C.
Abd: Supel, Nyeri Tekan (-),TFU tidak teraba, teraba masa
kistik, permukaan rata, tidak terfiksir, sebesar kepala
dewasa, batas-batas:
- Batas atas: 2 jari dibawah prosesus xipoideus
- Batas kanan: linea axillaris anterior dextra
- Batas kiri: linea axillaris anterior sinistra
- Batas bawah: kesan masuk panggul
VT : Vulva/Uretra tenang, dinding vagina dalam batas normal,
portio utuh, mencucu, OUE tertutup, corpus uteri sulit
dinilai, teraba masa kistik sebesar kepala dewasa, ketika
masa digerakan portio tidak ikut bergerak, cavum douglasi
Laboratorium

menonjol.
: Hb: 10.9 g/dl, trombosit: 220.000mm3, Leukosit: 6.400 mm3,
waktu perdarahan 4 menit, waktu pembekuan 7 menit,

Golongan darah O
Diagnosa
: KISTOMA OVARII SINISTRA PERMAGNA
Tindakan khusus : SALPHYNGOOFORO KISTEKTOMI DEXTRA
Keadaan Klinis : Baik
Terapi
: R/ Cefadoxil 2x500 mg
R/ Metronidazol 3x500 mg
R/ As. Mefenamat 3x500 mg
R/ Fondazen 2x1 tab

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pendahuluan
Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang berkembang
dalam ovarium (indung telur) wanita. Meskipun penemuan dari suatu kista
ovarium menyebabkan kecemasan yang cukup besar pada wanita karena
ketakutan keganasan, Sebagian besar lesi ini adalah jinak. Kista ini dapat
berkembang pada wanita pada setiap tahap kehidupan, dari periode neonatal
sampai postmenopause. Sebagian besar kista ovarium, terjadi selama masa
kanak-kanak dan remaja, yang secara hormonal periode aktif pertumbuhan.1,2
Namun, kista ovarium dapat menjadi proses ganas yang mendasari
atau, mungkin mengalihkan perhatian dokter dari kondisi yang lebih
berbahaya, seperti kehamilan ektopik, torsi ovarium, atau apendisitis. 2
Kista ovarium ditemukan pada sonogram transvaginal hampir di
semua wanita premenopause dan sampai dengan 18% dari wanita
postmenopause (wanita mengalami satu atau lebih folikel Graaf setiap siklus
menstruasi, yang muncul sebagai kista pada pemeriksaan pencitraan).
Teratoma kistik dewasa, atau dermoid, mewakili lebih dari 10% dari semua
neoplasma ovarium. Insiden karsinoma ovarium adalah sekitar 15 kasus per
100.000 wanita per tahun. Di Amerika Serikat, karsinoma ovarium didiagnosis
pada lebih dari 21.000 perempuan per tahun, menyebabkan sekitar 14.600
kematian.

Kebanyakan

tumor

ovarium

ganas

yaitu

ovarium

epitel

cystadenocarcinomas. Tumor ganas potensial rendah membentuk sekitar 20%


dari tumor ovarium ganas, sedangkan kurang dari 5% merupakan tumor ganas
sel germinal, dan sekitar 2% adalah tumor sel granulosa. 2
Demografi-yang terkait dengan ras, Cystadenocarcinoma ovarium
epitel ganas adalah satu-satunya kista ovarium terkait dengan predileksi ras.
Perempuan dari Eropa utara dan barat dan Amerika Utara yang terkena

dampak paling sering, sedangkan perempuan dari Asia, Afrika, dan Amerika
Latin yang terpengaruh paling sering. 2
Di Amerika Serikat, tingkat kejadian yang disesuaikan menurut umur
di daerah pengawasan yang tertinggi di kalangan wanita Indian Amerika,
diikuti oleh perempuan kulit putih, Vietnam, Hispanik, dan Hawaii. Insiden
terendah di antara wanita Korea dan Cina. Diantara perempuan untuk
sejumlah kasus yang tersedia berdasarkan usia, insiden pada mereka yang
berusia 30-54 tahun tertinggi pada wanita kulit putih, diikuti oleh Jepang,
Hispanik, dan perempuan Filipina. Bagi wanita berusia 55-69 tahun, tingkat
tertinggi terjadi pada wanita kulit putih, diikuti oleh perempuan Hispanik dan
Jepang. Diantara perempuan berusia 70 tahun atau lebih, angka tertinggi
terjadi di kalangan perempuan kulit putih, diikuti oleh orang-orang keturunan
Afrika dan perempuan Hispanik. 2
Demografi berkaitan dengan usia, kista ovarium fungsional dapat
terjadi pada semua usia (termasuk di dalam rahim), tetapi jauh lebih umum
pada wanita usia reproduksi. Jarang setelah menopause. Kista luteal terjadi
setelah ovulasi pada wanita usia reproduksi. Kista neoplastik yang paling
jinak terjadi selama tahun-tahun reproduksi, tetapi rentang usia yang lebar dan
dapat terjadi pada orang dari segala usia. 2
Kistoma ovarii simpleks ditemukan mencakup sekitar 15-25% dari
keseluruhan tumor jinak ovarium dan usia penderita berkisar 20-50 tahun.
Pada 12-50% kasus kista ini terjadi pada kedua ovarium. Sedangkan kista
ovarii musinosum ditemukan mencakup 16-30% dari total tumor jinak
ovarium dan 85% diantaranya adalah jinak. Tumor ini bilateral pada 5-7%
kasus. Kista dermoid merupakan tumor terbanyak 10% dari total tumor
ovarium yang berasal dari sel germinativum paling banyak diderita oleh
perempuan berusia dibawah 20 tahun.3

B. Etiologi dan Faktor Risiko


a. Etiologi dari kista ovarium meliputi:3
1. Bayi: biasanya kista folikel, yang dihasilkan dari stimulasi ovarium oleh
hormon ibu
2. Praremaja:
Kista fisiologis jarang terjadi
Suspek keganasan ketika massa adneksa ditemukan dalam kelompok

usia ini
Berulang, besar, beberapa kista ovarium dengan tanda-tanda

perkembangan seksual dini dapat terjadi akibat pubertas prekoks


3. Remaja: mayoritas kista fisiologis yang berkaitan dengan aktivitas
ovarium yang normal
4. Usia reproduksi:
Sebagian besar kista fisiologis yang berkaitan dengan aktivitas

ovarium yang normal


Pertimbangkan sindrom ovarium polikistik ketika pasien memiliki
ovarium multicystic; Karakteristik lain termasuk obesitas, hirsutisme,

amenore berkepanjangan dan infertilitas.


5. Wanita pasca menopause:
Tingkat gonadotropin yang tinggi dapat menyebabkan kista ovarium.
Selalu mempertimbangkan kemungkinan keganasan.
b. Faktor risiko pembentukan kista ovarium adalah sebagai berikut: 2

Pengobatan Infertilitas - Pasien dirawat karena infertilitas dengan induksi


ovulasi dengan gonadotropin atau agen lainnya, seperti clomiphene citrate
atau letrozole, dapat berkembang menjadi kista sebagai bagian dari

sindrom hiperstimulasi ovarium


Tamoxifen - Tamoxifen dapat menyebabkan kista ovarium fungsional

jinak yang biasanya menyelesaikan penghentian pengobatan berikut.


Kehamilan - Pada wanita hamil, kista ovarium bisa terbentuk di trimester
kedua, ketika kadar hCG meningkat.

Hypothyroidism - Karena kesamaan antara subunit alpha dari thyroidstimulating hormone (TSH) dan hCG, hipotiroidisme dapat merangsang

ovarium dan pertumbuhan kista.


Gonadotropin ibu - Efek transplasenta gonadotropin ibu dapat

menyebabkan perkembangan kista ovarium neonatal dan janin.


Merokok - Risiko kista ovarium fungsional meningkat dengan merokok;
risiko dari merokok mungkin meningkat lebih lanjut dengan indeks massa

tubuh menurun (BMI)


Ligasi tuba - kista fungsional telah dikaitkan dengan sterilisasi ligasi tuba

C. Klasifikasi 4,5
Berdasarkan tingkat keganasannya kista terbagi dua yaitu nonneoplastik dan
neoplastik.
a. Kista nonneoplastik
1. Kista folikel, merupakan kista yang paling sering ditemukan di
ovarium dan biasanya berukuran sedikit lebih besar (3-8 cm), dari
folikel praovulasi (2.5 cm). Kista ini terjadi karena kegagalan proses
ovulasi (LH surge) dan kemudian cairan intrafolikel tidak diabsorbsi
kembali. Pada beberapa keadaan, kegagalan ovulasi juga dapat terjadi
secara artifisial dimana gonatropin diberikan secara berlebihan untuk
menginduksi ovulasi. Biasnya besarnya tidak melebihi sebuah jeruk,
sering terjadi pada pubertas, climacterium dan sesudah salpingektomi.
2. Kista korpus luteum, dapat terjadi pada kehamilan, lebih jarng diluar
kehamilan. Terjadi akibat pertumbuhan lanjut korpus luteum atau
perdarahan yang mengisi rongga yang terjadi setelah ovulasi. Terdapat
dua jenis kista corpus luteum:
Kista granulosa, merupakan pembesaran nonneoplastik ovarium.
Setelah ovulasi, dinding sel granulosa mengalami luteinisasi. Pada
tahap terbentuknya vaskularisasi baru, darah terkumpul ditengah
rongga

membentuk

korpus

hemoragikum.

Resorbsi

darah

diruangan ini menyebabkan terbentuknya kista korpus luteum.


10

Kista teka, kista jenis ini tidak pernah mencapai ukuran yang
besar. Umumnya bilateral dan berisi cairan jernih kekuningan.
Kista teka seringkali dijumpai bersamaan dengan ovarium

polikistik, mola hidatidosa, korio karsinoma, terapi hCG.


Ovarium Polikistik (stein-leventhal syndrome), penyalit ovarium
polikistik ditandai dengan pertumbuhan polikisti ovarium kedua
ovarium, amenore sekunder atau oligomenore, dan infertilitas.
Sekitar 50% pasien mengalami hirsutisme dan obesitas. Gangguan
ini terjadi pada perempuan berusia 15-30 tahun. Banyak kasus
infertilitas terkait dengan sindrom ini. Tampaknya hal ini
berhubungan

dengan

disfungsi

hipotalamus.

Kelainan

ini

merupakan penyakit herediter yang autosomal dominant.


b. Kista ovarium neoplastik
1. Kistadenoma ovarii serosum, lebih sering terjadi bila dibandingkan
dengan mucinosum. Ukurannya berkisar antara 5-15 cm dan ukuran
ini lebih kecil dari rata-rata ukuran kistadenoma musinosum. Kista ini
ditemukan pada usia 20-30 tahun. Kista berisi cairan serosa, jernih
kekuningan. Proliferasi fokal pada dinding kista menyebabkan
proyeksi papilomatosa ketengah kista yang dapat bertransformasi
menjadi kistadenoma fibroma.
2. Kistadenoma ovarii musinosum, umumnya multiokuler dan lokulus
yang berisi cairan musinosum tampak berwarna kebiruan didalam
kapsul yang dindingnya tegang. Dinding tumor tersusun dari epitel
kolumner yang tinggi dengan sel berwarna gelap terletak di bagian
basal.
3. Kista dermoid, merupakan terbanyak yang berasal dari sel
germinativum, paling banyak diderita oleh gadis usia dibawah 20
tahun. Komponen utama jaringan penyusun ialah ektodermal, yang
kemudian diikuti dengan mesodermal dan endodermal. Semakin
lengkap komponen penyusun semakin lengkap tumor ini. Kista

11

dermoid jarang mencapai ukuran yang besar, tetapi kadang2


bercampur

dengan

kistadenoma

ovarii

musinosum

sehingga

diameternya akan semakin besar. Kista dermoid mempunyai dinding


berwarna putih dan relatif tebal, berisi cairan kental dan berminyak
karena dinding tumor mengandung banyak kelenjar sebasea dan
derivat ektodermal sebagian besar adalah rambut).
D. Patofisiologi
Mekanisme yang tepat belum jelas diketahui. Berhubungan dengan
sindrom hiperstimulasi ovarium, hyperreactio luteinalis dan polikistik
ovarium sindrom.2
Sindrom hiperstimulasi ovarium, pasien dengan sindrom ovarium dan
anovulasi, polikistik berada pada peningkatan risiko berkembangnya ovarium
hyperstimulated, kondisi ini menyebabkan peningkatan kadar estradiol pada
awal.

Sindrom

hiperstimulasi

ovarium

terlihat

dengan

ovarium

hyperstimulated dan pergeseran cairan. Hal ini dinilai pada spektrum dari
ringan sampai berat berdasarkan berat badan dan ukuran pembesaran ovarium
disertai mual dan muntah. Pasien-pasien ini diobati dengan istirahat di tempat
tidur, ultrasonografi serial, dan ulangi elektrolit dan studi hematokrit.
Komplikasi termasuk kista pecah, ascites, efusi pleura dan perikardial dengan
hipovolemia berikutnya, hemokonsentrasi, dan kelainan elektrolit.2
Hyperreactio luteinalis adalah, respon hipersensitif abnormal ovarium
untuk tingkat sirkulasi hCG dalam ketiadaan terapi induksi ovulasi, dengan
kadar hCG normal atau meningkat. Hyperreactio luteinalis biasanya tanpa
gejala atau minimal gejala, tetapi sebanyak 25% kasus dapat menyebabkan
virilisasi ibu. Kejadian dapat ditingkatkan di polikistik ovarium syndrome dan
negara-negara lain yang menyebabkan hiperandrogenisme. Hyperreactio
luteinalis biasanya terlihat pada trimester ketiga pada pasien dengan bilateral,
diperbesar, ovarium multicystic.2
E. Manifestasi Klinis

12

Manifestasi kista ovarium jinak atau ganas, secara umum yaitu


kebanyakan pasien dengan kista ovarium tidak menunjukkan gejala, dengan
kista yang ditemukan secara kebetulan saat USG atau pemeriksaan pelvis
rutin. Beberapa kista, dapat berhubungan dengan berbagai gejala, kadangkadang berat, Meskipun kista ovarium ganas umumnya tidak menimbulkan
gejala sampai mereka mencapai stadium lanjut.2,6
Gejala yang paling sering dilaporkan adalah nyeri panggul atau sakit
perut bagian bawah. Kondisi akut yang berat termasuk torsi ovarium, kista
pecah dengan atau tanpa perdarahan intra-abdominal, dapat menyebabkan rasa
sakit lebih parah. Kista pecah ditandai dengan tiba-tiba, unilateral, nyeri
panggul yang tajam. Hal ini dapat dikaitkan dengan trauma, olahraga, atau
coitus. Gejala lain yaitu, pasien mungkin mengalami ketidaknyamanan dengan
hubungan seksual, buang air besar mungkin sulit, berkemih mungkin sering
terjadi, karena tekanan pada kandung kemih, ketidakteraturan siklus
menstruasi dan perdarahan vagina abnormal dapat terjadi; interval
intermenstrual dapat diperpanjang, diikuti oleh menorrhagia, pasien mungkin
mengalami rasa penuh pada perut dan kembung, mungkin mengalami
gangguan pencernaan, mulas, atau cepat kenyang. Selain itu pada pemeriksaan
fisik palpasi ditemukan masa intrabdominal.1,2,6
Kista folikel, kista ini tidak memberikan gejala yang karakteristik. Bila
mencapai ukuran yang cukup besar kista ini memberikan rasa penuh. Jarang
sekali terjadi torsi, ruptur atau perdarahan. Bila kista folikel besar, dapat
dihubungkan dengan nyeri pelvik, dispareunia dan kadang-kadang perdarahan
abnormal uterus.4,5
Kista korpus luteum granulosa yang persisten dapat menimbulkan
nyeri lokal dan tegang dinding perut, disertai amenore atau mnstruasi
terlambat yang menyerupai gambaran kehamilan ektopik. Kista ini dapat
menyebabkan torsi ovarium sehingga menimbulkan nyeri hebat atau
perdarahan intraperitoneal yang membutuhkan tindakan pembedahan segera
untuk menyelamatkan penderita.4
13

Kista korpus luteum teka, tidak banyak keluhan yang ditimbulkan oleh
kista ini, umumnya tidak diperlukan tindakan bedah untuk menangani kista ini
karena kista ini dapat menghilang secara spontan setelah evakuasi mola, terapi
korio karsinoma, dan penghentian stimulasi ovulasi dengan klomifen.3
Ovarium

Polikistik

(stein

leventhal

sindrom),

secara

klinis

memberikan gejala hirsutisme, obesitas, oligomenorea, kadang-kadang


diselingi menorhagi dan klitoris membesar. Kedua ovarium membesar,
permukaan rata, berwarna keabu-abuan dan berdinding tebal.4,5
Kistadenoma ovarii serosum, sebagian besar tidak dijumpai gejala
klinik khusus yang dapat menjadi pertanda. Sebagian besar kasus tumor ini
ditemukan secara kebetulan saat dilakukan pemeriksaan rutin. Pada kondisi
tertentu, penderita akan mengeluhkan rasa tidak nyaman didalam pelvis,
pembesaran perut, dan gejal seperti asites.4
Kistadenoma musinosum, asimpatomatik dan sebagian besar pasien
merasakn pertambahan berat badan atau rasa penuh di perut. Pada kondisi
tertentu perempuan pascamenopause dengan tumor ini dapat mengalami
hiperplasia atau perdarahan pervaginam karena stroma sel tumor mengalami
proses luteunisasi sehingga dapat menghasilkan hormon terutama estrogen.
Bila hal ini terjadi dapat terjadi pada perempuan hamil maka dapat terjadi
pertumbuhan rambut yang berlebihan (viriisasi) pada penderita. Cairan musin
dari kistoma dapat mengalir ke kavum pelvik atau abdomen melalui stroma
ovarium sehingga terjadi akumulasi cairan musin intraperitoneal dan hal ini
dikenal sebagai pseudomiksoma peritonii.4
Kista dermoid, dalam ukuran kecil kista dermoid tidak menimbulkan
keluhan apapun dan penemuan tumor pada umumnya hanya melalui
pemeriksaan ginekologi rutin. Rasa penuh dan berat di dalam perut hanya
dirasakan apabila ukuran tumor cukup besar.4
F. Diagnosis
Diagnosis dari kista ovarium ditegakan melaui manifestasi klinis, dan
pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan

histologis, diagnosis definitif dari


14

semua kista ovarium dibuat berdasarkan analisis histologis. Setiap jenis kista
memiliki temuan khusus.2
Tes Laboratorium, tidak ada tes laboratorium diagnostik untuk kista
ovarium. Namun, tes laboratorium berikut dapat membantu dalam diagnosis
diferensial dan dalam diagnosis komplikasi-kista terkait:2

Tes kehamilan urin- harus selalu dilakukan pada semua wanita usia subur
dengan nyeri perut atau keluhan serupa

Hitung darah lengkap (CBC)- harus fokus pada hematokrit dan


hemoglobin tingkat untuk mengevaluasi anemia yang disebabkan oleh
perdarahan akut; sel darah putih (WBC) count mungkin meningkat tidak
hanya dalam komplikasi dari kista ovarium, terutama torsi, tetapi juga
dalam kondisi patologis abdominal, seperti aapendisitis.

Urinalisis dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain


dari sakit perut atau panggul, seperti infeksi saluran kemih dan batu ginjal

Swab endoserviks - dilakukan untuk menilai klamidia dan gonore jika


penyakit radang panggul adalah salah satu diagnosis banding
Antigen kanker 125, (CA 125) adalah protein pada membran sel dari

jaringan ovarium normal dan karsinoma ovarium. Kadar serum normalnya


kurang dari 35 U/ml. Kadar CA 125 meningkat pada 85% pasien dengan
karsinoma epitel ovarium, dan hanya meningkat 50% pada pasien dengan
kanker ovarium stadium 1. CA125 juga meningkat pada beberapa kondisi
pasien dengan tumor jinak atau keganasan lainnya, dan 6% pada orang sehat.
Lebih dari itu, CA125 tidak selalu digambarkan pada pasien hamil dengan
kista ovarium atau dalam penentuan akut dengan kejadian kista ovarium,
sebagai tanda adanya peritonitis, perdarahan, ruptur kista, dan infeksi.
Ditemukan peningkatan CA125 sering bermanfaat ketika dikombinasikan
dengan pemeriksaan USG untuk menilai kista ovarium pada wanita post
menopause.2

15

Ultrasonografi, merupakaan pemeriksaan gambaran awal yang


digunakan terhadap pasien dengan kista ovarium.

Digunakan untuk

membantu melihat karakteristik morfologi kista tersebut. Ovarium normal


panjangnya 2.5-5cm, luasnya 1.5-3cm, tebalnya 0.6-1.5cm. pada fase
folikuler, beberapa folikel-folikel biasanya terlihat di dalam jaringan ovarium.
Pada sonogram, kista ovarium memiliki keseragaman bentuk yang tipis,
dinding bulat dan tampak uniokular yang salah satunya hipoechoic atau
anechoic. Biasanya berukuran diameter 2.5-1.5cm, dan peningkatan akustik
posterior (area hiperechoic) dapat tampak mendalam terhadap kista yang
berisi cairan.2

Gambar 1. Kista dermoid dengan pemeriksaan sonogram endovaginal2

Ultrasonografi endovaginal dapat membantu dalam pemeriksaan


morfologi secara detail dari struktur pelvis. Berupa alat pemeriksaan yang
dimasukkan ke dalam vagina. Pemeriksaan ini relatif non-invasif dan
bertoleransi dengan baik pada wanita usia reproduksi dan pada wanita pascausia reproduksi yang masih terlibat dalam hubungan seksual.2
Ultrasonografi transabdominal, lebih baik daripada ultrasonografi
endovaginal untuk mengevaluasi massa besar dan komplikasi berikutnya,
seperti hidronefrosis atau cairan bebas.2

16

Gambar 2. USG transabdominal dari kista ovarium kanan multiokuler dengan diameter 24cm
dengan disampingya terlibat tuba falopi dan uterus2

G. Penatalaksanaan
Medikamentosa, analgetik narkotik dan obat anti-inflamasi nonsteroid
(NSAID) dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pada pasien
dengan kista ovarium. NSAID, termasuk ibuprofen dan ketorolac, dapat
digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, sementara obatobatan narkotika, seperti morfin sulfat dan oxycodone, berguna terhadap nyeri
sedang sampai berat.2
Morfin sulfat merupakan obat pilihan (DOC) untuk analgesia, karena
efek yang handal dan diprediksi obat, profil keamanan, dan kemudahan
reversibilitas

dengan

nalokson. Berbagai

intravena

dosis

(IV)

yang

digunakan; obat umumnya dititrasi sampai efek yang diinginkan diperoleh.


Oxycodone diindikasikan untuk menghilangkan nyeri sedang sampai berat. Ini
menghambat jalur naik nyeri dengan mengikat reseptor opiat. Obat ini
mengubah respon dan persepsi nyeri dan umumnya menghasilkan depresi
SSP.2
Analgesik nonsteroid Obat Anti-inflammatory drugs (NSAID)
digunakan untuk menghilangkan nyeri ringan sampai sedang. Obat ini
menghambat reaksi inflamasi dan nyeri dengan mengurangi aktivitas cyclooxygenase (COX), yang mengakibatkan penurunan sintesis prostaglandin.

17

Ibuprofen adalah DOC untuk pasien dengan nyeri ringan sampai sedang. Ini
menghambat reaksi inflamasi dan nyeri dengan mengurangi sintesis
prostaglandin.2
Satu-satunya pengobatan untuk neoplasma dari ovarium adalah
pembedahan, bila tumor ovarii disertai gejala akut misalnya torsi maka
tindakan pembedahan harus segera dilakukan. Bila kista folikel maka
dilakukan pungsi langsung pada dinding kista menggunakan peralatan
laparaskopi. Pastikan dulu bahwa kista yang dilakukan pungsi adalah kista
folikel karena bila terjadi kesalahan teridentifikasi dan kemudian kista
tersebut tergolong neoplastik ganas maka cairan tumor invasi akan menyebar
di dalam rongga peritoneum.2
Pada kista korpus luteum bila terjadi ruptur kista dan terjadi
perdarahan kedalam rongga peritoneum maka diperlukan tindakan laparatomi
segera untuk menyelamatkan penderita. Bila ovarium polikistik maka
diberikan sitrat 50-100mg perhari untuk 5-7 hari persiklus. hCG juga untuk
memperkuat efek pengobatan. Kistadenoma ovarii serosum dilakukan
tindakan pembedahan (eksisi) dengan explorasi menyeluruh pada organ
intrapelvik dan abdomen.4
Kista ovarii musinosum, bila ternyata stroma kistaadenoma ovarii
musinosum mendiseminasi cairan musin ke rongga peritoneum dan hal ini
ditemukan pada saat melakukan tindakan laparotomi maka sebaknya
dilakukan salpingingo-ooforektomi unilateral. Untuk kista dermoid dilakukan
laparotomi dan kistektomi.4
Indikasi untuk operasi kista ovarium antara lain sebagai berikut;3
1. Wanita pasca menopause:
Gejala kista
Ukuran kista lebih besar dari 3cm diameter 5 cm
Peningkatan CA-125
Kista multilokular
Riwayat keluarga kanker payudara atau kanker ovarium
2. Wanita premenopause
Ukuran kista lebih besar dari diameter 10 cm

18

Peningkatan ukuran kista selama waktu observasi


Kista Pecah atau torsi

H. Prognosis
Prognosis dari kista yang jinak sangat baik. Semua kista dapat menjadi
sisa jaringan ovarium. Secara menyeluruh, 70-80% dari kista folikel sembuh
spontan. Keganasan sering berhubungan antara pasien dengan kista ovarium.
Pasien yang hamil dengan kista simpleks yang lebih kecil dengan diameter
6cm memiliki resiko terjadinya keganasan kurang dari 1%. Banyak kista yang
menyembuh dalam minggu 16-20 minggu kehamilan, dengan 96% masa
tersebut menyembuh spontan. Kekambuhan spontan dapat terjadi pada kista
fisiologis.2,3,5

BAB III
DISKUSI

19

Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang berkembang dalam
ovarium (indung telur) wanita. Kista ini dapat berkembang pada wanita pada setiap
tahap kehidupan, dari periode neonatal sampai postmenopause.
Etiologi dari kista ovarium pada wanita usia reproduktif sebagian besar kista
fisiologis yang berkaitan dengan aktivitas ovarium yang normal, pertimbangan
sindrom ovarium polikistik ketika pasien memiliki ovarium multicystic; Karakteristik
lain termasuk obesitas, hirsutisme, amenore berkepanjangan dan infertilitas. Untuk itu
selalu mempertimbangkan kemungkinan keganasan. Pada kasus terjadi pada pasien
premenopause usia reproduktif dimana kista semakin hari semakain membesar
ukurannya sehingga sudah sesuai dengan teori dipertimbangkan kemungkinan
bersifat tumor.
Manifestasi kista ovarium secara umum yaitu kebanyakan pasien dengan kista
ovarium tidak menunjukkan gejala, dengan kista yang ditemukan secara kebetulan
saat USG atau pemeriksaan pelvis rutin. Beberapa kista, dapat berhubungan dengan
berbagai gejala, kadang-kadang berat, Meskipun kista ovarium ganas umumnya tidak
menimbulkan

gejala

sampai

mencapai

stadium

lanjut.

Rasa

sakit

atau

ketidaknyamanan dapat terjadi di perut bagian bawah. Torsi (memutar) atau pecah
dapat menyebabkan rasa sakit lebih parah. Pada kasus diketahui pasien mengalami
kista ovarium saat diperiksa ke dokter ahli kandungan dari anamnesis pasien
mengeluh ada benjolan semakin lama semakin membesar serta haid yang terus
menerus. Pada pemeriksaan ginekologi ditemukan teraba masa kistik, permukaan
rata, tidak terfiksir, sebesar kepala dewasa, batas-batas: batas atas: 2 jari dibawah
prosesus xipoideus, batas kanan: linea axillaris anterior dextra, batas kiri: linea
axillaris anterior sinistra, batas bawah: kesan masuk panggul. Sedangkan pemeriksaan
vaginal toucher: Vulva/Uretra tenang, dinding vagina dalam batas normal, portio
utuh, mencucu, OUE tertutup, corpus uteri sulit dinilai, teraba masa kistik sebesar
kepala dewasa, ketika masa digerakan portio tidak ikut bergerak, cavum douglasi
menonjol. Untuk memperkuat diagnosis maka dilakukan pemeriksaan USG
ditemukan masa kista. Sehingga pasien ini berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik
20

dan pemeriksaan penunjang didiagnosis dengan kistoma ovarii permagna, hal ini
sudah sesuai dengan teori. Untuk mengetahui jenis kista pada kasus ini maka perlu
dilakukan pemeriksaan histopatologi anatomi.
Pada kasus pasien direncanakan dilakukan tindakan kistektomi. Menurut teori
satu-satunya pengobatan untuk neoplasma dari ovarium adalah pembedahan, bila
tumor ovarii disertai gejala akut misalnya torsi maka tindakan pembedahan harus
segera dilakukan. Selain itu salah satu indikasi dilakukan tindakan pembedahan yaitu
adanya gejala kista, ukuran kista lebih besar dari diameter 10 cm, peningkatan ukuran
kista selama waktu observasi.
Prognosis dari kista yang jinak sangat baik. Semua kista dapat menjadi sisa
jaringan ovarium. Namun bisa terjadi kekambuhan spontan. Pada kasus pasien
sebelum operasi pasien didiagnosa dengan Kistoma Ovarii Permagna dan
dindikasikan operasi kistektomi karena ukuran kista lebih besar dan peningkatan
ukuran. Setelah dilakukan tindakan pembedahan dengan tindakan khusus yaitu
salphyngooforo kistektomi dextra, diidentifikasi ovarium sinistra berubah menjadi
tumor kistik ukuran 30x25x25cm, mengalami perlengketan dengan tuba sinistra.
Setelah dilakukan tindakan pembedahan tersebut maka diagnosa penyakit menjadi
Kistoma Ovarii Sinistra Permagna. Keadaan klinis pasien setelah operasi baik, terapi
pada kasus diberikan Cefadoxil 2x500 mg, Metronidazol 3x500 mg, As. Mefenamat
3x500 mg, vitamin Fondazen 2x1 tab.

DAFTAR PUSTAKA

21

1. Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Penyakit Kista Ovarium. [Serial Online].


[cited

on

2014

June

8].[5

screens].

Available

from

URL:

http://dinkes.banjarkab.go.id/artikel/penyakit-kista-ovarium.html
2. Helm WC, Rivlin ME. Ovaryan Cysts. [Serial Online] 2014 April 25.[cited on
2014

June

8].[5

screens].

Available

from

URL:

http://emedicine.medscape.com/article/255865-overview#showall
3. Aoki Etsuko MD. 5 Minute Consult Clinical Companion to Women's Health,
The, 1st Edition. Ovarian Cysts. Lippincott Williams & Wilkins. 2007
4. Adriaansz george. Ilmu Kandungan. Tumor Jinak Organ Genital. Ed 3.
Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2011. Hal 279-85
5. Sulaiman S. Tumor ovarium. Bandung: Bagian Obstetri dan Ginekologi
Universitas Padjadjaran. Ginekologi. 1981. Hal 178-87
6. Ross Elisa K. Incidental ovarian cysts: When to reassure, when to reassess,
when to refer. Cleveland Clinic Journal of Medicine vol. 80 8 503-514. [Serial
Online]. 2013 Agustus.[Cited on 2014 Juni 10]. [8 screens]. Available from
URL: http://www.ccjm.org/content/80/8/503.full

22