Anda di halaman 1dari 1

METODE PENELITIAN

Spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infrared) merupakan spektroskopi inframerah


yang dilengkapi dengan transformasi Fourier untuk deteksi dan analisis hasil
spektrumnya. Inti spektroskopi FTIR adalah interferometer yaitu alat untuk menganalisis
frekuensi dalam sinyal gabungan. Spektrum inframerah tersebut dihasilkan dari
pentrasmisian cahaya yang melewati sampel, pengukuran intensitas cahaya dengan
detektor dan dibandingkan dengan intensitas tanpa sampel sebagai fungsi panjang
gelombang. Spektrum inframerah yang diperoleh kemudian diplot sebagai intensitas
fungsi energi, panjang gelombang atau bilangan gelombang.
Analisis gugus fungsi suatu sampel dilakukan dengan membandingkan pita absorbsi yang
terbentuk pada spektrum infra merah menggunakan tabel korelasi dan menggunakan
spektrum senyawa pembanding (yang sudah diketahui).
Spektroskopi inframerah sangat berguna untuk analisis kualitatif (identifikasi) dari
senyawa organik karena spektrum yang unik yang dihasilkan oleh setiap organik zat
dengan puncak struktural yang sesuai dengan fitur yang berbeda. Selain itu, masingmasing kelompok fungsional menyerap sinar inframerah pada frekuensi yang unik.
Sebagai contoh, sebuah gugus karbonil, C = O, selalu menyerap sinar inframerah pada
1670-1780 cm-1, yang menyebabkan ikatan karbonil untuk meregangkan.
60
%T
57.5
55
52.5
50
47.5
45
42.5
2 0 3 3 .9 7

40
37.5
35
32.5
30
27.5
25
22.5
20
17.5

3 3 0 4 .1 2

15
12.5

1 6 3 4 .7 0
3 1 1 4 .1 3

1 6 6 8 .4 5

1 5 5 7 .5 5

10
7.5

2.5
0
4600
isoniazid

4400

4200

4000

3800

3600

3400

3200

3000

2800

2600

2400

2200

2000

1800

1600

1400

1200

1000

800

600

400
1/cm