Anda di halaman 1dari 10

PEMBELOKAN RADIASI SINAR BETA OLEH MEDAN MAGNET

A. Tuiuan Percobaan :
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan
untuk:
1. Menjelaskan pembelokkan sinar beta oleh sebuah medan magnet.
2. Menghitung arah belokkannya.
B. Dasar Teori
Unsur radiaoaktif alam dan buatan menunjukkan aktivitas radiasi yang sama yaitu
radiasi sinar-, sinar-, dan sinar- (Untoro dan Tim Guru Indonesia, 2010:181). Inti
induk setelah melakukan satu kali pancaran akan menghasilkan inti anak. Prinsip
radiasinya mengikuti hukum kekekalan nomor massa. Sifat alamiah sinar radioaktif
dipelajari dengan menggunakan medan magnit. Ketika sinar radiaoaktif dilewatkan
dalam medan magnit diperoleh fenomena-fenomena berikut. Sinar ditemukan oleh
Ernest Rutherord, sinar bermuatan negatif, daya tembus lebih besar dari sinar
bahkan dapat menembus lempeng timbal atau aluminium yang cukup tebal (Untoro
dan Tim Guru Indonesia, 2010:181). Sinar terdiri atas elektron-elektron yang
bergerak cepat dengan kecepatan mendekati kecpatan cahaya.
Saat medan magnet nol (B = 0 T) tidak terjadi perubahan apapun pada sinar-sinar
yang dipancarkan. Saat diberikan medan magnit lemah, sejumlah berkas sinar dalam
jumlah sedikit dibelokkan ke arah kutub selatan magnit, dan sebagian besar bergerak
lurus. Saat diberikan medan magnet yang cukup kuat, berkas sinar dalam jumlah
yang cukup besar dibelokkan cukup kuat ke arah kutub selatan, sejumlah berkas
sinar dibelokkan ke arah kutub utara, dan sebagian lagi diteruskan. Saat diberikan
medan magnet kuat, berkas sinar dalam jumlah yang cukup besar dibelokkan dengan
kuat ke arah kutub selatan (S), sejumlah berkas lainnya dibelokkan ke arah kutub
utara (U), dan beberapa berkas diteruskan.

Gambar 1. Pembelokkan sinar radioaktif


Sr-90 adalah isotop radioaktif suatu produk yang dominan dalam peledakan bom
atom (Sanjaya, 2012). Dijelaskan lebih lanjut bahwa stronsium digunakan sebagai
sumber partikel dan sebagai perunut radioaktif, untuk membuat keramik kalsium
posfat, dalam biomedik seperti penggantian tulang, perancah untuk teknik jaringan,
dan prostes lapis seperti penggantian pinggul untuk meningkatkan kepaduan dengan
tulang, sebagai bahan cat dan untuk membuat kembang api dengan nyala berwarna
merah terang. Radiasi Co-60 digunakan untuk mengetahui ketebalan suatu bahan
yang paling tebal serta digunakan untuk terapi penyakit kanker.
Karakteristik sinar radioaktif sinar beta ().
Sinar beta merupakan radiasi partikel bermuatan negative yang berasal dari inti
atom. Partikel beta yang bemuatan -l e dan bermassa 1/836 sma. Karena sangat kecil,
partikel beta dianggap tidak bermassa sehingga dinyatakan dengan notasi 0e-1.
Energi sinar beta sangat bervariasi, mempunyai daya tembus lebih besar dari sinar
alfa tetapi daya pengionnya lebih lemah. Sinar beta paling energetik dapat
menempuh sampai 300 cm dalam udara kering dan dapat menembus kulit.

C. Alat / Bahan
1. Counter

8. Bingkai aluminium

2. Pengeras suara

9. Sekat timah berdiameter 4,2 mm

3. Counter berjendela-tipis

10. Penjepit preparasi

4. Panel percobaan

11. Model preparasi

5. Penjepit tabung counter

12. 2 buah penjepit

6. 2 potong magnet

13. Preparasi Sr-90 dan Co-60

7. 2 batang penjepit magnet

14. Pencatat waktu

D. Langkah kerja
1. Rangkailah alat percobaan sesuai Gambar 1.

Gambar 1. Rangkaian Alat Percobaan


2. Penggunaan Counter:

Gambar 2. Tampilan Counter


a. Pertama, pilihlah waktu yang diperlukan untuk mencacah selama 10 sekon
dengan menekan tombol GATE.
b. Tekan tombol START pada counter.
c. Catatlah nilai latar yang terdata pada Counter.

3. Pertama, hitunglah nilai cacah N1 (tanpa magnet), untuk posisi yang diberikan
counter berjendela-tipis. Pastikan bahwa anda tidak menyentuh jendela-tipisnya
ketika menggeser tabung counter.

4. Kedua, pasanglah kumpulan magnet (titik merah kedua magnet menghadap ke


atas) dengan hati-hati pada panel percobaan sesuai Gambar 3. Ukurlah nilai
cacah N2 untuk posisi sudut yang ada.

Gambar 3.Panel dengan Magnet

5. Ketiga, ubahlah posisi kumpulan magnet (titik merah kedua magnet menghadap
ke bawah) dengan hati-hati pada panel percobaan. Ukurlah nilai cacah N3 untuk
posisi sudut yang ada.

6. Setelah percobaan selesai, lepaskan kumpulan magnet dan pindahkan preparasi


Sr dari rangkaian percobaan dan kembalikan ke kotaknya.
E. Data
N latar : 5
Tabel 4. Nilai Cacah Tanpa Magnet
Posisi
Sudut
Sumbe
dari
r
+45o
+30o
Tabung
Radiasi
Counte
r
35
158
N1/ 10
Sr - 90
46
156
sekon
46
162
Rata-rata
42,33 158,67
9
10
N1/ 10
Co - 60
16
10
sekon
14
7
Rata-rata
13,00
9,00
Ketelitian (N)
N ke1
Rata
2

+15o

0o

-15o

-30o

-45o

168
198
183
183,00
13
16
12
13,67

198
198
184
193,33
14
10
13
12,33

188
169
193
183,33
6
9
12
9,00

146
151
130
142,33
11
15
9
11,67

27
39
37
34,33
15
16
16
15,67

= nilai cacah sudut ke-i dikurangi dengan rata-rata nilai cacah sudut ke-i

Tabel 5. Ketelitian Sr 90
+45o N
+30o
N

+15o

0o

-15o

-30o

-45o

35
46
46

7,33
3,67
3,67

158
156
162

0,67
2,67
3,33

168
198
183

15,00
15,00
0,00

198
198
184

4,67
4,67
9,33

188
169
193

4,67
14,33
9,67

35
46
46

7,33
3,67
3,67

27
39
37

7,33
4,67
2,67

42,33

4,89

158,67

2,22

183,00

10,00

193,33

6,22

183,33

9,55

142,33

8,22

34,33

4,89

N
1,0
0
1,0
0
2,0
0
1,3
3

+15o

N
0,6
7
2,3
3
1,6
7
1,5
6

Tabel 6. Ketelitian Co 60
N ke- +45o N +30o
1
4,0
9
10
0
3,0
16
10
0
1,0
14
7
0
Rata 13,0 2,6
9,00
2
0
7

13
16
12
13,6
7

0o
14
10
13
12,3
3

N
1,6
7
2,3
3
1,6
7
1,8
9

-15o
6
9
12
9,0
0

N
3,0
0
0,0
0
3,0
0
2,0
0

-30o
11
15
9
11,67

N
0,6
7
3,3
3
2,6
7
2,2
3

-45o
15
16
16
15,6
7

N
0,67
0,33
0,33
0,44

Tabel 7. Nilai Cacah dengan Magnet Menghadap ke Atas


Posisi
Sudut
Sumbe
dari
r
+45o
+30o
+15o
0o
Tabung
Radiasi
Counte
r
Sr 90

N2/ 10
sekon

Rata-rata
Co 60

N2/ 10
sekon

Rata-rata
N ke2

Tabel 8. Ketelitian Sr 90
+45o N +30o
N
9
13

Rata
2

10
10,6
7

33,3
3
29,3
3
32,3
3
31,6
6

47
39
58
48,0
0

111,
67
119,
67
100,
67
110,
67

Tabel 9. Ketelitian Co 60
N ke- +45o N +30o
2
0,0
9
13
0
3,0
6
6
0
3,0
12
9
0
Rata
2,0
9,00
9,33
2
0

9
13
10

47
39
58

10,67

9
6
12
9,00
+15o
101
95
105
100,
33

N
3,6
7
3,3
3
0,3
3
2,4
4

-15o

-30o

-45o

67
67
68

48,00

101
95
105
100,3
3

120
119
117
118,6
7

135
134
141
136,6
7

115
109
112
112,0
0

67,33

13
6
9
9,33

10
12
10
10,67

13
3
8
8,00

7
10
9
8,67

9
12
6
9,00

10
6
11
9,00

N
82,0
0
88,0
0
78,0
0
82,6
7

+15o
10
12
10
10,6
7

0o

120
119
117
118,
67

N
0,6
7
1,3
3
0,6
7
0,8
9

73,3
3
74,3
3
76,3
3
74,6
6

0o
13
3
8
8,00

-15o

1,6
7
2,6
7
4,3
3
2,8
9

135
134
141
136,
67

N
5,0
0
5,0
0
0,0
0
3,3
3

-30o

-15o
7
10
9
8,6
7

66

122

120

129

115

3,0
0
3,0
0
0,0
0
2,0
0

115
109
112
112,
00

N
1,6
7
1,3
3
0,3
3
1,11

Tabel 10. Nilai Cacah dengan Magnet Menghadap ke Bawah


Posisi
Sudut
Sumbe
dari
r
+45o
+30o
+15o
0o
-15o
Tabung
Radiasi
Counte
r

-30o
9
12
6
9,00

-45o

67

67

13

68
67,3
3

10
10,6
7

N
0,0
0
3,0
0
3,0
0
2,0
0

-30o

-45o

39

12

-45o
10
6
11
9,00

N
1,00
3,00
2,00
2,00

N3/ 10
sekon
Rata-rata

Sr 90

Co 60

N3/ 10
sekon

Rata-rata

Tabel 11. Ketelitian Sr 90


N keN
+45o
+30o

122

134

117

98

52

71
65,3

111
118,3

132
128,7

123
123,0

102
105,0

49
46,7

7
9,0

7
14
9
10,00

9
7
12
9,33

8
10
9
9,00

8
9
11
9,33

6
15
9
10,00

12
13
7
10,67

11
7
7
8,33

111
118,
33

3,6
7
3,6
7
7,3
3
4,8
9

Tabel 12. Ketelitian Co 60


N ke- +45o N +30o
3
3,0
7
9
0
4,0
14
7
0
1,0
9
12
0
Rata 10,0 2,6
9,33
2
0
7

N
0,3
3
2,3
3
2,6
7
1,7
8

3
66
59

Rata
2

71
65,
33

0,6
7
6,3
3
5,6
7
4,2
2

59

122
122

+15o
120
134
132
128,
67

+15o
8
10
9
9,00

N
8,6
7
5,3
3
3,3
3
5,7
8

N
1,0
0
1,0
0
0,0
0
0,6
7

0o
129
117
123
123,
00

0o
8
9
11
9,33

N
6,0
0
6,0
0
0,0
0
4,0
0

N
1,3
3
0,3
3
1,6
7
1,11

115
98
102
105,
00

-15o
6
15
9
10,0
0

F. Analisis Data
N1
= Nilai cacah sudut ke-i dikurangi nilai latar
Tabel 13. Nilai Cacah untuk Sr 90
Perlakuan
+45o
+30o
+15o
0o
30,00 153,00 163,00 193,00
Tanpa magnet
Rata-rata
Magnet ke atas
Rata-rata
Magnet ke bawah

41,00
41,00
37,33
4,00
8,00
5,00
5,67
61,00
54,00
66,00

151,00
157,00
153,67
42,00
34,00
53,00
43,00
117,00
117,00
106,00

193,00
178,00
178,00
96,00
90,00
100,00
95,33
115,00
129,00
127,00

-15o

193,00
179,00
188,33
115,00
114,00
112,00
113,67
124,00
112,00
118,00

10,
00
7,0
0
3,0
0
6,6
7

N
1,3
3
2,3
3
3,6
7
2,4
4

-30o

7,6
7
5,3
3
2,3
3
5,1
1

39
52
49
46,
67

-30o
12
13
7
10,6
7

N
2,6
7
1,3
3
1,3
3
1,7
8

-15o

-30o

183,00
164,00
188,00
178,33
130,00
129,00
136,00
131,67
110,00
93,00
97,00

141,00
146,00
125,00
137,33
110,00
104,00
107,00
107,00
34,00
47,00
44,00

45o

12

3,0

1,0

7
9,0
0

2,0
2,0
0

-45o

11
7
7
8,33

-45o
22,00
34,00
32,00
29,33
62,00
62,00
63,00
62,33
7,00
3,00
2,00

2,6
7
1,3
3
1,3
3
1,7
8

Rata-rata

60,33

113,33

123,67

118,00

100,00

+15o
8
11
7
8,67
5
7
5
5,67
3
5
4
4

0o
9
5
8
7,33
8
-2
3
3
3
4
6
4,33

-15o
1
4
7
4
2
5
4
3,67
1
10
4
5

Tabel 14. Nilai Cacah untuk Co 60


Perlakuan
+45o
+30o
Tanpa magnet
4
5
11
5
9
2
Rata-rata
8
4
Magnet ke atas
4
8
1
1
7
4
Rata-rata
4
4,33
Magnet ke bawah
2
4
9
2
4
7
Rata-rata
5
4,33

41,67

-30o
6
10
4
6,67
4
7
1
4
7
8
2
5,67

G. Pembahasan
Percobaan kali ini berjudul Pembelokan Radiasi Sinar Beta oleh Medan
Magnet. Tujuan dari percobaan adalah menjelaskan pembelokan sinar beta oleh
medan magnet dan menghitung arah belokannya. Sumber radiasi yang digunakan
dalam percobaan berupa Sr 90 dan Co 60.
Variabel bebas pada percobaan ini adalah variasi sudut dan ada tidaknya magnet.
Variabel terikatnya adalah nilai cacah. Variabel kontrolnya berupa waktu cacah
selama 10 sekon.
Setelah dilakukan analisis data hasil percobaan diperoleh data seperti yang
terlihat pada Tabel 15.
Sumber Posisi
+45o
+30o
Radiasi sudut
Tanpa medan magnet
153,6
Sr 90
N/ 10
37,33
7
sekon
Co 60
8
4
Magnet menghadap ke atas
Sr 90
N/ 10
5,67 43,00
sekon
Co 60
4
4,33
Magnet menghadap ke bawah
113,3
Sr 90
N/ 10
60,33
3
sekon
Co 60
5
4,33

+15o

0o

-15o

-30o

-45o

178,0
0

188,3
3

178,3
3

137,3
3

29,33

8,67

7,33

6,67

10,67

95,33

113,6
7

131,6
7

107,0
0

62,33

5,67

3,67

123,6
7

118,0
0

100,0
0

41,67

4,33

5,67

4,00

3,33

Berdasarkan Tabel 15 dapat diketahui bahwa bila sumber radiasi tanpa medan
magnet diletakkan tepat berada di jendela tipis pada sudut 0o maka nilai cacahnya

4,00

-45o
10
11
11
10,67
5
1
6
4
6
2
2
3,33

lebih besar bila dibandingkan ketika diletakkan pada sudut yang lebih positif atau
negatif. Hal tersebut dikarenakan semakin jauh posisi sudut dari tabung counter,
maka radiasinya semakin kecil. Ketika sumber radiasi dengan titik merah magnet
menghadap ke atas menunjukkan bahwa nilai cacah semakin besar ketika tabung
counter menghadap ke sudut yang lebih positif. Hal tersebut dapat terjadi karena
ketika titik merah menghadap ke atas, maka sumber radiasi akan semakin besar
(posisi sudut sumber radiasi dan counter merupakan sudut positif). Ketika sumber
radiasi dengan titik merah magnet menghadap ke bawah menunjukkan bahwa nilai
cacah semakin besar ketika tabung counter menghadap ke sudut yang lebih negatif.
Hal tersebut dapat terjadi karena ketika titik merah menghadap ke bawah, maka
sumber radiasi akan semakin besar (posisi sudut sumber radiasi dan counter
merupakan sudut negatif).
Pada saat titik merah (kutub utara) menghadap ke atas menunjukkan arah medan
magnetnya juga ke atas sehingga ketika diberi sumber radiasi Sr dan Co, sinar beta
akan dibelokkan ke arah sudut positif. Pada saat titik merah (kutub utara) menghadap
ke bawah menunjukkan arah medan magnetnya juga ke bawah sehingga ketika diberi
sumber radiasi Sr dan Co, sinar beta akan dibelokkan ke arah sudut negatif.
H. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah praktikan lakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Sinar beta akan dibelokkan ke sudut positif ketika medan magnet kutub utara
menghadap ke atas dan sinar beta akan dibelokkan ke sudut negatif ketika medan
magnet kutub utara menghadap ke bawah.
2. Pada preparasi Sr tanpa magnet, sumber radiasi terbesar ketika menghadap ke
sudut 0o dengan nilai cacah 188,33, ketika diberi magnet dengan kutub utara
menghadap ke atas, sumber radiasi terbesar ketika menghadap ke sudut -15 o
dengan nilai cacah 131,67, dan ketika diberi magnet dengan kutub utara
menghadap ke bawah, sumber radiasi terbesar ketika menghadap ke sudut +15o
dengan nilai cacah 123,67. Untuk preparasi Co tanpa magnet, sumber radiasi
terbesar ketika menghadap ke sudut -45o dengan nilai cacah 10,47; ketika diberi
magnet dengan kutub utara menghadap ke atas, sumber radiasi terbesar ketika
menghadap ke sudut +15o dengan nilai cacah 5,67; dan ketika diberi magnet
dengan kutub utara menghadap ke bawah, sumber radiasi terbesar ketika
menghadap ke sudut -30o dengan nilai cacah 5,67.
I. Daftar Pustaka

Untoro, J & Tim Guru Indonesia. (2010). Buku Pintar Pelajaran: Ringkasan Materi
dan Kumpulan Rumus Lengkap SMA IPA 6 in 1. Jakarta: WahyuMedia.
Sanjaya, E. (2012). Stronsium. http://chemicallovers.wordpress.com/2012/11/21/
strontium/. Diakses 28 Mei 2014.