Anda di halaman 1dari 5

http://musbir.blogspot.com/2012/10/kualitas-lingkungan.

html kualitas lingkungan


Dalam era industrilisasi yang disertai dengan globalisasi dewasa ini di beberapa
negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Isu kualitas lingkungan hidup
menjadi suatu permasalahan nasional yang perlu dicari jalan pemecahannya.
Kulitas lingkungan yang menurun disuatu negara akan sangat berpengaruh
terhadap produk. Produk yang dihasilkan negara yang bersangkutan. Pengaruh
yang erat hubungannya dengan penururannya kualitas lingkungan ialah produk
pertanian, peternakan dan perikanan sehingga daya saling untuk keperluan ekspor
di pasar internasional menjadi menurun. Selain itu, kualitas kesehatan penduduk
yang tinggal di daerah lingkungan yang tercemar akan menjadi buruk dan
berdampak pada menurunnya daya kreativitas penduduk.
Selain itu beberapa komponen yang sangat erat dalam kehidupan kita ialah udara
yang kita hisap setiap saat dan air yang kita minum setiap hari. Udara dan air yang
bersih sangat diperlukan untuk kesehatan sehingga dapat menunjang aktivitas kita
untuk berkreasi dan menghasilkan hal yang positif. Tetapi sebaliknya, bila ada
komponen utama tersebut tercemar, maka pencemarannya akan menimbulkan
perubahan terhadap kualitas kehidupan kita begitu pula daya tahan tubuh terhadap
infeksi penyakit.

Pengertian dari lingkungan adalah sesuatu yang berada di luar atau sekitar mahluk
hidup. Para ahli lingkungan memberikan definisi bahwa lingkungan (enviroment
atau habitat) adalah suatu sistem yang kompleks dimana berbagai faktor
berpengaruh timbal-balik satu sama lain dan dengan masyarakat tumbuhtumbuhan. Menurut Ensiklopedia Kehutanan menyebutkan bahwa Lingkungan
adalah jumlah total dari faktor-faktor non genetik yang mempengaruhi
pertumbuhan dan reproduksi pohon. Ini mencakup hal yang sangat luas, seperti
tanah, kelembaban, cuaca, pengaruh hama dan penyakit, dan kadang-kadang
intervensi manusia.
Kepentingan atau pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap masyakat tumbuhan
berbeda-beda pada saat yang berlainan. Suatu faktor atau beberapa faktor
dikatakan penting apabila pada suatu waktu tertentu faktor atau faktor-faktor itu
sangat mempengaruhi hidup dan tumbuhnya tumbuh-tumbuhan, karena dapat
pada taraf minimal, maximal atau optimal, menurut batas-batas toleransi dari
tumbuh-tumbuhan atau masyarakat masing-masing.
Lingkungan terbagi 2 yaitu Biotik dan Abiotik dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Komponen biotik (komponen makhluk hidup), misalnya binatang, tetumbuhan,
dan mikroba.
2. Komponen abiotik (komponen benda mati), misalnya air, udara, tanah, dan
energi.
Berdasarkan segi trofik atau nutrisi, maka komponen biotik dalam ekosistem terdiri
atas dua jenis sebagai berikut:

1. Komponen autotrofik (autotrophic). Kata autotrofik berasal dari kata autos artinya
sendiri, dan trophikos artinya menyediakan makanan. Kumponen autotrofik, yaitu
organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis makanannya sendiri berupa
bahan organik berasal dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan klorofil dan
energi utama berupa radiasi matahari. Oleh karena itu, organisme yang
mengandung klorofil termasuk ke dalam golongan autotrof dan pnda umumnya
adalah golongan tetumbuhan. Pada komponen nutrofik terjadi pengikatan energi
radiasi matahari dan sintesis Imhan anorganik menjadi bahan organik kompleks.
2. Komponen heterotrofik (heterotrofhic). Kata heterotrof berasal dari kata hetero
artinya berbeda atau lain, dan trophikos artinya menyediakan makanan. Komponen
heterotrofik, yaitu organisme yang hidupnya selalu memanfaatkan bahan organik
sebagai bahan makanannya, sedangkan bahan organik yang dimanfaatkan itu
disediakan oleh organisme lain. Jadi, komponen heterotrofit memperoleh bahan
makanan dari komponen autotrofik, kemudian sebagian anggota komponen ini
menguraikan bahan organik kompleks ke dalam bentuk bahan anorganik yang
sederhana dengan demikian, binatang, jamur, jasad renik termasuk ke dalam
golongan komponen heterotrofik.

Pengelolaan Lingkungan
Lingkungan yang tercemar akibat kegiatan manusia maupun proses alam akan
berdampak negatif pada kesehatan, kenikmatan hidup, kemudahan, efisiensi,
keindahan, serta keseimbangan ekosistem dan sumber daya alam. Oleh karena itu
perlindungan lingkungan merupakan suatu keharusan apabila meninginkan
lingkungan yang lestari sehingga kegiatan ekonomi dan kegiatan lain dapat
berkesinambungan. Apabila demikian halnya maka pengelolaan lingkungan hidup
merupakan suatu keharusan. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu
dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian,
pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup.
Pengelolaan lingkungan hidup bertujuan :
1. Memperoleh keselamatan hubungan antara manusia dan lingkungan.
2. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
3. Mewujudkan manusia Indonesia sebagai pembina lingkungan hidup.
4. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan hidup untuk generasi
sekarang maupun yang akan datang.
5. Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang
menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengelolaan lingkungan hidup merupakan
penaggulangan dampak negatif kegiatan manusia yang bertujuan untuk
meningkatkan mutu lingkungan. Dengan telah ditentukannya tujuan pengelolaan
lingkungan hidup maka tugas selanjutnya ialah menetukan strategi, kebijaksanaan
dan langkah/ taktik pengelolaan lingkungan hidup. Strategi dalam hal ini adalah

haluan dalam garis besar sedang kebijaksanaan adalah upaya atau tindakan umum
untuk mencapai tujuan, langkah atau taktik adalah upaya terinci untuk mencapai
tujuan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
Perlindungan lingkungan yang bertujuan memperoleh kualitas lingkungan yang
baik, baik sekarang maupun yang akan datang, memerlukan usaha yang sungguhsungguh terutama dalam hal :
1. Inventarisasi situasi lingkungan sekarang
2. Lembaga serta organisasi yang khusus menangani masalah lingkungan baik di
pusat maupun di daerah terutama menentukan penyimpangan, denda, kepada
siapa denda harus dibayar, serta yang membuat laporan tahunan situasi kualitas
lingkungan per tahun.
3. Cara penyelesaian soal secara ilmiah, terencana dan politis.
4. Evaluasi terus-menerus terhadap program-program lingkungan serta
persyaratan-persyaratan pembangunan proyek-proyek yang harus memenuhi atau
mengajukan laporan, selain dampak sosial ekonomis proyek, juga dampak proyek
pada lingkungan hidup.
Berbagai kebijaksanaan yang baik untuk mengelola lingkungan hidup dapat
ditempuh dan ditujukan pada keadaan udara, air, tanah serta segala racun di
dalam lingkungan.

Kualitas Lingkungan Hidup


Pengertian tentang mutu lingkungan sangatlah penting, karena merupakan dasar
dan pedoman untuk mencapai tujuan pengelolaan lingkungan. Perbincangan
tentang lingkungan pada dasarnya adalah perbincangan tentang mutu lingkungan.
Namun dalam perbincangan itu apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan tidak
jelas. Mutu lingkungan hanyalah dikaitkan dengan masalah lingkungan misalnya
pencemaran, erosi, dan banjir. Apa yang dimaksud dengan kualitas lingkungan?
Secara sederhana kualitas lingkungan hidup diartikan sebagai keadaan lingkungan
yang dapat memberikan daya dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup
manusia di suatu wilayah. Kualitas lingkungan itu dicirikan antara lain dari suasana
yang membuat orang betah/kerasan tinggal ditempatnya sendiri. Berbagai
keperluan hidup terpenuhi dari kebutuhan dasar/fisik seperti makan minum,
perumahan sampai kebutuhan rohani/spiritual seperti pendidikan, rasa aman,
ibadah dan sebagainya.
Kualitas lingkungan hidup dibedakan berdasarkan biofisik, sosial ekonomi, dan
budaya yaitu :
1. Lingkungan biofisik adalah lingkungan yang terdiri dari komponen biotik dan
abiotik yang berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Komponen
biotik merupakan makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia,
sedangkan komponen abiotik terdiri dari benda-benda mati seperti tanah, air,

udara, cahaya matahari. Kualitas lingkungan biofisik dikatakan baik jika interaksi
antar komponen berlangsung seimbang.
2. Lingkungan sosial ekonomi, adalah lingkungan manusia dalam hubungan dengan
sesamanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Standar kualitas lingkungan
sosial ekonomi dikatakan baik jika kehidupan manusia cukup sandang, pangan,
papan, pendidikan dan kebutuhan lainnya.
3. Lingkungan budaya adalah segala kondisi, baik berupa materi (benda) maupun
nonmateri yang dihasilkan oleh manusia melalui aktifitas dan kreatifitasnya.
Lingkungan budaya dapat berupa bangunan, peralatan, pakaian, senjata. Dan juga
termasuk non materi seperti tata nilai, norma, adat istiadat, kesenian, sistem politik
dan sebagainya. Standar kualitas lingkungan diartikan baik jika di lingkungan
tersebut dapat memberikan rasa aman, sejahtera bagi semua anggota
masyarakatnya dalam menjalankan dan mengembangkan sistem budayanya.

Kualitas Lingkungan Hidup di Indonesia


Indonesia adalah sebuah negara tropis yang kaya akan sumber daya alam.
Melimpah ruahnya sumber daya alam Indonesia sudah sangat terkenal sejak zaman
dulu. Penjajahan yang terjadi di tanah air tercinta ini pun awalnya adalah perebutan
akan potensi sumber daya alam ini. Secara alami, kehidupan ini memang
merupakan hubungan yang terjadi timbal balik antara sumber daya manusia dan
sumber daya alam (baik yang dapat diperbaharui atau pun tidak). Hubungan timbal
balik tersebut pada akhirnya adalah penentu laju pembangunan. Faktor-faktor yang
mempengaruhi dan menentukan perkembangan pembangunan adalah lingkungan
sosial (jumlah, kepadatan, persebaran, dan kualitas penduduk), dan pengaruh
kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, teknologi, dan sebagainya.
Sekian lama terkenalnya Indonesia sebagai negara subur makmur dengan kondisi
alam yang sangat mendukung ditambah pula dengan potensi sumber daya mineral
yang juga ternyata sangat melimpah ruah, ternyata Indonesia sampai saat ini hanya
bisa menjadi negara berkembang, bukan negara maju. Banyak faktor yang
kemudian menyebabkan Indonesia tidak kunjung menjadi negara maju. Salah
satunya adalah pengelolaan negara yang tidak profesional termasuk dalam hal
pengelolaan potensi alam. Bicara tentang potensi alam, erat kaitannya dengan
manajemen eksplorasi dan manajemen pemberdayaan lingkungan hidupnya.
Ekplorasi sumber daya alam maupun mineral seharusnya dapat pula diimbangi
dengan menjaga kualitas lingkungan sekitar agar tetap terjaga seimbang. Hal ini
penting agar kejadian-kejadian berupa bencana alam maupun pencemaran
lingkungan dapat diminimalisir.
Pasal 28H Undang-Undang Dasar Tahun 1945 mengamanatkan bahwa lingkungan
hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia.
Artinya bahwa menjaga lingkungan hidup agar tetap baik dan sehat adalah sebuah
kewajiban karena merupakan bagian dari hak asasi setiap warga negara Indonesia.
Realitanya? Indonesia menjadi negara dengan laju deforestasi tercepat di seluruh
dunia. Setiap menit area hutan setara dengan luas lima lapangan sepak bola

dihancurkan sebagian besar untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit dan pulp and
paper, atau rata-rata 1,8 juta hektar hutan per tahun. Kondisi ini menempatkan
Indonesia sebagai Negara penghasil emisi gas rumah kaca ketiga terbesar di dunia
setelah China dan Amerika Serikat.
Selain pembalakan liar di hutan-hutan Indonesia, kejahatan berupa pengrusakan
alam juga terjadi pada bidang-bidang pertambangan. Pertambangan yang tidak
berwawasan lingkungan bisa dengan mudah kita temui. Liat saja pertambangan
batu bara, timah, minyak bumi dan emas, hampir semua kawasan tersebut akhirnya
menjadi daerah dengan lingkungan yang rusak dan cemaran yang sulit
ditanggulangi. Pengrusakan lingkungan juga dilakukan oleh banyak masyarakat kita
yang pada akhirnya juga mempengaruhi kualitas lingkungan sekitar. Buang sampah
sembarangan, penggunaan bahan-bahan pestisida dan banyak lagi juga
menyebabkan degradasi kualitas lingkungan semakin menjadi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam berbagai forum internasional
menyatakan, Indonesia bertekad mengurangi emisi 26 persen tahun 2020 dengan
upaya sendiri dan 41 persen apabila mendapat dukungan dari negara lain.
Sebanyak 14 persen dari 26 persen itu berasal dari sektor kehutanan. Tetapi hingga
saat ini belum ada aksi atau kebijakan nyata untuk mewujudkan komitmen itu.
Presiden sebagai penanggung jawab pengelolaan negara seharusnya bisa dengan
cepat mengambil langkah-langkah kongkret untuk menanggulangi segala bentuk
pengrusakan lingkungan hidup. Aturan-aturan yang mendukung seharusnya segera
ditegakan tanpa pandang bulu. Kalau perlu bentuk pula satgas mafia lingkungan
hidup untuk mendukung penuntasan masalah-masalah yang ada. Aturan yang ada
juga seharusnya berkaitan dengan pengaturan perilaku masyarakat. Masalahmasalah lingkungan hidup ini terkesan menjadi rahasia umum, banyak masalah,
ada aturan namun minim tindakan.
Andai saja ke depan hal seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin isu
lingkungan menjadi isu sensitif yang dapat pula dibawa ke ranah politik. Dalam
politik apapun bias terjadi. Menggulingkan presiden atas dasar pelanggaran
terhadap amanat dan penegakan undang-undang yang ada tentu bukan hal yang
tidak mungkin terjadi. Terakhir, melihat fakta-fakta di atas, terlalu naif kiranya jika
hanya melimpahkan tanggung jawab menjaga kualitas lingkungan hidup hanya
kepada pemerintah. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama untuk dapat pula
menjaga lingkungan hidup sekitar kita mulai dengan mengerjakan hal-hal terkecil.
Hal tersebut pasti akan sangat berdampak besar pada keseimbangan lingkungan
hidup dan pencegahan terjadinya pencemaran maupun bencana alam yang lebih
parah lagi.

Sumber: http://musbir.blogspot.com/2012/10/kualitaslingkungan.html#ixzz3Wb2hywTi