Anda di halaman 1dari 5

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No.

1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print)

PENENTUAN UKURAN UTAMA KAPAL OPTIMAL DENGAN


METODE BASIS SHIP MENGGUNAKAN SISTEM KOMPUTER
Robet Dwi Andrianto dan Djauhar Manfaat
Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail: dmanfaat@na.its.ac.id
Abstrak- Perkembangan metode perancangan kapal
sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan
penggunaan CAD. Banyak software yang dapat
digunakan untuk mendesain suatu lines plan kapal akan
tetapi tidak dapat menghasilkan ukuran utama kapal
yang optimal. Demikian pula perkembangan metode
penggambara lines plan yang berkembang sejak 1960.
Banyak metode yang digunakan dalam membuat suatu
lines plan akan tetapi beberapa metode tersebut tidak
dapat diggunakan untuk berbagai jenis kapal dan belum
tentu
mendapatkan
karateristik
performa
hidrodinamika yang baik. Basis ship merupakan metode
baru dalam membuat lines plan. Lines plan yang baru
didapatkan dengan cara menskala ukuran utama lines
plan dan mentransformasi ukuran utama lines plan yang
telah ada dan memiliki karaterisstik hidrodinamika
yang baik. Jurnal ilmiah ini pada ahirnya bertujuan
untuk menciptakan suatu software aplikasi yang dapat
digunakan untuk merancang kapal optimal dengan
menggunakan metode basis ship. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara menghubungkan microsoft excel
yang digunakan sebagai software optimisasi dengan
maxsurf yang digunakan untuk mendesain suatu lines
plan, diharapkan dapat merancang suatu lines plan
secara otomatis dan optimal.
Kata kunci : basis ship, lines plan, optimasi, ukuran utama
kapal
I.

PENDAHULUAN

erkembangan pembuatan desain kapal telah


berkembang mengikuti perkembangan teknologi
informasi. Dari mulai pembanguan kapal yang
dilakukan secara tradisional tanpa menggunaan rencana
garis, perancangan secara manual, hingga dikembangkannya
CAD yang merupakan pengembangan SKETCHPAD oleh
Ivan Sutherland di Massachusetts Institute of Technology
(MIT), USA, pada tahun 1962/1963. Sebelum
SKETCHPAD dikembangkan, komputer hanya digunakan
untuk perhitungan analitis dalam bidang engineering design.
[1]
Versi pertama dari SKETCHPAD hanya untuk
penggambaran 2D saja, baru versi selanjutnya yang
dikembangkan oleh T.E. Johnson memungkinkan untuk
obyek dimodelkan 3D. Dengan perkembangan itu, desain
suatu kapal tidak lagi dibuat dengan teknik manual tetapi

melibatkan menggunakan software software komputer


yang canggih. Software software tersebut memberikan
keunggulan dalam banyak hal seperti visualisasi 3D,
kecepatan dalam perhitungan dan pengerjaan, ketelitian
dalam penggambaran dan pemodelan, pembuatan laporan
perhitungan, gambar dan diagram yang cepat dan sistematis
serta penggunan jaringan komputer (network). Namun
semakin canggih software tersebut semakin besar pula
investasi yang ditanamkan untuk pengadaan beserta
perangkat kerasnya.
Berkembangnya metode pembuatan lines plan dimulai
sekitar tahun 1960. Beberapa metode pembuatan lines plan
antara lain : taylor series, form data series, scelthema series
dan sixty series. Dari masing series metode ini memiliki
prinsip dengan mencari ukuran utama kapal dari kapal
pembanding, yang selanjutnya menggunakan grafik CSA
untuk membuat body plan dan lines plan. Dari metode
pembuatan lines plan tradisional ini memiliki berbagai
kelemahan seperti : hanya berfokus pada series-series
tertentu, tidak dapat digunakan untuk berbagai jenis kapal
dan hasil linesplan belum tentu memiliki karateristik
performance hidrodinamika yang baik.
Basis ship merupakan metode baru dalam pembuatan
lines plan. Metode ini menggunakan lines plan yang ada dan
memiliki karateristik hidrodinamika yang baik sebagai lines
plan acuan untuk membuat lines plan baru. Lines plan yang
baru didapatkan dengan cara menskala ukuran utama lines
plan dan mentransformasi ukuran utama lines plan.
Optimisasi ialah suatu proses untuk mencapai atau
mendapatkan suatu hasil ideal yang optimum. Untuk
mendapatkan nilai yang optimum dilakukan perubahan pada
komponen variable yang dibatasi oleh batasan-batasan dan
objectif function sebagai penentu tingkat optimal. [2]
Dengan menggabungkan metode pembuatan lines plan
secara basis ship dan optimisasi ini diharapkan dapat
digunakan untuk membuat lines plan yang optimal. Dengan
cara menghubungkan microsoft excel yang digunakan
sebagai software optimisasi dengan maxsurf yang digunakan
untuk mendesain suatu lines plan, diharapkan dapat
merancang suatu lines plan secara otomatis dan optimal.
Dalam tugas ahir ini, akan mengoptimasi metode basis
ship dengan menggunakan maxsurf yang dihubungkan
dengan microsoft excel melalui visual basic for application.
Dengan mengembangkan metode ini diharapkan dapat
menghasilkan lines plan yang optimal.
II.

TINJAUAN PUSTAKA

Klasifikasi desain menunjukkan variasi dari tipe-tipe


desain yang dapat dibedakan berdasarkan apakah ada suatu

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print)
invention atau innovation yang diterapkan selama proses
desain (Beitz, 1998)[3].desain menjadi tiga macam yaitu:
1. Original design, yaitu desain yang bersifat inventif dan
melibatkan penggunaan prinsip-prinsip pemecahan
original terhadap problem desain untuk membentuk
sebuah produk baru.
2. Adaptive design, yaitu desain yang bersifat inovatif dan
melibatkan proses-proses adaptasi dari produk desain
yang ada menjadi produk baru dengan menggunakan
prinsip-prinsip pemecahan dan bagian-bagian produk
yang ada.
3. Variant design,yaitu tipe desain yang bersifat inovatif
dimana melibatkan pemvariasi ukuran atau susunan dari
aspek-aspek tertent dari sebuah produk desain yang
telah ada untuk membentuk sebuah produk baru dengan
menggunakan prinsip-prinsip pemecahan produk lama.
Proses desain merupakan proses yang dilakukan secara
berulang-ulang hingga menghasilkan suatu desain yang
sesuai dengan apa yang diinginkan. Dalam design process
pembangunan kapal baru terdapat beberapa tahapan desain,
yaitu antara lain (Taggart, 1980) [4]:
1. Concept design
2. Preliminary design
3. Contract design
4. Detail design
Empat tahap desain diatas dapat digambarkan dalam suatu
design spiral (Evans 1959) yang merupakan suatu proses
iterasi mulai dari persyaratan-persyaratan yang diberikan
oleh owner kapal hingga pembuatan detail design yang siap
digunakan dalam proses produksi. [5]

Gambar II.1 Basic Design Spiral Evans 1959


1. Concept design
a. Proses menerjemahkan persyaratan-persyaratan
owner requirement ke dalam ketentuan-ketentuan
dasar dari kapal yang akan direncanakan.
b. Dalam tahap ini diperlukan studi kelayakan
(Technical Feasibility Study) untuk menentukan
elemen-elemen dasar dari kapal yang di desain,
seperti panjang kapal, lebar kapal, tinggi kapal,
sarat, power mesin, dll. yang memenuhi persyaratanpersyaratan kecepatan, jarak pelayaran, volume
muatan dan deadweight.
c. Hasil-hasil pada tahap concept design digunakan
untuk mendapatkan perkiraan biaya konstruksi.
d. Desain-desain alternatif juga dihasilkan pada tahap
ini.
2. Preliminary design
a. Pada tahap ini dilakukan penentuan lebih jauh
karakteristik-karakteristik utama kapal yang

mempengaruhi perhitungan biaya-biaya awal dari


pembuatan kapal dan performance kapal.
b. Menghasilkan sebuah desain kapal yang lebih
presisi yang akan memenuhi persyaratan-persyaratan
pemesan.
c. Hasil dari tahap ini merupakan dasar dalam
pengembangan contract design dan spesifikasi
kapal.
3. Contract design
a. Menghasilkan satu set plans dan spesifikasinya yang
akan digunakan untuk menyusun dokumen kontrak
pembangunan kapal.
b. Tahap desain ini terdiri dari satu, dua atau lebih
putaran dari design spiral.
c. Mendetailkan desain yang dihasilkan dari tahap
preliminary design.
d. Menggambarkan lebih presisi profil-profil kapal,
seperti bentuk badan kapal, daya yang dibutuhkan,
karakteristik olah geraknya, detail konstruksi, dll.
e. Rencana umum terakhir dibuat dalam tahap ini.
4. Detail design
Merupakan tahap akhir dari design spiral yang
mengembangkan gambar rencana kerja (production
drawing) yang detail meliputi instruksi tentang
instalasi dan konstruksi terhadap tukang pasang
(fitters), las (welders), outfitting, pekerja bagian
logam, vendor mesin dan permesinan kapal, tukang
pipa, dll.
Dalam proses desain suatu kapal dibutuhkan beberapa
perhitungan yang digunakan untuk merancang suatu kapal
adapun perhitungan-perhitungan tersebut antara lain :
1. Perhitungan resistance
2. Perhitungan propulsi dan powering
3. Perhitungan berat kapal
4. Perhitungan trim kapal
5. Perhitungan stabilitas kapal
6. Perhitungan freeboard
7. Perhitungan tonnase
Selain perhitungan perancangan ukuran utama kapal di
hitung juga besarnya constrains atau batasan-batasan dari
perancangan serta ditentukan pula objectif function dari
perancangan.
Constrains merupakan batasan-batasan yang ditetapkan
dalam perancangan suatu kapal. Adapun constrains yang
ditetapkan antara lain :
1. Batasan hukum Archimedes
batasan hukum fisika akan diterima jika persentase
selisih dari gaya angkat (displasment) dan gaya berat
(LWT + DWT) < 5%.
2. Batasan ruang muat
batasan untuk volume kapasitas ruang muat akan
dipenuhi jika ruangan yang dihitung untuk muatan
memenuhi atau > 5%.
3. Batasan Trim
Batasan trim dipenuhi jika selisih antara LCG dan
LCB kapal tidak lebih dari 0,1 % dari panjang Lpp
kapal tersebut.
4. Batasan Freeboard
Batasan untuk freeboard (lambung timbul) akan
dipenuhi jika freeboard pada kapal yang sebenarnya
melebihi dari perhitungan freeboard standart.
5. Batasan Stabilitas IMO
Batasan stabilitas melintang untuk kapal dapat
dipenuhi jika hasil perhitungan memenuhi syarat yang

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print)
ditentukan oleh IMO adapun syarat tersebut antara lain
:
a) e 0.30 o 0.055 m.rad
(Luas gambar dibawah kurva dengan lengan
penegak GZ pada sudut 30 >0.055 meter.rad )
b) e 0.40 o 0.09 m.rad
( Luas gambar dibawah kurva dengan lengan
penegak GZ pada sudut 40 >0.09 meter. Rad )
c) e 30,40 o 0.03 m.rad
( Luas gambar dibawah kurva dengan lengan
penegak GZ pada sudut 30 - 40 >0.03 meter )
d) h 30 o 0.2 m
(Lengan penegak GZ paling sedikit 0.2 meter
pada sudut oleng 30 atau lebih )
e) hmax pada fmax 25
( Lengan penegak maksimum sebaiknya pada
sudut oleng lebih dari 30 dan tidak boleh kurang
dari 25 )
f) GM0 0.15 m
( Tinggi Metasentra awal GM0 tidak boleh
kurang dari 0.15 meter )

1. studi literatur, dilakukan studi literatur untuk lebih


memahami pemrograman VBA dan juga pemodelan
kapal dalam maxsurf pro.
2. pencarian data adapun data pokok yang dicari dalam
pengerjaan tugas ahir ini berupa kapal basis ship yang
akan digunakan dan juga data penunjang perangcangan
lainnya seperti owner requirement.
3. pemodelan yang dilakukan terdapat 2 macam
pemodelan yaitu :.
a. Pemodelan basis ship
Dari data yang diperoleh berupa lines plan
dilakukan pemodelan kembali pada maxsurf pro
yang nantinya akan digunakan sebagi basis ship /
kapal acuan dalam optimasi ukuran utama kapal.

Fungsi objektif atau objectif function adalah tujuan dari


proses optimisasi, dalam penulisan jurnal ilmiah ini
ditentukan fungsi objektiif dari perhitungan yakni
meminimalkan besar hambatan kapal atau resistance kapal.
Dari proses variasi ukuran utama kapal akan didapatkan
ukuran utama yang memenuhi batasan batasan yang sudah
ditentukan dan yang memiliki hambatan kapal minimum.
III.

METODOLOGI

Metode yang digunakan untuk membuat software aplikasi


optimasi ukuran utama dapat digambarkan dalam diagram
alir ( flow chart ) pengerjaan sebagai berikut:

Gambar.III.2 pemodelan basis ship dalam maxsurf pro [6]


b.

Pemodelan perhitungan
Selain pemodelan basis ship dilakukan juga
pemodelan untuk perhitungan perancangan kapal
yang nantinya akan digunakan untuk menghitung
data yang diperoleh dari basis ship yang telah
divariasi dan juga dibuat interface dari input data
dan rekapitulasi dari hasil optimasi ukuran utama
kapal.

Gambar.III.3 input data optimasi, variasi ukuran dan


constrain
Gambar III.1 Diagram Alir Pengerjaan Tugas Ahir

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print)

Gambar.III.4 rekapitulasi hasil optimasi


4. pembuatan bahasa pemrograman dilakukan untuk
menghubungkan kedua software tersebut dan juga
untuk membuat automatisasi dari proses optimisasi
ukuran utama kapal.adapun bahasa pemrograman yang
dibuat antara lain :
a. membuka model basis ship.
b. Variasi ukuran utama
c. Men nol kan besar sarat.
d. Menskala bentuk lambung
e. Penentuan sarat
f. Pengambilan data hidrostatik
Dari bahasa pemrograman yang dibuat dalam VBA
dibentuk menjadi suatu tombol automatisasi yang
bertujuan untuk menjalankan perintah dari bahasa
pemrograman yang telah dibuat. Adapun tombol dibuat
sesuai dengan gambar 5 dibawah ini.

tahap optimasi dilakukan setelah tahap input data


dilakukan pada tahap persiapan. Adapun tahapantahapan dari optimasi ukuran utama antara lain :
1) Variasi ukuran utama (Excel dan VBA)
Tahapan awal dari optimasi yaitu variasi ukuran
utama, dari basis ship. proses variasi dilakukan oleh
VBA secara automatis dengan input data berupa
range variasi dan juga jumlah variasi yang di
inginkan. Hasil dari variasi ukuran utama akan
dipindahkan ke Microsoft excel.
2) Pembentukan Lambung (VBA)
Setelah variasi ukuran utama didapatkan maka proses
pembentukan lambung kapal dilakukan. Dari data
variasi akan diolah oleh VBA yang digunakan untuk
mentransformasi ukuran dari basis ship yang ada
dalam program maxsurf sesuai dengan hasil variasi
yang didapatkan. Adapun perintah pemrograman
yang dijalakan antara lain :
a. Reset sarat / men nol kan sarat
b. Hull scale
c. Penentuan sarat
3) Tranformasi bentuk lambung (Maxsurf)
Setelah hasil variasi ditentukan dan VBA
menjalankan bahasa pemrograman hull scale maka
ukuran utama kapal pada maxsurf pro akan
mentranformasi sesuai dengan data variasi ukuran
utama tersebut.
4) Pengambilan data hidrostatik (VBA)
Setelah kapal basis ship di transformasi maka
didapatkan data berupa main dimension dan juga data
hisdrostatik kapal yang baru.
5) Perhitungan optimisasi dan rekap (Excel)
Dari data main dimension dan data hidrostatik yang
didapatkan dalam tiap-tiap variasi maka dilakukan
perhitungan perancangan kapal.
Tahap optimasi ukuran utama kapal akan terus berjalan
sesuai dengan jumlah variasi ukuran utama kapal. Adapun
alur dari proses optimasi ukuran utama kapal pada software
aplikasi ini dijelaskan pada flow chart dibawah ini :

Gambar III.5 Interface tombol optimasi


IV.

PROSES OPTIMASI

Setelah pemodelan dari kapal, perhitungan dan juga


pembuatan bahasa pemrograman maka dilakukan proses
optimasi ukuran utama kapal. Proses optimasi ukuran utama
kapal pada software aplikasi ini dibagi menjadi dua bagian
yaitu :
1. Tahapan persiapan
1) Input data
Input data dibutuhkan dalam melakukan suatu
proses optimasi ukuran utama kapal. Adapun input
data yang digunakan dalam pengerjaan tugas ahir
ini antara lain :
Owner requirement
Variasi dan persentase Range
2) Membuka basis ship
Setelah dilakukan pengisian data berupa owner
requirement, jumlah variasi ukuran, dan range dari
variasi maka tahap selanjutnya yaitu memilih basis
ship yang akan digunakan dalam optimasi ukuran
utama. Basis ship yang digunakan yaitu kapal
tangker 6500 LTDW.
2. tahap optimasi

Gambar IV.1 Proses optimasi

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print)
V.

2.

HASIL

hasil dari software aplikasi ini merupakan ukuran utama


kapal optimal ini dibuat suatu kasus tertentu untuk
membuktikan bahwa software aplikasi ini dapat bekerja
dengan baik.
Data owner requirement:
1. Jenis kapal
: tangker
2. Muatan
: produk oil
3. Payload
: 7500 ton
4. Rute pelayaran
: Jakarta belawan
5. Jarak pelayaran : 825 mil laut
6. Kecepatan dinas : 12 knot
7. Bulbous bow
: ada
Setelah hasil perhitungan optimasi ukuran utama kapal
didapatkan hasil optimum yang memenuhi besaran constrain
dan hambatan paling kecil sebagai fungsi objektifnya yaitu :
Lpp = 101.52 m
B = 18.29 m
H = 9.43 m
T = 7,08 m
Dari ukuran utama diatas lines plan dengan ukuran utama
tersebut dapat diambil dari maxsurf dengan cara menskala
dan mentransformasi ulang model basis ship. Untuk
menskala ulang model basis ship dapat dilakukan dengan
menggunakan tombol rescale hull pada gambar 5. Sehingga
didapatkan model yang di inginkan. Adapun alur rescale
hull antara lain.
(VBA)

(excell)
data hasil
variasi

1.reset sarat

(maxsurf)

2.hull scale

lines plan

3.menentukan sarat
Gambar V.1 Alur proses hull scale

Gambar V.2 Model dan lines plan


VI.

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang didapat setelah pengerjaan dan


proses running dari software optimisasi bentuk kapal ini
adalah :
1. Pada pengerjaan tugas ahir ini berhasil melakukan
pengembangan pada proses penggambaran basis ship,
dimana sebelumnya proses penggambaran basis ship
tidak menggunakan optimasi menjadi menggunakan
optimasi pada ukuran utamanya.

Software aplikasi yang dikembangkan pada pengerjaan


tugas ahir ini berhasil mengimplementasi metode
tersebut dimana pada proses penggambaran basis ship
pada maxsurf pro dioptimasi ukuran utamanya pada
Microsoft excel dengan cara dihubungkan melalui
visual basic for application (VBA)
VII.

SARAN

1. Dibutuhkan pengembangan lebih lanjut mengenai


prototipe optimasi ukuran utama kapal ini karena pada
pengerjaan tugas ahir ini hanya sebatas untuk kapal
tangker dengan kapal basis ship 1 kapal.
VIII.

TERIMAKASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak Prof. Ir.


Djauhar Manfaat, M.Sc., Ph.D. selaku dosen pembimbing,
kedua orang tua atas dukungan moril dan materiil,
IX.

DAFTAR PUSTAKA

[1]. www.mbdesign.net, 2003


[2]. www.id.wikipedia.org/wiki/optimasi
[3]. Beitz, P. &. ( The Design Council). Engineering
Design : A Systematic Approach. London: 1998.
[4]. Taggart, R. (1980). Ship Design and Construction.
New York: The Society of Naval Architects and
Marine Engineers.
[5]. Lewis, E. V. (n.d.). Principles of Naval Architecture
second revision. Jersey City: The Society of Naval
Architects and Marine Engineers.
[6]. version, m. w. (2011). Automation Manual.