Anda di halaman 1dari 30

Teori Biaya Produksi dalam

Jangka Panjang dan Struktur


Pasar

Disusun oleh: 1. Astri Bukit


2. Desi Ratna Sari
3. Lastri Gohan Lumban Tobing
4. Putri Oka Siahaan
5. T. Zulfah Fitriani
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena berkat limpahan rahmat
serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah dengan judul Teori Biaya Produksi dalam Jangka Panjang dan Struktur
Pasar ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ekonomi Mikro
dan Makro serta untuk menambah pengetahuan kepada pembaca tentang konsep
teori biaya produksi dalam jangka panjang dan struktur pasar.
Kami menerima kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan kedepannya. Akhir
kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Medan, Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI .iii
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang... ...1


B. Rumusan Masalah..1
C. Tujuan ....2

BAB II PEMBAHASAN
A. Biaya produksi jangka panjang...3
A.1 Jenis-jenis biaya produksi jangkapanjang..3
A.2 Cara meminimumkan biaya dalam jangka panjang...4
A.3 Skala ekonomi dan tidak ekonomi....6
A.4 Beberapa bentuk kurva LRAC.7
B. Memaksimumkan laba....8
B.1 Pendekatan totalitas....9
B.2 Pendekatan rata-rata...9
B.3 Pendekatan marjinal....9
C. Struktur pasar..9
C.1 Pasar persaingan sempurna....10
C.2 Pasar monopoli..18
C.3 Pasar oligopoly..21
C.4 Pasar monopolistic....23

BAB III PENUTUP


Kesimpulan.26
Saran ..27
DAFTAR PUSTAKA28

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di dalam dunia ekonomi modern, terutama mengenai makna biaya dan produksi,
menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan yang tidak bisa dipisahkan
layaknya uang keping logam yang memiliki dua muka yang berbeda namun dalam
satu kesatuan.
Seiring dengan berkembangnya ilmu teknologi, ilmu pengetahuan, dan
bertambahnya penduduk, memaksa kebutuhan hidup terus meningkat. Pada saat
ini kebutuhan hidup tidak bisa diambil langsung dari alam, akan tetapi harus
diolah dahulu dengan cepat, efesien, dan harga terjangkau. Keadaan ini
dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian orang untuk memperoleh keuntungan.
Akan tetapi, permintaan pasar berubah-ubah sehingga menyulitkan perusahaan
untuk melakukan kegiatan produksinya, produk apa yang akan di produksi?.
Namun dalam melakukan proses produksi suatu barang, perusahaan seharusnya
memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan produksi, salah satunya
kekuatan finansial yang mereka miliki, seperti biaya produksi. Biaya produksi
merupakan proses mengeluarkan pengorbanan yang biasanya dapat berupa uang
atau peralatan, agar produksi dapat dilaksanakan. Selain itu biaya produksi dapat
dibagi dua pula berdasarkan jangka yaitu jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam kasus perusahaan besar yang memiliki aset yang cukup banyak, dalam
melakukan proses produksi tentu sudah ada perhitungan yang matang seperti
jumlah variabel, bunga, sewa tanah, gaji pegawai, jumlah produk yang harus
diproduksi supaya memperoleh keuntungan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan biaya produksi jangka panjang?
2. Apa saja jenis-jenis biaya produksi jangka panjang?
3. Bagaimana kurva biaya total rata-rata?
4. Bagaimana cara memaksimumkan laba?
5. Apa yang dimaksud dengan pasar persaingan sempurna?
6. Apa yang dimaksud pasar persaingan tidak sempurna?

C. Tujuan
1. Mengetahui teori biaya produksi jangka panjang.
2. Mengetahui jenis-jenis biaya produksi jangka panjang.
3. Mengetahui faktor meminimumkan biaya dalam jangka panjang.
4. Mengetahui skala ekonomi dan skala tidak ekonomi.
5. Mengetahui cara memaksimumkan laba.
6. Mengetahui pasar persaingan sempurna.
7. Mengetahui pasar persaingan tidak sempurna: monopoli, oligopoly, dan
monopolistik.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Biaya Produksi Jangka Panjang
Dalam jangka panjang perusahaan dapat menambah semua faktor produksi atau
input yang akan digunakannya. Oleh karena itu, biaya produksi tidak perlu lagi
dibedakan antara biaya tetap dan biaya berubah. Di dalam jangka panjang tidak
ada biaya tetap, semua jenis biaya yang dikeluarkan merupakan biaya berubah. Ini
berarti bahwa perusahaan-perusahaan bukan saja dapat menambah tenaga kerja
tetapi juga dapat menambah jumlah mesin dan peralatan produksi lainnya, luas
tanah yang digunakan (terutama dalam kegiatan pertanian) dan luasnya
bangunan/pabrik yang digunakan. Sebagai akibatnya, dalam jangka panjang
terdapat banyak kurva jangka pendek yang dapat dilukiskan.

A.1 Jenis Jenis Biaya Produksi Jangka Panjang


1. Biaya Total Jangka Panjang (long run total cost), merupakan biaya yang
dikeluarkan untuk memproduksi seluruh output dan semuanya bersifat variabel.
LTC = LVC
dimana : LTC = biaya total jangka panjang
LVC = biaya variabel jangka panjang
2. Biaya variabel jangka panjang ( long run variable cost), adalah biaya yang
besarnya tergantung pada tingkat produksi.
LTV = LTC
3. Biaya marjinal jangka panjang (long run marginal cost), adalah tambahan
biaya karena menambah satu unit produksi.
LMC=LTC/Q
dimana : LMC = biaya marjinal jangka panjang
LTC = perubahan biaya total jangka panjang
Q = perubahan output
4.Biaya rata-rata jangka panjang (long run average cost), adalah biaya total
dibagi jumlah output.
LAC = LTC/Q

dimana : LAC = biaya rata-rata jangka panjang


Q = jumlah output
Kurva Biaya Total Rata-Rata Jangka Panjang

Di dalam jangka panjang titik terendah dari suatu AC tidak menggambarkan biaya
yang paling minimum untuk memproduksikan satu tingkat produksi. Terdapat
kapasitas produsi lain (AC lain) yang dapat meminimumkan biaya. Sebagai
buktinya perhatikanlah AC1 dan AC2. A1 adalah titik terendah pada AC1. Dengan
demikian dalam jangka pendek produksi sebesar QA dapat diproduksikan dengan
biaya yang lebih rendah dari titik manapun pada AC1. Tetapi dalam jangka panjang
biaya itu belum merupakan biaya yang paling minimum, karena apabila kapasitas
produksi yang berikut digunakan (AC2), produksi sebesar QA akan mengeluarkan
biaya sebanyak seperti ditunjukkan oleh titik A pada AC 2. Dari contoh ini dapat
disimpulkan bahwa kurva LRAC, walaupun tidak menghubungkan setiap titik
terendah dari AC, menggambarkan biaya minimum perusahaan dalam jangka
panjang.
A.2 Cara Meminimumkan Biaya Dalam Jangka Panjang
Karena dalam jangka panjang perusahaan dapat memperluas kapasitas
produksinya, ia harus menentukan besarnya kapasitas pabrik (plant size) yang
akan meminimumkan biaya produksi. Dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik
digambarkan oleh kurva bioaya total rata-rata (AC). Dengan demikian analisis
mengenai bagaimana produsen menganalisis kegiatan produksinya dalam
usahanya meminimumkan biaya dapat dilakukan dengan memperhatikan kurva
AC untuk kapasitas yang berbeda-beda.

Contoh yang menggambarkan bagaimana analisis tersebut dibuat ditunjukkan


dalam gambar. Dimisalkan terdapat 3 kapasitas pabrik yang dapat digunakan oleh
pengusaha. Kapasitas 1 ditunjukkan oleh AC1, kapasitas 2 ditunjukkan oleh AC2,
dan kapasitas 3 ditunjukkan oleh AC3. Dalam contoh ini pada hakikatnya
pengusaha mempunyai 3 pilihan dalam menggunakan alat-alat produksi :
kapasitas 1, kapasitas 2, kapasitas 3. Berturut-turut biaya produksi akan
dikeluarkan untuk menggunakan masing-masing kapsitas tersebut adalah seperti
ditunjukkuan oleh AC1, AC2, AC3. Yang manakah kapasitas yang akan dipilih
produsen
?
Faktor
apakah
yang
menetukan
pilihan
tersebut.
Faktor yang akan menetukan kapasitas produksi yang digunakan adalah tingkat
produksi yang ingin dicapai. Apabila perusahaan tersebutingin mencapai produksi
sebanyak 100 unit, adalah lebih baik untuk menggunakan kapasitas 1 (lihat titik
A). Kalau yang digunakan adalah kapasitas 2 (seperti dalam gambar, biaya
produksinya adalah lebih tinggi ( lihat titik B). Kapasitas 1 adalah kapasitas yang
paling efisien, dan akan meminimumkan biaya produksi, untuk produksi di bawah
130 unit. Untuk produksi di antara 130 dan 240 unit, kapasitas 2 adalah yang
paling efisien, karena biaya produksi adalah paling minimum dengan
menggunakan kapasitas tersebut. Ini dapat dilihat misalnya untuk produksi
sebanyak 160 unit. Seperti dapat dilihat dalam gambar. AC 1 berada di atasAC2,
yang berarti dengan menggunakan kapasitas satu biaya akan lebih tinggi daripada
menggunakan kapasitas 2. Untuk produksi melebihi 240 unit, misalnya 275 unit,
kapasitas 3 adalah yang harus digunakan produsen. Penggunaan ini akan
meminimumkan
biaya.
Dari contoh ini dapat disimpulkan bahwa peminimumman biaya jangka panjang
tergantung kepada 2 faktor berikut
1.Tingkat produksi yang ingin dicapai
2.Sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia

A.3 Skala Ekonomi Dan Tidak Ekonomi


Kurva LRAC berbentuk huruf U atau lebih tepat berbentuk kuali, disebabkan oleh
faktor-faktor yang dinamakan oleh ahli-ahli ekonomi sebagai skala ekonomi
(economies of scale) dan skala tidak ekonomi (diseconomies of scale).
A.3.1 Skala Ekonomi
Menurut Sadono Sukirno skala kegiatan produksi jangka panjang dikatakan
bersifat mencapai skala ekonomi apabila pertambajhan produksi menyebabkan
biaya produksi rata-rata menjadi semakin rendah. Produksi yang semakin tinggi
menyebabkan perusahaan menambah kapasitas produksi, dan pertambahan
kapsitas ini menyebabkan kegiatan memproduksi bertambah efisien. Ini
dicerminkan oleh biaya produksi yang bertambah rendah. Pada kurva LRAC
keadaan ini ditunjukkan oleh bagian kurva LRAC yang semakin menurun apabila
produksi bertambah. Dalam gambar keadaan ini berlaku di antara produksi
sebesar 0 samapai sebesar QB. Di bawah ini diuraikan beberapa faktor penting
yang menimbulkan skala ekonomi.
1. Spesialisasi faktor-faktor produksi.
Dalam perusahaan yang besar dilakukan spesialisasi. Setiap pekerja diharuskan
melakukan suatu pekerjaan tertentu saja, dan ini menmbah keterampilan mereka.
Produktifitas mereka bertambah tinggi dan akan menurunkan biaya per unit.
2. Pengurangan harga bahan mentah dan kebutuhan produksi lain.
Makin tinggi produksi, makin banyak bahan-bahan mentah dan peralatan produksi
yang digunakan. Keadaan ini menyebabkan biaya per unit akan menjadi semakin
murah.
3. Memungkinkan produk sampingan (By/products) diproduksi.
Di dalam perusahaan adakalanya terdapat bahan-bahan yang terbuang (waste).
Tetapi kalau perusahaan memiliki barang residu yang cukup banyak, barang
residu ini dapat diproses menjadi barang yang diproduksi secara sampingan.
Kegiatan yang baru ini akan menurunkan biaya per unit dari keseluruha operasi
perusahaan.
4. Mendorong perkembangan usaha lain.
kalau suatu perusahaan telah menjadi sangat besar, timbul permintaan yang cukup
ekonomis untuk mengembangkan kegiayan di bidang usaha lain yang
menghasilkan barang-barang atau fasilitas yang dibutuhakan perusahaan besar
tersebut. Di samping itu perusahaan perusahaan yang menyediakan jasa-jasa
kepada persusahaan tersebut akan berkembang. Berbagai perkembangan ini akan
mengurangi biaya per unit.

A.3.2 Skala Tidak Ekonomi


Wujudnya skala tidak ekonomi terutama disebabkan oleh organisasi perusahaan
yang sudah menjadi sangat besar sekali sehingga menimbulkan kerumitan di
dalam mengatur dan memimpinnya. Perusahaan yang terus-menerus membesar
biasanya berarti jumlah tenaga kerja yang digunakan meliputi beribu-ribu orang,
dan mempunyai pabrik dan cabang di berbagai tempat. Sebagai akibatnya
kegiatan dan organisasi perusahaan itu sudah menjadi sangat kompleks. Tidak
mungkin lagi ia dipimpin oleh seorang manajer saja. Ini megakibatkan
pengambilan keputusan dan kebijakan perusahaan yang sangat kaku dan memakan
waktu yang lama untuk merumuskannya. Keadaan ini mengurangi efisiensi
kegiatan perusahaan, dan menyebabkan biaya produksi rata-rata semakain tinggi.
A.4 BEBERAPA BENTUK KURVA LRAC
Sifat skala ekonomi dan skala tidak ekonomi dari kegiatan berbagai perusahaan
merupakan faktor yang sangat penting di dalam menentukan jumlah perusahaan di
dalam sesuatu industri. Keadaan ini juga akan mempengaruhi bentuk kurva biaya
total rata-rata jangka panjang yang dihadapi setiap perusahaan. Secara kasar dapat
dibedakan tiga bentuk dari LRAC, yaitu seperti yang ditunjukkan dalam gambar.

Dalam grafik (a) kurva LRAC sangat cepat penurunannya, tetapi ia sangat cepat
pula mengalami kenaikan. Ini berarti kenaikan produksi yang sedikit saja telah
menimbulkan skala ekonomi yang sangat menguntungkan (yaitu biaya produksi

rata-rata sangat cepat pengurangannya), tetapi pada tingkat produksi yang relatif
rendah, skala tidak ekonomi sudah mulai wujud. Industri yang LRAC-nya
berbentuk demikian pada umumnya terdiri dari banyak perusahaan, dan masingmasing perusahaan tersebut berukuran kecil.
Dalam grafik (b) juga pada permulaannya skala ekonomi sangat menguntungkan
tetapi ia juga tidak berlangsung lama. Akan tetapi ia diikuti oleh kuva LRAC yang
datar yang berarti pada tahap permulaan skala tidak ekonomi belum lagi
menguasai kegiatan perusahaan. Baru pada tingkat produksi yang tinggi skala
tidak ekonomi mulai berlaku. Industri yang mempunyai kurva LRAC yang
berbentuk demikian terdiri dari beberapa perusahaan besar dan beberapa
perusahaan yang kecil. Jadi besarnya perusahaan-perusahaan dalam industri
tersebut tidak seragam dan jumlah perusahaan masih relatif besar.
Apabila kurva LRAC adalah seperti yang ditunjukkan oleh grafik (c), industri
biasanya terdiri dari perusahaan-perusahaan yang sangat besar ukurannyadan
jumalah perusahaan dalam industri tersebut relatif sedikit. Hanya beberapa
perusahaan terdapat dalam sesuatu industri. Industri adalah bersifat sedemikian
karena skala ekonomi tetap wujud sehingga ke jumlah produksi yang sangat
banyak dan dapat menguasai pasaran.

B. MEMASIMUMKAN LABA
Dalam teori ekonomi mikro tujuan perusahaan adalah mencari laba. Secara teoritis
laba adalah kompensasi atas resiko yang ditangggung oleh perusahaan. Makin
besar resiko, laba yang diperolah harus semakin besar. Laba atau keuntungan ialah
nilai penerimaan total perusahaan dikurangi biaya total yang dikeluarkan
perusahaan.
=TR-TC.
Dimana: : laba (keuntungan)
TR: pendapatan total
TC: biaya total.
Perusahaan dkatakan memperoleh laba kalau nilai positif dimana TR>TC.
Ada tiga pendekatan penghitungan laba maksimum yang akan dibahas dalam bab
ini.
1.Pendekatan totalitas(totality approach
2.Pendekatan rata-rata(average approach).
3.Pendekatan marginal(marginal approach).

Ketiga pendekatan itu akan dibahas secara rinci sebagai berikut.


B.1 Pendekatan totalitas
Pendekatan totalitas membandingakan pendapatan total dan biaya total.
Pendapatan toatal adalah sama dengan jumlah unit output yang terjual dikalikan
harga output per unit. Jika harga jual per unit output adalah P, maka TR=P.Q. pada
saat membahas teori biaya kita telah mengetahui bahwa biaya total addalah biaya
tetap ditambah biaya variabel. Dalam pendekatan totalitas, biaya variabel per unit
output dianggap konstan, sehingga biaya variabel adalah jumlah unit output
dikalikan biaya variabel per unit. Jika biaya variabel per unit adalah v,
makaVC=v.Q. Dengan demikian, = PQ-(FC+vQ)
B.2 Pendekatan rata-rata.
Dalam pendekatan ini, perhitungan laba per unit dilakukan membandingkan
antara biaya produksi rata-rata dengan harga jual output. Laba total adalah laba
per
unit
dikalikan
dengan
jumlah
output
yang
terjual.
=(P-AC).Q.
B.3 Pendekatan marjinal.
Dalam pendekatan marjinal, perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan
biaya marginal dan pendapatan marjinal. Laba maksimum akan tercapai padda
saat MR=MC.

C. STRUKTUR PASAR
Struktur pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar
berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya
perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri
dan peranan iklan dalam kegiatan industri.
Biasanya dibagi kedalam beberapa jenis, yaitu
1. Pasar persaingan sempurna
2. Pasar persaingan tidak sempurna, yang biasanya ada beberapa jenis lagi
diantaranya :
a.
Pasar monopoli.
b.
Pasar oligopoly.
c.
Pasar monopolistic.
Beberapa jenis pasar diatas akan dijelaskan satu persatu.

C.1 PASAR PERSAINGAN SEMPURNA


Pasar persaingan sempurna, adalah struktur pasar yang ditandai oleh jumlah
pembeli dan penjual yang sangat banyak. Transaksi setiap individu tersebut
(pembeli dan penjual) sangat kecil dibandingkan output industri total sehingga
mereka tidak bisa mempengaruhi harga produk tersebut. Perusahaan-perusahaan
tidak mampu untuk melakukan diffrensiasi produk atau produk homogen. Para
pembeli dan penjual secara individual hanya bertindak sebagai penerima harga (
price taker ). Informasi tentang harga dan kualitas produk itu sempurna dan setiap
perusahaan bisa dengan mudah mendapatkannya. Pada pasar ini tidak adanya
hambatan untuk masuk atau keluar. Dalam jangka panjang tidak ada perusahaan
atau industri yang menerima laba di atas normal.
Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
Beberapa karakteristik agar sebuh pasar dapat dikatakan persaingan sempurna:
a. Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen (homogeneous product)
b. Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan / informasi sempurna (perfect
knowledge)
c. Output sebuah perusahaan relative kecil dibanding output pasar (small
relatively output)
d. Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker)
e. Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)
Berikut adalah penjelasan dari beberapa karakteristik tersebut
a. Homogenitas Produk (Homogeneous Product)
Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa
perlu mengetahui siapa produsennya.
b. Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna
tentang harga produk dan input yang dijual.
c. Output Perusahaan Relatif Kecil (Small RelativelOutput)
Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata rata
terendah), kendati pun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu
dianggap relative kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam
industri.
d. Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)
Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan
pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga

10

pasar.
e. Keleluasaan Masuk Keluar Pasar (Free Entry and Exit)
Dalam pasar persaingan sempurna faktor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan
tidak ada biaya yang harus dikelurkan untuk memindahkan factor produksi
Kelemahan dan Kekuatan Pasar Persaingan Sempurna
1. Kelemahan
Sudarsono (1995) berpendapat bahwa bentuk pasar persaingan sempurna sepintas
lalu bisa menyesatkan bila kita silau oleh arti persaingan. Sebagai konsekuensi
dari persyaratan persaingan sempurna kegiatan saling menyaingi antar perusahaan
justru tidak akan nampak. Karena harga adalah datum bagi masing masing
perusahaan, tidak mungkin mereka mengadakan persaingan harga dengan maksud
dengan merebut pasar.
Kelemahan persaingan sempurna, antara lain :
a.
Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi.
b.
Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial.
c.
Membatasi pilihan konsumen.
d.
Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi.
e.
Distribusi pendapatan tidak selalu merata.
2. Kekuatan
Disamping berbagai kelemahan tersebut, bentuk pasar persaingan sempurna juga
mempunyai keuntungan atau kekuatan, yaitu bahwa pasarpersaingan sempurna
merupakan struktur pasar yang paling ideal, karena dianggap sistem pasar ini
adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi
barang atau jasa yang tinggi (optimal) tingkat efisiensinya. (Sukimo, 2003).
Analisis pasar persaingan sempurna juga dapat memberikan gambaran tentang
cara cara perusahaan menentukan harga dan produksi dalam usahanya mencari
tingkat keuntungan yang maksimum. Lainnya adalah bahwa :
a. Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi (efisiensi produktif dan
efisiensi alokatif). Dalam jangka panjang efisiensi produktif selalu dicapai oleh
perusahaan dalam pasar persaingan sempurna.
b. Adanya kebebasan bertindak dan memilih. Persaingan sempurna menghindari
wujudnya konsentrasi kekuasaan di segolongan kecil masyarakat.

11

Persaingan Sempurna (dalam praktek)


Idealnya persaingan sempurna tidak pernah ada sesuai dengan cirinya, akan tetapi
penjual produk yang sama akan cenderung membentuk pasar yang sempurna
dengan penetapan harga secara konvensi (kesepakatan pasar).Pasar beras dan
buah di pasar induk kramat jati Jakarta bisa dijadikan contoh.
C.1.1 Permintaan dan penerimaan dalam pasar persaingan sempurna
Permintaan.
Tingkat harga dalam persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan
penawaran. Misalkan kita berbicara tentang pasar pakaian anak- anak maka harga
pakaian anak-anak ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran pakaian
anak-anak.
Diagaram dibawah(pasar/industry) menunjukkan bahwa perusahaan secara
individu harus menerima harga tersebut sebagai harga jual. Karena jumlah output
perusahaan relative sangat kecil disbanding output pasar,maka berapapun yang
dijual perusahaan, harga relatife tidak berubah. Karena itu kurva permintaan yang
dihadapi perusahaan secara individu berbentuk garis lurus horizontal.

PERUSAHAAN

Penerimaan.
Penerimaan total perusahaan sama dengan jumlah output dikali harga jual.karena
harga telah ditetapkan, penerimaan rata-rata dan penerimaan marjinal adalah sama
dengan harga.

12

Kurva penerimaan
dalam persaingan
sempurna

Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek


a. Perusahaan sebaiknya hanya berproduksi, paling tidak, bila biaya variable (VC)
adalah sama dengan penerimaaan total (TR), atau biaya variabel rata rata (AVC)
sama dengan harga.
b. Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh
laba maksimum atau dalam kondisi buruk kerugiannya minimum (minimum loss).
Diagram berikut menunjukkan bahwa kondisi MR = MC (titik E) tercapai pada
saat output sejumlah Q*.
Keseimbangan jangka pendek perusahaan dalam kondisi impas

Kondisi impas terjadi bila biaya rata rata sama dengan harga, dimana laba per
unit sama dengan nol

13

Kurva Keseimbangan jangka pendek dalam kondisi laba maksimum:

Menunjukkan bahwa pada saat MR = MC perusahaan mengalami kerugian


sebesar BE per unit. Sehingga kerugian total adalah seluas bidang PAEB.
Kerugian ini adalah kerugian minimum.
Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang
a. Perusahaan harus bekaerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar
perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal.
b. Tidak mengalami kerugian (not suffering loss) agar dapat mengganti barang
modal yang digunakan dalam produksi.
c. Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk keluar karena laba nol (zero
profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama.
d. Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat SAC = LAC.

14

Diagram a Menunjukkan keseimbangan industri jangka panjang terjadi di titik E


di mana tingkat harga P0 dan jumlah output Q0.
Diagram b Jika ada perusahaan yang masuk, akan terjadi penambahan penawaran.
Perhatikan kurva SMC, LMC, SAC dan LMC berpotongan di satu titik, yaitu titik
E.
Penawaran Perusahaan Pasar Persaingan Sempurna
Penawaran industry adalah total penawaran perusahaan-perusahaan.jumlah output
yang ditawarkan perusahaan adalah jumlah yang menghasilkan laba
maksimum.berdasarkan hal tersebut dapat dikontruksi kurva penawaran
perusahaan , baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
a. Kurva Penawaran Jangka Pendek

Diagram a Menunjukkan jika harga di bawah P0, perusahaan tidak mau


berproduksi (tidak ada penawaran) karena harga masih lebih kecil dari biaya
variable per unit yang paling rendah (AVC berpotongan dengan MC)
Diagram b Dalam pasar persaingan sempurna kurva MC setelah melewati titik
potong dengan minimum kurva AVC adalah juga kurva penawaran jangka pendek.
b Kurva Penawaran Jangka Panjang
1. Industri Skala Biaya Konstan (Constant Cost Industry)

15

Penambahan penggunaan factor produksi karena masuknya perusahaan baru, tidak


akan menaikkan harga factor produksi Diagram a.
Diagram b Bila permintaan pasar meningkat (kurva permintaan D1 bergeser ke
D2), harga output meningkat ke P2
2. Industry Skala Biaya Menaik (Increasing Cost Industry)
Masuknya perusahaan perusahaan baru menyebabkan harga factor produksi
naik, sehingga terjadi perubahan stuktur biaya dan pergeseran titik keseimbangan.

Diagram a Struktur biaya sebelum masuknya perusahaan lain.

16

Diagram b Struktur biaya setelah masuknya perusahaan lain.


Diagram c Menunjukkan peningkatan permintaan (D1 D2).
3. Industri Skala Biaya Menurun (Decreasing Cost Industry)

Masuknya perusahaan perusahaan lain ke dalam indistri justru menurunkan


harga faktor produksi karena efisiensi skala besar (large scale economies).
Akibatnya struktur biaya jadi lebih murah (Diagram a ke Diagram b).
Diagram c Meningkatnya permintaan (D1D2) menaikkan harga jual ke P2 yang
mengundang masuknya perusahaan lain.
Kekuatan dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna
A. Kekuatan
1. Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah
2. Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal
(kemakmuran maksimal).
3. Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogen) dan
tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga.
B. Kelemahan
1. Kelemahan Dalam Hal Konsumsi
2. Kelemahan Dalam Pengembangan Teknologi
3. Konflik Efisiensi - Keadilan

17

C.2 PASAR MONOPOLI


Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan
saja. Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunya barang
pengganti yang sangat dekat.
Ciri-ciri pasar monopoli:
1. Pasar monopoli adalah industry satu perusahaan
2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip
3. Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industry
4. Dapat mempengaruhi penentuan harga
5. Promosi iklan kurang diperlukan
Faktor-faktor yang menimbulkan monopoli:
1. Perusahaan monopoli mempunyai sautu sumber daya tertentu yang unik dan
tidak dimiliki oleh perusahaan lain.
2. Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala
ekonomi(economies of scale) hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi.
3. Monopoli wujud dan berkembang melalui undang-undang, yaitu pemerintah
memberinhak monopoli kepada perusahaan tersebut.
Permintaan dan penerimaan perusahaan monopoli
Permintaan
Dalam pasar monopoli, permintaan terhadap output perusahaan merupakan
permintaan industry. Karena itu perusahaan mempunyai kemampuan untuk
mempengaruhi harga pasar dengan mengatur jumlah output. Posisi perusahaan
monopolis adalah penentu harga. Dengan demikian,kurva permintaan yang
dihadapi monopolis adalah juga permintaan pasar/industry.

18

Penerimaan.
Pada pasar persaingan sempurna penerimaan marginal perusahaan sama dengan
harga jual. Tidak demikian halnya dengan perusahaan yang berada dalam pasar
monopoli. Penerimaan marginal pasar monopoli lebih kecil dari harga jual.
Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek
Sebagaimana halnya perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan
sempurna,perusahaan monopoli juga harus menyamakan MR dengan MC agar
mencapai laba maksimum,seperti yang digambarkan kurva dibawah.

Diagram 9.3 laba maksimum tercapai pada output Q* di mana MR = MC.


Besarnya laba seluas bidang AP*BC.

19

Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang


Perusahaan monopoli tidak mempunyai masalah besar dengan keseimbangan
jangka panjang, selama dalam jangka pendek memperoleh laba maksimum.
Hambatan untuk masuk menyebabkan perusahaan monopoli mampu menikmati
laba super normal. Baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Diagram 9.4.a menunjukkan perusahaan monopolis yang mengalami kerugian


dalam janka pendek. Namun karena biaya rata rata variable masih lebih besar
dari harga (AVC > P) untuk sementara perusahaan masih dapat beroperasi.
Diagram 9.4.b ditunjukkan dengan menurunnya kurva AC(AC1 --- AC2). Karena
sekarang biaya rata rata lebih kecil daripada harga (AC < P), perusahaan sudah
dapat menikmati laba.
Diagram 9.4.c peningkatan permintaan (D1 D2) menyebabkan P > AC yang
artinya perusahaan memperoleh laba.
Daya Monopoli
Daya monopoli (monopoly power) yaitu kemampuan perusahaan melakukan
eksploitasi pasar dalam rangka mencapai laba maksimum hanyalah sebatas
mengatur jumlah output dan harga.
L = (P MC)
----------P
Dimana L = indeks lerner
P = harga output
MC = biaya marjinal
Besarnya nilai indeks Lerner dipengaruhi beberapa faktor:
a. Elastisitas Harga Permintaan (Elastisitas Harga)
b. Jumlah Perusahaan Dalam P
c. Interaksi Antarperusahaan

20

C.3 PASAR OLIGOPOLI


Pasar oligopoli yaitu pasar yang terdiri dari hanya beberapa produsen saja.
Ciri-ciri pasar oligopoli:
1. Terdapat sedikit penjual.
2. Terdapat sedikit rintangan untuk memasuki industri oligopoli
3. Keputusan harga yang diambil oleh satu perusahaan harus di pertimbangkan
oleh perusahaan yang lain dalam industri
4. Produk mempunyai ukuran standar
Jenis-jenis oligopoli:
1. Oligopoli dengan kerja sama
Yaitu Apabila perusahaan yang ada dalam industri bersepakat untuk melakukan
kerja sama, misalnya dalam hal penentuan harga maupun jumlah produksi
2. Oligopoli tanpa kerja sama
Yaitu Apabila perusahaan yang ada dalam industri tidak melakukan kesepakatan
atau kerja sama,
Model Permintaan yang Patah (Kinked Demand Model)

Diagram 11.1 kurva penerimaan marjinal (MR) yang relevan bagi


perusahaan adalah ACDE. Harga keseimbangan pasar adalah P1.

21

Diagram 11.2 Oligopolis berada dalam keseimbangan pada saat MR = MC


(titik D) dengan jumlah output Q1.
PEMUSATAN OLIGOPOLI
Suatu bentuk pasar oligopoli dikarakterisasikan berdasarkan kehadiran beberapa
perusahaan yang dominan. Disana mungkin terdapat sejumlah besar perusahaanperusahaan kecil, tetapi hanya perusahaan besar yang memiliki kekuatan untuk
membalas. Ini berakibat dalam suatu pemusatan industri tinggi dimana hanya 2
sampai 10 perusahaan dengan pangsa pasar yang besar. Industri bensin merupakan
oligopoli di Amerika Serikat: dia didominasi oleh beberapa perusahaan raksasa
seperti Exxon, Mobil, Chevron dan
Texaco. Akan tetapi, harap dicatat bahwa banyak perusahaan kecil yang berada
dalam pasar tersebut: pompa-pompa bensin independen kecil yang hanya
berjualan dalam satu kota atau hanya dalam suatu wilayah terbatas.
PENYEBAB-PENYEBAB PEMUSATAN OLIGOPOLI
Penyebab-penyebab yang paling dikenal untuk pemusatan yang tinggi dalam
pasar-pasar bentuk oligopoli adalah
- skala ekonomis yang ada dalam produksi barang-barang tertentu,
- siklus-siklus bisnis yang menyingkirkan pesaing-pesaing lemah,
- keuntungan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung, dan
- hambatan-hambatan lainnya seperti perkembangan teknologi dan periklanan.

22

LABA OLIGOPOLI
Laba dari perusahaan-perusahaan dalam oligopoli ditentukan persis dalam cara
yang sama dengan bentuk-bentuk pasar lainnya: dari kuantitas optimum dimana
pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal, harga ditentukan dari kurva
permintaan serta biaya unit terhadap rata-rata kurva total biaya. Bagaimanapun
juga, penentuan ini mungkin dipengaruhi oleh kurva permintaan yang bengkok.
Lebih lanjut lagi, dalam suatu oligopoli yang kolusif, seluruh perusahaan
bertindak seakan-akan mereka membuat satu monopoli dan keluarannya dibagi
diantara perusahaan-perusahaan. OPEC bertindak sebagai monopoli dengan cara
membatasi keluaran (output) anggota-anggotanya dengan kuota. Setiap anggota
berbagi laba atas monopoli yang akan jadi tersebut, namun tidak menetapkan
harga dan keluaran secara independen.
C.3 PASAR MONOPOLISTIK
Suatu pasar dimana terdapat banyak produsen/penjual yang menghasilkan dan
menjual produk yang berbeda.
Ciri-Ciri pasar monopolistik:
1. Terdapat banyak penjual.
2. Produknya tidak homogen.
3. Perusahaan memiliki sedikit kekuatan mempengaruhi harga.
4. Masuk kedalam industri/pasar relatif mudah.
5. Persaingna promosi penjualan sangat aktif.
Kelemahan dan Kekuatan
Kelemahan persaingan monopolistik adalah aktifnya peran persaingan bukan
harga diantara perusahaan perusahaan dalam industri tersebut.
Sedangkan keuntungan adalah :
a.
Efisiensi dalam penggunaan sumber daya.
b.
Efisiensi dan diferensiasi produk
c.
Adanya perkembangan teknologi dan inovasi
d.
Mempunyai corak pemerataan distribusi pendapatan.
Dalam model pasar monopolistik terdapat dua bentuk permintaan yaitu:|
1.Permintaan industri yang mempunyai kemiringan negative
2. Permintaan perusahaan yang lebih datar/horisontal daripada permintaan industri
Elastisitas permintaan pasar persaingan monopolistic berada di antara pasar
persaingan sempurna dan monopoli, seperti pada diagram 10.1.

23

Keseimbangan jangka pendek perusahaan dalam monopolistik


Keseimbangan jangak pandek perusahaan tecapai bila MR=MC.
Karena memiliki daya monopoli,walau terbatas,kondisi keseimbangan perusahaan
yang bergerak dalam pasar persaingan monopolistik sama dengna perusahaan
yang bergerak dalam pasar monopoli.

Keseimbangan
jangka panjang
dalam
monopolistik

24

BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
1. Dalam jangka panjang perusahaan dapat menambah semua factor produksi atau
input yang akan digunakannya. Di dalam jangka panjang tidak ada biaya
tetap,semua jenis biaya yang dikeluarkan merupakan biaya berubah.
2. Cara meminimumkan biaya jangka panjang tergantung pada dua factor yaitu:
tingkat produksi yang ingin dicapai dan sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang
tersedia.
3. Bentuk kurva LRAC hampir menyerupai huruf U disebabkan oleh skala
ekonomi dan skala disekonomi.
4. Yang termasuk dalam skala ekonomi ialah: spesialisasi factor-faktor produksi,
pengurangan harga factor produksi, memproduksi produk sampingan, dan
mendorong perkembangan usaha lain.
5. Jenis pasar dibagi menjadi dua jenis yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar
persangan tidak sempurna. Pasar persaingan tidak sempurna dibagi menjadi pasar
monopoli,oligopoly,dan monopolistic.
6. Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu
perusahaan saja. Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunya
barang pengganti yang sangat dekat.
7. Ciri-ciri pasar monopoli: Pasar monopoli adalah industry satu perusahaan,
Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip, Tidak terdapat kemungkinan
untuk masuk ke dalam industry,Dapat mempengaruhi penentuan harga, Promosi
iklan kurang diperlukan
8. Pasar oligopolI yaitu pasar yang terdiri dari hanya beberapa produsen saja.
9. Pasar Monopolistik yaitu Suatu pasar dimana terdapat banyak produsen/penjual
yang menghasilkan dan menjual produk yang berbeda.

25

B.SARAN
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi biaya produksi dan
struktur pasar yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih
banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan
kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah
ini. Penulis banyak berharap para pembaca yang memberikan kritik dan saran
yang membangun kepada penyusun demi sempurnanya makalah ini dan dan
penulisan makalah di kesempatan kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini
berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca.

26

DAFTAR PUSTAKA
Leftwitch, Richard H. 1984. MIKRO EKONOMI. Jakarta: Bina Aksara.
Nicholson,Walter. 1991. MIKROEKONOMI INTERMEDIET DAN
PENERAPANNYA. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Rahardja, Prathama. 2008. PENGANTAR ILMU EKONOMI MIKRO DAN
MAKRO EDISI KETIGA. Jakarta: Fakultas Ekonomi Univ.Indonesia.
Samuelson, Paul A. 1996. MIKOEKONOMI EDISI KEEMPATBELAS. Jakarta:
Erlangga.

27