Anda di halaman 1dari 22

MOTOR BENSIN 2 LANGKAH

TUGAS MANDIRI
MATA KULIAH : MESIN BOLAK-BALIK

Disusun oleh :
NAMA

: ANDI HERMANSAH

NIM

: MID121009

PROGRAM STUDI MEKANIK INDUSTRI DAN DESAIN


POLITEKNIK TEDC BANDUNG
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah senantiasa melimpahkan Rahmat
dan Hidayah-NYA sehingga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dalam
menjalankan aktifitas sehari-hari. Penyusun juga panjatkan kehadirat ALLAH SWT
karena hanya dengan keridoan-NYA rangkuman dengan judul MOTOR BENSIN 2
LANGKAH ini dapat terselesaikan.
Penyusun menyadari betul sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak,
rangkuman ini tidak akan terwujud dan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
dengan segala kerendahan hati penyusun berharap saran dan kritik demi perbaikanperbaikan lebih lanjut.
Penyusun berharap, semoga rangkuman

ini dapat memberikan manfaat bagi yang

membutuhkan.
cimahi,22 Maret 2015

Andi Hermansah
MID121009

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................1
A. Latar Belakang........................................................................................................1
B. Batasan Masalah.....................................................................................................2
C. Perumusan Masalah................................................................................................2
D. Tujuan Penulisan....................................................................................................2
E. Manfaat Penulisan..................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................4
A. Pengertian Motor Bensin........................................................................................4
B. Bagian-Bagian Motor Bensin 2 Langkah...............................................................5
F.

Cara Kerja Motor Bensin 2 Langkah......................................................................7

G. Sistem Pengapian....................................................................................................9
1.

Sistem pengapian konvensional..........................................................................9

2.

Sistem pengapian elektronik.............................................................................11

H. Sistem Pelumasan Motor Bensin 2 Langkah........................................................13


1.

Premix type lubrication.....................................................................................13

2.

Injection pump lubrication................................................................................14

I.

Perbedaan Desain Motor Bensin 2 Langkah Dengan 4 Langkah.........................15

J.

Kelebihan & Kekurangan Mesin 2 Langkah........................................................16

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................18

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kendaraan bermotor adalah salah satu contoh produk teknologi yang
pada saat ini terus berkembang dari hari ke hari. Perusahaan produsen kendaran
bermotor sebut saja HONDA dan
YAMAHA yang berlomba-lomba
dalam teknologi untuk membuat
suatu perubahan agar kendaraan
yang mereka pasarkan/jual bisa
lebih

bersaing

dimasyarakat.

Dengan pesatnya perkembangan


teknologi, maka tidaklah heran jika
di berbagai perusahaan otomotif
melakukan

berbagai

inovasi

khususnya pada bagian mesin agar


bisa lebih efisien dan hemat bahan
bakar yang terpenting. Hal ini
diwujudkan

dengan

terciptanya

teknologi fuel injection yang sekarang para produsen otomotif mulai beralih ke
teknologi ini, sejalan dengan hal itu maka penulis melihat bahwa perlunya sebuah
pemaparan informasi dasar tentang motor bensin ini, yang diharapkan dapat
memberikan sedikit gambaran tentang perkembangan teknologi yang begitu pesat
saat ini. Didalam materi tentang motor bensin ini terdapat 2 jenis yaitu yang
pertama motor bensin 4 langkah (four stroke) dan motor bensin 2 langkah (two
stroke).

B. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis membatasi masalah
hanya tentang motor bensin 2 langkah.
C. Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang diangkat dalam pembahasan motor bensin 2
langkah ini adalah:
Apa saja bagian-bagian motor bensin 2 langkah ?
Bagaimana cara kerja motor bensin 2 langkah ?
Bagaimana sistem pengapian motor bensin 2 langkah ?
Bagaimana sistem pelumasan motor bensin 2 langkah ?
Bagaimana perbedaan desain motor bensin 2 langkah dengan 4 langkah ?
Bagaimana kelebihan dan kekurangan motor bensin 2 langkah ?
D. Tujuan Penulisan
Sesuai dengan permasalahan diatas yang dirumuskan, maka tujuan yang
ingin dicapai pada pembahasan ini adalah:
Untuk mengetahui bagian-bagian motor bensin 2 langkah.
Untuk mengetahui cara kerja motor bensin 2 langkah.
Untuk mengetahui sistem pengapian motor bensin 2 langkah.
Untuk mengetahui sistem pelumasan motor bensin 2 langkah.
Untuk mengetahui perbedaan desain motor bensin 2 langkah dengan 4 langkah.

Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan motor bensin 2 langkah.


E. Manfaat Penulisan
Dalam pembahasan Motor Bensin 2 Langkah diharapkan dapat
memberikan manfaat sebagai berikut:
Memberikan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan bagi penulis dalam
pembahasan pengertian dan sisitem kerja motor bensin 2 langkah.
Memberikan pengetahuan bagi masyarakat, terutama yang mempunyai
kendaran. Hal ini mengingat bahwa mahalnya biaya service dan susahnya
penyediaan suku cadang dalam kendaraan bermotor.
Memberikan kontribusi positif pada dunia otomotif dalam pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang dapat diandalkan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Motor Bensin
Motor bensin adalah jenis mesin kalor yang termasuk Mesin Pembakaran
Dalam (Internal Combustion Engine). Internal Combustion Engine (I.C. Engine)
adalah mesin kalor yang
mengubah energi kimia
bahan

bakar

kerja

mekanis,

dalam

bentuk

poros.

Energi

bahan

bakar

menjadi
yaitu
putaran
kimia
pertama

diubah menjadi energi


panas

melalui

pembakaran

proses
atau

oksidasi dengan udara


dalam

mesin.

Energi

panas ini meningkatkan temperatur dan tekanan gas pada ruang bakar. Gas
bertekanan tinggi ini kemudian berekspansi melawan mekanisme mekanik mesin.
Ekspansi ini diubah oleh mekanisme link menjadi putaran crankshaft, yang
merupakan output dari mesin tersebut. Crankshaft selanjutnya dihubungkan ke
sistem transmisi oleh sebuah poros untuk mentransmisikan daya atau energi putaran
mekanis yang selanjutnya energi ini dimanfaatkan sesuai dengan keperluan.
Siklus Otto pada motor bensin disebut juga dengan siklus volume konstan, dimana
pembakaran terjadi pada saat volume konstan. Pada motor bensin dengan siklus
Otto dikenal dua jenis motor bakar, yaitu motor bensin 4 langkah (four stroke) dan
motor bensin 2 langkah (two stroke). Untuk motor bensin 4 langkah terdapat 4 kali

gerakan piston atau 2 kali putaran poros engkol (crank shaft) untuk tiap siklus
pembakaran, sedangkan untuk motor bensin 2 langkah terdapat 2 kali gerakan
piston atau 1 kali putaran poros engkol untuk tiap siklus pembakaran. Sementara
yang dimaksud langkah adalah gerakan piston dari TMA (Titik Mati Atas) sampai
TMB (Titik Mati Bawah) maupun sebaliknya dari TMB ke TMA. Motor bensin 2
langkah harus memakai oli pelumas samping selain pelumas mesin hal ini di
sebabkan karena putaran yang dihasilkan lebih cepat karena hanya membutuhkan 2
langkah kerja.
B. Bagian-Bagian Motor Bensin 2 Langkah
Bagian-bagian penting dari motor bensin 2 langkah dapat dilihat pada
gambar di samping. Fungsi dari nama-nama bagian tersebut akan dijelaskan
dibawah ini, yaitu:

Busi : untuk memercikkan


bunga api yang diperlukan
untuk membakar campuran
udara dan bahan bakar yang
telah dikompresi, sehingga
terjadi langkah usaha.
Kepala silinder : sebagai
tempat ruang pembakaran,
tempat pemasangan busi.
Ruang

bakar

sebagai

tempat terjadinya proses


pembakaran.

Silinder : sebagai kedudukan silinder dan kepala silinder, sebagai rumah


mekanisme engkol (poros engkol, con rod, piston dll), tempat terjadinya proses
langkah-langkah pembakaran.
Torak : untuk menerima tekanan hasil pembakaran campuran gas dan
meneruskan tekanan untuk memutar poros engkol (crank shaft) melalui batang
piston (connecting rod).
Ring : mencegah kebocoran campuran udara dan bahan bakar serta gas
pembakaran melalui celah antara piston dengan dinding silinder kedalam bak
engkol selama langkah kompresi dan langkah pembuangan, mencegah oli
yang melumasi piston dan silinder masuk ke ruang bakar.
Pena torak : untuk menghubungkan piston dengan bagian ujung yang kecil
(small end) pada batang piston (connecting rod) melalui bushing dan
meneruskan tekanan pembakaran yang diterima piston ke batang piston.
Saluran buang : sebagai saluran gas-gas buang sisa pembakaran dari silindersilinder ke satu tempat melalui pipa buang, dimana saluran buang ini
dipasangkan pada tiap lubang pengeluaran gas yang terdapat pada setiap
silinder.
Saluran masuk : menyalurkan campuran udara dan bensin dari karburator ke
silinder agar terjadi proses pembakaran.
Saluran bilas : sebagai saluran penghubung antara ruang engkol dengan ruang
bakar sehingga pada saat tertentu muatan segar yang berada diruang engkol
dialirkan ke ruang bakar untuk dikompresi.
Batang torak : untuk menghubungkan piston ke poros engkol dan selanjutnya
menerima tenaga dari piston yang diperoleh dari pembakaran dan
meneruskannya ke poros engkol.

Pena engkol : yaitu bagian poros engkol yang berhubungan dengan batang
torak.
Bobot kontra : pengimbangan putaran engkol sewaktu torak mendapat tekanan
kerja.
Poros engkol : mengubah gerakan torak menjadi gerakan putar mesin dan
meneruskan gaya kopel ( momen gaya ) yang dihasilkan motor ke alat
pemindah tenaga sampai ke roda.
Ruang engkol : sebagai rumah dan bergeraknya poros engkol.

F. Cara Kerja Motor Bensin 2 Langkah

Sebelum kita membahas tentang prinsip kerja motor bensin 2 langkah ini
ada Istilah-istilah baku yang berlaku yang harus diketahui untuk bisa memahami
prinsip kerja mesin ini antara lain :
TMA (titik mati atas) atau TDC (top dead centre): Posisi piston berada pada
titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh
dari poros engkol (crankshaft).
TMB (titik mati bawah) atau BDC (bottom dead centre): Posisi piston
berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada
titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft).
Ruang bilas yaitu ruangan di bawah piston dimana terdapat poros engkol
(crankshaft). Sering disebut sebagai bak engkol (crankcase) berfungsi gas hasil
campuran udara, bahan bakar dan pelumas bisa tercampur lebih merata.
Pembilasan (scavenging) yaitu proses pengeluaran gas hasil pembakaran dan
proses pemasukan gas untuk pembakaran dalam ruang bakar.
Dalam motor bensin 2 langkah, piston melakukan 2 kali langkah kerja
dalam 1 kali langkah usaha.
Langkah 1 piston bergerak dari TMA ke TMB.
Saat bergerak dari TMA ke TMB, piston akan menekan ruang bilas yang
berada di bawahnya. Semakin jauh piston meninggalkan TMA menuju TMB
akan semakin meningkat pula tekanan di ruang bilas.
Pada titik tertentu, piston (ring piston) akan melewati lubang pembuangan gas
dan lubang pemasukan gas. Posisi masing-masing lubang tergantung dari
desain perancang. Umumnya ring piston akan melewati lubang pembuangan
terlebih dahulu.

Pada saat ring piston melewati lubang pembuangan, gas di dalam ruang bakar
keluar melalui lubang pembuangan.
Pada saat ring piston melewati lubang pemasukan, gas yang tertekan di dalam
ruang bilas akan terpompa masuk ke dalam ruang bakar, sekaligus mendorong
keluar gas yang ada di dalam ruang bakar menuju lubang pembuangan.
Piston terus menekan ruang bilas sampai titik TMB, sekaligus memompa gas
dalam ruang bilas menuju ke dalam ruang bakar.
Langkah 2 piston bergerak dari TMB ke TMA.
Saat bergerak dari TMB ke TMA, piston akan menghisap gas hasil
percampuran udara, bahan bakar dan pelumas ke dalam ruang bilas.
Percampuran ini dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi.
Saat melewati lubang pemasukan dan lubang pembuangan, piston akan
mengkompresi gas yang terjebak di dalam ruang bakar.
Piston akan terus mengkompresi gas dalam ruang bakar sampai TMA.
Beberapa saat sebelum piston sampai di TMA (pada mesin bensin busi akan
menyala, sedangkan pada mesin diesel akan menyuntikkan bahan bakar) untuk
membakar gas dalam ruang bakar. Waktu nyala busi atau penyuntikan bahan
bakar tidak terjadi saat piston sampai ke TMA, melainkan terjadi sebelumnya.
Ini dimaksudkan agar puncak tekanan akibat pembakaran dalam ruang bakar
bisa terjadi saat piston mulai bergerak dari TMA ke TMB, karena proses
pembakaran membutuhkan waktu untuk bisa membuat gas terbakar dengan
sempurna oleh nyala api busi atau dengan suntikan bahan bakar.
G. Sistem Pengapian
Motor pembakaran dalam ( internal combustion engine ) menghasilkan
tenaga dengan jalan membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam silinder.
Pada motor bakar, loncatan bunga api pada busi diperlukan untuk menyalakan

campuran udara bahan bakar yang telah dikompresikan oleh torak di dalam silinder.
Fungsi dari sistem pengapian adalah sebagai pengatur proses pembakaran
campuran bensin dan udara di dalam silinder sesuai waktu yang sudah ditentukan
yaitu pada akhir langkah kompresi. Dalam sistem pengapian motor bensin ini
terdapat 2 jenis sistem yaitu sistem pengapian konvensional dan sistem pengapian
elektronik.
1. Sistem pengapian konvensional
Sistem pengapian konvensional merupakan sistem yang paling sederhana
dari sistem pengapian dari motor bakar. Gambar dibawah adalah bagian bagian
utama sistem pengapian konvensional.
Komponen utama serta fungsi dari komponen sistem pengapian
konvensional tersebut akan dijelaskan dibawah ini.

Battery yang berfungsi untuk


menyimpan arus listrik (arus
listrik DC).
Coil yang berfungsi untuk
menaikan

tegangan

baterai

dari 12 Volt menjadi tegangan


yang lebih tinggi yaitu15.000
Volt.
Breaker point (platina) yang
berfungsi untuk memutuskan
dan

menghubungkan

arus

yang mengalir ke kumparan

10

pimer, agar terjadi tegangan


induksi

pada

kumparan

sekunder sistem pengapian.


Condensor yang berfungsi untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api
listrik pada platina, dengan cara menyerap arus induksi.
Sparkplug (busi) yang berfungsi untuk menyulut campuran udara - bensin
yang terkompresi dalam silinder yang didapatkan dari tegangan tinggi yang
dihasilkan lilitan sekunder dari gulungan coil yang menghasilkan percikan
(spark) diantara elektoda pusat dan ground dari busi.
Dibawah ini adalah cara kerja sistem pengapian konvensional yaitu :
Ketika stop kontak pada posisi ON dan pemutus arus atau platina (breaker
points) tertutup, maka arus listrik akan mengalir dari batere menuju ke coil
yang didalamnya terdapat kumparan primer, kumparan sekunder, dan teras
besi lunak, sehingga terjadi medan magnet.
Ketika arus primer diputus karena bagian platina terbuka oleh gerakan
berputar dari nok (cam) maka medan magnet akan hilang dan timbul arus
induksi pada kumparan sekunder.
Poros yang memutar rotor distributor sama dengan poros nok pemutus arus
primer sehingga pada saat terjadi pemutusan arus primer maka bersamaan itu
pula terjadi hubungan antara rotor distributor dengan salah satu kabel busi
sesuai dengan urutan penyalaannya. Arus induksi yang didistribusikan oleh
distributor tersebut mampu menghasilkan tegangan hingga 15000 volt
sehingga menimbulkan loncatan bunga api listrik (spark) pada busi.

11

Ketika terjadi spark maka pada setiap gap juga akan terjadi spark, termasuk di
platina, untuk itu dipasang kondensor guna menyerap arus induksi, sehingga
tidak timbul spark pada platina.
2. Sistem pengapian elektronik
Sistem pengapian elektronik merupakan sistem pengapian yang
menggunakan komponen elektronik seperti transistor, dioda, resistor dan kapasitor
untuk memperbesar efisiensi sistem penyalaan. Sistem pengapian elektronik juga
dikenal dengan sistem pengapian transistor. Sistem pengapian elektronik
mempunyai efisiensi yang lebih besar bila dibandingkan dengan sistem pengapian
konvensional. Sistem pengapian elektronik ada beberapa macam, antara lain:
CCTI ( Contact Controlled Transistor Ignition).
MCTI ( Magnetically Controlled Transistor Ignintion ).
CDI (Capasitor Discharge Ignition).
IRLISPARK ( Infra Red Light Ignition System).
PEI ( Pointless Electronic Ignition).
AIS ( Amplifier Type Ignition System).
Dari beberapa sistem pengapian elektronik yang sering dipakai adalah
sistem pengapian dengan CDI (capasitor discharge ignition). Maka sistem
pengapian yang akan dibahas adalah sistem pengapian dengan CDI.
Sistem pengapian Capacitor Discharge Ignition (CDI) merupakan sistem
pengapian elektronik yang sangat popular yang digunakan pada mesin sepeda
motor maupun mobil. Sistem pengapian Capacitor Discharge Ignition (CDI)
terbukti lebih menguntungkan dan lebih baik dibanding sistem pengapian konven-

12

sional (menggunakan platina). Dengan sistem Capacitor Discharge Ignition (CDI),


tegangan pengapian yang dihasilkan lebih besar (sekitar 40 KV) dan stabil
sehingga proses pembakaran campuran bensin dan udara bisa berpeluang makin
sempurna. Dengan demikian, terjadinya endapan karbon pada busi juga bisa
dihindari. Selain itu, dengan sistem Capacitor Discharge Ignition (CDI) tidak
memerlukan penyetelan seperti penyetelan pada platina. Peran platina telah
digantikan oleh thyristor sebagai saklar elektronik dan pulser coil atau pick-up
coil (koil pulsa generator) yang dipasang dekat flywheel generator atau rotor
alternator (kadang-kadang pulser coil menyatu sebagai bagian dari komponen
dalam piringan stator, kadang-kadang dipasang secara terpisah).
Komponen utama serta fungsi dari
komponen sistem pengapian CDI
tersebut akan dijelaskan dibawah
ini.
Baterai

yang

berfungsi

untuk

sumber arus pada sistem pengapian.


Kunci kontak yang berfungsi untuk
memutus dan menghubungkan arus
listrik ke konponen pengapian.
Ignition coil yang berfungsi untuk menaikan tegangan baterai dari 12 Volt
menjadi tegangan yang lebih tinggi yaitu15.000 Volt.
Unit pemotong arus yang berfungsi untuk memotong arus yang mengalir ke
kumparan pimer.
Distributor yang berfungsi untuk menyalurkan tegangan tinggi dari ignition
coil ke busi melalui urutan pengapian tertentu.

13

Busi yang berfungsi untuk meloncatkan bunga api dalam ruang bakar.

Dibawah ini cara kerja sistem pengapian dengan CDI yaitu :


Sebuah pencatu daya akan mengisi muatan pada kondensator dalam bentuk Arus
listrik searah sampai mencapai beberapa ratus volt. Selanjutnya sebuah pemicu
akan diaktifkan untuk menghentikan proses pengisian muatan kondensator,
sekaligus memulai proses pengosongan muatan kondensator untuk mencatudaya
kumparan pengapian melalui sebuah Saklar elektronik. Karena bekerja dengan
secara elektronik, sebagian besar komponennya merupakan komponen-komponen
elektronik yang ditempatkan pada Papan rangkaian tercetak atau Printed Circuit
Board (PCB), lalu dibungkus dengan bahan khusus agar terlindungi dari kotoran,
uap, cairan maupun panas.
H. Sistem Pelumasan Motor Bensin 2 Langkah
Pada motor bensin 2 langkah bak engkol (crank case) tidak berisi oli
pelumas, karena difungsikan sebagai pompa bilas. Guna melumasi bagian poros
engkol, batang piston, piston, ring piston dan dinding silinder maka minyak
pelumas dicampur dengan campuran bahan bakar yang masuk ke dalam bak engkol
dan silinder. Metode pelumasan ada 2 macam, yaitu: pelumas dicampur langsung
dengan bensin di dalam tangki (premix type lubrication) dan pelumas injeksi oleh
pompa pelumas (injection pump type lubrication).
1. Premix type lubrication
Premix type lubrication merupakan metode sistem pelumas motor bensin
2 langkah dengan cara mencampur langsung oli pelumas pada tangki bensin pada
perbandingan tertentu. Perbandingan antara bensin dengan oli adalah 20 25 : 1,
artinya untuk 20- 25 liter bensin dicampur dengan 1 liter oli.

14

Saat

mesin

hidup

bensin

yang

bercampur oli mengalir ke karburator,


di karburator campuran bensin dengan
oli dikabutkan, dan masuk ke dalam
bak engkol (crank case), campuran
bensin dan oli melumasi poros engkol,
bantalan, batang piston, pena piston
dan dinding silinder. Saat proses bilas
campuran masuk ke dalam silinder untuk melumasi piston, ring piston dan
dinding silinder. Saat proses pembakaran campuran bensin dengan oli terbakar,
sisa gas buang dibuang melalui knalpot. Sistem pelumas premix type lubrication
mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya:
Di dalam tangki dan di dalam karburator ada kemungkinan oli mengendap,
sehingga campuran kurang homogen, komposisi campuran tidak stabil,
pelumasan kurang sempurna.
Campuran bensin mempunyai viscositas yang lebih tinggi sehingga:
pengabutan pada karburator kurang

halus, proses pembakaran kurang

sempurna, tenaga mesin menurun, banyak endapan karbon di ruang


bakar,saluran buang maupun knalpot dan emisi gas buang tinggi.
Komposisi campuran tetap, padahal kebutuhan pelumas sebanding dengan
putaran mesin, sehingga oli berlebihan pada putaran rendah dan
menengah, tetapi kurang saat putaran tinggi.
2. Injection pump lubrication
Injection pump lubrication merupakan sistem pelumasan pada motor
bensin langkah dengan cara memompa sejumlah oli pelumas pada intake
manifold. Minyak pelumas disemprotkan kemudian bercampur dengan campuran
bensin dan udara dari karburator, dan bersama-sama masuk ke dalam bak engkol.

15

Pada bak engkol campuran bensin dan oli melumasi poros engkol, bantalan,
batang piston, pena piston dan dinding silinder. Saat proses pembakaran campuran
bensin dan oli terbakar sisa gas buang dibuang melalui knalpot.
Dengan adanya pompa oli yang dikontrol bersama gas, memungkinkan
jumlah oli yang disemprotkan sesuai dengan kebutuhan beban dan kecepatan
sepeda motor. Kebutuhan oli untuk beban ringan sebesar 80 - 120 : 1 , untuk
beban menengah 40 70 : 1, sedangkan untuk beban tinggi sebesar 18 30 : 1.
Dengan adanya sistem injeksi kelemahan pada sistem pelumas campur dapat
teratasi. Produsen sepeda motor Yamaha menyebut sistem pelumas dengan injeksi
dengan istilah Autolub, yaitu sistem pelumas dengan automatis mencampur oli
dengan campuran bahan bakar pada komposisi yang tepat menggunakan Autolub
pump.
I. Perbedaan Desain Motor Bensin 2 Langkah Dengan 4 Langkah

Dalam

segi

konstruksi

desain

jelas

&

terdapat

perbedaan yang signifikan


dalam antara motor bensin 2
langkah (kiri) dengan motor
bensin 4 langkah (kanan)
terlihat

pada

gambar

disamping perbedaanya.
Dibawah
beberapa

ini

adalah

perbedaan

mendasar antara motor


bensin 2 langkah dengan motor bensin 4 langkah antara lain :

16

Pada motor bensin 2 langkah, sekali pembakaran terjadi dalam satu putaran
penuh pada poros engkol (crankshaft), sedangkan pada motor bensin 4
langkah, sekali proses pembakaran terjadi dalam dua putaran penuh pada poros
engkol.
Motor bensin 4 langkah memerlukan mekanisme katup (valve mechanism)
dalam bekerjanya untuk membuka dan menutup lubang pemasukan dan
pembuangan, sedangkan pada motor bensin 2 langkah tidak membutuhkan
katup. Piston dan ring piston berfungsi untuk menbuka dan menutup lubang
pemasukan dan pembuangan. Pada awalnya, motor bensin 2 langkah tidak
dilengkapi dengan katup, namun dalam perkembangannya katup satu arah (one
way valve) akan dipasang di antara ruang bilas dan karburator untuk:
Menjaga agar gas yang sudah masuk ke dalam ruang bilas tidak dapat

masuk kembali ke karburator.


Menjaga tekanan dalam ruang bilas secara ketat saat piston mengkompresi
ruang bilas.

Lubang pemasukan dan lubang pembuangan pada motor bensin 2 langkah


terdapat pada dinding silinder, sedangkan pada mesin langkah terdapat pada
kepala silinder (cylinder head). Ini adalah alasan utama yang membuat motor
bensin 4 langkah tidak menggunakan oli samping.
J. Kelebihan & Kekurangan Mesin 2 Langkah
Dibawah ini dijelaskan beberapa kelebihan

dan kekurangan motor

bensin 2 langkah yaitu sebagai berikut.


Kelebihan motor bensin 2 langkah :
Hasil tenaganya lebih besar dibandingkan motor bensin 4 langkah.
Motor bensin 2 langkah lebih kecil dan ringan dibandingkan motor bensin 4
langkah.

17

Kombinasi kedua kelebihan di atas menjadikan rasio berat terhadap tenaga


(power to weight ratio) motor bensin 2 langkah lebih baik dibandingkan motor
bensin 4 langkah.
Motor bensin 2 langkah lebih murah biaya produksinya karena konstruksinya
yang sederhana.
Meskipun memiliki berbagai kelebihan, mesin bensin 2 langkah ini
sudah jarang digunakan dalam kendaraan-kendaraan terutama kendaraan mobil
dikarenakan oleh beberapa kekurangan.
Kekurangan motor bensin 2 langkah :
Efisiensi bahan bakar motor bensin 2 langkah lebih rendah dibandingkan motor
bensin 4 langkah (boros).
Motor bensin 2 langkah memerlukan percampuran oli dengan bahan bakar (oli
samping/two stroke oil) untuk pelumasan silinder mesin.
Kedua hal di atas mengakibatkan biaya operasional motor bensin 2 langkah
menjadi lebih lebih tinggi dibandingkan biaya operasional motor bensin 4
langkah.
Motor bensin 2 langkah menghasilkan polusi udara lebih banyak. Polusi terjadi
dari pembakaran oli samping dan gas dari ruang bilas yang lolos/bocor dan
masuk langsung ke lubang pembuangan.
Pelumasan motor bensin 2 langkah tidak sebaik motor bensin 4 langkah. Ini
mengakibatkan usia suku cadang dalam komponen ruang bakar relatif lebih
singkat.

18

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Motor_bakar_dua_langkah
http://www.pipercomex.com/2011/09/siklus-2-langkah-motor-bakar-piston.html
http://zallesmana.blogspot.com/p/sistem-pengapian-ignition-system.html
http://otomotifdasar.blogspot.com/2012/10/sistem-pengisian-2_31.html
http://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&ved=0CDAQFjAF&url=http%3A
%2F%2Fstaff.uny.ac.id%2Fsites%2Fdefault%2Ffiles%2FBuku%2520Sistem
%2520Pengapian%2520Elektronik%2520Sutiman.pdf&ei=AhIcVbvtMIXp8gXQ54GIBQ&usg=AFQjCNFMTT4ZL
pmDeRQC73Wq6Urtw4d5g&sig2=uDdKpgD7pvwmkUKddXc5cg&bvm=bv.89744112,
d.dGc&cad=rja
http://otomotif-sae576.blogspot.com/2013/10/sistem-pengapian-cdi.html
http://sabiqptm.blogspot.com/2014/05/sistem-pengapian.html
http://azharkablog.blogspot.com/2013/03/sistem-pelumas-sepeda-motor.html

19