Anda di halaman 1dari 4

PENERAPAN CARING PADA PASIEN DENGAN HIV & AIDS

Menurut Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) dalam pidatonya yang


disampaikan pada Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu
Keperawatan pada Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga di Surabaya pada
Hari Sabtu, Tanggal 18 Januari 2014 menyatakan bahwa Prinsip Asuhan
keperawatan HIV dalam mengubah perilaku dalam perawatan
dan meningkatkan respons Imunitas pasien dengan HIV melalui
pemenuhan kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual
perawat dalam menurunkan stresor.
1. Caring pada Aspek Biologis
Caring pada aspek biologis pada PHIV adalah pemenuhan kebutuhan fisik
sebagai akibat dari tanda dan gejala yang terjadi. Aspek perawatan fisik meliputi
(a) universal precautions; (b) Pengobatan Infeksi Skunder (IO) dan Pemberian
ARV; (d) Pemberian Nutrisi; dan (e) aktifitas dan istirahat.
2. Caring pada Aspek Psikologis
Coping strategy pada aspek psikologis merupakan koping yang digunakan
individu secara sadar dan terarah dalam mengatasi sakit atau stresor yang
dihadapinya. Strategi Koping (Cara Penyelesaian Masalah) ada 3 yaitu,
a. Teknik Koping
Pertama, Pemberdayaan Sumber Daya Psikologis (Potensi diri), Sumber
daya psikologis merupakan kepribadian dan kemampuan individu dalam
memanfaatkannya menghadapi stres yang disebabkan situasi dan lingkungan
(Pearlin & Schooler, 1978:5).
Kedua, Pikiran yang positif tentang dirinya (harga diri), Jenis ini bermanfaat
dalam mengatasi situasi stres, sebagaimana teori dari Colleys looking-glass
self: rasa percaya diri, dan kemampuan untuk mengatasi masalah yg
dihadapi
Ketiga, mengontrol diri sendiri. Kemampuan dan keyakinan untuk
mengontrol tentang diri sendiri dan situasi (internal control) dan external
control (bahwa kehidupannya dikendalikan oleh keberuntungan, nasib, dari
luar) sehingga pasien akan mampu mengambil hikmah dari sakitnya
(looking for silver lining).
a. Rasionalisasi (Teknik Kognitif).

Upaya memahami dan mengiterpretasikan secara spesifik terhadap stres


dalam mencari arti dan makna stres (neutralize its stressfull).
b. Teknik Perilaku.
Teknik perilaku dapat dipergunakan untuk membantu individu dalam
mengatasi situasi stres. Beberapa individu melakukan kegiatan yang
bermanfaat dalam menunjang kesembuhannya. Misalnya, pasien HIV akan
melakukan aktivitas yang dapat membantu peningkatan daya tubuhnya
dengan tidur secara teratur, makan seimbang, minum obat anti retroviral dan
obat untuk infeksi sekunder secara teratur, tidur dan istirahat yang cukup, dan
menghindari konsumsi obat-obat yang memperparah keadaan sakitnya.
Hasil

penelitian

Efek

strategi

koping

terhadap

respons

psikologis

(penerimaan) yang dikembangkan dari Kubler-Rose meliputi denial, anger,


bargaining, depression, dan acceptance menunjukkan hasil korelasi yang positif
dengan aspek biologis yaitu CD4 dan kortisol.

3. Caring pada Aspek Sosial


Caring pada Aspek Sosial tercermin dalam bentuk dukungan sosial (Social
Support) Hampir setiap orang tidak mampu menyelesaikan masalah sendiri,
mereka memerlukan bantuan orang lain.
Dimensi dukungan sosial meliputi 3 hal (Jacobson, 1986), yaitu: Emotional
support, meliputi; perasaan nyaman, dihargai, dicintai, dan diperhatikan),
Cognitive support, meliputi informasi, pengetahuan dan nasehat, Materials
support, meliputi bantuan/pelayanan berupa sesuatu barang dalam mengatasi
suatu masalah,
Mekanisme bagaimana dukungan sosial berpengaruh terhadap kesehatan
meliputi 3 mekanisme Social support secara langsung atau tidak berpengaruh
terhadap kesehatan seseorang (Pearlin & Aneshensel, 1986: 418), yaitu: (1)
Mediator perilaku, mengajak individu untuk mengubah perilaku yang jelek dan
meniru perilaku yang baik (misalnya, berhenti merokok), (2) Psikologis,
meningkatkan harga diri dan menjembatani suatu interaksi yang bermakna, (3)
Fisiologis, membantu relaksasi terhadap sesuatu yang mengancam dalam upaya
meningkatkan sistem imun seseorang.
Hasil penelitian Efek strategi koping terhadap respons sosial emosional
menunjukkan korelasi yang positif terhadap respon biologis terhadap pasien HIV.
Indikator respon social yang digunakan meliputi emotion, anxiety, dan interaction.

4. ASUHAN KEPERAWATAN RESPONS SPIRITUAL


Asuhan Keperawatan pada aspek spiritual ditekankan pada penerimaan
pasien terhadap sakit yang dideritanya (Ronaldson, 2000). Sehingga PHIV akan dapat
menerima dengan ikhlas terhadap sakit yang dialami dan mampu mengambil hikmah
Asuhan Keperawatan yang dapat diberikan adalah:

1) menguatkan harapan yang realistis kepada pasien terhadap kesembuhan.


misalnya akan memberikan ketenangan dan keyakinan pasien untuk berobat.

2) pandai mengambil hikmah. Peran perawat dalam hal ini adalah mengingatkan
dan mengajarkan kepada pasien untuk selalu berfikiran positif terhadap semua
cobaan yang dialaminya

3) Ketabahan hati. Karakteristik seseorang didasarkan pada keteguhan dan


ketabahan hati dalam menghadapi cobaan
Hasil penelitian efek dukungan spiritual pada Pasien dengan HIV
menunjukkan korelasi terhadap respon biologis. Indikator dukungan spiritual
meliputi harapan, tabah, dan pandai mengambil hikmah.

Saran Dan Pendapat


Caring merupakan esensi keperawatan yang membedakan dengan profesi lain
dan mendominasi serta mempersatukan serta menjiwai tindakan keperawatan.
Caring sebagai core (inti) dari ilmu keperawatan yang dikenal sebagai human
science and human care (Watson, 2008).
Peran Caring perawat di masa depan harus berkembang seiring dengan
perkembangan iptek dan tuntutan kebutuhan masyarakat, sehingga perawat dituntut
mampu menjawab dan mengantisipasi terhadap dampak dari perubahan. Sebagai
perawat profesional, peran yang diemban adalah C-A-R-E (Communicatiom-Activityreview & responsive, tanggap-education) (Nursalam, 2011).
Menurut pendapat saya, pasien yang didiagnosis dengan HIV AIDS sebagian
besar mengalami strees persepsi baik itu penerimaan diri, sosial dan spiritual serta
respon biologis selama perawatan di RS maupun di Rumah oleh karena itu penting
bagi seorang perawat melaksanakan peran caring perawat dalam melakukan
perawatan pada pasien dengan HIV AIDS.
Peran caring perawat yaitu dengan pendekatan asuhan keperawatan agar
pasien beradaptasi dengan cepat, peran tersebut meliputi

1. Memfasilitasi strategi koping yaitu dengan memfasilitasi sumber potensi diri


agar terjadi proses penerimaan diri
2. Dukungan sosial meliputi dukungan emosional, merasa nyaman, dicintai,
bantuan/akses dalam pelayanan kesehatan, dll.
3. Respon spiritual yaitu dengan menekankan penerimaan terhadap penyakit
yang diterimanya melalui nilai-nilai spiritual yang dimiliki pasien.
Diharapkan dengan dilakukan tindakan caring, pasien dapat beradaptasi
secara positif dengan respon penerimaan diri yang nantinya pasien memiliki koping
yang konstruktif dengan menurunkan kecemasan sehingga pasien dapat berinteraksi
yang positif dengan orang lain dan menurut penelitian bahwa apabila respon kognisi
pasien positif maka akan menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan CD4.