Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

1. Kristalisasi Asam benzoat


Pada percobaan kali ini akan dilakukan proses kristalisasi asam
benzoat. Tahap pertama yang dilakukan adalah proses pelarutan asam
benzoat yang berbentuk padatan agar menjadi suatu larutan. Pelarut
yang digunakan untuk melarutkan asam benzoat ini adalah pelarut yang
cocok (5 ml heksana) yang panas. Hal ini ditujukan agar asam benzoat
yang dilarutkan dapat melarut dengan sempurna. Asam benzoat yang
dilarutkan dalam sikloheksana panas tersebut akan terurai menjadi ionionnya.
Asam benzoat yang digunakan dalam percobaan ini merupakan
asam benzoat yang belum murni atau masih kotor. Karena itu dilakukan
pemurnian terhadap asam benzoat tersebut agar terbebas dari zat
pengotor. Asam benzoat yang telah dilarutkan dalam sikloheksana
tersebut, dipanaskan sampai mendidih, setelah itu dilakukan
pendinginan. Jika belum terbentuk kristal maka larutan di jenuhkan
dengan cara penguapan, agar endapan dapat terbentuk dengan mudah.
Tapi jika kristal sudah mulai terbentuk, maka dilakukan penyaringan
dengan menggunakan kertas saring. Hal ini bertujuan untuk memisahkan
endapan dari larutannya. Filtrat hasil penyaringan tersebut akan
digunakan untuk proses kristalisasi pada tahap berikutnya.
2. Penentuan Titik Leleh
Filtrat yang diperoleh dari tahap pertama, digerus sampai halus.
Hal ini bertujuan untuk memperkecil atau memperhalus ukuran kristal
agar dapat dimasukkan dalam tabung kapiler, karena diameter
permukaan tabung kapiler sangat kecil. Setelah digerus, kristal
dimasukkan kedalam tabung kapiler untuk diamati titik lelehnya. Untuk
dapat mengamati titik leleh dari kristal tersebut, maka pipa kapiler harus
dimasukkan ke dalam alat pengukur titik leleh yaitu melting-block.
Kemudian mengatur suhu melting-block dengan memulainya pada suhu
yang agak rendah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengamatan
dalam menetukan suhu titik lelehnya. Pada hasil pengamatan didapatkan
data bahwa Titik leleh untuk kristal hasil proses kristalisasi adalah
1230C. Dan Titik leleh untuk kristal hasil proses rekristalisasi adalah
1200C.

3. Rekristalisasi Asam Benzoat dalam Sistem dua Pelarut


Pada proses ini mula-mula 50 mg asam benzoat atau kristal dari
hasil kristalisasi pertama dicampurkan dengan toluen panas. Hal ini
ditujukan agar asam benzoat yang dilarutkan dapat melarut dengan
sempurna. Kemudian ditambahkan sikloheksana sehingga larutan akan
berubah menjadi keruh dan pada saat didinginkan akan terbentuk
endapan atau kristal. Proses ini dinamakan proses rekristalisasi yaitu
suatu cara untuk memisahkan campuran zat padat dengan zat cair
dengan melakukan sebanyak dua kali proses pengkristalan.