Anda di halaman 1dari 8

Fraud and forensic accounting

Skimming

Azmul Fauzi (125020300111007)


Bagas Setyo Aji (125020307111051
Kelas: CA

--ooOoo-Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
Tahun 2015

SKIMMING
Review Questions
2-1

Bagaimana "skimming" didefinisikan?

Jawaban:Skimming

adalah pencurian atau penjarahan uang sebelum uang tersebut secara

fisik masuk ke perusahaan atau dicatat didalam pembukuan.


2-2 Apakah

dua kategori utama skimming?

Jawaban:Skema

Skimming dapat dibagi berdasarkan apakah mereka menargetkan penjualan


atau piutang.Karakter dana yang masuk memiliki efek pada bagaimana penipuan yang
tersembunyi, dan penyembunyian adalah unsur penting dalam kebanyakan skema penipuan
kerja.
2-3Bagaimana

skema penjualan skimming meninggalkan buku organisasi korban

dalam keseimbangan, meskipun pencurian dana?


Jawaban:Ketika

seorang karyawan melakukan skimming uang dengan membuat penjualan off-

book barang dagangan, baik transaksi penjualan maupun kas masuk yang pernah
tercatat.Misalnya, petugas kasir skims Rp100 dalam penerimaan dari satu penjualan
barang.Pada akhir hari, laci uang nya akan berkurang sebesar Rp100 atau sebesar jumlah
uang yang dicuri.Tetapi karena penjualan tidak pernah tercatat, catatan penjualan akan
understated sebesar Rp100.Oleh karena itu, buku-buku akan tetap seimbang.
2-4Dalam

keadaan apa yang cek masuk diterima melalui pos biasanya dicuri?

Jawaban:Cek

biasanya dicuri ketika seorang karyawan bertugas membuka surat dan


menyiapkan deposit.Karyawan hanya menghilangkan cek dari surat masuk dan memalsukan
pengesahan majikan, kemudian mengesahkan dengan namanya sendiri.
2-5Bagaimana

skema "penjualan dikecilkan" berbeda dari "penjualan tercatat"?

Jawaban:Skemapenjualanyangdikecilkandengancaratidakmencatatseluruhpenjualan

yangsebenarnyadalampembukuan.Biasanyapelakuakanmengecilkanhargajualdari
pelangganuntukdicatatdandilaporkan.Biasanyapelakumelakukanuntukbeberapaitem
tertentu,atau dengan mencatat penjualan barang lebih sedikit barang dagangan dari barang
yang terjual.

2-6. Bagaimana seorang kasir memanipulasi untuk menyembunyikan tindakan


skimming?
Jawab: Tidak melaporkan adanya penjualan pada daftar, menghilangkan tanda pembelian
yang diterima oleh pelanggan, mengubah catatan penjualan sehingga seolah-olah tidak ada
penjualan.
2-7. Berikan contoh tindakan skimming pada waktu kegiatan non-bisnis dan tindakan
skimming of off-sites sales.
Jawab: Pelaku menjual barang dagangan diakhir pekan atau sesudah jam kerja. Manajer atau
karyawan dengan sengaja membuka toko lebih awal atau menutup toko lebih akhir lalu dia
melakukan skimming pada sebagian atau seluruh penjualan periode tersebut
2-8. Apakah enam metode utama yang digunakan untuk menyembunyikan tindakan
receivables skimming?
Jawab:
1. Lapping
Menghilangkan pembayaran pelanggan
2. Force Balancing
Memanipulasi saldo/pemaksaan saldo seimbang
3. Stolen Statement
Mencuri laporan pembelian
4. Fraudulent write-offs or discounts
Menghilangkan transaksi yang curang atau diskon
5. Debiting the wrong account
Mendebet rekening yang salah
6. Document Destruction
Perusakan dokumen
2-9. Apakah pengertian dari lapping, dan bagaimana hal tersebut digunakan dalam
menyembunyikan receivables skimming?
Jawab: Lapping adalah penggelapan uang kas dengan cara mengundur-undur pencatatan
penerimaan kas. Contoh : Anggap saja perusahaan ABC memiliki lima pelanggan, A, B, C, D
dan E. Misalkan piutang pelanggan A adalah Rp5.000.000, piutang B, Rp6.000.000, piutang
C, Rp4.000.000, dan piutang D, Rp7.000.000 dan piutang E Rp6.000.000. Karyawan bagian
penagihan menerima pelunasan dari A, Rp5.000.000. Karyawan tidak mencatat pelunasan
piutang ini. Seolah-olah konsumen belum melunasi piutangnya. Uang sebesar Rp5.000.000
dipakai oleh karyawan. Saat berikutnya, karyawan menerima pelunasan dari si B,
Rp6.000.000. Karyawan akan mencatat pelunasan si A Rp5.000.000 dan menyetorkan uang
Rp5.000.0000 ke atasannya. Sementara kelebihan Rp1.000.000 dari konsumen B akan
kembali dikantongi dan mungkin dikonsumsi. Berikutnya, saat menerima pelunasan dari si C,
karyawan bisa memilih untuk mencatat pelunasan si C atau mencatat sebagai pelunasan di B
(yang berarti dia menutupi Rp2.000.000) dan seterusnya.

2-10. Sebutkan empat jenis entri palsu yang dilakukan pelaku kecurangan yang dapat
dibuat dalam catatan organisasi korban untuk menyembunyikan skimming piutang.
Jawab:
a. Menggunakan lapping pada piutang konsumen
b. Memaksakan saldo agar tetap seimbang, salah satu caranya dengan
melebihkan saldo dari yang seharusnya
c. Menghapus piutang dengan mencatat sebagai piutang tak tertagih
d. Mencatat jumlah yang dicuri sebagai diskon

Discussion Issues
2-1. Skimming Penjualan disebut juga off-book fraud. Mengapa?
Jawab: Karena skimming penjualan terjadi diluar pencatatan. Tidak ada bukti audit langsung
untuk mengungkap . Untuk membuktikan penipuan tersebut harus dibuktikan dengan metode
tidak langsung, seperti analisis rasio atau perbandingan lainnya.
2-2. Dalam studi kasus Brian Lee, ahli bedah plastik, seperti apa skema skimming yang
dia lakukan?
Jawab: Dr Lee melakukan skema skimming penjualan. Dalam kecurangan ini klinik Dr Lee
menjalin kemitraan dengan beberapa dokter lain, dan semua pendapatan yang berasal dari
jasanya seharusnya diperuntukan mitranya. Karena lemahnya kontrol dan rekonsiliasi
periodik yang dilakukan oleh klinik, Dr Lee melakukan kecurangan dengan cara
menginstruksikan kepada pasiennya untuk membayar secara langsung pada dirinya. Skema
penipuannya terungkap secara tidak sengaja , karena telah banyak penipuan yang telah
dilakukannya.
2-3. Jika anda menduga skimming penjualan pada kasir, apakah yang salah satu hal
pertama yang akan anda periksa?
Jawab: Catatan kasir adalah salah satu hal yang pertama harus diperiksa. Dalam skema
skimming yang dilakukan oleh kasir, dia akan mengungkapkan tidak adanya penjualan di
daftar ketika ada sebuah penjualan dan dia mengambil uangnya. Pelanggan tidak diberi tanda
terima. Selain itu, jika terjadi banyak transaksi non-kas, maka patut dicurigai bahwa karyawan
tersebut mencuri.

2-4. Asumsikan klien yang memiliki kompleks apartemen kecil di kota yang berbeda
dari tempat tinggalnya telah menemukan bahwa manajer apartemen telah
menggelapkan penerimaan sewa, yang biasanya dibayar dengan cek. Manajer
mendukung pemeriksaan dengan cap sewa apartemen, kemudian didukung namanya
sendiri dan disimpan hasil ke rekening sendiri. Karena ukuran operasi, mempekerjakan

karyawan yang terpisah untuk menjaga buku-buku tidak praktis. Bagaimana skema
seperti ini dicegah di masa depan?
Jawab: Ada 2 langkah pencegahan untuk kasus tersebut. Pembayaran dari pelanggan harus
segera dikirim ke bank pemilik apartemen. Yang kedua tandai cek-cek perusahaan, pastikan
telah dibukukan agar manajer tidak bisa menyelewengakan pemasukan dari pelanggan.

2-5 Apa

kontrol yang paling efektif untuk mencegah piutang skimming?


Jawaban:Dalam hampir semua kasus piutang skimming, orang yang menangani uang dan
orang pembukuan adalah satu dan sama.Seorang karyawan yang membuka surat masuk
atau menangani uang tunai tidak diijinkan untuk memposting transaksi.
2-6Dalam

banyak kasus yang melibatkan menggelapkan, karyawan mencuri cek dari


surat masuk.Bagaimana kontrol yang baik untuk mencegah kejadian seperti itu?
Jawaban:Berikut

adalah beberapa kontrol dasar atas cek masuk:

Orang yang membuka surat harus independen dari kasir, petugas rekening piutang,

atau karyawan yang berwenang untuk memulai atau entri posting jurnal.

Surat yang belum dibuka tidak boleh disampaikan kepada karyawan yang memiliki

akses ke catatan akuntansi.

Karyawan yang membuka mail harus (1) Membatasi pengesahan pada cek yang

masuk;(2) menyiapkan daftar cek yang diterima;(3) meneruskan semua pengiriman uang ke
orang yang bertanggung jawab untuk menyiapkan dan membuat deposito bank;dan (4)
meneruskan daftar cek dengan seseorang yang dapat memeriksa untuk melihat apakah itu
setuju dengan deposito bank.

2-7Dalam

studi kasus Stefan Winkler, yang merupakan kepala keuangan untuk sebuah

perusahaan minuman di Florida, bagaimana dia menyembunyikan skema


menggelapkan nya?Bagaimana mungkin skema telah dicegah atau ditemukan?
Jawaban:Skema

Winkler adalah contoh klasik dari terlalu banyak kepercayaan yang diberikan
dalam satu karyawan.Perusahaan minuman menerima uang dari dua sumber yang berbeda:
deposito rute (penjualan tunai) dan deposito kantor (piutang).Rute penjual menyiapkan
deposito slip mereka sendiri yang menunjukkan uang tunai dan mata uang yang

dikumpulkan.Kantor personil yang terdaftar dan menyumbang cek yang diterima melalui
pos.Winkler dihapus mata uang dari deposito rute dan menggantinya dengan cek untuk
jumlah yang sama dari deposito kantor.Meskipun personil kantor terdaftar cek, mereka tidak
mempersiapkan slip-Winkler deposito melakukan itu.Akibatnya, ia akan memastikan bahwa
deposito bank setuju dengan jumlah uang yang masuk ke bank.
Untuk menutupi jejaknya dengan nasabah kredit, Winkler akan pembayaran lap yang
dilakukan oleh satu pelanggan untuk menutupi pencurian dari pelanggan lain.Dia juga akan
memberikan diskon yang tidak sah ke pelanggan kredit.Ketika Winkler dipecat karena alasan
lain, ia membuat penyesuaian buku besar lebih dari $ 300.000 dalam upaya sia-sia untuk
menutupi kekurangan.
Ada banyak petunjuk: Kekurangan pengendalian internal yang mencolok.Semua
uang tunai membuat berhenti di meja Winkler dalam perjalanan ke bank.Seandainya ada
pembagian tanggung jawab yang memadai, skema Winkler akan jauh lebih sulit untuk
dicapai.Ada diskon palsu yang berlebihan kepada pelanggan.Biaya penjualan telah keluar
dari garis dengan penjualan.Dan, seperti banyak penipu lain, Winkler hidup boros.Telah
sesama karyawan telah benar dididik tentang penipuan, mereka akan dengan mudah melihat
kenyataan bahwa Winkler mengendarai mobil $ 75.000 sebagai bendera merah.Juga,
mereka telah berkunjung ke rumahnya, mereka akan menyadari bahwa kepala keuangan
mereka tinggal di sebuah rumah yang terlalu mahal.
-oo0oo-

Empat Faktor Elemen Fraud Menurut Common Law :


1. Pernyataan palsu material
Pernyataan palsu material meliputi tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau
eksekutif suatu perusahaan atau instansi pemerintah untuk menutupi kondisi keuangan
yang sebenarnya dengan melakukan rekayasa keuangan (financial engineering) dalam
penyajian laporan keuangannya untuk memperoleh keuntungan atau mungkin dapat
dianalogikan dalam istilah window dressing.
2. Pengetahuan bahwa pernyataan itu palsu ketika diucapkan
Orang yang mengutarakan pernyataan tersebut secara sadar mengetahui bahwa
pernyataan tersebut adalah palsu. Dengan kata lain, pernyataan palsu diutarakan secara
sengaja.
3. Ketergantungan pada pernyataan palsu oleh korban
Saat pernyataan palsu diutarakan kepada seseorang, jika orang tersebut memercayai
pernyataan tersebut, maka hal itu dianggap sebuah fraud. Pelaku fraud
menyalahgunakan kepercayaan orang lain terhadapnya.
4. Kerusakan sebagai hasilnya
Apabila seseorang sudah memberikan pernyataan palsu dalam jumlah yang banyak,
tentu hasilnya akan sangat tidak sesuai dengan kenyataan seharusnya

Penjelasan Triangle Fraud mengenai mahasiswa yang menyontek pada saat ujian
Terdapat 3 elemen kunci (Triangle Fraud) yang mendasari seseorang melakukan
perbuatan fraud yaitu:
1. Tekanan (pressure), yang meliputi: tekanan karena faktor keuangan (financial
pressure), kebiasaan buruk yang dimilki seseorang, tekanan yang datang dari pihak
eksternal, dan tekanan lain-lain.
Tekanan yang dihadapi oleh Mahasiswa adalah mendapatkan IPK yang tinggi
tapi mereka tidak siap saat dihadapkan Ujian. Mereka juga beralasan bahwa tidak
mengerti atas materi yang sedang dipelajari sehingga sudah pasrah terhadap mata
kuliah tersebut.
2. Kesempatan (Opportunity), yang meliputi: adanya peluang, kurangnya pengendalian
untuk mencegah atau mendeteksi pelanggaran, ketidakmampuan untuk menilai
kualitas dari suatu kinerja, kegagalan dalam mendisiplinkan pelaku fraud,
ketidaktahuan, apatis, ataupun kemampuan yang tidak memadai dari korban fraud.
Pada saat ujian, seringkali pengawasan yang dilakukan oleh pengawas kurang
efektif. Hal ini menjadikan sebgaian mahasiswa bisa melakukan kecurangan dengan
leluasa. Selain itu, hape yang dimiliki masih bias diselipkan kedalam kantong tanpa

ada penggeledahan sebelumnya, sehingga mahasiswa masih dapat berkomunikasi satu


sama lain.
3. Rasionalisasi (rationalization), yaitu konflik internal dalam diri pelaku sebagai upaya
untuk mebenarkan tindakan fraud yang dilakukannya.
Banyak Mahasiswa yang melakukan membuat tindak kecurangan bias
dijadikan sebuah pembenaran. Selain itu sikap pengawas yang seakan acuh tak acuh
menjadikan mahasiswa berpikir bahwa tindakan menyontek diizinkan.