Anda di halaman 1dari 4

Beda Foto Asli dan Rekayasa

30 Maret 2008 in design grafis, tips, trik | Tags: beda foto asli rekayasa, design grafis, tutorial
adobe photoshop

Sekarang banyak sekali foto-foto syur tersebar di Internet. Bagaimana


cara membedakan itu foto asli atau rekayasa? Lima tahun lalu, saya
melihat foto-foto porno Siti Nurhaliza di Internet, waktu ini saya tidak
tahu sama sekali kalau foto itu bisa direkayasa. Dalam hati saya, kok bisa
ya Siti Nurhaliza yang suka melantunkan tembang-tembang Islami
berpose begitu? Sebenarnya ada cara-cara sederhana untuk mengetahui
beda foto asli atau rekayasa. Jika tips ini sudah tersebar ke masyarakat
luas, tentu foto Sandra Dewi tidak akan heboh banget seperti sekarang.
Sandra Dewi pun tidak perlu menangis, karena orang-orang yang melihat
fotonya yang vulgar akan langsung bilang, “ah ini rekayasa saja”. Berikut
ini tips-tips untuk membedakan foto asli dan rekayasa.

1. Meta data

Untuk membaca meta data sebuah file gambar, Anda bisa menggunakan Adobe Photoshop
(Tutorial Adobe Photoshop klik di sini). Buka menu File -> File Info. Dalam foto yang asli
bidikan kamera, ada informasi yang dapat dibaca di bagian Camera Data. Jika foto ini hasil
rekayasa, biasanya tidak ada informasi Camera data. Foto yang asli dan bertanggung jawab, juga
menyertakan data IPTC, History, dan Origin. Meskipun dengan meta data kita bisa mengetahui
foto yang asli atau bukan, sebuah foto hasil rekayasa juga bisa dimasukkan meta data yang mirip
foto yang asli.

2. Sumber cahaya yang berbeda


Pada foto yang asli, sumber cahaya datang dari satu arah dan sama. Misalnya sama-sama cahaya
matahari atau lampu. Intensitas cahaya yang berbeda antar bagian juga menunjukkan foto
tersebut hasil rekayasa.

Misalnya dalam potongan foto di atas, terlihat cahaya datang tepat dari depan mengenai wajah,
cahaya datang dari atas mengenai bantal. Kemudian ada bayang-bayang di bantal yang
menandakan cahaya berasal dari samping kiri. Arah sumber cahaya yang berbeda-beda ini
menyimpulkan bahwa foto ini adalah rekayasa.

3. Pola yang tidak sama

Sebuah foto asli dalam format JPG, seharusnya memiliki pola yang sama baik itu di bagian
wajah, tubuh, atau background. Pola ini dapat dilihat jika foto tersebut di zoom hingga kelihatan
piksel-pikselnya. Dalam contoh ini, pola wajah terlihat sangat halus, dan pola background
terlihat sangat kasar.

4. Efek blur
Dengan menggunakan Adobe Photoshop atau software pengolah gambar yang lain, zoom sebuah
foto hingga setiap satu piksel kelihatan jelas (misalnya zoom 1000%). Piksel-piksel yang baur,
menunjukkan foto itu telah direkayasa dengan efek blur. Contoh berikut ini menunjukkan bahwa
daerah 1 adalah asli, sedangkan daerah 2 adalah rekayasa.

5. Perbatasan yang tidak sempurna

Foto hasil rekayasa yang merupakan gabungan dua buah foto atau lebih, misalnya wajahnya
milik artis tertentu tetapi tubuhnya milik orang lain, memiliki perbatasan (sambungan) yang
kurang sempurna (misalnya di bagian leher atau dagu, badan dengan background).
6. Perbedaan warna kulit

Foto Jihan Fahira ini menunjukkan foto rekayasa, Karena perbedaan warna kulit antara wajah
dengan leher atau tubuh. Juga berbeda dari arah datang cahaya dan intensitas cahaya.

7. Proporsi tubuh

Foto asli, selalu memberikan proporsi tubuh yang ideal, misalnya perbandingan kepala dengan
leher, perbandingan kepala dengan badan. Jika orang yang merekayasa foto kurang terampil,
perbandingan yang ada tidak natural.

8. Logika

Meskipun kita telah menggunakan teknik-teknik di atas atau yang lebih canggih (analisis
histogram, error level, dan gray level) untuk menyelidiki suatu foto itu asli atau rekayasa, jika
orang yang merekayasa foto tersebut sangat mahir, hasil fotonya kelihatan benar-benar asli dan
natural. Dalam kasus ini kita menggunakan logika sebagai manusia, misalnya:

1. Tidak mungkin RS telanjang di depan kamera, jika Anda melihat foto tersebut, pasti itu
foto rekayasa.
2. Siti Nurhaliza memiliki bentuk tubuh yang ideal, jika Anda melihatnya berbeda dalam
beberapa foto, berati salah satu dari foto itu adalah rekayasa.
3. Tidak mungkin Artika Sari Dewi berada di ruang ganti bersama dengan waria.