Anda di halaman 1dari 3

TUGAS KIMIA KOMPUTASI

SPEKTRA INFRA MERAH ASETALDEHIDA

Disusun oleh :
Nama

: Muthia Rahayu Iresha

NIM

: 13/352481/PA/15665

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

SPEKTRA INFRA MERAH ASETALDEHIDA

I.

TUJUAN
Menghitung dan menandai spektra vibrasi menggunakan CNDO, AM1, PM3, MNDO,
dan INDO.

II.

DASAR TEORI
Salah satu gagasan dasar teori kuantum adalah bahwa sebuah molekul tak boleh memiliki
energi dalam dengan kuantitas sebarang apa saja, tetapi molekul itu hanya dapat ada
dalam keadaan-keadaan energi diizinkan yang tertentu. Jika sebuah molekul harus
menyerap energi dan dinaikkan ke tingkat energi yang lebih tinggi, molekul itu harus
menyerap suatu energi yang ditetapkan. Bila molekul-molekul disinari dengan banyak
panjang gelombang, mereka akan mengambil dari dalam berkas masuk, panjang-panjang
gelombang yang berpadanan dengan foton-foton yang energinya tepat untuk peralihan
(transisi) energi molekul, dan panjang-panjang gelombang lain akan diteruskan begitu
saja.
Tingkat-tingkat energi vibrasi terpisah agak lebih jarang dan diperlukan foton yang lebih
berenergi vibrasi molekul. Absorpsi karena transisi vibrasi terlihat dalam daerah infra
merah spektrum. Bagaimanapun perubahan vibrasi murni tidak teramati, karena transisitransisi rotasi berimpit pada mereka. Jadi spektrum pengabsorpsi vibrasi yang khas akan
terdiri dari pita-pita yang kompleks, bukannya garis-garis tunggal (Day and Underwood,
2002). Aldehida dapat dideskripsikan sebagai hasil dehidrogenasi alkohol primer. Salah
satu contoh dari aldehida yaitu asetaldehid. Asetaldehid merupakan produk dari
dehidrogenasi etanol. Dalam industri, asetaldehid tidak dibuat dari etanol tetapi melalui
oksidasi etilena, menggunakan katalis PdCl2. (Oxtoby, 2003)

III.

PROSEDUR KERJA

1. Gambarlah molekul dengan menu draw, klik dan geser untuk membuat
struktur tanpa hidrogen.Untuk meletakkan atom O ke dalam struktur, L-klik
ganda pada menu draw. Anda akan mendapatkan tabel periodic.Klik ganda
pada atom yang dipilih dan tambahkan atom tersebut ke posisi yang
diinginkan. Untuk membuat ikatan rangkap dua L-klik pada ikatan tunggal.
Dipilih Add H& Build pada menu Model Build.
2. Dipilih setup, semiempirical dan PM3. klik OK. Dipilih compute dan
kemudian Geometry Optimization, ganti RMS gradient menjadi 1050
maximum cycle.
3. Dipilih compute dan kemudian Vibration, Rotation Analysis. Setelah
perhitungan selesai, dipilih Vibrational Spectrum.
4. Diklik pada Animate Vibrations dan diatur Normal Mode sehingga
frekuensinya mendekati teoritis, klik Apply untuk visualisasi gerakan vibrasi,
untuk menghentikan vibrasi ,dipilih cancel.
5. Untuk setiap molekul, dicari mode vibrasi yang berhubungan dengan ikatan
yang disajikan pada tabel. Percobaan diulang dengan mengganti mode pada
setup, semiempirical dan pilih CNDO dan AM1 lalu cara kerja diulangi
kembali hingga didapatkan spektra vibrasi asetaldehid.

IV.

HASIL PERCOBAAN

Asetald
ehida

Bil. Gel.
CNDO
Experimen
tal (cm-1)
O=C-H 1700,2800 1513,3
C=O
1710
2882,52

AM1

PM3

MNDO

INDO

Gerakan
Vibrasi

1358,84
2057,82

1217,75
1983,76

1409,05
2125,43

1531,87
2848,64

bending
stretching

V.

PEMBAHASAN
Pada percobaan ini digunakan 5 metode pada semi empirical yaitu CNDO, AM1,
PM3, MNDO, dan INDO. Pada proses penyerapan, energi yang diserap akan
menaikkan amplitudo gerakan vibrasi ikatan dalam molekul, hanya ikatan yang
mempunyai momen dipol yang dapat menyerap radiasi infra merah (IR). Tidak
ada 2 molekul yang berbeda strukturnya akan punya bentuk serapan IR yang
persis sama. Kegunaan dari spektrum IR adalah memberikan keterangan tentang
molekul. Serapan setiap ikatan diperoleh dalam bagian-bagian kecil tertentu dari
daerah vibrasi IR. Kisaran serapan yang kecil dapat digunakan untuk menentukan
setiap tipe ikatan. Vibrasi rentangan asimetri terjadi pada frekuensi yang lebih
tinggi bila dibandingkan dengan frekuensi bengkokan.
Ikatan yang lebih kuat akan bervibrasi pada frekuensi yang lebih tinggi bila
dibandingkan dengan ikatn yang lebih lemah. Lalu, ikatan yang terjadi pada atomatom yang lebih kecil juga seperti itu. Ikatan rangkap 3 antara 2 atom yang sama
lebih kuat dan punya frekuensi vibrasi yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan
ikatan rangkap 2 atau ikatan tunggal. Urutan kekutan ikatan sp>sp2>sp3. Dari
hasil percobaan yang didapatkan, harga frekuensi vibrasi dari senyawa
asetaldehida yang paling mendekati eksperimental adalah pada metode INDO
serta pada metode PM3 dimana frekuensi vibrasi eksperimental pada senyawa
asetaldehida pada ikatan O=C-H sebesar 1700, 2880 cm-1 dan pada ikatan C=O
sebesar 1710 cm-1. Pada hasil frekuensi vibrasi yang terhitung paling mendekati
dengan eksperimental yaitu pada metode INDO dimana pada ikatan O=C-H
sebesar 1531,87 cm-1 dengan gerakan vibrasi berupa bending dan pada ikatan C=O
yang paling mendekati eksperimental yaitu pada metode PM3 dengan frekuensi
vibrasi sebesar 1983,76 cm-1 dan gerakan vibrasi berupa stretching.

VI.

KESIMPULAN
Frekuensi vibrasi molekul asetaldehid pada ikatan O=C-H dengan metode CNDO,
AM1, PM3, MNDO, dan INDO secara berturut-turut sebesar 1513,3 cm-1;
1358,84 cm-1; 1217,75 cm-1; 1409,05 cm-1; dan 1531,87 cm-1 dengan gerakan
vibrasi berupa bending. Frekuensi vibrasi pada ikatan C=O secara berturut-turut
sebesar 2882,52 cm-1; 2057,82 cm-1; 1983,76 cm-1; 2125,43 cm-1; dan 2848,64
cm-1 dengan gerakan vibrasi berupa stretching.

VII.

DAFTAR PUSTAKA
Day, R.A., and Underwood, A.L., 2002, Analisis Kimia Kuantitatif, Erlangga,
Jakarta.
Oxtoby, Gillis, Nachtrieb, 2003, Prinsip-Prinsip Kimia Modern Edisi 4 Jilid 2,
Erlangga, Jakarta.