Anda di halaman 1dari 25

Elektrofor

esis
Dra .Harlia,MSi
FMIPA UNTAN
2013

Elektroforesis
Elektroforesis adalah teknik pemisahan
komponen atau molekul bermuatan
berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya
dalam sebuah medan listrik
Medan listrik dialirkan pada suatu medium
yang mengandung sampel yang akan
dipisahkan.
Teknik ini dapat digunakan dengan
memanfaatkan muatan listrik yang ada pada
makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan
negatif.

Jika molekul yang bermuatan


negatif dilewatkan melalui
suatu medium, kemudian dialiri
arus listrik dari suatu kutub ke
kutub yang berlawanan
muatannya maka molekul
tersebut akan bergerak dari
kutub negatif ke kutub positif.

Kecepatan gerak molekul tersebut tergantung pada


nisbah muatan terhadap massanya serta
tergantung pula pada bentuk molekulnya. [
Pergerakan ini dapat dijelaskan dengan
gaya Lorentz, yang terkait dengan sifat-sifat dasar
elektris bahan yang diamati dan kondisi elektris
lingkungan:
F
q
E

adalah
adalah
adalah

gaya Lorentz,
muatan yang dibawa oleh objek
medan listrik

Secara umum, elektroforesis digunakan untuk


memisahkan, mengidentifikasi, dan memurnikan
fragmen DNA

Teknik Elektroforesis

Jenis elektroforesis
1. Elektroforesis kertas
adalah jenis elektroforesis yang
terdiri dari kertas sebagai fase
diam dan partikel bermuatan
yang terlarut sebagai fase
gerak, terutama ialah ion-ion
kompleks. [4]

Pemisahan ini terjadi akibat


adanya gradasi konsentrasi
sepanjang sistem pemisahan. [4]
Pergerakan partikel dalam kertas
tergantung pada muatan atau
valensi zat terlarut, luas
penampang, tegangan yang
digunakan, konsentrasi elektrolit,
kekuatan ion, pH, viskositas, dan
adsorpsivitas zat terlarut.

Elektroforesis Kertas

2. Elektroforesis gel
elektroforesis yang menggunakan gel
sebagai fase diam untuk memisahkan
molekul-molekul. [6] Awalnya elektoforesis
gel dilakukan dengan medium gel kanji
(sebagai fase diam) untuk memisahkan
biomolekul yang lebih besar seperti protein
-protein. [6] Kemudian elektroforesis gel
berkembang dengan menjadikan agarosa
dan poliakrilamida sebagai gel media

Secara prinsip, teknik ini


mirip dengan kromatografi
:memisahkan campuran
bahan-bahan berdasarkan
perbedaan sifatnya.
Dalam elektroforesis gel,
pemisahan dilakukan
terhadap campuran bahan
dengan muatan listrik yang
berbeda-beda (menggunakan
prinsip dalam elektroforesis).

Perangkat elektroforesis gel

Hasil Gel Elektroforesis

Cara kerja Elektroforesis Gel


Dalam elektroforesis gel terdapat dua
material dasar yang disebut fase diam
dan fase bergerak (eluen).
Fase diam berfungsi "menyaring" objek
yang akan dipisah, sementara fase
bergerak berfungsi membawa objek
yang akan dipisah.
Sering kali ditambahkan larutan
penyangga pada fase bergerak untuk
menjaga kestabilan objek
elektroforesis gel.
Elektroda positif dan negatif
diletakkan pada masing-masing ujung
aparat elektroforesis gel.

Elektroforesis protein

Elektroforesis protein

lanjutan
Zat yang akan dielektroforesis dimuat
pada kolom-kolom (disebut well atau
"sumur") pada sisi elektrode negatif.
Apabila aliran listrik diberikan, terjadi
aliran elektron dan zat objek akan
bergerak dari elektrode negatif ke arah
sisi elektrode positif. Kecepatan
pergerakan ini berbeda-beda,
tergantung dari muatan dan berat
molekul DNA. Kisi-kisi gel berfungsi
sebagai pemisah. Objek yang berberat
molekul lebih besar akan lebih lambat
berpindah.

Polyacrilamida
Gel Elektroforesis
(PAGE) -SDS

Elektroforesis
gelpoliakrilamid(PAGE),
merupakan teknik yang banyak
digunakan dalambiokimia,forensik,
genetika,biologi molekulerdan
bioteknologi untuk memisahkan biologi
makromolekul, seperti proteinatau
asam nukleat, berdasarkan
mobilitas elektroforesis.
Mobilitas merupakan fungsi dari panjang,
konformasi dan muatan molekul.

Bahan bahan yang diperlukan


Polyarilamida suatu polimer yang digunakan
sebahai gel
sumber radikal bebas dan stabilisator, seperti
ammonium persulfatdanTEMEDditambahkan
selama prosepolymerisasi akrilamida
SDS ( sodium dodesil sulfat ) atau urea , kedua
senyawa is ni berperan sebagai denaturant
SDS adalah detergent anionik yang dapat
memfraksinasi protein
Urea bisa digunakan untuk mendenaturasi
asam nukleat ( dalam analisis DNA)

Bahan bahan yang diperlukan


Zat zat pereduksi seperti
dithiothreitol (DTT)atau
2-mercaptoethanol (beta-mercaptoethanol /
BME)

Butanol untuk menghilangkan delembung


udara
Pewarnaan noda untuk protein, paling sering
denganCoomassie Brilliant BlueR-250, atau
bromophenol blue dan untuk asam nukleat,
etidium bromida, atau baik,noda perak),

Persiapan sampel

Mempersiapkan gel polyacrilamida

Elektroforesis

Dua SDS-PAGE-gel setelah berjalan selesai