Anda di halaman 1dari 15

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

IKATAN ALUMNI TEKHNOLOGI LABORATORIUM KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

MUKADIMAH
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan dijiwai semangat kebersamaan dan kekeluargaan
serta tanggungjawab dengan ini kami Alumni DIV Analis Kesehatan UNIMUS memiliki
tanggung jawab terhadap perkembangan almamater untuk membentuk sebuah wadah berhimpun,
guna menghimpun alumni DIV Analis Kesehatan UNIMUS yang tersebar di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu dibentuk wadah organisasi yang memungkinkan alumni DIV Analis Kesehatan
UNIMUS dapat saling berkomunikasi, memelihara, dan mempererat hubungan antara alumni
dengan alumni, dan antara alumni dengan almamaternya, serta untuk mewujudkan nilai-nilai
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam kehidupan keprofesian.
Bahwa para Analis Kesehatan merupakan salah satu pilar dan unsur kekuatan pembangunan
nasional di bidang kesehatan pada umumnya dan bidang laboratorium pada khususnya
mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang sama dengan unsur-unsur kekuatan
pembangunan yang lain dalam mewujudkan tujuan nasional khususnya dibidang yang berkaitan
dengan profesinya.
Bahwa kami para Analis Kesehatan adalah bagian dari masyarakat profesional dan masyarakat
Indonesia umumnya, maka berkewajiban untuk mengambil peran serta secara aktif, terarah dan
terpadu bagi pembangunan nasional. Untuk tercapainya maksud tersebut dipandang perlu
membentuk suatu wadah berupa satu organisasi alumni DIV Analis Kesehatan.
Kemudian dalam rangka mencapai kesempurnaan perangkat organisasi, dibentuk Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai berikut :

ANGGARAN DASAR
IKATAN ALUMNI TEKHNOLOGI LABORATORIUM KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

B AB I
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
Organisasi ini bernama : Ikatan Alumni Tekhnologi Analis Kesehatan yang kemudian disingkat
IKATELKES
Pasal 2
Organisasi didirikan pada tanggal 23 September 2014 di Semarang, untuk jangka waktu yang
tidak terbatas.
Pasal 3
Organisasi berkedudukan di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia

BAB I I
AZAS, DASAR DAN TUJUAN
Pasal 4
IKATELKES berasaskan Pancasila dan UUD 1945.
Pasal 5
Ikatan Alumni Tekhnologi Laboratorium Kesehatan (IKATELKES) adalah organisasi yang
berdasarkan profesi dan sosial kemasyarakatan.
Pasal 6
Ikatan Alumni Tekhnologi Laboratorium Kesehatan disingkat IKATELKES didirikan dengan
tujuan :

1. Menggalang, mempererat persatuan dan tali persaudaraan sesama alumni DIV analis
kesehatan UNIMUS serta organisasi lain atau yang sejenis dalam rangka kerjasama yang
saling menguntungkan, baik nasional maupun internasional.
2. Membina dan melindungi anggota serta mengembangkan, meningkatkan pendidikan,
pengetahuan dan ketrampilan dalam rangka profesionalisme.
3. Memperjuangkan dan memelihara kepentingan serta kedudukan analis kesehatan sesuai
dengan harkat dan martabat profesi.
4. Bermitra dengan pemerintah dan swasta yang berhubungan dengan laboratorium
kesehatan dalam rangka pengembangan kebijakan pembangunan nasional.
5. Melaksanakan usaha-usaha untuk kesejahteraan anggota sepanjang tidak bertentangan
dengan dasar organisasi.
B A B III
ATRIBUT
jk
Pasal 7
Atribut organisasi terdiri dari Lambang, Panji, Bendera, Seragam, dan Perlengkapan lainnya
yang ditetapkan oleh Musyawarah Nasional.
B A B IV
STATUS DAN PERAN
Pasal 8
Ikatan Alumni Tekhnologi Laboratorium Kesehatan merupakan organisasi profesi tenaga
Analis Kesehatan berbagai jenjang alumni DIV Analis Kesehatan UNIMUS.
Pasal 9
Wisudawan baru secara otomatis adalah anggota Ikatan Alumni Tekhnologi Laboratorium
Kesehatan.
BAB V
ORGANISASI
Pasal 10
Organisasi Ikatan Alumni Tekhnologi Laboratorium Kesehatan disingkat IKATELKES terdiri
dari organisasi tingkat pusat dan organisasi tingkat cabang.

BAB V
KEPENGURUSAN
Pasal 11
Pengurus Tingkat Pusat
Pengurus organisasi tingkat Pusat bernama Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Tekhnologi
Laboratorium Kesehatan disingkat DPP IKATELKES.
Pasal 12
Pengurus Tingkat Cabang
Pengurus organisasi tingkat kabupaten/kota bernama Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Alumni
Tekhnologi Laboratorium Kesehatan disingkat DPC IKATELKES.
BAB VI
DEWAN PEMBINA
Pasal 13
1. Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Cabang Ikatan
Alumni Tekhnologi Laboratorium Kesehatan perlu mengangkat Dewan Pembina.
2. Hak dan Wewenang Dewan Pembina diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
BAB VII
KEANGGOTAAN
Pasal 14
Keanggotaan Ikatan Analis Kesehatan Indonesia disingkat IAKI meliputi :
1. Anggota Biasa
2. Anggota Luar Biasa

3. Anggota Kehormatan
BAB VIII
QUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 15
1)

Musyawarah dan rapat-rapat adalah sah, apabila :


1. Rapat Pengurus sah apabila dihadiri lebih dari setengah jumlah pengurus.
2. Rapat anggota sah apabila dihadiri lebih dari setengah jumlah anggota.

2) Pengambilan keputusan pada dasarnya diusahakan sedapat mungkin secara musyawarah


untuk mencapai mufakat dan atau diambil berdasarkan suara terbanyak.
BAB IX
MUSYAWARAH
Pasal 16
Musyawarah Nasional
1)

Musyawarah Nasional merupakan Lembaga pemegang kekuasaan tertinggi organisasi.

2)

Musyawarah Nasional mempunyai kewenangan :


1. Menetapkan dan atau mengubah Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Kode
Etik Organisasi.
2. Menetapkan Program Umum Organisasi.
3. Menilai pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Pusat.
4. Memilih / menetapkan Dewan Pimpinan Pusat.
5. Menetapkan keputusan-keputusan lain yang ditetapkan secara musyawarah.

3)

Musyawarah Nasional diadakan setiap 3 (tiga) tahun.

4) Tempat dan waktu Musyawarah Nasional ditetapkan oleh keputusan Musyawarah Nasional
sebelumnya.
Pasal 17
Musyawarah Nasional Luar Biasa

1) Musyawarah Nasional Luar Biasa diadakan apabila kelangsungan hidup organisasi dinilai
dalam keadaan sangat tidak menguntungkan.
2) Mempunyai kekuasaan dan kewenangan yang sama dengan Musyawarah Nasional.
3) Diadakan oleh Dewan Pimpinan Pusat berdasarkan permintaan sekurang-kurangnya dua
pertiga dari jumlah Dewan Pimpinan Cabang.
Pasal 18
Musyawarah Cabang
1) Musyawarah Cabang merupakan Lembaga pemegang kekuasaan tertinggi organisasi di
tingkat Cabang.
2)

Musyawarah Cabang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang.

3)

Musyawarah Cabang mempunyai kewenangan :


1. Menilai pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Cabang.
2. Menyusun Program Kerja Cabang yang mengacu pada Program Kerja Pusat.
3. Memilih Dewan Pimpinan Cabang.
4. Menetapkan keputusan-keputusan lainnya sesuai dalam batas wewenang untuk tingkat
Cabang.

4)

Musyawarah Cabang diadakan setiap 3 (tiga) tahun.

BAB X
RAPAT KERJA
Pasal 19
Rapat Kerja
1)

Rapat Kerja Nasional merupakan Rapat Reguler Organisasi tingkat Nasional.

2)

Rapat Kerja Nasional diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat.

3)

Rapat Kerja Nasional mempunyai wewenang mengambil keputusan selain yang menjadi
wewenang Musyawarah Nasional.

4)

Rapat Kerja Nasional diadakan minimal sekali dalam satu periode kepengurusan.

Pasal 20
Rapat Kerja Cabang
1)

Rapat Kerja Cabang merupakan Rapat Reguler Organisasi tingkat Cabang.

2)

Rapat Kerja Cabang diadakan oleh Dewan Pimpinan Cabang.

3)

Rapat Kerja Cabang mempunyai wewenang mengambil keputusan selain yang menjadi
wewenang Musyawarah Cabang.

4)

Rapat Kerja Cabang diadakan minimal sekali dalam satu periode kepengurusan

BAB XI
RAPAT PENGURUS
Pasal 21
Rapat Pengurus Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Cabang diadakan sekurangkurangnya satu kali dalam 6 (enam) bulan.
BAB XII
KEUANGAN DAN KEKAYAAN
Pasal 22
Keuangan dan kekayaan organisasi diperoleh dari :
1)

Uang Pangkal dan Iuran bulanan anggota.

2)

Sumbangan, warisan, hibah, wasiat serta bantuan lainnya yang sah dan tidak mengikat.

3)

Usaha-usaha dan pendapatan lainnya yang sah.

BAB XIII
PEMBUBARAN ORGANISASI
Pasal 23
1)

Organisasi ini hanya dapat dibubarkan oleh keputusan Musyawarah Nasional atau
Musyawarah Nasional Luar Biasa atas persetujuan sekurang-kurangnya dua pertiga dari
jumlah Cabang.

2)

Bila organisasi ini dibubarkan maka kekayaan dapat deserahkan kepada badan-badan sosial
di Indonesia.
BAB XIV
MAJELIS KODE ETIK
Pasal 24

1)

Untuk membina dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik perlu dibentuk Majelis Kode Etik.

2)

Angota Majelis Kode Etik berjumlah ganjil dan sekurang-kurangnya terdiri dari 3 (tiga)
orang.

3)

Anggota Majelis Kode Etik berasal dari anggota yang dianggap berpengalaman.

BAB XV
ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 25
1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Dasar ini akan ditetapkan dalam Anggaran
Rumah Tangga.
2) Ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan
Anggaran Dasar.

BAB XVI
MULAI BERLAKUNYA ANGGARAN DASAR
Pasal 26
Anggaran Dasar yang telah disempurnakan pada MUNAS I dan berlaku sejak tanggal
ditetapkan.
Ditetapkan di : Semarang
Pada tanggal : 23 September 2014

Pimpinan Sidang

Ketua

Wakil Ketua

Sekretaris

ANGGARAN RUMAH TANGGA


BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Anggota adalah lulusan dan berijazah Pendidikan DIV Analis Kesehatan UNIMUS.

BAB II
KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA
Pasal 2
Kewajiban Anggota
1. Tunduk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
2. Menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan organisasi
3. Mendukung dan aktif melaksanakan kegiatan program organisasi
4. Membayar uang pangkal dan iuran bulanan
Hak Anggota
1. Hak berbicara dan hak bersuara
2. Hak memilih dan dipilih menjadi anggota pengurus
3. Hak membela diri
4. Hak mendapat pembinaan, perlindungan dan pembelaan organisasi
5. Ikut merasakan kesejahteraan sosial sebagai hasil usaha dan upaya organisasi

BAB III
TATA CARA PENERIMAAN ANGGOTA
Pasal 3
Penerimaan anggota biasa pengurus Cabang setempat melalui pendaftaran tertulis dan
pernyataan persetujuan terhadap AD/ART
BAB IV
RANGKAP ANGGOTA DAN RANGKAP JABATAN
Pasal 4
Pada keadaan tertentu anggota Ikatan Alumni Tekhnologi Laboratorium Kesehatan dapat
merangkap menjadi anggota atau rangkap jabatan pada organisasi lain sepanjang tidak
bertentangan dengan AD/ART
Pasal 5
Penilaian dan pemberian sangsi terhadap anggota yang merangkap jabatan dan menjadi anggota
organisasi lain dan secara nyata melakukan perbuatan yang tercela dan bertentangan dengan
AD/ART Ikatan Alumni Tekhnologi Laboratorium Kesehatan dilakukan oleh Majelis Kode Etik.
BAB V
KEHILANGAN KEANGGOTAAN
Pasal 6
1. Dinyatakan kehilangan keanggotaan karena meninggal dunia, atas permintaan sendiri,
diberhentikan
2. Pemberhentian atas permintaan sendiri hanya tertulis kepada pengurus Cabang sekurangkurangnya satu bulan sebelumnya dan diketahui oleh pengurus Pusat setempat
BAB VI
SKORSING DAN PEMBERHENTIAN

Pasal 7
Anggota dapat diskorsing atau diberhentikan oleh majelis kode etik karena :
1. Bertindak bertentangan atau mencemarkan nama baik Ikatan Alumni Tekhnologi
Laboratorium Kesehatan dilakukan oleh Majelis.
2. Anggota yang diskorsing atau diberhentikan diberi kesempatan untuk meminta bantuan Badan
Pembinaan dan Pembelaan Anggota.
3. Skorsing dan Pemberhentian serta tata cara pembelaan akan diatur dalam ketentuan dan
peraturan yang telah ditetapkan.
BAB VII
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 8
1. Pengurus Organisasi tingkat Pusat dinamakan Dewan Pimpinan Ikatan Alumni Tekhnologi
Laboratorium Kesehatan disingkat DPP IKATELKES.
2. Susunan Pengurus Pusat adalah sebagai berikut :
a. Dewan Pembina
b. Ketua Umum
c. Ketua-ketua
d. Sekretaris Umum
e. Sekretaris-sekretaris
f. Bendahara Umum
g. Bendahara
h. Ketua-ketua Bidang
i. Wakil Ketua Bidang
3. Ketua pimpinan Pusat dapat dipilih untuk 2 kali periode kepengurusan.
Pasal 9

1. Pengurus Organisasi tingkat Propinsi dinamakan Dewan Pimpinan Cabang Pimpinan Ikatan
Alumni Tekhnologi Laboratorium Kesehatan disingkat DPP IKATELKES.
2. Susunan Pengurus Cabang adalah sebagai berikut :
a. Penasehat
b. Ketua
c. Wakil ketua
d. Sekretaris
e. Wakil sekretaris
f. Bendahara
g. Wakil Bendahara
h. Ketua seksi
3. Ketua pimpinan Cabang dapat dipilih untuk 2 kali periode kepengurusan.
Pasal 10
1. Pengurus Organisasi tingkat kabupaten/kota dinamakan Dewan Pimpinan Cabang Ikatan
Ikatan Alumni Tekhnologi Laboratorium Kesehatan disingkat DPC IKATELKES
2. Susunan Pengurus Cabang adalah sebagai berikut :
1. Penasehat
2. Ketua
3. Wakil ketua
4. Sekretaris
5. Bendahara
6. Seksi seksi
3. Ketua pimpinan cabang dapat dipilih untuk 2 kali periode kepengurusan.

BAB VIII
MAKSUD DAN TUJUAN KEPENGURUSAN

Pasal 11
1. Memudahkan koordinasi antar anggota
2. Memudahkan sosialisasi agenda program organisasi
3. Tempat untuk pembinaan dan pengkaderan kepemimpinan dalam rangka kebutuhan organisasi
di masa depan.
4. Untuk kelancaran organisasi tidak dibenarkan rangkap jabatan pada jenjang diatasnya.
5. Semua pengurus wilayah dan Pusat adalah anggota cabang yang terdekat dari tempat
tinggal/instansi terdekat.
PENUTUP
Pasal 17
1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga akan diatur dan ditetapkan oleh
Dewan Pimpinan Pusat.
2. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.