Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Pokok Pembahasan

: Senam Reumatik

Sasaran

: Klien Ny. E

Hari/tanggal

: Rabu, 22 April 2015

Tempat

: Panti Wreda Pangeran Hidayatullah Cianjur

Pukul

: 09.00-09.30

Penyuluh

: HERDI HERDIYANA

A. Tujuan
Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang senam reumatik diharapkan klien
mengetahui tentang cara senam reumatik.

Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan klien mampu :
1. Menjelaskan pengertian senam reumatik
2. Mengetahui tujuan senam reumatik
3. Mengetahui Indikasi senam Reumatik
4. Mengetahui Manfaat Olahraga bagi Lansia
5. Mendemontrasikan senam Reumatik
B. Materi (terlampir)
Materi penyuluhan yang akan disampaikan meliputi :
1. Pengertian senam reumatik
2. Tujuan senam reumatik
3. Indikasi senam Reumatik
4. Manfaat Olahraga bagi Lansia
5. Langkah-langkah senam Reumatik
C. Media
Leaflet
D. Metode Penyuluhan
Ceramah
Tanya jawab
E. Setting Tempat

KETERANGAN

: Penyuluh
: Peserta
F. Kegiatan Penyuluhan
No
1.

2.

Waktu
5 menit

15 menit

Kegiatan Penyuluh
Pembukaan :
- Membuka

kegiatan

Kegiatan Peserta

dengan -

mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri
Menjelaskan
tujuan

penyuluhan
Menyebutkan kontrak
Menyebutkan materi

akan diberikan
Menggali pengetahuan klien

Media

Menjawab salam
Mendengarkan
Memperhatikan

- Leaflet

- Leaflet

dari

yang

tentang senam rematik


Pelaksanaan :
-

Menjelaskan pengertian senam -

Menyimak

rematik
Menjelaskan

penjelasan dan

rematik
Menjelaskan cara-cara senam

tujuan

senam

rematik
-

Mampu

mendemonstrasikan

Memberi kesempatan kepada -

klien untuk bertanya


Memberikan
reinforcement

pertanyaan seputar
materi

senam rematik

positif

demonstrasi
Mengajukan

kepada

klien

Mengikuti
demonstrasi
Menjawab
pertanyaan

yang

bertanya
Memberikan pertanyaan lisan
kepada klien tentang senam

3.

5 menit

rematik
Evaluasi :
- Memperhatikan
-

Mengevaluasi materi yang

telah di sampaikan
Menanyakan umpan balik
Memberikan kesempatan

- Leaflet
penjelasan
- Menjawab pertanyaan
dan

memberikan

umpan balik
kepada peserta untuk bertanya - Mendemonstrasikan
Menyimpulkan materi yang
cara senam rematik
2

telah di sampaikan
Melakukan rencana tindak

lanjut
Menutup acara dan

- Menjawab salam

mengucapkan salam

G. Evaluasi Lisan
Setelah di lakukan penyuluhan terkait senam rematik, klien mampu menjawab pertanyaan sebagai
berikut :
a.
b.
c.
d.

Pengertian senam rematik


Tujuan senam rematik
Cara-cara senam rematik
Mendemonstrasikan senam rematik
Cianjur, 22 April 2015
Pembimbing

Praktikan

(HERDI HERDIYANA)

BAB III
MATERI
1. PENGERTIAN
Menurut Hidayat (2002) senam didefinisikan sebagai suatu latihan tubuh yang dipilih dan
dikonstruk dengan sengaja, dilakukan secara sadar dan terencana, disusun secara sistematis
dengan tujuan meningkatkan kesegaran jasmani, mengembangkan keterampilan, dan
menanamkan nilai-nilai mental spiritual. Penelitian lain dikemukakan oleh Werner (2000) yang
menyebutkan bahwa senam adalah bentuk latihan tubuh pada lantai dan pada alat yang dirancang
untuk menigkatkan daya tahan, kekuatan, kelentukan, kelincahan, koordinasi serta kontrol tubuh.
Lansia atau usia tua adalah periode dimana organisme telah mancapai kemasakan dalam ukuran
dan fungsi dan juga telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu (Ahmadi, 2009).
Senam lansia adalah olahraga ringan dan mudah dilakukan, tidak memberatkan yang
diterapkan pada lansia. Aktifitas olahraga ini akan membantu tubuh agar tetap bugar dan tetap
segar karena melatih tulang tetap kuat, memdorong jantung bekerja optimal dan membantu
menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh.
Senam reumatik adalah Suatu gerakan yang dilakukan secara teratur dan terorganisasi bagi
penderita rematik.
3

2. JENIS SENAM LANSIA


Jenis-jenis senam lansia yang biasa diterapkan, meliputi :
a)

Senam kebugaran lansia

b)

Senam otak

c)

Senam osteoporosis

d)

Senam hipertensi

e)

Senam diabetes mellitus

f)

Olahraga rekreatif/jalan santai.

3. MANFAAT OLAHRAGA BAGI LANSIA


Semua senam dan aktifitas olahraga ringan tersebut sangat bermanfaat untuk menghambat proses
degeneratif/penuaan. Senam ini sangat dianjurkan untuk mereka yang memasuki usia pralansia
(45 thn) dan usia lansia (65 thn ke atas).
Senam lansia disamping memiliki dampak positif terhadap peningkatan fungsi organ tubuh juga
berpengaruh dalam meningkatkan imunitas dalam tubuh manusia setelah latihan teratur. Tingkat
kebugaran dievaluasi dengan mengawasi kecepatan denyup jantung waktu istirahat yaitu
kecepatan denyut nadi sewaktu istirahat. Jadi supaya lebih bugar, kecepatan denyut jantung
sewaktu istirahat harus menurun (Poweell, 2000)
Dengan mengikuti senam lansia efek minimalya adalah lansia merasa berbahagia, senantiasa
bergembira, bisa tidur lebih nyenyak, pikiran tetap segar.
Manfaat dari olahraga bagi lanjut usia menurut Nugroho (1999; 157) antara :
a)

Memperlancar proses degenerasi karena perubahan usia

b)

Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan (Adaptasi)

c)

Fugsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya terhadap

bertambahnya tuntutan, misalnya sakit. Sebagai rehabilitas pada lanjut usia terjadi penurunan
masa otot serta kekuatannya, laju denyut jantung maksimal, toleransi latihan, kapasitas aerobic
dan terjadinya peningkatan lemak tubuh. Dengan melakukan olahraga seperti senam lansia dapat
mencegah atau melambatkan kehilangan fungsional tersebut. Bahkan dari berbagai penelitian
menunjukkan bahwa latihan/ olahraga seperti senam lansia dapat mengeliminasi berbagai resiko
penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit arteri koroner dan kecelakaan (Darmojo
1999; 81).
4. TUJUAN SENAM LANSIA DENGAN REUMATIK

Mencegah terjadinya kekakuan sendi

Meningkatkan Kelenturan otot otot

Rehabilitas penurunan fungsi otot serta kekuatannya

Untuk mencegah perubahan kapsul sendi dan kekakuan tulang

5. INDIKASI SENAM REUMATIK


Indikasi dilakukan senam lansia dengan Reumatik adalah klien yang menderita Reumatik
6. KONTRAINDIKASI
-

Klien dengan fraktur ekstremitas bawah atau bawah

Klien dengan bedrest total

7. PERMASALAHAN DAN PEMECAHANNYA


Permasalahan yang biasanya terjadi yang merupakan hambatan dalam melakukan senam
lansia adalah rasa bosan. Perasaan ini wajar saja dan muncul mungkin dikarenakan tidak adanya
variasi senam. Untuk itu macam atau jenis senam yang dilakukan sebaiknya selalu
bervariasi/berganti-ganti. Misalnya pada minggu pertama melakukan senam kebugaran dan
minggu selanjutnya jenis senam osteoporosis dan seterusnya dilakukan secara bergiliran. Musik
juga mempengaruhi, sehingga peserta senam lansia menyukai musik tertentu yang memungkin
tumbuh semangat para lansia ketika melakukan senam lansia.

8. LANGKAH-LANGKAH SENAM LANSIA DENGAN REUMATIK


Prinsip Pertama: Latihan Pernapasan
Duduklah dengan nyaman dan tegakkan punggung Anda. Tarik napas melalui hidung hingga
tulang rusuk terasa terangkat dan hembuskan napas melalui mulut seperti meniup lilin (untuk
mengeceknya: letakkan tangan Anda pada bagian dada). Latihan ini sangat berguna untuk
mengurangi rasa nyeri saat rematik datang. Lakukan secara kontinu, minimal 4 set dengan
istirahat antar set 1-2 menit
Prinsip Kedua: Pemanasan
Sebelum berlatih, Anda dianjurkan untuk melakukan pemanasan selama 5-10 menit. Pemanasan
ini dapat dilakukan dengan berjalan atau bersepeda santai, atau dengan peregangan ringan.
Prinsip Ketiga: Latihan Persendian
Sendi Leher
Tegakkan kepala Anda. Putar kepala ke kanan perlahan lahan hingga kembali ke posisi awal.
Lanjutkan dengan memutar kepala ke kiri secara perlahan-lahan hingga kembali ke posisi awal.
Lakukan secara berulang.
5

Sendi Bahu
Berbaringlah dengan nyaman dengan posisi lengan rileks di samping tubuh Anda. Angkat lengan
kanan secara perlahan ke arah samping menjauhi tubuh Anda, kemudian kembalikan pada posisi
semula. Ulangi gerakan yang sama untuk lengan kiri Anda. Lakukan secara bergantian antara
lengan kiri dan kanan
Mulailah dengan posisi siku ditekuk ke arah samping dan posisi telapak tangan menyentuh bahu.
Gerakkan kedua siku Anda ke arah depan, hingga kedua siku saling menyentuh. Lanjutkan
dengan menggerakkan siku hingga kembali ke posisi awal. Rasakan dada Anda tertarik ketika
menarik siku kembali ke posisi awal

Sendi Pinggul
Berbaringlah dengan nyaman dengan posisi ujung tumit menempel. Jauhkan kaki kanan Anda
secara perlahan dari tubuh, lalu kembalikkan ke posisi awal. Lakukan secara bergantian antara
kaki kanan dan kiri.

Pergelangan Kaki
Putar pergelangan kaki kanan searah jarum jam secara perlahan kemudian lakukan arah
sebaliknya (berlawanan jarum jam). Lakukan secara bergantian antara pergelangan kaki kanan
dan kiri.

Pergelangan Tangan
Tekuk jarijari tangan Anda, putar pergelangan tangan Anda searah jarum jam dan kemudian
berlawanan dengan jarum jam

Ruas Jari
Sentuh tiap jari-jari tangan Anda dengan ibu jari. Ulangi hingga 5 kali
6

Prinsip Keempat: Latihan Kekuatan


Latihan ini bertujuan untuk melatih otot. Dilakukan sebanyak 35 set, dengan istirahat antar set
selama 1-2 menit.

Seatedcross legged press


Duduklah pada kursi yang diganjal bantal. Silangkan pergelangan kaki kanan di atas pergelangan
kaki kiri. Tekan kaki kanan ke kaki kiri, dan di saat bersamaan, tekan kaki kiri maju melawan
kaki kanan Anda. Tahan posisi ini selama 3-6 detik, lalu lepaskan. Ulangi dengan posisi
pergelangan kaki kiri di atas pergelangan kaki kanan.
Pelvic tilt
Berbaringlah dengan lutut ditekuk dan telapak kaki menyentuh lantai. Angkat panggul dari lantai
dengan punggung atas dan tengah serta tangan tetap menyentuh lantai. Rasakan adanya kontraksi
pada pantat dan perut Anda. Tahan posisi ini beberapa detik, sambil mengambil napas dalamdalam dan perlahan.

Rubber band
Taruh karet gelang di kelima jari tangan Anda. Rentangkan jari-jari Anda selebar yang Anda bisa.
Perlahan lepaskan tekanan dari karet gelang tersebut dan kembali ke posisi awal

Prinsip Kelima: Latihan Kardio


Latihan ini dilakukan untuk kesehatan jantung dan meningkatkan stamina. Latihan ini dapat
berupa jalan cepat, berlari, berenang, aerobik, dan bersepeda. Lakukan latihan selama 30-45
menit dengan pemanasan selama 5-10 menit.

Prinsip Keenam: Peregangan


Latihan ini dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas sendi dan otot. Untuk sesi ini, Anda
dapat menggunakan iringan musik lembut untuk membangun suasana rileks

DAFTAR PUSTAKA
http://sembilannam.wordpress.com/2011/04/13/senam-untuk-reumatik/
http://artikelpenjas.blogspot.com/2011/12/pengertian-senam.html
http://intan.staff.fkip.uns.ac.id/files/2010/05/Olahraga-penyakit-reumatik-DM.pdf
http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2009/12/senam-lansia.html