P. 1
SKI 2010 UAJY - Ch02 Gerbang Logika

SKI 2010 UAJY - Ch02 Gerbang Logika

|Views: 513|Likes:
Dipublikasikan oleh Nico Defri
kuliah SKI 2010 TI UAJY
kuliah SKI 2010 TI UAJY

More info:

Published by: Nico Defri on Feb 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

GERBANG LOGIKA
I. KISI-KISI 1. Gerbang Logika Dasar (AND, OR, NOT, NAND, NOR, EXOR, EXNOR) 2. AStable Multi Vibrator (ASMV) dan MonoStable MultiVibrator (MSMV) 3. BiStable Multi Vibrator (SR-FF, JK-FF, D-FF, T-FF, LACTH, MEMORY) 4. DECODER, ENCODER, MULTIPLEXER, DEMULTIPLEXER 5. REGISTER, COUNTER, TIMER 6. Aritmathic Logic Unit (ADDER, SUBBTRACTOR, MULTIPLIER) II. DASAR TEORI Rangkaian digital yaitu rangkaian yang hanya mempunyai input dan output dengan dua keadaan saja yaitu 5V dan 0V. Keadaan itu sering digambarkan sebagai logika Tinggi (High) dan logika Rendah (Low). Untuk memudahkan perancangan digital dipakai aljabar khusus yang disebut aljabar Boole, dimana logika tinggi sebagai 1 dan logika rendah sebagai 0. Dalam praktek sembarang kondisi yang bisa dinyatakan dengan dua keadaan yang berbeda bisa dinyatakan dengan logika digital. Contoh, Digital 1 0 Keadaan suatu sistem Switch TTL CMOS ON 5V 5-15V OFF 0V 0V

Logika Tinggi Rendah

Lampu Nyala Mati

NMOS 2-2,5V 0V

Test TRUE FALSE

II.1. SISTEM BILANGAN DIGITAL Bilangan desimal (berbasis 10) mengenal 10 simbol angka dari 0, 1, 2, …, 9. Sehingga angka, 108910 = 1x103 + 0x102 + 8x101 + 9x100 = 1000 + 0 + 80 + 9

= 1089 dalam desimal

Bilangan desimal akan mempunyai bobot seperti tabel berikut: dst Digit 7 Digit 6 Digit 5 Digit 4 Digit 3 Digit 2 Digit 1 Digit 0 Dst.. 10.000.000 1.000.000 100.000 10.000 1.000 100 10 1 Sistem bilangan digital hanya mengenal dua angka yaitu 1 dan 0, oleh karena itu sembarang angka juga dinyatakan dengan susunan 1 dan 0. Sistem ini juga dikenal dengan sistem biner (bilangan berbasis 2). Contoh angka 111012 = 1x24 + 1x23 + 1x22 + 0x21 + 1x20 = 16 + 8 + 4 + 0 + 1 = 29 dalam desimal Sehingga bilangan biner akan mempunyai bobot seperti tabel berikut: dst Dst.. Bit 7 128 Bit 6 64 Bit 5 32 Bit 4 16 Bit 3 8 Bit 2 4 Bit 1 2 Bit 0 1

Konversi desimal ke biner: misalnya angka 5410 = ……. 54 kurangi sisa biner Bit 7 128 x 0 Bit 6 64 x 0 Bit 5 32 22 1 Bit 4 16 6 1 Bit 3 8 x 0 Bit 2 4 2 1 Bit 1 2 0 1 Bit 0 1 x 0

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

1

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Menyatakan angka biner tentu akan menyulitkan karena kita hanya melihat deretan angka 0 dan 1 yang panjang sehingg sulit untuk memahami. Untuk itu angka biner sering dinyatakan dengan angka Hexa-decimal atau sistem bilangan berbasis 16. Sistem ini mempunyai 16 simbol angka yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F. Tabel konversi sepert berikut:

Desimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Biner 0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 1010 1011 1100 1101 1110 1111

Heksades 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F

Satu digit bilangan biner diberi nama bit. Setiap 8 bit diberi nama byte. Untuk menyatakan angka yang banyak sering diberi imbuhan kilo (K), mega (M) dan giga (G). Tetapi sedikit berbeda dengan aljabar biasa, karena dalam biner 1 K = 210 = 1 024 1 M = 220 = 1 048 576 1 G = 230 = 1 073 741 824 II.2.OPERATOR DAN GERBANG LOGIKA II.2.1. Gerbang OR (OR Gate) Input A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Output Y=A+B 0 1 1 1

Output OR hanya akan 0 jika semua input bernilai 0. Yang agak aneh adalah pada kondisi A dan B = 1 output Y=A+B bukan 2 tetapi 1. Hal ini karena biner hanya tahu bilangan 0 atau 1. Logika ini betul untuk logika operasi OR. II.2.2. Gerbang AND (AND Gate) A 0 0 1 1 Output AND hanya akan 1 jika semua input bernilai 1. B 0 1 0 1 Y=A.B 0 0 0 1

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

2

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

II.2.3. Gerbang NOT (Complement) A 0 1 II.2.4. Gerbang EX-OR (EXCLUSIVE-OR) A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Y=Ā 1 0

Y = A⊕B
0 1 1 0

Output EX-OR akan 1 jika jumlah input yang berlogika 1 adalah ganjil. Persamaan yang umum bisa ditulis Y = AB + AB II.2.5. Gerbang NAND (NOT-AND) A 0 0 1 1 B 0 1 0 1

Y = A.B
1 1 1 0

Gerbang NAND adalah gabungan dari gerbang AND dan NOT, sehingga output NAND adalah komplemen dari gerbang AND. II.2.6. Gerbang NOR (NOT-OR) A 0 0 1 1 B 0 1 0 1

Y =A+B
1 0 0 0

Gerbang NOR adah gabungan dari gerbang OR dan NOT sehingga outputnya adalah komplemen dari gerbang OR. Berikut ini diberikan dasar-dasar sifat Boolean. ™ Hukum Dasar OR AND A+0=A A.0 = 0 A +1=1 A .1 = A A+A=A A.A = A ™ Hukum Asosiatif (A + B) + C = A + (B + C) (AB)C = A(BC) ™ Hukum Distributif A (B + C) = AB + AC A + (B C) = (A + B)(A + C)

NOT

A=A A + A =1 A.A =0

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

3

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

™ Hukum Komutatif A+B=B+A AB = BA ™ Hukum De Morgan A + B + C + .... = A . B . C . .... ABC.... = A + B + C + .... ™ Sifat-sifat tambahan A + AB = A A(A + B) = A A + AB = A + B

A(A + B) = A.B (A + B)(A + C) = A + BC
II.2.7. Sifat Universal Gerbang NAND dan NOR

Buktikan semua!

Gerbang NAND dan NOR memang bisa dibuat dari AND dan OR dengan gerbang NOT. Tetapi NAND dan NOR dalam praktek paling murah dan mudah dibuat dengan rangkaian transistor (TTL, Transistor-Transistor Logic). Sehingga sebagian besar chip (IC, Integrated Circuit) terbuat dari kombinasi NAND dan NOR. Dengan hanya gerbang NAND bisa dibuat gerbang apa saja demikian juga dengan NOR kita juga bisa membuat gerbang lainya. Hal ini membuat NAND dan NOR bersifat universal.

≡ ≡ ≡

Bukti: a. Y = A.A = A + A = A b. Y = AB . AB = AB + AB = AB = AB c. Y = A. B = A + B = A + B

terbukti sebagai logika NOT terbukti sebagai logika AND terbukti sebagai logika OR

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

4

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

d. Y = AB . AB = AB + AB = AB + AB
Y = A AB B AB = A AB + B AB = A AB + B AB = (A + B)AB = (A + B)(A + B) = AA + AB + AB + BB = AB + AB

terbukti sebagai logika EXOR

e.

terbukti sebagai gika EXOR

Dengan cara yang hampir sama gerbang NOR juga bisa untuk membuat berbagai gerbang lain. Buktikan, baik dengan aljabar boole maupun dengan percobaan dalam praktikum!
II.2.8. BENTUK SUM OF PRODUCT (SOP) dan PRODUCT OF SUM (POS)

Sembarang fungsi biner sering dinyatakan dalam bentuk persamaan fungsi standard Sum of Product (SOP) atau standard Product of Sum (POS) untuk mempermudah minimisasi rangkaian. Proses minimisasi ini penting karena kita bisa membangun fungsi yang sama input dan outputnya tetapi dengan jumlah komponen gerbang yang lebih sedikit/murah.
a. Sum Of Product (SOP) Misal ada fungsi biner f(A,B,C,D) = ( AC + B )(CD + D ) . Fungsi ini mempunyai tabel kebenaran sbb. A B C D AC AC+B CD CD+ D ( AC + B )(CD + D )

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1

0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1

0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1

0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1

0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1

1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1

0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1

Dan diagram rangkaiannya adalah sbb:

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

5

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Terlihat bahwa rangkaian memerlukan 3 gerbang AND, 2 OR dan 1 NOT sehingga paling tidak perlu 3 macam IC. Konversi ke bentuk Sum of Product (SOP) adalah sebagai berikut: f(A,B,C,D) = ( AC + B )(CD + D ) = ACCD + ACD + BCD + BD = ACD + ACD + BCD + BD Sering diinginkan untuk menyatakan dalam bentuk Sum of Normal Product (SONP). Bentuk mensyaratkan setiap suku harus mempunyai semua variabel yang ada. Konversi ke bentuk SONP dari persamaan terakhir di atas adalah sbb: f(A,B,C,D) = ACD + ACD + BCD + BD = ACD( B + B ) + ACD ( B + B ) + BCD( A + A ) + BD ( A + A )(C + C ) = ABCD + AB CD + ABCD + AB CD + ABCD + A BCD +
ABCD + A BCD + ABC D + A BC D = ABCD + AB CD + ABCD + AB CD + A BCD + A BCD +
ABC D + A BC D

Bentuk ini sering juga disebut standard product atau minterm. Penulisan bentuk minterm yang sederhana adalah sbb:
f(A,B,C,D) = ABCD + AB CD + ABC D + AB CD + A BCD + A BCD + ABC D + A BC D = 1111 1011 1110 1010 0111 0110 1100 0100 = 15 11 14 10 7 6 12 4 f(A,B,C,D) = ∑ m(4, 6, 7, 10, 11, 12, 14, 15)

Bentuk minterm ini menunjukkan bahwa fungsi akan menghasilkan output 1 jika inputnya adalah salah satu dari 4, 6, 7, 10, 11, 12, 14 atau 15. Ini bisa dengan jelas terlihat dari tabel kebenaran di atas, bahwa pada saat input-input itu sama dengan minterm, maka output akan sama dengan 1.
b. Product Of Sum (POS) Misal ada fungsi biner f(A,B,C,D) = A + C + B D . Fungsi ini mempunyai tabel kebenaran sbb. A 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 C D 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 BD 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0
A + C + BD 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

6

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Dan diagram rangkaiannya adalah sbb:

Terlihat bahwa rangkaian memerlukan 1 gerbang AND, 1 OR dan 2 NOT sehingga paling tidak perlu 3 macam IC. Konversi ke bentuk Product Of Sum (POS) adalah sebagai berikut: f(A,B,C,D) = A + C + BD = A + (C + B D ) = A + (C + B )(C + D ) = ( A + B + C )( A + C + D ) Sering diinginkan untuk menyatakan dalam bentuk Product of Normal Sum (PONS). Bentuk mensyaratkan setiap suku harus mempunyai semua variabel yang ada. Konversi ke bentuk PONS dari persamaan terakhir di atas adalah sbb: f(A,B,C,D) = ( A + B + C )( A + C + D ) = ( A + B + C + DD )( A + C + D + BB ) = ( A + B + C + D)( A + B + C + D )( A + B + C + D +)( A + B + C + D ) = ( A + B + C + D)( A + B + C + D )( A + B + C + D +) Bentuk ini sering juga disebut standard sum atau maxterm. Penulisan bentuk maxterm yang sederhana adalah sbb:
f(A,B,C,D) = ( A + B + C + D)( A + B + C + D )( A + B + C + D +) = 0 1 0 0 01 0 1 0 0 0 1 = 4 5 1 f(A,B,C,D) = ∏ M (1, 4, 5)

Bentuk maxterm ini menunjukkan bahwa fungsi akan menghasilkan output 0 jika inputnya adalah salah satu dari 1, 4 atau 5. Ini bisa dengan jelas terlihat dari tabel kebenaran di atas, bahwa pada saat input-input itu sama dengan maxterm, maka output akan sama dengan 0.
II.2.9. PETA KARNAUGH

Peta Karnaugh berguna untuk minimisasi fungsi dari bentuk minterm atau maxterm. Contoh f(A,B,C) = ∑ m(0, 2, 3, 7). Dengan cara aljabar boole biasa kita dapatkan bentuk minimum sbb,
f(A,B,C) = A B C + A BC + A BC + ABC = A C ( B + B) + BC ( A + A) = A C + BC
Iwan B Pratama Teknik Industri UAJY

7

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Dengan peta-K, akan didapatkan,

Terlihat bahwa output yang sama dengan 1 dapat dikelompokkan hingga terbentuk 2 kelompok seperti gambar di samping (2 lingkaran hijau). Lingkaran pertama (kelompok 1) menempati kotak dimana inputnya adalah A C . Sedang kelompk kedua menempati kotak dimana inputnya adalah BC. Jadi
f(A,B,C) = A B C + A BC + A BC + ABC = A C + BC

Contoh, pemberian nomor kotak dan pengelompokannya untuk 4 hingga 6 variabel terlihat seperti gambar-gambar berikut:
4 variabel

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

8

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

5 variabel

6 varibel

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

9

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Contoh 1. Gambarkan peta Karnaugh untuk fungsi f (V,W,X,Y,Z) = ∑m(9, 20, 21, 29, 30, 31).

2. Gambarkan peta Karnaugh untuk fungsi f (A,B,C,D,E) = AB + C D + DE

II.2.10. MINIMISASI FUNGSI SOP

Buatlah rangkaian dari fungsi f(A,B,C,D) = ∑ m(4, 6, 7, 10, 11, 12, 14, 15) dan gunakan peta-K untuk meminimisasi fungsi dan rangkaian. Hasil peta-K adalah sbb: Hasil minimisasi adalah sbb: a. Grup Kuning : ∑ m(10, 11, 14, 15) = AB CD + AB CD + ABC D + ABCD = AC b. Grup Merah : ∑ m(6, 7, 14, 15) = A BCD + A BCD + ABC D + ABCD = BC c. Grup Hijau : ∑ m(4, 6, 12, 14) = A BC D + A BCD + ABC D + ABC D = BD Jadi, Y = f ( A, B, C , D) = AC + BC + BD
Iwan B Pratama Teknik Industri UAJY

10

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Rangkaiannya adalah sbb:

Y = AC + BC + BD

Rangkaian juga bisa disusun dengan NAND saja, perhatikan:

Y = AC + BC + BD = AC + BC + BD = AC . BC . BD

II.2.11. MINIMISASI FUNGSI POS

Buat rangkaian fungsi f(A,B,C,D) = ∏ M (1, 4, 5) dan gunakan peta-K untuk meminimisasi fungsi dan rangkaian. Hasil peta-K adalah sbb: Hasil minimisasi adalah sbb: a. Grup Hijau : ∏ M (1, 5) = ( A + B + C + D )( A + B + C + D ) = (A + C + D) b. Grup Merah : ∏ M (4, 5) = ( A + B + C + D)( A + B + C + D ) = ( A + B + C) Jadi, Y = f ( A, B, C , D) = ( A + B + C )( A + C + D )

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

11

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Rangkaian juga bisa disusun dengan NOR saja, perhatikan:
Y = ( A + B + C )( A + C + D ) = ( A + B + C )( A + C + D ) = ( A + B + C ) + ( A + C + D )

Fungsi Maxterm bisa diubah ke fungsi minterm atau sebaliknya. Contoh fungsi Maxterm f (A,B,C,D) = ∏ M (1, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 14, 15) akan sama dengan fungsi minterm f (A,B,C,D) = ∑ m (0, 2, 8, 12, 13).

II.2.12. INPUT DON’T CARE (X) Input don’t care adalah input yang tidak diperhatikan. Artinya pada kondisi input ini tidaklah perlu untuk memperhatikan apakah outputnya akan 1 atau 0. Jika input don’t care berguna untuk melengkapi pembentukan grup, maka perlu untuk melibatkannya. Tetapi input don’t care jika berdiri sendiri tidak perlu dibuat fungsinya.

Contoh, f (A,B,C,D) = ∑ m (0, 7, 8, 10, 12) + d (2, 6, 11) Hasilnya adalah: a. d = 2 dilibatkan utk membentuk grup biru = BC b. d = 6 dilibatkan utk membentuk grup hijau = A BC c. d = 11 tidak diperhatikan d. Grup merah = AC D Jadi, Y = f ( A, B, C , D) = B C + A BC + AC D

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

12

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

II.3. MINIMISASI DENGAN TABEL

Minimisasi dengan peta Karnaugh ada banyak kekurangan: a). tergantung dari ketrampilan kita untuk mencari pola yang dibuat grup. b). sulit dijamin bahwa grup yang dihasilkan adalah yang fungsi minimum. c). sulit dilakukan jika variabel lebih dari 6. d). sulit dibuat model pemrograman komputernya. Quine-McClusky menemukan cara tabel untuk meminimasi fungsi berdasar pada model kubus.

Memang untuk jumlah variabel 5 atau lebih sangat sulit untuk menggambarnya, tetapi ide minimasi yang dilakukan adalah sama. Jadi gambar tidak perlu dilakukan dan selanjutnya hanya dibuat tabel saja.
f (A,B,C,D) = ∑ m (0, 2, 3, 6, 7, 8, 9, 10, 13) buatlah minimisasi rangkaiannya! Gambar untuk minterm tersebut adalah sbb:

a. Dalam bentuk kubus
Iwan B Pratama

b. Peta Karnaugh
Teknik Industri UAJY

13

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Atau kalau disajikan dalam tabel adalah sbb:
Minterm m0 m2 m3 m6 m7 m8 m9 m10 m13 Biner Jml bit 1

0000 0010 0011 0110 0111 1000 1001 1010 1101

0 1 2 2 3 1 2 2 3

Langkah-langkah 1. Ubah ke tabel sesuai jumlah bit 1-nya 2. Buat grup antara minterm dengan selisih sebesar 2n (1, 2, 4, 8, 16, dst) 3. Tuliskan grup dalam tabel Kubus-1 4. Centang mana yang bisa digrup dan tidak (Beri tanda bintang jika tidak masuk grup untuk mendapatkan prime implicant) 5. Dari tabel Kubus-1 lakukan peng-grup-an lagi menjadi tabel Kubus-2 dst.
Jml 1 Minterm m0 m2 m8 m3 m6 m9 m10 m7 m13 Kubus-1 Kubus-2 *0,2,8,10 (2,8)

0 1

0000 √ 0010 √ 1000 √ 0011 √ 0110 √ 1001 √ 1010 √ 0111 √ 1101 √

0,2 (2) 0,8 (8) 2,3 (1) 2,6 (4) 2,10 (8) *8,9 (1) 8,10 (2) 3,7 (4) 6,7 (1) *9,13 (4)

00x0 √ x000 √ 001x √ 0x10 √ x010 √ 100x √ 10x0 √ 0x11 √ 011x √ 1x01 √

x0x0

2

*2,3,6,7 (1,4)

0x1x

3

Susun tabel Prime-Implicant 0
*0,2,8,10 (2,8) *2,3,6,7 (1,4)

2 √ √

3

6

7

8 √

9

10 √

13

√ √ √ √ √ √ √

8,9 (1)
*9,13 (4)

Jadi minimisasi fungsi adalah sbb:
f (A,B,C,D) = (0, 2, 8, 10) + (2, 3, 6, 7) + (9, 13) = x0x0 + 0x1x + 1x01 = x B xD + A xC x + AxC D = B D + A C + AC D
Teknik Industri UAJY

Iwan B Pratama

14

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Contoh. f (A,B,C,D,E) = ∑ m (0, 6, 8, 10, 12, 14, 17, 19, 20, 22, 25, 27, 28, 30)
Jml 1 Minterm Kubus-1 *0,8 (8) Kubus-2

0 1

0 8 6 10 12 17 20

00000 √ 01000 √ 00110 01010 01100 10001 10100 √ √ √ √ √

2

8,10 (2) 8,12 (4)

√ √

3

14 19 22 25 28

01110 10011 10110 11001 11100

√ √ √ √ √

6,14 (8) √ 6,22 (16) √ 10,14 (4) √ 12,14 (2) √ 12,28 (16) √ 17,19 (2) √ 17,25 (8) √ 20,22 (2) √ 20,28 (8) √ 14,30 (16) √ 19,27 (8) √ 22,30 (8) √ 25,27 (2) √ 28,30 (2) √

*8,10,12,14 (2,4)

4

27 30

11011 √ 11101 √

*6,14,22,30 (8,16) *12,14,28,30 (2,16) *17,19,25,27 (2,8) *20,22,28,30 (2,8)

Susun tabel Prime-Implicant 0
*8,10,12,14 *6,14,22,30

6

8 √

10 √

12 √

14 √ √

17

19

20

22

25

27

28

30

√ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √

√ √

12,14,28,30
*17,19,25,27 *20,22,28,30 *0,8

√ √ √

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Jadi minimisasi fungsi adalah sbb:
f (A,B,C,D,E) = (8,10,12,14) + (6,14,22,30) + (17,19,25,27) + (20,22,28,30) + (0,8) = 01xx0 + xx110 + 1x0x1 + 1x1x0 + 0x000 = A BE + CD E + AC E + ACE + A C D E

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

15

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

II.4. INPUT DON’T CARE PADA MINIMISASI DENGAN TABEL

Prinsipnya, input don’t care tetap diikutkan dalam konversi tabel menjadi Kubus-1, Kubus-2 dst, tetapi tidak diikutkan dalam tabel prime-implicant. Contoh, f (A,B,C,D) = ∑ m (0, 7, 8, 10, 12) + d (2, 6, 11)
Jml 1 Minterm Kubus-1 Kubus-2 *0,2,8,10 (2,8)

0 1

0 2 8 6 10 12 7 11

0000 √ 0010 √ 1000 √ 0110 √ 1010 √ 1100 √ 0111 √ 1011 √ 0,2 (2) 0,8 (8)

√ √

2

*2,6 (4) 2,10 (8) √ 8,10 (2) √ *8,12 (4) *6,7 (1) *10,11 (1)

3

Susun tabel Prime-Implicant 0
*0,2,8,10

7

8 √

10 √

12

2,6
*8,12 *6,7

√ √ √ √ √ √ √

10,11

Jadi minimisasi fungsi adalah sbb:
f (A,B,C,D,E) = (0,2,8,10) + (8,12) + (6,7) = x0x0 + 1x00 + 011x = B D + AC D + A BC II.5. MINIMISASI DENGAN TABEL UNTUK FUNGSI POS f(A,B,C,D) = ∏ M (0, 1, 4, 5) + d(3,11,13)

Penyelesaian dengan cara tabel terlihat seperti tabel di bawah. Cara tabel adalah hampir sama persis seperti untuk model fungsi SOP. Yang berbeda hanyalah penulisan hasil minimisasi dari primeimplicant menjadi model fungsi POS. Jadi minimisasi fungsi adalah sbb:
f (A,B,C,D) = (0,1,4,5) =0+x+0+x = A+C

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

16

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Jml 1

Maxterm

Kubus-1

Kubus-2 *0,1,4,5 (1,4)

0 1

0 1 4 3 5 11 13

0000 √ 0001 √ 0100 √ 0011 √ 0101 √ 1011 √ 1101 √ 0,1 (1) 0,4 (4)
*1,3 (2) 1,5 (4) 4,5 (1) *3,11 (8) *5,13 (8)

√ √

2

√ √

3

Susun tabel Prime-Implicant 0
*0,1,4,5

1 √ √

4 √

5 √

1,3 3,11 5,15 √

Contoh Suatu data dikodekan dalam 5 bit. Buatlah rangkaian untuk mendeteksi kode yang benar, dimana kode yang benar mempunyai ketentuan sbb: a). Kode paling tidak mempunyai bit 1 minimal 2 buah b). Kode hanya mempunyai angka yang berada antara 5 hingga 25 c). Kode adalah benar jika bernilai genap. Jawab. Dari ketentuan yang ada dapat dibuat tabel kebenaran sbb:
A 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 B 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 C 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 D 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 E 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 Y x x x x x 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1
Teknik Industri UAJY

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Iwan B Pratama

17

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

A 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

B 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

C 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1

D 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1

E 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1

Y 0 1 0 1 0 x x x x x x

f (A,B,C,D,E) = ∑ m (6,10,12,14,18,20,22,24) + d (0,1,2,3,4,26,27,28,29,30,31) 1 Minterm Kubus-1 Kubus-2 *0,1,2,3 (1,2) *0,2,4,6 (2,4) Kubus-3

0 1

0 1 2 4 3 6 10 12 18 20 24

00000 √ 00001 √ 00010 √ 00100 √ 00011 √ 00110 √ 01010 √ 01100 √ 10010 √ 10100 √ 11000 √ 0,1 (1) 0,2 (2) 0,4 (4)

√ √ √

2

1,3 (2) √ 2,3 (1) √ 2,6 (4) √ 2,10 (8) √ 2,18 (16) √ 4,6 (2) √ 4,12 (8) √ 4,20 (16) √ 6,14 (8) √ 6,22 (16) √ 10,14 (4) √ 10,26 (16)√ 12,14 (2) √ 12,28 (16)√ 18,22 (4) √ 18,26 (8) √ 20,22 (2) √ 20,28 (8) √ 24,26 (2) √ 24,28 (4) √ 14,30 (16)√ 22,30 (8) √ 26,27 (1) √ 26,30 (4) √ 28,29 (1) √ 28,30 (2) √ 27,31 (4) √ 29,31 (2) √ 30,31 (1) √

3

14 22 26 28

01110 √ 10110 √ 11010 √ 11100 √

2,6,10,14 (4,8) 2,10,18,26 (8,16) 2,6,18,22 (4,16) 2,10,18,26 (8,16) 4,6,12,14 (2,8) 4,12,20,28 (8,16) 4,6,20,22 (2,16)

√ √ √ √ √ √ √
*2,6,10,14,18,22,26,30 (4,8,16) *4,6,12,14,20,22,28,30 (2,8,16)

4

27 29 30

11011 √ 11101 √ 11110 √

6,14,22,30 (8,16) √ 10,14,26,30 (4,16) √ 18,22,26,30 (4,8) √ 20,22,28,30 (2,8) √ *24,26,28,30 (2,4)
*26,27,30,31 (1,4) *28,29,30,31 (1,2)

5

31

11111 √

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

18

Lab Elektronika Industri

Sistem Kendali Industri

Susun tabel Prime-Implicant 6
*2,6,10,14,18,22,26,30 *4,6,12,14,20,22,28,30

10 √

12

14 √

18 √

20

22 √

24

√ √

0,1,2,3 0,2,4,6
*24,26,28,30

√ √

26,27,30,31 28,29,30,31 √ Jadi minimisasi fungsi adalah sbb:
f (A,B,C,D,E) = (2,6,10,14,18,22,26,30) + (4,6,12,14,20,22,28,30) + (24,26,28,30) = xxx10 + xx1x0 + 11xx0 = DE + CE + ABE atau

= E ( D + C + AB )

Dari soal ini kerjakan dengan model Maxterm!

Iwan B Pratama

Teknik Industri UAJY

19

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->