Anda di halaman 1dari 14

Makalah Momentum dan Impuls

19.58 Diposkan oleh faisal agung

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Momentum dan Impuls
Pada peristiwa tabrakan, dua kendaraan dengan kecepatan tinggi akan mengalami kerusakan lebih
parahdari pada dua kendaraan dengan kecepatan rendah. Hal ini terjadi, karena semakin besar massa dan
kecepatan yag dimiliki benda bergerak maka semakin sulit untuk dihentikan dan makin besar akibatnya.
Fluida
Pada peristiwa kapal laut, kapal tidak tenggelam karena berat kapal sama denan gaya keatas yang
dikerjakaan air.
1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana penerapan konsep Hukum Kekekalan Momentum dalam kehidupan sehari-hari?

Jelaskan macam-macan tumbukan berdasarkan sifat kelentingan benda?

Bagaimana penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari?

Bagaimana penerapan konsep Hukum Pascal dalam kehidupan sehari-hari?

Bagaimana penerapan konsep Hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari?

Bagaimana peristiwa tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari?

Bagaimana peristiwa gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari?

Bagaimana peristiwa viskositas dalam kehidupan sehari-hari?

Bagaimana penerapan konsep Hukum Bernoulli dalam kehidupan sehari-hari?

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk dapat mengetahui penerapan konsep Hukum Kekekalan Momentum dalam kehidupan sehari-hari.

Jelaskan macam-macan tumbukan berdasarkan sifat kelentingan benda.

Untuk dapat mengetahui penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk dapat mengetahui penerapan konsep Hukum Pascal dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk dapat mengetahui penerapan konsep Hukum Archimedes dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk dapat mengetahui peristiwa tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk dapat mengetahui peristiwa gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk dapat mengetahui peristiwa viskositas dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk dapat mengetahui penerapan konsep Hukum Bernoulli dalam kehidupan sehari-hari.

1.4 Landasan Teori


Momentum dan Impuls
Momentum adalah kecenderungan benda yang bergerak untuk melanjutkan pada kelajuan yang konstan.
Mmentum merupakan besaran vektor yang searah dengan kecepatan benda. Momentum dapat dirumuskan
sebagai hasil perkallian massa dengan kecepatan. Secara matematis dituliskan:
P = m.v , dengan :

= momentum (kgm/s)

= massa benda (kg)

= kecepatan benda (m/s)


Semakin besar massa suatu benda, maka semakin besar momentumnya, dan semakin cepat gerak suatu

benda, maka semakin besar pula momentumnya.


Impuls merupakan gaya yang diperlukan untuk membuat sebuah benda bergerak dalam interval waktu
tertentu. Impuls digunakan untuk menambah, mengurangi, dan mengubah arah momentum dalam satuan waktu.
Impuls dapat dirumuskan sebagai hasil perkalian gaya dengan interval waktu. Secara matematis dituliskan:
I = F.t , dengan:
F

= gaya (N)

= waktu (s)

= impuls (N.s)

Impuls pada umumnya digunakan dalam peristiwa apabila gaya yang bekerja besar dan dalam waktu yang
sangat singkat.
Fluida
Wujud zat secara umum dibedakan menjadi tiga, yaitu zat padat, cair, dan gaas. Berdasarkan betuk dan
ukurannya, zat padat mempunyai bentuk dan voluume tetap, zat cair memiliki volume tetap, akan tetapi
bentuknya berubah sesuai wadahnya, sedangkan gas tidak memiliki bentuk maupun volume yang tetap. Karena
zat cair dan gas tidak mempertahankan bentuk yang tetap sehingga keduanya memiki kemampuan untuk
mengalir. Zat yang dapat mengalir dan memberika sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan
disebut fluida. Fluida disebut juga zat alir, yaitu zat cair dan gas.
Fluida terbagi dua, yaitu fluida statis dan fluida dinamis. Fluida statis mencakup Hukum Hidroststika, hukum
Pascal, dan Hukum Archimedes. Sedangkan fluida dinamis mencakup Hukum Benrnoulli.

BAB II
PEMBAHASAN
Momentum dan Impuls
A.

HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM


Jika dua buah bola biliar dengan massa masing-masing m1danm2, bergerak pada satu garis lurus dan
searah dengan kecepatan v1 dan v2.
Pada saat bertumbukan, bola 1 menekan bola 2 dengan gaya F12 kekanan selama t, sedangkan bola 2
menekan bertumbukan , kecepatannya masing-masing. Pada saat kedua bola bertumbukan, besdasarkan
Hukum II Newton dapat ditulis:
Faksi + Freaksi

=0

Faksi

=0

F12

= -F21

F12.t

= -F21. t

m1v1

= -(m2v2 m2v2)

m1v1+ m2v2

= m1v1 + m2v2

dengan:
m1 = massa benda 1 (kg)
m2 = massa benda 2 (kg)
v1

=kecepatan benda 1 sebelum tumbukan (m/s)

v1 = kecepatan benda 1 setelah tumbukan (m/s)


v2

= kecepatan benda 2 sebelum tumbukan (m/s)

v2 = kecepatan benda 2 setelah tumbukan (m/s)


Persamaan tersebut merupakan Hukum Kekekalan Momentum, yang dapat dinyatakan berikut ini.
Jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda, maka jumlah momenatum sebelum tumbukan sama dengan
jumlah momentum setelah tumbukan.
B.

TUMBUKAN
Berdasarkan sifat kelentingan benda, tumbukan menjadai tiga jenis, yaitu tumbbukan lenting sempurna,
tumbukan lenting sebagian, dan tumbukan tidak lenting sama sekali.

1.

Pada tumbukan lenting sempurna berlaku Hukum Krkrkalan Mometum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik.
Besarnya koefisien restitusi e = 1.

2.

Pada tumbukan lenting sebagian hanya berlaku Hukum Kekekalan Momentum, dengan koefisien restitusi, 0
<e < 1.

3.

Pada tumbukan tidak lenting sama sekali, kedua benda setelah bertumbuka bersatu sehingga keccepatan
kedua benda seatelah tumbukan sama, dengan koefisien retitusi, e = 0, dan m1v1+ m2v2= (m1+ m2) v.

C.
1.

APLIKASI HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM


Balon yang Ditiup
Pada saat balon yang ditiup dillepaskan balon akan cepat melesat ke udara. Ketike balon melesat, udara
dalam balon keluaar ke arah berlawanan dengan arah gerak balon.

2.

Prinsip Kerja Roket

Sebuah roket mengandung tangki yang berisi bahan hidrogen cair dan olsigen cair. Pembakaran bahanbahan tersebut menghasilkan gas panas yang menyembur keluar melalui ekor-ekor. Pada saat gas keluar dari
roket terjadi perubahn momentum gas selama waktu tertentu, sehingga menghasilkan gaya yang dikerjakan
roket pada gas.
Berdasaarkan Hukum II Newton, timbul reaksi gaya yang dikerjakan gas pada roket yang besarnya sama
tetapi arahnya berlawanan. Gya inilah yang enyebabkan roket terdorong keatas.
Prinsip terdorongnya roket memenuhi Hukum Kekekalan Momentum. Jika mula-mula roket diam, maka
momentumnya sama dengan nol, sehingga berdasarkan Hukum Kekekalan dapat dinyatakan sebagai berikutan
sebagai berikut:
m1v1+ m2v2
m1v1

=0
-m2v2

Kecepatan akhir yang dicapai sebuah roket tergantung pada kecepaatan semburan gas dan jumlah bahan
bakar yang dibawanya.
3.

Bola Baja yangdiayunkan dengan rantai untuk menghancurkan dinding tembok

4.

Benturan Meteor Terhadap BumiBola golf yang pukul dengan Stik Golf

Fluida
A.

TEKANAN DAN TEKAN HIDROSTATIK


Konsep tekanan sangat penting dalam fluida. Tekanan didefinisikan sebagai gaya tiap satuan luas. Apabila
gaya F bekerja secara tegak lurus dan merata pada bidang seluas A, maka tekanan pada permukaan itu
dirumuskan:
P = F/A , dengan:
P

= tekanan (N/m2)

= gaya (N)

=luas (m2)
Besarnya tekanan hidrostatik di sembarang titik di dalam fluida dapat ditentukan sebagai berikut:

P = .g.h , dengan:
P

= tekanan hidrostatik (N/m2)

= massa jenis zat cair (kg/m2)

= percepata gravitasi (m/s2)

= kedalaman (m)
Hukum Hidrostastika dinyatakan dengan, Tekanan hidrostatik disemua titik yang terletak pada satu bidang

mmendatar didalam satu jenis zat cair besarnya sama.

Penerapan konsep tekanan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:


1.

Pisau dan Paku


Ujung paku dibuat runcing dan pisau dibuat tajam untuk mendapatkan tekanan yang lebih besar, sehingga
mudah menancap pada benda lain.

2.

Manometer Pipa Terbuka

Manometer pipa terbuka adalah alat pengukur tekanan gas yang paling sederhana. Alat ini berupa pipa
berbentuk U yang berisi zat cair.Ujung yang satu mendapat tekanan sebesar p (dari gas yang hendak diukur
tekanannya) dan ujung lainnya berhubungan dengan tekanan atmosfir (p0).

3.

Barometer

Barometer adalah alat untuk mengukur tekanan udara.Barometer umum digunakan dalam peramalan
cuaca, dimana tekanan udara yang tinggi menandakan cuaca bersahabat, sedangkan tekanan udara rendah
menandakan kemungkinan badai.
4.

Pengukur Tekanan Ban


Alat ini digunakan untuk mengukur tekanan udara di dalam ban.Bentuknya berupa silinder panjang yang di
dalamnya terdapat pegas. Saat ujungnya ditekankan pada pentil ban, tekanan udara dari dalam ban akan masuk
ke dalam silinder dan menekan pegas. Besarnya tekanan yang diterima oleh pegas akan diteruskan ke ujung
lain dari silinder yang dihubungkan dengan skala. Skala ini telah dikalibrasi sehingga dapat menunjukkan nilai
selisih tekanan udara luar (atmosfer) dengan tekanan udara dalam ban.

B.

Hukum Dasar Fluida Dinamis

1.

Hukum Pascal
Menyatakkan bahwa tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala
arah sama besar.
P1 = P2
F1/A1

= F2/A2
Peranan Hukum Pascal dalam kehidupan sehari- hari adalah sebagai berikut:

a.

Dongkrak hidrolik

Dongkrak hidrolik terdiri dari dua tabung yang berhubungan yang memiliki
diameter yang berbeda ukurannya.Masing-masing ditutup dan diisi air. Dengan
menaik turunkan piston, maka tekanan pada tabung pertama akan dipindahkan
ke tabung kedua sehingga dapat mengangkat beban yang berat.
b. Tensimeter atau sfigmomanometer

Prinsip kerjanya, yakni cairan yang tekanannya akan diukur harus memiliki
berat jenis yang lebih rendah dibanding cairan manometrik, oleh karena itu pada
alat pengukur tekanan darah dipilih air raksa sebagai cairan manometrik karena
air raksa memiliki berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan berat jenis
darah.
c. Rem hidrolik

Pada rem hidrolik terdapat pipa-pipa hidrolik yang berisi cairan


berupaminyak rem. Pada ujung-ujung pipa ini terdapat piston penggerak yaitu
pistonpedal dan piston cakram. Pipa dan piston inilah yang memegang peranan
penting dimana konsep dan strukturnya telah didesain sedemikian rupa sehingga
sesuaidengan hukum pascal, dengan tujuan menghasilkan daya cengkram yang
besardari penginjakan pedal rem yang tidak terlalu dalam.

Penyesuaian terhadap hukum pascal yang dimaksud adalah dengan


mendesain agar pipa pada pedal remlebih kecil daripada pipa yang terhubung
dengen piston cakram. Saat pedal rem diinjak pedal yang terhubung dengan
booster rem akanmendorong piston pedal dalam sehingga minyak rem yang
berada pada pipa akanmendapatkan tekanan. Tekanan yang didapat dari pedal
akan diteruskan ke segalaarah di permukaan pipa termasuk ujung-ujung pipa
yang terhubung dengan piston cakram.
Karena luas permukaan piston cakram lebih besar daripada piston
pedalmaka gaya yang tadinya digunakan untuk menginjak pedal rem akan
diteruskanke piston cakram yang terhubung dengan kanvas rem dengan jauh
lebih besar, sehingga gaya untuk mencengkram cakram akan lebih besar pula.
Cakram yang besinggungan dengan kanvas rem akan menghasilkan gaya gesek,
dan gaya gesekadalah gaya yang bernilai negative maka dari itu cakram yang
ikut berputarbersama roda semakin lama perputarannya akan semakin pelan,
dan inilah yangdisebut dengan proses pengereman. Selain itu karena diameter
dari cakram yanglebih lebar juga ikut membantu proses pengereman. Hal itulah
yang menyebabkansystem kerja rem cakram hidrolik lebih efektif daripada rem
konvensional (remtromol).
d. Pompa hidrolik

Pompa hidrolik menggunakan kinetik energi dari cairan yang dipompakan


pada suatu kolom dan energi tersebut diberikan pukulan yang tiba-tiba menjadi
energi yang berbentuk lain (energi tekan).Pompa ini berfungsi untuk mentransfer
energi mekanik menjadi energi hidrolik. Pompa hidrolik bekerja dengan cara
menghisap oli dari tangki hidrolik dan mendorongnya kedalam sistem hidrolik
dalam bentuk aliran. Aliran ini yang dimanfaatkan dengan cara merubahnya
menjadi tekanan, dan tekanan dihasilkan dengan cara menghambat aliran oli
dalam sistem hidrolik.
Hambatan ini dapat disebabkan oleh orifice, silinder, motor hidrolik, dan
aktuator.Pompa
hidrolik
yang
biasa
digunakan
ada
dua
macam
yaitu positive dan nonpositive displacement pump. Ada dua macam peralatan
yang biasanya digunakan dalam merubah energi hidrolik menjadi energi mekanik
yaitu motor hidrolik dan aktuator. Motor hidrolik mentransfer energi hidrolik
menjadi energi mekanik dengan cara memanfaatkan aliran oli dalam sistem
merubahnya menjadi energi putaran yang dimanfaatkan untuk menggerakan
roda, transmisi, pompa dan lain-lain.

2.

Hukum Archimedes
Menyatakan bahwa sebuah benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya di dalam fluida mengalami gaya
ke atas yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan.
Gaya keatas (gaya Archimedes) adalah gaya yang diberikan oleh fluida massa benda yang tercelup
sebagian atau seluruhnya dalam fluida, dirumuskan:
FA = gV
Apabila benda dapat dicelupkan dalalm zat cair, kemungkinan akan:

tenggelam jikawb>FA, b> f

melayang jika wb =FA, b = f

terapung jikawb<FA, b< f


PenerapanHukum Archimedes dalam kehidupan sehari- hari adalah sebagai berikut:

a.

Balon udara

Gaya apung yang diterima oleh suatu benda yang melayang di suatu fluida sama dengan berat fluida yang
dipindahkannya. Balon menggunakan prinsip yang sama dengan kapal laut. Hanya saja, karena kita
menginginkan balon naik ke udara dan melayang pada ketinggian tertentu, maka yang dilakukan adalah mengisi
balon sehingga berat udara yang dipindahkan lebih berat dari berat balon.Hingga kemudian mencapai titik
ketinggian yang diinginkan. Untuk mencapai hal tersebut, prinsip kimia mengajarkan kita tentang mengisi balon
dengan gas yang massa molekulnya lebih kecil dari massa rata-rata di udara atau dengan gas panas. Tetapi,
tidak semua gas memenuhi persyaratan itu, apalagi jika adapertimbangan harga dan keselamatan. Beberapa di
antaranya adalah gas Hidrogen(H2) dan Helium (He).
b.

Kapal selam

Kapal selam di desain memiliki tanki balast (trim), Tanki balast berfungsi menyimpan udara dan air, letaknya
berbeda beda tergantung biro desain yang merancangnya. Ketika kapal selam siap untukmenyelam, katup-katup
besaryang dikenal sebagai kingstons, yang terletak di dasar tangkibalas, dibuka untukmembiarkannya masuk
ke laut.Udara di dalam tangki keluarmelalui katup-katup pada bagian atas, yang dikenal sebagai lubang-lubang
angin.

Ketika kapal selam siap untuk muncul ke permukaan, lubang-lubang angin ditutup dan tekanan udara didorong
masuk ke dalam tangki-tangki. Hal ini meniup air kembali melalui kingstons, dankapal selam itu pun naik.
c.

Galangan kapal

Prinsip kerjanya ampir sama dengan kapal laut. Pertama-tama galangan kapal diisi dengan air laut,
kemudian ditempatkan tepat dibawah kapal laut, lalu air nya disedot dan galangan kapal naik ke atas dan muncul
ke purmukaan air.Akhirnya air disekeliling kapal hilang dan kapal siap di perbaiki.Setelah kapal diperbaiki
galangan kapal diisi kembali oleh air laut dan mulai tenggelam.Dan kapal pun siap kembali ke laut.
d.

Jembatan ponton

Jembatan ponton adalah kumpulan drum-drum kosong yang berjajar sehingga menyerupai jembatan.
Drum-drum itu biasanya terbuatdari besi dan di dalamnya diisi dengan udara sehingga massa jenisnya lebih kecil
dari massa jenis zat cair. Jembatan ponton merupakan jembatan yang dibuat berdasarkan prinsip benda
terapung.Drum-drum tersebut harus tertutup rapat sehingga tidak ada air yang masuk ke dalamnya.Jembatan
ponton digunakan untuk keperluan darurat.Apabila air pasang, jembatan naikdan jika air surut, maka jembatan
turun.Jadi, tinggi rendahnya jembatan ponton mengikuti pasang surutnya air.
e.

Hidrometer

Hidrometer adalah alat untuk mengukur massa jenis zat cair. Biasanya alat ini digunakan oleh usaha setrum
accu.Untuk mengetahui bahwa air accu itu sudah tidak bisa digunakan maka harus diukur dengan hidrometer.
Cara menggunakan alat ini adalah dengan mencelupkannya pada zat cair yang akan diukur massa jenisnya.
Kemudian, dilihat skala permukaan zat cair dan nilai itulah yang merupakan nilai massa jenis dari zat cair
tersebut.
3.

Tegangan Permukaan
Tegangan permukaan adalah kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang, sehingga
permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis.
Peristiwa tegangan permukaan pada kehidupan sehari-hari ialah pada peristiwa nyamuk dan serangga
dapat hinggap di permukaan air.

4.

Gejala Kapilaritas
Adalah gejala naik atau turunnya permukaan zat cai dalam pipa kapiler. Besarnya kenaikan atau penurunan
permukaan zat cair dirumuskan:
y=
Peristiwa gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari ialah sebagai berikut:
a. Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor sehingga kompor bisa dinyalakan.
b. Kain dan kertas isap dapat menghisap cairan.
c. Air dari akar dapat naik pada batang pohon melalui pembuluh kayu.
5.

Viskositas

Adalah ukuran kekentalan zat cair. Besarnya gaya gesek alam zat cair dinyatakan dalam Hukum Stokes.
Untuk benda berbentuk bola dirumuskan:
Fs = 6rv
Besarnya koefisien viskositas () dirumuskan:
=
C.

Fluida Dinamis

A.

Hukum Bernoulli
Menyatakan bahwa disetiap titik pada fluida yang bergerak,jumlah tekanan, energi kinetik, dan energi
potensial besaarnya sama.
P + v2 + gh = konstan
P1 + v12 + gh1 = P2 + v22 + gh2
PenerapanHukum Bernoulli dalam kehidupan sehari- hari adalah sebagai berikut:

1.

Teori Torricelli

Dengan mengangap diameter tabung lebih besar dibandingkan diameter lubang, maka permukaan zat cair
pada tabung perlahan-lahan, sehingga kecepatan dapat dianggap nol.

Teori Torricelli menyatakan bahwa kecepatan aliran zat cair pada lubang sama drngan kecepatan benda
yang jatuh bebas dari ketinggian yang sama.
V
2.

= 2gh.

Venturimeter

Venturimeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur laju aliran zat cair dalam pipa. Zat cair
dengan massa jenis mengalir melalui pipa yang luas penampangnya A1. Pada bagian yang sempit luas
penampangnya A2. Venturimeter yang dilengkapi manometer yang berisi zat cair dengan massa jenis 2,
sehingga secara matematis ditulis:

V1 =
Untuk venturimeter tapa manometer berlaku:
P1 P2 = (v22 - v12)
P1 P2 =gh
V1
= A2
3. Tabung Pitot

Alat ini digunakan untuk laju aliran gas. Gambar diatas menunjukan sebuah
tabung pitot. Sebagai contoh, udara mengalir dideakt lubang a. Lubang ini
sejajaar dengan aarah aliran udara dan dipasang cukup jauh dari ujung tabung,
sehingga kecepaatan dan tekanan udara pada lubang tersebut mempunyai nilai
seperti halnya aliran udara bebas.
v2 = gh
V1
=
4. Alat Penyemprot
Apabila pengisap ditekan, udara keluar dengan cepat melalui lubang sempit
pada ujung pompa. Akibatanya, tekanan udara pada bagian atas penampang
lebih kecil dari pada tekanan udara pada permukaan cairan dalam permukaan

penampang. Karena perbedaan ini cairan akan bergerak naik dan tersembur
keluar dalam bentuk kabut bersama semburan udara pada ujung pompa.
5.

Karburator
Adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakaruntuk sebuah mesin pembakaran dalam.
Prinsip kerjanya, semakin cepat udara bergerak maka semakin keciltekanan statisnya namun makin
tinggi tekanan dinamisnya. Pedal gas pada mobil sebenarnya tidak secara langsung mengendalikan besarnya
aliran bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Pedal gas sebenarnya mengendalikan katup dalam
karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang bakar. Udara bergerak
dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.

6.

Cerobong asap
Bagian atas cerobong berada di luar ruangan dan terdapat angin yang berhembus di bagian atas
cerobong. Akibatnya, tekanan udara disekitarnya lebih kecil. Udara bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi

7.

ke tempat udara yang bertekanan rendah. Sehingga asap dari dalam bisa keluar melalui cerobong.

Gaya Angkat pada Sayap Pesawat Terbang

Penampang sayap pesawat terbang memiliki bagian belakang yang lebih


tajam dan sisi bagian atasnya lebih melengkung daripada sisi bagian
bawahnya.Bentuk sayap tersebut menyebabkan kecepatan aliran udara bagian
atas lebih besar daripada di bagian bawah sehingga tekanan udara di bawah
sayap lebih besar daripada di atas sayap.Hal ini menyebabkan timbulnya daya
angkat pada sayap pesawat.Agar daya angkat yang ditimbulkan pada pesawat
semakin besar, sayap pesawat dimiringkan sebesar sudut tertentu terhadap arah
aliran udara.
F1 - F2 = A (v22 - v12) , dengan:
F1 F2 = gaya angkat pesawat terbang (N),
A
= luas penampang sayap pesawat (m2),
v1
= kecepatan udara di bagian bawah sayap (m/s),
v2
= kecepatan udara di bagian atas sayap (m/s), dan

=massa jenis fluida (udara).

BAB III

PENUTUP
3.1 Simpulan
Momentum dan Impuls
Setiap benda yang bergerak selalu memilki momentum, yang besarnya ,erupakan hasil kali antara massa
dengan kecepatan. Sedangkan Impuls merupakan perubahan momentum yang dialami benda, dan didefinisikan
sebagai hasil kali gya dengan selang waktu yang diperlukan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan aplikasi Hukum Kekekalan Momentum yang sudah
banyak diterapkan pada sarana dan prasaran kehidupan, seperti balon yang ditiup, prinsip kerja roket, bola baja
yang diayunkan dengan rantai untuk menghancurkan dinding tembok, dan bola golf yang dipukul dengan stik
golf.

Fluida
Fluida adalah salah satu bentuk materi yang mudah mengalir, seperti zat cair dan gas. Sifat kemudahan
mengalir dan kemampuan untuk meyesuaikan dengan tempatnya berada merupakan aspek yang membedakan
fluida dengan zat benda tegar.
Dalam kehidupan sehari-hari,kita dapat menemukan berbagai macam aplikasi hukum-hukum dasar fluida
yang sudah banyak terapkan pada sarana dan prasarana kehidupan, diantaranya:
1.

Hukum Pascal
Dongkrak hidrolik, Tensimeter atau sfigmomanometer, Rem hidrolik, Pompa hidrolik, dll.

2.
3.

Hukum Archimedes
Balon udara, Kapal selam, Galangan kapal, Jembatan ponton, Hidrometer, dll.
Tegangan Permukaan
Peristiwa tegangan permukaan pada kehidupan sehari-hari ialah pada peristiwa nyamuk dan serangga dapat
hinggap di permukaan air.

4.

Gejala Kapilaritas
a. Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor sehingga kompor bisa dinyalakan.
b. Kain dan kertas isap dapat menghisap cairan.
c. Air dari akar dapat naik pada batang pohon melalui pembuluh kayu.

5.

Hukum Bernoulli
Teori Torricelli, Venturimeter, Tabung Pitot,Alat Penyemprot, Karburator, Cerobong asap, Gaya Angkat pada
Sayap Pesawat Terbang, dll.

DAFTAR PUSTAKA

Heryadi, Bambang. 2009. Fisika, untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan.
http://jodivanz.blogdetik.com/2012/03/29/penerapan-hukum-pascal-dalam-kehidupan-sehari-hari/
http://yusiseftiakanita.blogspot.com/2012/11/makalah-fluida.html

http://rizkapratiwijaya.blogspot.com/2012/05/makalah-fluida.html
http://finda-novelia.blogspot.com/2012/05/makalah-fluida-statis.html
http://jodivanz.blogdetik.com/2012/03/29/penerapan-hukum-archimedes-dalam-kehidupan-sehari-hari/
http://azizfahmirriza5.wordpress.com/2012/04/20/aplikasi-hukum-bernoulli-pada-cerobong-asap/
http://budisma.web.id/materi/sma/fisika-kelas-xi/penerapan-hukum-bernoulli/
http://www.perpustakaan2satu.com/2012/02/hukum-bernoulli.html