Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

APLIKASI PESTISIDA
ACARA 6
PESTISIDA NABATI

Oleh
Nama

HENDRA PANGARIBUAN

NPM

E1J012075

Co-Ass

Goklasni Manullang

Shift

Jumat,10:00 Selesai

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dewasa ini, jumlah penduduk di Indonesia makin meningkat. Dalam setiap
tahunnya terjadi pertambahan jumlah penduduk. Seiring dengan bertambahnya jumlah
penduduk, permintaan kebutuhan pokok juga meningkat. Permintaan kebutuhan pokok
yang melambung tinggi, tidak dapat terpenuhi secara keseluruhan. Sehingga untuk
memenuhi kebutuhan pokok, pemerintah harus mengimpor. Contohnya saja impor beras
dari Thailand.
Bila dilihat dari wilayahnya, Indonesia memiliki potensi yang besar di sektor
pertanian. Indonesia dikenal dengan negara agraris, dimana rata- rata penduduknya
bermatapencaharian sebagai petani. Tapi hal ini berbalik arah dengan kenyataan yang
terjadi, dimana Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri. Hal
ini dikarenakan kualitas lahan di Indonesia yang buruk sehingga produktivitas pertanian
rendah.
Kualitas lahan yang buruk disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya
adalah penggunaan bahan- bahan kimia dalam pelaksanaan budidaya. Petani di Indonesia
masih bergantung pada bahan- bahan kimia, misalnya pestisida untuk menanggulangi
hama penyakit tanaman.
Penggunaan pestisida dalam proses produksi pertanian secara terus- menerus
dalam waktu yang lama akan mengakibatkan terdapatnya residu pestisida baik lahan
pertanian maupun residu pada hasil pertanian. residu dapat menimbulkan bahaya bagi
kesehatan masyrakat. Oleh karena itu untuk mencegah dan melindungi kesehatan
masyarakat dari kemungkinan terjadinya bahaya pestisida, maka perlu ditetapkan batas
maksimum (ambang batas) residu. Untuk memperbaiki kondisi ini, maka perlu
menggalakkan penggunaan pestisida nabati untuk mengendalikan hama. Penggunaan
pestisida nabati mempunyai manfaat yang nyata, diantaranya mampu menekan pemakaian
pupuk kimia yang boros anggaran dan merusak lahan pertanian, melepaskan
ketergantungan

petani

terhadap

penggunaan

pupuk

kimia

diharapkan

dapat

memberdayakan ekonomi para petani serta dapat menciptakan lingkungan yang sehat.
Banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati, salah satunya
tanaman cabai. Cabai merupakan tanaman yang mudah ditanam terutama di Indonesia.
Selain itu juga dapat diproduksi dalam skala kecil atau rumah tangga.

Oleh karena itu laporan ini akan membahas mengenai pestisida nabati dari cabai.
Dimana pestisida nabati ini lebih ramah lingkungan, sehingga pencemaran lingkungan
dapat diminimalisir dan segala bentuk bahaya juga dapat dikendalikan.
1.1 Tujuan
1. Untuk mengetahui macam- macam pestisida nabati dan bahan penyusunnya.
2. Untuk mengetahui manfaat pestisida nabati.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Pestisida Nabati
1) Pestisida nabati adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari alam, misalnya
tumbuhan. Jenis pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak
mencemarkan lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak, karena residunya
akan terurai dan mudah hilang. (Hendayana, 2010)
2) Pestisida nabati adalah hasil ekstraksi bagian tertentu dari tanaman, baik dari daun,
buah, biji, atau akar. Biasanya bagaian tanaman tersebut mengandung senyawa atau
metabolit sekunder serta memiliki racun terhadap hama dan penyakit tertentu.(Herliana,
2010)
3) Pestisida nabati adalah bentuk ramuan alami pembasmi hama yang bahan aktifnya
berasal dari tumbuhan atau bagian tumbuhan seperti akar, daun, batang atau buah.
Bahan-bahan ini kemudian diolah menjadi berbagai bentuk, antara lain bahan mentah
berbentuk tepung, ekstrak atau resin.(Rusfita, 2013)
4) Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan
(daun, buah, biji atau akar) berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas
(pemandul), pembunuh dan bentuk lainnya. dapat untuk mengendalikan organisme
pengganggu tumbuhan (OPT).(Meilin, 2009)
2.2 Macam- macam Pestisida Nabati dan Bahan Penyusunnya
Berikut ini beberapa jenis tanaman yang bisa digunakan sebagai pestisida nabati,
antara lain :
No
1

Nama Tanaman
Jambu mete
Anaccadium

Bagian
Tanaman
Kulit biji mete

Wedusan
Ageratum
conyzoides
Sirsat
Annona muricata
Mimba
Azadirachta

Asam anakardat,

Daun

cardanol
Precocene I, prepocene II

Tembakau

Hama penghisap

Hama penghisap,
ulat

Biji

Alkaloid, asam amino,

Hama penghisap

polifenol, minyak atsiri,


Biji, daun

acetogenin
Azadirachtin, milentriol,

Ulat, hama

salannin

penghisap,

Nicotiniod, anabarine,

nematoda, jamur
Hama penghisap,

indica
5

OPT sasaran

cardamol, cardol, 2-metil

odontinale
2

Bahan Aktif

Daun

Nicotiana
6

tabacum
Mindi
Melia azeoarach

Biji, daun

myosinine, piperidine

nematode

Margosin

Ulat, hama
penghisap,
nematoda, hama

7
8

9
10

11

12
13
14

Kenikir
Cosmos caudatus

Daun

Brotowali
Tinospora

Sulur

tuberculata
Legundi
Vitex trifolia
Jarak pagar
Jatropha curcas
Jeringau
Acorus calamus

Terthienyl

gudang
Hama penghisap,

Alkaloida

nematode
Hama penghisap,
hama penggerek

Daun

Bicucine, corlumedine,

Ulat, hama

Biji

allocryptopie
Reisin, alkaloid

penghisap
Ulat, hama
penghisap,

Daun

Arosone, kalomenol,

nematode
Hama penghisap

kalomen, metil eugenol,


eugenol
Papain

Ulat, hama

Pepaya
Carica papaya

Daun

Gadung
Dioscorea hispida

Umbi

Diosgenin, steroid,

penghisap
Ulat, hama

Sirih
Chaviva

Daun

saponin, alkohol, fenol


Fenol, kavokol

penghisap
Hama penghisap

Daun

Minyak atsiri, alkaloid,

Ulat

auriculata
15

Pacar cina
Aglaia odorata

saponin, flavonin, tannin

16

17

Bawang Merah
Allium cepa var.
Aggregatum L
Cabai
Capsicum annum

Kulit

Acetogenin, squamosin

Ulat

Biji

Kapsaisin,

Ulat

dihidrokapsaisin,
(Ardiansyah, 2013)

2.3 Manfaat Pestisida Nabati


1) Repelan,

yaitu

menolak/mengusir

kehadiran

serangga

(misal

dengan

cara

mengeluarkan bau yang menyengat/tidak disukai serangga).


2) Antifidan, mencegah serangga hama memakan bagian tanaman yang telah diberi
3)
4)
5)
6)
7)
8)

pestisida nabati (memberikan rasa tidak enak pada tanaman bagi serangga hama).
Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa.
Membuat kemandulan pada serangga betina.
Racun saraf pada serangga.
Mengacaukan sistem hormon pada serangga.
Atraktan, pemikat kehadiran serangga yang dipakai pada perangkap serangga.
Mengendalikan pertumbuhan jamur/bakteri.
(Sito, Jake. 2013)

2.4 Kelebihan dan Kekurangan Pestisida Nabati


Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan. Keunggulan
pestisida nabati adalah :
a) Teknologi pembuatannya lebih mudah dan murah, sehingga memungkinkan untuk
dibuat sendiri dalam skala rumah tangga.
b) Pestisida nabati tidak menimbulkan efek negatif bagi lingkungan maupun makhluk
hidup, sehingga relatif aman untuk digunakan
c) Tidak beresiko menyebabkan keracunan pada tanaman, sehingga tanaman yang
diaplikasikan pestisida nabati jauh lebih sehat dan aman dari pencemaran zat kimia
berbahaya.
d) Menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.
(Rusfita, 2013)
Kelemahan pestisida nabati yang perlu kita ketahui antara lain:
a) Karena bahan nabati kurang stabil mudah terdegradasi oleh pengaruh fisik, kimia
maupun biotik dari lingkungannya, maka penggunaannya memerlukan frekuensi
penggunaan yang lebih banyak dibandingkan pestisida kimiawi sintetik sehingga
mengurangi aspek kepraktisannya
b) Kebanyakan senyawa organik nabati tidak polar sehingga sukar larut di air karena itu
diperlukan bahan pengemulsi
c) Bahan nabati alami juga terkandung dalam kadar rendah, sehingga untuk mencapai
efektivitas yang memadai diperlukan jumlah bahan tumbuhan yang banyak
d) Bahan nabati hanya sesuai bila digunakan pada tingkat usaha tani subsisten bukan
pada usaha pengadaaan produk pertanian massal

e) Apabila bahan bioaktif terdapat di bunga, biji, buah atau bagian tanaman yang muncul
secara musiman, mengakibatkan kepastian ketersediaannya yang akan menjadi
kendala pengembangannya lebih lanjut
(Martono, 1997)
2.5 Menganalisa Penelitian dari Jurnal yang berhubungan dengan pestisida nabati
Jurnal yang berjudul Teknik ekstraksi dan aplikasi beberapa pestisida nabati
Untuk menurunkan palatabilitas ulat grayak (spodoptera litura fabr.) Di laboratorium
membahas mengenai penggunaan pestisida nabati yang terbuat dari biji dan daun sirsak,
daun dan bunga babadotan, biji saga, daun sembung, daun melinjo untuk menurunkan
palatibilitas ulat grayak. Dari hasil penelitian, pestisida yang terbuat dari ekstrak biji
sirsak mempunyai pengaruh yang besar dalam menurunkan palbilitas ulat grayak.
Pengaplikasian pestisida nabati ini dilakukan selama 7 hari, setelah 7 hari aktivitas
makan ulat grayak pada tanaman percobaan (kedelai) menurun sebesar 49,80%. Hal ini
menunjukkan bahwa pengaplikasian pestisida nabati biji sirsak menyebakan kematian
dan berpengaruh negatif terhadap palatabilitasnya atau bersifat anti-feedant. Hal ini
sesuai dengan pendapat Maryani (1995) yang mengemukakan bahwa biji sirsak
mengandung senyawa bioaktif asetogenin yang bersifat insektisidal dan antifeedant. Hal
tersebut juga didukung oleh pendapat Kardinan (2002) yang menyatakan bahwa buah
mentah, biji, daun, dan akar sirsak mengandung senyawa kimia annonain yang selain
dapat berperan sebagai insektisida dan larvasida juga dapatberfungsi sebagai penolak
serangga dan anti-feedant.

BAB III
METODOLOGI
A.Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada acara praktikum pengenalan pestisida nabati ini adalah :

Daun Mimba
Daun Mindi
Daun Sirsak
Daun Srikaya
Daun Karet

Daun Serai
Daun Lada
Daun Jarak Pagar
Cengkeh
Bawang Putih

B.Cara kerja

Pada acara pengenalan berbagai macam bahan pestisida nabati praktikan

mengambar 10 bahan yang telah disediakan Laboratorium dan menganalisis aroma dari setiab
bahan pestisida nabati.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Hasil

Daun mimba (Azadirachta indica Juss.

Daun mindi (Melia azedarach L. )

daun srikaya ((Annona squamosa L.) )

Daun jarak (Jatropha curca L.)


nardus (L.)

Daun sirsak (Annona muricata L)

Daun serai (Cymbopogon

Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.)


braziliensis).

Daun Karet ((Hevea

bawang putih (Allium Sativum)

Daun lada((Piper nigrum L)

B. Pembahasan

Pestisida dari bahan nabati sebenarnya bukan hal yang baru tetapi sudah lama

digunakan, bahkan sama tuanya dengan pertanian itu sendiri. Sejak pertanian masih
dilakukan secara tradisional, petani di seluruh belahan dunia telah terbiasa memakai bahan
yang tersedia di alam untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman. Pada tahun 40an sebagian petani di Indonesia sudah menggunakan bahan nabati sebagai pestisida. Pestisida
nabati adalah solusi terbaik untuk membasmi hama secara mudah dan murah. Selain itu
ramuan ini sangat ramah lingkungan, sehingga tidak merusak ekosistem di sekitarnya.
Ramuan pestisida nabati dapat dibuat sendiri dengan teknologi yang sangat sederhana. Sangat
memungkinkan untuk dikerjakan secara perorangan, kelompok ataupun dalam skala usaha
tertentu. Beberapa teknik yang umum digunakan untuk mengolah pestisida nabati diantaranya
dengan teknik merendam, mengestrak, dan ataupun merebus bagian tertentu dari tanaman
yang memiliki efek mengusir hama.

Daun mimba (Azadirachta indica Juss.) Pestisida yang dibuat dari daun dan

biji tanaman mimba dapat digunakan untuk mengendalikan hama yang biasa menyerang
tanaman pangan dan hortikultura. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam tanaman mimba
dapat menghambat serangan hama. Pestisida ini mampu mengendalikan hama seperti, ulat,
kumbang, dan kutu daun secara efektif.

Daun mindi(Melia azedarach L. ) Mindi dapat digunakan untuk pestisida

nabati, untuk mengusir atau penolak hama, menghambat hama untuk bertelur, insektisida, dan
menghambat perkembangan cendawan Mindi juga mengandung racun kontak dan racun perut
bagi serangga sasaran.

Daun srikaya (Annona squamosa L.) Srikaya Daun dan buah muda

mengandung minyak anonain dan resin Cara kerja racun : Sebagai racun perut , racun
kontak, penolak serangga, serta penghambat peletakan telur dan mengurangi nafsu makan

serangga, Kumbang perusak daun,kutu daun, nyamuk rorongo, wereng cokelat, dan walang
sangit.

Daun sirsak (Annona muricata L) Daun sirsak mengandung bahan aktif

annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama trips.

Daun serai (Cymbopogon nardus L.)

Tanaman ini dapat menggantikan

pestisida kimia yaitu untuk insektisida, bakterisida, dan nematisida. Senyawa aktif dari
tanaman ini berbentuk minyak atsiri yang terdiri dari senyawa sitral, sitronella, geraniol,
mirsena, nerol, farnesol, metil heptenol dan dipentena. Tanaman ini dapat mengendalikan
Kumbang beras : (Tribolium sp); Sitophilus sp.;

Callosobruchus sp.; Nematoda

(Meloidogyne sp.); dan Jamur Pseudomonas sp

Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Cengkeh merupakan tanaman perkebunan yang


banyak dibudidayakan ditingkat petani. Tanaman ini banyak mengandung minyak
atsiri

yang

mempunyai

nilai

jualtinggi.

Minyak

atsiri

diperoleh

melalui

prosesekstraksi maupun penyulingan bagian daunatau bunga cengkeh. Minyak tersebu


tdiketahui mengandung sampai dengan 80% eugenol dan berdasarkan uji
laboratorium dan rumah kaca diketahui sangat efektifmembunuh nematode puru akar,
M. incognita.

Bawang putih (Allium Sativum) Bawang putih secara alami akan menolak

banyak serangga. Tanamlah di sekitarpohon buah dan lahan sayuran untuk membantu
mengurangi masalah-masalahserangga. Bawang putih, begitu juga dengan bawang bombai
dan cabai, digiling, tambahkan air sedikit, dan kemudian diamkan sekitar 1 jam. Lalu berikan
1 sendok makan deterjen, aduk sampai rata, dan kemudian ditutup. Simpan di tempat yang
dingin
selama 7 10 hari. Bila ingin menggunakannya, campur ekstrak tersebut dengan
air. Campuran ini berguna untuk membasmi berbagai hama tanaman, khususnya
hortikultura.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan

Dari hasil dan pembahasan laporan di atas dapat disimpulkan bahwa pestisida

nabati merupakan salah satu solusi terbaik untuk membasmi hama secara mudah dan murah.
Beberapa macam komoditi yang dapat digunakan sebagai pestisida antara lain bawang putih,
daun lada, daun mimba, daun mindi, daun serai, cengkeh, daun karet, daun sirsak, daun
srikaya, dan daun jarak

B. Saran

Agar praktikum berjalan dengan baik, sebaiknya para praktikan lebih serius

dalam mendengarkan asisten dosen saat menerangkan prosedur praktikum. Dan pada saat
melakukan praktikum, sebaiknya praktikan lebih tentram agar tidak menimbulkan keribuatan.

DAFTAR PUSTAKA

Ardiansyah.

blogspot.com/2013/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html
Hendayana, M. 2010. Pestisida nabati. http://jendela-tani.blogspot.com/2013/

04/pestisida-nabati-bagian-1.html.
Herliana, Ersi. 2010. Bertanam 15 Sayuran Organik Dalam Pot. Jakarta: Penebar

Swadaya
Meilin, Araz. 2009. Pemanfaatan Pestisida Nabati Pada Tanaman Sayuran. Jambi:

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi


Purwantari, Sajimin. 2011. Pengaruh pestisida organik dan interval penyemprotan

Fiqhi.

2013.

Pestisida

nabati.

http://fiqhiardiansyah.

terhadap produktivitas hijauan pakan tanaman alfalfa (medicago sativa).


http://balittro.litbang.deptan.go.id/ind/images/publikasi/prosiding/pesnabiv/3.Sajimi

n-biopest%2041-50p.pdf.
Rusfita, Nova. 2013. Pestisida Nabati Cabai Untuk Membunuh Ulat Grayak.

http://ikma10fkmua.files.wordpress.com/2013/05/6b.pdf.
Santoso, Joko; Sumarni. 2008. Pengaruh Pestisida Organik dan Jumlah Bibit
Perlubang

Pada

Tanaman

Padi.

http://ejurnal.its.ac.id/index.php

/sains_seni/article/download/3739/1414.
Sito,
Jake.
2013.
Fungsi
Pestisida

wordpress.com/2013/03/07/fungsi-pestisida-nabati/.
Tohir, Aji. 2010. Teknik ekstraksi dan aplikasi beberapa pestisida nabati untuk
menurunkan

palatabilitas

ulat

grayak

Nabati.

(spodoptera

http://lsmorganik.

litura

fabr.)

Di

laboratorium.http://digilib.litbang.deptan.go.id/repository/index.php/repository/dow
nload/47/49.