Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGENDALIAN GULMA
IDENTIFIKASI GULMA DAUN LEBAR

Oleh
Nama

HENDRA PANGARIBUAN

NPM

E1J012075

Co-Ass

Rizky S Utami

Shift

Rabu,12:00 - Selesai

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2015

PENDAHULUAN
I.I Dasar teori
Identifikasi berasal dari kata identik yang artinya sama atau serupa dengan, dan untuk
ini kita dapat terlepas dari nama latin. Nama latin suatu gulma akan sangat berarti karena
nama tersebut diterima di internasional. Sebagai contoh jika kita menyebutkan nama
babandotan, ahli gulma india atau afrika bahkan mungkin yang berasal dari luar pulau jawa
sering tidak mengetahuinya. Tetapi dengan menyebut nama latinnya atau Ageratum
conyzoides, L. maka hamper dapat dipastikan orang-orang tersebut mengetahuinya. Atau jika
tidak, maka mereka dengan mudah mencari informasi dengan berpegangan pada nama latin
gulma tersebut.
Nama latin suatu jenis gulma biasanya terdiri dari dua kata. Kata pertama
menunjukkan marganya yang selalu dimulai dengan huruf besar sedangkan kata kedua
menunjukkan jenis yang selalu dimulai dengan huruf kecil. Dibelakang nama tersebut
terdapat pula singkatan nama orang yang pertama kali membuat determinasi jenis tersebut.
Contoh : Panicum repens L. Huruf L adalah singkatan dari Linnaeus, seorang ahli tumbuhtumbuhan dari swedia yang pertama kali membuat determinasi gulma P.repens.
Dalam mengidentifikasi gulma dapat ditempuh satu atau kombinasi dari sebagian atau
seluruh cara dibawah ini :
1. Membandingkan gulma tersebut dengan material yang telah diidentifikasi
dengan herbarium.
2. Konsultasi langsung dengan ahli dibiddang bersangkutan
3. Mencari sendiri dengan menggunakan kunci identifikasi
4. Membandingkan dengan determinasi yang ada
5. Membanduingkan dengan ilustrasi yang tersedia.
Untuk mengidentifikasi gulma dengan kata kunci tentunya kita harus memahami sifatsifat generative dan vegetative dari gulma tersebut.
1. Bagian vegetative gulma
Bagian vegetative gulma yang dapat dipakai sebagai factor identifikasi adalah
akar, batang, dan daun.
a. Akar
Perakaran pada gulma dapat berupa akar tunggang (biasanya ditemui pada
golongan berdaun lebar) dan akar serabut yang biasanya ditemui pada
gulma golongan rerumputan dari teki-tekian

b. Batang
Bagian batang yang menjadi ciri identifikasi gulma antara lain adalah:

Bentu batang : bulat, segitiga, lonjong, pipih, berongga, segi empat,


segi lima, dsb.

Pertumbuhan batang : menjalar, melilit, tegak, bercabang banyak,


bercabang menggarpu, dsb.

c. Daun
Bagian daun yang dapat digunakan menjadi cirri identifikasi gulma antara
lain :

Bentuk daun

: bulat, lanset, lonjong, pita, jarum, jantung,

segi tiga, dsb.

Warna daun

: hijau tua, hijau, kuning, merah, ungu, dsb.

Tepi daun

: rata, bergerigi, bergigi, berombak,dsb.

Daging daun

: tebal, tipis, kaku, dsb

Duduk daun

: berhadapan, tersebar, berhadapanBersilangan, berkarang, dsb.

Jumlah daun

: tuggal, majemuk

Tulang daun

: menyirip, menjari, lurus/sejajar.

Ujung daun

: runcing, meruncing, berlekuk, rata, bulat

Pangkal daun

: bulat, membulat, runcing, meruncing, rata,

dsb.
d. Modifikasi akar, batang dan daun
Berupa rimpang,stolon,umbi lapis, dan akar tinggal.
2. Bagian generative gulma
Pada strutur generative untuk mengidentifikasi gulma terdiri dari bunga, buah
dan biji.
a. Bunga
Bagian bunga yang biasa menjadi factor indikasi adalah :

Jumlah bunga

: tunggal atau majemuk

Letak bunga

: di ujung, tersebar, dll.

Bentuk bunga

: bonggol, bulir, malai, dsb

Warna bunga

: merah, hijau, kuning, dll

Simetri bunga

: asimetri, simetri bilateral,dll

Jenis buah

: buah sejati, atau buah semu.

Daging buah

: buah berdaging ( buah buni, pepo, batu,

b. Buah

empulur, dll) buah kering (berbiji tunggal,


polong, dll)
c. Biji
Biji dapat ditandai dengan cirri-ciri berlainan, misalnya : bentuk, warna,
ukuran, dan keadaan permukaan yang tidak sama. Sebagai contoh : pada
Amaranthaceae bijinya berwarna hitam dan mengkilat.
I.2 Tujuan Pratikum
Diadakannya pratikum gulma pada acara identifikasi gulma ini bertujuan agar
mahasiswa mampu mengenali jenis jenis gulma, nama daerah, nama latin spesies gulma,
bentuk morfologi dan anatomi, dan membedakan golongan gulma.

TINJAUAN PUSTAKA
Gulma merupakan suatu kelompok tumbuhan yang merugikan manusia dalam
beberapa hal, tapi juga dapat dikatakan semua tumbuhan yang tidak bermanfaat atau belum
diketahui manfaatnya. Berbagai macam gulma dari ordo Dicotyledoneae termasuk dalam
kelompok ini. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap
tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Daun dibentuk pada meristem apical dan sangat
sensitif terhadap khemicelia. Terdapat stomata pada daun terutama pada permukaan bawah,
lebih banyak dijumpai. Terdapat tunas-tunas pada nodusa. Serta terdapat titik tumbuh pada
cabang. Contoh gulma ini :ceplukan (Physalis angulata L.), wedusan (Ageratum conyzoides
L.) sembung rambut (Mikania michranta). Perkembangan pertanian dewasa ini menunjukkan
kemajuan yang semakin pesat. Namun bersamaan dengan itu banyak segi yang secara
langsungataupun tak langsung dapat memacu pertumbuhan gulma, seperti penanaman dalam
baris, jarak tanam, yang lebar, mekanisasi, pengairan, penggunaan bahan-bahan kimia berupa
pupuk pestisida. Berarti dengan meningkatnya intensifikasi pertanian maka masalah gulma
tidaklah semakin ringan, tetapi justru semakin berat. Akibatnya gulma menjadi masalah
dalam budidaya tanaman.
Sifat gulma yang dapat tumbuh dengan cepat pada suatu lahan pertanian menjadi
sebuah tantangan untuk dengan cepat pula memberantas gulma terutama pada stadia 1/4
sampai 1/3 umur tanaman dan selebihnya gulma dapat tetap hidup pada lahan pertanian,
karena selain memiliki nilai negatif gulma juga memiliki nilai positif bagi tanaman
budidaya.Gulma dapat dibedakan jenisnya menurut karakteristiknya yaitu gulma rumput,
gulma berdaun lebar, dan gulma teki. Dari pembagian tadi kita dapat dengan mudah
mengidentifikasinya serta mudah pula untuk mengendalikannya.Daun-daun gulma berdaun
lebar dibentuk pada meristem apikal dan sangat sensitif terhadap khemikalia. Pada
permukaan daun terutama permukaan bawah pada stomata yang memungkinkan cairan

masuk. Gulma ini mempunyai tunas-tunas pada nodus atau titik memencarnya daun. Tunastunas ini juga sensitif terhadap herbisida.meristem apikal pada gulma berdaun lebar adalah
bagian batang yang berbentuk sebgai bagian terbuka yang sensitif terhadap perlakuan kimia.
( Sukman, Y dan Yakup. 2002)
Gulma memiliki sifat khusus yaitu sifat fisik gulma adalah bersaing dengan tanaman
budidaya untuk ruang, cahaya da n secara kimiawi untuk air, nutrisi da n gas-gas penting.
Sesuai dengan bentuk daun gulma dapat dikelompokkan mnejadi gulma berdaun lebar, gulma
berdaun sempit dan gulma jenis teki. Salah satu contoh dari gulma berdaun lebar ini adalah
enceng gondok dan genjer, gulma daun lebar ini hidup di air yang menjadi musuh para petani
yang susah dikendalikan karena perkembangbiakannya sangat cepat bisa secara generatif
dengan menggunakan biji dan vegetatif dengan stolon dan sangat mudah menyebarnya.
(Moenandir,1988)
Setiap jenis gulma memiliki jenis yang berbeda satu sama lainnya, misalnya tipe
pertumbuhan, cara perkembangbiakan dan daya kompetensi terhadap tanaman. Tipe
pertumbuhan gulma ada yang tegak, menjalar dan ada yang memanjat. Cara
perkembangbiakan gulma ada yang melalui biji, umbi, stolon, rhizoma, dan lainlain.pengenalan sifat-sifat tersebut berhubungan erat dengan kemampuan bersaing dengan
tanaman, dan pada akhirnya dapat dijadikan salah satu bahan pertimbangan untuk
menentukan metode dan cara pengendaliannya.(Nurjanah.dkk,2008)

BAHAN DAN METODE


Alat dan Bahan

Lup (kaca pembesar)

Pisau atau gunting

Buku identifikasi

Spesimen gulma lengkap dan segar

Alat tulis, buku gambar, dan pensil warna

Metode pelaksanaan
1. Setiap praktikan membawa spesimen gulma segar lengkap dengan bagian-bagiannya
(akar, batang, daun dan bunga) yang mewakili dari gulma teki-tekian
2. Mengidentifikasi gulma menggunakan buku identifikasi
3. Menggambar secara makroskopis bagian-bagian gulma, meliputi bagian vegetatif dan
bagian generatif
4. Memberi keterangan gambar dan membuat klasifikasi gulma tersebut (kelas, ordo,
famili, genus dan spesies) pada sudut kanan bagian bawah dari gambar

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil pengamatan
4.1.1 Identifikasi Gulma Berdaun Lebar
N

Nama Gulma

Latin

Perakara
n

Indonesia

Ciri batang
Bentuk

Permukaan

pertumbuha
n

Mimosa invisa
mart.ex colla

Putri malu

Serabut

Bulat

Berduri

Tegak

Limnocharis flava L.

Genjer

Serabut

Bulat

Halus

Tegak

Widelia trilobata

Tusuk

serabut

Bulat

Berbulu

menjalar

Tunggan

Bulat

licin

Tegak

Bulat

Berbulu

Tegak

Pangkal

konde
4

Tiponium trilobatum

g
5.

N
o

Filicinae

Sembung

Tunggan

rambat

Ciri daun
Bentuk Warna

Tepi

Duduk

Tulang

Ujung

Jarum Hijau

Rata

Berhadapan

Menyirip

Berlekuk

Rata

Bulat Hijau

Rata

Tersebar

Melengkung

Bulat

Bulat

Ovale Hijau

Bergerigi

B.Bersilang

Menjari

Meruncing

Meruncing

segitiga hijau

rata

Berhadapan

Menyirip

Berlekuk

membulat

Berhadapan

Menjari

Melengkung

rata

N
o

Pita

Hijau Bergerigi

Bunga

Biji

Perkembangbiakan

Modifikasi
batang

Letak

Bentuk

warna

Bentu

Warna

Generatif

Vegetatif

Biji

Stolon

Stolon

k
1

Ujun

Bonggo

Kunin

Ujun

Bonggo

Ungu

Biji

Tunas

Ujun

Bintang

kuning

bulat

Hitam

Biji

buku

Bulir

Ungu

Bulat

Hitam

Biji

Biji

g
4

ujung

putih
5

Tabel 4.1.2Gambar gulma rumput

No.Mimosa invisa Mar.


Gambar
Filicinae
1.

3
4

Wedelia trilobata

Typhonium flagelliforme (Lodd.) Bl

5. Limnocharis flava

Klasifikasi
Keterangan
Kingdom:
Plantae (Tumbuhan)
Kingdom
: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Divisi: berpembuluh)
Pteridophyta
(Tumbuhan
Class
: Liliopsida
Super
Divisi: Spermatophyta
(Menghasilkan
biji) : Cyperales
Order:
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan
Family:
: Filicinae
berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping
dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo:Klasifikasi
Fabales
Famili:
Fabaceae
(suku polongKingdom:
Plantae
polongan)
(Tumbuhan) Super Divisi:
Genus: Mimosa
Spermatophyta (Menghasilkan
Spesies: Mimosa invisa Mar.
biji)
Divisi: Magnoliophyta
(Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping
dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Asterales
famili: Asteraceae
Genus: Wedelia
Spesies: Wedelia trilobata (L.)
Hitchc
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta
(Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu /
monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae (suku talas-talasan)
Genus: Typhonium
Spesies: Typhonium
flagelliforme (Lodd.) Bl.
Regnum
Divisi
Anak divisi
Classis
Ordo
Familia
Genus
Spesies

: Plantae
: Magnoliophyta
: Angiospermae
: Monocotyledonae
: Alismatales
: Limnocharitaceae
: Limnocharis
: Limnocharis flava

Pembahasan
Polypodiopsida atau Pteridopsida merupakan

kelompok tumbuhan

paku yang

mencakup seluruh anggota dengansporangium yang tumbuh dari satu sel epidermis induk,
atau dikenal sebagai Leptosporangiatae. Kelompok ini mencakup mayoritas dari anggota
tumbuhan paku, sekitar 9000 spesies.Polypodiopsida mencakup sebagian besar kelompok
tumbuhan paku yang pernah dikenal dengan nama Filicinae atau "paku sejati" (atau "paku
sejati"), yang dicirikan dengan pertumbuhan daun secara lingkaran membuka.
Wedelia tumbuh dengan panjang antara 18 hingga 24 inchi. Wedelia tumbuh menjalar
membentuk suatu bentangan seperti tikar yang menutupi tanah. Daun wedelia berwarna hijau
cerah dengan panjang daun antara 1 sampai 3 inchi. Permukaan daun wedelia berbulu dan
tepi daun bergerigi. Sebagian besar bentuk daun wedelia adalah lonjong. Bunga wedelia,
berwarna kuning cerah, berukuran kecil dengan kelopak bunga melingkar seperti bunga
matahari. Putik dan benang sari belingkar penuh di tengah kelopak bunga. Wedelia
berkembang biak secara vegetatif alami yaitu dengan cara merunduk. Batang tanaman yang
menyentuh tanah akan tumbuh akar dan menjadi tumbuhan baru.Batang wedelia berwarna
hijau terang dengan bulu halus yang menutupi seluruh bagian batang.
Tumbuhan wedelia berasal dari Amerika Tengah dan pulau Karibia, tetapi sekarang
telah menyebar disemua daerah tropis. Wedelia tumbuh subur di daerah dengan sinar
matahari penuh. Semakin banyak sinar matahari, semakin bagus pula bunga wedelia yang
tumbuh. wedelia adalah tanaman tropis sehingga dengan subur hidup di daerah tropis.
Wedelia juga hidup di negara Hindia Barat, Hawaii, Florida selatan, Amerika Tengah, dan
Afrika Barat, terutama pada tanah dengan ketinggian rendah. Tanaman ini lebih suka daerah
lembab tetapi juga tahan terhadap kekeringan.
mimosa Invisa adalah tumbuh cepat, semak berduri berlimpah, dua
dengan batang

bercabang

sudut

yang menjadi

berkayu

tahunan

atau

dengan usia daunnya

yang alternative,bipinnate dan majemuk,pink untuk bunga bulat unguditanggung pada tangka
i berduri

pendek

yang

timbul

dari

suatu

axil

daun.

Polong

biji di

dengan bulu kaku dan terpisah di alur melintang menjadi dua sampai empat,

tutupi
tunggal

unggulan segmen yang mimosa genus tidak terjadi secara alami di asia tenggara atau
Australia. m.Invisa adalah satu dari tiga spesies kurus dari mimosa di wilayah ini, yang
semuanya

dirawat

di buku

ini. mereka dapat

dibedakan (i)

oleh sejumlah pinnaedi

daun: m. Invisa 4 sampai 9 berpasangan; m. pigra 6 sampai 16 pasang, danm. pudica 1


sampai 2 pasang dan (ii) ukuran polong: m. Invisa 4 biji per polong, m. pigra 12 sampai 24

biji. di

samping

itu, m. batang

sedangkan m. pigra

berasal

Invisa

memiliki

penutup

memiliki

penutup

tipis

padat

prickles

dariprickles

kecil,

besar

m.invisa lipatan daun menyirip ketika disentuh, tetapi tidak sensitif karena beberapa
spesies lain, seperti m.pudica. meninggalkan lipat pada malam hari.tidak seperti situasi
di daerah yang lebih tropis, seperti filipina mana m.invisa bunga sepanjang tahun, di tengah
dan selatan brazil hanya bunga dari akhir Januari sampai pertengahan April. benih dewasa
dari Februari hingga

akhir Mei

dan

tanaman kemudian penuaan,

kehilangan sebagian

besar daunnya, meskipun beberapa daun hijau tetap di dasar batang. selama dua sampai lima
bulan tumbuhan hijau sulit untuk menemukan. penuaan bukan karena kekurangan airserta di
airi tanaman di laboratorium juga penuaan. Namun, perkecambahan terjadi ketika uap
air tersedia, sehingga tanaman muda mungkin muncul setelah hujan tanaman sensitif
raksasa adalah semak tahunan atau luas meskipun berperilaku seperti pohon anggur
yang abadi dalam beberapa tahun tertentu. Batang merangkai, sering berebut lebih tanaman
lain,

empat-siku,

sudut

biasanya

dengan

Daun alternatif, terang hijau, berbulu dan


7 pasang segmen. Setiap
sangat kecil
Sangat

kecil

yang

tajam,

prickles

doyan.

pakis-seperti, setiap daun dibagi menjadi 5-

segmen membawa sekitar dua puluh pasang selebaran yang

menutup

ketika

terganggu,

bunga berwarna merah muda

mengembang sekitar 12 mm, pada tangkai


terkumpul,

garis

masing-masing

sekitar

terluka,

pucat

atau

pada malam hari.

terjadi sebagai

putaran, bola

pendek pada sendi daun. Polong banyak

25 mm dan

luas

ketika

matang.

Berselubungkan prickles kecil, kemudian masuk ke empat atau lima satu unggulan buah.
Keladi

Tikus,

Lioshu

Yu

(Cina).

Talas

Kunthing

Nama Latin : Thyponium flagelliformis. Keladi Tikus termasuk golongan herba yang
bentuknya menyerupai talas tumbuh berumpun di alam bebas pada tanah gembur, lembab dan
teduh. Di pulau Jawa Keladi Tikus banyak ditemukan di hampir semua tempat baik dataran
tinggi maupun dataran rendah. Keladi Tikus yang masih kecil dan tumbuh, daun biasanya
berbentuk bulat sedikit lonjong. Daun daun berikutnya mulai meruncing seperti daun talas.
Keladi Tikus yang sudah tua daunnya hijau halus berujung runcing menyerupai anak panah.
Bunga berwarna putih kekuningan dan kelopaknya menyerupai ekor tikus. Akarnya berwarna
putih membesar membentuk umbi. Tinggi tanaman dewasa 10 s/d 20 cm (yang berkualitas
bagus) dengan berat 10 s/d 20 gram setiap rumpun. Umbi Keladi Tikus berbentuk bulat
londong. Untuk tanaman dewasa yang siap digunakan diameter umbi antara 1 cm s/d 2 cm.

Tanaman ini juga banyak dijumpai tumbuh di parit-parit (tanah berair) dan sangat subur. Pada
sawah sawah di beberapa daerah Keladi Tikus bahkan banyak tumbuh diantara padi.
Sehingga setiap saat harus dihilangkan / dibasmi karena sangat mengganggu pertumbuhan
padi. Keladi Tikus mengandung zat yang dapat mengaktifkan fungsi sel darah dengan
memproduksi mediator, sehingga merangsang dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.
Di negara lain misalnya Di Malaysia Keladi Tikus dipakai sebagai obat penyembuh
penyakit kanker yang penggunaannya disarankan dilakukan berdampingan dengan
pengobatan medis seperti kemoterapi (chemotherapy) atau radioterapi (radiotherapy). Pada
penderita kanker stadium lanjut penggunaan sari Keladi Tikus telah menunjukkan hasil yang
sangat positip. Keladi Tikus dapat mengatasi efek sampingan dari chemotheraphy, seperti
rambut rontok, mual, dll.Terdapat tumbuhan yang mirip dengan Keladi Tikus yaitu
Thyponium trilobatum. Typhonium trilobatum daunnya berombak dan berwarna hujau agak
pudar. Dibagian ujung daun yang masih kuncup berwarna keunguan dan akarnya berwarna
coklat tua. Kelopak bunga Typhonium trilobatum melebar menyerupai lidah serta berwarna
ungu. Typhonium trilobatum mengandung zat yang bersifat racun. Karena itu hindarilah
kekeliruan.
Genjer (Limnocharis flava) merupakan tanaman terna, tumbuh di rawa atau kolam
berlumpur yang banyak airnya. Konon asalnya dari Amerika, terutama bagian negara
beriklim tropis. Selain daunnya, bunga genjer muda juga enak dijadikan masakan. Genjer
cocok diolah menjadi tumisan, lalap, pecel, campuran gado-gado atau dibuat sayur bobor.
Biasanya ditemukan bersama-sama dengan eceng gondok. Genjer adalah sumber sayuran
orang miskin, yang dimakan orang desa apabila tidak ada sayuran lain yang dapat dipanen.
Dalam bahasa internasional dikenal sebagai limnocharis, sawah-flower rush, sawah-lettuce,
velvetleaf, yellow bur-head, atau cebolla de chucho. Tumbuhan ini tumbuh di permukaan
perairan atau akarnya masuk ke dalam lumpur, tumbuhan tahunan; rimpang tebal dan tegak,
tinggi tumbuhan dapat mencapai setengah meter; daun tegak atau miring, tidak mengapung,
tangkainya panjang dan berlubang, helainya bervariasi bentuknya; mahkota bunga berwarna
kuning dengan diameter 1.5cm, kelopak bunga hijau.

KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dan berdasarkan identifikasi dari gulma
berdaun lebar maka dapat disimpulkan bahwa:
Gulma berdaun lebar jika dilihat dari habitatnya ada yang tumbuh diperairan dan juga
tumbuh di daratan,
dilihat dari penggolongan tumbuhan menjadi gulma daun lebar tahunan dan gulma
daun lebar semusim.
Gulma berdaun lebar ini ada yang termasuk kelas monokotil dan ada yang termasuk
kelas dikotil. Tetapi pada umumnya yang tergolong kelas monokotil adalah gulma
yang tumbuh di peraiaran sedangkan yang tumbuh di darat untuk golongan gulma
berdaun lebar termasuk kedalam kelas dikotil.
Selain memberikan persaingan pada tanaman yang kita budidayakan dan juga
penyebab dari beberapa masalah lingkungan seperti penyusutan debit air akibat gulma
air , gulma juga ada yang dapat memberikan manfaat pada manusia baik secara
langsung maupun tidak langsung.

DAFTAR PUSTAKA
Moenandir , J. 1988. Pengantar Ilmu Gulma dan Pengendalian Gulma. Universitas Brawijaya
Rajawali Pers. Jakarta
Nurjanah, U.dkk. 2008. Penuntun Praktikum Pengendalian Gulma. Fakultas Pertanian
Universitas Bengkulu. Bengkulu
Rukmana, R dan UU sugandi saputra. 1999. Gulma dan Teknik Pengendalian. Rajawali Pers
Jakarta
Sukman, Y dan Yakup. 2002. Gulma dan Cara Pengendaliannya. Rajawali Pers. Jakarta
USDA. PLANTS Profile for Mikania micrantha (bittervine) _ USDA PLANTS.htm.