Anda di halaman 1dari 2

RUJUKAN PASIEN BPJS EMERGENSI

No. Kode :
FORMULASI

SOP
UPT
Puskesmas
Wates

/ SOP /
C.7.2.3.4/
IV / 2015

Terbitan

: 01

No. Revisi

:0

Tgl. Mulai Berlaku : 1Mei


2015
Halaman

:1/2

Ditetapkan Oleh
Kepala UPT Puskesmas
Wates

Citra Mayangsari
NIP: 198201012006042046

1. Pengertian

Pasien emergensi adalah kondisi dimana pasien menderita penyakit dan cidera yang
dapat menimbulkan kecacatan permanen dan mengancan nyawa pasien.

2.

Tujuan

Tujuan Sistem Rujukan adalah agar pasien mendapatkan pertolongan pada fasilitas
pelayanan kesehatan yang lebih mampu sehingga jiwanya dapat terselamatkan, dengan
demikian dapat menurunkan angka kematian.

3.

Kebijakan

Petugas dan pasien harus menjalankan alur pelyanan sebagaimana prosedur


berikut ini.

4. Referensi

Permenkes no 75 tahun 2014, Bab I, pasal 1, ayat 9.

5. Alat dan
Sarana

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

6.

A. Pasien yang akan dirujuk harus sudah diperiksa dan layak untuk
dirujuk. Adapun kriteria pasien yang dirujuk adalah bila memenuhi salah satu
dari :
1. Hasil pemeriksaan fisik sudah dapat dipastikan tidak mampu diatasi
2. Hasil pemeriksaan fisik sudah dapat dipastikan tidak mampu diatasi.
3. Hasil pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan penunjang medis
ternyata tidak mampu diatasi.
4. Memerlukan pemeriksaan penunjang medis yang lebih lengkap ,
tetapi pemeriksaan harus disertai pasien yang bersangkutan.
5. Apabila telah diobati dan dirawat ternyata memerlukan pemeriksaan,
pengobatan dan perawatan di sarana kesehatan yang lebih mampu

Prosedur

Buku Rekam Medis Pasien


Lembar observasi pasien.
Komputer
Tensi meter
Stetoskop
Ambulance
Telepon
Peralatan kegawatan
Kartu Berobat
Alat tulis
Blangko rujukan, blangko Laboratorium

B. Prosedur standar merujuk pasien.


Prosedur Klinis:

RUJUKA PASIEN BPJS EMERGENSI


No. Kode

/ SOP / C.7.2.3.4 / IV/

2015

FORMULASI

SOP
UPT
Puskesmas
Wates

Terbitan

: 01

No. Revisi

:0

Tgl. Mulai Berlaku : 1 Mei 2015


Halaman

: 2/2

1. Melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang medik


untuk menentukan diagnosa utama dan diagnosa banding.
2. Memberikan tindakan pra rujukan sesuai kasus.
3. Memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan
4. Untuk pasien gawat darurat harus didampingi petugas Medis/Paramedis
yang kompeten dibidangnya dan mengetahui kondisi pasien.
5. Apabila pasien diantar dengan kendaraan Puskesmas keliling atau ambulans,
agar petugas dan kendaraan tetap menunggu pasien di IGD tujuan sampai
ada kepastian pasien tersebut mendapat pelayanan (serah terima dengan
perawat UGD)
Prosedur Administratif:
1. Dilakukan setelah pasien diberikan tindakan pra-rujukan.
2. Membuat catatan rekam medis pasien dan lembar observasi (Jika perlu)
3. Memberikan Informed Consent (persetujuan/penolakan rujukan).
4. Membuat surat rujukan denga P-CARE (print out)
5. Mencatat identitas pasien pada buku register rujukan pasien.
6. Menyiapkan sarana transportasi dan sedapat mungkin menjalin komunikasi
dengantempat tujuan rujukan.
7. Pengiriman pasien ini sebaiknya dilaksanakan setelah diselesaikan
administrasi yang bersangkutan dan sudah dipastikan kesiapan fasilitas
rujukan (telepon UGD yang akan dituju)

7. Unit terkait

8. Dokumen
terkait

Unit pendaftaran

Poli Umum

Ruang tindakan

Fasilitas rujukan

Buku Rekam Medis


Lembar Observasi
Buku rujukan pasien