Anda di halaman 1dari 44

PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

DI
PT.SURYAPUTRA SARANA
JL.JEND.SUDIRMAN NO 776-778 BANDUNG
LAPORAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Uji Kompetensi,
Ujian Nasional, dan Ujian Sekolah

Oleh :
1. INDRA CAHAYA 1112.10.060
2. YONA MUJAYAN1112.10.122
3. YONI MUJAYIN 1112.10.123

KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN


PROGRAM STUDI KEAHLIAN TEKNIK OTOMOTIF
BIDANG STUDI KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN REKAYASA
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MUTIARA
KOTA BANDUNG
TAHUN 2013

LEMBARAN PENGESAHAN INTANSI


Laporan Praktek Kerja Industri(Prakerin)
Sudah disetujui dan disahkan
Di Bandung,tanggal.2013

Pembimbing 1

Pembimbing 2

Agus SudrajatSugianto
NIP.

NIP.

Mengetahui
Pimpinan Perusahaan/Kepala Bengkel PT.SURYAPUTRA SARANA

HARIYONO SUDADI
NIP.

LEMBARAN PENGESAHAN SEKOLAH


SMK MUTIARA 1 BANDUNG
Jl.Maleber Utara No.37 telepon 0226073921 Bandung 40184

TELAH DISAHKAN DAN DIUJI PIHAK SEKOLAH


PADA TANGGAL

Pembimbing,

Ka. Program keahlian

NENENG SUSILAWATI
NIP.

RIKI TIRTA
NIP.

Mengetahui,
Kepala SMK Mutiara Kota Bandung

Dra.Hj.Marjati Rochaeni
NIP.196004271986032001

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat

ALLAH SWT yang telah

memberikan kesempatan kepada kami untuk menyusun dan menyelesaikan


laporan praktek kerja industri . Laporan ini disusun untuk memenuhi pekerjaan
siswa dalam menghadapi UAN/UAS Tahun Ajaran 2012-2013.
Dalam menyusun laporan ini kami mendapat hambatan-hambatan dan
rintangan, terutama dalam mencari bahan-bahan materi. Namun berkat dorongan
dari semua pihak akhirnya kami dapat menyelesaikan laporan ini, namun kami
akui dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan .
Atas segala bantuan bimbingan dan petunjuk, kami sebagai penyusun
mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Kepada ALLAH SWT
2. Bapak. Haryono sudadi sebagai Manager PT.Surya Putra Sarana yang
telah mengizinkan kami untuk melaksanakan praktek kerja Industri yang
bapak pimpin
3. Ibu Drs.Hj.Marjati Rochaeni sebagai Kepala Sekolah SMK MUTIARA 1
BANDUNG .
4. Bapak Agus Sudrajat dan Bapa Sugianto selaku pembimbing kami dari
pihak industri.
5. Bapak Dudi kusnandar,S.Pd selaku kordinator PRAKERIN di sekolah .
6. Ibu Neneng susilawati selaku pembimbing kami dari pihak sekolah .
7. Staff berserta guru-guru Sekolah Menengah KejuruanMUTIARA
1BANDUNG.
8. WaliKelas kami masing-masing di SMK MUTIARA 1 BANDUNG.
9. Kedua orang tua yang selalu memberikan doa dan semangat
10. Seluruh pihak yang telah membantu kami di dalam pelaksanaan
PRAKERIN dan penyusunan laporan ini .
Tiada kata yang tersirat dari lubuk hati yang paling dalam,semoga atas segala
bantuan yang telah di berikan kepada penyusun dalam proses pelaksanaan Praktek
Kerja Lapangan (PKL) semoga yang maha kuasa membalas semua amal baik .
Bandung,september 2012
Penyusun

DAFTAR ISI
Lembar pengesahan perusahaan...................................................................
Lembar pengesahan sekolah.........................................................................

Kata pengantar..............................................................................................
Daftar isi.........................................................................................................
Daftar gambar................................................................................................
BAB I . PENDAHULUAN.....................................................................
1.1.
1.2.
1.3.
1.4.

Uraian tujuan praktek kerja industri...................................


Uraian tujuan pembuatan laporan.........................................
Uraian pembatasan bahasan materi kegiatan praktek..........
Sistematika penulisan laporan prakerin...............................

BAB II . TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN........................................


2.1
2.2
2.3
2.4

Latar belakang sejarah perusahaan.........................................


Visi dan misi perusahaan.........................................................
Stuktur organisasi perusahaan................................................
Denah PT.SURYAPUTRA SARANA.................................

BAB III . LANDASAN.........................................................................


3.1
3.2
3.3
3.4

3.5
3.6

Pengertian oli mesindan fungsi .........................................


SAE oli pada kendaraan...............................................
REM.............................................................................
Macam-macam REM...................................................
3.4.1 Rem tromol.........................................................
3.4.2 Rem cakram........................................................
3.4.3 Rem tangan........................................................
Saringan oli..................................................................
Sistem Rem..................................................................

BAB V . MATERI KEGIATAN PRAKTEK..................................


4.1
4.2
4.3
4.4
4.5
4.6

Prosedur mengganti kanvas Rem.................................


Prosedur cara menyetel Rem.......................................
Prosedur mengganti oli..................................................
Prosedur TUNE UP.......................................................
Prosedur mengganti Shock Absorber(Shock Braker)
Prosedur Mengganti Van Belt (Tali Kipas)..

BAB VI . PENUTUP.......................................................................
5.1

Kesimpulan..................................................................

5.2

Saran...........................................................................
5.2.1 Saran untuk pihak industri................................

5.3

5.2.2 Saran untuk pihak sekolah...............................


Lampiran-lampiran.....................................................

DAFTAR GAMBAR
LANDASAN TEORI.....................................................................
Gbr.3.1 Pergantian oli....................................................
Gbr.3.2 macam-macam oli................................................
Gbr.3.3 minyak Rem..........................................................
Gbr.3.4 Saringan oli...........................................................
Gbr.3.5 piringan cakram ..................................................
Gbr.4.1 Dalaman roda......................................................
Gbr.4.2 cara keja rem.......................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Tujuan Praktek Kerja Industri


Praktek kerja industri yang merupakan penyelenggaraan dan
pelatihan melalui pengalaman kerja pada bidang profesi tertentu untuk
para siswa SMK yang bertujuan ;
1. Memperkokoh Link and match (keterkaitan dan kesesuaian ) antara
program pendidikan di sekolah dan di dunia kerja/dunia usaha/dunia
industri.
2. Sebagai syarat untuk mengikuti ujian Nasional tahun ajaran 2012/2013
3. Memberi pengalaman langsung terhadap pengalaman kerja sebagai
bagian dari peruses pendidikan.

4. Membekali siswa dgn pengalaman sebenarnya dalam dunia kerja,


sebagai persiapan dan bekal awal kemampuan,guna menyesuaikan diri
dengan dunia usaha/dunia industri.
5. Memantapkan disiplin, percaya diri,dan tanggung jawab dalam
melaksanakan tugas.
6. Mendorong siswa berjiwa Interprener (wirausaha).
7. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
yang berkualitas profesional.
8. Menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian profesional dengan
tingkat pengetahuan,keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan
tuntunan dunia usaha/dunia industri.
9. Menjajahi penempatan dan lowongan kerja untuk lulusan, setelah
siswa menyelesaikan program pendidikan di bangku sekolah.
1.2

Tujuan Pembuatan Laporan


Pembuatan laporan pelaksanaan praktek kerja industri (PRAKERIN)
bertujuan ;
1. siswa mampu membuat laporan atau karya tulis ilmiah, sesuai dengan
aturan dan kaidah yang benar.
2. Sebagai syarat untuk mengikuti ujuian Nasional 2012/2013.
3. Dokumentasi pribadi dan sekolah, sebagai sarana dan literature, untuk
menunjang peningkatan pengetahuan dan wawasan.
4. siswa mampu membuat gagasan dan menuangkannya ke dalam bentuk
tulisan.
5. sebagai pesoman untuk mempelajari apa yang telah di kerjakan selama
prakerin.

1.3

Bahasan Materi Kegiatan


Untuk pembahasan uraian praktek ini saya mengambil bahasan
system rem dan oli .
Pengertian rem adalah rem merupakan salah satu bagian dari kendaraan
yang mempunyai peranan yang sangat penting untuk kenyamanan dan
keselamatan pengendara . Rem berfungsi mengurangi kecepatan putaran
roda atau menghentikan kendaraan melalui gesekan antara sepatu rem
dengan tromol,dengan mekanisme dan cairan pendingin untuk mesin

mobil yang perlu diperhatikan pada system rem adalah cara pemeliharaan
rem. Sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Suara gesekan yang sangat keras (grinding/scratching).


Rem terasa menarik ke kiri atau ke kanan (brake pulls).
Saringan oli harus di ganti tiap ganti oli.
Saringan udara harus di cek terlebih dahulu, apabila masih layak cukup

dgn di bersihkan atau di semprot dgn angin.


5. Kelayakan oli apabila oli jelek maka harus di ganti.
1.4 Sistematika penulisan laporan prakerin
Halaman judul
Pengesahan laporan dari pihak perusahaan/industri
Pengesahan laporan dari pihak sekolah
kata pengantar
daftar isi
daftar gambar
daftar lampiran
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1
Uraian tujuan praktek kerja industri
1.2
Uraian tujuan pembuatan laporan
1.3
Uraian pembatasan bahasan materi kegiatan praktek
1.4
Sistematika penulisan laporan prakerin
BAB 2 URAIAN PERUSAHAAN
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5

Visi dan misi perusahaan


Sejarah berdirinya perusahaan
Struktur organisasi perusahaan/divisi dan fungsi
Peta dan denah lokasi perusahaan
Peraturan,tata tertib atau kebijakan perusahaan

BAB 3 LANDASAN TEORI


Berisikan uraian materi dan gambar yang diambil dari berbagai
buku sumber, yang dijadikan sebagai acuan teoritis untuk penulisan
pada selanjutnya yaitu BAB 4 .
BAB 4 MATERI KEGIATAN PRAKTEK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Jenis/tipe produk/atau merk mobil


Jenis pekerjaan
Jenis masalah/kerusakan yang terjadi
Tujuan pekerjaan
Alat dan bahan yang digunakan
Langkah kerja/prosedur pemeliharaan dan perbaikan
Gambar kerja

BAB 5 PENUTUP

5.1 Kesimpulan
5.2 saran-saran
5.2.1 saran-saran untuk pihak perusahaan/industri
5.2.2 saran untuk pihak sekolah
daftar pustaka
daftar gambar
daftar lampiran

BAB II
URAIAN PERUSAHAAN

2.1VISI DAN MISI PERUSAHAAN

Visi Perusahaan
Menjadi group perusahaan yang terbaik dan terpercaya di antara
dealer kendaraan Mitsubishi dan berperan aktif untuk kemajuan
perekonomian.

Misi Perusahaan
Terbaik dan terpercaya di dalam melayani kebutuhan masyarakat
akan fasilitas transportasi kendaraan Mitsubishi dan dengan penuh
ketulusan memberikan pelayanan prima untuk kepuasan total, melalui
cara yang saling memuaskan guna mendapatkan keuntungan memadai
bagi perusahaan sebagai tujuan untuk mempertahankan eksistensi dan
perkembangan perusahaan, menjamin keuntungan kembali terhadap
investasi para pemegang saham, terpercaya dengan integritas tinggi
untuk menjalin kerja sama yang baik dengan pihak distributor dan mitra
kerja, serta memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada karyawan
dan staff untuk berkarya dan berprestasi.

2.2 SEJARAH BERDIRINYA PERUSAHAAN


PT.SURYAPUTRA SARANA merupakan

perusahaan

yang

menawarkan jasa perbaikan dan perawatan mesin atau mobil dari


Mitsubishi baik jenis mobil sedan,fuso,dan truk.PT.SURYAPUTRA
SARANA juga melayani pembelian dan pemesanan sparepart Mitsubishi
yang mereka ambil langsung dari PT.KRAMA YUDHA TIGA BERLIAN
selaku distributor resmi dari sparepart Mitsubishi Indonesia.
Pada awalnya,tanggal 01 April 1980 didirikan PD.SURYA
MOTOR yang beralamat di jalan pasantren wetan 7. Kemudian pada
bulan Febuari 1986 berganti nama menjadi PT SURYAPUTRA SARANA
atau sering di sebut Mitsubishi motor dan menepati lokasi di jalan
sudirman 776-778 Bandung,sekaligus sebagai tempat show room.
PT.SURYAPUTRA SARANA
atau sering disebut dengan
Mitsubishi Motor Bandung,saat ini telah memiliki tenaga kerja/karyawan
sebanyak 135 orang,yang terdiri dari beberapa ahli dan karyawan yang
dimiliki.
PT.SURYAPUTRA SARANA berhasil memberikan pelayanan
terbaik terus meningkatkan pelayanan terhadap konsumen sehingga
PT.SURYAPUTRA SARANA menjadi

pilihan

utama

dari

para

konsumennya.
Pada tanggal 13 April 1990 kantor utama PT.SURYAPUTRA
SARANA yang berlokasi di jalan sudirman 776-778 Bandung
dipindahkan ke jalan abdulrachman shaleh No.4 Bandung dengan alasan
fungsional dan ingin memudahkan konsumen,karena letak dari jalan
abdulrachman shaleh No.4 Bandung lebih dekat ke pusat kota
dibandingkan dengan lokasi sebelumnya di jalan sudirman 776-778
Bandung.
PT.SURYAPUTRA SARANA berusaha untuk selalu menjadi
pilihan bagi konsumen,tetapi perusahaan sendiri harus tetap waspada dan
harus terus meningkat pelayanan,karena pesaing yang bergerak di dalam
bidang yang sama terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan serta
terus

bersaing

di

bidang

harga.Oleh

karna

itu

akhirnya

PT.SURYAPUTRA SARANA mendirikan lagi satu kantor dan showroom


cabang yang terletak di daerah jalan wastukencana.
Dengan terus meningkat pelayanan kepada konsumen, omset yang
didapat oleh PT.SURYAPUTRA SARANA tahun 2007 sebesar 155,7
Miliar rupiah dan tahun 2008 sebesar 210 miliar rupiah.

2.3 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

2.4 PETA DAN DENAH LOKASI PERUSAHAAN

2.5 PERATURAN/TATA TERTIB PERUSAHAAN

BAB III
LANDASAN TEORI

3.1.PENGERTIAN OLI MESIN DAN FUNGSI


Minyak pelumas mesin atau yang lebih dikenal oli mesin
memang banyak ragam dan macamnya. Bergantung jenis penggunaan
mesin itu sendiri yang membutuhkan oli yang tepat untuk menambah atau
mengawetkan usia pakai (life time) mesin.
3.1.1 Fungsi
Semua jenis oli pada dasarnya sama. Yakni sebagai bahan pelumas
agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi
sebagai pendingin dan penyekat. Oli mengandung lapisan-lapisan halus,
berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam
komponen mesin seminimal mungkin, mencegah goresan atau keausan.
Untuk beberapa keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu,
oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Mesin diesel
misalnya, secara normal beroperasi pada kecepatan rendah tetapi memiliki
temperatur yang lebih tinggi dibandingkan dengan Mesin bensin. Mesin
diesel juga memiliki kondisi kondusif yang lebih besar yang dapat
menimbulkan oksidasi oli, penumpukan deposit dan perkaratanlogamlogam bearing.
3.1.2

Jenis
Oli Mineral
Oli mineral terbuat dari oli dasar (base oil) yang diambil dari
minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan dan ditambah dengan
zat - zat aditif untuk meningkatkan kemampuan dan fungsinya. Beberapa
pakar mesin memberikan saran agar jika telah biasa menggunakan oli
mineral selama bertahun-tahun maka jangan langsung menggantinya
dengan oli sintetis dikarenakan oli sintetis umumnya mengikis deposit
(sisa) yang ditinggalkan oli mineral sehingga deposit tadi terangkat dari
tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga mengganggu
pemakaian mesin.

Oli Sintetis
Oli Sintetis biasanya terdiri atas Polyalphaolifins yang datang dari
bagian terbersih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Senyawa ini
kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa
dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Basis yang paling stabil
adalah polyol-ester (bukan bahan baju polyester), yang paling sedikit
bereaksi bila dicampur dengan bahan lain. Oli sintetis cenderung tidak
mengandung bahan karbon reaktif, senyawa yang sangat tidak bagus untuk
oli karena cenderung bergabung dengan oksigen sehingga menghasilkan
acid (asam). Pada dasarnya, oli sintetis didesain untuk menghasilkan
kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mineral.
Kekentalan (Viskositas)

( gambar 2.1 macam-macam oli )


Kekentalan merupakan salah satu unsur kandungan oli paling rawan
karena berkaitan dengan ketebalan oli atau seberapa besar resistensinya
untuk mengalir. Kekentalan oli langsung berkaitan dengan sejauh mana oli
berfungsi sebagai pelumas sekaligus pelindung benturan antar permukaan
logam.

Oli harus mengalir ketika suhu mesin atau temperatur ambient. Mengalir
secara cukup agar terjamin pasokannya ke komponen-komponen yang bergerak.
Semakin kental oli, maka lapisan yang ditimbulkan menjadi lebih kental. Lapisan
halus pada oli kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersihkan
permukaan logam yang terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan memberi
resitensi berlebih mengalirkan oli pada temperatur rendah sehingga mengganggu
jalannya pelumasan ke komponen yang dibutuhkan. Untuk itu, oli harus memiliki
kekentalan lebih tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terendah ketika
mesin dioperasikan.
Dengan demikian, oli memiliki grade (derajat) tersendiri yang diatur oleh
Society of Automotive Engineers (SAE). Bila pada kemasan oli tersebut tertera
angka SAE 5W-30 berarti 5W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja
pada kekentalan 5 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30.
Tetapi yang terbaik adalah mengikuti viskositas sesuai permintaan mesin.
Umumnya, mobil sekarang punya kekentalan lebih rendah dari 5W-30 . Karena
mesin belakangan lebih sophisticated sehingga kerapatan antar komponen makin
tipis dan juga banyak celah-celah kecil yang hanya bisa dilalui oleh oli encer. Tak
baik menggunakan oli kental (20W-50) pada mesin seperti ini karena akan
mengganggu debit aliran oli pada mesin dan butuh semprotan lebih tinggi.
Untuk mesin lebih tua, clearance bearing lebih besar sehingga
mengizinkan pemakaian oli kental untuk menjaga tekanan oli normal dan
menyediakan lapisan film cukup untuk bearing.
Sebagai contoh di bawah ini adalah tipe Viskositas dan ambien temperatur
dalam derajat Celcius yang biasa digunakan sebagai standar oli di berbagai
negara/kawasan.
1. 5W-30 untuk cuaca dingin seperti di Swedia
2. 10W-30 untuk iklim sedang seperti di kawasan Inggris
3. 15W-30 untuk Cuaca panas seperti di kawasan Indonesia

3.1.3 Kualitas
Kualitas oli disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute).
Simbol terakhir SL mulai diperkenalkan 1 Juli2001. Walau begitu, simbol
makin baru tetap bisa dipakai untuk kategori sebelumnya. Seperti API SJ
baik untuk SH, SG, SF dan seterusnya. Sebaliknya jika mesin kendaraan
menuntut SJ maka tidak bisa menggunakan tipe SH karena mesin tidak
akan mendapatkan proteksi maksimal sebab oli SH didesain untuk mesin
yang lebih lama.
Ada dua tipe API, S (Service) atau bisa juga (S) diartikan Sparkplug ignition (pakai busi) untuk mobil MPV atau pikap bermesin bensin. C
(Commercial) diaplikasikan pada truk heavy duty dan mesin diesel.
Contohnya kategori C adalah CF, CF-2, CG-4. Bila menggunakan mesin
diesel pastikan memakai kategori yang tepat karena oli mesin diesel
berbeda dengan oli mesin bensin karena karakter diesel yang banyak
menghasilkan kontaminasi jelaga sisa pembakaran lebih tinggi. Oli jenis
ini memerlukan tambahan aditif dispersant dan detergent untuk menjaga
oli tetap bersih
Sebagai tambahan, bila oli yang digunakan sudah tipe sintetik maka
tidak perlu lagi diberikan bahan aditif lain karena justru akan mengurangi
kireja mesin bahkan merusaknya.
API Service Rating
Untuk rating API service, dapat pula dirunut dari mesin-mesin keluaran
lama. Namun, pada saat ini bisa juga dirunut dari kategori SF mengingat
banyaknya kategori yang akan keluar.
API mesin bensin

SM (Current)

Diperkenalkan pada 2004. Ditujukan untuk semua jenis mesin bensin yang
ada pada saat ini. Oli ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi
yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap
keausan, dan mengontrol deposit lebih baik.

SL (Current)

Merupakan kategori terakhir sampai saat ini. Diperkenalkan pada 1 Juni


2001. Oli ini didesain untuk menjaga temperatur dan mengontrol deposit
lebih baik. Juga bisa mengonsumsi oli lebih rendah. Beberapa oli ini juga
cocok dengan spesifikasi terakhir ILSAC sebagai Energy Conserving.
Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya

SJ (Current) : Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih


tua

SH (Obsolete): Untuk mesin generasi 1996 atau sebelumnya

SG (Obselete): Untuk mesin generasi 1993 atau sebelumnya

SF (Obsolete): Untuk mesin generasi 1988 atau sebelumnya

(Gambar 2.2 API mesin diesel)

CJ-4

Diperkenalkan pada tahun 2006. Untuk mesin high speed, mesin 4langkah yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun
2007. Oli dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik
daripada yang dimiliki oleh oli-oli dengan kategori API CI-4 dengan CI-4
PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4. Oli dengan kategori API CJ-4 juga
mampu secara efektif melumasi mesin-mesin dengan kategori di
bawahnya.

CI-4

Diperkenalkan sejak 5 September 2002. Untuk mesin high speed, four


stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi
tahun 2004. Oli CI-4 diformulasikan menjaga durabilitas mesin dimana

gas buangnya disirkulasi ulang. Digunakan untuk mesin yang meminta


kandungan belerang/sulfur 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4,
CG-4 dan CH-4.

CH-4

Diperkenalkan sejak 1998. Untuk mesin high speed, four stroke engines
yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 1998. .
Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur lebih
besar 0.5%. Bisa dipakai pada oli CD, CE, CF-4, dan CG-4.

CG-4

Diperkenalkan sejak 1995. Untuk mesin kinerja sedang, high speed, four
stroke engines. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan
belerang/sulfur kurang 0.5%. Cocok untuk standar emisi 1994 Bisa
dipakai pada oli CD, CE, dan CF-4.

CF-4

Diperkenalkan sejak 1990. Untuk mesin high speed, four stroke engines,
naturally aspirated dan mesin turbocharger. Bisa dipakai pada oli CD, dan
CE.

CF-2

Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin kinerja sedang, two stroke


engines. Bisa dipakai pada oli CD-II.

CF

Diperkenalkan sejak 1994. Untuk mesin off road, indirect injected dan
beberapa mesin yang memakai bahan bakar dengan kandungan
belerang/sulfur di atas 0.5%. Bisa mengganti pada oli CD.
3.1.4 Kontaminasi
Kontaminasi terjadi dengan adanya benda-benda asing atau partikel
pencemar di dalam oli. Terdapat delapan macam benda pencemar biasa
terdapat dalam oli yakni
1. Keausan elemen. Ini menunjukkan beberapa elemen biasanya terdiri
dari tembaga, besi, chrominium, aluminium, timah, molybdenum,
silikon, nikel atau magnesium.
2. Kotoran atau jelaga. Kotoran dapat masuk kedalam oli melalui
embusan udara lewat sela-sela ring dan melaui sela lapisan oli tipis
kemudian merambat menuruni dinding selinder. Jelaga timbul dari
bahan bakar yang tidak habis. Kepulan asam hitam dan kotornya filter
udara menandai terjadinya jelaga.
3. Bahan Bakar
4. Air. Ini merupakan produk sampingan pembakaran dan biasanya
terjadi melalui timbunan gas buang. Air dapat memadat di crankcase
ketika temperatur operasional mesin kurang memadai.
5. Ethylene gycol (anti beku)
6. Produk-produk belerang/asam.
7. Produuk-produk oksidasi Mengakibatkan oli bertambah kental. Daya
oksidasi meningkat oleh tingginya temperatur udara masuk.
8. Produk-produk Nitrasi. Nitrasi nampak pada mesin berbahan bakar gas
alam.
3.2 SAE OLI PADA KENDARAAN

SAE20w50

Makna sesungguhnya: oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi


suhu dingin -10 sd -15 C (kode 20w) dan pada suhu 150 c dengan tingkat
kekentalan tertentu.
Oli jenis ini relative kurang efisien dalm pemakain BBM namun sangat baik
dalam perlindungan/perawatan mesin, khususnya untuk kondisi jalan di Jakarta yg
sering macet, jarang berjalan jauh, polusi dan beban berat. Pada kondisi ini
dikenal dg istilah boundary lubrication, dimana pada kondisi tersebut, lapisan
oli sangat tipis diantara celah mesin yg cenderung berpotensi terjadinya kontak
antara logam dengan logam.
Oli jenis ini relative paling kecil nilai viskositas indeksnya (VI), diantara 3 jenis
oli lainnya (minimal untuk oli mineral/semi sintetis 120, untuk sintetis 145).
Semakin banyak additiv viscosity index improver, semakin sensitif oli/kurang
baik buat mesin motor, utamanya terhadap stress di gear.
VI= ukuran kemampuan suatuoli mesin dalam menjaga kestabilan kekentalan oli
mesin dalam rentang suhu dengan sampai tinggi. Semakin tinggi VI semakin baik
kestabilan kekentalannya. Untuk oli mobil, VI tinggi akan sangat baik dimesin.
Untuk motor bisa sebaliknya.

SAE15w50

Makna sesungguhnya: oli mesin yang masih mampu dipakai sampai kondisi
suhu dingin (minus) -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 c dengan tingkat
kekentalan tertentu.
Jenis oli relative sama dengan SAE20w50. Sedikit yang membedakan adalah
sedikit lebih encer dan nilai VI lebih tinggi dari 20w50. (minimal untuk oli
mineral 130, untuk sintetis 150). Semakin tinggi nilai VI artinya adalah semakin
banyak pemakaian aditif peningkat angka VI. Untuk motor hal ini sangat riskan.
Aditif ini relatif sensitif digunakan untuk motor yang menyatukan oli mesin dan
gigi (wet clutch). Artinya oli jenis ini relatif lebih mudah berubah kekentalannya
dibandingkan 20w50.

SAE10w40

Makna sesungguhnya: oli mesin yg masih mampu dipakai sampai kondisi


suhu dingin -20 sd -25 C (kode 10w) dan suhu 150 C dengan tingkat kekentalan
tertentu.Jenis Oli yang relatif paling encer diantaranya ke 3 jenis oli lainnya. Oli
ini relatif paling irit BBM, namun kurang baik dalam perlindungan mesin.
Terutama pada kondisi jalan sering macet dan beban berat. (Mis. sering dipake
boncengan) Relatif sama dengan SAE 15w50, dalam hal pemakaian aditif
peningkat angka VI. (minimal untuk oli mineral 130, untuk sintetis 150). Apakah
berarti paling bagus? Belum tentu! Semakin banyak kandungan aditif peningkat
angka VI, semakin besar kemungkinan peluang pecahnya aditif VI-nya dan
berubah kekentalannya. Ukuran perubahan kekentalan oli biasanya dipakai

batasan sampai 25-30% dari kekentalan awal/oli baru. Agak sulit memang
indikatornya
soalnya
Cuma
lab.yg
bisa
memastikan
hal
ini.
Kalaupun Anda ingin tetap memakai oli jenis ini, saran saya, perhatikan jarak
pergantian olinya lebih awal. Kalau Anda merasa suara mesin sdh agak berbeda
sedikit aja..cepet2 ganti dah..

SAE15w40

Makna sesungguhnya: oli mesin yang masih mampu dipakai sampai kondisi
suhu dingin -15 sd -20 C (kode 15w) dan suhu 150 C dengan tingkat kekentalan
tertentu
.
Nilai VI, minimal untuk oli mineral 125, untuk sintetis 145.
Hasil pengujian di motor sebenarnya menunjukkan oli jenis ini yang paling pas..
Oli jenis ini relatif paling stabil kekentalannya dibandingkan yang lainnya.
Masalahnya oli jenis ini jarang diaplikasikan untuk motor. Biasanya jenis SAE ini,
dipakai untuk kendaraan jenis mesin diesel, yang membutuhkan kestabilan
kekentalan dalam jarak jauh dan kondisi ekstrim pada mesin diesel.
Sebagai tambahan aditif VI adalah senyawa kimia kopolimer -rantai panjang- yg
mampu beradaptasi pada suhu rendah dan tinggi tetapi sensitif terhadap stress di
gear..
Selain hal diatas, hal yang terkait dengan perlindungan mesin motor adalah faktor
tingkat kode API dan kode JASO MA.
Jenis SAE lainnya sah-sah saja dipakai sejauh anda tahu dan paham menyiasati oli
tersebut. Namun untuk kondisi di Indonesia dan performa motor wet clutch,
tingkat SAE diatas tidak ada salahnya-alias kudu- jadi prioritas pilihan Anda.
Namun tentu semuanya kembali kepada Anda semuanyamana menurut Anda yg
palin cocok untuk tunggangan Anda.
Tetapi yg paling penting lagi dari semua hal diatas proporsional lah dalam
menyiasati ganti oli mesin.
3.3 REM
Rem adalah suatu perantiuntuk memperlambat atau menghentikan gerakan
roda. Karena gerak roda diperlambat, secara otomatis gerak kendaraan menjadi
lambat. Energi kinetik yang hilang dari benda yang bergerak ini biasanya diubah
menjadi panas karena gesekan. Pada rem regeneratif, sebagian energi ini juga
dapat dipulihkan dan disimpan dalam rodagila (flywheel), kapasitor, atau diubah
menjadi arus bolak balik oleh suatu alternator, selanjutnya dilalukan melalui
suatu penyearah (rectifier) dan disimpan dalam baterai untuk penggunaan lain.

Energi kinetik meningkat sebanyak pangkat dua kecepatan (E = mv2). Ini


berarti bahwa jika kecepatan suatu kendaraan meningkat dua kali, ia memiliki
empat kali lebih banyak energi. Rem harus membuang empat kali lebih banyak
energi untuk menghentikannya dan konsekuensinya, jarak yang dibutuhkan untuk
pengereman juga empat kali lebih jauh.

Sistem rem dalam teknik otomotif adalah suatu sistem yang berfungsi untuk :
1. Mengurangi kecepatan kendaraan.
2. Menghentikan kendaraan yang sedang berjalan.
3. Menjaga agar kendaraan tetap berhenti.

Komponen utama dalam sistem rem terdiri dari :

Pedal rem atau tuas rem.

Penguat (booster).

Silinder master (master cylinder).

Saluran pengereman atau kabel (lines).

3.4 MACAM-MACAM REM


3.4.1 REM TROMOL

Sekarang saya secara khusus akan membahas macam - macam rem tromol
pada kendaraan khususnya adalah pada mobil. Rem tromol sebagaimana anda
telah ketahui terdiri atas tromol , kampas rem dan cylinder wheel. Secara garis
besar rem tromol dibagi menjadi 4 macam yaitu :

leading and trailing


two leading
uni servo
duo servo

Keempat macam rem tromol itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Kali ini saya akan membahas secara konstruksinya saja, untuk cara kerja
dan kelebihan dari masing - masing rem tromol tersebut akan saya bahas dalam
postingan berikutnya. Baiklah kita langsung saja pada ke empat macam tipe rem
tromol tersebut :

1) Leading and trailing


Rem tromol tipe ini memiliki satu cylinder wheel dan satu anchor pin. Cylinder
wheel adalah tempat piston mendapatkan tekanan dari minyak rem untuk bergerak
ke luar dan mendorong kampas rem. Di mana dalam satu cylinder wheel terdapat
dua buah piston. Adapun cara kerja akan saya bahas secara khusus dalam
postingan berikutnya.

2) Two leading
Pada rem tromol tipe ini terdiri atas dua cylinder wheel dengan masing - masing
cylinder wheel memiliki satu piston. . Sementara pada satu sisi lainnya dari
cylinder wheel dilengkapi dengan penyetel. Cylinder wheel ini terpasang pada
backing plate.

3) Uni servo
Rem tromol tipe ini memiliki satu buah cylinder wheel dan satu buah
penyetel rem yang mengambang. Maksud dari mengambang adalah
penyetel rem ini tidak terpasang pada backing plate dengan baut atau pun
secara permanen ke backing plate. Sementara di dalam cylinder wheel
hanya terdapat satu buah piston.

4) Duo servo
Rem tromol tipe ini memiliki satu buah cylinder wheel dan satu buah
penyetel rem yang mengambah juga. Perbedaan rem tipe ini dengan rem
uni servo adalah pada rem tipe ini memiliki dua buah piston di dalam
cylinder wheel.

Demikianlah konstruksi dari 4 macam tipe rem tromol pada kendaraan


secara khususnya pada mobil. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan
anda dalam pengetahuan tentang rem tromol pada kendaraan.
3.4.2 REM CAKRAM

Rem cakram adalah perangkat pengereman yang digunakan pada


kendaraan modern. Rem ini bekerja dengan menjepit cakram yang biasanya
dipasangkan pada roda kendaraan, untuk menjepit cakram digunakan caliper yang
digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram.
Rem jenis ini juga digunakan pada kereta api, sepeda motor, sepeda.
Pada mobil balap bahan yang digunakan biasanya dari keramik agar lebih tahan
terhadap panas yang ditimbulkan selama proses pengereman.

3.4.3 REM TANGAN


Rem tangan adalah sistem dalam sebuah kendaraan yang umumnya
digunakan untuk menghentikan kendaraan, terutamanya pada jalan menanjak
ataupun menurun. Tergantung model dan jenis mobil ada yang diletakkan di
samping jok kemudi,ada yang diletakkan di bawah dashboard.Dan ada pula yang
digunakkan dengan cara dibuka melaui pedal disamping tuas kopling,Di samping
Dashboard sebelah kanan,dan menggunakan anak kunci atau sudah diatur secara
Elektronik.

3.5 SARINGAN OLI


Saringan Oli (Oil Filter) berfungsi untuk memisahkan kotoran dan unsurunsur lainnya dari oli yang masuk ke dalam mesin, sehingga dapat mencegah
rusaknya mesin.

Oleh karena itu, saringan oli (oil filter) merupakan bagian penting darikendaraan,
yang harus diganti secara berkala.
Semua saringan oli bila dilihat dari luar akan terlihat sama, tetapi lihatlah
perbedaan di bagian dalamnya.

A. Bypass Valve
E. Bypass Valve
Menjaga aliran oli secara tepat
Mudah terbuka meskipun tekanan oli
terus menerus dan hanya terbuka
rendah sehingga oli mudah mengalir ke
bila terjadi kemacetan. (saringan
mesin tanpa melalui saringan (mesin
oli sudah buntu)
mudah rusak).
B. Element
2 lapisan kertas penyaring)
menyaring semua debu dan
mencegah kemacetan. Bahnnya
tebal dan lebih tahan lama.

F. Element
(1 lapisan bahan penyaringan).
Bahannya sangat padat, dapat
menyaring debu, tetapi sangat cepat
menimbulkan kemacetan.

C. Check Valve dan Valve Spring


Tekanan spring sangat tinggi,
sehingga dapat mencegah aliran
balik oli.

G. Check Valve dan Valve Spring


Tekanan spring setengah dari yang asli
dan tidak dapat mencegah aliran balik
oli.

D. Element
Bentuk dan bahan dari saringan
oli untuk jenis sedan disesuaikan
dengan design mesin yang
mempunyai kompresi tinggi.

3.6 SISTEM REM


1, Sistem rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan
menghentikan kendaraan serta memberikan kemungkinan
dapat memparkir kendaraan di tempat yang menurun.

2, sistem rem hidrolik,dasar kerja pengereman


Rem bekerja dengan dasarpemanfaatan gaya gesek

2.

Tanaga gerak putaran


roda diubah oleh proses gesekan menjadi tenaga panas dan tenaga panas itu
segera dibuang ke udara luar.

3.

Pengereman pada roda dilakukan dengan cara menekan


sepatu rem yang tidak berputar
terhadap tromol (brake drum)
yang berputar bersama roda sehingga menghasilkan gesekan

Tenaga gerak kendaraan akan dilawan oleh tenaga


gesek ini sehingga kendaraan dapat berhenti.
Macam-macam rem
Menurut penggunaannya rem mobil dapat dikelompokkan segai berikut :
a)Rem kaki, digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan
kendaraan. Menurut mekanismenya rem kaki dibedakan lagi menjadi :
Rem hidrolik
Rem pneumatik
b) Rem parkir digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.
c) Rem pembantu, digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang
digunakan pada truk dan kendaraan berat.
Rem hidrolik
Rem hidrolik paling banyak digunakan pada mobil-mobil penumpang dan truk
ringan. Mekanisme kerja dan bagian-bagian dari rem ini

ditunjukkan pada

Master silinder
Master silinder berfungsi meneruskan tekanan dari pedal menjadi tekanan hidrolik
minyak rem untuk menggerakkan sepatu rem (pada model rem tromol) atau
menekan pada rem (pada model rem piringan).

Cara kerja master silinder.


Bila pedal rem ditekan, batang piston akan mengatasi tekanan
pegas pembalik (return piston) dan piston digerakkan ke depan. Pada
waktu piston cup berada di ujung torak, compresating port akan
tertutup. Bila piston maju lebih jauh lagi, tekanan minyak rem di dalam silinder
akan bertambah dan mengatasi tegangan pegas outlet
untuk membuka katup

Bila pedal rem dibebaskan, maka piston akan mundur ke


belakang pada posisinya semula (sedikit di dekat inlet port) karena
adanya desakan pegas pembalik. Dalam waktu yang bersamaan katup
outlet tertutup. Ketika piston kembali, piston cup mengerut dan
mungkinkan minyak rem yang ada "di sekeliling piston cup dapat
mengalir dengan cepat di sekeliling bagian luar cup masuk ke sillnder,
hingga silinder selalu terisi penuh oleh minyak rem. Sementara itu
tegangan pegas-pegas sepatu rem atau pad rem pada roda bekerja
membalikan tekanan pada minyak rem yang berada pada pipa-pipa
untuk masuk kembali ke master silinder

Boster rem
Boster rem termasuk alat tambahan pada sistem rem yang berfungsi
melipatgandakan tenaga penekanan pedal. Rem yang dilengkapi dengan boster
rem disebut rem servo (servo brake).Boster rem ada yang dipasang menjadi satu
dengan master silinder, tetapi ada juga yang dipasang terpisah.

memperlihatkan salah satu model boster rem yang menggunakan kevacuman


mesin untuk menambah tekanan hidrolik.
Cara kerja boster rem

Bila pedal rem ditekan maka tekanan silinder hidrolik membuka


sebuah katup, sehingga bagian belakang piston mengarah ke luar
Adanya perbedaan tekan antara bagian depan dan belakang piston
mengaklbatkan torak terdorong ke dapan .

BAB IV
MATERI KEGIATAN PRAKTEK
4.1PROSEDUR MENGGANTI KANVAS REM

Jenis/merek mobil : truck colt diesel


Jenis/pekerjaan :mengganti pirodo (kanvas rem)
Jenis masalah/keruksakan yang terjadi :kanvas rem habis
Tujuan pekerjaan :agar lebih nyaman saat berkendara
Alat dan bahan : dongkrak,pahat,palu,paku rivet,penyetel rem,kanvas rem
Langkah kerja :
1. Dongkrak ban agar dapat berputar,lalu buka ban dengan menggunakan
kunci roda dengan menggunakan pipa sebagai pembuka
2. Kemudian setel pirodo agar longgar dengan menggunakan penyetel
rem yang ada setelah longgar,maka buka tromol rem setelah itu buka
pirodo yang sudah hampir habis
3. Buka pirodo yang telah habis dengan menggunakan pahat dan palu
agar kelingan paku ripet yang terlepas
4. Setelah lepas bersihkan agar bersih saat di pasangkan
5. Setelah bersih pasangkan pirodo yang baru dengan cara dikelingkan
dengan menggunakan palu dan paku ripet agar tertempel kuat pada plat
6. Setelah selesai pasangkan kembali seperti semula
7. Lalu pasangkan kembali tromol,lalu pasangkan kembali ban baud roda
agar ban tidak terlepas dan tertempel kuat
8. Setelah selesai setel rem,dengan menggunakan penyetel rem
9. Setelah selesai cek kembali agar tidak ada yang tertinggal

(Gambar 4.2 )
4.2 PROSEDUR CARA MENYETEL REM

Jenis/merek mobil : truck colt diesel


Jenis/pekerjaan :menyetel rem
Jenis masalah/keruksakan yang terjadi :rem tidak seimbang
Tujuan pekerjaan :agar lebih nyaman saat berkendara
Alat dan bahan : dongkrak,penyetel rem.
Langkah kerja :
1. Dongkrak ban agar dapat berputar
2. Rapatkan pirodo dengan menggunakan penyetel rem ke arah panah
yang sudah ada di kedua sisi kanan dan kiri ban
3. Setelah ban tidak dapat berputar maka longgarkan 3 atau 4 derat atau
sesuai selera sopir yang memakai mobil tersebut
4. Setelah selesai buang angin palsu agar saat mengerem tidak terdapat
angin palsu dan nyaman di gunakan.
5. Turunkan kembali dongkrak
6. Cek ulang agar tidak ada yang tertinggal

(Gambar 4.3 )
4.3 PROSEDUR MENGGANTI OLI

Jenis/merek mobil : truck colt diesel


Jenis/pekerjaan :mengganti oli mesin,perseneling(transmisi),dan gardan.
Jenis masalah/keruksakan yang terjadi :oli sudah hitam dan encer
Tujuan pekerjaan :agar lebih nyaman saat berkendara,dan menjaga mesin

tetap awet.
Alat dan bahan : kunci ring 17,Socket 27, Handle Socket Bar,wadah
oli,dan oli SAE 40
Langkah kerja :
1. Gunakan kunci ring 17 untuk membuka baud penguras oli mesin.
2. Setelah terbuka sediakan wadah oli agar oli tidak berceceran
kemana-mana.
3. Setelah oli habis,maka pasangkan kembali baud penguras nya.
4. Buka tutup oli,lalu masukan oli baru yang telah disediakan.

5. Gunakan Socket 27 dan handle Socket bar untuk membuka baud


penguras oli perseneling(transmisi)
6. Sediakan wadah,agar oli tidak berceceran.
7. Pasang kembali baud penguras oli perseneling(transmisi).
8. Buka baud pengisi dengan Socket 27 dan Handle Socket bar.
9. Masukan Oli perseneling yg baru lalu pasang kembali baud pengisi.
10. Gunakan Socket 27 dan handle Socket bar untuk membuka baud
penguras oli gardan.
11. Sediakan wadah,agar oli tidak berceceran.
12. Pasang kembali baud penguras oli gardan.
13. Buka baud pengisi dengan Socket 27 dan Handle Socket bar.
14. Masukan Oli gardan yg baru lalu pasang kembali baud pengisinya.
15. Cek kembali setelah melakukan prosedur.

4.4PROSEDUR TUNE UP

Jenis/merek mobil : truck colt diesel


Jenis/pekerjaan : Tune up (Stel Klep)
Jenis masalah/keruksakan yang terjadi :mesin tidak beres
Tujuan pekerjaan :agar lebih nyaman saat berkendara
Alat dan bahan : kunci ring 12,obeng min(-),fulller gauge,socket 24,dan

handle socket bar.


Langkah kerja :
1. Periksa Saringan Udara dan Air Radiator. Jika sariangan udara kotor
bersihakan(semprot dgn angina) jika sudah rusak maka ganti
saringan udara. Jika air radiator kurang,maka tambahkan air.
2. Buka kap/penutup klep dengan kunci ring 12.
3. Lalu putar puli hingga posisi Top 1 dengan menggunakan Socket 24
dan Handle Socket Bar.
4. Sesudah itu setel klep yang sudah ada pada posisi Top 1
menggunakan fuller gauge dengantebal0,40mm.
5. Longgarkan mur pengunci klep dengan kunci ring 12.
6. Kencangkan klep menggunakan obeng min(-),sampai dirasa cukup
kekencangan nya.
7. Kencangkan kembali mur pengunci klep dengan kunci ring 12.
8. Sesudah itu putar puli ke posisi Top 4.
9. Setel klepnya seperti tadi.
10. Setelah selesai tutup kembali penutup klep.

(Gambar 4.5 )

4.4 PROSEDUR MENGGANTI SHOCK ABSORBER(SHOCK BRAKER)

Jenis/merek mobil : truck colt diesel


Jenis/pekerjaan : Ganti Shock Absorber
Jenis masalah/keruksakan yang terjadi : Shock Absorber sudah rusak
Tujuan pekerjaan :agar lebih nyaman saat berkendara
Alat dan bahan : Socket 14,Air Impact,kunci ring 22,tang, kunci ring

14,dan kunci inggris.


Langkah kerja :
Bagian Depan:
1. Buka 2 buah baud bagian atas satu per satu dgn socket 14 dan Air
Impact.
2. Buka Pengunci mur bagian bawah shock absorber menggunakan
tang,lalu buka mur menggunakan kunci ring 22.
3. Lepas sock absorber , lalu pasangkan shock absorber yg baru.
4. Pasang mur bagian bawah dgn kunci ring 22,lalu pasang penguncinya.
5. Pasang mur bagian atas dengan kunci ring 14,tahan shock
absorber(shock braker) dengan kunci inggris.
Bagian Belakang:
1. Buka mur bagian atas dan bawah menggunakan kunci ring 14.
2. Lepas Shock Braker,lalu pasang Shock Braker yg baru.
3. Pasang lg mur bagian atas dan bawah menggunakan kunci ring 14.
4.5 PROSEDUR MENGGANTI VAN BELT(TALI KIPAS)

Jenis/merek mobil : truck colt diesel


Jenis/pekerjaan : Ganti Van Belt
Jenis masalah/keruksakan yang terjadi : Van Belt Rusak
Tujuan pekerjaan : Agar lebih aman dan nyaman saat berkendara.
Alat dan bahan : Kunci ring 17.
Langkah kerja :
1. Buka Baud dan mur bagian atas Alternator menggunakan kunci ring
17. Dan longgarkan mur bagian bawah alternator.

2. Dorong alternator,sehingga Van Belt menjadi longgar,lalu lepas Van


Belt.
3. Pasang Van Belt yg baru,lalu tarik alternator ke posisi semula dan
pasangkan kembali baud baud dan mur bagian atas Van Belt.
4. Kencangkan kenbali mur bagian bawahnya.
BAB V
PENUTUP
Dengan terlaksananya kegiatan praktek kerja industri (prakerin) yang di
laksanakan oleh kami di PT.SURYAPUTAR SARANA,kami sebagai pelaksana
merasa bangga dan bersyukur karena adanya praktek kerja industri (prakerin) ini
dapat menambah pengetahuan dan pengalaman,kami yang masih minim ini kami
menjadi bertambah. Sehingga kami sadar bahwa pengetahuan kami pada bidang
otomotif ini masih banyak yang harus di pelajari dan di kaji lagi.
Kami sebagai penyusun tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada
seluruh karyawan PT.SURYAPUTRA SARANA pada umumnya dan kepada
kepala perusahaan pada khususnya,karena telah banyak memandu kami dalam
melaksanakan praktek kerja industri (prakerin) ini,sehingga kami dapat
menyelesaikan program sekolah ini dengan baik dan benar.
Laporan yang kami susun ini telah kami sesuaikan dengan evaluasi kami
selama melaksanakan prakerin. Mungkin menyusun laporan yang kami buat ini
masih jauh dari kesempurnaan,mengingat pengetahuan dan pengalaman kami
miliki sangat minim dan masih tahap pembelajaran sehingga yang kami susun ini
hanya sebatas kemampuan kami.
5.1 KESIMPULAN
Setelah kami melaksanakan praktek kerja industri (prakerin),kami
menyimpulkan tentang laporan ini sebagai berikut :
1. Praktek kerja industri (prakerin) sangat penting bagi para siswa yang
belajar di sekolah kejuruan,karena adanya prakerin ini para siswa
dapat menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuannya sebelum

terjun ke dunia kerja/industri sebagai tenaga kerja yang profesional di


masa yang akan datang
2. Siswa yang melaksanakan prakerin juga dapat mengembangkan
keterampilan dalam bidangnya. Keterampilan itu di kembangkan yang
kemudian akan menjadi keahlian yang mantap.
3. Selain mendapat keterampilan dalam bidang praktek yang paling
dalam menuju kelancaran dalam dunia usaha/industri setelah
melaksanakan

praktek

mengembangkan

kerja

kemampuan

industri

(prakerin)

adalah

mental,fisik,ketekunan,inovasi,dan

inisiatif dalam menghadapi permasalahan atau kesulitan yang akan di


hadapi.
4. Kegiatan

praktek

kerja

industri

(prakerin)

dapat

dijadikan

perbandingan antara materi yang diajarkan atau didapatkan di sekolah


dengan kenyataannya dalam dunia usaha/industri.
5.2 SARAN
5.2.1 SARAN UNTUK PIHAK INDUSTRI
1. Untuk menunjang pendidikan sekolah menengah kejuruan perusahaan
di harapkan untuk dapat menerima siswa agar dapat melaksanakan
praktek kerja industri (prakerin) yang bertujuan untuk membutuhkan
percaya diri,tanggung jawab dan memberi suatu pengetahuan dalam
suatu perindustrian/usaha bagi para siswa
2. Keikutsertaan siswa dalam segala kegiatan hendaknya dipertahankan
dan ditingkatkan juga adanya bimbinggan yang baik akan kerja
siswa,sehingga pengetahuan dalam pengalaman siswa akan
bertambah.
3. Kedisiplinan para siswa hendaknya diperhatikan pada saat mereka
berkerja seperti : cara berpakaiaan,sikap dalam berbicara,melakukan
pekerjaan dan lain-lain.
4. Suasana kerja yang penuh kekeluargaan hendaknya tetap di jaga
karena dengan adanya rasa kekeluargaan ketika sedang melakukan
pekerjaan.siswa akan merasa terbiasa dalam berkerja sama dengan
para mekanik,tidak ragu-ragu dalam membantu pekerjaan selain itu
juga,akan terciptanya suatu sifat ke akraban pada siswa terhadap
mekanik . yg akhirnya mempermudah siswa dalam menyerap ilmu dan

pengalaman saat bekerja,karena ketiadaanya rasa canggung dan


ketidakpercayaan diri yg berlebihan.
5.2.2 SARAN UNTUK PIHAK SEKOLAH
1. Monitoring terhadap siswa selama praktek kerja industri (prakerin)
hendaklah di tingkatkan.agar tidak ada siswa yg membolos atau
berkeliaran disaat jam kerja atau masa prakerin.
2. Pihak sekolah hendaknya melakukan loby terhadap dunia industri
agar para siswa mudah dalam mencari suatu industri untuk melakukan
praktek kerja industri (prakerin). Karena yg saya lihat,banyak siswa
yg tidak mendapatkan tempat prakerin sehingga membutuhkan
bantuan guru.
3. Pembinbing hendaknya dilakukan sebelum siswa masuk industri serta
di adakannya kerja sama atau komunikasi terhadap siswa yang
melaksanakan praktek kerja industri (prakerin)
4. Hendaknya waktu perlaksanaan sidang jangan terlalu dekat
pelaksanaan praktek kerja industri(prakerin),agar siswa bias
mempersiapkan diri untuk menjalani siding dengan sebaik-baiknya
tanpa ada kesan terdesak atau terburu-buru.
5. Diadakannya sangsi apabila siswa tidak melaksanakan praktek kerja
industri (prakerin) pada waktu yang telah di tentukan oleh pihak
sekolah.
6. Di lakukan pembimbingan dalam membuat laporan dan menghadapi
siding,agar siswa tidak bingung dalam membuat laporan.

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
www.yahoo.com

Anda mungkin juga menyukai