Anda di halaman 1dari 9

Pengukuran Antropometri

Sabtu, 15 Desember 2012

RuangLingkupAntropometri
Antropometri bisa sangat luas terapannya, tergantung pada pemahaman teoritis ilmuwan untuk mengaplikasikannya. Pemahaman
teoritis ini mencangkup paling tidak ilmu kedokteran, kesehatan, biologi, pertumbuhan, gizi, dan patologi.
Antropometri terbagi menjadi antropometri hidup dan antropometri skeletal-subdental. Hal ini karena antropologi biologis
mencangkup rentang waktu, masa lalu dan masa kini, maka pengukuran dalam antropologi diaplikasikan ke rangka dan gigi
maupun ke badan manusia hidup. Tiga tipe ukuran antropometri adalah ukuran vertikal, horizontal dan lingkaran. Pada ukuran gigi,
3 ukuran penting adalah mesiodisal, bukolinual, dan tinggi mahkota. Aplikasi antropometri mencangkup berbagai bidang karena
dapat dipakai untuk menilai status pertumbuhan, status gizi dan obesitas, identifikasi individu, olahraga, dan lanjut usia.
Antropometri untuk identifikasi, misalnya penentuan laki-laki atau perempuan pada sisa hayat yang hanya berupa tulang.
Contohnya, diameter caput humeri dan fosa glenoidea, dan ukuran-ukuran kepala. Bila panjang fossa glonoidea lebih dari 32 mm,
identifikasi rangka cenderung merujuk pada individu laki-laki Antropometri pada neonatal dan anak-anak menilai status gizi dan
pertumbuhan, ukuran-ukuran yang penting adalah lingkar kepala, lingkar lengan atas, berat badan, dan tinggi badan. Hal ini karena
ukuran tersebut berkaitan dengan pertumbuhan besar otak, maturitas tulang dan status gizi. Prinsip pertumbuhan anak adalah
cepahlocaudal dan proximodistal, contohnya, pertumbuhan otak lebih dahulu optimal dibanding pertumbuhan organ disebelah
kaudal otak. Demikian pula truncus lebih optimal pertumbuhannya dibandingkan tungkai. Pengetahuan ini merefleksikan mengapa
ukuran lingkar kepala lebih penting daripada lingkar paha, misalnya, dalam menilai status pertumbuhan anak.
Antropometri pada remaja menilai pertumbuhan remaja dalam hal maturitas skeletal dan dental, dan badan seiring dengan 5
macam pertumbuhan lainnya meliputi pertumbuhan kognitif, spirutual, hubungan dengan keluarga, hubungan sosial dan emosional.
Adanya gangguan karena trauma/jejas/injuri pada satu aspek perkembangan dapat menganggu pertumbuhan fisik dan
perkembangan aspek-aspek lainnya. Antropometri pada dewasa acap kali menilai obesitas, yang dilakukan dengan mengukur rasio
lingkar pinggang dan pinggul, tebal lipatan kulit (lemak) sentral dan ekstrenitas, serta rasio tinggi dan berat badan dalam indeks
massa
badan.
Antropometri lanjut usia menilai perubahan yang normal pada menua meliputi berkurangnya tinggi badan, tinggi duduk, dan
panjang
rentang
tangan
Sebaliknya
lingkar
dada
dan
dalam
dada
bertambah
pada
lanjut
usia
Antropologi teknik/antropometri terapan (Human Engeenering) merupakan pengukuran badan ketika manusia sedang bekerja atau
(mengfungsikan
badannya).
Beberapa
ukuran
penting
dalam
ukuran
duduk,
meliputi
:
1.

Panjang

2.

Panjang

3.
4.

panjang
panjang

5.

dari

rentang

lengan

lengan
dari

bawah

ujung

panjang

tinggi

ke
ke

posterior

posterior

pantat

punggung

dari

muka

ke

ujung

tepi

muka
ke
paling

dari

tepi

inferior

pantat

7.

tinggi

dari

tepi

inferior

siku

tinggi

dari

tepi

inferior

anterior

paha

ke

anterior

tangan

yang

pantat
ke
fleksi
ujung

menggenggam

fleksi

paling

inferior

tinggi

tangan

siku

lutut

6.

8.

dan

tangan
diukur
direntangkan
ke

horizontal,
ke

depan,
akrmion,

siku

ketika

ke

akronium

posterior

lepas

tumit

fleksi,
dan
(pternion)

Contoh-contoh ukuran ini pada intinya adalah agar seseorang yang sedang duduk bekrja harus cukup ruang disekitarnya sehingga
dapat
kerja
dengan
nyaman.
Aplikasi antropometri sebagai metode bioantropologi ke dalam kedokteran menjadi bermakna apabila disertai latar belakang teori
yang adekuat dan intregatif dengan cabang ilmu kedokteran, terutama faal, anatomi, dan biokimia. Dalam faal aplikasinya berupa
pengukuran kebugaran kardiovaskuler dan respirasi; dalam anatomi berupa kebugaran musculo skeletal, dan dalam biokimia
berupa hemodinamaika. Penelitian integratif setidaknya pada keempat bidang ini akan menghasilkan keluaran yang bermakna pada
penilaina status gizi, obesitas, pertumbuhan, menua, dan kebugaran jantung dan paru-paru dalam kedokteran olahraga.
Antropometri yang mula-mula dikembangkan para ahli antropologi biologis untuk meneliti variasi biologis manusia, kini telah dengan
luas
diaplikasikan
ke
bidang-bidang
terkait.
2.3

Antopometri

Gizi

Di masyarakat, cara pengukuran status gizi yang paling sering digunakan adalah antropometri gizi. Dewasa ini dalam progam gizi
masyarakat, pemantauan status gizi anak balita menggunakan metode antropometri, sebagai cara untuk menilai status gizi.
Disamping itu pula dalam kegiatan penapisan status gizi masyarakat selalu menggunakan metode tersebut

Pada dasarnya jenis pertumbuhan dapat dibagi dua yaitu: pertumbuhan yang bersifat linier dan pertumbuhan massa jaringan. Dari
sudut pandang antropometri, kedua jenis pertumbuhan ini mempunyai arti yang berbeda. Pertumbuhan linier menggambarkan
status gizi yang dihubungkan pada saat lampau dabn pertumbuhan massa jaringan mengambarkan status gizi yang dihubungkan
pada
saat
sekarang
atau
saat
pengukuran.
a.

Pertumbuhan

linier

Bentuk dari ukuran linier adalah ukuran yang berhubungan dengan panjang. Contohnya panjang badan, lingkar badan, dan lingkar
kepala. Ukuran linear yang rendah biasanya menunjukkan keadaan gizi yang kurang akibat kekurangan energi dan protein yang
diderita waktu lampau. Ukuran linear yang paling sering digunakan adalah tinggi atau panjang badan.
b.

Pertumbuhan

Massa

Jaringan

Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. Contoh ukuran massa jaringan adalah berat badan, lingkar lengan atas
(LLA), dan tebal lemak bawah kulit. Apabila ukuran ini rendah atau kecil, menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan
energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan. Ukuran massa jaringan yang paling sering digunakan adalah
berat
badan.
Antropometri gizi adalah berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai
tingkat umur dan tingkat gizi. Berbagai jenis ukuran tubuh antara lain: berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas dan tebal
lemak
di
bawah
kulit.
Keunggulan
a.

antropometri

Prosedurnya

sederhana,

gizi

aman

dan

dapat

sebagai

dilakukan

dalam

jumlah

berikut:
sampel

yang

besar.

b. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli, tetapi cukup dilakukan oleh tenaga yang sudah dilatih dalam waktu singkat dapat
melakukan pengukuran antropometri. Kader gizi (Posyandu) tidak perlu seorang ahli, tetapi dengan pelatihan singkat ia dapat
melaksanakan
kegiatannya
secara
rutin.
c. Alatnya murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat. Memang ada alat antropometri yang
mahal dan harus diimpor dari luar negeri, tetapi penggunaan alat itu hanya tertentu saja seperti "Skin Fold Caliper" untuk mengukur
tebal
lemak
di
bawah
kulit.
d.

Metode

e.

Dapat

ini

tepat

mendeteksi

dan

atau

akurat,

menggambarkan

karena

riwayat

dapat

gizi

di

dibakukan.
masa

lampau.

f. Umumnya dapat mengidentifikasi status gizi sedang, kurang, dan gizi buruk, karena sudah ada ambang batas yang jelas.
g. Metode antropometri dapat mengevaluasi perubahan status gizi pada periode tertentu, atau dari satu generasi ke generasi
berikutnya.
h.

Metode

Di

samping

antropometri
keunggulan

gizi

dapat

metode

digunakan

penentuan

status

untuk
gizi

penapisan

secara

kelompok

antropometri,

yang

terdapat

rawan

pula

terhadap

beberapa

a.Tidak

gizi.

kelemahan.
sensitif

Metode ini tidak dapat mendeteksi status gizi dalam waktu singkat. Di samping itu tidak dapat membedakan kekurangan zat gizi
tertentu
seperti
zink
dan
Fe.
b.Faktor di luar gizi (penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi) dapat menurunkan spesifikasi dan sensitivitas
pengukuran
antropometri.
c.Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi, akurasi, dan validitas pengukuran antropometri gizi.
d.Kesalahan

ini

terjadi

karena:

1.pengukuran
2.perubahan
3.analisis
e.Sumber
1.latihan

hasil

pengukuran
dan
kesalahan,
petugas

baik

fisik
asumsi

biasanya
yang

maupun

komposisi
yang

berhubungan
tidak

jaringan
keliru
dengan:
cukup

2.kesalahan

alat

atau

3.kesulitan

alat

tidak

ditera

pengukuran

2.3.1

(9)

Jenis

Parameter

Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan dengan mengukur beberapa parameter. Parameter adalah ukuran
tunggal
dari
tubuh
manusia,
antara
lain:
Umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul dan tebal lemak di bawah kulit. Di
bawah
ini
akan
diuraikan
parameter
itu.
Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Berat
badan digunakan untuk mendiagnosa bayi normal atau BBLR. Dikatakan BBLR apabila berat bayi lahir di bawah 2500 gram atau di
bawah 2,5 kg. Pada masa bayi-balita, berat badan dapat dipergunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi,
kecuali terdapat kelainan klinis seperti dehidrasi, asites, edema dan adanya tumor. Di samping itu pula berat badan dapat
dipergunakan
sebagai
dasar
perhitungan
dosis
obat
dan
makanan.
Berat badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air dan mineral pada tulang. Pada remaja, lemak tubuh cenderung
meningkat, dan protein otot menurun. Pada orang yang edema dan asites terjadi penambahan cairan dalam tubuh. Adanya tumor
dapat
menurunkan
jaringan
lemak
dan
otot,
khususnya
terjadi
pada
orang
kekurangan
gizi.
Penentuan berat badan dilakukan dengan cara menimbang. Alat yang digunakan di lapangan sebaiknya memenuhi beberapa
persyaratan:
1.

Mudah

digunakan

2.

Mudah

3.

Ketelitian

dan

dibawa

diperoleh

dari
dan

penimbangan

4.

satu

Cukup

ke

relatif

sebaiknya

Skalanya

5.

tempat

tempat

yang

murah

harganya.

maksimum

0,1

mudah

aman

untuk

lain.

kg.
dibaca.

menimbang

anak

balita.

Alat yang dapat memenuhi persyaratan dan kemudian dipilih dan dianjurkan untuk digunakan dalam penimbangan anak balita
adalah
dacin.
Penggunaan
1.

Dacin

2.

Dibuat

3.

dacin
sudah
di
Ketelitian

mempunyai
dikenal
Indonesia,

beberapa
umutn
bukan

dan

keuntungan
sampai
impor,

di

antara
pelosok

dan

ketepatan

mudah
cukup

lain:
pedesaan.
didapat.
baik.

Dacin
Dacin yang digunakan sebaiknya minimum 20 kg dan maksimum 25 kg. Bila digunakan dacin berkapasitas 50 kg dapat juga, tetapi
hasilnya
agak
kasar,
karena
angka
ketelitiannya
0,25
kg.
(9)
3.

Tinggi

Badan

Tinggi atau panjang badan merupakan indikator umum ukuran tubuh dan panjang tulang. Namun, tinggi saja belum dapat dijadikan
indikator untuk menilai status gizi, kecuali jika digabungkan dengan indikator lain seperti usia dan berat badan. Penggunaan tinggi,
atau panjang, bukan tanpa kelemahan. Pertama, baku acuan yang tersedia umumnya terambil dari penilaian tinggi badan subjek
yang berasal dari masyarakat berstatus gizi baik di negara maju. Kedua, defisit pertumbuhan linier baru akan terjelma manakala
defisiensi telah berlangsung lama yang berarti tidak akan termanifestasi semasa bayi. Jika bayi terukur lebih pendek ketimbang
baku acuan, tidak berarti bayi tersebut tengah malnutrisi pascanatal, melainkan dampak dari ukuran lahir rendah. Ketiga, secara
genetik setiap orang terlahir menurut ukuran yang tidak serupa: orang yang jika dibandingkan dengan populasi "acuan" berukuran
lebih
pendek
tidak
langsung
berarti
malnutrisi.
Tinggi badan diukur dalam keadaan berdiri tegak lurus, tanpa alas kaki, kedua tangan merapat ke badan, punggung dan bokong
menempel
pada
dinding,
dan
pandangan
diarahkan
ke
depan.
Gambar 2.2 Posisi Tubuh Anak pada Waktu Diukur (Sumber: Depkes Rl, 1999. Pedoman Pemantauan Tinggi Badan Anak Baru
Masuk
Sekolah
4.

Lingkar

Lengan

Atas

(LLA)

Lingkar lengan atas (LLA) dewasa ini memang merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena mudah dilakukan
dan
tidak
memerlukan
alat-alat
yang
sulit
diperoleh
dengan
harga
yang
lebih
murah.
Pengukuran LLA adalah suatu cara untuk mengetahui risiko kekurangan energi protein (KEP) wanita usia subur (WUS).
Pengukuran LLA tidak dapat digunakan untuk memantau perubahan status gizi dalam jangka pendek. Pengukuran LLA digunakan
karena
pengukurannya
sangat
mudah
dan
dapat
dilakukan
siapa
saja.
Beberapa tujuan pemeriksaan LLA adalah mencakup masalah WUS baik ibu hamil maupun calon ibu, masyarakat umum dan peran
petugas
lintas
sektoral.
Adapun
tujuan
tersebut
adalah:
a. Mengetahui risiko KEK WUS, baik ibu hamil maupun calon ibu, untuk menapis wanita yang mempunyai risiko melahirkan bayi
berat
lahir
rendah
(BBLR).
b. Meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat agar lebih berperan dalam pencegahan dan penanggulangan KEK.
c. Mengembangkan gagasan baru di kalangan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
d.

Meningkatkan

e.

peran

Mengarahkan

petugas

lintas

pelayanan

sektoral

kesehatan

dalam

pada

upaya

perbaikan

kelompok

sasaran

gizi
WUS

WUS

yang

yang

menderita
menderita

KEK.
KEK.

Lingkar lengan atas diperiksa pada bagian pertengahan jarak antara olekranon dan tonjolan akromion. Ambang batas LLA WUS
dengan risiko KEK di Indonesia adalah 23,5 cm. Apabila ukuran LLA kurang 23,5 cm atau dibagian merah pita LLA, artinya wanita
tersebut mempunyai risiko KEK, dan diperkirakan akan melahirkan berat bayi lahir rendah (BBLR). BBLR mempunyai risiko
kematian,
gizi
kurang,
gangguan
pertumbuhan
dan
gangguan
perkembangan
anak.
5.

Lingkar

Kepala

Lingkar kepala adalah standar prosedur dalam ilmu kedokteran anak secara praktis, yang biasanya untuk memeriksa keadaan
patologi dari besarnya kepala atau peningkatan ukuran kepala. Contoh yang sering digunakan adalah kepala besar (Hidrosefalus)
dan
kepala
kecil
(Mikrosefalus).
(1),(9)
Lingkar kepala terutama dihubungkan dengan ukuran otak dan tulang tengkorak. Ukuran otak meningkat secara cepat selama
tahun pertama, akan tetapi besar lingkar kepala tidak menggambarkan keadaan kesehatan dan gizi. Bagaimanapun juga ukuran
otak
dan
lapisan
tulang
kepala
dan
tengkorak
dapat
bervariasi
sesuai
dengan
keadaan
gizi.
Bagan

2.2

Skema

6.

tindak

lanjut

pengukuran

Lingkar

LLA
Dada

Biasanya dilakukan pada anak yang berumur 2 sampai 3 tahun, karena rasio lingkar kepala dan lingkar dada sama pada umur 6
bulan. Setelah umur ini, tulang tengkorak tumbuh secara lambat dan pertumbuhan dada lebih cepat. Umur antara 6 bulan dan 5
tahun, rasio lingkar kepala dan dada adalah kurang dari satu, hal ini dikarenakan akibat kegagalan perkembangan dan
pertumbuhan, atau kelemahan otot dan lemak pada dinding dada. Ini dapat digunakan sebagai indikator dalam menentukan KEP
pada
anak
balita.
7.

Jaringan

Lunak

Otak, hati, jantung, dan organ dalam lainnya merupakan bagian yang cukup besar dari berat badan, tetapi relatif tidak berubah
beratnya pada anak malnutrisi. Otot dan lemak merupakan jaringan lunak yang sangat bervariasi pada penderita KEP. Antropometri
jaringan
dapat dilakukan pada kedua
jaringan tersebut dalam
pengukuran status gizi
di masyarakat
Lemak

subkutan

(Sub-Cutaneous

Fat)

Penelitian komposisi tubuh, termasuk informasi mengenai jumlah dan distribusi lemak subkutan, dapat dilakukan dengan bermacam
metode:
1.

Analisis

Kimia

dan

Fisik

(melalui

analisis

seluruh

tubuh

pada

2.
3.
4.
5.

autopsi).
Ultrasonik.

Densitometri
Radiological
Physical

(melalui
anthropometry
anthropometry

penempatan
(dengan

air

mengunakan
(menggunakan

pada
jaringan
skin-fold

densitometer)
yang

lunak).
calipers)

Dari metode tersebut diatas, hanya antropometri fisik yang paling sering atau praktis digunakan di lapangan. Bermacam-macam

skin-fold calipers telah ditemukan, tetapi pengalaman menunjukkan bahwa alat tersebut mempunyai standard atau jangkauan
jepitan (20-40 mm2), dengan ketelitian 0,1 mm, tekanan yang konstan 10 gram/mm2). Jenis alat yang sering digunakan adalah
Harpenden Calipers. Alat itu memungkinkan jarum diputar ke titik nol apabila terlihat penyimpangan.
2.3.2

Indeks

Antropometri

Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi. Kombinasi antara beberapa parameter disebut Indeks
Antropometri.
Dalam pengukuran indeks antropometri sering terjadi kerancuan, hal ini akan mempengaruhi interpretasi status gizi yang keliru.
Masih banyak diantara pakar yang berkecimpung dibidang gizi belum mengerti makna dari beberapa indeks antropometri.
Beberapa indeks antropometri yang sering digunakan yaitu Berat Badan menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur (TB/U),
dan Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB). Perbedaan penggunaan indeks tersebut akan memberikan gambaran prevalensi
status
gizi
yang
berbeda.
Gambar

2.3

Gambar

2.4

Harpenden
Teknik

2.3.3

pengukuran

Indeks

Calipers
lemak

subkutan

Massa

Tubuh

Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas) merupakan masalah penting, karena selain
mempunyai risiko penyakit-penyakit tertentu, juga dapat mempengaruhi produktifitas kerja. Oleh karena itu, pemantauan keadaan
tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan. Salah satu cara adalah dengan mempertahankan berat badan yang ideal atau
normal.
Laporan FAO/WHO/UNU tahun 1985 menyatakan bahwa batasan berat badan normal orang dewasa ditentukan berdasarkan nilai
Body Mass Index (BMI). Di Indonesia istilah Body Mass Index diterjemahkan menjadi Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT mempakan
alat yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat
badan, maka mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup lebih panjang
Tabel 2.3 Penggolongan Keadaan Gizi menurut Indeks Antropometri (Sumber: Puslitbang Gizi. 1980. Pedoman Ringkas Cara
Pengukuran Antropometri dan Penentuan Gizi. Bogor)
Diposkan oleh wangOner Super di 23:38 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

MENUSEIMBANG
Pada dasarnya masalah gizi timbul karena perilaku gizi seseorang yang salah yaitu terjadinya ketidakseimbangan
antara
konsumsi
gizi
dan
kecukupan
gizi.
Konsumsi kurang akan menyebabkan gizi kurang dan konsumsi lebih akan menyebabkan gizi lebih, dimana
keadaan
ini
akan
menyebabkan
timbulnya
suatu
penyakit.
Selain hal itu juga, karena adanya pergeseran gaya hidup akibat pengaruh urbanisasi, globalisasi dan
industrialisasi mengakibatkan sebagian masyarakat indonesia cenderung menyukai makanan siap santap yang
kandungan gizinya tidak seimbang yaitu mengandung lemak dan garam tinggi, tetapi kandungan seratnya rendah.
Penanggulangan
*
*

masalah

Menerapkan
pedoman
umum
Gerakan
nasional

gizi,
gizi
Aku

Susunan
Hidangan

seimbang
Cinta

yaitu
(13
pesan
Masakan

dasra
gizi
Indonesia

menu
menu

seimbang
*
*
*

:
seimbang)
(ACMI)
seimbang

harus
Zat
Zat
Zat

mengandung

:
tenaga
pembangun
pengatur

Yang harus dikonsumsi seseorang dalam sehari sesuai dengan kecukupan tubuhnya. Apabila konsumsi makanan
sehari-hari tidak seimbang akan menyebabkan masalah gizi dan akan menyebabkan penyakit. Tidak ada satu pun
jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, sehingga untuk mencapai masukan zat gizi seimbang harus

mengkonsumsi

aneka

Faktor-faktor

ragam

yang

1)

mempengaruhi

Masyarakat

awam,

*
2)

Menurut

Masyarakat
*

dan

susunan

hidangan

cukup

pengetahuan

Mempertimbangkan
*

oleh

turun
kepuasan

kebutuhan

berpendidikan

makanan.

ditentukan

Kebiasaan

bahan

temurun
psikis

tentang

nilai

kebutuhan

susunan
*

Makanan
*
*
*

hidangan

dapat
menyediakan
zat-zat
gizi
jangkauan
keuangan
keluarga
dinikmati
oleh
seluruh
keluarga
Suasana
makan
menyenangkan
Memenuhi
syarat
sosial
budaya

Kriteria

harus

keluarga
Senantiasa
dan
Mengkonsumsi
*
*
*

sadar

gizi

mampu
menilai
status
gizi
golongan
pangan
atau
Menggunakan
garam
Menyusui
ASI
Sarapan

(memiliki
gizi

Prinsip
Seimbang
*
yang

dalam
mempengaruhi

*
*
*
13

KMS)
seimbang
beriodium
eksklusif
pagi
seimbang

*
Faktor-faktor

Dalam
Dapat

gizi

fisiologis
keduanya

Gabungan

Syarat

kelompok
Sesuai
penyusunan

Ketersediaan
Pengetahuan
Kondisi
*

pesan

bahan

makanan
kebutuhan

menu

seimbang

bahan
gizi
anggota

dasar

makanan
keluarga
keluarga
Keuangan

gizi

seimbang

1.
Makanlah
aneka
ragam
makanan
2.
Makanlah
makanan
untuk
memenuhi
kecukupan
energi
3.
Makanlah
makanan
sumber
karbohidrat
setengah
(1/2)
dari
kebutuhan
energi
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat (1/4) dari kecukupan energi
5.
Gunakan
garam
beriodium
6.
Makanlah
makanan
sumber
zat
besi
7.
Berikan
ASI
saja
kepada
bayi
sampai
berumur
6
bulan
8.
Biasakan
sarapan
pagi
9.
Minumlah
air
bersih,
aman
dan
cukup
jumlahnya
10.
Lakukan
kegiatan
fisik
dan
olah
raga
secara
teratur
11.
Hindari
minum-minuman
beralkohol
12.
Makanlah
makanan
yang
aman
bgai
kesehatan
13.
Bacalah
label
pada
makanan
yang
dikemas
Makanlah

aneka

ragam

makanan

Tidak ada satu jenis pun makanan yang mengandung lengkap semua cat gizi, yang mampu membuat seseorang
untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan poduktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam
makanan, kecuali bayi umur 0-6 bulan yang cukup sehat hanya dengan memperoleh ASI saja
Makan hidangan yang beraneka ragam dapat menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat
pembangun
dan
zat
pengatur
bagi
kebutuhan
gizi
seseorang.
Makanlah

makanan

untuk

memenuhi

kecukupan

energi

Setiap orang dianjurkan makan cukup hidangan mengandung sumber zat tenaga. Konsumsi yang memenuhi

kecukupan dapat mengakibatkan kenaikan berat badan dan kegemukan yang akan menyebabkan gangguan
kesehatan. Sebaliknya apabila konsumsi kurang dan berlangsung lama akan menyebabkan menurunnya BB,
keadaan gizi kurang dan terhambatnya proses tumbuh kembang anak dampaknya pada saat berusia dewasa, TB
tidak
mencapai
ukuran
normal
dan
akan
mudah
terkena
penyakit.
Makanlah

makanan

sumber

karbohidrat

setengah

dari

kebutuhan

energi

Terdapat dua kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks (padi-padian, umbi-umbian dan bahan makanan
lain yang banyak mengandung karbohidrat seperti sagu dan pisang) dan karbohidrat sederhana (yang tidak
mengandung zat gizi lain, seperti gula). Sekitar 50-60% kebutuhan energi diperoleh dari karbohidrat kompleks.
Apabila energi yang diperoleh melebihi 60% berasal dari karbohidrat kompleks, maka biasanya kebutuhan kalori,
vitamin
dan
mineral
sulit
dipenuhi.
Batasi

konsumsi

lemak

dan

minyak

sampai

seperempat

dari

kecukupan

energi

Konsumsi lemak dan minyak paling sedikit 10% dari kebutuhan energi. Lemak dan minyak yang terdapat didalam
makanan selain berguna untuk emningkatkan jumlah energi, juga dapat membantu penyerapan vitamin A,D,E dan
K
Lemak dan minyak membuat mudah merasa kenyang, konsumsi yang berlebihan akan mengurangi konsumsi
makanan lain, akibatnya kebutuhan zat gizi lain akan terpenuhi. Dianjurkan konsumsi lemak dan minyak dalam
makanan
sehari-hari
tidak
lebih
dari
25%
dar
kebutuhan
energi.
Gunakan

garam

beriodium

Garam beryodium yang dikonsumsi setiap hari bermanfaat untuk mencegah timbulnya Gangguan Akibat
Kekurangan Yodium (GAKY). GAKY dapat menghambat perkembangan tingkat kecerdasan anak, penyakit
gondok, dan kretin. Garam mengandung natrium, konsumsi yang berlebihan dapat memicu timbulnya penyakit
darah tinggi. Hindari konsumsi garam berlebihan, dianjurkan mengkonsumsi garam tidak lebih dari 6 gram atau
satu
sendok
teh
setiap
harinya
Makanlah

makanan

sumber

zat

besi

Kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari secara berkelanjutan dapat menimbulkan pentakit Anemia gizi.
Anemia gizi dapat diderita oleh semua golongan umur, terutama ibu hamil, anak balita, anak sekolah dan tenaga
kerja
wanita.
Bahan makanan sumber zat besi antara lain adalah semua sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur
dan
daging.
Khusus bagi ibu hamil yang menderita anemia gizi diharuskan untuk mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai
dengan
anjuran
Berikan

ASI

saja

kepada

bayi

smapai

umur

bulan

Asi mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi untuk tumbuh kembang dan menjadi sehat sampai berumur 6 bulan.
Setelah 6 bulan ASI saja tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, oleh karena itu bayi perlu
mendapat makanan pendamping (MP-ASI) secara bertahap dan sesuai pertambahan umur. Pemberian ASI tetap
dilanjutkan
sampai
anak
berumur
24
bulan.
Biasakan

sarapan

pagi

Makan pagi sangat bermanfaat bagi setiap orang. Bagi orang dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan
fisik dan daya tahan saat bekerja juga meningkatkan produktivitas kerjanya. Bagi anak sekolah, makan pagi dapat
memudahkan konsentrasi belajar. Jenis hidangan makan pagi dapat dipilih dan disesuaikan dengan keadaan.
Minumlah

air

bersih,

aman

dan

cukup

jumlahnya

Air minum harus bersih dan bebas kuman, oleh karena itu terlebih dahulu harus dididihkan. Cairan yang
dikonsumsi sekurang-kurangnya dua liter atau setara dengan 8 gelas setiap harinya. Dengan mengkonsumsi
cukup cairan, dapat terhindar dari dehidrasi, serta dapat menurunkan resiko menderita penyakit batu ginjal.
Lakukan

kegiatan

fisik

dan

olah

raga

secara

teratur

Kegiatan fisik dan olah raga secara teratur yang cukup takarannya, dapat membantu mempertahankan derajat
kesehatan yang optimal. Kegaitan fisik dan olah raga yang tidak seimbang dengan energi yang dikonsumsi, dapat
mengakibatkan BB lebih atau kurang. Untuk mempertahankan BB normal upayakan agar kegiatan fisik dan olah
raga
selalu
seimbang
dengan
asupan
energi.
Hindari

minum-minuman

beralkohol

Minum-minuman beralkohol dapat menyebabkan ketagihan, mabuk dan tidak mampu mengendalikan diri. selin itu,
minum-minuman beralkohol secara berlebihan dapat menimbulkan penyakit seperti penyakit hati dan lain-lain.
Makanlah

makanan

yang

aman

bagi

kesehatan

Makanan yang aman adalah makanan yang tidak tercemar, tidak mengandung mikroorganisme atau bekteri, tidak
mengandung bahan kimia berbahaya, telah diolah dengan tata cara yang benar, serta tidak bertentangan dengan
keyakinan
masyarakat
baik
secara
agama
maupun
adat.
Bacalah

label

pada

makanan

yang

dikemas

Peraturan perundang-undangan menetapkan, bahwa setiap produk makanan yang dikemas harus mencantumkan
keterangan pada label mengenai bahan-bahan yang digunakan, komposisi zat gizinya, tanggal kadaluarsa dan
keterangan
penting
lainnya
sebagai
informasi.
Tips

pintar

mengkonsumsi

makanan

Konsumsi
makanan
utama
3x
sehari,
jangan
menghindari
sarapan
pagi
*
Perbanyak
makan
buah
dan
sayur
*
Kurangi
makan
daging,
ganti
dengan
ikan
atau
daging
unggas
* Konsumsi beberapa kali makanan ringan diantara waktu makan, pilih makanan ringan rendah lemak, misalnya
buah
atau
sayuran.
* Jangan makan secara tergesa-gesa, sehingga makanan yang masuk menjadi lebih sedikit dan makanan dapat
lebih
dinikmati
* Minum air putih minimal 6-8 gelas perhari. Segelas air putih sebelum makan dapat membuat merasa kenyang.
* Awali makan dengan mengkonsumsi sup bening yang panas atau salad rendah lemak
*
Kurangi
penggunaan
margarin,
krim
dan
saus
* Jaga porsi makanan, jangan cepat-cepat menambah porsi karena otak membutuhkan waktu untuk
mengirimkan
sinyal
kenyang
* Bersihkan meja setelah selesai makan untuk menghindari keinginan mengambil makanan lagi.
Tips

pintar

beraktivitas

*
Lakukan
olah
raga
secara
teratur
* Mulailah dengan yang sederhana dan lakukan perlahan-lahan, kemudian tingkatkan intensitasnya secara
bertahap. Misalnya mulai dengan jalan cepat 10-15 menit perhari lalu tingkatkan menjadi 30-40 menit per hari
selama
3-5
hari
perminggu.
*
Untuk
tetap
termotivasi
lakukan
olah
raga
bersama
teman
atau
keluarga
* Jangan duduk terus menerus, bergerak atau berjalan beberapa menit setiap jam
* Perbanyak bergerak dalam beraktivitas sehari-hari seperti dengan menggunakan tangga, parkir kendaraan
atau turun dari bis sedikit lebih jauh dari tempat kerja, kurangi penggunaan remote kontrol saat menonton televisi
dan lain-lain.
Diposkan oleh wangOner Super di 23:23 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Jumat, 14 Desember 2012

Lahirnyawangonerkeduniamaya
Hello dunia,,
wangoner super sekarang hadir di internet.
Diposkan oleh wangOner Super di 21:58 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Beranda
Langganan: Entri (Atom)
Laman

Beranda

Mengenai Saya

Arsip Blog

2012 (3)
o

Desember (3)

Ruang Lingkup Antropometri

MENU SEIMBANG

Lahirnya wangoner ke dunia maya

wangOner Super
Lihat profil lengkapku

Template Ethereal. Diberdayakan oleh Blogger.