Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PLANTAE

DISUSUN OLEH:
NI NYOMAN TRISKA SATYARINI
X SOS 2/ 17

SMA NEGERI 5 MATARAM


2013/2014

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Tumbuhan merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang banyak


dimanfaatkan manusia. Hewanpun bergantung pada tumbuhan sebagai sumber
energi. Dalam klasifikasi, makhluk hidup yang tergolong tumbuhan adalah
semua organisme eukaryotik multiselulerfotosintetik yang memiliki klorofil,
menyimpan karbohidrat yang biasanya berupa tepung, dan embryonya
dilindungi oleh jaringan tumbuhan parental.
Dunia tumbuhan dikelompokkan menjadu tumbuhan tidak berpembuluh atau
non-traecheophyta dibagi dalam dan tumbuhan berpembuluh atau tracheophyta
(yunani, trachoia = Saluran Kecil, phyton = Tumbuhan). Tumbuhan nontracheophyta adalah kelompok lumut sedangkan kelompok tracheophyta adalah
tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji. Dengan mempelajari taksonomi
tumbuhan, kita dapat membedakan berbebagai jenis tumbuhan yang termasuk
tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhan tinggkat tinggi.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan
suatu permasalahan dalam makalah ini antara lain sebagai berikut :
1. Apa saja yang termasuk dalam kingdom plantae?
2. Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
3. Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi Tumbuhan paku (Pterydophyta)
4. Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat memahami tujuan
dari penyusunan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui apa saja yang termasuk dalam kingdom plantae.
2. Untuk Mengetahui Apa saja ciri-ciri dan klasifikasi Tumbuhan kingdom
plantae.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Ciri Umum
Plantae adalah salah satu Kingdom yang terdapat pada system klasifikasi
makhluk hidup. Secara umum Kingdom Plantae mempunyai ciri ciri sebagai
berikut:
a. Eukariotik atau mempunyai membran inti
b. Berklorofil sehingga mampu mensintesis nutrisi ( makanannya sendiri).
Makhluk hidup yang demikian disebut dengan autotrof
c. Mempunyai dinding sel yang sifatnya kaku ( rigid) dan tersusun atas
selulosa
d. Multiseluler atau tersusun atas banyak sel
e. Memiliki organ pokok yang disebut dengan akar, batang dan daun sehingga
disebut dengan tumbuhan kormofita.

Tumbuhan terbagi menjadi tiga (3) Divisi :


1.

Bryophyta

(tumbuhan lumut)

2.

Pteridophyta

(tumbuhan paku)

3.

Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

A. Divisi Bryophyta (tumbuhan lumut)

1. Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil, yang hidup

di darat dan masih menyukai tempat lembab, tidak memiliki akar,


batang dan daun sejati, serta tidak memiliki pembuluh pengangkut
(xilem dan floem), dan merupakan tumbuhan peralihan antara
tumbuhan ber-talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-kormus
(kormofita).

Talofita adalah tumbuhan yang tidak dapat dibedakan antara akar,


batang dan daun.
Kormofita adalah tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara akar,
batang dan daun
Disebut tumbuhan peralihan karena ada tumbuhan yang masih berupa
talus (lembaran, yaitu lumut hati), tetapi ada juga yang sudah memiliki

struktur tubuh mirip akar, batang dan daun sejati (lumut daun).
Perhatikan gambar antara lumut hati dan lumut daun di bawah ini :
tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor (vegetasi perintis), yang
tumbuh disuatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh

2. Ciri-ciri tubuh Tumbuhan Lumut :


- ukuran : makroskopis 1-2 cm, dan ada yang mencapai 40 cm.
- Bentuk tubuh : memiliki dua bentuk generasi, yaitu generasi Gametofit dan
generasi Sporofit

Gametofit adalah lumut yang menghasilkan gamet (sel kelamin )

Sporofit adalah lumut yang menghasilkan spora, letak menunpang pada


gametofit, perhatikan gb di bawah ini :

-Struktur dan fungsi tubuh :

Generasi gametofit :

- Merupakan generasi penghasil gamet


- Terdiri dari sel dengan kromosom yang tidak berpasangan (haploid)
- Memiliki alat perkembangbiakan yang disebut gametangium
- Gametangium terdiri dari gametangium jantan dan betina
- Gametangium jantan disebut anteridium menghasilkan spermatozoid
- Gametangium betina disebut arkegonium menghasilkan sel telur (ovum)
- Gamet dihasilkan dari pembelahan meosis (reduksi), yaitu pembelahan 2 kali pada
satu untu gamet menjadi
4 inti gamet haploid
- Berdasarkan letak anteridium dan arkegonium, lumut terbagi menjadi 2, yaitu :
1. Lumut berumah satu (monoceus), jika anteridium dan arkegonium terdapat pada
satu gametofit
2. Lumut berumah dua (dioceus) ; jika antridium dan arkegonium , terpisah pada 2
gametofit.

Generasi Sporofit (sporogonium) :

- Terdiri dari sel-sel gengan kromosom yang berpasangan (diploid)


- Merupakan generasi penghasil spora
- Spora dihasilkan di dalam kotak spora (sporangium)
- Letak sporofit menumpang pada gametofit
- Sporofit menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama
(homospora/isospora).
3. Cara Hidup : autotrof artinya mengolah makanan sendiri dengan melakukan
fotosintesis.
4. Habitat : tanah, bebatuan, dan pohon yang lembab dan teduh
5. Reproduksi : terjadi secara aseksual dan seksual

Aseksual : dilakukan dengan spora, prosesnya adalah sporogonium (lumut


sporofit) membentuk sporangium, di dalam sporangium terjadi pembelahan
membentuk spora haploid, spora tumbuh jadi protonema, kemudian tumbuh jadi
gametof haploid (n).

Seksual : terjadi penyatuan gamet jantan (spermatozoid) dengan gamet betina


(ovum). prosesnya adalah , fertilisasi antara sperma dan ovum menghasilkan
zigot (2n). Zigot membelah menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi
sporofit yang diploid (2n).

Reproduksi lumut menunjukan adanya metagenesis pada lumut, yaitu pergiliran


antara generasi gametofit (n) dengan generasi sporofit (2n).

Dalam daur hidupnya generasi gametofit merupakan generasi yang dominan


dibandingkan generasi sporof.

Perhatikan skema siklus hidup/ metagenesis lumut di bawah ini :

6. Klasaifikasi :
Divisi bryophyta terbagi menjadi 3 kelas:
1. Hepaticopsida (lumut hati)
- tubuh berbentuk talus, berlobus seperti hati manusia
- merupakan lumut berumah dua (deoceus)
- Reproduksi aseksual dengan cara fragmentasi, pembentukan gemmacup
(kuncup) dan spora
- Gemmacup adalah struktur khas yang terdapat pada gametofit
berupa mangkok yang mengandung kumpulan lumut kecil.
- Gemma dapat lepas dan tersebaroleh air kemudian tumbuh menjadi
lumut baru.
- Reproduksi seksual terjadi dengan fertilisasi antara spema dan ovum
membentuk zigot.
- Contoh Marchantia polimorpha
2. Anthocerotopsida (lumut tanduk)

- Anthoceropsida sering disebut lumut tanduk.


- Gametofitnya mirip dengan lumut hati, perbedaannya terletak pada
sporofitnya.
- Sporofit lumut tanduk mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh
seperti tanduk dari gametofit.
- Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros laevis (lumut tanduk).

3. Bryopsida (lumut daun)

- Merupakan lumut sejati karena bentuk tubuhnya mirip tumbuhan kecil


yang memiliki bagian akar (rizoid), batang dan daun.
- hidup berkelompok membentuk hamparan tebal seperti beludru
- contoh Polytrihcum dan Spagnum
7. Manfaat Tumbuhan lumut
- Beberapa spesies Sphagnum dapat digunakan sebagai obat kulit dan mata.
- Beberapa tumbuhan lumut yang tumbuh di hutan hujan dapat digunakan sebagai
penahan erosi dan

menyerap air
- Dapat digunakan sebagai ornamen tata ruang
- Marchantia sebagai obat penyakit hati

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
http://fitri-smanda.blogspot.com/2013/01/kingdom-plantaedunia-tumbuhan.html
http://sepengatahuanku.blogspot.com/2012/11/makalah-tumbuhan-plantae.html