Anda di halaman 1dari 5

SIARAN PERS

Usulan Delegasi DPR RI diterima oleh


Sidang Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC)
Kampala, Uganda, 24—31 January 2010

Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC) adalah


organisasi parlemen dari negara-negara anggota OKI (organisasi
Konferensi Islam). DPR-RI adalah salah satu dari pendiri organisasi ini
yang dideklarasikan di Tehran, Iran, tahun 1999. Seperti organisasi
induknya OKI, titik berat dari perjuangan PUIC adalah perdamaian di
Timur Tengah. Parlemen-parlemen PUIC sepakat bahwa masalah Timur
Tengah sangat mempengaruhi kondisi dunia, oleh karenanya
perdamaian dunia mustahil terlaksana apabila tidak ada upaya serius
untuk mengatasi konflik di Timur Tengah.

Sebagai salah satu founding father dari PUIC dan negara dengan
populasi umat Islam terbesar di dunia, DPR-RI selalu mengambil leading
role dalam pembahasan di forum ini. Sebagai wakil dari Asia, bersama-
sama dengan parlemen Iran dan Turki, DPR-RI berhasil mengimbangi
grup Arab yang secara historis cukup besar perannya di PUIC.

1
Sidang PUIC di Kampala tahun ini, adalah sidang Council yang ke-
12 yang dipimpin oleh Presiden Council, YM Ari Larijani, Ketua
Parlemen Iran, dan Sidang Konferensi yang ke-6 yang dipimpin oleh
Presiden Konferensi YM Edward Kiwanuka Ssekandi (yang beragama
Kristen). Sidang ini didahului oleh pertemuan specialized standing
committee.

Keberhasilan kontribusi Delegasi DPR-RI pada pertemuan PUIC


tersebut diawali dengan terpilihnya Ketua DPR-RI sebagai Vice President
the 6th Conference mewakili grup Asia bersama dengan Ketua Parlemen
Sudan, Mr. Ahmed Ibrahim AI-Tahir, yang mewakili grup Arab.
Keberhasilan lain adalah di pertemuan Standing Specialized Committee
on Women, Social and Culture affairs, anggota Delegasi Indonesia yang
juga wakil ketua BKSAP (Badadan Kerjasama Antar Parleman) Nurhayati
Alie Assegaf dipilih secara aklamasi untuk memimpin sidang tersebut.
Kepemimpinan Wakil Ketua BKSAP ini juga menunjukkan perubahan
positif di suasana persidangan PUIC, karena Sidang Women, Social and
Cultural affairs Standing Committee belum pernah dipimpin oleh
anggota parlemen perempuan.

Misi utama Delegasi untuk memberi kontribusi kepada PUIC


secara lebih nyata, dibantu dengan dukungan yang diberikan oleh
anggota PUIC agar Indonesia memegang kepemimpinan PUIC
melanjutkan presidency dari Ketua Parlemen Uganda untuk tahun 2012
s/d 2014. Untuk itu, Ketua BKSAP Hidayat Nur Wahid, memimpin
berbagai lobby dengan negara-negara peserta PUIC untuk mendapat
dukungan. Jika Indonesia terpilih maka momentum tersebut bersamaan
dengan peringatan Satu Dekade PUIC.

Selain dengan lobby dan pertemuan bilateral, upaya menggalang


dukungan juga dilakukan melalui partisipasi aktif delegasi di related
meetings PUIC. Berkat peran aktif Delegasi DPR-RI, usulan Indonesia
berhasil diadopsi dalam resolusi dan Deklarasi Kampala. Butir-butir
usulan Indonesia yang berhasil diadopsi adalah:

2
• Perlunya usaha-usaha pelurusan pandangan dunia luar terhadap
Islam. Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian,
keadilan dan anti kekerasan. (Resolution No. 1/6-Conf on
Supporting the efforts to Establish Sustainable Dialogue between
Islamic and Western Parliaments).

• Menyerukan agar umat Islam dari madzab apapun berasal, dapat


bersatu dan saling menghargai sesama saudaranya. (Resolution
No. 2/6-Conf on Promoting Dialoque among Civilization with
Special Emphasis On Facing Western Campaign against Islamic
Value).

• Mendorong umat Islam yang bermukim di negara-negara non-


Muslim untuk memperjuangkan hak-haknya, seperti adanya akses
yang mudah untuk mendapatkan makanan halal. (Resolution No.
2/6-Conf on Promoting Dialogue among Civilization with Special
Emphasis on Facing Western Campaign Islamic Value).

• Menyerukan umat Islam dan Kristen di seiuruh dunia untuk


bejuang bersama melindungi Masjidil Aqsa dari upaya-upaya
penghancuran oleh Israel. Usaha-usaha yang dilakukan Israel
untuk menghancurkan Masjidil Aqsa dapat dipandang sebagai
ancaman terhadap tempat-tempat peribadatan di seluruh dunia.
(Resolution No. 6/6-Conf on Protection of Al-Aqsa Mosque against
Israeli Threats).

• Menghimbau parlemen dan pemerintah negara-negara anggota


melindungi generasi mudanya dari bahaya narkotika dan obat-
obat terlarang lainnya yang dapat merusak mental dan fisik
generasi muda. (Resolution No. 8/6-Conf on Promoting the
Position of the Youth in the Islamic World).

• Sebagai respon dari gagalnya pertemuan COP di Copenhagen,


PUIC menghimbau negara-negara di dunia, terutama AS dan
China, untuk mengurangi emisi karbon yang membahayakan
kehidupan (Deklarasi Kampala).

3
Setelah penggalangan dukungan yang berjalan dengan cukup alot,
mengingat Iran dan Turki yang notebene adalah anggota PUIC yang aktif
juga menginginkan posisi sebagai President of PUIC Conference, Ketua
DPR-RI Marzuki Alie, berhasil menjadi President of the PUIC Conference
untuk masa jabatan sampai tahun 2012. Delegasi DPR-RI yang dipimpin
oleh Ketua DPR-RI Marzuki Alie, dengan anggota terdiri dari M. Hidayat
Nur Wahid (Ketua BKSAP/F-PKS), Nurhayati Alie Assegaf (Wk. Ketua
BKSAP/F-PD), Sidarto Danusubroto (Wk. Ketua BKSAP/F-PDIP),
Muhammad Najib (Wk. Ketua BKSAP/F-PAN), Satya W. Yudha (Anggota
BKSAP/F-PG), dan Syafwatillah Mohzaib (Anggota BKSAP/F-PD) berhasil
menjadi tim kecil yang solid, baik dalam persidangan Council dan
Conference, serta drafting committee, terutama dalam melobi delegasi-
delegasi yang hadir. Hal ini patut dikemukakan mengingat Iran dan
Turki dalam misinya ke Sidang Kampala membawa rombongan delegasi
yang besar.

Tantangan kedepan Indonesia dalam memimpin PUIC kedepan


adalah: mengupayakan kehadiran dan partisipasi aktif dari parlemen-
parlemen anggota PUIC dalam sidang conference mendatang pada
tahun 2012 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumahnya. Hal ini
mengingat pada conference mendatang PUIC menghadapi agenda
penting yaitu amandemen Statuta yang hanya bisa dilakukan
pembahasannya dengan kehadiran 2/3 dari jumlah anggota PUIC yang
berjumlah 51 anggota (hal ini tidak tercapai di sidang PUIC Kampala).

Diharapkan dengan terpilihnya Ketua DPR-RI sebagai President of


the 7th Session of PUIC Conference, maka posisi Indonesia di kalangan
negara-negara OKI akan lebih bermartabat untuk meningkatkan
diplomasi parlemen Indonesia di dunia OKI. Hal ini dapat dimanfaatkan
untuk memajukan kehidupan demokrasi di negara-negara OKI untuk
membuktikan bahwa kehidupan demokrasi dapat sejalan dengan
prinsip-prinsip Islam. Demokrasi seperti yang terjadi di Indonesia dapat
dikembangkan di negara-negara OKI, dan hal ini dapat dijadikan koreksi
atas kesalahpahaman yang kerap muncul di negara-negara Barat.
Terpilihnya Ketua DPR-RI sebagai President of the 7th Session of PUIC

4
Conference, merupakan pengakuan terhadap Indonesia dalam
melaksanakan praktek demokrasi yang damai dan konstitusional.
Jabatan President PUIC Conference, yang dipercayakan kepada Ketua
DPR-RI merupakan sejarah baru bagi parlemen Indonesia yang
merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang menjabat posisi ini.

Jakarta, 03 Februari 2010

KETUA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA

H. Marzuki Alie, SE, MM