Anda di halaman 1dari 24

KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU

Nama:
NIM
Skenario:

Skenario Kasus
Ny. Cek Molek, berusia 30 tahun, merasa terlambat 2 minggu, datang ke Poliklinik
Kebidanan pada tanggal 24 maret 2014 dengan keluhan sakit perut bagian bawah sejak tadi malam,
pagi ini sakitnya bertambah hebat. Penderita merasa ada juga perdarahan dari kemaluan tapi hanya
sedikit berwarna merah kehitama-hitaman.
HPHT 10 Februari 2014. Penderita belum pernah melakukan pemeriksaan kehamilan naik
ke dokter ataupun melalui urin. Penderita juga belum pernah minta pertolongan sebelumnya,
langsung datang ke Poliklinik Kebidanan. Sekarang ini penderita mempunyai 2 orang anak, belum
pernah mengalami keguguran. Anak pertama berumur 9 tahun, anak kedua 7 tahun. Selama ini,
penderita tidak pernah menggunakan kontrasepsi cara apapun. Suami Ny. Cek Molek bekerja
sebagai sopir bus antar provinsi antar pulau. Penderita ini pernah menderita radang saluran telur kiri
dan kanan.
Pemeriksaan Fisik :
Keadaan umum : tampak sakit sedang, kesadaran: compos mentis
Tanda Vital: N: 100x/menit isi tegangan cukup, TD: 100/60mmHg, RR: 28x/menit, T: 36,00C
Pemeriksaan Khusus :
Kepala : konjungtiva pucat, anemis
Thoraks : dalam batas normal
Abdomen : tegang, sakit tekan (+) pada seluruh perut bawah, bising usus normal, hepar lien sulit
diraba (karena os kesakitan)
Ekstrimitas : edema (-), akral dingin dan pucat
Pemeriksaan Obstetri:
PL:
-

TFU: sulit diraba, sakit tekan (+)

Perut tegang

Terdapat perdarahan pervaginam sedikit warna merah kehitaman

Inspekulo:
-

Portio: livide

Fluxus (+) hanya sedikit, keluar dari OUE

Polip, erosi, trauma vagina (-)

Cavum Douglas menonjol

PD (Toucher):
-

Portio: lunak

OUE tertutup, nyeri goyang portio (+)

Corpus uteri: sulit ditentukan

Cavum Douglas menonjol

Pemeriksaan Laboratorium:
Darah rutin: Hb: 7,8 mg/dl, Trombosit: 250.000/ml, Leukosit: 15.000/dl
Pemeriksaan Penunjang
1. USG
-

Tampak gambaran massa tidak beraturan persis dikanan uterus

Uterus membesar dari biasa

2. Plano test (test pack): (+)


3. Punctie cavum douglas (+) darah merah kehitaman

I. IDENTIFIKASI MASALAH
1. Ny. Cek Molek, berusia 30 tahun, merasa terlambat 2 minggu, datang ke Poliklinik
Kebidanan pada tanggal 24 maret 2014 dengan keluhan sakit perut bagian bawah sejak tadi
malam, pagi ini sakitnya bertambah hebat.
2. Penderita merasa ada juga perdarahan dari kemaluan tapi hanya sedikit berwarna merah
kehitama-hitaman.
3. HPHT 10 Februari 2014. Penderita belum pernah melakukan pemeriksaan kehamilan naik
ke dokter ataupun melalui urin. Penderita juga belum pernah minta pertolongan
sebelumnya, langsung datang ke Poliklinik Kebidanan

4. Sekarang ini penderita mempunyai 2 orang anak, belum pernah mengalami keguguran.
Anak pertama berumur 9 tahun, anak kedua 7 tahun. Selama ini, penderita tidak pernah
menggunakan kontrasepsi cara apapun. Suami Ny. Cek Molek bekerja sebagai sopir bus
antar provinsi antar pulau. Penderita ini pernah menderita radang saluran telur kiri dan
kanan.
5. Pemeriksaan Fisik : Keadaan umum : tampak sakit sedang, kesadaran: compos mentis.
Tanda Vital: N: 100x/menit isi tegangan cukup, TD: 100/60mmHg, RR: 28x/menit, T:
36,00C
6. Pemeriksaan Khusus : Kepala : konjungtiva pucat, anemis. Thoraks : dalam batas normal .
Abdomen : tegang, sakit tekan (+) pada seluruh perut bawah, bising usus normal, hepar lien
sulit diraba (karena os kesakitan). Ekstrimitas : edema (-), akral dingin dan pucat
7. Pemeriksaan Obstetri:
PL:
-

TFU: sulit diraba, sakit tekan (+)

Perut tegang

Terdapat perdarahan pervaginam sedikit warna merah kehitaman

Inspekulo:
-

Portio: livide

Fluxus (+) hanya sedikit, keluar dari OUE

Polip, erosi, trauma vagina (-)

Cavum Douglas menonjol

PD (Toucher):
-

Portio: lunak

OUE tertutup, nyeri goyang portio (+)

Corpus uteri: sulit ditentukan


Cavum Douglas menonjol

8. Pemeriksaan Laboratorium: Darah rutin: Hb: 7,8 mg/dl, Trombosit: 250.000/ml,


Leukosit: 15.000/dl
9. Pemeriksaan Penunjang
USG
-

Tampak gambaran massa tidak beraturan persis dikanan uterus

Uterus membesar dari biasa

Plano test (test pack): (+)


Punctie cavum douglas (+) darah merah kehitaman

II. PRIORITAS MASALAH


No. 1 karena merupakan masalah yang harus diselesaikan apabila tidak tertangani dengan baik
dan segera maka penderita bisa mengalami syok.

III.

ANALISIS MASALAH
1. Ny. Cek Molek, berusia 30 tahun, merasa terlambat 2 minggu, datang ke Poliklinik
Kebidanan pada tanggal 24 maret 2014 dengan keluhan sakit perut bagian bawah sejak tadi
malam, pagi ini sakitnya bertambah hebat.
a. Bagaimana perubahan anatomi dan fisiologi siklus menstruasi?
Jawab:
Fisiologi siklus menstruasi
1. Fase proliferasi (11 hari)
Di bawah pengaruh estrogen, sel - sel stroma dan sel epitel berproliferasi dengan
cepat. Permukaan endometrium mengalami epitelisasi kembali dalam waktu 4
sampai 7 hari sesudah terjadinya menstruasi. Selama satu setengah minggu
berikutnya, ketebalan endometrium meningkat karena jumlah sel stroma meningkat
dan pertumbuhan kelenjar endomerium serta pembuluh darah baru yang progresif ke
dalam endometrium.
2. Fase sekretorik (12 hari)
Progesteron dan estrogen bersama sama disekresi dalam jumlah besar oleh korpus
luteum. Estrogen menyebabkan sedikit proliferasi sel tambahan pada endometrium,
sedangkan progesteron menyebabkan pembengkakan yang nyata dan perkembangan
sekretorik endometrium. Semua perubahan endometrium tersebut mengandung
sejumlah besar cadangan nutrien untuk ovum yang sudah dibuahi.
3. Menstruasi

Jika ovum tidak dibuahi, kira kira 2 hari sebelum akhir siklus bulanan, korpus
luteum di ovarium berinvolusi dan hormon hormon ovarium menurun dengan
tajam sampai kadar sekresi yang rendah sehingga terjadilah menstruasi. Penurunan
estrogen dan progesteron menyebabkan involusi endometrium menjadi 65% dari
ketebalan semula. 24 jam sebelum menstruasi, pembuluh darah mengalami
vasospastik yang menyebabkan penurunan suplai zat nutrisi dan hilangnya
rangsangan hormonal mengakibatkan nekrosis pada endometrium, khususnya pada
pembuluh darah. Darah merembes ke lapisan vaskular endometrium sehingga daerah
perdarahan bertambah besar dalam 24 36 jam. Lapisan nekrotik terlepas dari uterus
sehingga massa jaringan deskuamasi dan darah di dalam kavum uteri ditambah
dengan efek kontraksi prostaglandin dalam lapisan deskuamasi menyebabkan isi
uterus keluar. Isi uterus yang keluar berupa kira kira 40 ml darah dan 35 ml cairan
serosa.
(Guyton, Arthur C. Hall, John E. 2007)

b. Bagaimana antomi abdomen bagian bawah? (region suprapubis, iliaca dextra et sinistra)
Jawab:
Pelvis (Cingulum Membri inferioris)

Terdiri atas 4 tulang, yaitu :


- 2 os coxae
- os sacrum
- os coccygis
Terdapat 2 articulatio, yaitu :
-

articulatio sacroiliaca, yang menghubungankan antara os coxae pars iliaca dengan


os sacrum;

symphisis pubis, yang menghubungan antara os coxae dextra dan sinistra.

Dibagi atas 2 apertura pelvis, yaitu :


- Apertura pelvis superior
Batas :
a.

anterior : symphisis pubis

b.

posterior : promontorium os sacrum

c.

lateral : linea terminalis

- Apertura pelvis inferior


a. anterior : arcus pubic
b. posterior : ujung os coccygis
c. lateral : tuberculum ischiadica

Otot dinding dan dasar pelvis :


a. m. piriformis
- origo: depan os sacrum
- insersio : trochanter major femur
- innervasi : plexus sacralis
- fungsi : rotator lateral femur art. coxae
b. m. obturatorius internus
- origo : membran obturatoria dan os coxae
- insersio : trochanter major femur
- innervasi : n. obturatorius internus
- fungsi : rotator lateral femur art. Coxae
c. m. levator ani
- origo : corpus ossi pubis, spina ischiadica

- insersio : corpus perinea, corpus annocygeum, prostat, vagina, rectum, canalis


analis
- innervasi : n. sacralis IV dan n. pudendus
- fungsi : menyokong visera pelvis dan sphincter untuk junction anorectalis dan
vagina
d. m. coccygeus
- origo : spina ischiadica
- insersio : ujung bawah os sacrum dan os coccygis
- innervasi : n. sacralis IV dan V
- fungsi : membantu menyokong visera pelvis dan fleksi os coccygis

c. Apa hubungan terlambat menstruasi 2 minggu dengan keluhan yang dialami sekarang?
Jawab:
Penderita hamil tetapi merupakan kehamilan ektopik terganggu sehingga mengalami
keluhan sakit perut bagian bawah.
d. Apa saja penyebab nyeri perut bagian bawah?
Jawab:
1. abortus insipient
2. abortus inkomplit
3. kehamilan ektopik terganggu (Bantuk Hadijanto, 2010:469)
4. apendisitis

e. Mengapa terjadi nyeri perut dibagian bawah yang dirasakan makin lama makin hebat?
Jawab:
Karena kehamilan ektopik terganggu tuba pecah karena tuba tidak elastic untuk
mengikuti besarnya janin darah yang banyak tertampung didalam cavum
abdominalis mengiritasi peritoneum, disertai darah yang semakin banyak ke rongga
abdomen nyeri perut dibagian bawah yang semakin lama semakin hebat.
2. Penderita merasa ada juga perdarahan dari kemaluan tapi hanya sedikit berwarna merah
kehitama-hitaman.
a. Mengapa perdarahan dari kemaluan hanya sedikit?
Jawab:
Karena darah hanya berasal dari peluruhan desidua pada uterus dan janin yang
meninggal.
b. Mengapa perdarahan berwarna merah kehitam-hitaman?
Jawab:
Karena darah mengandung janin yang telah meninggal, desidua dan pseudocapsularis
yang meluruh sehingga darah berwarna merah kehitaman.

c. Penyakit apa sajakah yang dapat menyebabkan perdarahan pervagina?


Jawab:
1. Abortus
2. Kehamilan Ektopik Terganggu
3. Mola Hidatidosa
4. Solusio Plasenta
5. Plasenta previa
3. HPHT 10 Februari 2014. Penderita belum pernah melakukan pemeriksaan kehamilan naik
ke dokter ataupun melalui urin. Penderita juga belum pernah minta pertolongan
sebelumnya, langsung datang ke Poliklinik Kebidanan
a. Apa makna HPHT 10 Februari 2014?
Jawab:
Maknanya pasien telah amenore dan kemungkinan terjadi kehamilan dengan usia
kehamilan 6 minggu.
b. Bagaimana cara menghitung usia kehamilan berdasarkan HPHT?
Jawab:
Maknanya usia kehamilan penderita menurut rumus Naegele adalah
HPHT
10 2- 2014
24-3-2014
Usia kehamilan

minggu
2
3
5
6 minggu

c. Bagaimana tanda-tanda kehamilan?


Jawab:
Tanda dan gejala kehamilan, yaitu
1. Tanda presumptive

hari
4
3
7

Amenorea (tidak mendapat haid) Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama
haid terakhir agar dapat ditaksir usia kehamilan dan taksiran tanggal persalinan.

Mual dan muntah


Pingsan
Tidak selera makan (anoreksia)
Lelah
Payudara membesar, tegang, dan sedikit nyeri, disebabkan pengaruh estrogen

dan progesteron yang merangsang ductus dan alveoli payudara


Miksi sering, karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar
Konstipasi/obstipasi karena tonus otot usus menurun
Pemekaran vena-vena (varises) dapat terjadi pada kaki, betis, dan vulva
2. Tanda tanda kemungkinan hamil
Perut membesar
Uterus membesar
Tanda Hegar : ditemukannya serviks dan isthmus uteri yang lunak pada
pemeriksaan bimanual saat usia kehamilan 4 sampai 6 minggu
Tanda Chadwick : perubahan warna menjadi kebiruan yang terlihat di porsio
vagina dan labia
Tanda Piskacek : pembesaran dan pelunakan rahim kesalah satu sisi rahim yang
berdekatan dengan tuba uterina
Kontraksi-kontraksi kecil uterus jika dirangsang = Braxton Hicks
Teraba ballotement
Reaksi kehamilan positif
3. Tanda positif
Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba, juga bagian-bagian
janin
Denyut jantung janin : Didengar dengan stetoskop monoaureal Laennec, dicatat
dan didengar dengan alat Doppler, dicatat dengan feto-elektrokardiogram,
dilihat pada USG
Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen (Rustam Mochtar,2013)

d. Bagaimana cara menentukan taksiran persalinan?


Jawab:
Penentuan hari perkiraan lahir menurut Naegele;
HPL= tanggal (+7) bulan (-3) tahun (+1)
HPHT 10-2-2014 HPL 17-11-2014

4. Sekarang ini penderita mempunyai 2 orang anak, belum pernah mengalami keguguran.
Anak pertama berumur 9 tahun, anak kedua 7 tahun. Selama ini, penderita tidak pernah
menggunakan kontrasepsi cara apapun. Suami Ny. Cek Molek bekerja sebagai sopir bus
antar provinsi antar pulau. Penderita ini pernah menderita radang saluran telur kiri dan
kanan.
a. Bagaimana status paritas Ny. Cek Molek?
Jawab:
Gravida 3 Partus 2 Abortus 0 G3P2A0
Pasien sedang menjalani kehamilan yang ketiga, dengan riwayat melahirkan sebanyak 2
kali dan riwayat abortus tidak ada.
b. Apa makna anak kedua berumur 7 tahun, tanpa kontrasepsi cara apapun dengan kasus
ini? (Infertil sekunder sebagai faktor resiko KET)
Jawab:
Maknanya pasien mengalami infertile sekunder sebagai faktor resiko terjadinya
Kehamilan Ektopik Terganggu
c. Apa saja jenis-jenis kontrasepsi?
Jawab:
1. Metode alamiah (tidak melakukan hubungan seksual selama masa subur wanita)
2. Metode rintangan (kondom, diafragma, dan tutup (cap))
3. Spermisida (bahan kimia (nonoksinol-9) yang dapat membunuh sperma)
4. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/ID/KB spiral) (mencegah fertilitasi dan
implantasi)
5. Metode hormonal (pil KB, suntikan, atau Implan)
6. Sterilisasi (vasektomi dan tubektomi)
7. Metode LAM (Lactational Amenorrhea Method)
d. Bagaimana kelebihan dan kekurangan masing-masing kontrasepsi?

Jawab:
No

Jenis kontrasepsi

kelebihan

kekurangan

.
Metode alamiah

Tidak

mempengaruhi Sering gagal

Metode rintangan

hormon
Mudah digunakan, murah, Adanya
dan mencegah PMS

kemungkinan

Spermisida

alergi lateks
Timbulnya rasa

IUD

nyaman pada pemakaian


Menoragia
dan

Metode hormonal

dismenorea
Bersifat reversible, mudah Perdarahan
digunakan, dan murah

diluar

irregular

siklus,

pusing,

tidak

mual,

peningkatan

tekanan darah, dan berat


badan
Sterilisasi
Metode LAM

Pemberian ASI eksklusif Amenorrea


bisa optimal

e. Apa makna suami Ny. Cek Molek bekerja sebagai supir bus propinsi?
Jawab:
Adapun pekerjaan suami Ny. CekMolek sebagai sopir bus propinsi bisa diduga sebagai
faktor risiko timbulnya infeksi menular seksual pada Ny. CekMolek. Hal ini disebabkan
oleh gaya hidup seorang sopir di Indonesia biasanya memilki gaya hidup seks bebas.
Hal ini akan mempermudah transmisi bakteri, jamur, atau pun virus penyebab infeksi
pada Ny. CekMolek.
(BPS, DEPKES 2004-2005)
f. Apa hubungan penderita ini pernah menderita radang saluran telur kiri dan kanan
dengan kasus ini?
Jawab:
Pernah menderita adneksitis kanan dan kiri (salphingitis) sehingga tubanya mengalami
penyempitan sehingga menyebabkan infertile sekunder dan saat hamil mengalami
kehamilan dituba.

5. Pemeriksaan Fisik : Keadaan umum : tampak sakit sedang. Tanda Vital: N: 100x/menit isi
tegangan cukup, TD: 100/60mmHg, RR: 28x/menit, T: 36,00C
a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme terjadinya kelainan pada pemeriksaan fisik?
Jawab:
Pemeriksaan fisik
Nadi

Kasus
100x/menit

Nilai Normal
60-100x/menit

Interpretasi
Normal (namun
sedikit

Tekanan Darah
RR

100/60 mmHg
28x/menit

120/80 mmHg
16-24x/menit

meningkat)
Hipotensi
Takipneu

Mekanisme:
perdarahan pervaginam mekanisme kompensasi tubuh untuk homeostasis nadi :
100x/menit
TD: 100/60 mmHg
Mekanisme: perdarahan pervaginam banyak darah yang hilang penurunan
cardiac output hipotensi (TD:100/60mmHg) kompensasi tubuh untuk
memenuhi kebutuhan O2 takipnea (RR: 28x/menit)
6. Pemeriksaan Khusus : Kepala : konjungtiva pucat, anemis. Abdomen : tegang, sakit tekan
(+) pada seluruh perut bawah, hepar lien sulit diraba (karena os kesakitan). Ekstrimitas :
edema (-), akral dingin dan pucat
a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme terjadinya kelainan pada pemeriksaan khusus?
Jawab:
Kepala
konjungtiva pucat, anemis : anemia
Mekanisme: perdarahanbanyak darah yang hilangdarah di fokuskan pada organ
vitalorgan perifer seperti konjungtiva pasokan darahnya berkurangkonjungtiva
anemisanemia
Abdomen
tegang, sakit tekan (+) pada seluruh perut bawah:abnormal

Mekanisme:perdarahan

yang

melalui

ostium

tuba

menyebabkan

perdarahan

peritoniumdistensi abdomen dan peritonitis tegang, sakit jika ditekan.


Ekstremitas: akral dingin dan pucat; interpretasi abnormal
Mekanisme: perdarahanbanyak darah yang hilangdarah di fokuskan pada organ
vitalorgan perifer seperti ekstremitas pasokan darahnya berkurangakral dingin dan
pucat
7. Pemeriksaan Obstetri:
PL:
-

TFU: sulit diraba, sakit tekan (+)

Perut tegang

Terdapat perdarahan pervaginam sedikit warna merah kehitaman

Inspekulo:
-

Portio: livide

Fluxus (+) hanya sedikit, keluar dari OUE

Polip, erosi, trauma vagina (-)

Cavum Douglas menonjol

PD (Toucher):
-

Portio: lunak

OUE tertutup, nyeri goyang portio (+)

Corpus uteri: sulit ditentukan


Cavum Douglas menonjol

a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme terjadinya kelainan pada pemeriksaan obstetric?


Jawab:
PL
-

TFU: sulit diraba, sakit tekan (+) abnormal (merupakan tanda akut abdomen

akibat dari rupture tuba karena KET)


Perut tegang abnormal (akibat dari perdarahan yang memasuki rongga

peritoneum hingga ke cavum douglas yang menyebabkan peritonitis)


Terdapat perdarahan pervaginam sedikit warna merah kehitaman abnormal (tanda
kematian janin dan peluruhan desidua serta pseudocapsular)

Inspekulo:
- Portio: Livide normal (tanda chadwich)

Fluxus (+) hanya sedikit, keluar dari OUE abnormal (perdarahan pervagina yang

berasal dari rupturnya tuba akibat KET)


- Cavum Douglas menonjol terjadi pengumpulan darah karena rupture tuba
PD (Toucher):
- Portio: lunak normal (tanda goodell)
- OUE: tertutup, nyeri goyang portio (+) tidak ada kontraksi uterus, nyeri
disebabkan rupture tuba.
- Corpus uteri sulit ditentukan abnormal
- Cavum Douglas menonjol terjadi pengumpulan darah akibat rupture tuba

b. Mengapa terjadi nyeri goyang portio?


Jawab:
Karena terdapat darah di dalam cavum abdomen yaitu di cavum douglas yang dapat
menyebabkan peritonitis yang ditandai dengan nyeri goyang portio.
c. Mengapa cavum Douglas menonjol?
Jawab:
Karena berisi darah yang berasal dari rupturnya tuba fallopii akibat dari KET
d. Mengapa TFU sulit diraba?
Jawab:
Karena, terjadi distensi abdomen dan juga akibat dari endometrium yang meluruh
sehingga TFU sulit diraba
e. Bagaimana cara pemeriksaan TFU?
Jawab:
Ibu hamil diminta berbaring terlentang, kepala dan bahu sedikit ditinggikan dengan
mamakai bantal. Pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu hamil. Dengan sikap hormat,
lakukanlah palpasi bimanual, terutama pada pemeriksaan perut.
1. Pemeriksa menghadap kearah muka ibu hamil
2. Rahim di bawah ketengah

3. Letakkan kedua telapak tangan dibagian fundus uteri pasien


4. Lakukan palpasi dengan menggunakan ujung jari untuk menentukan apa yang ada di
bagian fundus uteri
5. Tentukan apa yang ada di bagian fundus uteri dan berapa tinggi fundus uteri
f. Bagaimanakan anatomi sistem reproduksi wanita?
Jawab:
Anatomi Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita dibagi atas :
1) Organ genetalia eksterna
a. Vulva meliputi seluruh struktur eksternal yang dapat dilihat mulai dari pubis
sampai perineum yaitu mons veneris, labia mayora, dan labia minora, klitoris,
selaput dara (hymen), vestibulum, muara uretra, berbagai kelenjar dan struktur
vaskular
b. Mons veneris atau mons pubis adalah bagian menonjol di atas simfisis dan pada
perempuan setelah pubertas ditutup oleh rambut kemaluan.
c. Labia mayora terdiri atas bagian kanan dan kiri , lonjong mengecil ke bawah,
terisi oleh jaringan lemak yang serupa dengan ada di mons venerism Bagian
bawah dan belakang kedua labia mayora bertemu dan mebentuk kommisura
posterior. Labia mayora analog dengan skrotum pada pria. Ligamentum
rotundum berakhir di batas atas labia mayora.
d. Labia minora adalah suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam labia mayora. DI
bagian depan labia minora bertemu di atas klitoris membentuk preputium
klitoridis dan yang di bawah klitoris membentuk frenulum klitoridis. Bagian
belakang labia minora membentuk fossa navikulare.
e. Klitoris tertutup oleh preputium klitoridis dan terdiri atas glans klitoridis,korpus
klitoridis dan dua krura yang menggantungkan klitoris ke os pubis. Glans
klitoridis terdiri atas jaringan yang dapat mengembang penuh dengan
saraf,sehingga samgat sensitif.
f. Vestibulum berbentuk lonjong dengan ukuran panjang dari depan ke belakang
dan dibatasi di depan oleh klitoris, kanan dan kiri oleh labia minora dan di
belakang oleh perineum.
g. Bulbus Vestibuli sinistra et dekstra merupakan pengumpulan vena terletak
dibawah selaput lendir vestibulum,dekat ramus ossis pubis.
h. Intoitus Vagina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda.

i. Perineum terletak anatara vulva dan anus,panjangnya rata-rata 4cm. Jaringan


yang mendukung perineum terutama ialah diafragma pelvis dan diafragma
urogenitalis.
2) Organ genetalia interna
a. Vagina merupakan suatu penghubung antara introitus vagina dan uterus. Arahnya
sejajar dengan arah dari pinggir atas simfisis ke promontorium. Dinding depan
dan belakang vagina berdekatan satu sama lain,masing-masing panjangnya 6-8
cm dan 7-10 cm.

b. Uterus berbentuk seperti buah pir dan sedikit gepeng ke arah depan belakang.
Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga. Dindingnya terdiri atas
otot-otot polos. Ukuran panjang uterus adalah 7-7m5. Letak uterus dalam
keadaan fisiologis adalah anteversio fleksio
Arteri-arteri Uterus
Arteri arcuata melingkari endometrium
Arteri radialis menghubungkan arcuata dengan ramus arteri
Ramus arteri mengalirkan darah ke zona basilaris
Arteri spiralis mengalirkan darah ke zona fungsional
c. Tuba falloppii terdiri dari :
pars interstisialis,yaitu bagian yang terdapat di dinding uterus
pars ismika merupakan bagian medial tuba yang sempit
pars ampullaris yaitu bagian yang terbentuk sebagai saluran agak lebar,tempat

konsepsi terjadi
Infundibulum yaitu bagian ujung tuba untuk menangkap sel telur dan selanjutnya
menyalurkan telur ke dalam tuba.

Bagian luar tuba diliputi oleh peritoneum viserale yang merupakan bagian dari
ligamentum latum. Otot dinding tuba terdiri atas otot longitudinal dan otot sirkular.
d. Ovarium

Tiap ovarium berukuran dan berbentuk seperti kacang almond. Pada wanita
muda, ovarium berukuran panjang 1 - 2 inchi, lebar 1 inchi, dan tebal 1/3

inchi.
Setelah menopause akan cenderung mengecil
Menghasilkan telur (ovum), setiap wanita lahir dengan persediaan telur untuk

seumur hidup
Memproduksi hormon: estrogen dan progesterone

(Sarwono Prawirohardjo, 2011)


g. Dimanakah letak cavum Douglas?
Jawab:
suatu kantung yang dibentuk oleh lipatan peritoneum ke bawah antara uterus dan
rectum.
8. Pemeriksaan Laboratorium: Darah rutin: Hb: 7,8 mg/dl, Leukosit: 15.000/dl
a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme terjadinya kelainan pada pemeriksaan
laboratorium?
Jawab:
Hasil pemeriksaan
laboratorium
Hb: 7,8 mg/dl

Interpretasi
Anemia=normaln

Mekanisme
Kehamilan

ektopik

ya ibu hamil 11- terganggung perdarahan


15 mg/dl

dalam

lumen

tuba

perdarahan pervagina dan


perdarahan

ke

cavum

abdomen berkurangnya
volume
Trombosit:

Normal=normaln

250.000/ml

ya

150.000-

400.000/ml

darah

jumlah

hemoglobin menurun
-

Leukosit:

Leukositosis=nor

15.000/dl

malnya
10.000/dl

Kehamilan

ektopik

5000- terganggu
dalam

lumen

perdarahan
tuba

infiltrasi dinding tuba yang


luas oleh darah ke cavum
abdomen peritonitis
sistem
resorbsi

imunitas
perdarahan

untuk

leukositosis

9. Pemeriksaan Penunjang
USG
-

Tampak gambaran massa tidak beraturan persis dikanan uterus

Uterus membesar dari biasa


Plano test (test pack): (+)
Punctie cavum douglas (+) darah merah kehitaman
a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme dari pemeriksaan penunjang?
Jawab:
1. USG :
Tampak gambaran massa tidak beraturan persis dikanan uterus kehamilan
ektopik
Uterus membesar dari biasa persiapan kehamilan
2. Plano Test (test pack) : (+) hamil
3. Punctie cavum douglas (+) darah merah kehitaman abnormal (pada cavum
douglas terdapat darah yang berasal dari rupture tuba akibat dari KET, perdarahan
juga keluar melalui vagina, berwarna merah kehitaman di akibatkan dari darah yang
mengandung janin yang meninggal, peluruhan desua dan pseudokapsular)

b. Mengapa tampak gambaran massa tidak beraturan persisi dikanan uterus?


Jawab:

terdapat kehamilan dituba menyebabkan tuba menjadi pecah sehingga perdarahan


banyak, selain darah encer ada juga bekuan-bekuan darah. Bekuan-bekuan ini membuat
massa menjadi tidak teratur melekat pada tuba yang pecah
c. Mengapa punctie cavum Douglas (+)?
Jawab:
semua darah encer masuk kedalam cavum abdominalis, terutama ke cavum Douglas
karena cavum Douglas adalah ruangan yang paling bawah dari tubuh wanita
d. Bagaimana cara melakukan Punctie cavum Douglas?
Jawab:
1. Penderita dibaringkan dalam posisi litotomi
2. Vulva dan vagina dibersihkan dengan antiseptic
3. Speculum dipasang dan bibir belakang porsio dijepit dengan tenakulum, kemudian
dilakukan transaksi ked pan sehingga forniks posterior ditampakkan
4. Jarum spinal no. 18 ditusukkan ke dalam cavum douglas dan dengan semprit 10 ml
dilakukan pengisapan.
5. Lihat cairan yang didapat dari pengisapan.
e. Apa saja indikasi Punctie cavum Douglas?
Jawab:
Dilakukan apabila hasil penilaian prosedur diagnostic yang lain meragukan
10. Apa saja diagnosis banding?
Jawab:
1. Kehamilan ektopik terganggu
2. Abortus inkomplitus
11. Apa diagnosis kerja pada kasus ini?
Jawab:

Kehamilan ektopik terganggu et causa salphingitis


12. Bagaimana penatalaksanaan pada kasus ini? (preventif, promotif, kuratif, rehabilitasi?
-

Resusitasi cairan

Rujuk segera kedokter spesialis obgin

Jawab:

Resusitasi cairan
Beri cairan kritaloid NS atau RL (500 ml dalam 15 menit pertama) atau 2 L dalam 2
jam pertama.

Tranfusi darah

Tindakan pada tuba dapat berupa:


1. Parsial salpingektomi yaitu melakukan eksisi bagian tuba yang mengandung hasil
konsepsi
2. Salpingostomi yaitu mengeluarkan hasil konsepsi pada satu segmen tuba kemudian
diikuti dengan reparasi bagian tersebut.

Pasien diberi antibiotic kombinasi atau tunggal dengan spectrum luas (gentamisin
2x80 gram)

Kendali nyeri pascatindakan (ketoprofen 100 mg suposituria)

Atasi anemia dengan tablet besi (SF) 600 mg perhari

Konseling pascatindakan
1. Kelanjutan fungsi reproduksi
2. Risiko kehamilan ektopik ulang
3. Kontrasepsi yang sesuai
4. Asuhan mandiri selama dirumah
5. Jadwal kunjungan ulang

13. Bagaimana prognosis kasus ini? (dubia ad bonam)


Jawab:
Quo at vitam : dubia at bonam
Quo at fungsionam : dubia at bonam
14. Apa saja komplikasi yang dapat terjadi pada kasus ini? (anemia, syok hipovolemik, dan
neurogenik)
Jawab:
1. Anemia
2. Syok Hipovolemik
3. Neurogenik

15. KDU dalam kasus ini?


Jawab:
Tingkat kemampuan 2 :
Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana dan Xray). Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke spesialis yang relevan dan mampu
menindaklanjuti sesudahnya.

IV.KESIMPULAN
Ny. Cek Molek, 30 tahun G3P2A0 hamil 6 minggu mengalami nyeri hebat diperut bagian
bawah dan perdarahan pervaginam sedikit berwarna merah kehitaman karena menderita
kehamilan ektopik terganggu.

V. KERANGKA KONSEP

Riwayat:
- Salphingitis
- suami supir bus antar
provinsi antar pulau

Infertil sekunder

Zigot tidak bisa


melewati dinding
ampulla

Tidak terjadi implantasi

Terjadi ruptur pada


tuba

KET

Dokter Umi