Anda di halaman 1dari 10

Spesifikasi Kapal Rencana

General Cargo 6000 DWT

(Source : http://www.ferus-smit.nl/vessels/general-cargo-ships/6000-dwt/)
LOA
Length b.p.p.
Breadth mld.
Depth
Draught max

: 110.78 m
: 105.45 m
: 14.00 m
: 8.13 m
: 6.09 m

General Cargo 12000 DWT

(Source : http://www.ferus-smit.nl/vessels/general-cargo-ships/12000-dwt/ )
LOA
Length b.p.p.
Breadth mld.
Depth
Draught max

: 142.65 m
: 139.43 m
: 15.87 m
: 10.78 m
: 7.729 m

4.3 Evaluasi Lay Out Perairan


Kebutuhan areal penjangkaran (anchorage area)

(Source : OCDI)
Untuk area penjangkaran diasumsikan berada pada kondisi baik, sehingga
Kapal 6000 DWT :
Luas = LOA + 6D = 110,78 + 6 x 8,13
= 159,56 m ~ 160 m
Kapal 12000 DWT :
Luas = LOA + 6D = 142,65 + 6 x 10,78
= 207,33 m ~ 208 m

Kebutuhan lebar alur (entrance channel)

(Source : OCDI)
Di asumsikan kapal sering berpapasan sehingga:
Kapal 6000 DWT :
Lebar = 2 x LOA = 2 x 110,78
= 221,56 m
Kapal 12000 DWT :
Lebar = 2 x LOA = 2 x 142,65
= 285,3 m
Kebutuhan panjang alur (stopping distance)
kapal yang akan bertambat ke dermaga dalam keadaan kosong/ballast, sehingga:
Kapal 6000 DWT :
Panjang = 5 x LOA = 5 x 110,78
= 553,9 m
Kapal 12000 DWT :
Panjang = 5 x LOA = 5 x 142,65
= 713,25 m
(Source : Ports designer handbook)
Kebutuhan kolam putar (Turning basin)

(Source : OCDI)
Kapal 6000 DWT :
Direncanakan kapal bermanuver dengan dipandu, maka:
Kolam = 2 LOA = 2 x 110,78 = 221,56 m
Kapal 12000 DWT :
Direncanakan kapal bermanuver dengan dipandu, maka:
Kolam = 2 LOA = 2 x 142,65 = 285,3 m
Kebutuhan panjang kolam dermaga
Kapal dibantu kapal pandu (Tugboat), maka :
Kapal 6000 DWT :
Panjang kolam = 1.25 LOA
= 1.25 x 110,78 = 138,475 m ~ 140 m
Kapal 12000 DWT :
Panjang kolam = 1.25 LOA
= 1.25 x 142,65 = 178,3125 m ~ 180 m

Kebutuhan lebar kolam dermaga


Dermaga adalah dermaga bebas, sehingga:
Kapal 6000 DWT :
Lebar kolam = 1.5 B
= 1,5 x 14
= 21 m ~ 50 m
Kapal 12000 DWT :
Lebar kolam = 1,5 B
= 1.5 x 15,87
= 23,805 m ~ 24 m
(Source : Ports designer handbook)
Kebutuhan ukuran fender
Perhitungan Energi Fender
Keperluan fender bagi suatu dermaga sangat bergantung dari ukuran dan kecepatan kapal
yang merapat. Pada saat kapal menabrak konstruksi tambatan, ada energi kinetik tumbukan
yang harus diabsorbsi dan ditransfer menjadi gaya horisontal yang harus mampu ditahan oleh
bangunan dermaga. Dalam menghitung fender terlebih dahulu dihitung energi yang bekerja
pada fender.
Kapal 12000 DWT

Ef C m .C e .CC .C S .

.W .V 2 / g ton m

Cm = Mass Coeficient (koefisien massa hidrodinamis)


Shigeru Ueda Method (1981):

Cm 1

D
2C b B

Dimana :
Cb
= koefisien blok = 0,8 (Container vessels)

Ws
= Displacement Tonage (ton )
Asumsi untuk Kapal Container :
log ( DT ) 0,365 0,953 log( DWT ) OCDI , equation 2.2.2
log (DT) = 0,365 + 0,953 log(12000)
log (DT) = 4,235
DT
= 17179,08 Ton
B
= lebar kapal = 15,87 m
D
= draft kapal = 7,729 m
a
= 1,025 t/m3

Cm 1

x7,729
1,96
2 x0,8 x15,87

Ce = koefisien eccentricity (Koefisien Eksentrisitas)

Koefisien esentrisitas ditentukan berdasarkan kasus


umum dengan asumsi awal kapal bertambat pada
posisi seperempat dari LoA
Ce = 0,6 (Quarter Point Berthing)
Cc = Cushion Coeficient (Koefisien Bantalan)
Untuk perhitungan efek dari bantalan air dengan kondisi struktur dermaga berbentuk open
pier harga Ef dikalikan dengan CC = 1
Cs = Softness Coefficient (koefisien kehalusan)
Untuk mengantisipasi pengaruh deformasi elastis terhadap keadaan kapal ditentukan dengan
asumsi tidak terjadinya deformasi, sehingga harga C S = 1
Sistem fender direncanakan mampu menahan kapal dengan kecepatan yang sesuai dengan
kondisi lapangan daerah pelabuhan yang direncanakan. Berdasarkan Grafik Brolsma table,
diambil dari standard BS1 , PIANC2 , dan standard yang lainnya, kecepatan merapat kapal
adalah :

Di daerah

Kondisi Perairan tergolong sukar dan tidak terlindung (e) sehingga kecepatan merambat
kapal yang diijinkan untuk kapal dengan bobot 12000 DWT yang didapatkan secara
interpolasi adalah 0,429 m/sec.
g

= gravitasi (m/s2) = 9,8 m/s2

= kecepatan kapal waktu merapat ( m/s) = 0,429 m/s

Dari keseluruhan variable diatas, dapat dihitung energi fender yang terjadi: (difficult,
sheltered) V = 0,1842 m/s
1

Ef C m .C e .CC .C S . .W .V 2 / g ton m
2

x17179,08 x0,429 2 / 9,8


2

Ef 1,916 x0,6 x1x1

ton m

Ef = 140,317 ton-m = 1403,17 kN-m

Kapal 6000 DWT

Ef C m .C e .CC .C S .

.W .V 2 / g ton m

Cm = Mass Coeficient (koefisien massa hidrodinamis)


Shigeru Ueda Method (1981):

Cm 1

D
2C b B

Dimana :
Cb
= koefisien blok = 0,85 (Container vessels)

Ws
= Displacement Tonage (ton )
Asumsi untuk Kapal Cargo kurang dari 10.000DWT :
log ( DT ) 0,550 0,899 log( DWT ) OCDI , equation 2.2.2
log (DT) = 0,550 + 0,899 log(6000)
log (DT) = 3,947
DT
= 8851,156 Ton
B
= lebar kapal = 14 m
D
= draft kapal = 6,09 m
a
= 1,025 t/m3

Cm 1

x6,09
1,804
2 x0,85 x14

Ce = koefisien eccentricity (Koefisien Eksentrisitas)

(Source: PIANC)
\Koefisien esentrisitas ditentukan berdasarkan kasus umum dengan asumsi awal kapal
bertambat pada posisi seperempat dari LoA
Ce = 0,6 (Quarter Point Berthing)
Cc = Cushion Coeficient (Koefisien Bantalan)
Untuk perhitungan efek dari bantalan air dengan kondisi struktur dermaga berbentuk open
pier harga Ef dikalikan dengan CC = 1
Cs = Softness Coefficient (koefisien kehalusan)
Untuk mengantisipasi pengaruh deformasi elastis terhadap keadaan kapal ditentukan dengan
asumsi tidak terjadinya deformasi, sehingga harga C S = 1
Sistem fender direncanakan mampu menahan kapal dengan kecepatan yang sesuai dengan
kondisi lapangan daerah pelabuhan yang direncanakan. Berdasarkan Grafik Brolsma table,
diambil dari standard BS1 , PIANC2 , dan standard yang lainnya, kecepatan merapat kapal
adalah :

Di daerah

Kondisi Perairan Lombok timur tergolong sukar dan tidak terlindung (e) sehingga kecepatan

merambat kapal yang diijinkan untuk kapal dengan bobot 6000 DWT yang didapatkan secara
interpolasi adalah 0,536 m/sec.
g

= gravitasi (m/s2) = 9,8 m/s2

= kecepatan kapal waktu merapat ( m/s) = 0,536 m/s

Dari

keseluruhan

variable diatas, dapat


1

Ef C m .C e .C C .C S . .W .V 2 / g ton m
2

dihitung energi

x8851,156 x0,536 2 / 9,8


2

Ef 1,804 x0,6 x1x1

Ef = 140,43 ton-m = 1404,3 kN-m

ton m

fender

yang

terjadi