Anda di halaman 1dari 18

Anatomi Sakit Kepala

Bahan Sri wahyuni


070100076
Korteks serebrum Persepsi sensorik, kontrol gerakan volunter,
bahasa, sifat pribadi, proses mental canggih
mis. Berpikir, mengingat, membuat
keputusan, kreativitas dan kesadaran diri.
Nukleus basal Inhibisi tonus otot, koordinasi gerakan yang
lambat dan menetap, penekanan pola – pola
gerakan yang tidak berguna.
Talamus Stasiun pemancar untuk semua masukan
sinaps, kesadaran kasar terhadap sensasi,
beberapa tingkat kesadaran, berperan dalam
kontrol motorik.
Hipotalamus Mengatur banyak fgs homeostatik, misalnya
kontrol suhu, rasa haus, pengeluaran urin, dan
asupan makanan. Penghubung penting antara
sistem saraf dan endokrin, sangat terlibat
dalam emosi dan pola perilaku dasar.
Serebellum Memelihara keseimbangan, peningkatan tonus
otot, koordinasi dan perencanaan aktivitas
otot volunter yang terlatih.
Batang otak Asal dari sebagian besar saraf kranialis perifer,
pusat pengaturan kardiovaskuler, respirasi dan
( otak tengah, pons, dan medulla) pencernaan. Pengaturan refleks otot yang
terlibat dalam keseimbangan dan postur.
neuroanatomi • Pars oralis 
berhubungan dengan
transmisi sensasi taktil
diskriminatif dari regio
orofasial.
• Pars interpolaris 
berhubungan dengan
transmisi sensasi taktil
diskriminatif spt sakit
gigi.
• Pars caudalis 
berhub. Dengan
transmisi nosiseptif
dan suhu.
• Nukleus trigeminoservikalis merupakan nosiseptif yang
penting untuk kepala, tenggorokan dan leher bagian atas.
Semua aferen nosiseptif dari saraf trigeminus, fasial,
glosofaringeus , vagus, dan saraf dari C1 – 3 beramifikasi
pada grey matter area ini.
• Terdapat overlapping dari proses ramifikasi pada nukleus ini
seperti aferen dari C2 selain beramifikasi ke C2, juga
beramifikasi ke C1 dan C3. selain itu, aferen C3 juga akan
beramifikasi ke C1 dan C2. Hal ini lah yang menyebabkan
terjadinya nyeri alih dari pada kepala dan leher bgn atas.
• Nyeri alih biasanya terdapat pada oksipital dan regio fronto
orbital dari kepala dan yang jarang adalah daerah yang
dipersarafi oleh nervus maksiliaris dan mandibularis. Ini
disebabkan oleh aferen saraf tsb tidak atau hanya sedikit
yang meluas ke arah kaudal. Lain halnya dengan saraf
oftalmikus dari trigeminus. Aferen saraf ini meluas ke
daerah kaudal.
• V1 innervasi orbita dan mata, sinus frontalis,
duramater dari fossa cranial dan falx cerebri sera
pembuluh darah yang berhub. Dgn bagian
duramater ini.
• V2 innervasi hidung, sinus paranasal, gigi bagian
atas, dan duramater bagian fossa cranial medial.
• V3 innervasi duramater bagian fossa cranial
medial, rahang bawah dan gigi, telinga, sendi
temporomandibular dan otot menguyah.
• Saraf kranial VII, IX, X innervasi meatus auditorius
eksterna dan membran timfani.
• Saraf kranial IX innervasi rongga telinga tengah.
• Selain itu saraf kranial IX dan X innervasi faring
dan laring.
The dorsal ramus of C l innervates the muscles of the
suboccipital triangle - obliquus superior, obliquus
inferior and rectus capitis posterior major and minor
(fig 3B).
The C2 dorsal ramus has lateral branches directed to the
superficial,posterior muscles of the neck – longissimus
capitis and splenius, but its large, medial branch
becomes the greater occipital nerve [6]. This nerve
winds around the inferior border of obliquus inferior,
turns upwards and backwards through semispinalis
capitis, which it supplies, and enters the scalp through
an aperture bounded by the superior nuchal line and
the aponeurosis of trapezius [4, 6, 471 (fig 3). Over the
occiput it is joined by the lesser occipital nerve which is
a cutaneous branch of the cervical plexus and reaches
the scalp by passing along the posterior border of
sternocleidomastoid.
The C3 dorsal ramus furnishes lateral branches
to the longissimus capitis and splenius. It forms
two medial branches.
The superficial medial branch is the third
occipital nerve which winds around the lateral
and posterior aspect of the C2-3 zygapophysial
joint (fig 3)