Anda di halaman 1dari 4

Tugas 2 # Desain Eksperimen # Analisis Varian 3 Jalur

Dosen: Prof. Dr. H. Djaali/Dr. Kadir, M.Pd.


Muhammad Iqbal (NIM: 7817090693)
PEP#PPS UNJ

Data:
A
B C
A1 A2
9 6 Keterangan:
9 7 A = Pendekatan pembelajaran
C1 8 5 B= Bentuk tes formatif
8 7 C = IQ
9 6 A1 = Induktif
B1 A2 = Deduktif
8 7
8 7 B1 = Essay
C2 8 6 B2 = PG
8 6 C1 = IQ tinggi
8 5 C2 = IQ rendah
8 7 Y = Hasil tes Matematika
7 5
C1 8 7
8 5
7 5
B2
7 9
7 6
C2 7 9
7 6
6 8

Tabel kerja:
A 
B C Stat
A1 A2
N 5 5 10 Hipotesis yang diuji:
43 31 74 1. Main effect
- Pengaruh pendekatan pembelajaran (A):
C1 371 195 566
H0 : A1 = A2
1,2 2,8 4 Ha : A1 > A2
̅ 8,6 6,2 7,4 - Pengaruh bentuk tes formatif (B):
B1 H0 : B1 = B2
N 5 5 10
Ha : B1 > B2
40 31 71 - Pengaruh tingkat IQ (C)
C2 320 195 515 H0 : C1 = C2
Ha : C1 < C2
0 2,8 2,8 2. Interaction effect
̅ 8 6,2 7,1 - Pengaruh interaksi A, B dan C
N 5 5 10 H0 : Interaksi ABC = 0
Ha : Interaksi ABC > 0
38 29 67 - Pengaruh interaksi A dan B
C1 290 173 463 H0 : Interaksi A dan B = 0
Ha : Interaksi A dan B > 0
1,2 4,8 6
- Pengaruh interaksi A dan C
̅ 7,6 5,8 6,7 H0 : Interaksi A dan C = 0
B2
N 5 5 10 Ha : Interaksi A dan C > 0
- Pengaruh interaksi B dan C
34 38 72 H0 : Interaksi B dan C = 0
C2 232 298 530 Ha : Interaksi B dan C > 0
0,8 9,2 10
Kriteria keputusan untuk uji Main Effect dan Inter. Effect:
̅ 6,8 7,6 7,2 H0 ditolak jika Fhit > Ftab
N 20 20 40 3. Simple effect
155 129 284
145 139 284
141 143 284
Stat 1213 861 2074
3,2 19,6 22,8
̅ 7,75 6,45
̅ ̅ = 7,25 ̅ = 6,95
̅ ̅ = 7,05 ̅ = 7,15

1
Tugas 2 # Desain Eksperimen # Analisis Varian 3 Jalur
Dosen: Prof. Dr. H. Djaali/Dr. Kadir, M.Pd.
Muhammad Iqbal (NIM: 7817090693)
PEP#PPS UNJ
Perhitungan:

1. Menghitung jumlah kuadrat (JK)


( ) ( )
( )

( ) ( ) ( )
( ) ∑ ( )

( ) ( ) ( )
( ) ∑ ( )

( ) ( ) ( )
( ) ∑ ( )

( ) (∑ )
( ) ∑ ( ) ( )

( )
( )

( ) (∑ )
( ) ∑ ( ) ( )

( )
( )

( ) (∑ )
( ) ∑ ( ) ( )

( )
( )

( ) (∑ )
( ) ∑ ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

( )
( )

( )
( ) ∑( )

2. Menentukan derajat bebas (db)


db (T) = nt – 1 = 39 db (A) = a – 1 = 1 db (B) = b – 1 = 1 db (C) = c – 1 = 1
db (AB) = (a-1)(b-1) = 1 db (AC) = (a-1)(c-1) = 1 db (BC) = (b-1)(c-1) = 1
db (ABC) = (a-1)(b-1)(c-1) = 1 db (D) = nt – abc = 40 – (2.2.2) = 32
3. Menyusun tabel anava
Sumber varian JK Db RJK Fhit Ftab
Antar A 16,9 1 16,9 25,186** : 0,05 : 0,01
Antar B 0,9 1 0,9 1,341 db: 1;34
Antar C 0,1 1 0,1 0,149 4,134 7,46
Interaksi AB 6,4 1 6,4 9,538**
Interaksi AC 6,4 1 6,4 9,538**
Interaksi BC 1,6 1 1,6 2,384
Interaksi ABC 2,5 1 2,5 3,726
Dalam 22,8 34 0,671 -
Total 57,6 39 - -

2
Tugas 2 # Desain Eksperimen # Analisis Varian 3 Jalur
Dosen: Prof. Dr. H. Djaali/Dr. Kadir, M.Pd.
Muhammad Iqbal (NIM: 7817090693)
PEP#PPS UNJ
4. Keputusan
i) Hipotesis mengenai pengaruh faktor A
H0 ditolak dan Ha diterima  tidak perlu uji lanjut karena (1) Hanya terdiri dari 2
kelompok; (2) Pengujian hipotesis one-tailed.
ii) Hipotesis mengenai pengaruh faktor B
H0 diterima, karena Fhit < ftab.
iii) Hipotesis mengenai pengaruh faktor C
H0 diterima, karena Fhit < ftab.
iv) Hipotesis mengenai pengaruh interaksi AB
H0 ditolak dan Ha diterima  Dilanjutkan dengan pengujian simple effect.
v) Hipotesis mengenai pengaruh interaksi AC
H0 ditolak dan Ha diterima  Dilanjutkan dengan pengujian simple effect.
vi) Hipotesis mengenai pengaruh interaksi BC
H0 diterima, karena Fhit < ftab.
vii) Hipotesis mengenai pengaruh interaksi ABC
H0 diterima, karena Fhit < ftab.

5. Kesimpulan
i) Kesimpulan pertama
- Rata-rata nilai siswa yang diajarkan dengan pendekatan induktif secara sangat signifikan lebih
tinggi dibandingkan dengan rata-rata siswa yang diajarkan dengan pendekatan deduktif.
- Pendekatan pembelajaran berpengaruh secara sangat signifikan terhadap hasil tes siswa dalam
pelajaran Matematika.
ii) Hipotesis mengenai pengaruh faktor B
- Rata-rata nilai siswa yang diberikan tes essay tidak berbeda secara signifikan dengan rata-rata
siswa yang diberikan tes PG.
- Bentuk tes tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil tes siswa dalam pelajaran Matematika.
iii) Hipotesis mengenai pengaruh faktor C
- Rata-rata nilai siswa yang ber-IQ tinggi tidak berbeda signfikan dengan rata-rata siswa yang ber-
IQ rendah.
- IQ siswa tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil tes siswa dalam pelajaran
Matematika.
iv) Hipotesis mengenai pengaruh interaksi AB
- Interaksi pendekatan pembelajaran dan bentuk tes formatif berpengaruh secara sangat
signifikan terhadap hasil tes siswa dalam pelajaran Matematika.
v) Hipotesis mengenai pengaruh interaksi AC
- Interaksi pendekatan pembelajaran dan IQ siswa berpengaruh secara sangat signifikan
terhadap hasil tes siswa dalam pelajaran Matematika.
vi) Hipotesis mengenai pengaruh interaksi BC
- Interaksi antara bentuk tes dan IQ siswa tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil tes siswa
dalam pelajaran Matematika.
vii) Hipotesis mengenai pengaruh interaksi ABC
- Interaksi antara pendekatan pembelajaran, bentuk tes, dan IQ siswa tidak berpengaruh
signifikan terhadap hasil tes siswa dalam pelajaran Matematika.

3
Tugas 2 # Desain Eksperimen # Analisis Varian 3 Jalur
Dosen: Prof. Dr. H. Djaali/Dr. Kadir, M.Pd.
Muhammad Iqbal (NIM: 7817090693)
PEP#PPS UNJ

Pengujian Simple Effect

1. Efek sederhana AB
Uji lanjut dilakukan terhadap setiap pasangan interaksi yang terbentuk. Formula yang
digunakan adalah:
̅ ̅
( )

√ ( )( )

Kriteria keputusan didasarkan pada perbandingan antara nilai thit dengan nilai ttabel.
Hasil uji lanjut atau simple effect-nya dapat dirangkum dalam tabel berikut.

t-tabel (db=34)
Interaksi H0 Ha t-hitung Keputusan
0,05 0,01
A1B1 – A2B1 A1B1 = A2B1 A1B1 > A2B1 5,732 | | | | H0 ditolak; Ha diterima
A1B1 – A1B2 A1B1 = A1B2 A1B1 > A1B2 3,003 H0 ditolak; Ha diterima
A1B1 – A2B2 A1B1 = A2B2 A1B1 > A2B2 4,368 H0 ditolak; Ha diterima
A2B1 – A1B2 A2B1 = A1B2 A2B1 < A1B2 -2,730 H0 ditolak; Ha diterima
A2B1 – A2B2 A2B1 = A2B2 A2B1 < A2B2 -1.365 H0 diterima
A1B2 – A2B2 A1B2 = A2B2 A1B2 > A2B2 1,365 H0 diterima

2. Efek sederhana intersksi AC


Uji lanjut dilakukan terhadap setiap pasangan interaksi A dan C yang terbentuk. Formula
yang digunakan adalah:
̅ ̅
( )
√ ( )( )
Kriteria keputusan didasarkan pada perbandingan antara nilai thit dengan nilai ttabel.
Hasil uji lanjut atau simple effect-nya dapat dirangkum dalam tabel berikut.

t-tabel (db=34)
Interaksi H0 Ha t-hitung Keputusan
0,05 0,01
A1C1 – A2C1 A1C1 = A2C1 A1C1 > A2C1 5,732 | | | | H0 ditolak; Ha diterima
A1C1 – A1C2 A1C1 = A1C2 A1C1 > A1C2 1,911 H0 ditolak; Ha diterima
A1C1 – A2C2 A1C1 = A2C2 A1C1 > A2C2 3,276 H0 ditolak; Ha diterima
A2C1 – A1C2 A2C1 = A1C2 A2C1 < A1C2 -3,822 H0 ditolak; Ha diterima
A2C1 – A2C2 A2C1 = A2C2 A2C1 < A2C2 -2,457 H0 ditolak; Ha diterima
A1C2 – A2C2 A1C2 = A2C2 A1C2 > A2C2 1,365 H0 diterima