Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tanaman melon mirip sekali dengan semangka, yaitu bercabang banyak, tetapi
bulu batang lebih halus. Batang melon lebih pendek daripada semangka. Biji
melon terkumpul di tengah dalam rongga buah, sedangkan biji semangka
menyebar dalam daging buah. Daun dan batang: Daun melon lebar bercanggap
(berlekuk), menjari agak pendek. Batang melon mempunyai alat pemegang
(pilin) untuk memanjat. Ada jenis melon yang tepi daunnya bergelombang dan
tidak bercanggap. Bunga: Bunga melon berumah satu dan berkelamin tunggal.
Bunga yang muncul pertama hingga kelima biasanya bunga jantan. Lebah madu
dan lalat hijau berperan dalam penyerbukan bunga ini. Buah: Buahmelon
umumnya bulat, walaupun ada yang panjang dan tidak banyak mengandung air.
Tipe buah melon banyak sekali, di antaranya ada yang berkulit hijau, kuning,
dan putih kekuningan. Namun, pada dasarnya ada tiga tipe buah, yakni buah yang
kulitnya berjaring (net), kulitnya berjaring tidak jelas, dan berkulit halus tanpa
ada tanda jaring. Semua buah melon berbiji banyak, terkumpul dalam rongga
buah yang diliputi lendir. Lendir tersebut terasa manis, kenyal (keras), dan tidak
banyak mengandung air. Ada jenis melon yang kulitnya berwarna hitam dengan
daging kehijauan, misalnya tendral verde. Akar: Tanaman melon tidak jauh
berbeda dengan semangka, mempunyai akar tunggang dan akar samping banyak
serta agak dalam. Akar samping berupa serabut yang jumlahnya banyak, kuat, dan
panjang.
Kondisi tanah dari iklim di Indonesia sangat cocok untuk pengembangan tanaman
melon. Meskipun benih melon sampai saat ini masih harus di impor dari luar
negri, namun pengembangan budidayanya berprospek cerah. Untuk mendukun
pengembangan budidayamelon secara intensif dalam skala agribisnis, diperlukan
ketersediaan paket teknologi budidaya dan pasca panen yang memadai,