Anda di halaman 1dari 29

Dasar Hukum

UU RI no.
36/2009
tentang
Kesehatan

UU RI No. 5/1997
tentang
Psikotropika

Ordonansi Obat
Keras Th. 1949
UU RI No. 35/2009
tentang Narkotika

OBAT

PerMenkes/
Kep.Menkes
Kep. Kepala
Badan POM

PP No. 72/1998
ttg
Pengamanan
Sediaan
Farmasi &
Alkes

UU RI Nomor 36 tahun 2009


tentang KESEHATAN
Sediaan Farmasi :
Obat
Bahan obat
Obat
tradisional
Kosmetika

OBAT
adalah bahan atau paduan bahan yang
digunakan untuk mempengaruhi atau
menyelidiki sistim fisiologi atau keadaan
patologi
dalam
rangka
penetapan
diagnosa
pencegahan
penyakit
,
penyembuhan penyakit, pemulihan dan
peningkatan
kesehatan
termasuk
kontrasepsi dan sediaan biologis.

OBAT
dibagi dalam golongan

Obat Bebas
Obat Bebas Terbatas
Obat Keras
Psikotropika
Narkotika

Obat yang dapat diperoleh tanpa resep


dokter
Obat Bebas :
bertanda lingkaran berwarna hijau
dengan garis tepi berwarna hitam.

boleh dijual disemua outlet


Obat Bebas Terbatas :
bertanda lingkaran berwarna biru
dengan garis tepi berwarna hitam.

hanya boleh dijual di apotik dan toko


obat berijin

Obat Bebas Terbatas :


Ada tanda peringatan untuk aturan pakai obat dgn takaran
dan kemasan tertentu obat ini aman dipergunakan untuk
pengobatan sendiri.

Obat yang hanya dapat diperoleh dgn resep


dokter (ethical):
tanda khususnya berupa lingkaran bulat warna merah
dgn garis tepi hitam, dgn huruf K yang menyentuh garis
tepi.
Hanya boleh dijual di apotik.

Obat ethical terdiri


dari :
1. Daftar G atau Obat Keras seperti antibiotika, anti diabetes, anti
hipertensi, dan lainnya.
2. Daftar O atau Obat Bius adalah golongan obat-obat narkotika
3. Obat Keras Tertentu (OKT) atau psikotropik, seperti obat penenang,
obat sakit jiwa, obat tidur, dan lainnya.
4. Obat Wajib Apotik yaitu Obat Keras yang dapat dibeli dengan resep
dokter, namun dapat pula diserahkan oleh apoteker kepada pasien
di apotik tanpa resep dokter dengan jumlah tertentu, seperti anti
histamine, obat asma, pil anti hamil, beberapa obat kulit tertentu,
dan lainnya.

Obat generik
adalah obat dengan nama resmi yang
ditetapkan dalam Farmakope
Indonesia untuk zat berkhasiat yang
dikandungnya

Obat paten
adalah obat yang menggunakan
nama dagang dan menggunakan
nama yang merupakan milik
produsen yang bersangkutan

CONTOH LABEL OBAT

Bagian Belakang

Tanda Registrasi Obat


Obat yang telah terdaftar, akan mempunyai tanda
registrasi dalam bentuk campuran angka dan huruf
sebanyak 15 digit.
Digit 1, 2 dan 3 terdiri dari kode dengan arti :
Digit 1 D : menunjukkan nama dagang
G : menunjukkan nama generik
Digit 2 K : golongan obat Keras
T : golongan obat Bebas Terbatas
B : golongan obat Bebas
N : golongan obat Narkotika
P : golongan obat Psikotropika

Digit 3 I : obat jadi Impor


L : obat jadi Lokal
Digit 4 s/d 15, merupakan kombinasi angka dan huruf
adalah kode register untuk item obat yang didaftarkan.
Contohnya :
No. Reg : GBL9020910937A1
No. Reg : DBL7225200816A1
No. Reg : DPL7207910709A1
No. Reg : GKL8920904138A1
No. Reg : GNL9712411810C1

No. Batch : GC 1456 J


Exp Date : Sep 07

CARA PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR

Minumlah obat sesuai anjuran, pada waktu yang tepat dan


sesuai jangka waktu pengobatan yang telah ditentukan.
Penggunaan obat tanpa petunjuk langsung dari dokter
hanya boleh untuk :
- penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas
- keadaan/masalah kesehatan yang ringan
ikuti aturan yg tercantum pada kemasan (kecuali ada
saran dari tenaga kesehatan)

Penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas tidak


dimaksudkan untuk penggunaan secara terus menerus.

CARA PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR

Jika
anda
merasa
obat
yang
digunakan
tidak
memberikan manfaat atau menimbulkan hal-hal yang
tidak diinginkan, hubungi segera tenaga kesehatan.

Berbagai jenis obat jangan dicampur dalam satu wadah.

Etiket pada wadah obat jangan dibuang, karena pada


etiket tersebut tertera cara penggunaan dan informasi
penggunaan obat yang penting.

Untuk menghindari kesalahan, jangan meminum obat


ditempat gelap. Bacalah cara pemakaian meminum obat,
juga tanggal kedaluwarsanya

OBAT DAPAT BERUBAH KESTABILANNYA KARENA WAKTU


Jangan digunakan lagi bila :

Telah lewat tanggal kadaluarsanya


Label pada obat tak terbaca lagi
Warna atau penampakannya sudah berubah
Cairan yang jernih sudah menjadi keruh

MUSNAHKAN OBAT !!!


Saat menerima obat dari apotik, untuk obat golongan antibitika harus
dihabiskan walaupun anda sudah merasa sehat.
Jika pasien yang meminum obat tersebut sudah meninggal,
kumpulkan semua obatnya dan segera musnahkan.

Mencegah anak kelebihan


dosis obat

Simpan semua obat di setiap saat, termasuk


vitamin anak-anak, di dalam wadah yang tak bisa
dibuka anak
Simpan obat dan vitamin di tempat yang tak bisa
dijangkau anak, dan jangan keluarkan di depan
anak-anak
Gunakan syringe khusus atau sendok khusus untuk
dosis untuk menakar obat cair untuk anak. Sendok
dapur dan sendok makan dapat memberikan terlalu
banyak atau terlalu sedikit
Hindari menyebut obat dan vitamin sebagai
permen

Peran Serta Masyarakat


Masyarakat memiliki kesempatan untuk berperan serta
yang seluas-luasnya dlm mewujudkan perlindungan
masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan
sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak tepat
dan/atau tidak memenuhi persyaratan mutu, keamanan
dan kemanfaatan dan diarahkan untuk meningkatkan dan
mendayagunakan kemampuan yang ada pada masyarakat
dalam rangka pengamanan sediaan farmasi dan alat
kesehatan

TIPS MEMILIH OBAT


JIKA ANDA MENDAPAT RESEP OBAT DARI DOKTER,
BERITAHUKAN DOKTER BILA ANDA :
sedang menggunakan obat lain
mempunyai masalah kesehatan atau menderita
penyakit lain
mempunyai riwayat alergi
sedang melakukan diet khusus
sedang hamil atau merencanakan untuk hamil
sedang menyusui

APA YANG HARUS ANDA PERHATIKAN


DALAM PENGGUNAAN OBAT ?

Baca aturan pakai pada label/etiket setiap anda akan menggunakan obat
Untuk menghindari kesalahan, jangan menggunakan obat di tempat gelap
Jangan menggunakan obat yang telah kadaluarsa
Minumlah obat anda dengan menggunakan air putih
Jangan minum alkohol selama anda minum obat
Jangan berikan obat anda untuk orang lain, karena orang lain tersebut
tidak sama dengan anda, baik penyakit ataupun kondisinya
Letakkan obat pada tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena cahaya
matahari
Jangan mencampur beberapap obat dalam satu wadah. Simpanlah obat
anda dalam wadah aslinya
Jika ada yang anda ragukan, tanyakan pada apoteker anda

TANYAKAN KEPADA APOTEKER :


Obat apa yang diberikan dan mengapa diperlukan?
Berapa jumlahnya, penggunaannya berapa kali
sehari dan berapa lama?
Kapan obat harus digunakan? Apakah sebelum
makan, sesudah makan, pagi hari atau menjelang tidur?
Efek samping apa yang mungkin timbul?
Apa yang harus dilakukan bila lupa minum obat?
Makanan, minuman atau obat lain apa yang harus
dihindari?
Bagaimana cara menyimpan obat?

TiPs Membeli Obat dengan


Bijak
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Perhatikan nomor registrasi sebagai tanda sudah mendapat ijin untuk


dijual di Indonesia.
Apabila membeli obat dengan resep dokter, perhatikan apakah merek
obat sudah sesuai dengan resep okter.
Periksalah kualitas kemasan & kualitas fisik produk obat tersebut.
Periksalah nama dan alamat produsen, apakah tercantum dengan jelas.
Baca Indikasi, Aturan Pakai, Peringatan, Kontra Indikasi, Efek Samping,
Cara Penyimpanan, dan semua informasi yang tercantum pada kemasan.
Teliti dan lihatlah tanggal kedaluwarsa.
Untuk obat ethical, belilah obat hanya di apotik berdasarkan resep
dokter.

Makna Gambar
- Bulat :
Berarti suatu kebulatan
tekad untuk memanfaatkan
obat generik
- Garis-garis tebal-tipis :
Berarti menjangkau seluruh
lapisan masyarakat
- Warna hijau :
Berarti obat yang telah
lulus dari segala
pengujian

Permenkes RI. No. 949/Menkes/Per/VI/2000

Obat Palsu
adalah obat yang diproduksi oleh yang
tidak berhak berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku atau
produksi obat dengan penandaan yang
meniru identitas obat lain yang telah
memiliki izin edar

Penyebab banyaknya obat palsu :


Mahalnya harga obat
Lemahnya pengetahuan konsumen

tentang obat

Lemahnya penegakan hukum terhadap


para pemalsu obat

Ketentuan Pidana
Barang siapa dengan sengaja :
Memproduksi
dan/atau
mengedarkan obat
atau bahan obat yg
tidak memenuhi
persyaratan

Pasal 2 ayat 1)
dan ayat 2)
huruf a

Pidana penjara
paling lama 15
tahun dan pidana
denda paling
banyak 300 jt
(sesuai UU No.
23/1992 ps 80)

Barang siapa dengan sengaja :

Mengedarkan
sediaan farmasi
dan alat kesehatan

Mengedarkan
sediaan farmasi
dan alat
kesehatan

Tanpa izin
edar
(pasal 9)

Tidak mencantumkan
penandaan dan
informasi (psl
27, psl 28)

Pidana penjara paling


lama 7 tahun dan/atau
pidana denda paling
banyak 140 jt (sesuai UU
no. 23/1992 psl 81)

Pidana penjara paling


lama 5 tahun dan/atau
pidana denda paling
banyak 100 jt (sesuai UU
no. 23/1992 psl 82)

INFORMASI UMUM PENGGUNAAN


OBAT BEBAS
Obat pada dasarnya merupakan bahan yang hanya dengan takaran
tertentu dan dengan penggunaan yang tepat dapat dimanfaatkan untuk
mendiagnosa, mencegah penyakit, menyembuhkan atau memelihara
kesehatan
Oleh karena itu sebelum menggunakan obat, harus diketahui sifat dan
cara pemakaian obat agar penggunaannya tepat dan aman
Informasi tentang obat, utamanya obat bebas, dapat diperoleh dari
etiket atau brosur yang menyertai obat tersebut. Apabila anda kurang
memahami isi informasi dalam etiket atau brosur obat, dianjurkan agar
menanyakan pada tenaga kesehatan

CARA MENYIMPAN OBAT DIRUMAH

Simpan ditempat sejuk dan kering (di kulkas bila


ada petunjuk khusus)
Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Bila perlu
gunakan botol tertutup rapat
Jangan pernah mencampur tablet dan kapsul dalam
satu wadah
Jangan pernah mengganti kemasan botol ke botol
lainnya
Pisahkan penyimpanan obat minum dengan obat
luar