Anda di halaman 1dari 9

Tujuan Komunikasi

http://komunikasi.unsoed.ac.id/sites/default/files/Tujuan%20dan%20Akibat%20Komunikasi.pdf
Tujuan dari komunikasi adalah
Menurut Wilbur Schramm :
Tujuan Komunikasi dari Sudut kepentingan sumber:
1. memberikan informasi
2. mendidik
3.menyenangkan/menghibur kepentingan
4. menganjurkan suatu tindakan/ persuasi
Tujuan Komunkasi dari sudut penerima:
1. memahami informasi
2. mempelajari
3. menikmati
4. menerima atau menolak anjuran
Harold D. Lasswell komunikasi mempunyai 3 fungsi sosial, yaitu:
1) pengawasan lingkungan
2) korelasi diantara bagian-bagian dalam masyarakat untuk pencapaian konsensus mengenai
lingkungan, dan
3) sosialisasi ( transmisi nilai-nilai/warisan sosial dari satu generasi kegenerasi selanjutnya)
Berdasarkan pandangan Lasswell :
Tujuan komunikasi dipandang Dari kepentingan sosial
1. berbagi pengetahuan umum Tentang lingkungan disekitarnya
2. sosialisasi peran, nilai, Kebiasaan terhadap anggota- dan ketrampilan untuk hidup Anggota
baru
3. memberikan hiburan kepada Warga masyarakat, menciptakan melarikan diri dari kesulitan
Bentuk-bentuk kesenian baru
4. pencapaian konsensus, mengontrol Tingkah laku sosial
Tujuan komunikasi dipandang dari kepentingan individu
1. menguji, mempelajari dan memperoleh gambaran tentang Realitas, kesempatan dan bahaya
2. memperoleh pengetahuan bermasyarakat
3. menikmati hiburan, relaks,hidup sehari-hari
4. menentukan keputusan/pilihan, bertindak sesuai aturan social

Proses Komunikasi
http://dwinasl.blogspot.com/2012/03/tujuan-komunikasi.html
Proses komunikasi adalah
bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada
komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan
komunikatornya.Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif
(sesuai dengan tujuan
komunikasi pada umumnya).
Proses komunikasi, banyak
melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat
terjadi
apabila
ada interaksi antar manusia dan
ada
penyampaian pesanuntuk mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :.
Penginterprestasian

Hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator.
Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal
budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke
dalam pesan (masih
abstrak).
Proses
penerjemahan
motif
komunikasi ke
dalam pesan disebut interpreting.
Penyandian
Tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil
diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding,
akal budi manusiaberfungsi sebagai encorder, alat penyandi: merubah pesan abstrak menjadi
konkret.
Pengiriman
Proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim
lambangkomunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirim pesan.
Perjalanan
Tahapan ini
terjadi
antara komunikator dan komunikan,
sejak pesan dikirim
hingga pesanditerima oleh komunikan.
Penerimaan
Tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan
jasmaniah komunikan.
Penyandian Balik
Tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui
peralatan
yang
berfungsi
sebagai receiver hingga
akal
budinya
berhasil
menguraikannya (decoding).
Penginterpretasian
Tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diurai kan dalam
bentukpesan.

Proses komunikasi dapat dilihat pada skema di bawah ini:

Proses komunikasi dapat dilihat dari beberapa perspektif :.


Perspektif Psikologis
Perspektif
ini
merupakan tahapan komunikator pada proses encoding,
kemudian
hasil encodingditransmisikan kepada komunikan sehingga terjadi komunikasi interpersonal.
Perspektif Mekanis
Perspektif
ini
merupakan tahapan disaat komunikator mentransfer pesan dengan
bahasaverbal/non verbal.
Komunikasi ini dibedakan :
Proses Komunikasi Primer
Proses komunikasi primer
adalah
penyampaian pikiran oleh komunikator kepada komunikanmenggunakan
lambang
sebagai media.
Proses Komunikasi Sekunder
Merupakan penyampaian pesan dengan menggunakan alat setelah memakai lambang
sebagaimedia pertama.
Proses Komunikasi Linier
Penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal.
Proses Komunikasi Sirkular
Terjadinya feedback atau umpan balik dari komunikan ke komunikator.
1.
2.
3.
4.
5.

Kesimpulan adanya proses komunikasi:


Komunikasi bersifat dinamis.
Tahapan proses komunikasi bermanfaat untuk analisis.
Proses komunikasi dapat terhenti setiap saat.
Pesan komunikasi tidak harus diterima.
Tindak komunikasi merupakan indikasi komunikasi.

Referensi
Christina,
dkk.,
2003. Komunikasi Kebidanan.
Jakarta:
EGC.
Tyastuti, dkk., 2008. Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Yogyakarta:
Fitramaya.
Vardiyansah,
2004. Pengantar
Ilmu Komunikasi.
Bogor:
Ghalia
Indonesia.
Wiryanto, DR., 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Grasindo

Efek komunikasi
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2011-2-00402-mc%202.pdf
Efek komunikasi adalah pesan yang disampaikan dan diterima oleh komunikan dapat dibedakan
yang sifatnya konsumtif dan instrumental atau kombinasi keduanya
a) Efek konsumtif adalah efek pengaruh komunikasi atau pesan yang dapat langsung diresapi dan
dapat diamati,
b) Efek instrumental adalah efek atau pengaruh dari komunikasi atau pesan yang tidak dapat
langsung dirasakan manfaatnya oleh komunikan dan tidak dapat langsung diamati oleh
komunikator.
Sehubungan dengan perbedaan efek-efek komunikasi ini, perlu diperhatikan didalam
penyuluhan dan ditekankan kepada efek konsumtif, tapi juga tidak melupakan efek
instrumentalnya. Efek konsumtif digunakan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi
oleh petani, sehingga setiap materi yang disampaikan harus dirasakan manfaatnya oleh petani,
sedangkan efek instrumental digunakan untuk menumbuhkan swadaya dan swakarsa petani
dimasa mendatang.

Pr oses komunikasi
Rakhmat, Jalaludin. (2005). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosda
Karya
Berdasarkan paradigma Laswell, Effendy (1994:11-19) membedakan proses komunikasi menjadi
dua tahap, yaitu:
a. Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan
seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang sebagai media. Lambang sebagai
media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal
(bahasa), dan pesan nonverbal. Komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam
pesan yang diterima oleh komunikan. Prosesnya sebagai berikut, pertama komunikator menyandi
(encode) pesan yang akan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti komunikator
memformulasikan pikiran atau perasaannya ke dalam lambing (bahasa) yang diperkirakan akan
dimengerti oleh komunikan. Kemudian, komunikan menterjemahkan (decode) pesan dari
komunikator. Ini berarti komunikan menafsirkan lambang yang mengandung perasaan dan
pikiran komunikator.
Menurut Wilbur Schramm (dalam Effendy,1994) menyatakan bahwa komunikasi akan
berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame
of reference), yakni perpaduan pengalaman dan pengertian yang diperoleh komunikan.
Kemudian Schramm juga menambahkan, bahwa komunikasi akan berjalan lancara apabila
bidang pengalaman komunikator sama dengan dengan bidang pengalaman komunikan. Sebagai
contoh: si A seorang mahasiswa ingin berbincang-bincang mengenai perkembangan valuta asing
dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Bagi si A tentunya akan sangat mudah dan
lancara apabila pembicaraan mengenai hal tersebut dilakukan dengan si B yang juga sama-sama
mahasiswa. Seandainya si A membicarakan hal tersebut dengan si C yang yang seorang pemuda
desa tamatan SD tentunya proses komunikasi tidak akan berjalan lancar.
b. Proses komunikasi secara sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah prosese penyampaian pesan oleh komunikator
kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai
lambang sebagai media pertama. Seorang komunikator menggunakan media ke daola dua
komunikasi karena komunikan sebagai sarana berada di tempat yang relative jauh atau
jumlahnya banyak. Surat, te;epon fax, radiao, majalah, dll merupakan media yang sering
digunakan dalan komunikasi.
C. Konseptual Komunikasi
Deddy Mulyana mengkategorikan definisi-definisi tentang komunikasidalam
tiga konseptual yaitu:
a. Komunikasi sebagai tindakan satu arah
Pemahaman komunikasi sebagai proses searah sebenarnya kurang sesuai biladiterapkan
di komunikasi tatapmuka, namun tidak terlalu keliru, jika diterapkan pada komunikasi
publikyang melibatkan tanya jawab. Pemahaman komunikasi dalam konsep ini sebagai definisi
berorientasi sumber.dalam konteks ini juga, komunikasi dianggap sebagai suatu tindakan yang
diserngaja untuk menyampaikan pesandemi memenuhi kebutuhan komunkator, seperti
menjelaskan sesuatu kepada orang lain atau membujuk orang lain melakukan sesuatu. Beberapa
definisi komunikasi dalam konseptual tindakan satu arah:

Everet M. Rogers: komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada
penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku.
Theodore M. Newcomb: setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi
informasi terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima.
Gerald M. Milller: komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada
penerima pesan dengan niat disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.
Sebagai komunikasi instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikajn,
mengajar,mendorong, mengubah sikap, menggerakan tindakan, dan juga menghibur. Sebagai
instrument, komunikasi tidak saja digunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan,
namun juga untuk menghancurkan hubungan tersebut. Komunikasi berfungsi esbagai instrument
untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan, baik tujuan jangka pendek maupun jangka
panjang, Berkenaan dengan fungsi komuniasi ini, seorang ahali bernama Harold D Laswell
memaparkan fungsi komunikasi sebagai berikut:
Pengawasan lingkungan yaitu epnyingkapan ancaman dan kesempatan yang mempengaruhi
nilai masyarakat.
Menghubungkan bagian-bagian penting yang tak terpisahkan bagi masyarakat untuk
menanggapi lingkungan
Menurunkan warisan social dari generasi ke generasi

Anda mungkin juga menyukai