Anda di halaman 1dari 19

2

Tingkat Kesehatan Bank Berdasarkan Risiko


(Risk-Based Bank Rating)
S. Batunanggar, SE MBA
(Disampaikan dalam kapasitas pribadi)

Risk Management Guard


Jakarta, 28-29 November 2012

Workshop Laporan Dewan Komisaris yang Informatif dan Bersinergi Positif

Agenda
1. Paradigma Baru Pengaturan dan Pengawasan
Bank
2. Kerangka Risk-Based Bank Rating
3. Penilaian RBRR
4. Tantangan dan Agenda ke Depan

Paradigma Baru Pengaturan dan Pengawasan Bank


 Pelajaran berharga dari krisis Asia 1997/98 dan krisis keuangan global
untuk penguatan manajemen risiko dan governance serta pengawasan
bank.
 Penerapan RBBR merupakan bagian dari paradigma baru pengaturan
dan pengawasan bank oleh Bank Indonesia yang mengacu pada prinsipprinsip sbb:


Pengaturan Bank Indonesia semakin mengarah pada pendekatan


principle-based  cenderung mengatur pokok-pokok ketentuan tanpa
bersifat preskriptif untuk diaplikasikan sesuai skala, karakteristik, dan
kompleksitas bank.
Peraturan Bank Indonesia merupakan persyaratan minimum (floor)
 ketentuan mengatur standar yang sama bagi semua bank tetapi dengan
ekspektasi yang berbeda untuk bank besar/kompleks dibandingkan dengan
bank kecil/non kompleks (tidak one-size fits all).
Pendekatan balanced - menerapkan keseimbangan antara pengaturan
(rules) dan pendekatan pengawasan untuk lebih mendukung kesehatan
bank.
Pendekatan holistik, yaitu kombinasi pengawasan terhadap kesehatan
individual bank (micro-prudential) dan stabilitas sistem keuangan
(macroprudential).
tindakan pengawasan (intervensi) dini atas permasalahan bank.

 Pengaturan dan pengawasan bank diarahkan pada identifikasi dan

Dasar Hukum dan Pedoman Penilaian


Tingkat Kesehatan Bank
 PBI No.13/1/PBI/2011 tgl 5 Januari 2012 tentang Penilaian
Tingkat Kesehatan Bank Umum,
 SE BI No. 13/24/DPNP tgl 25 Oktober 2011 perihal Penilaian
Tingkat Kesehatan Bank Umum,
 PBI No. 5/8/PBI/2003, 19 Mei 2003 sbgm diubah dengan
PBI No. 11/25/PBI/2009, 1 Juli 2009 tentang Penerapan
Manajemen Risiko bagi Bank Umum.
 SE BI No.13/23/DPNP tgl 25 Oktober 2011 perihal
Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum.
 PBI No. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate
Governance (GCG) bagi Bank Umum.

Tujuan Penyempurnaan Kerangka


Penilaian Tingkat Kesehatan Bank

Mengintegrasikan CAMELS dan risk


profile menjadi integrated rating
system mengurangi duplikasi
Mengurangi parameter yang preskriptif
pada CAMELS dan Risk Profile, dan
penetapan peringkat didasarkan pada
analisis komprehensif dan terstruktur
Indikator RBBR didisain lebih
forward-looking dan definisi
peringkat lebih kualitatif sehingga
memungkinkan identifikasi dini
permasalahan bank
Mengaitkan modal dengan peringkat
profil risiko secara eksplisit

Mendukung
identifikasi dan
intervensi dini
permasalahan
bank
Memberikan dasar
bagi proses
pengaitan modal
dengan risiko
Meningkatkan
kualitas
pengawasan dan
manajemen risiko
bank dalam jangka
panjang.

Analisis terfokus pada pengungkapan akar permasalahan bank


Memperhatikan keterkaitan antar parameter, risiko, dan faktor penilaian

Komprehensif dan Terstruktur

Materialitas/signifikansi indikator dan faktor penilaian untuk menentukan


peringkat faktor maupun peringkat komposit sesuai skala dan karakteristik
bank

Materialitas/Signifikansi

Penggunaan parameter/indikator penilaian sesuai dengan karakteristik


dan kompleksitas bisnis/produk/aktivitas bank
Penerapan governance dan manajemen risiko sesuai dengan skala
usaha, karakteristik bisnis dan strategi bank

Proporsionalitas

Analisis didasarkan pada risiko-risiko yang dapat berdampak pada kinerja


bank secara keseluruhan.
Identifikasi akar permasalahan, dampak, dan arah (trend) risiko
Deteksi dini permasalahan serta tindak lanjut pengawasan secara efektif
dan efisien

Analisis Berorientasi Risiko

Prinsip-prinsip Penilaian RBBR


1.

2.

3.

4.
6

Risiko Kredit
Risiko Pasar
Risiko
Likuiditas
Risiko Stratejik
Risiko
Operasional
Risiko
Kepatuhan

Struktur

Hasil

Proses

Risiko Reputasi

Peringkat GCG

Rentabilitas
(Earnings)

Kinerja

Sumber

Sustainability

Permodalan
(Capital)

Kecukupan

Pengelolaan

Peringkat
Permodalan

Peringkat Komposit RBBR

Peringkat
Rentabilitas

Penetapan tingkat kualitas penerapan


manajemn risiko untuk masing-masing risiko
dikategorikan dalam lima peringkat; 1
(strong), 2 (satisfactory), 3 (fair), 4
(marginal), dan 5 (unsatisfacctory). Semakin
rendah semakin baik kondisi bank.

Bervariasi sesuai ukuran, kompleksitas, dan


level risiko yang ditoleransi bank.

Mencakup penilaian terhadap empat aspek


yaitu: (i) tata kelola risiko; (ii) kerangka
manajemen risiko; (iii) proses manajemen
risiko, SDM & SIM; serta (iv) kecukupan
sistem pengendalian risiko,

Penilaian bertujuan untuk mengevaluasi


efektivitas penerapan Manajemen Risiko
bank sesuai prinsip-prinsip yang diatur
dalam ketentuan Bank Indonesia.

Penilaian meliputi delapan jenis risiko.

Peringkat Profil
Risiko

Risiko Hukum

GCG

Kerangka Penilaian Tingkat Kesehatan Bank:


Profil Risiko
Manajemen
Risiko
Tata Kelola
Risiko
Kerangka
Manajemen
Risiko
Proses
Manajemen
Risiko, SDM,
Sistem
Informasi
Manajemen
Sistem
Pengendalian
Risiko
Peringkat
Manajemen
Risiko
Komposit

Net Risk

Risk-based Bank Rating (RBBR)


Risiko
Inheren
Risiko Kredit
Risiko Pasar
Risiko
Likuiditas
Risiko
Stratejik
Risiko
Operasional
Risiko
Kepatuhan
Risiko Hukum
Risiko
Reputasi

Peringkat Risiko
Inheren
Komposit

Penetapan tingkat risiko inheren


untuk setiap jenis risiko dikategorikan
ke dalam lima peringkat; 1 (low to
moderate), 3 (moderate), 4 (moderate
to high), dan 5 (high). Semakin
rendah semakin baik kondisi bank.

Dilakukan tanpa mempertimbangkan


mitigasi risiko.

Parameter /indikator penilaian terdiri


dari parameter/indikator kuantitatif
dan kualitatif.

Risiko inheren adalah risiko yang


melekat pada kegiatan bisnis bank
yang berpotensi mempengaruhi posisi
keuangan bank baik yang dapat
dikuantifisir maupun yang tidak.

Penilaian meliputi delapan jenis risiko.

Penilaian Profil Risiko

Kno
w
Your
Bank

Penilaian Profil Risiko

Tingkat
Risiko
(Net
Risk)
Perumusan tingkat Risiko
yang akan diambil (risk
appetite) dan toleransi risiko
Kecukupan pengawasan aktif
oleh Dewan Komisaris dan
Direksi

Risiko

Manajemen

Kecukupan perangkat
manajemen
organisasi
risiko,
SDM, dan
Kecukupan kebijakan,
SIM
prosedur dan
penetapan limit Risiko Kerangka

Proses

Tatakelola
Risiko




NET RISK
Rating

Rating

Kecukupan kaji
ulang (independent
review) oleh SKMR
dan SKAI

Tata kelola risiko stratejik


Kerangka manajemen risiko
stratejik
Proses manajemen risiko
stratejik, SIM dan SDM
Kecukupan pengendalian
risiko stratejik

KUALITAS PENERAPAN
MANAJEMEN RISIKO

Sistem
Pengendalian
Risiko

Proses identifikasi,
pengukuran, pemantauan,
dan pengendalian risiko
Kecukupan sistem informasi
Manajemen Risiko serta
kecukupan kuantitas dan
kualitas sumber daya
manusia

Kualitas Penerapan Manajemen Risiko

Risiko Inheren + Kualitas Manajemen Risiko


Risiko Inheren
Risiko inheren adalah:
risiko yang melekat
pada kegiatan bisnis
bank, baik yang
dapat
dikuantifikasikan
maupun yang tidak,
berpotensi
mempengaruhi posisi
keuangan bank

RISIKO INHEREN
 Indikator Kuantitatif
 Indikator Kualitatif

Rating




Kerangka Penilaian Profil Risiko

Risiko inheren dinilai


secara independen
dari kualitas
manajemen risiko
bank.

10

Metodologi penilaian mengacu


pada metodologi penilaian yang
diatur dalam PBI dan SE BI
Penilaian terhadap terhadap
risiko inheren dan kualitas
penerapan manajemen risiko
atas delapan jenis risiko
Dilakukan secara Individual dan
Konsolidasi
Ditetapkan peringkat risiko
berdasarkan kerangka analisis
yang komprehensif dan
tersutruktur.

Mekanisme Penilaian Profil Risiko

 Penilaian atas risiko inheren menghasilkan peringkat risiko


inheren dari 1 sampai dengan 5 (sangat kecil sampai
dengan sangat besar) dengan contoh karakteristik pada
setiap peringkat.

 Penilaian
risiko
inheren
dilakukan
tanpa
mempertimbangkan mitigasi risiko/dan atau faktor
kuantitatif lainnya dari yang terkait dengan aktivitas
tersebut

 Penilaian atas risiko yang melekat pada kegiatan bisnis


bank baik yang dapat dikuantifisir atau tidak dapat
dikuantifisir

 Meliputi penilaian atas risiko kredit, risiko pasar, risiko


likuiditas, risiko operasional, risiko kepatuhan, risiko
hukum, risiko stratejik, dan risiko reputasional

Penilaian Risiko Inheren

11

12

13

14

Komposisi portfolio aset dan tingkat konsentrasi;


Kualitas penyediaan dana dan kecukupan pencadangan;
Strategi penyediaan dan dan sumber timbulnya penyediaan dana; dan
Faktor eksternal.

Kesesuaian strategi bisnis bank dengan lingkungan bisnis;


Strategi berisiko rendah dan berisiko tinggi;
Posisi bisnis bank; dan
Pencapaian rencana bisnis bank.

Volume dan komposisi portofolio


Kerugian potensial (potential loss) Risiko Suku Bunga dalam banking Book
(Interest Rate Risk in Banking Book-IRBB) dan
Strategi dan kebijakan bisnis

Penilaian Profil Risiko Risiko Inheren


STRATEGIC
RISK

CREDIT
RISK

MARKET
RISK

Komposisi dari asset, kewajiban, dan transaksi rekening administratif;


Konsentrasi dari aset dan kewajiban;

Akses pada sumber-sumber pendanaan.

LIQUIDITY
Kerentanan pada kebutuhan pendanaan; dan
RISK

Karakteristik dan kompleksitas bisnis;


Sumber daya manusia;
Teknologi informasi dan infrastruktur pendukung;
Fraud, baik internal maupun eksternal, dan
Kejadian eksternal

Pengaruh reputasi negatif dari pemilik bank dan perusahaan terkait;


Pelanggaran etika bisnis;
Kompleksitas produk dan kerjasama bisnis bank;
Frekuensi, materialitas, dan eksposur pemberitaan negatif bank; dan
Frekuensi dan meterialitas keluhan nasabah.

Jenis dan signifikansi pelanggaran yang dilakukan,


Frekuensi pelanggaran yang dilakukan atau track record ketidakpatuhan bank,
dan
Pelanggaran terhadap ketentuan atau standar bisnis yang berlaku umum untuk
transaksi keuangan tertentu.

Faktor litigasi;
Faktor kelemahan perikatan; dan
Faktor ketiadaan / perubahanperaturan perundang-undangan

Penilaian Profil Risiko Risiko Inheren

OPERATIO
NAL
RISK

LEGAL
RISK

COMPLIANCE
RISK

REPUTATION
RISK

15

Kecukupan
pengawasan aktif oleh
Dewan Komisaris dan
Direksi

Perumusan tingkat
Risiko yang akan
diambil (risk appetite)
dan toleransi risiko

Kecukupan
kuantitas dan
kualitas sumber
daya manusia

Kecukupan
sistem informasi
Manajemen
Risiko serta

Proses
manajemen
risiko

Kecukupan perangkat organisasi

Strategi Manajemen Risiko yang


searah dg tingkat risiko yang akan
diambil dan toleransi risiko

Kecukupan kaji ulang


(independent review) oleh
SKMR dan SKAI

Kecukupan Sistem
Pengendalian Intern

Proses
manajemen
risiko dan
SDM

Kecukupan kebijakan, prosedur


dan penetapan limit Risiko

System
Pengendalian
(Control
Systems)

Kerangka
Manajemen
Risiko (Risk
Management
Framework)

Tatakelola
Risiko
(Risk
governance
)

Penilaian Kualitas Penerapan Manajemen


Risiko (KPMR)
Penilaian atas kuallitas atau
kecukupan manajemen risiko bank
secara holistik dan menyeluruh.
Meliputi penilaian atas kualitas
manajemen 8 risiko: risiko kredit,
risiko pasar, risiko likuiditas, risiko
operasional, risiko kepatuhan,
risiko hukum, risiko stratejik, dan
risiko reputasional
Komponen penilaian meliputi:
1. Tata Kelola Risiko
2. Kerangka Manajemen Risiko
3. Proses Manajemen Risiko, MIS,
dan SDM
4. Sistem Pengendalian Risiko
Penilaian KPMR menghasilkan
Peringkat 1 sampai dengan 5
dengan contoh karakteristik pada
setiap peringkat

Penilaian Kualitas Penerapan Manajemen Risiko


 Tata Kelola Risiko
 Pelaksanaan kewenangan dan tanggung jawab Dewan Komisaris
dan Direksi
 Pemahaman Dewan Komisaris dan Direksi terhadap risiko
 Risk culture, Risk appetite, dan Risk tolerance.

 Kebijakan manajemen risiko, prosedur dan penetapan limit risiko

 Kecukupan organisasi yang mendukung terlaksananya manajemen


risiko secara efektif
 Kejelasan wewenang dan tanggung jawab;
 Kecukupan strategi yang searah dengan risk appetite dan risk
tolerance;

 Kerangka Manajemen Risiko

16

Penilaian Kualitas Penerapan Manajemen Risiko


 Proses Manajemen Risiko, SIM, dan SDM
 Proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian
risiko;

mendukung proses manajemen risiko; dan

 Kecukupan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia dalam


 Kecukupan sistem informasi manajemen yang memadai dan handal
untuk mendukung proses manajemen risiko dan pelaporan informasi
baik dalam kondisi normal maupun kondisi krisis.

 Efektivitas pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit Internal dan Auditor


Eksternal (Kantor Akuntan Publik).

 Kecukupan atas sistem pengendalian intern

 Kecukupan Sistem Pengendalian Risiko

17

Penilaian Good Corporate Governance

 Mencakup penilaian aspek manajemen bank secara bank wide.

komponen penilaian mengacu pada Surat Edaran mengenai


Penerapan Good Corporate Governance bagi Bank Umum.

 Cakupan

 Penilaian Faktor GCG sesuai ketentuan RBBR dilakukan sesuai prinsip-prinsip


yang ada di ketentuan GCG dan dilengkapi dengan aspek dan informasi
lainnya serta analisa yang komprehensif dan terstruktur.
 Penilaian peringkat GCG menghasilkan peringkat GCG dengan skala 1 sampai
dengan 5 dengan memberikan contoh karakteristik pada masing-masing
peringkat.
18

Governance Process

Transparansi kondisi
Keuangan dan Non
Keuangan
Laporan Pelaksanaan
GCG
Pelaporan internal
Kinerja Keuangan
Remunerasi
Aspek Terkait Lainnya

Governance
Outcomes

Penilaian Good Corporate Governance


Governance Structure
11 pilar GCG mengacu PBI GCG)
Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank
Penanganan Benturan Kepentingan
Penerapan Fungsi Audit Intern
Penerapan Fungsi Audit Ekstern
Penerapan Manajemen Risiko
Termasuk Sistem Pengendalian
Intern
Penyediaan dana kepada pihak
terkait (related party) dan
Penyediaan Dana Besar (Large
Exposure).
Rencana Strategis Bank

Faktor pertimbangan
Level, tren, stabilitas laba;
komponen pendapatan & beban.
Kualitas dan sumber laba

Manajemen rentabilitas bank

Eksposur Risiko

Kecukupan cadangan kerugian


penurunan nilai (CKPN)

Kecukupan sistem anggaran,


proses proyeksi dan sistem
informasi manajemen

Penilaian Rentabilitas

19

Pelaksanaan Tugas
dan Tanggungjawab
Dewan Komisaris
Pelaksanaan Tugas
dan Tanggungjawab
Direksi
Kelengkapan dan
Pelaksanaan Tugas
Komite

20

A. Kinerja Bank dalam


Menghasilkan Laba
1. Laba Bersih (Net Income)
2. Pendapatan Bunga Bersih (Net
Interest Income)
3. Komponen Laba Rugi dan Rasio
Rentabilitas Lainnya

B. Sumber-Sumber yang
Mendukung Rentabilitas
C. Stabilitas (sustainability)
Komponen-Komponen yang
mendukung Rentabilitas
D. Manajemen Rentabilitas

20

21

21

Penilaian Permodalan
A. Kecukupan Modal

Komposisi modal bank

level dan tren Rasio KPMM dan


Rasio Modal Inti dan Leverage

a) Analisis kecukupan modal sesuai


KPMM (Pilar 1)

Kaji ulang pilar 1: inakurasi


pendefinisian komponen modal,
kesalahan perhitungan ATMR, dll

b) Analisis Kecukupan Modal sesuai


Profil Risiko (Pilar 2)

B. Pengelolaan Permodalan
a) Akses thd Sumber-sumber
Permodalan
b) Manajemen Permodalan

Faktor-faktor pertimbangan

Dalam melakukan penilaian akhir, bank perlu memperhatikan


signifikansi dan materialitas dari masing-masing faktor terhadap
kondisi usaha bank sehingga penilaian akhir mencerminkan
kondisi usaha bank secara keseluruhan.

Penilaian tingkat kesehatan bank merupakan suatu kesimpulan


akhir atas penilaian peringkat dari keempat faktor penilaian.

Kinerja permodalan bankbank pada industri dan


peer group
Rencana bisnis bank
Kondisi makroekonomi
dan siklus bisnis

Sebagai acuan (tidak mandatory), pada umumnya bagi suatu


bank profil risiko merupakan first line of defense, GCG
merupakan second line of defence, rentabilitas merupakan third
line of defense, dan permodalan merupakan last line of
defense.

Proses Penilaian Akhir

Berdasarkan penilaian atas masing-masing faktor, ditentukan


peringkat tingkat kesehatan bank dengan skala 1 sd 5.
22

Signifikansi permasalahan perusahaan anak antara lain apabila perusahaan


anak memiliki permasalahan terkait dengan risiko hukum, risiko reputasi,
risiko stratejik, atau risiko kepatuhan.

Dalam menetapkan signifikansi atau materialitas pangsa perusahaan anak


antara lain dapat dipertimbangkan dari porsi total aset perusahaan anak thd
bank atau porsi income perusahaan anak terhadap total income bank

Memperhatikan signifikansi atau materialitas pangsa perusahaan anak


terhadap bank secara konsolidasi; dan/atau permasalahan perusahaan anak
yg berpengaruh secara signifikan thd profil risiko bank secara konsolidasi

Bank wajib menilai tingkat kesehatan berdasarkan risiko (risk-based bank


rating) secara konsolidasi mencakup empat faktor yg meliputi profil risiko,
penerapan GCG, rentabilitas, dan permodalan.

Mekanisme Penilaian RBRR - Konsolidasi

+ Merupakan kesimpulan akhir


dari penilaian atas masingmasing risiko yang
memberikan gambaran umum
mengenai profil risiko bank

Risiko
+
Peringkat
profil risiko
dikategorikan dalam lima
skala (peringkat 1 sampai 5)
dimana semakin kecil
peringkat profil risiko semakin
rendah risiko yang dihadapi
bank

Risiko
Peringkat
Profil

Peringkat

+ Ditentukan berdasarkan
+
Perlu
diperhatikan
Penetapan
Peringkat
Profil
Risiko
penilaian dan penetapan
signifikansi atau
tingkat 8 jenis risiko (risiko
materialitas masing-masing
kredit, risiko pasar, risiko
sesungguhnya.
risiko terhadap
peringkat hasil
liquiditas, risiko operasional,
akhir sehingga profil risiko
risiko kepatuhan, risiko
benar-benar mencerminkan
hukum, risiko strategik dan
kondisi bank
risiko reputasional).

Mekanisme Penilaian Profil Risiko Penetapan


Peringkat Risiko

Mekanisme dan Indikator mengacu pada penilaian tingkat kesehatan bank


secara individual setelah dilakukan penyesuaian dengan karakteristik dan
kompleksitas usaha bank secara konsolidasi.

23

24

Penilaian Tingkat Risiko (Net Risk)

 Matriks ini memberikan acuan dasar mengenai tingkat risiko (net risk) yang
dihasilkan oleh peringkat risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen
risiko bank.
 Peringkat risiko merupakan kesimpulan akhir tingkat risiko setelah
mempertimbangkan mitigasi risiko melalui penerapan manajemen risiko.

Action Plan
Kriteria Bank yang wajib menyusun Action Plan:
Bank yang ditetapkan dengan peringkat 4 atau peringkat 5,

atau peringkat 5; dan/atau

Peringkat Komposit Tingkat Kesehatan Bank yang ditetapkan dengan peringkat 4

namun terdapat permasalahan signifikan yang perlu diatasi

Peringkat Komposit Tingkat Kesehatan Bank yang ditetapkan dengan peringkat 3,

Action Plan tsb sesuai dgn permasalahan yang dihadapi bank, antara lain:
a. Perbaikan manajemen risiko
b. Perbaikan penerapan GCG
c. Peningkatan efisiensi Bank
d. Penambahan Permodalan (fresh money)

BI dapat meminta Bank untuk memperbaiki Action Plan tersebut apabila


diperlukan dan memantau perbaikan Action Plan yg dilakukan bank.

Bank wajib melaporkan hasil action plan kpd BI paling lambat 10 hari
kerja setelah target waktu penyelesaian action plan; dan/atau 10 hari kerja
setelah akhir bulan dan dilakukan secara bulanan, apabila terdapat
permasalahan signifikan yg akan mengganggu penyelesaian action plan
secara tepat waktu.

 Untuk menentukan peringkat risiko, bank dapat mengacu pada matriks di atas
secara fleksibel. Bank dapat menentukan peringkat risiko berdasarkan analisis
dan didukung dengan fakta-fakta yang relevan.
25

26

Pelaporan
 Bank wajib melaporkan self assessment penilaian tingkat kesehatan
secara individual kpd BI paling lambat tanggal 31 Juli untuk penilaian
Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir Juni dan tanggal 31 Januari untuk
penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir bulan Desember.
 Bank wajib menyampaikan hasil self assessment penilaian Tingkat
Kesehatan Bank secara konsolidasi kepada BI paling lambat tanggal
15 Agustus untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank posisi akhir Juni
dan tanggal 15 Februari untuk penilaian Tingkat Kesehatan Bank
posisi akhir bulan Desember
 Dalam hal kondisi memburuk, bank wajib melakukan pengkinian self
assessment penilaian tingkat kesehatan bank.
 Self assessment disampaikan kepada DPB/KBI

Kesimpulan

 RBRR telah diimplementasikan pada periode Juni 2011 dan


Desember 2011 oleh bank dan pengawas. Secara umum, hasilnya
cukup baik, namun masih perlu perbaikan analisis baik dari sisi
bank dan juga pengawas.

 Parameter/indikator yang digunakan adalah kombinasi kuantitatif dan


kualitatif sehingga membantu analisis yang lebih komprehensif
(holistic) dan terstruktur.

 Metode RBRR memberikan prinsip dasar yang sama bagi semua


bank sekaligus fleksibilitas penilaian sesuai skala dan kompleksitas
bisnis bank.

 Metodologi RBRR lebih analitis dan forward looking sehingga


diharapkan dapat mengidentifikasi akar permasalahan bank secara
lebih dini sehingga dapat diambil tindakan pencegahan dan perbaikan
secara lebih dini dan tepat pula.

27

28

Tantangan dan Agenda ke Depan


 Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana melakukan
analisis secara komprehensif dan terstruktur serta
menyusun kesimpulan mengenai akar permasalahan bank
dan tindak lanjut yang diperlukan.
 Tantangan lainnya adalah terdapat potensi perbedaan
pandangan antara pengas dan bank dalam penggunaan
indikator dan kesimpulan peringkat.

o permasalahan yang dihadapi bank dan tindaklanjut yang diperlukan


untuk perbaikannya.

o metodologi penilaian, penggunaan parameter/indikator dalam


menentukan peringkat risiko dan tingkat kesehatan bank.

 Untuk itu perlu komunikasi yang intensif antara pengawas


dan bank untuk menyamakan persepsi atas:

29

30

Lampiran

31
Definisi Peringkat
Kualitas penerapan manajemen risiko sangat memadai. Meskipun terdapat kelemahan
minor, tetapi kelemahan tersebut tidak signifikan sehingga dapat diabaikan.

Peringkat KPMR
Peringkat
(1) Strong

Karakteristik Bank dengan Peringkat (1) Strong:


Perumusan tingkat risiko yang akan diambil (risk appetite) dan toleransi risiko (risk tolerance) sangat
memadai dan telah sejalan dengan sasaran strategis dan strategi bisnis Bank secara keseluruhan.
Dewan Komisaris dan Direksi memiliki awareness dan pemahaman yang sangat baik mengenai
manajemen risiko.
Budaya manajemen risiko sangat kuat dan telah diinternalisasikan dengan sangat baik pada selurul
level organisasi.
Strategi manajemen risiko sangat baik dan sangat sejalan dengan tingkat risiko yang akan diambil
dan toleransi risiko.
Kebijakan, prosedur, dan limit risiko sangat memadai dan tersedia untuk seluruh area manajemen
risiko, sejalan dengan penerapan, dan dipahami dengan baik oleh pegawai.
Proses manajemen risiko sangat memadai dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan
mengendalikan risiko.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) risiko sangat baik sehingga menghasilkan pelaporan risiko yang
komprehensif dan terintegrasi kepada Dewan Komisaris dan Direksi.
Secara umum sumber daya manusia sangat memadai baik dari sisi kuantitas maupun kompetensi
pada fungsi manajemen risiko.
Sistem pengendalian intern sangat efektif dalam mendukung pelaksanaan manajemen risiko.
Pelaksanaan kaji ulang independen (independent review) oleh satuan kerja audit internal dan fungsi
yang melakukan kaji ulang independen sangat memadai baik dari sisi metodologi, frekuensi, maupun
pelaporan kepada Dewan Komisaris dan Direksi.

Definisi Peringkat
Kualitas penerapan manajemen risiko tidak memadai. Terdapat kelemahan
signifikan pada berbagai aspek manajemen risiko di mana tindakan
penyelesaiannya di luar kemampuan manajemen

Peringkat KPMR

31

32
Peringkat
(5)
Unsatisfactory

Karakteristik Bank dengan Peringkat (5) Unsatisfactory:


Perumusan tingkat risiko yang akan diambil (risk appetite) dan toleransi risiko (risk tolerance) kurang
memadai tetapi dan tidak sejalan dengan sasaran strategis dan strategi bisnis Bank secara
keseluruhan.
Awareness dan pemahaman Dewan Komisaris dan Direksi sangat lemah mengenai manajemen
risiko.
Budaya manajemen risiko sangat kuat dan telah diinternalisasikan dengan sangat baik pada selurul
level organisasi.
Strategi manajemen risiko kurang sejalan dengan tingkat risiko yang akan diambil dan toleransi Risiko
Kredit.
Kelemahan signifikan pada kebijakan, prosedur, dan limit Risiko Kredit.
Proses manajemen risiko kurang memadai dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan
mengendalikan risiko.
Kelemahan signifikan pada Sistem Informasi Manajemen (SIM) risiko termasuk pelaporan risiko
kepada Dewan Komisaris dan Direksi yang membutuhkan perbaikan segera.
Secara umum sumber daya manusia sangat memadai baik dari sisi kuantitas maupun kompetensi
pada fungsi manajemen risiko.
Sistem pengendalian intern kurang efektif dalam mendukung pelaksanaan manajemen Risiko Kredit.
Pelaksanaan kaji ulang independen (independent review) oleh satuan kerja audit internal dan fungsi
yang melakukan kaji ulang independen kurang memadai. Terdapat kelemahan pada metodologi,
frekuensi, dan/atau pelaporan kepada Dewan Komisaris dan Direksi yang membutuhkan perbaikan
segera.

32

Peringkat

Definisi Peringkat

Peringkat Risiko Stratejik Inheren


(1) Low

Dengan mempertimbangkan aktivitas bisnis yg dilakukan bank, kemungkinan kerugian


yg dihadapi bank dari risiko stratejik tergolong sangat rendah selama periode tertentu di
masa datang.

Dengan mempertimbangkan aktivitas bisnis yang dilakukan bank, potensi kerugian


akibat risiko stratejik dinilai sangat tinggi selama periode tertentu di masa datang.

Contoh karakteristik Bank yang termasuk dalam peringkat ini antara lain sebagai berikut:
a. Strategi Bank tergolong konservatif atau berisiko rendah.
b. Produk/kegiatan usaha Bank tergolong stabil, tidak kompleks, dan terdiversifikasi.
c. Bank melanjutkan strategi yang telah ada dengan tingkat keberhasilan strategi yang tinggi.
d. Bank memiliki keunggulan kompetitif yang stabil, dan tidak terdapat ancaman dari kompetitor.
e. Pencapaian rencana bisnis Bank sangat memadai.
(5) High

Contoh karakteristik Bank yang termasuk dalam peringkat ini antara lain sebagai berikut:
a. Strategi Bank tergolong berisiko tinggi.
b. Produk/kegiatan usaha sangat terkonsentrasi dan tergolong kompleks.
c. Mayoritas strategi Bank beralih kepada area yang berbeda yang bukan merupakan lini bisnis
utama dan kompetensi Bank
d. Bank tidak memiliki keunggulan kompetitif, dan terdapat ancaman sangat signifikan dari
kompetitor.
e. Pencapaian rencana bisnis Bank tidak memadai
33

Peringkat

Kualitas penerapan manajemen risiko strategik sangat memadai. Meskipun terdapat


kelemahan minor, tetapi kelemahan tersebut tidak signifikan sehingga dapat diabaikan.

Definisi Peringkat

Peringkat KPMR Risiko Stratejik


(1) Strong

Contoh karakteristik Bank yang termasuk dalam peringkat ini antara lain sebagai berikut:
a. Perumusan tingkat risiko yang akan diambil (risk appetite) dan toleransi risiko (risk tolerance) sangat
memadai dan telah sejalan dengan sasaran strategis dan strategi bisnis Bank secara keseluruhan.
b. Dewan Komisaris dan Dewan Direksi memiliki awareness dan pemahaman yang sangat baik
mengenai manajemen Risiko Stratejik, sumber Risiko Stratejik dan tingkat Risiko Stratejik di Bank
c. Pelaksanaan tugas Komisaris dan Direksi secara keseluruhan sangat memadai.
d. Fungsi manajemen Risiko Stratejik independen, memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas, dan
telah berjalan dengan sangat baik
e. Delegasi kewenangan dikendalikan dan dipantau secara berkala, dan telah berjalan dg sangat baik.
f. Kebijakan dan prosedur manajemen Risiko Stratejik sangat memadai dan tersedia untuk seluruh area
manajemen Risiko Stratejik, sejalan dengan penerapan, dan dipahami dengan baik oleh pegawai.
g. Proses manajemen Risiko Stratejik sangat memadai dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau,
dan mengendalikan Risiko Stratejik.
h. SIM Risiko Stratejik sangat baik sehingga menghasilkan Laporan Risiko Stratejik yang komprehensif
dan terintegrasi kepada Dewan Komisaris dan Direksi.
i. Secara umum sumber daya manusia sangat memadai dari segi kuantitas maupun kompetensi pada
fungsi manajemen Risiko Stratejik.
j. Sistem pengendalian intern sangat efektif dalam mendukung pelaksanaan manajemen risiko.
k. Independent review oleh satuan kerja audit internal dan fungsi yg melakukan kaji ulang independen
sangat memadai baik dari sisi metodologi, frekuensi, maupun pelaporan kpd Dewan Komisaris dan
Direksi.
l. Secara umum tidak terdapat kelemahan yang signifikan berdasarkan hasil review independen.
34
m. Tindak lanjut atas kaji ulang independen telah dilaksanakan dengan sangat memadai.

Kualitas penerapan manajemen risiko strategik tidak memadai. Terdapat kelemahan


signifikan pada berbagai aspek manajemen risiko likuiditas di mana tindakan
penyelesaiannya di luar kemampuan manajemen

Definisi Peringkat

Peringkat KPMR Risiko Stratejik


Peringkat
(5)
Unsatisfactory
Contoh karakteristik Bank yang termasuk dalam peringkat ini antara lain sebagai berikut:
a. Perumusan tingkat risiko yang akan diambil (risk appetite) dan toleransi risiko (risk tolerance) tidak
memadai dan tidak terdapat kaitan dgn sasaran strategis dan strategi bisnis Bank secara keseluruhan.
b. Awareness dan pemahaman Dekom dan Direksi sangat lemah mengenai manajemen Risiko Stratejik.
c. Budaya manajemen Risiko Stratejik tidak kuat atau belum ada sama sekali.
d. Pelaksanaan tugas Komisaris dan Direksi tidak memadai. Terdapat kelemahan yang signifikan pada
hampir seluruh aspek penilaian dan tindakan dan penyelesaiannya di luar kemampuan Bank.
e. Kelemahan signifikan pada fungsi manajemen Risiko Stratejik yg membutuhkan perbaikan fundamental.
f. Delegasi kewenangan sangat lemah atau tidak ada.
g. Kelemahan sangat signifikan pada kebijakan, prosedur, dan limit Risiko Stratejik.
h. Proses manajemen Risiko Stratejik tidak memadai dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan
mengendalikan Risiko Stratejik
i. Kelemahan fundamental pada Sistem Informasi Manajemen (SIM) Risiko Stratejik.
j. Sumber daya manusia tidak memadai dari segi kuantitas maupun kompetensi pada fungsi manjemen
Risiko Stratejik
k. Sistem pengendalian intern tidak efektif dalam mendukung pelaksanaan manajemen risiko.
l. Pelaksanaan kaji ulang independen (independent review) oleh satuan kerja audit internal dan fungsi yg
melakukan kaji ulang independen kurang memadai. Terdapat kelemahan pada metodologi, frekuensi,
dan/atau pelaporan kpd Dewan Komisaris dan Direksi yg membutuhkan perbaikan fundamental.
m.Terdapat kelemahan yang sangat signifikan berdasarkan hasil review independen di mana tindakan
perbaikannya di luar kemampuan manajemen. Tindak lanjut atas kaji ulang independen tidak memadai 35
atau tidak ada

Contoh Peringkat
PERINGKAT RISIKO INHEREN UNTUK RISIKO KREDIT PK 3 (Moderate)

Dengan mempertimbangkan aktivitas bisnis bank tanpa memperhitungkan


kualitas penerapan manajemen risiko kredit, kemungkinan kerugian yang
dihadapi bank dari risiko tersebut tergolong cukup signifikan.
Bank yang termasuk dalam peringkat ini memenuhi seluruh atau
sebagian besar dari contoh karakteristik berikut:
 Portofolio penyediaan dana memiliki eksposur risiko yang moderat.
 Kemungkinan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan
kualitas debitur atau pihak lawan.
 Eksposur penyediaan dana secara umum terdiversifikasi cukup baik, dari
aspek debitur, jenis penyediaan dana, industri, lokasi geografis, agunan,
maupun aspek lain.
 Strategi penyediaan dana/business model yang secara mayoritas
berkesinambungan.
 Portofolio penyediaan dana dan debitur terpengaruh dengan perubahan
kondisi ekonomi, namun terdapat mitigasi risiko yang cukup memadai.

36

Contoh Peringkat
PERINGKAT KPMR UNTUK RISIKO KREDIT
Kualitas manajemen risiko kredit cukup memadai. Meskipun persyaratan minimum terpenuhi, terdapat beberapa
kelemahan yang membutuhkan perhatian manajemen.
Bank yang termasuk dlm peringkat ini memenuhi seluruh atau sebagian besar dari contoh karakteristik berikut:
 Dewan Komisaris dan Direksi memiliki awareness dan pemahaman yg cukup baik mengenai manajemen risiko kredit.
 Fungsi manajemen risiko kredit memenuhi ekspektasi minimum, tetapi terdapat beberapa kelemahan minor yang perlu
segera diselesaikan oleh manajemen.
 Terdapat delegasi kewenangan tetapi pengendalian dan pemantauan tidak selalu dilaksanakan dengan baik.
 Budaya manajemen risiko kredit telah dinternalisasikan dengan baik tetapi tidak selalu diikuti dengan penerapan.
 Strategi perkreditan cukup baik tetapi tidak selalu sejalan dengan credit risk appetite bank.
 Kebijakan, prosedur, dan limit risiko kredit memenuhi ekspektasi minimum tetapi tidak selalu konsisten penerapannya
 Proses penyediaan dana cukup baik tetapi loan officers tidak selalu memadai dalam jumlah maupun kompetensi.
 Sistem credit risk grading memenuhi ekspektasi minimum tetapi terdapat beberapa kelemahan pada independensi
atau efektivitas fungsi loan review internal.
 Terdapat beberapa kelemahan pada proses pembentukan cadangan yang harus diselesaikan oleh manajemen,
meskipun cadangan memadai.
 Secara umum jumlah dan kompetensi staf pada fungsi manajemen risiko kredit cukup memadai.
 Terdapat kelemahan pada Sistem Informasi Manajemen termasuk mekanisme pelaporan kpd dewan Komisaris dan
Direksi yang membutuhkan perbaikan segera.
Fungsi satuan kerja kepatuhan, satuan kerja audit internal dan independent review berjalan cukup memadai.
Beberapa temuan dari satuan kerja kepatuhan, audit internal dan eksternal yang membutuhkan perhatian manajemen.



37

38

Terima Kasih
nanggars@yahoo.com
batunanggars@gmail.com
http://www.linkedin.com/pub/sukarelahttp://www.linkedin.com/pub/sukarela-batunanggar/14/884/983
http://sukarelahttp://sukarela-batunanggar.blogspot.com/