Anda di halaman 1dari 2

CHLAMYDIA TRACHOMATIS

I.

PENDAHULUAN
Clamydia trachomatis adalah bakteri yang sangat umum menjadi penyebaba infeksi menular

seksual di seluruh dunia,dan penyakit ini kebanyakan diderita oleh perempuan. Perempuan juga
berpotensi menjadi sumber infeksi bagi pasangannya. Ini dikarenakan uretritis pada laki-laki dan
mukopurulen cervisitis, uretritis, dan endometritis pada perempuan. Insidens kejadian infeksi klamidia
pada perempuan meningkat secara tajam dari 79 menjadi 497 per 100000 antara tahun 1987 2003.
Menurut WHO, 101 juta infeksi klamidia terdeteksi di seluruh dunia. journal
C. trachomatis juga disadari menjadi penyebab dari PID dan infertilitas pada perempuan diseluruh
dunia. Lebih dari 13,5 % perempuan kurang dari 25 tahun yang terinfeksi oleh C. trachomatis menderita
infeksi saluran kencing bagian bawah, menurun 4,4 % pada perempuan usia 25 tahun ke atas. Di Amerika
Serikat, sekitar 20-30 % dari kasus PID disebabkan oleh C. trachomatis. journal

Masalah utama berkaitan dengan infeksi Chlamydia ini adalah bahwa 70% wanita yang
terinfeksi dan 50% pria yang terinfeksi bersifat asimtomatis. Pada wanita, hal ini dapat
mengakibatkan skuele yang parah seperti penyakit radang panggul (PRP), yang kemudian dapat
menyebabkan kehamilan ektopik dan infertilitas tubal, dan pria dapat mengalami prostatitis dan
epididimitis.5Dalam hasil penelitiannya dilaporkan prevalensi DNA Chlamydia pada jaringan
tuba falopi sebanyak 34,38% pada pasien kehamilan ektopik, dan tidak ada yang terdeteksi pada
kelompok kontrol.6
Di Indonesia data prevalensi infeksi C. trachomatis pada penderita servisitis baik dengan
keluhan maupun tanpa keluhan sampai saat ini belum pernah dilaporkan. Kendala yang paling
penting adalah kurangnya fasilitas laboratorium dan biaya pemeriksaan laboratorium yang sangat
mahal untuk mendeteksi C. trachomatis, sehingga di berbagai pelayanan kesehatan di Indonesia
diagnosis dan pengobatan yang dilaksanakan oleh praktisi kesehatan hanya berdasar pada gejala
yang dijumpai tanpa konfirmasi pemeriksaan mikrobiologis.9
II.

ETIOPATOGENESIS
Chlamydia trachomatis merupakan satu dari empat spesies dari genus Chlamydi. Hal ini

yang berperan dalam berbagai infeksi termasuk trakoma (konjungtivitis kronis, penyebab utama

kebutaan dapat dicegah di seluruh dunia), konjungtivitis neonatal, dan infeksi kelamin pada lakilaki dan perempuan. C. trachomatis merupakan organisme intraseluler obligat, tergantung pada
sel inang menghasilkan adenosine triphosphate (ATP). C. trachomatis memiliki siklus hidup
yang unik, yang membedakan dengan mikroorganisme lainnya. Infeksi dimulai ketika elemental
bodies (EBs) melekat pada reseptor spesifik yang diterdapat pada columner tidak bersilia atau
epitel kubus dari inang. Jenis epitel ini terletak di endoserviks, endometrium, tuba falopi, dan
uretra, membuat lokasi lokasi ini rentan terhadap infeksi.Philip
Sel inang mencerna organisme dengan cara memfagosit chlamidia spesifik, EB terdapat pada
vakuola sitoplasma atau phagosome, EB berubah menjadi reticular body (RB) untuk
berkembang biak. Memperbanyak diri dengan cara pembelahan biner setelah menduplikasi
DNA, RNA dan protein dengan menggunakan ATP inangnya. RBs kemudia tersusun kembali
menjadi EBs, bentuk infeksi organisme. Pada akhirnya sel inang akan mengalami lisis dan
eksisitasis dengan pelepasan para EBs, yang menginfeksi sel-sel yang berdekatan dan kembali ke
siklus. Proses ini memakan waktu 2 3 hari