Anda di halaman 1dari 1

Sejarah Banten

Banten adalah sebuah provinsi di pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini dulunya
merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tahun
2000, dengan keputusan Undang-undang no.23 tahun 2000. Wilayahnya
mencakup sisi barat dari Provinsi Jawa Barat, yaitu Serang, Lebak, Pandeglang,
Cilegon, dan Tangerang. Ibukotanya kota Serang.

Banten telah dikenal sejak abad 14 dengan masuknya penjelajah Eropa. Islam
masuk ke daerah Banten pada abad 16. Pemerintahan Provinsi Banten dibentuk
pada tahun 2000

Koordinat 5°7'50" - 7°1'11" LS dan 105°1'11" - 106°'12" BT


Tanggal penting 4-Oktober-2000(hari jadi)

Gubernur Hj, RT. Atut Chosiyah


Luas9.160,70 km2
Penduduk7.451.300Jiwa
Suku Banten, Betawi, Sunda, Baduy, Jawa, dan Lampung
Agama Islam (96,6%), Kristen (1,2%), Katolik (1%), Buddha (0,7%), Hindu
(0,4%)
Bahasa Indonesia, Jawa Banten, Sunda, Jawa
Pada saat terbentuknya provinsi Banten, Gubernur Hakamudin Djamal dipilih
oleh Pemerintah Pusat. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Djoko
Munandar dan Atut Chosiyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten
pertama
pada tanggal 6 desember 2006 dilaksanakan pemilihan kepala daerah langsung,
dan dimenangkan oleh pasangan Ratu Atut Choisiyah dan Moh. Masduki, dan
keduanya akan menjabat pada tahun 2007 - 2011
Rumah adatnya adalah rumah panggung yang beratapkan daun atap dan
lantainya dibuat dari pelupuh yaitu bambu yang dibelah-belah. Sedangkan
dindingnya terbuat dari bilik (gedek). Untuk penyangga rumah panggung adalah
batu yang sudah dibuat sedemikian rupa berbentuk balok yang ujungnya makin
mengecil seperti batu yang digunakan untuk alas menumbuk beras.

Golok adalah senjata tradisional di Banten