Anda di halaman 1dari 2

Sel mast

Sel mast ditemukan oleh Ehrlich dan dinamakan sel mast karena sitoplasmatersebar
luas dalam jaringan ikat, berkelompok kecil-kecil dekat pembuluh darah. Sel mast
+ 12 um, berbentuk lonjong, tidak teratur dan kadang-kadang memiliki
pseudopodia pendek, menunjukkan mobilitasnya yang lambat. Inti sel berbentuk
bulat, relatif kecil dan berwarna basofil/kebiruan, sering tertutup granula
sitoplasma. Granula bersifat refraktil dan larut dalam air. (8) Dengan pewarnaan
aniline basa (biru metilen/Azure A), sel mast terpulas metakromasia di mana warna
biru berubah menjadi ungu. Hal ini timbul karena interaksi antara bahan pewarna
dengan proteoglikan (heparin) yang terdapat di dalam granula. (6) Secara
ultrastruktur, granula sel mast berbentuk bulat atau oval, diliputi unit membran,
mengandung partikel padat dan matriks yang kurang padat. Juga ditemukan sedikit
populasi dari granula kecil yang seragam terletak dekat inti. Sitoplasma sel mast
mengandung ribosom bebas, mitokondria dan glikogen, sementara itu pada
permukaan sel ada tonjolan2 yang tumpul dan tidak beraturan yang merupakan
reseptor untuk immunoglobulin pada waktu sel mast terangsang oleh suatu antigen.
Asal dan distribusi sel mast
Sel mast merupakan bagian dari sel pengembara jaringan ikat yang memiliki
pseudopodia untuk melakukan mobilisasi.Pada dasarnya sel mast terdapat pada
semua organ, terutama pada jaringan mukosa paru-paru, traktus digestivus, dan
kulit. Kepadatan sel mast di dalam kulit normal manusia sekitar 10000/mm3. Sel
mast dari jaringan ikat mempunyai beberapa persamaan karakteristik sitologikal
dan fungsional dengan basofil, tapi mereka merupakan 2 sel yang berbeda jenis.
Basofil berasal dari sumsum tulang, masuk ke dalam sirkulasi darah, dan bermigrasi
melalui endotel venula masuk ke dalam jaringan ikat. Sel mast berasal dari jaringan
ikat, ditemukan terutama di sekitar pembuluh darah kecil dan berasal dari
perivascular mesenchymal cell. Penelitian baru mengindikasikan bahwa keduanya
berdiferensiasi dari sel stem hemopoetik . Sel stem dari sirkulasi darah masuk ke
dalam jaringan ikat dan berdiferensiasi menjadi sel mast. Sel mast juga dapat
berkembang dari sel mast yang sudah ada dengan melakukan pembelahan mitosis.
Sel mast dan basofil memiliki beberapa persamaan antara lain sebagai
mediator/perantara pada reaksi hipersensitivitas tipe I. Keduanya mempunyai
jumlah reseptor yang banyak untuk Ig E pada permukaan selnya. Pada manusia
reseptor Ig E pada sel mast adalah 300000 - 400000/sel sedangkan pada basofil
40000 - 100000/sel. Sitoplasma mengandung granula metakromasi yang spesifik.
Ada beberapa perbedaan antara sel mast dan basofil. Sel mast ditemukan hanya
pada jaringan penyambung, umur beberapa bulan hingga tahun, dapat regranulasi,
granula mengandung prostaglandin, pelepasan mediator kimia dipengaruhi oleh
sodium kromoglikat. Sedangkan basofil ditemukan di dalam sirkulasi dan jaringan
penyambung, umur 10-12 hari, granulanya tidak mengandung prostaglandin,

pelepasan histamin oleh basofil tidak dihambat oleh kromoglikat, granula basofil
manusia lebih banyak mengandung kondroitin sulfat disbanding sel mast.