Anda di halaman 1dari 9

Dinamika Litosfer

1. Pengertian Litosfer
- Lithos = batu, sphaira = bulatan
- Litosfer merupakan lapisan batuan
atau kulit bumi yang mengikuti
bentuk bumi dengan ketebalan
kurang lebih 1200 km
2. Mavcam-macam batuan
a. Batuan beku = terbentuk karena
pendinginan magma pijar yang
padat
Batuan tubir/ batuan beku
dalam
o Terbentuk jauh didalam kulit
bumi
o Hanya terdiri atas kristal dan
berbentuk besar-besar
karena pendinginannya
lambat
o Contoh : Granit
Batuan leleran/ batuan beku
luar
o Membeku diluar kulit bumi
sehinggatemperaturnya
turun cepat sekali
o Ada yang terdiri dari kristalkristal besar, kristal-kristal
kecil, dan bahkan amorf.
o Contoh : batu apung (dari
amorf)
Batuan beku gang
o Terbentuk didalam korokkorok / gang.
o Karena tempatnya dekat
permukaanpendinginannya
lebih cepat
o Ada yang dari kristal besar,
kristal kecil, bahkan ada
yang tidak mengkristal
o Contoh : Granit fosfir
b. Batuan Sedimen
batuan hasil endapan dari batuan
beku yang mengalami pelapukan
dan terangkut oleh air, angin,
atau es.
Berdasarkan perantaranya dibagi
3:
Batuan sedimen aeolis/aeris
o diangkut oleh angin
o Contoh : tanah loess, tanah
tuf, dan tanah pasir di gurun
Batuan sedimen aquatis

Breksi = terdiri dari batubatu bersudut tajam dan


menyatu
o Konglomerat = terdiri atas
batu-batu bulat yang saling
menyatu
o Batu pasir
Batuan sedimen glasial
o Diangkut oleh es
o Contoh : Morena
Berdasarkan tempat
pengendapannya :
Batuan sedimen lakustrin
o Diendapkan di danau
o Contoh : tufa danau, dan
tanah liat danau
Batuan sedimen kontinental
o Diendapkan di darat
o Contoh : tanah loesss
dan tanah gurun pasir
Batuan sedimen marine
o Diendapkan di laut.
Contoh : lumpur biru,
endapan radiolaria dan
lumpur merah
c. Batuan metamorf
Batuan yang mengalami perubahan
yang dahsyat. Bisa berasal dari
batuan beku dan batuan sedimen
Faktor-faktornya :
a. Suhu tinggi
o Karena berdekatan
dengan dapur magma
o Contoh : marmer dari batu
kapur dan antrasit dari
batu bara
b. Tekanan tinggi :
o Berasal dari endapanendapan yang tebal
o Contoh : batu pasir dari
pasir
c. Tekanan dan suhu tinggi
o Terjadi bila ada pelipatan
pergeseran ketika
pembentukan dinamo. Contoh
: batu asbak, schit, dan shale
3. Tektonisme
a. Epirogenetik =
Epirogenetik positif : gerak turunnya
daratan sehingga terlihat seakan
permukaan air naik. Contoh :
A. Turunnya pulau-pulai di
Indonesia bagian timur
o

(Maluku sampai ke Pulau


Banda)
B. Turunnya muara sungai
hudson di amerika
C. Turunnya lembah sungai
kongo
Epirogenetik negatif : gerak naiknya
daratan sehinggat terlihat seakan
permukaan air turun. Contoh :
A. Naiknya pulau timor dan
pulau buton
B. Naiknya dataran tinggi
colorado di amerika
C. Naiknya pulau simeulue saat
gempa di aceh
b. Orogenetik =
Lengkungan
Patahan : gerakan tekanan horizontal
yang menyebabkan lapisan kulit bumi
retak/ patah
a. Graben atau slank
b. Haors/ tanah naik
c. Fault scrap
o Dampak negatif :
1. Dapat merusak permukaan
bumi
o Dampak positif :
1. Naik dan terbukanya
barang tambang ke
permukaan bumi
Retakan : disebakan tekanan dan
tarikan
Lipatan : gerak tekanan horizontal
menyebabkan lapisan kulit bumi yang
elastis mengkerut, melipat dan
menghasilkan relief berbentuk
pegunungan
o contoh lipatan : pegunungan
tua ( pengunungan ural dan
allegheny)
o jenis lipatan : tegak, sesar
sungkup, miring,
menggantung, isoklinal,
monoklinal, rebah, terbuka
4. Vulkanisme
A. Aktifitas magma
Instrusi magma :
Bentuk konkordan :
a. Sill : magma yang masuk diantara
dua lapisan bahan sedimen dan
membeku
b. Lakolit : magma yang masuk
diantara batuan sedimen. Bagian
atasnya cembung dan bagian
bawahnya datar

c. Pakolith
d. Lopolith
Bentuk diskordan :
a. Dike
b. Batolit : magma yang menembus
lapisan-lapisan batuan dan
membeku di tengah jalan
c. Stock
Ekstruksi Magma
Berdasarkan bentuk :
a. Sentral. Contoh : gunung api
Gunung api menurut bentuk :
Gunung api maar
Gunung api kerucut
Gunung api perisai
Gunung api kaldera
Gunung api menurut aktifitas
Gunung api aktif : masih bekerja
dan kawah selalu mengeluarkan
asap
Gunung api mati : tidak meletus
dan tidak menunjukkan aktivitas
vulkanik sama sekali
Gunung api istirahat : sewaktuwaktu meletus dan kemudian
istirahat kembali
b. Linear
Menghasilkan deretan gunung
berapi
c. Areal
Dapur magma dekat dengan
permukaan bumi
Berdasarkan Kekuatan
a. Eksplosif : letusan kuat
b. Efusif : letusan lemah
B. Tipe Letusan :
a. Tipe hawaii
b. Tipe stromboli
c. Tipe perret
d. Tipe vulkano kuat
e. Tipe vulkano lemah
f. Tipe merapi
g. Tipe st. Vincent
h. Tipe pelee
C. Material Vulkanik
a. Benda padat :
Allogen : berasal dari batuan sekitar
pipa kawah yang ikut terlempar
Antogen : berasal dari magma pada
gunung tersebut (piroklastik)
b. Benda cair :
A. Lava : magma yang telah sampai
di permukaan bumi
Pillow lava
Pahoehoe lava
Aa lava

c.

Lava domes and coulees


B. Lahar panas : aliran lumpur panas
yang terjaid saat magma
bercampur dengan air
C. Lahar dingin : batu, pasir, debu di
puncak gunung yang bercampur
dengan air hujan dan
memmbentuk lumpur kental
Benda gas :
Solfatara : gas H2S (belerang)
Fumarol : gas bercampur uap air
Mofet : uap air yang mengandung
CO2

D. Gejala pasca Vulkanik


a. Makdani : mata air mineral bersuhu
panas
b. Geiser : mata air yang memancarkan
air panas secara periodik
c. Fumarol : sumber uap dan gas
Solfatara : sumber gas belerang
Mofet : sumber gas karbondioksida
Sumber uap air
5. Seisme
- Istilah-istilah yang berkaitan dengan
gempa
a. Seismelogi : ilmu yang
mempelajari gempa bumi
b. Seismograf : alat pencatat gempa
c. Seimogram : hasil gambaran
seismograf yang berupa garis
garis patah
d. Hiposentrum : pusat gempa di
dalam bumi
e. Eppisentrum : tempat di
permukaan bumi atau di
permukaan laut yang tepat di ats
episentrum. Pusat gempa di
permukaan bumi
f. Homoseista : garis khayal pada
permukaan bumi yang mencatat
gelombang gempa primer pada
waktu yang sama
g. Pleistoseista : garis khayal yang
membatasi sekitar episentrum
yang mengalami kerusakan
terhebat akibat gempa
h. Isoseista : garis pada peta yang
menghubungkan tempat tempat
yang mempunyai kerusakan fisik
yang sama
i. Mikroseista : gempa yang terjadi
sangat halus atau lemah dan

dapat diketahhui hanya dengan


alat gempa
j. Makroseista : gempa yang terjadi
sangat besar kekuatannya,
sehingga tanpa menggunakan
alat, dapat diketahui jika terjadi
gempa.
k. Gelombang gempa :
Longitudinal
Transversal
Panjang
- Klasifikasi gempa
a. Berdasarkan penyebabnya
Runtuhan : terjadi karena
gugurnya atau runtuhnya tanah,
biasanya terjadi pada tambang
yang berbentuk terowongan,
pegnungan kapur dan lubang
Gempa vulkanik : terjadi karena
meletusnya gunung berapi,
getaran disebakan oleh tekanan
gas dari dalam sumbat kawah.
Gempa tektonik : disebabkan
oleh pergerakan lempengan
tektonik dan merupakan akibat
dari gerak orogenesis.
b. Berdasarkan intensitasnya
Makroseime : gempa yang
intesitasnya besar dan dapat
diketahui tanpa alat
Mikroseisme : gempa yang
intesitasnya kecil dan hanya
dapat diketahui dengan
menggunakan alat
c. Berdasarkan bentuk episentrum
Linear : gempa yang
episentrumnya berbentuk linear
(garis)
Sentral : gempa yang
episentrumnya berbentuk titik
d. Berdasarkan kedalaman
hiposentrum
Gempa dalam : jika letak
hiposentrumnya antara 300-700
km
Gempa intermidier : jika
hiposentrumnya 100-300 km
Gempa dangkal : jika letak
hiposentrumnya kurang dari 100
km
e. Berdasarkan jarak episentrum
Dekat
Jauh
- Cara menentukan letak episentrum :

a. Menggunakan tiga tempat yang


terletak pada satu homosesita
b. Menggunakan hasil catatan
seismograf
c. Menggunakan tiga tempat yang
mencatat episentrum
A = ( S-P ) 1 menit x 1000 km
S= waktu yang menunjukkan
pukul berapa gelombang
sekunder tercatat di stasiun
P= waktu yang menunjukkan
pukul berapa gelombang primer
tercatat di stasiun
Skala Gempa
1. Skala richter
2. Skala mercalli
3. Skala kekuatan momen

a. Pelapukan
Pelapukan ialah perusakan batuan
kulit bumi karena pengaruh keadaan
cuaca.
Hasil
pelapukan
adalah
terbentuknya tanah.
a. Pelapukan Fisis / Mekanik
:
ialah
pelapukan
yang
bersifat
merombak batuan
secara
mekanik,
tanpa
mengubah sifat batuannya.
Pelapukan ini dapat terjadi
karena :
i. Perbedaan Suhu Siang dan
Malam Pada siang hari
memuai, pada malam hari
menyusut
shingga
mengakibatkan
retakan
kemudian hancur
ii. Perubahan Volume Pada Celah
Batuan Air pada celah
batuan mendingin menjadi es,
volume bertambah, sehingga
pecah. Terjadi
di
daerah
pegunungan tinggi
b. Pelapukan Organis
:
Adalah
pelapukan yang disebabkan proses
organis. Contoh : Akar tumbuhan
menembus
batuan,
binatang
melubangi batuan untuk dijadikan
sarang, bahan bangunan, daun yang
membusuk diatas batuan.
c. Pelapukan Kimiawi
: Pelapukan
yang terjadi akibat peristiwakimia
i. Hasil Pelapukan Kimia
:

1. Ponor, adalah lubang masuknya aliran


air ke dalam tanah berupa masuknya
air sungai ke dalam tanah di daerah
kapur.
2. Dolina, Lubang di permukaan tanah
kapur, bentuk seperti corong, piring,
dan sumur. Terbentuk karena air yang
meresap, melarutkan kapur yang
dilaluinya.
3. Uvala, adalah beberapa dolina yang
menjadi satu
4. Jama, adalah dolina yang dindingnya
tegak lurus
5. Lokva, adalah Danau di daerah karst,
karena dasar dan dinding dolina
tertutup oleh lapisan baru kedap air
6. Sungai Bawah tanah, karena aliran air
yang meresap di celah celah kapur,
berkumpul serta mengalir kembali ke
dalam tanah daerah kapur
7. Stalaktit,
Endapan
kapur
yang
menggantung pada langit gua
8. Stalakmit,
Endapan
kapur
yang
terdapat di dasar gua
9. Tiang kapur, Stalakti dan stalakmit
yang menyatu
b. Erosi
Ialah proses terkikisnya permukaan
tanah yang disebabkan oleh air,
angin, dan angin.
a. Berdasarkan Penyebab
i. Erosi Air Sungai Erosi yang
disebabkan oleh air sungai,
dipengaruhi kecepatan aliran
sungai , daya angkut air
sungai, kohesi batuan pada
alur
sungai,
keadaan
permukaan batuan
1. Erosi Dasar, Erosi yang pengikisannya
terutama pada dasar sungai, terjadi
pada sungai muda.
Hasil
: Sungai dengan dasar bentuk
V dan U
2. Erosi Tepi, Erosi yang pengikisannya
terutama pada tepi sungai terjadi pada
sungai tua. Yang dihasilkan :
a. Dataran banjir, Yang terdapat di
kanan dan kiri sepanjang aliran
sungai.
b. Meander, Sungai yang berkelokkelok dengan arah aliran tetap
Berdasarkan tingkat kerusakannya :

1. Erosi Percik, pengikisan yang


terjadi oleh percikan air yang
berupa
partikel
tanah
lalu
diendapkan
2. Erosi Lembar (Sheet Erosion),
Proses Pengikisan tanah yang
tebalnya sama atau merata dalam
suatu permukaan tanah.
3. Erosi Alur (Rill Erosion), Terjadi
karena
air
yang
mengalir
berkumpul dalam satu cekungan,
sehingga terjadi erosi tanah yang
lebih besar
4. Erosi Parit (Gully Erosion), Sama
hanlnya dengan erosi alur, tetapi
saluran-saluran yang terbentuk
telah dalam.
ii. Erosi Air Laut ( Abrasi )
:
Erosi yang terjadi akibat air
laut, biasa terjadi pada pantai
yang curam. Hasil : Cliff,
Notch, Gua di pantai, Wave
Cut Platform, Tanjung, teluk.
iii. Erosi Angin ( Deflasi )
:
Terkikisnya batuan oleh angin
( korasi ), Hasil : Batu Jamur,
di Pantai membentuk bukitbukit pasir
iv. Erosi Gletser ( Eksharasi) :
Erosi yang terjadi akibat es
atau salju yang mencair dan
bergerak
turun
melalui
lembah pegunungan. Hasil :
Lembah
yang
semula
berbentuk V menjadi bentuk
U.
v. Erosi Air Hujan
:
Erosi
yang
disebabkan
penghanyutan
atau
penelanjangan dari lapisan
tanah bagian atas.
c. Sedimentasi
Terbawanya material
hasil
dari
pengikisan dan pelapukanoleh air,
angin atau gletser ke suatu wilayah
yang kemudian diendapkan.
Berdasarkan Tenaga Pengangkut
a. Pengendapan oleh air ( Sedimen
Aquatis )
a. Meander, Sungai yang berkelok-kelok
yang
terbentuk
karena
adanya
pengendapan, terjadi pada bagian
tengah

b. Oxbow
Lake,
Pengikisan
dan
pengendapan yang terus menerus
sehingga
menyebabkan
kelokan
sungai terpotong terpisah dari aliran
sungai membentuk genangan air atau
sungai mati.
c. Delta, Endapan dari pasir, tanah liat,
lumpur yang membentuk daratan
yang luas yang disebabkan aliran air
lambat, terjadi pada muara sungai.
i. Estuaria, perairan yang semi
tertutup
yang
berhubungan
bebas dengan laut
ii. Delta
Runcing,
Bentuknya
runcing ke atas dan menyerupai
kerucut
iii. Delta
Cembung,
Terbentuk
karena
aliran
sungai
tidak
membawa
banyak
endapan,
bentuknya menyerupai busur
iv. Delta Lobben ( Kaki Burung ),
Terbentuk jika air sungai yang
mengalir ke muara membawa
banyak endapan tanah.
d. Tanggul Alam, Suatu dataran pada
tepi sungai yang terbentuk oleh
bahan bahan yang terbawa oleh air
sungai pada saat banjir surut
b. Pengendapan
oleh
air
laut
( Sedimen Marine) Karena
adanya gelombang air laut
a. Pesisir, Wilayah pengendapan di
sepanjang pantai, biasanya terdiri
atas material pasir.
b. Spit,
Akumulasi
material
dari
pengendapan material ketika masuk
ke laut yang dalam.
c. Tombolo, Endapan pasir di pantai
yang menghubungkan pulau karang
dengan pulau utama.
d. Penghalang
pantai,
Spit
yang
terbentuk melewati teluk
e.
c. Pengendapan
oleh
angin
( Sedimen Aeolis)
a. Gumuk pasir, Akumulasi pasir yang
cukup banyak dan tiupan angin yang
kuat yang membawa pasir sehingga
membentuk timbunan
b. Tanah Loss, Lapisan tanah yang
berasal dari debu gurun pasir yang
dibawa
oleh
angin.
Kemudian,
mengendap
membentuk
tanah
lapisan baru

c. Borehan
d. Pengendapan
Oleh
Gletser
(Sedimen Glacial)
a. Moraine, merupakan bentukan oleh
bagian depan sungai es yang
bergerak maju.Moraine itu terbuat
selama akhir abad es
b. Kettler
c. Sker
d. Clumline
Berdasarkan
tempat
pengendapannya
a. Sedimen Teristris, batuan sedimen
yang diendapkan di darat
b. Sedimen Marine, Batuan sedimen
yang diendapkan di laut
c. Sedimen Limnis, Batuan sedimen
yang diendapan di danau
d. Sedimen Fluvial, Batuan sedimen
yang diendapkan di sungai
e. Sedimen Glasial, Batuan Sedimen
yang diendapkan di daerah-daerah
es atau gletser
d. Mass Wasting
Mass wasting atau tanah bergerak
adalah perpindahan massa tanah
dan batuan karena adanya gaya
berat.Dipengaruhi oleh : Kemiringan
Lereng,Gravitasi, pengaruh air.
Tipe Mass Wasting
a. Rayapan Tanah, Mass Wasting
perpindahan masa, tanah, dan
regolit sangat lambat. Terjadi di
Lereng landai dan luas disebabkan
oleh perbedaan suhu
b. Aliran Tanah ( Earth Flow), Sering
terjadi di daerah hungid akibat hujan
yang terus menerus alirannya agak
kental
c. Mudflow, Perpindahan material lepas
yang bercampur dengan air dengan
kecepatan relatif tinggii
d. Rockslide, Bilamana blok dari batuan
induk
terlepas
dan
meluncur
kebawah
e. Slump,
Merupakan
perpindahan
massa batuan atau materual lepas
dari tempat yang tinggi ke tempat
yang rendah melalu suatu bidang
luncur yang lengkung
f. Solifluction, Sering Terjadi pada
daerah yang beriklim dingin, di
daerah ini es yang berada pada
regolit, mencair pada musim semi
dan panas, tetapi bagian bawahnya

masih tetap beku karena air dari es


yang mencair di bagian atas tidak
dapat meresap ke bawah, bila
batuan
yang
tersingkap
ini
mengalami
pelapukan,
hasil
lapukannya juga akan terkikis oleh
Solifluction
PEMBENTUKAN TANAH DAN
PEMANFAATANNYA
1. Faktor utama pembentuk tanah . T =
f ( i, o, b, t, w)
Iklim
Daerah yang mengalami perubahan
iklim yang drastis, maka akan
semakin cepat proses pembentukan
tanahnya.
Organisme
Aktifitas organisme mempengaruhi
perkembangan tanah. Contoh,
karena adanya aktifitas
pertambangan, maka pembentukan
tanah semakin cepat.
Batuan Induk
Mempengaruhi penentu sifat tanah.
Topografi
Topografi atau bentuk medan
mempengaruhi pembentukan tanah
terkait dengan keberadaan air dan
suhu. Topografi erat kaitannya
dengan drainase (pengaliran).
Tempat yang topografinya lebih
curam maka drainasenya besar dan
mengakibatkan pembentukan
tanahnya memiliki lapisan atas
yang tipis.
Waktu
Factor waktu dikembalikan lagi ke
factor i,o,b, t.
2. Sifat kimia tanah
PH tanah
Sifat
Keb. kapur
Sangat asam

Asam

Agak asam

Netral
Agak alkalis/ basa
Basa
Kandungan mineral (aku masih
ganyambung)

Keb.

3. Horizon tanah
a. Horizon O : paling atas, paling
subur
b. Hoirzon A : terdiri atas material
organic berwarna gelap
tercampur dengan butiran
mineral akibat aktivitas
organisme.
Notes : horizon O dan A disebut
lapisan topsoil
c. Horizon E : terdiri atas pasir dan
lempung. Lapisan ini telah
kehilangan sebagian besar
kandungan mineralnya.
d. Horizon B : terdapat sedikit
materi organic.
Notes : Horizon E bisa masuk ke
horizon B, karena horizon E
adalah akumulasi pencucian dari
horizon A.
e. Horizon C : lapisan bawah yang
terdiri atas bahan induk tanah.
f. Horizon D atau R : terdiri dari
batuan pejal.
4. Warna tanah
Semakin tinggi kadar bahan organik,
semakin gelap atau hitam warna
tanah. Semakin tinggi tingkat
kelembaban tanah, semakin gelap
warna tanah.
- Mineral kapur, kaolin, kuarsa, dan
feldspar menambah putih warna
tanah
- Zat besi dan hematite, magnetic
dan limonit member warna merah,
coklat, atau kuning.
5. Tekstur tanah
a. Pasir : diameter 2,0-0,05 mm
b. Debu : diameter 0,05-0,002 mm
c. Lempung atau liat : diameter
<0,002 mm
6. Struktur tanah -> gabungan dari
tekstur tanah.
a. Kersai (granular) : pori-pori sedikit
dan lebih padat.
b. Kubus (blocky) : berbentuk jika
sumber horizon sama dengan
sumbu vertical
c. Lempeng (platy) : bentuknya
sumpu horizontal lebih panjang
dari sumbu vertikalnya. Biasanya
terjadi pada tanah liat yang baru
terjadi secara deposisi

d. Prisma : bentuknya jika sumbu


vertical lepih panjang daripada
sumbu horizontal
e. Tiang : mengalami perkembangan
sangat lanjut dan terdapat
horizon B
f. Remah (crumb). Struktur tanah ini
merupakan struktur tanah yang
mempunyai pori-pori banyak.
7. Porositas dan permeabilitas tanah
a. Porositas : perbandingan pori-pori
dalam tanah dengan volume
massa tanah yang dinyatakan
dalam persen. Semakin tinggi
porositasnya, maka pori-pori
tanah semakin renggang.
b. Permeabilitas : kecepatan air
meresap ke dalam tanah melalui
pori-pori tanah.
8. Jenis-jenis tanah dan persebaran nya
di Indonesia
a. Tanah Alluvial
Terdiri dari pasir halus. Berwarna
kelabu. Terbentuk pada topografi
yang datar
Persebaran : Sumatra bag. timur,
Jawa bag. utara, Kalimantan bag.
selatan dan tengah, dan Papua
bag. Selatan.
b. Tanah Vulkanis
Terbentuk dari pelapukan batuan
vulkanis / abu vulkanis yang
mengalami penurunan /
pendinginan suhu. Tanah ini
sangat subur.
Persebaran : Lereng gunung
berapi -> Sumatera, Jawa, Bali.
c. Tanah Regosol
Terdiri dari endapan abu vulkanis
dan endapan pasir . Kadar
organisnya rendah. Tidak subur
karena bercampur pasir.
Persebaran : Nusa Tenggara
d. Tanah Humus
Terbentuk dari bahan-bahan
organic yang telah membusuk.
Sangat subur. Warnanya hitam.
Persebaran : Sumatera,
Klaimantan, Sulawesi
e. Tanah Gambut
Di daerah yang amat datar. Sama
seperti humus, hanya
pembusukannya di rawa. Gak
subur. Karna sangat asam.

Persebaran : Sumatera,
Kalimantan, Papua
f. Tanah Kapur
Terbentuk dari pelapukan batuan
kapur. Cocok untuk tumbuhan jati
karena ia adalah tumbuhan keras.
Persebaran : Aceh
g. Tanah Litosol
Adalah tanah berbatu yang belum
mengalami pelapukan secara
sempurna. Terbentuk karena
curah hujannya yg rendah.
Persebaran :
h. Tanah Laterit
Tanah yang humusnya habis.
Persebaran : Kal-bar, Lampung,
Sul-teng
i. Tanah pasir
Terbentuk dari batu pasir yg
melapuk. Sangat miskin unsur
hara.
Persebaran : pantai barat
sumatera barat, Jatim, Sulawesi
j. Tanah podzolik
Terbentuk karena curah hujan
yang tinggi.
Persebaran : Kal-teng, Sum-Ut,
Papua.
k. Tanah Grumusul.
Terdiri dari material halus dan
lempung. Mudah terkena longsor.
9. Usaha menjaga kesuburan tanah dan
mengurangi erosi tanah.
Menggunakan metode konservasi
tanah.
a. Konservasi vegetative
Countour farming, yaitu
menanami lahan mengikuti
garis kontur, sehingga
perakaran tanaman dapat
menahan tanah (mencegah laju
air)
Pembuatan tanggul pasangan
(gulud) untuk menahan hasil
erosi.
Countour strip cropping, yaitu
bercocok tanam dengan cara
membagi bidang-bidang tanah
dalam bentuk sempit dan
memanjang mengikuti garis
kontur sehingga bentuknya
berkelok-kelok. Tiap bidang
ditanamin tanaman yang

berbeda-beda secara
berselang-seling (tumpang sari)
Crop rotation , yaitu usaha
pergantian jenis tanaman
supaya tanah tidak kehabisan
unsure hara tertentu akibat
diserap oleh salah satu jenis
tanaman.
Reboisasi, yaitu menanami
kembali hutan-hutan yang
gundul
b. Konservasi mekanik
Terassering
Countour plowing , yaitu
membajak lahan searah garis
kontur sehingga terbentuk garis
horizontal.
Irigasi :pengairan sawah
c. Konservasi kimiawi.
Pemupukan
Penambahan belerang
pada tanah : untuk
menetralkan tanah basa
Penambahan kapur pada
tanah : untuk menetralkan
tanah asam
LAPISAN ATMOSFER DAN MANFAATNYA
1. Troposfer
- 0-12 km diatas permukaan bumi
- Lapisan troposfer :
a. Planetair : 0-1 km
b. Konveksi : 1-8 km
c. Tropopause : 8-12 km
- Tempat terjadinya cuaca dan iklim
- Suhu :
a. Kutub : -46 celcius
b. Iklim sedang : -50 celcius
c. Ekuator : -50 celcius
- Ketinggian
a. Kutub : 8km
b. Iklim sedang : 11 km
c. Ekuator : 16 km
- Gradien suhu vertikal : semakin
tinggi tempat, maka kerapatan
udaranya semakin renggang dan
suhu nya rendah
- Manfaat :
Hujan membuat tanaman
dan tanah subur
Angin untuk pelayaran
Panas untuk menjemur baju
2. Stratosfer
- 12-60 km diatas permukaan bumi

Terdiri dari 3 lapisan


(isoterm,panas, campuran teratas)
- Stratopause : lapisan peralihan
stratosfer-mesosfer ( ketinggian
50km)
- Manfaat :
Lapizan ozon melindungi bumi
dari sinar ultraviolet
3. Mesosfer :
- 160-80 km diatas permukaan bumi
- Temperatur -50 celcius sama 70
celcius
- Lapisan pelindung bumi dari
meteor dan benda luar angkasa
- Meteor hancur karena terjadinya
perubahan suhu yang derastis
4. Termosfer :
- 80-100 km diatas permukaan bumi
- Temperatur antara -40 celcius
hingga -5 celcius

Sebagian molekul mengalami


ionisasi
- Ionisasi bermanfaat sebagai
pemantulan gelombang radio
5. Ionosfer
- Ionosfer sebenarnya ad didalam
termosfer
- 100-800 km diatas permukaan
bumi
- Temperatur 0-70 derajat celcius
- Seluruh atom mengalami ionisasi
- Ad 3 lapisan (lapisan E, lapisan F,
lapisan atom)
6. Eksosfer
- Lebih dari 1800 km diatas
permukaan bumi
- Lapisan paling luar
- Manfaat : sebagai penempatan
satelit buatan