Anda di halaman 1dari 8

TUJUAN

1 Untuk mengetahui penguatan dan pelemahan gelombang


2 Untuk mengetahui panjang gelombang bunyi
3 Untuk mengetahui cepat rambat gelombang bunyi
ALAT DAN BAHAN
1. Set percobaan resonansi
2. Garputala
3. Pemukul Garputala
4. Air
5. Kaleng air
6. Corong
7. Gelas
DASAR TEORI
Pada hakekatnya gelombang menjalar adalah suatu penjalaran gangguan, energi atas atau
momentum Perambatan gelombang ada yang memerlukan medium, seperti gelombang tali
melalui tali dan ada pula yang tidak memerlukan medium, seperti gelombang listrik magnet
dapat merambat dalam vakum. Perambatan gelombang dalam medium tidak diikuti oleh
perambatan media, tapi partikel-partikel mediumnya akan bergetar. Perumusan matematika suatu
gelombang dapat diturunkan dengan peninjauan penjalaran suatu pulsa. Dilihat dari ketentuan
pengulangan bentuk, gelombang dibagi atas gelombang periodik dan gelombang non periodik.
Jika dua buah gelombang merambat dalam satu medium, hasilnya adalah jumlah dari
simpangan kedua gelombang tersebut. Hasil dari supersosisi ini menimbulkan berbagai
fenomena yang menarik, seperti adanya pelayangan, interferensi, difraksi, dan resonansi.
Misalkan superposisi dari suatu gelombang datang dengan gelombang pantulnya bisa
menghasilkan gelombang yang dikenal sebagai gelombang stasioner atau gelombang berdiri.
Jika gelombang datang secara terus menerus maka akan terjadi resonansi. Resonansi pada
umumnya terjadi jika gelombang mempunyai frekuensi yang sama dengan atau mendekati
frekuensi alamiah, sehingga terjadi amplitudo yang maksimal. Peristiwa resonansi ini banyak
dimanfaatkan dalam kehidupan, misalkan saja resonansi gelombang suara pada alat-alat musik.
Gelombang suara merupakan gelombang mekanik yang dapat dipandang sebagai gelombang
simpangan maupun sebagai gelombang tekanan.
Jika gelombang suara merambat dalam suatu tabung berisi udara, maka antara gelombang
datang dan gelombang yang dipantulkan oleh dasar tabung akan terjadi superposisi, sehingga
dapat timbul resonansi gelombang berdiri jika panjang tabung udara merupakan kelipatan dari
( = panjang gelombang).

Jika gelombang suara dipandang sebagai gelombang simpangan, pada ujung tabung yang
tertutup akan terjadi simpul, tetapi jika ujungnya terbuka akan terjadi perut (lihat Gb, Ia dan Ib)

Untuk tabung yang salah satu ujungnya tertutup, hubungan antara panjang tabung L dan
panjang gelombang adalah:

Dan untuk tabung yang kedua ujungnya terbuka, maka :

Karena ukuran garis tabung kecil jika dibandingkan dengan panjang gelombang, perut
gelombang simpangan tidak tepat terjadi pada ujung terbuka didekatnya (lihat Gb-2), pada suatu
jarak e= 0,6 R diluar tabung (R = jari-jari tabung)

Jadi persamaan (1a) dan (1b) menjadi

Karena

(V=kecepatan ,merambat suara dan N = frekuensi ), maka

LANGKAH PERCOBAAN
1. Siapkan alat set percobaan resonansi gelombang bunyi
2. Masukkan air ke dalam kolom air hingga penuh
3. Masukkan pipa yang kecil kedalam pipa air yang sudah terisi air yang penuh
4. Angkat pipa kecil kira-kira 30-50 cm, dengan syarat ujung pipa bawah tetap berada di air
5. Letakkan garputala sedikit diatas pipa kecil, lalu pukullah garputala (526 Hz), bersamaan
dengan itu turunkan pipa kecil hingga menyentuh dasar pipa besar. Amati terjadinya
pengerasan bunyi. Dan catat ketinggian pipa kecil berapa cm. lakukan pula pada saat
penguatan yang kedua dan ketiga
6. Ulangi kegiatan 1-5 untuk garputala yang lain (425 Hz, 341 Hz, 288 Hz)
7. Masukkan hasil amatan ke dalam tabel
TABEL PENGAMATAN
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Frekuensi
Garputala
526 Hz

425 Hz

341 Hz

288 Hz

Pertanyaan

Pengerasan
ke
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3

Panjang
pipa
30 cm
40 cm
50 cm
30 cm
40 cm
50 cm
30 cm
40 cm
50 cm
30 cm
40 cm
50 cm

Panjang
gelombang
21cm
20 cm
14 cm
23 cm
28 cm
34 cm
13 cm
27 cm
35 cm
20 cm
27 cm
31 cm

Cepat rambat
gelombang

1.
2.
3.
4.

Hitunglah panjang gelombangnya


Hitunglah cepat rambat gelombang bunyi masing-masing amatan!
Hitunglah rata-rata cepat rambat gelombang bunyi di udara!
Sebutkan dan jelaskan aplikasi cepat rambat gelombang bunyi dalam kehidupan seharihari atau dalam aplikasi teknologi
5. Bagaimana kesimpulan saudara

Jawaban
1.

2.

v
f

v
f
v
f
n.l

n.l

Dari rumus di atas menyatakan bahwa antara frekuensi dengan ketinggian bejana
berbanding lurus, semakin besar tinggi ketinggian bejana maka semakin besar
frekuensinya.
3. Resonansi bunyi bisa di manfaatkan untuk mengetahui kedalaman laut (aplikasi sonar)
dan resonansi gelombang suara pada alat-alat musik.serta dapat menentukan kecepatan bunyi di
udara juga dapat mendeteksi kerusakan logam di industri.

4.
Frekuensi garputala
341 Hz
426 Hz
512 Hz

h air pada penguatan h air pada penguatan h air pada penguatan


ke 1
ke 2
ke 3
18
65
Tidak diketahui
18
65
Tidak diketahui
18,5
65
Tidak diketahui
7
26
34
7
Tidak diketahui
34
13
45
Tidak diketahui

13

46

Tidak diketahui

5.
Frekuensi
garputala
341 Hz

h air pada penguatan


ke 1
1 / 4 18cm
1.
18cm.4

h air pada penguatan


ke 2
3/ 4
65cm
1.
65cm.4 / 3

72cm

86,67cm

v . f

1.

Tidak diketahui

v . f

72cm.341Hz

86,67cm.341Hz

24552cm / s

29554,47cm / s

245,52m / s

295,5447 m / s

1 / 4 18cm

h air pada penguatan


ke 3

2.

18cm.4

3/ 4
65cm

65cm.4 / 3

72cm

86,67cm

v . f

v . f

Tidak diketahui

72cm.341Hz
24552cm / s

86,67cm.341Hz

245,52m / s

29554,47cm / s
295,5447 m / s

1 / 4 18,5cm
3.

18,5cm.4

2.

3/ 4
65cm

65cm.4 / 3
86,67cm

74cm

v . f

v . f

Tidak diketahui

74cm.341Hz

86,67cm.341Hz

25234cm / s

29554,47cm / s

252,34m / s

295,5447 m / s

1 / 4 7cm

1.

3 / 4 26cm

1.

7cm.4

v . f

27,2cm
v . f

28cm.426 Hz

34,67cm.426 Hz

27,2cm.426 Hz

11928cm / s

14769,42cm / s

11587,2cm / s

119,28m / s

147,6942m / s

115,872m / s

426
1 / 4 7cm

2.

7cm.4

5 / 4 34cm

34cm.4 / 5
Tidak diketahui

28cm

v . f

1.

34cm.4 / 5

34,67cm

v . f

512

5 / 4 34cm

26cm.4 / 3

28cm

2.

1.

27,2cm
v . f

28cm.426 Hz

27,2cm.426 Hz

11928cm / s

11587,2cm / s

119,28m / s

115,872m / s

1 / 4 13cm

13cm.4

1.

3/ 4
45cm

45cm.4 / 3

52cm

v . f

60cm

v . f

52cm.512 Hz

60cm.512 Hz

26624cm / s

30720cm / s

266,24m / s

307,20m / s

Tidak diketahui

2.

1 / 4 13cm

13cm.4

2.

3 / 4 46cm

46cm.4 / 3

52cm

v . f

61,33cm
v . f

52cm.512 Hz

61,33cm.512 Hz

26624cm / s

31400,96cm / s

266,24m / s

314,0096m / s

Tidak diketahui

PEMBAHASAN
Dari percobaan diatas, Ketika kedua puncak gelombang bertemu, perpaduan dari dua puncak
gelombang memiliki amplitudo yang lebih besar dibandingkan dengan amplitudo dari masing-masing
puncak gelombang ketika terpisah. Ketika kedua lembah gelombang bertemu, perpaduan dari dua lembah
gelombang memiliki amplitudo yang lebih besar dibandingkan dengan amplitudo dari masing-masing
lembah gelombang ketika terpisah. Ketika puncak gelombang dan lembah gelombang bertemu, keduanya
saling melenyapkan. Dalam hal ini, medium yang dilalui menjadi rata alias tidak bergelombang.
Dari percobaan didapatkan hasil perhitungan, sebagai berikut :
v untuk penguatan I
v untuk penguatan II
v untuk penguatan III
(m/s)
(m/s)
(m/s)
245,52
295,5447
Tidak diketahui
341 Hz
245,52
295,5447
Tidak diketahui
252,34
295,5447
Tidak diketahui
119,28
147,6942
115,872
426 Hz
119,28
Tidak diketahui
115,872
226,24
307,20
Tidak diketahui
512 Hz
226,24
314,0096
Tidak diketahui
Di dalam percobaan diatas ada resonansi yang tidak di ketahui letaknya, meskipun percobaannya
di ulang beberapakali tetap tidak diketahui letaknya, peristiwa ini akibat beberapa faktor, yaitu :
Frekuensi garputala

a. Garputala yang kurang baik


b. Pengamatan atas datangnya suara oleh pengamat yang kurang bagus
c. Situasi dan kondisi ruangan yang kurang mendukung, misalnya suara gaduh dll.
d. Pemukulan garputala yang kurang keras atau lemah

KESIMPULAN

a. Kecepatan suara di pengaruhi oleh kedalaman bejana, dalam frekuensi yang sama
semakin dalam bejana mka semakin cepat suara merambat.
b. Frekuensi dengan ketinggian bejana berbanding lurus, semakin besar tinggi ketinggian
bejana maka semakin besar frekuensinya.
c. Kecepatan suara berbanding terbalik dengan frekuensi
d.