Anda di halaman 1dari 11

KEBERADAAN DAN FUNGSI

BAHASA INDONESIA
BAHASA INDONESIA

Disusun oleh:
080403020126
080403020127
080403020130
096403020033
110401060009
110401060126
110401060127

MOH TAUFIK
ONE KHESI GULO
SAIFUL HUDI
HERRY SATRIO
SEPTI ISMAWIYANTI
MIFTA MARIYAM
NOVITA SARI

UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG


2011

BAB1
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Bahasa Indonesia keilmuan adalah mata kuliah wajib yang ada di kampus
Universitas Kanjuruhan Malang. Untuk itu setiap mahasiswa maupun mahasiswi
yang mengikuti perkuliahan di Universitas Kanjuruhan Malang wajib mengambil
mata kuliah ini baik dari fakultas, Ekonomi, FKIP, FTI dan sebagainya. Ketika
kami mengikuti mata kuliah ini kami mendapatkan tugas untuk membahas salah
satu bab yang telah ditentukan oleh dosen kami yaitu Keberadaan dan Fungsi
Bahasa Indonesia.Untuk itu makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata
kuliah Bahasa Indonesia.

2. Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tujuan agar kita lebih memahami dari beberapa
sub pokok bahasan antara lain:

Keberadaan bahasa Indonesia


Politik bahasa nasional
Fungsi bahasa nasional
Bahasa baku
Ragam bahasa
Bahasa indonesia di perguruan tinggi

BAB II
PEMBAHASAN
1. KeberadaanBahasa Indonesia

Bahasa indonesia adalah dialek kaku dari bahasa Melayu Klasik dan bahasa
Melayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia
baru dianggap lahir atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928
atas usulan Mohammad Yamin. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945
bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya. Tepatnya pada saat hari
Kemerdekaan. Bahasa Indonesia mempunyai dua kedudukan yang sangat penting
yaitu :

Sebagai Bahasa Nasional


Seperti yang tercantum dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang

berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan,


bahasa Indonesia. Ini berarti bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa
Nasional yang kedudukannya berada diatas bahasa-bahasa daerah.

Sebagai Bahasa Negara


Tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 (Bab XV Pasal 36)
mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahawa bahasa negara
ialah bahasa Indonesia
2. Politik Bahasa Indonesia
Berbicara masalah proses belajar dan pendidikan bahasa tentu bersinggungan
dengan politik bahasa nasional. Kata politik yang di maksuddi sini bukanlah
dunia politik yang berkenaan dengan tata negara, melainkanmengarah pada
kebijakan penanganan masalah kebahasaan dan kesusastraan Indonesia secara
nasional. Politik bahasa nasional bukanlah sesuatu yang baru bagi bangsa
Indonesia. Pada tanggal 29-31 Oktober 1974 telah diadakan Praseminar Politik
Bahasa Nasional di Jakarta dan seminarnya dilaksanakan pada tanggal 25-28
Februari 1975. Inti dari kedua pertemuan tersebut adalah membicarakan
perencanaan dan perumusankerangka dasar kebijakan bahasa Indonesia.
Pengolahan bahasa Indonesiasebagai bahasa nasional seyogyanya haruslah
menyeluruh. Dalammenentukan kebijakan bahasa tentu harus dilihat dari berbagai
sisi karenabahasa juga beririsan dengan ekonomi, sosial, budaya, bahkan
pertahanan dan keamanan negara. Dengan cakupan tinjauan yang luas dalam

menentukan kebijakan, maka akan membuat bahasa Indonesia lebih mudah


diterima keberadaannya dan lebih kokoh kedudukannya. Lebih dari itu, kebijakan
bahasa nasional yang terencana, terarah, dan terperinci membuat bahasa Indonesia
dapat diperlakukan dan digunakan sebagaimana mestinya di tengah-tengah
masyarakat. Oleh karena itu, dengan politik bahasa nasional maka akan lebih
mudah menempatkan bahasa Indonesia pada posisi yang tepat sesuai semangat
yang dikobarkan dalam Sumpah Pemuda.Perencanaan yang telah dibuat dalam
politik bahasa nasional tidak dibuatuntuk ditinggalkan menjadi tumpukkan
perkamen usang yang dilindas zaman.Perlu adanya tindak lanjut yang konkret dari
berbagai pihak untuk merealisasikan perencanaan yang telah dibuat dalam peta
politik bahasa nasional. Dalam mewujudkan perencanaan politik bahasa ini tidak
bisa dikerjakan dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, merupakansuatu
kewajiban bagi generasi penerus untuk memperjuangkan bahasaIndonesia sesuai
dengan perencanaan dalam politik bahasa nasional yangtelah diperjuangkan
sebelumnya. Bahkan, perjuangan ini sedikitnya telahmembuahkan hasil hingga
bahasa Indonesia bisa berkembang sampaiseperti sekarang ini. Tidak lain dan
tidak bukan, ini semua merupakan buah dari keberhasilan dari rencana politik
bahasa nasional yang telah diperjuangkan dengan berhiaskan berbagai tantangan
yang menghadang.Jika membuka lembaran sejarah perkembangan bahasa
Indonesia,cukup banyak pakar linguistik seantero jagat yang berpendapat bahwa
bahasa Indonesia merupakan hasil perencanaan bahasa yang sangat sukses. Joshua
A. Fishman, salah satu ahli perencanaan bahasa dari Amerika Serikat (2004: 22-23) yang mengemukakan pendapat dan memberikan apresiasinya terhadap
prestasi perkembangan bahasaIndonesia yang begitu pesat dalam artikelnya yang
bertitel SociolinguisticFoundation of Bilingual Education. Lebih jauh lagi, setali
tiga uang denganpendapat Fishman, Alisjahbana (1976) 86 Volume 1, Desember
2010 juga mengutarakan pendapatnya dalam Language Planning and
Modernization: The Case of Indonesia and Malaysia yang menyatakan bahwa
perencanaan dan pengembangan bahasa merupakan sebuah keniscayaan yang
harus dilakukan setiap bangsa. Untuk menciptakan mekanisme yang sistematis
dalam pengembangan bahasa, diperlukan sarana yang dapat digunakan sebagai
media tumbuhkembangbahasa. Menurut Alsjahbana, pendidikan dan media

merupakan sarana pengembangan bahasa yang paling efektif di negara


berkembangseperti di Indonesia untuk melakukan rekayasa bahasa.
3. Fungsi Bahasa Indonesia
Setelah Perumusan Seminar PolitikBahasa Nasional yang diselenggarakan di
Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975, bahwa bahasa Indonesia berfungsi
sebagai:

Lambang kebanggaan Nasional


Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia memancarkan

nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang
dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga dengannya; kita harus
menjunjungnya;

dan

kita

harus

mempertahankannya.

Sebagai

realisasi

kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia, kita harus memakainya tanpa ada rasa
rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bangga memakainya dengan
memelihara dan mengembangkannya.

Lambang identitas Nasional


Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang

bangsa Indonesia. Ini beratri, dengan bahasa Indonesia akan dapat diketahui siapa
kita, yaitu sifat, perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia. Karena
fungsinya yang demikian itu, maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri
kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia
tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.

Alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang


sosial budaya dan bahasanya
Fungsi yang ketiga memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar

belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu
dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia,
bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, sebab mereka tidak merasa
bersaing dan tidak merasa lagi dijajah oleh masyarakat suku lain. Apalagi
dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia,
identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa
daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan

tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya
khazanah bahasa Indonesia.

Alat perhubungan antar budaya antar daerah.


Bahasa Indonesia sering kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-

hari. Bayangkan saja apabila kita ingin berkomunikasi dengan seseorang yang
berasal dari suku lain yang berlatar belakang bahasa berbeda. Kita tidak dapat
bertukar pikiran dan saling memberi informasi dengan bahasa Indonesia kita dapat
saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan.
4. Bahasa Baku
Bahasa merupakan salah satu ala

tuntuk mengadakan interaksi terhadap

manusia yang lain. Jadi bahasa tersebut tidak dapat dipisahkan dengan manusia.
Dengan adanya bahasa kita dapat berhubungan dengan masyarakat lain yang
akhirnya melahirkan komunikasi dalam masyarakat.
Bahasa Indonesia mempunyaisebuahaturan yang baku dalam pengguanaanya,
namun dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan dari aturan yang baku
tersebut. Kata-kata yang menyimpang disebut kata non baku. Hal ini terjadisalah
satu penyebabnya adalah factor lingkungan.Faktor ini mengakibabkandaerah yang
satu berdialek berbeda dengan dialek di daerah yang lain, walaupun bahasa yang
digunakannya terhadap bahasa Indonesia.
Saat kita mempergunakan bahasa Indonesia perlu diperhatikan dan
kesempatan. Misalnya kapan kita mempunyai ragam bahasa baku dipakai apabila
pada situa siresmi, ilmiah. Tetapi ragam bahasa non baku dipakai pada situas
santai dengan keluarga, teman, dan di pasar, tulisanpribadi, buku harian. Ragam
bahasa non baku sama dengan bahasa tutur, yaitu bahasa yang dipakai dalam
pergaulan sehari-hari terutam adalam percakapan.

Ciri CiriBahasaBaku :
Yang dimaksud dengan bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang
dijadikan pokok, yang diajukan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. Ragam
bahasa ini lazim digunakan dalam:

Komunikasi resmi, yakni dalam surat menyurat resmi, surat menyurat dinas,
pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, perundang-

undangan, penamaan dan peristilahan resmi, dan sebagainya.


Wacanteknis seperti dalam laporan resmi, karya ilmiah, buku pelajaran, dan

sebagainya.
Pembicaraan didepan umum, seperti dalam ceramah, kuliah, pidato dan

sebagainya.
Pembicaraan dengan orang yang dihormati dan sebagainya.

5. Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda
menuruttopik yang dibicarakan menurut hubungan pembicara, kawanbicara, dan
orang yang dibicarakan, sertamenurut medium pembicaraan.
Macam Macam/ Ragam Bahasa

Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai
agam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik,

karyailmiah, suasanaresmi, atau surat resmi.


Ragam cakapan (ragamakrab) adalah ragam bahasa yang dipakai apabila
pembicara mengunggapkan lawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih

rendah statusnya atau apabila topic pembicara bersifat tidak resmi.


Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang

yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.


Ragam kasara adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak

resmi di kalangan orang yang saling mengenal.


Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan,
terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu

pemahaman.
Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakanmelalui media tulis, tidak
terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai
pada sasaran secara visual.

6. Bahasa Indonesia di PerguruanTinggi

Tujuan atau peran Bahasa Indonesia dalam lingkungan Perguruan Tinggi


adalah untuk mengasah kemampuan berbahasa Indonesia para mahasiswa dan
sebagai sarana untuk mengembangkan kepribadian para mahasiswa.
Selain karena alasan yang sudah disebutkan diatas, terdapat beberapa hal lain
yang membuat Bahasa Indonesia layak dan harus dijadikan sebagai sebuah mata
kuliah di perguruan tinggi, diantaranya adalah :

Bahasa Indonesia dan Kepribadian Bangsa


Jika dilihat dari perjalanan sejarah, Bahasa Indonesia merupakan sebuah

bahasa yang telah terbentuk dalam kurun waktu yang cukup lama, sekitar 1 abad.
Nah, selama perjalanan itu telah banyak budaya, budipekerti, nilai luhur, serta
pengalaman batin masyarakat Indonesia yang terdokumentasikan dalam Bahasa
Indonesia.
Sebagai contoh, dalam ungkapan berat sama dipikul, ringan sama dinjinjing;
dan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh saja kita, bahkan masyarakat dunia
sudah bias menilai bagaimana kepribadian Bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur
yang khas yang

terdapat dalam berbagai ungkapan dalam Bahasa Indonesia

merupakan kepribadian Bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

Bahasa Indonesia dan Nasionalisme


Bangsa Indonesia sudah memiliki bahasa persatuan jauh sebelum meraih

kemerdekannya. Isi SumpahPemuda 1928 yang menyertakan Bahasa Indonesia


sebagai bahasa persatuan merupakan landasan yang kuat dalam mempersatukan
para pemuda Indonesia untuk terus bejuang melawan penjajah hingga akhirnya
didapatlah kemerdekaan yang seutuhnya bagi Indonesia.
Kita selaku warganegarasudah sepantasnya bersyukuratas semua yang telah
diraih oleh Bangsa Indonesia dengan bahasa perstuannya. Seperti halnya bagi
warga dunia yang menyatakan bahwa bahasa merupakan jati diri bangsa, bagi
Bangsa Indonesia pun Bahasa Indonesia merupakan salah satu identitas nasional.
Oleh karena itulah mengapa pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan
tinggi dianggap sangat penting untuk diajarkan.Selain sebagai media untuk
memupuk rasa memiliki, rasa mencintai, dan menumbuhkan kebanggaan untuk
menggunakannya, pembelajaran ini pun dimaksudkan agar setiap mahasiswa

selalu merasa memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga, membina,
dan melestarikan Bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia dan Perkembangan Zaman


Seiring dengan perkembangan zaman, Bahasa Indonesia pun mengalami

perkembangan yang sangat signifikan, terutama dalam hal kosa kata.


Perkembangan kosa kata yang sangat pesat ini menuntut para pemakai Bahasa
Indonesia agar selalu mengikuti perkembangnnya.
Selain itu, perkembangan yang terjadi juga menuntut peran semua pemakai
Bahasa Indonesia, termasuk para akademisi untuk selalu berperan aktif dalam
melakukan pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia secara positif.
Dengan peranan aktif dari para akademisi ini diharapkan perkembangan Bahasa
Indonesia akan selalu konsisten dan sesuai dengan cirikhas Bahasa Indonesia.
Manfaat daripem belajaran Bahasa Indonesia di perguruantinggi ini, selain
memang difokuskan untuk melatih mahasiswa agar memiliki kemampuan
berbahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan, juga
agar para penerus bangsa ini memiliki kebanggaan yang tinggi menggunakan
Bahasa Indonesia dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan Bahasa
Indonesia.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana


disebutkan dalam Undang-Undang Dasar RI 1945, Pasal 36 bahasa Negara

ialah bahasa Indonesia


Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia
a. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Adapun beberapa fungsinya adalah:
Lambang kebanggaan nasional
Lambang identitas nasional
Alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar
belakang sosial budaya dan bahasanya
Alat perhubungan antarbudaya antardaerah.
b. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara /
Resmi
Adapun bahasa Indonesia befungsi sebagai:
Bahasa resmi kenegaraan
Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan
Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk
kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta
pemerintah
Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan
ilmu pengetahuan serta teknologi modern.

B. SARAN
Bahasa

Indonesia

sebagai

bahasa

persatuan

dan

bahasa

nasional

merupakankekayaaan bangsa yang harus tetap kita jaga kelestariannya. Bahasa


Indonesia ditilik dari sejarahnya berasal dari bahasa Melayu, sehingga kita sebagai
bangsa yang besar selayaknya tetap menghormati dan menghargai nilai-nilai
sejarah tersebut. Oleh karenaitu, mari kita gunakan bahasa Indonesia dengan baik
dan benar di segala aspek kehidupan dalam wujud tanggung jawab kita menjaga
dan mempertahankan bahasaIndonesia sebagai salah satu identitas nasional.

DAFTAR PUSTAKA

http://afirmanto.blogspot.com/2010/04/sejarah-fungsi-dan-kedudukanbahasa.html
http://www.scribd.com/doc/44571466/Tugas-Bhs-Indonesia-Makalah