Anda di halaman 1dari 1

Titik didih suatu cairan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranyasuhu dan tekanan, berat

molekul, viskositas, massa jenis, adanya ikatan hidrogen dan pengaruh zat terlarut. Faktor-faktor inilah
yang membedakan titik didih tiap-tiap larutan.
Berdasarkan ikatan hidrogennya air dapat membentuk lebih banyak ikatan hidrogen dibandingkan
dengan etanol. Molekul air dapat membentuk tiga ikatan hidrogen dengan molekul air yang lain, di
mana pada satu molekul air, terdapat dua atom H yang dapat mengikat dua atom O dari molekul air
yang lain dan terdapat satu atom O yang dapat mengikat satu atom H dari molekul air yang lain. Hal
tersebut berbeda dengan etanol yang hanya dapat membentuk satu ikatan hidrogen antar molekul
etanol, sehingga ikatan hidrogennya lemah atau dengan kata lain tidak sekuat ikatan hidrogen pada air.
Itulah yang menyebabkantitik didih air lebih tinggi daripada etanol. Semakin kuatnya ikatan hidrogen
yang terbentuk menyebabkan terjadinya kenaikan titik didih. Ini disebabkan karena ikatan hidrogen
yang sangat kuat membutuhkan energi yang kuat pula untuk bisa memutuskan ikatan hidrogen,
sehingga untuk bisa membuat air mendidih dibutuhkan suhu yang lebih besar dibandingkan suhu untuk
mendidihkan etanol.
Titik didih larutan garam lebih besar dibanding titik didih air. Ini dikarenakan garam merupakan zat
terlarut yang sukar menguap. Adanya zat terlarut yang tidak mudah menguap di dalam suatu pelarut
akanmenurunkan tekanan uap pelarutnya, akibatnya tekanan uap larutan akan lebih kecil dibandingkan
dengan tekanan uap pelarut murninya. Dengan demikian semakin banyak energi yang diperlukan untuk
mencapai tekanan uap sebesar 1 atm, sehingga larutan akan memiliki titik didih yang lebih tinggi.
Sehingga dpat dituliskan: Pelarut + zat terlarut non-volatil larutan tekanan uapnya rendah titik
didih menjadi lebih tinggi dibandingkan pelarut murni. Berdasarkan perbandingan titik didih air dengan
larutan garam dapat diketahui bahwa kenaikan titik didih larutan juga akan semakin besar apabila
konsentrasi (molal) dari zat terlarut semakin besar.