Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KIMIA KLINIK DAN DIAGNOSTIK

MOLEKULAR

OLEH
RIO WIJAYA

11613010

SURYO ANGGORO P

11613067

EKA PRANATA BAGUS A

12613091

IKRAMASNSAH

13613202

NAUFAL FIKRI .R

13613218

MUHAMMAD YUSRON HADI

13613153

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
2015

1. Survei kecelakaan lab dalam 5 tahun terakhir yang terjadi di laboratorium Farmasi UII
ketika praktikum atau penelitian
N
O
1

TEMPAT
Laboratorium
Kimia Farmasi

LPOMK

Laboratorium
Farmasi Praktis

4 Laboratorium

Farmakologi

KECELAKAAN LABORAORIUM
PERLAKUAN
ALAT DAN BAHAN
1. Membuang limbah
1. Pecah dan rusaknya alat
kimia di wastafel
pada waktu praktikum atau
membuat kotor dan
penelitian, yaitu: tabung reaksi,
mengakibatkan ruangan
pipet tetes, labu ukur, gelas
berbau zat kimia serta
beaker, thermometer, gelas
membuat cemaran.
arloji, buret,batang pengaduk.
2. Tidak memakai APD
2. Kecipratan atau terkena zat
ketika melakukan
kimia saat praktikum atau
menambahan larutan di
penelitian.
lemari asam
Tidak terdapat
kecelakaan kerja karena
baru aktif beroperasi 2
tahun

Tidak terdapat kecelakaan


kerja karena baru aktif
beroperasi
2 tahun

Tidak terdapat
kecelakaan kerja yang
berkaitan dengan
perlakuan.

Pecah dan rusaknya alat


saat praktikum, seperti
mortir stempler, pipet tetes
dan gelas arloji.

1. Praktikkan
atau peneliti terluka
tangan akibat tergigit
atau tercakar hewan
uji.

1. Pecah dan rusaknya


alat-alat saat percobaan atau
penelitian, seperti pipet
tetes, gelas beaker dan
tabung reaksi.

LAIN-LAIN
1. Cairan tumpah di
lantai.
2. Terpeleset saat
praktikum

Tidak terdapat
kecelakaan kerja
karena baru aktif
beroperasi 2 tahun
Praktikan
terpeleset

Terpeleset dan
jatuh pada
praktikanatau
peneliti

2. Matinya hewan uji


akibat perlakuan yang
tidak sesuai prosedur,
seperti matinya tikus
dan mencit akibat
kesalahan dalam
melakukan pemejanan
yang bersamaan
dengan memegang
hewan uji yang kasar
membuat hewan uji
tercekik

ANALISIS PENYEBAB KECELAKAAN LAB

Hasil analisa yang kami peroleh dari kecelakaan kerja yang terjadi di Laboratorium
Kimia Farmasi, LPOMK, Laboratorium Farmakologi dan Laboratorium Farmasi Praktis, yaitu :
1. Kesadaran mahasiswa akan pentingnya keselamatan kerja dalam praktikum yang kurang.
Seperti tidak mengenakan sarung tangan, masker, jas lab, google, atau penutup kepala
sebagai syarat mendasar dalam melakukan praktikum..
2. Pengawasan dari asisten dan laboran saat praktikum maupun penelitian tidak maksimal.
3. Ketidaktahuan mahasiswa tentang prosedur penggunaan alat selama praktikum.
Menyebabkan mahasiswa sering salah dalam menangani alat-alat lab dan akhirnya
menyebabkan kerusakan yang juga mengakibatkan kecelakaan dalam praktikum maupun
penelitian.
4. Ketidakpahaman tentang penanganan bahan kimia dan pertolongan pertama yang dilakukan
berkenaan dengan bahan kimia yang digunakan selama praktikum atau penelitian.
5. Tidak serius atau sungguh-sungguh saat praktikum dan berperilaku tidak bertanggungjawab
dan mengakibatkan kerusakan alat atau bahan karena perilaku dari mahasiswa itu sendiri.

Prinsip Umum Pengamanan Laboratorium


a. Tanggung jawab
Kepala Laboratorium, anggota laboratorium termasuk asisten bertanggung jawab
penuh terhadap segala kecelakaan yang mungkin timbul. Karenanya Kepala
Laboratorium seharusnya dijabat oleh orang yang kompeten dibidangnya,
termasuk juga teknisi dan laborannya.
b.Kerapian
Semua koridor, jalan keluar dan alat pemadam api harus bebas dari hambatan
seperti botolbotol, dan kotak-kotak. Lantai harus bersih dan bebas minyak, air dan
material lain yang mungkin menyebabkan lantai licin. Semua alat-alat dan
reagensia bahan kimia yang telah digunakan harus dikembalikan ketempat
semula seperti sebelum digunakan.
c. Kebersihan
Kebersihan dalam laboratorium menjadi tanggung jawab bersama pengguna
laboratorium.
d.Konsentrasi terhadap pekerjaan
Setiap pengguna laboratorium harus memiliki konsentrasi penuh terhadap
pekerjaannya masing-masing, tidak boleh mengganggu pekerjaan orang lain, dan
tidak boleh meninggalkan percobaan yang memerlukan perhatian penuh.
e. Pertolongan pertama (First - Aid)
Semua kecelakaan bagaimanapun ringannya, harus ditangani di tempat dengan
memberikan pertolongan pertama. Misalnya, bila mata terpercik harus segera
dialiri air dalam jumlah yang banyak. Jika tidak bisa, segera panggil dokter. Jadi
setiap laboratorium harus memiliki kotak P3K, dan harus selalu dikontrol isinya.

f. Pakaian
Saat bekerja di laboratorium dilarang memakai baju longgar, kancing terbuka,
berlengan panjang, kalung teruntai, anting besar dan lain-lain yang mungkin
dapat tersangkut oleh mesin, ketika bekerja dengan mesin-mesin yang bergerak.
Selain pakaian, rambut harus diikat rapi agar terhindar dari mesin-mesin yang
bergerak.
g.Berlari di Laboratorium
Tidak dibenarkan berlari di laboratorium atau di koridor, berjalanlah di tengah
koridor untuk menghindari tabrakan dengan orang lain dari pintu yang hendak
masuk/keluar.
h. Pintu-pintu
Pintu-pintu harus dilengkapi dengan jendela pengintip untuk mencegah terjadinya
kecelakaan (misalnya: kebakaran).

i. Alat-alat
Alat-alat seharusnya ditempatkan di tengah meja, agar alat-alat tersebut tidak
jatuh kelantai. Selain itu, peralatan sebaiknya juga ditempatkan dekat dengan
sumber listrik, jika memang peralatan tersebut memerlukan listrik. Demikian juga
untuk alat-alat yang menggunakan air ataupun gas sebagai sarana pendukung.

METODE PENCEGAHAN KECELAKAAN


DI LABORATORIUM

Orang yang tak berkepintingan dilarang masuk laboratorium, untuk mencegah hal yang
tidak diinginkan.

Jangan melakukan eksprimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan


kimia, alat alat dan cara pemakaiannya.

Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan
pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.

Harus tau cara pemakaian alat emergensi : pemadam kebakaran, eye shower, respirator
dan alat keselamatan kerja yang lain.

Setiap laboran /Pekerja laboratorium harus tau memberi pertolongan darurat (P3K).

Latihan keselamatan harus dipraktekkan secara periodik bukan dihapalkan saja

Dilarang makan minum dan merokok di lab, bhal ini berlaku juga untuk laboran dan
kepala laboratorium

Jangan terlalu banyak bicara, berkelakar, dan lelucon lain ketika bekerja di laboratorium

Jauhkan alat alat yang tak digunakan, tas,hand phone dan benda lain dari atas meja kerja.

METODE PENINGKATAN KESADARAN


MAHASISWA FARMASI
TERHADAP LAB SAFETY

1.
2.
3.
4.
5.

Selalu bersikap sungguh-sungguh saat praktikum ataupun penelitian


Membaca petunjuk pengerjaan/langkah kerja sebelum memulai kegiatan praktikum.
Membaca MSDS bahan kimia sebelum dimulai praktikum.
Mengenakan APD sesuai prosedur
Bertanya kepada asisten atau laboran mengenai yang belum diketahui. Untuk mencugah

kecerobohan dan kesalahan dalam praktikum atau penelitian.


6. Mengukuti seminar tentang Lab safety

DAFTAR PUSTAKA
1. Bahan Ajar Pelatihan Manajemen Laboratorium, Deroktoral Jendral Pendidikan
Tinggi, Proyek Peningkayan Manajemen Pendidikan tinggi, 2002

2. Suyanta, MANAJEMEN OPERASIONAL LABORATORIUM, Yogyakarta, 2010; p.


6-7
3. Sunarto, KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LABORATORIUM KIMIA,
Pendidikan Kimia FMIPA UNY Yogyakarta.

(SMK3AE.WORDPRESS.COM)