Anda di halaman 1dari 17

TUGAS PRAKTIKUM

GELOMBANG DAN OPTIK


GETARAN PADA PEGAS

Kelompok 6:
1.
2.
3.
4.
5.

M. Lutfi S. U.
Ulfatul K.
Diantika Gita P.
Grasia Dwi
Zunaida Khoirun N.

(10030654031)
(10030654036)
(11030654011)
(11030654023)
(11030654034)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS
2014
ABSTRAK

Telah kami lakukan percobaan yang bertujuan untuk menentukan besarnya konstanta
gaya pada pegas dan membandingkan frekuensi getaran pegas hasil pengukuran dengan hasil
perhitungan. Metode yang kami gunakan adalah menyiapkan alat dan bahan, kemudian
menyusunnya seperti pada rancangan percobaan, mengukur pertambahan panjang pegas,
setelah itu menyimpangkan pegas dan mengukur waktu yang diperlukan untuk menempuh 10
kali getaran. Dari hasil percobaan diperoleh Nilai konstanta pegas yang kami peroleh (9,92
3,28) N/m dengan taraf ketidakpastian sebesar 33% dan taraf ketelitian 67%. Ketidakpastian
terjadi karena kurang telitinya kami dalam melakukan pengamatan. Nilai frekuensi yang
dihasilkan dari rumus n/t ini kami sebut sebagai frekuensi hasil pengukuran berturut-turut
yakni 1,43 Hz, 1,33 Hz, 1,16 Hz, 1,06 Hz, 0,99 Hz, 0,87 Hz, 0,85 Hz, 0,81 Hz, 0,75 Hz, 0,74
Hz. Dan nilai frekuensi hasil perhitungan berturut-turut 1,84 Hz, 1,59 Hz, 1,43 Hz, 1,30 Hz,
1,20 Hz, 1,13 Hz, 1,06 Hz, 1,01 Hz, 0,96 Hz, 0,92 Hz. Terdapat perbedaan dari kedua
frekuensi tersebut, hal ini dapat dikarenakan kesalahan dalam menentukan konstanta pegas,
pemberian gaya yang kurang tegak lurus dengan pegas, kesalahan paralak, kurang tepatnya
dalam menekan stopwatch, dan pengaruh hambatan udara. penggaris (kesalahan pralaks).
Dalam getaran pada pegas frekuensi getaran memiliki hubungan dengan massa beban,
hubungan keduanya yakni saling berbanding terbalik. Semakin besar massa maka semakin
kecil frekuensi getaran pegas. Kami menyadari mash banyak kesalahan dalam penyusunan
laporan ini, namun kami berharap laporan ini dapat bermanfaat sebagai pembanding dalam
percobaan yang serupa.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bila suatu benda dikenai sebuah gaya dan kemudian gaya tersebut dihilangkan,maka
benda akan kembali ke bentuk semula, berarti benda itu adalah benda elastis. Namun
pada umumnya benda bila dikenai gaya tidak dapat kembali ke bentuk semula walaupun
gaya yang bekerja sudah hilang. Benda seperti ini disebut benda plastis. Contoh benda
elastis adalah karet ataupun pegas. Bila pegas ditarik melebihi batas tertentu maka
benda itu tidak akan elastis lagi.
Gerak yang terjadi secara berulang dalam selang waktu yang sama disebut gerak
periodik. Karena gerak ini terjadi secara teratur maka disebut juga sebagai gerak
harmonik/harmonis. Apabila suatu partikel melakukan gerak periodik pada lintasan yang
sama maka geraknya disebut gerak osilasi/getaran. Bentuk yang sederhana dari gerak
periodik adalah benda yang berosilasi pada ujung pegas. Karenanya kita menyebutnya
gerak harmonis sederhana. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai getaran harmonis
pada prisma maka dilakukanlah percobaan ini.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diambil suatu rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimanakah menentukan besar konstanta gaya pada pegas?
2. Bagaimanakah perbandingan frekuensi getaran pegas hasil pengukuran dengan hasil
perhitungan?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah:
1. Menentukan besarnya konstanta gaya pada pegas.
2. Membandingkan frekuensi getaran pegas hasil pengukuran dengan hasil perhitungan
3.

BAB II
LANDASAN TEORI

Pegas adalah benda elastis yang digunakan untuk menyimpan energi mekanis. Pegas
biasanya terbuat dari baja. Pegas juga ditemukan di sistem suspensi mobil. Pada mobil pegas
memiliki fungsi agar getaran roda agar tidak diteruskan ke bodi kendaraan secara langsung.
Selain itu, pegas juga berguna untuk menambah daya cengkram ban terhadap permukaan
jalan.
A. Hukum Hooke
Jika sebuah pegas ditarik dengan gaya tertentu, maka panjangnya akan berubah.
Semakin besar gaya tarik yang bekerja, semakin besar pertambahan panjang pegas
tersebut. Ketika gaya tarik dihilangkan, pegas akan kembali pada keadaan semula. Jika
beberapa pegas ditarik dengan gaya yang sama, pertambahan panjang setiap pegas akan
berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh karakteristik setiap pegas. Karakteristik suatu
pegas dinyatakand engan konstanta pegas (k).
Hukum Hooke menyatakan bahwa sebuah pegas ketika diberi gaya tarik F akan
bertambah panjang sejauh x, dan dalam kasus ini berlaku:
F = kx
Dengan:
F = gaya tarik (N)
k = tetapan pegas (N/m)
x = pertambahan panjang akibat gaya (m)
B. Energi Potensial Pegas (Ep) dan Usaha (W) untuk Meregangkan Pegas
Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena kedudukannya terhadap
suatu acuan.
Energi potensial pegas dihitung berdasarkan acuan titik setimbangnya, sehingga
saat pegas menyimpang sejauh x akan memiliki energi potensial yang besarnya:

Ep 12 kx 2

Usaha yang diperlukan untuk meregangkan pegas akan setara dengan perubahan
energi potensial pada pegas akibat usikan peregangan tersebut, sehingga:

W 12 kx 2

C. Frekuensi dan Periode Getaran Pegas


Secara umum, frekuensi dari sebuah getaran harmonis pada pegas memenuhi
persamaan:

n
t

Dengan:
f = frekuensi (Hz)
n = jumlah getaran
t = waktu (s)
Pada pegas, frekuensi dan periode getaran yang dihasilkannya adalah:
f

Dengan:
k = konstanta pegas (N/m)
m = massa beban (kg)

1
2

k
m

T 2
dan

m
k

BAB III
METODE PENELITIAN

(1)
(2)
(3)

A.

Rancangan Percobaan

Gambar 1. Percobaan getaran harmonis pada pegas


B. Alat dan Bahan
1. Pegas
2. Statif
3. Stopwatch
4. Beban

1 buah
1 buah
1 buah
1 set

C. Hipotesis
Massa berbanding terbalik dengan frekuensi pegas, semakin besar masa maka
frekuensi pegas semakin kecil.

D. Variabel dan Definisi Operasional


1. Variabel manipulasi : beban (m)
Definisi operasional :
Semua perlakuan terhadap percobaan yang dapat menimbulkan perubahan pada
yang diteliti. Beban atau massa adalah banyaknya materi yang terkandung pada
benda. Beban yang digunakan adalah 75 gram, 100 gram, 125 gram, 150 gram, 175
gram, 200 gram, 225 gram, 250 gram, 275 gram dan 300 gram.
2. Variabel respon
: pertambahan panjang pegas (l), tetapan pegas (k) dan waktu
getar (t)
Definisi operasional :
Suatu hal yang terjadi setelah melakukan tindakan terhadap percobaan tersebut.
Pertambahan panjang pegas merupakan pertambahan pegas dari panjang dengan
beban dikurangi panjang pegas tanpa beban. (kurang tetapan pegas). Waktu getar
merupakan waktu yang dibutuhkan beban atau massa untuk bergerak selama 10
ayunan.
3. Variabel kontrol
: panjang pegas tanpa beban (lo )
Definisi operasional :
Sesuatu yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel bebas
terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
Panjang pegas tanpa beban merupakan panjang pegas mula-mula atau awal.
E. Prosedur Eksperimen
a. Mengukur tetapan gaya (konstanta pegas)
1. Mengukur panjang pegas tanpa beban
2. Menggantungkan beban bermassa m pada ujung bawah pegas
3. Mengukur panjang pegas setelah pembebanan
4. Mengulangi langkah-langkah tersebut dengan merubah-ubah massa beban m
5. Masukkan data hasil percobaan ke dalam tabulasi berikut, hitung juga tetapan
pegas yang digunakan.
b. Mengukur frekuensi getaran pegas
1. Menyusun alat sebagaimana terlihat pada skema percobaan
2. Menarik beban ke bawah sejauh 5 cm, kemudian melepaskannya
3. Mengukur waktu (t) yang dibutuhkan beban untuk melakukan 10 getaran dengan
menggunakan stopwatch
4. Mengulangi langkah 1 sampai dengan 3 dengan massa beban yang berbeda-beda
5. Masukkan hasil pengamatan pada tabel.

BAB IV
DATA DAN ANALISIS
Nomor
percobaan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Nomor
10
percobaan
A.

Massa
Panjang pegas dengan Pertambahan pegas mula
beban (g)
beban (l2 0,1) cm
mula (l 0,1) cm
75
18,6
4,1
100
22,0
7,5
125
26,5
12,0
150
29,5
15,0
175
34,0
19,5
200
38,8
24,3
225
41,7
27,2
250
44,8
30,3
275
50,0
Massa beban
Waktu pegas 35,5
300 (g)
53,4
(t 0,01) s 39,2
75
7,00
Hasil
100
7,51
125
8,59
150
9,47
175
10,07
200
11,47
225
11,77
250
12,43
275
13,30
300
13,48

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Percobaan
1. Tetapan gaya (konstanta pegas)
Tabel 1. Data Hasil Percobaan Konstanta Pegas

2. Frekuensi getaran pegas


Tabel 2. Data Hasil Percobaan Frekuensi Getaran Pegas

Keterangan :
L0 = 14,5 cm
A = 5,0 cm
n = 10
B. Analisis
Berdasarkan data di atas, pada percobaan pertama yakni menentukan konstanta
pegas dengan menggunakan persamaan F = kx dengan nilai x pada tabel di atas
merupakan nilai l diperoleh nilai k pada tiap percobaan dengan massa yang berbedabeda sebagai berikut :
Tabel 3. Nilai Konstanta Pegas
Percobaan
Ke1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

k (N/m)
17,93
13,07
10,21
9,80
8,79
8,07
8,11
8,09
7,59
7,50

Dengan menggunakan standar deviasi diperoleh nilai konstanta pegas yang kami
pakai adalah (9,92 3,28) N/m dengan taraf ketidakpastian sebesar 33% dan taraf
ketelitian 67%.
Setelah menentukan konstanta pegas dalam percobaan ini kami menentukan
frekuensi melalui hasil pengamatan. Berdasarkan tabel 2 di atas dengan menggunakan
persamaan f = n/t. Diperoleh nilai frekuensi pada tiap percobaan dengan massa yang
berbeda-beda dimana pada percobaan ini, frekuensi yang dihasilkan dari rumus n/t ini
kami sebut sebagai frekuensi hasil pengukuran berturut-turut yakni 1,43 Hz, 1,33 Hz,
1,16 Hz, 1,06 Hz, 0,99 Hz, 0,87 Hz, 0,85 Hz, 0,81 Hz, 0,75 Hz, 0,74 Hz. Setelah itu

dengan menggunakan perhitungan dengan rumus

f=

1
2

k
m

kami menghitung nilai

frekuensi dengan menggunakan nilai k atau konstanta pegas yang telah kami peroleh dan
membandingkan nilai frekuensi hasil perhitungan tersebut dengan nilai frekuensi hasil
pengukuran. Perbandingan nilai kedua frekuensi ditampilkan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 4. Perbandingan Frekuensi Pengukuran dan Perhitungan

Percobaan
Ke1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Frekuensi (Hz)
Hasil Perhitungan
Hasil Pengukuran
1,43
1,84
1,33
1,59
1,16
1,43
1,06
1,30
0,99
1,20
0,87
1,13
0,85
1,06
0,81
1,01
0,75
0,96
0,74
0,92

Dari tabel di atas, dapat kita ketahui bahwa terdapat perbedaan antara nilai frekuensi
hasil pengukuran dengan nilai frekuensi hasil perhitungan namun secara umum hasil
yang diperoleh perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Dalam percobaan ini hubungan antara perbedaan massa dan frekuensi dapat
digambarkan pada grafik sebagai berikut:
Grafik 1. Hubungan Frekuensi Dengan Massa
2
1.8
1.6
1.4
1.2
F pengukuran

F perhitungan

0.8
0.6
0.4
0.2
0
75 100 125 150 175 200 225 250 275 300

Keterangan Grafik :
Sumbu x = M atau massa (gram)
Sumbu y = F atau frekuensi (Hz)
Dari grafik dapat kita lihat, baik nilai frekuensi hasil pengukuran dan perhitungan
menunjukkan hubungan yang sama antara massa dengan frekuensi, dimana dari grafik di
atas semakin besar massa maka nilai frekuensi semakin kecil. Hal ini menunjukkan
bahwa massa berbanding terbalik dengan frekuensi. Karena nilai frekuensi perhitungan

merupakan nilai yang diperoleh dari persamaan secara teoritis, grafiknya menunjukkan
hubungan yang sama antara massa dengan frekuensi secara pengukuran, maka dapat
dikatakan pada percobaan ini hubungan massa dan frekuensi dapat ditunjukkan secara
jelas dan tepat. Hal ini telah sesuai dengan hipotesis yang kami rumuskan.
C. Diskusi
Dari percobaan yang telah kami lakukan pada penentuan konstanta pegas, pada
percobaan kesatu dan kedua yakni dengan massa 75 dan 100 gram diperoleh nilai
konstanta yang relatif besar dibandingkan hasil percobaan yang lain hal ini dikarenakan
massa yang diberikan pada pegas terlalu kecil sehingga pertambahan panjangnyapun
sangat kecil. Taraf ketidakpastian yang mencapai 33% dapat dikarenakan ketidaktelitian
kami dalam melakukan pengukuran.
Sedangkan pada percobaan frekuensi getaran pegas, terutama dalam perbandingan
frekuensi hasil pengukuran dan frekuensi hasil perhitungan menghasilkan nilai yang
berbeda hal ini dapat dikerenakan kesalahan maupun ketidak telitian kami dalam
menghitung konstanta pegas, karena nilai konstanta ini sangat mempengaruhi nilai dari
frekuensi hasil perhitungan. Disamping itu, untuk nilai frekuensi hasil pengukuran
kesalahan-kesalahan dalam pengamatanpun sangat berpengaruh. Hal ini dapat
dikarenakan pemberian gaya pada pegas kurang tegak lurus dengan tanah sehingga pegas
mengayun tidak teratur dan tenang, tapi dapat menyeleweng ke kanan maupun ke kiri,
kurang tepatnya pengamat dalam menekan stopwatch pada saat pegas bergetar sepuluh
getaran, selain itu adanya hambatan udara yang dapat memperlambat ayunan pegas
sehingga nilai frekuensinyapun juga terpengaruh.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah kami lakukan yang bertujuan untuk menentukan besarnya
konstanta gaya pada pegas dan membandingkan frekuensi getaran pegas hasil
pengukuran dengan hasil perhitungan, diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Nilai konstanta pegas yang kami peroleh (9,92 3,28) N/m dengan taraf
ketidakpastian sebesar 33% dan taraf ketelitian 67%. Ketidakpastian terjadi karena
kurang telitinya kami dalam melakukan pengamatan
2. Nilai frekuensi yang dihasilkan dari rumus n/t ini kami sebut sebagai frekuensi hasil
pengukuran berturut-turut yakni 1,43 Hz, 1,33 Hz, 1,16 Hz, 1,06 Hz, 0,99 Hz, 0,87
Hz, 0,85 Hz, 0,81 Hz, 0,75 Hz, 0,74 Hz. Dan nilai frekuensi hasil perhitungan
berturut-turut 1,84 Hz, 1,59 Hz, 1,43 Hz, 1,30 Hz, 1,20 Hz, 1,13 Hz, 1,06 Hz, 1,01
Hz, 0,96 Hz, 0,92 Hz. Terdapat perbedaan dari kedua frekuensi tersebut, hal ini dapat
dikarenakan kesalahan dalam menentukan konstanta pegas, pemberian gaya yang
kurang tegak lurus dengan pegas, kesalahan paralak, kurang tepatnya dalam menekan
stopwatch, dan pengaruh hambatan udara.
3. Dalam getaran pada pegas frekuensi getaran memiliki hubungan dengan massa beban,
hubungan keduanya yakni saling berbanding terbalik. Semakin besar massa maka
semakin kecil frekuensi getaran pegas.
B. Saran
Ketika melakukan praktikum getaran pegas pengukuran hendaknya dilakukan
dengan teliti, sehingga dapat memperoleh hasil yang tepat. Selain itu ketika mengukur
pertambahan panjang, ketepatan dalam melihat satuan ukur pada mistar ukur. Serta,
ketika menghitung pantulan pegas diperlukan ketepan dalam menekan tombol stopwatch
serta pemberian tekanan atau tarikan yang diberikan tegak lurus ke bawah agar pegas
tidak melenceng agar dapat mendapatkan konstanta pegas yang lebih valid.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, percobaan menentukan konstanta pegas berdasarkan getaran pegas. Tersedia di :
http://id.scribd.com/doc/111541408/Percobaan-menentukan-Konstanta-PegasBerdasarkan-Getran-Pegas diakses tanggal 29 Maret 2014 pukul 16.00 WIB.
Anonim.

2012.

Laporan

Praktikum

Fisika

http://fsmundip.blogspot.com/2012/10/laporan-praktikum-fisika-pegas.html

Pegas.
diakses

tanggal 29 Maret 2014 pukul 16.30 WIB


Giancoli, Douglas. 2001. Fisika Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Sears, Zemansky. 1994. Fisika Untuk Universitas II. Jakarta: Binacipta Edisi Indonesia.
Sears, Zemansky. 1994. Fisika Untuk Universitas III. Jakarta: Binacipta Edisi Indonesia.
Tipler. 1991. Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid I (terjemahan). Jakarta: Erlangga

LAMPIRAN

A. Tetapan Gaya (konstanta pegas)


F = m.g
1. 0,075. 9,8 = 0,735 N
2. 0,1. 9,8 = 0,98 N
3. 0,125. 9,8 = 1,225 N
4. 0,150. 9,8 = 1,47 N
5. 0,175. 9,8 = 1,715 N
6. 0,2. 9,8 = 1,96 N
7. 0,225. 9,8 = 2,205 N
8. 0,25. 9,8 = 2,45 N
9. 0,275. 9,8 = 2,695 N
10. 0,3. 9,8 = 2,94 N

F = k.x
K=

F
x

1.

0,735
0,041

2.

0,98
=13,07
N/m
0,075

3.

1,225
=10,21
0,12

4.

1,47
=9,8 0
N/m
0,15

5.

1,715
=8,79
N/m
0,195

6.

1,96
=8,07
N/m
0,243

7.

2,205
=8,11
N/m
0,272

8.

2,45
=8,09
N/m
0,303

9.

2,695
=7,59
N/m
0,355

10.

2,94
=7,5 0
N/m
0,392

= 17,93

N/m

N/m

Nomor

Massa

Panjang pegas Pertambahan

percobaan

beban

dengan beban pegas

(g)
75
100
125
150
175
200
225
250
275
300

(l2 0,1) cm
18,6
22,0
26,5
29,5
34,0
38,8
41,7
44,8
50,0
53,4

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumlah
Rata rata

Sd =

d2
n1

96,78
9

F (N)

mula

mula (l 0,1)cm
4,1
7,5
12,0
15,0
19,5
24,3
27,2
30,3
35,5
39,2

10,75 = 3,28

Jadi diperoleh nilai k = (9,92 3,28) N/m


3,28
=0,33
Taraf ketidakpastian = 9,92
x 100% = 33%
Taraf ketelitian 100%- 33% = 67%

B. Frekuensi pegas berdasarkan pengukuran


1.

10
7

2.

10
=1,33
Hz
7,51

3.

10
=1,16
Hz
8,59

4.

10
9,47

5.

10
=0,99
Hz
10,07

6.

10
=0,87
11,47

7.

10
=0,85
Hz
11,77

= 1,43 Hz

= 1,06 Hz

Hz

f=

n
t

d2

8,014
3,154
0,294
-0,116
-1,126
-1,846
-1,806
-1,826
-2,326
-2,416
0

64,22
9,95
0,08
0,01
1,27
3,41
3,26
3,33
5,41
5,84
96,78

(N/m)
0,735
0,98
1,225
1,47
1,715
1,96
2,205
2,45
2,695
2,94

17,93
13,07
10,21
9,8
8,79
8,07
8,11
8,09
7,59
7,5
99,16
9,916

8.

10
12,43

9.

10
=0,75
Hz
13,30

10.

10
=0,74
Hz
13,48

= 0,81 Hz

1
C. Frekuensi pegas berdasarkan perhitungan f = 2
1.

0,16

2.

0,16

3.

0,16

4.

0,16

5.

0,16

6.

0,16

7.

0,16

8.

0,16

9.

0,16

9,92
0,075

k
m

= 0,16 132,26 = 0,16 x 11,50 = 1,84 Hz

9,92
=0,16 99,2 = 0,16 x 9,96 = 1,59 Hz
0,1
9,92
0,125

= 0,16 79,36 = 0,16 x 8,91 = 1,43 Hz

9,92
=0,16 66,13 = 0,16 x 8,13 = 1,30 Hz
0,15
9,92
0, 175

= 0,16 56,69 = 0,16 x 7,53 = 1,20 Hz

9,92
=0,16 49,6 = 0,16 x 7,04 = 1,13 Hz
0,2
9,92
0, 225

= 0,16 44,09 = 0,16 x 6,64 = 1,06 Hz

9,92
=0,16 39,68 = = 0,16 x 6,30 = 1,01 Hz
0,25
9,92
0, 275

= 0,16 36,07 = 0,16 x 6,01 = 0,96 Hz

9,92
10. 0,16 0,30 =0,16 33,07 = 0,16 x 5,75 = 0,92 Hz

Anda mungkin juga menyukai