Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih karena
atas rahmat dan karunia-Nya karya tulis ini dapat penulis selesaikan dengan baik.
Karya tulis ilmiah mengenai Mesin Hebat yang Tersisikan ini penulis akan
menjelaskan kelebihan dari mesin wankel dan mengapa mesin wankel ditinggalakan
atau tersisihkan.
Dalam penulisan karya ilmiah ini mungkin ada kesalahan yang tidak
disadari.Oleh karena itu penulis memohon maaf apabila ada hal yang tidak berkenan
di dalam penulisan karya ilmiah ini. Serta penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran dalam penulisan karya ilmiah ini untuk menjadi pelajaran agar di masa yang
akan datang mampu berkarya lebih baik lagi.
Semoga karya ini bermanfaat bagi kita semua.Amin.

Bandung, April 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR.........................................................................................................iii
BAB IPENDAHULUAN....................................................................................................1
I.1

Latar Belakang Masalah............................................................................................1

I.2

Rumusan Masalah......................................................................................................2

I.3

Tujuan Penulisan........................................................................................................2

BAB IIMESIN HEBAT YANG TERSISIHKAN...............................................................3


II.1 Mengenal Mesin Piston (4-tak).................................................................................3
II.2 Mengenal Mesin Wankel...........................................................................................8
II.2.1 Pelumasan dan pendinginan.....................................................................................11
II.2.2 Sistem anti polusi pada mesin wankel Madza.........................................................12
II.3 Kelebihan dan Kekurangan Mesin Wankel Dibanding Mesin Piston (4-tak)..........13
II.4 Alasan mesin wankel ditinggalkan..........................................................................14
BAB IIISIMPULAN.........................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................17

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1Siklus kerja motor 4 langkah..............................................................................3


Gambar 2Langkah Hisap....................................................................................................4
Gambar 3Langkah Kompresi..............................................................................................5
Gambar 4 Langkah Tenaga.................................................................................................6
Gambar 5 Langkah Buang..................................................................................................7
Gambar 6 Siklus kerja mesin wankel.................................................................................9
Gambar 7 sistem anti polusi pada mesin wankel..............................................................12

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah


Pada jaman dahulu manusia berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan
berjalan, seiring berjalannya waktu dan otak manusia semakin berkembang
manusiapun menemukan bahwa ada beberapa binatang yang bisa ditunggangi seperti
kuda, kerbau, unta dan masih banyak lagi.
Manusiapun mulai berfikir lebih efektif, dan mulai menciptakan gerobak untuk
ditumpangi beberapa manusia yang ditarik oleh binatang, contohnya adalah andong
yang ditarik oleh kuda.
Setelah banyak alat transportasi yang ditarik oleh binatang, manusia menyadari
masih banyak kekurangan dengan itu, seperti jarak yang tempuh terbatas karena
binatangpun mengalami kelelahan seperti manusia.Manusia terus berfikir untuk
memecahkan masalah itu, sehingga ditemukanlah yang namanya mesin.Mesin
memecahkan masalah meraka karena mesin tidak mengalami lelah seperti binatang
dan manusia. Mesinpun mulai dipakai pada kendaraan mereka, seperti sepeda yang
merupakan awal dari sepeda motor pada saat ini, dan gerobak yang diberi mesin
yang merupakan awal dari mobil pada saat ini. Tak hanya sebatas sepeda motor dan
mobil yang menggunakan mesin, mesin juga digunakan untuk menggerakan kereta
api, pesawat terbang, kapal laut dan hampir oleh seluruh alat trasnportasi. Mesin
yang berkembang tersebut adalah jenis mesin piston.Mesin ini masih terus dipakai
dan berkembang sampai saat ini.Sebenarnya mesin tidak hanya jenis itu, tapi masih
ada mesin jenis-jenis lain, seperti mesin wankel (mesin rotari), diesel, sterling, dan
lain-lain.
Dalam kesempatan kali ini penulis akan membahas perbandingan antara mesin
wankel dengan mesin piston. Dan mengapa mesin piston begitu berkembang dan
terpakai sampai saat ini.Padahal ada mesin yang lebih bagus dibanding mesin piston,
yaitu mesin wankel.Maka dari itu penulis memilih topik mesin wankel dengan judul
Mesin Hebat yang Tersisihkan.

I.1

Rumusan Masalah
1. Apa saja kelebihan mesin wankel dibanding dengan mesin piston ?
2. Mengapa mesin wankel ditinggalkan ?

I.2

Tujuan Penulisan
1. Mengetahui berbagai kelebihan mesin wankel dibandingkan dengan mesin
piston.
2. Mengetahui mengapa mesin wankel ditinggalkan.
3. Untuk memenuhi tugas karya ilmiah bahasa Indonesia
4. Metode Penelitian
5. Metode Penelitian yang penulis pakai adalahobservasi studi pustaka.

BAB II
MESIN HEBAT YANG TERSISIHKAN

II.1 Mengenal Mesin Piston (4-tak)


Nikolaus August Otto (14 Juni1832 28 Januari1891) ialah penemu mesin
pembakaran dalam asal Jerman. Sebagai lelaki muda ia mulai percobaan dengan
mesin gas dan pada 1864 ikut serta dengan 2 kawan untuk membentuk
perusahaannya sendiri. Perusahaan itu dinamai N. A. Otto & Cie., yang merupakan
perusahaan pertama yang menghasilkan mesin pembakaran dalam. Perusahaan ini
masih

ada

sampai

kini

dengan

namaDeutz

AG.

Mesin atmosfer pertamanya selesai pada Mei 1867. 5 tahun kemudian ia disusul oleh
Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach dan bersama mereka ciptakan gagasan
putaran empat tak atau putaran Otto.(Hidayat, 2013)

Gambar 1Siklus kerja motor 4 langkah


Sumber :http://mutiarafatrini.blogspot.com/p/definisi-motor-bensin.html

Mesin 4-tak adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga
memerlukan empat proses langkah naik-turun piston, dua kali rotasi kruk as, dan satu
putaran noken as (camshaft).

Empat proses tersebut terbagi dalam siklus :


1. Langkah Isap
2. Langkah Kompresi
3. Langkah Usaha/ Tenaga
4. Dan Langkah Buang

1. Langkah Hisap

Gambar 2Langkah Hisap


Sumber :http://mutiarafatrini.blogspot.com/p/definisi-motor-bensin.html

Langkah hisap : Bertujuan untuk memasukkan kabut udara bahan bakar ke


dalam silinder. Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahanbakar yang terbakar selama proses pembakaran.
Prosesnya adalah ;
1. Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah
(TMB).
2. Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder
3. Kruk As berputar 180 derajat
4. Noken As berputar 90 derajat
5. Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke
silinder.

2. Langkah Kompresi

Gambar 3Langkah Kompresi


Sumber :http://mutiarafatrini.blogspot.com/p/definisi-motor-bensin.html

Langkah Kompresi: Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah
ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel.Tujuan dari langkah
kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan
bakar dapat bersenyawa.Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan
produksi tenaga.
Prosesnya sebagai berikut :
1. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA
2. Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup
3. Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion
chamber)
4. Sekitar 15 derajat sebelum TMA , busi mulai menyalakan bunga api dan
memulai proses pembakaran
5. Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat)
6. Noken as mencapai 180 derajat

3. Langkah Tenaga

Gambar 4 Langkah Tenaga


Sumber :http://mutiarafatrini.blogspot.com/p/definisi-motor-bensin.html

Langkah Tenaga : Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh


busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan
yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik
bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Gerakan linier dari
piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk as.Enersi rotasi diteruskan sebagai
momentum menuju flywheel yang bukan hanyamenghasilkantenaga, counter balance
weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya.
Prosesnya sebagai berikut :
1. Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar
2. Piston terlempar dari TMA menuju TMB
3. Klep inlet menutup penuh, sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang
mulai sedikit terbuka.
4. Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as
5. Putaran Kruk As mencapai 540 derajat
6. Putaran Noken As 270 derajat

4. Langkah Buang

Gambar 5 Langkah Buang


Sumber :http://mutiarafatrini.blogspot.com/p/definisi-motor-bensin.html

Exhaust stroke:Langkah buang menjadi sangat penting untuk menghasilkan


operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien.Piston bergerak mendorong gas sisa
pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot. Proses ini harus dilakukan
dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur
bersama pemasukkan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.
Prosesnya adalah :
1

Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk

menggerakkan piston dari TMB ke TMA


7. Klep Ex terbuka Sempurna, Klep Inlet menutup penuh
8. Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju
knalpot
9. Kruk as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat)
10. Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat)
5. Finishing/ Overlaping
Overlap adalah sebuah kondisi dimana kedua klep intake dan out berada dalam
possisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap.
Berfungsi untuk efisiensi kinerja dalam mesin pembakaran dalam.Adanya
hambatan dari kinerja mekanis klep dan inersia udara di dalam manifold, maka
sangat diperlukan untuk mulai membuka klep masuk sebelum piston mencapai TMA
di akhir langkah buang untuk mempersiapkan langkah hisap.Dengan tujuan untuk
menyisihkan semua gas sisa pembakaran, klep buang tetap terbuka hingga setelah
TMA.Derajat overlaping sangat tergantung dari desain mesin dan seberapa cepat
mesin ini ingin bekerja.
manfaat dari proses overlapping (Hidayat, 2013) :

1
2
3
4

Sebagai pembilasan ruang bakar, piston, silinder dari sisa-sisa pembakaran


Pendinginan suhu di ruang bakar
Membantu exhasut scavanging (pelepasan gas buang)
memaksimalkan proses pemasukkan bahan-bakar.

II.2 Mengenal Mesin Wankel


Mesin wankel dibuat oleh seorang ahli mesin Jerman bernama Dr.Felix Wankel
pada tahun 1954(mazda).Dr. Felix Wankelmencoba menghapuskan torak yang
bergerak tranlasi supaya batang penggerak dan poros engkol tidak lagi
diperlukan.Pada tahun tersebut,

Dr, Felix Wankel Berhasil menciptakan sebuah

mesin yang terdiri dari rotor berbentuk segitiga sama sisi yang berputar dalam stator
(rumah).Permukaan dari dalam stator bebrbentuk epitrokoida, yaitu tempat
kedudukan puncak segitiga dari rotor yang berputar.
Reseacrh untuk mesin ini pertama kali dilakukan oleh Dr.Felix Wankel pada
tahun 1924, dimana pada saat itu Dr.Felix Wankel berharap mesin ciptaannya akan
berguna untuk negaranya, Jerman(mazda). Pertama kali penelitian dilakukan di
sebuah laboratorium kecil yang dia dirikan di Jerman.Penelitian itu dia lakukan
selama perang dunia ke-2.
Setelah perang dunia ke-2 berakhir Dr. Felix Wankel mendirikan Technical
Institut of Engineering study dan melanjutkan penelitiannya tentang mesin
rotary.Melihat reseacrh yang dilakukan oleh Dr.Felix Wankel perusahaan motor NSU
tertarik untuk mengadopsikan mesin rotary tersebut dan telah memenangkan
berbagai kejuaran grandprix di dunia. Pada tahun 1967 Toyo Kogyo di jepang
berhasil membuat mesin wankel RX2 untuk Madza 110 S. Mesin ini terbukti
kemampuannya dengan diperlihatnkannya bukti bahwa mesin motor dengan
kapasitas 50cc dapat melesat hingga kecepatan 192.5 km/jam(mazda), bandingkan
dengan motor sekarang, motor masa kini yg dapat melaju hingga medekati
200 km/jam merupakan motor dengan kelas cc yang tergolong jauh lebih besar yaitu
dari 150cc-250cc .
Mesin wankel atau disebut juga mesin rotary adalah mesin pembakaran dalam
yang digerakkan oleh tekanan yang dihasilkan oleh pembakaran dan diubah menjadi
gerak putar pada rotor yang menggerakkan sumbu.Seperti namanya, mesin ini
memiliki ciri kerja dalam pembakaran dengan cara berputar atau berotasi. Dimana
pistonnya berbentuk seperti segitiga dan merangkap sebagai ruang bakar pula. Dan

dengan begitu cara kerjanya menjadi berbeda dengan mesin silinder biasa yang
bergerak secara vertikal atau horisontal.(alfandy, 2010)

Gambar 6 Siklus kerja mesin wankel


sumberhttp://blognyamitra.wordpress.com/2010/10/05/sekilastentangmesin-rotary/

Proses kerja mesin Wankel berkerja dengan siklus termodinamika yang sama
dengan motor bakar torak. Jadi, fluida kerja mengalami beberapa langkah
diantaranya: 1.Lankah Hisap; 2.langkah kompressi; 3.langkah usaha; dan 4.langkah
buang.
1. Langkahhisap
Rotor berputar searah jarum jam. Sisi rotor A akan bergerak dan
pada saat saluran hisap terbuka maka campuran udara dan bahan
bakar akan terhisap masuk ke ruang hisap.

2. Langkahkompresi
Perputaran rotor akan menyebabkan sisi rotor A akan
memperkecil volume ruang hisap campuran udara dan bahan
bakar tekanannya semakin tinggi.

3. Langkahusaha
Setelah mencpai top kompresi volume ruang kerja menjadi lebih
kecil dan pada saat itu busi memercikan bunga api, akibatnya
campuran udara dan bahan bakar yang sudah dikompresikan
akan terbakar dan menimbulkan daya atau tenaga untuk memutar
rotor.
4
4. Langkahbuang
Rotor berputar menyebabkan sisi rotor A akan mebawa gas sisa
hasil pembakaran kesaluran pembuangan. Ketiga sisi rotor
mengalami proses tersebut oleh karena itu untuk menyekat ruang
antara rotor dan stator setiap sisi puncak dari rotor dipasang sekat
yang berfungsi untuk menekan bidang epitrokoida pada stator.
(alfandy,
Sumber 2010)
:http://suremaker.blogspot.com/2010/11/inila
h-cara-kerja-mesin-rotary-mazda.html

II.2.1 Pelumasan dan pendinginan

Pada mesin wankel pelumasan memang menjadi salah satu masalah utama
selain emisi gas buang yang berlebih.Dikarenakan beberapa komponen seperti
permukaan startor, puncak dan bidang sisi rotor, bantalan, roda gigi, dan poros wajib
dilumasi secara khusus.
Untuk mengurangi gesekan antara beberapa komponen yang dapat menyebabkan
keausan seperti pada puncak dan sisi sisi rotor yang bergesekan dengan dinding dari

stator, serta untuk mengurangi panas berlebiih pada beberapa bagian dari stator. Ada
beberapa cara yang telah dilakukan, antara lain :
1

Memberikan pelumasan yang sama seperti mesin bakar torak 2 langkah dengan cara

mencampurkan bahan bakar, udara dan cairan/ fluida pelumasan.


Memasukan fluida/ cairan pelumasan melalui permukaan dinding stator dekat

6
7

lubang isap yang relatif lebih dingin


Atau fluida/ cairan pelumas tersebut dimasukan melalui alur sekat-puncak rotor.
Untuk mendinginkan stator bisa dengan pendingina udara atau air. (Arismunandar,
2008)
Menurut

NSU

dalamarismunandar,1987)

ada

pengaruh

sistem

pendinginanyang digunakan terhadap prestasi mesin.


Fluida pendinginan
Stator
Rotor
Air
Minyak pelumas (pemasukan dari permukaan)
Air
Minyak pelumas (pemasukan dari samping)
Udar
Minyak pelumas (pemasukan dari permukaan)
a
Air
Campuran (pemasukan dari samping)
Udar
Campuran (pemasukan dari samping)
a

% dari tekanan efektif ratarata


100
85
90
75
80

Catatan : Campuran = Campuran bahan bakar dan udara


Pada bagian rotor pendinginan tidak terlalu sulit dikarenakan pada setiap
langkah isap, rotor selalu didinginkan oleh campuran bahan bakar dan udara yang relatif
masih dingin yang masuk ke ruang bakar/ stator (bidang epitrokoida).

II.2.2 Sistem anti polusi pada mesin wankel Madza

Untuk mengurangi kadar C02, CH dan Nox dalam gas hasil pembuangan
mesin wankel, Madza menambahkan reaktor panas yang dipasangkan pada lubang
pebuangan gas buang sehingga pembakaran hidrokarbon (CH) yang tidak sempurna
dalam ruang bakar dapat dilakukan kembali.

Gambar 7 sistem anti polusi pada mesin wankel


sumber: wiranto, arismunandar.1987.Motor bakar torak.Bandung

Komponen sistem anti polusi yang ada pada mesin wankel Madza(Arismunandar, 2008).
1. Unit pengatur (komputer kecil)
2. Saringan udara
3. Pompa udara
4. Katup pengatur udara
5. Karburator
6. Katup pengatur deselerasi
7. Udara pembakar-ulang
8. Udara pendigin
9. Reaktor panas
10. Peredam bunyi
11. Motor Wakel
12. Rotor
13. Stator (rumah)
14. Distibutor
15. Busi
16. Lubang isap

Ekonmi bahan
Emisi (gram per mills)
Nama kendaraan

Madza Rx-3 (M/T)


Madza Rx-4 (A/T)
General Motor Rotary
Engine (1974)**) 1975 US Federal
Emission Standars
1975 Japanese Emission Stadards
(average; 10 mode)
*) Data dari Tokyo CO, Ltd, 1976

CO

HC

Nox

1,79
2,5
11,2
3,4

0,21
0,31
5,6
0,41

0,99
1,46
2,1
3,1

3,36

0,4

1,92

bakar (mills
per galoon)
Di
Di
jalan
Kota
raya
19
30
17
24
15,3

**)Mechanical Engineering, May


1977
II.3 Kelebihan dan Kekurangan Mesin Wankel Dibanding Mesin Piston (4-tak)
Kelebihan :
1

komponen mesin yang lebih sedikit atau lebih sederhana, dikarenakan mesin
wankel tidak menggunakan katup seperti mesin piston, sehingga bobotnya relative

lebih ringan
Suara mesin lebih halus dan minim getaran, dikarenakan mesin wankel berputar

satu arah sedangkan mesin piston bergerak naik-turun dan menggunakan katup.
Kapasitas mesin kecil tetapi tenaga yang dihasilkan setara dengan mesin 4-tak 6
silinder, dikarenakan mesin wankel mempunyai ruang bakar yang besar dan
mengalami 3x prosedur pembakaran dibandingkan mesin piston yang hanya terjadi

1x prosedur pembakaran dalam satu siklus kerja.


10 Mesin wankel dapat pula bekerja sebagai motor Diesel maupun motor Otto
dikarenakan mesin wankel memiliki karakteristik yang cukup istimewa.
11 Mesin wankel bensin perbandingan kompresinya berkisar antara 8,5-9,5. Jika
dibandingkan dengan motor bakar torak bensin (motor Otto) untuk daya yang
samaternyata motor Wangkel lebih ringan (30%), berukuran lebih kecil (50%),
jumlah komponen lebih sedikit (30%), dan lebih murah (20%).

13

Kekurangan :
1

Emisi gas buang yang cukup tingggi, dikarenakan konstruksi mesin yang sederhana

dibandingkan mesin piston 4-tak sehingga banyak hidrokarbon yang tidak terbakar.
12 Boros bahan bakar dikarenakan ruang bakar yang besar sehingga sehingga
membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak pula.
13 Pada beberapa kasus yang ditemui mesin wankel ini sering mengalami over heating
(panas berlebih). Karena sistem pendinginan yang tidak sempurna.
II.4 Alasan mesin wankel ditinggalkan
Pada awalnya banyak pabrikan yang menggunakan mesin ini seperti GM,
Mercedes-Benz, Mazda, Rolls Royce, dsb.Namun di antara semua pabrikan saat ini
hanya tinggal pabrikan Mazda saja yang serius menggambarkan mesin wankel.Hal
itu karena mesin wankel pada saat itu dikenal sebagai mesin yang boros bahan bakar
dan mengeluarkan emisi yang lebih tinggi dibandingkan mesin piston, maka para
pabrikanpun mulai meninggalkan mesin wankel dan hanya memakai mesin piston
yang saat itu dikenal lebih irit bahan bakar dan ramah lingkungan.Hal itulah yang
menyebabkan mengapa mesin piston lebih berkembang dan dipakai sampai saat ini.
Padahal jika mesin wankel serius dikembangkan,penulis yakin mesin tersebut bisa
berperan penting dalam sejarah manusia.

14

BAB III
SIMPULAN

Penulis sangat yakin jika mesin wankel benar-benar dikembangkan mesin ini
akan jauh lebih sukses dibanding mesin piston danbisa berperan penting dalam
sejarah manusia. Karena dengan kapasitas rotor yang kecil mesin ini sudah
mengeluarkan tenaga yang besar, maka kendaraan tidak perlu lagi menggunakan
mesin berkapasitas besar seperti yang mesin piston gunakan, dengan mesin yang
kecil maka konsumsi bahan bakar yang diperlukanpun sedikit. Di satu sisi mesin
yang berkapaitas kecil mengeluarkan tenaga yang kecil di putaran bawah, tapi hal itu
bisa diatasi menggunakan turbocharger, maka tenaga akan diperoleh di setiap
putaran. Isu tentang emisi gas buang mesin wankel yang tinggi, hal itu sudah bisa
diatasi dengan teknologi terbaru Mazda. Berikut merupakanbeberapa pengembangan
pada mesin wankel antara lain:
1

Sistem diesel rotary engine merupakan pengembangan dari mesin wangkel yang
menerapkan prinsip kerja motor diesel dimana pembakaran diesel memerlukan
tekanan yang tinggi, dipakai dua step ruang bakar. Metoda ini pernah dicoba pada
Roll Royce dengan dua buah rotor dalam satu tekanan rendah dan satu rotor tekanan
tinggi. Udara yang dimampatkan dengan rotor tekanan rendah, diarahkan kea rah
rotor tekanan tinggi. Lalu pada ruangan untuk rotor tekanan tinggi ini di injeksikan
bahan bakar sehingga reaksi pembakaran diesel bisa terwujud.akan lebih sukses dari
pada mesin piston. Karena dengan mesin yang relatif kecil mesin wankel
mengeluarkan tenaga yang besar, dengan begitu mesin wankel membutuhkan bahan
bakar yang lebih sedikit, dan denagan perkembangan teknologi, emisi yang

dikeluarkan mesin wankel bisa dikurangi.


Untuk memperbaiki proses pembakaran mesin wankel Madza menggunakan 2 buah
busi untuk setiap ruang bakar. Busi yang pertama bekerja beberapa saat leih dahulu
daripada yang kedua. Busi yang digunakan pun harus dibuat lebih kuat, than

temperature tiggi, dan tahan erosi.


Untuk mengatasi masalah pencemaran udara, khususnya untuk mengurangi kadar
CO2 , hidrokarbon dan NO2 dalam gas buang, Madza telah melengkapi mesin
wankel buatannya dengan reactor panas yang dipasang dekat lubang gas buang

15

sehingga pembakaran hidrokarbon yang tak sempat terbakar dalam ruang bakar
akan dapat segera dilaksanakan atau diatasi.
Dari uraian diatas maka dari itu penulis sangat yakin bahwa mesin wankel akan
lebih sukses dan lebih ramah lingkungan dimasa yang akan datang dan akan berperan
lebih besar dalam dunia industri khusunya otomotif sebagai alat transportasi dan
dapat diproduksi masal.

16

DAFTAR PUSTAKA

Arismunandar, Wiranto. 1987.Motor Bakar Torak. Bandung: ITB


Alfandy,2010.Rotary Engine.[5]18.
hinotamashi-alfandy-ug.tumblr.com/RotaryEngine.html
[4 april 2014]
Fatrini, mutiara.2010.PRINSIP KERJA MOTOR BENSIN 4 TAK.[14]20.
http://mutiarafatrini.blogspot.com/p/definisi-motor-bensin.html
[16april 2014]
Hidayat, Rahmad.2013.Cara Kerja Motor Bakar 4 Tak.[8]12.
http://ki-tapunya.blogspot.com/2013/11/cara-kerja-motor-bakar-4-tak.html
[4 april 2014]
Yamitra.2010.sekilas-tentang-mesin-rotary.[3]10.
http://blognyamitra.wordpress.com/2010/10/05/sekilas-tentang-mesin-rotary/
[7 April 2014]

17