Anda di halaman 1dari 41

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam

dunia

industri

banyak

dikenal

tehnik

pengelesan / penyambungan benda, salah satu tehnik yang


banyak di pakai untuk menyambung benda kerja adalah
tehnik pengelesan (mengelas) mangelas merupakan salah
satu tehnik penyambung antar satu bagian komponen
dengan komponen yang lain yang bersifat tetap.
Di jaman sekarang ini pengunaan tehnik pengelasan
dapat

menjangkau

hampir

semua

pekerjaan

yang

mengunakan bahan baku logam. Pengelasan mempunyai


banyak jenis, maka di buatkan klasifikasi menurut cara
pelaksanaan penyambungan di antaranya las listrik, las
karbit, solder dan brazing
1.2 Tujuan Praktikum
1. Mengetahui dan memahami prinsip kerja dan
pengelasan
2. Melatih

keterampilan,

ketepatan

dan

ketelitian

praktikum

kedalam

dalam melakukan pengelasan


3. mengafikasikan

teori

dan

lapangan dan mengetahui cara mengaplikasikan


1.3 Maksud praktikum

Hal : 1

1.

Memberikan masukan dagi mahasiswa unhtuk


mengembangkan pengetahuan dan keterampilan
dalam proses pengelasan

2.

Memberiakan berbagai ketentuan dan keselamatan


kerja yang khususnya bagi proses pengelasan

3.

Mengatahui

jenis-jenis

dan

macam-macam

pengelasan
4.

Mengetahui tehnik-tehnik pengelesan

Hal : 2

BAB II
LANDASAN TOERI
2.1 Ruang lingkup dan defenisi
Mesin

las

banyak

di

gunakan

dalam

batang

konsruksi sebagai alat untuk menyambung antara bagian


komponen

dalam

kontruksi

sangatah

luas.

Meliputi

perkapalan, jambatan, rangka baja boiler.pipa saluran.


Kendaraan reli dan sebagainya.di samping itu. Proses las
juga dapat di pergunakan untuk reperasi, minsanya untuk
mengisi lobang lobang pada curam. Membuat lapisan kerak
pada perkakas mempertebal bagian-bagian yang sudah luas,
dan macam-macam reerasi lainya
Pengelasan bukan tujuan utama kontruksi, tetapi
hanya merupakan sarana untuk mencapai nilai ekonomi.
pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las dan
pengelasan harus betul-betul memperhatikan kesesuian
antara sifat-sifat las dengan kegunaan kontruksi serta
keadaan di sekitarnya
Prosedur

pengelasan

kelihatanya

sangatlah

sederhana tetapi tetapi sebenarnya di dalamnya di dalamnya


banyak masalah-masalah yang harus di atasi, dimana
pemecahanya memerukan berbagai nacam pengetahuan
tentang

pengelasan

karena

itu,

dalam

pengelesan

pengetahuan harus turut serta mandampingi praktek secara


lebih terinci dapat dikatakan bahwa dalam perencanaan
kontruksi baguanan dan mesin dengan sambungan las,
Hal : 3

harus direncanakan pula tentang cara pengelasan bahan las


dan jenis las yang akan di pergunakan. Berdasarkan fungsi
dan bagian-bagian bagunan atau mesin yang di rancang.
Dewasa ini teknoogi pengelasan berkembang begitu pesat.
maka terdapat beberapa proses pengelasan, karena itu
banyak

jenis

menurut

pengelasan

cara

maka

pelaksanaan

di

buatlah

klasifikasi

sambungannya

proses

pengelasan di klasifikasikan menjadi las listrik, las karbit,


solder dan brazing
2.1.1. Las Listrik
Umumnya cara pengelasan yang paling praktis
adalah dilakukan dengan mngelas listrik. Di man alas
listrik lebih efisien dan ebih mudah. Lebih kuat daripada
melakukan las memekai karbit atau asitelin. Untuk
mengelas kita memakai karbit atau asitelin. Untuk
mangelas, kita memakai elektro las yang di selubungi oleh
lapisan di mana bahan
lapisan itu berfungsi :
-

Untuk melindunggi logam dan cairan las terhadap


pengaruh udara

Mempertinggi drajat ionisasi gas-gas dalam busur


nyala

menambah zat-zat yang juga pada elektroda yang


dilapis mesin terbakar keluar logam elektroda las
listrik terdiri dari beberapa macam yaitu:
- elektroda sifat biasa
- elektroda selubung febri
Hal : 4

- elektroda selububung garis


- elektroda seret
- elektroda baker dalam
- elektroda kontak
Perlengkaan las listik

Kecuali pesawat las dan elektroda di perlukan alat seperti


- kabel-kabel dan rang listrik
- palu dan sikat las
- kap las / topi las
dalam pengelasan terdapat berbagai macam kumulan las
(bentuk sambungan las) antara lain
- kampul tumpul
- kampul sudut

Hal : 5

Gambar 2.1 kampoh las tumpul

Gambar 2.2 kampoh las sudut


Jenis-jenis mesin las
Jenis-jenis mesin las
1. benda kerja
Hal : 6

2. busur nyata
3. elektorda las
4. roda pengatur
5. bahan pengisi
6. corong isi
7. saklar listrik
8. pipa karet
9. terak campur
10. kampuh lap

Gambar 2.3 Mesin Las Automatis

Hal : 7

Gambar 2.4 genarator AC

Gambar 2.5 generator DC


Pemakaian

bentuk

kampuh

tersebut

hanyalah

merupakan bentuk khusus dalam pekerjaan. Tergantung


macam dan bentuk yang akan diatas. Selama melakukan
pekerjaan, las, tukang, las harus melindungi dirinya
terhadap pengaruh sinar las dan panas, maka dalam
malakukan

pekerjaan

las

harus

pelindung diri atau pengaman diri

Hal : 8

di

gunakan

alat

Gambar 2.6 penataan pengaman las


Alat pengamatan diri haruslah dimiliki oleh setiap
bengkel las, karena alat itu meindungi setiap pekerja dari
asap, radiasi panas, dan sinar ultraviolet dari sinar
imframerah yang berasal dari busur nyata sewaktu
mengelas
Hal : 9

Memotong plat baja dengan las juga bias di lakukan


maka hal ini diperlukan brander pemotong sendiri.
Prosedur pengelasan harus menghasilkan pelaksanaan
pengelesan yang semudah-mudahnya, karena itu hal-hal
berikut harus mendapat perhatian
Harus di usahakan supaya pelaksaan pengelesan
dapat

di

kerjakan

dengan

posisi

elektroda

yang

seharusnya
- harus diusahakan agar tukang las dapat meihat
busur listrik terjadi
- harus di usahakan agar pengelasan dapat di
laksanakan dengan posisi alamiyah
di daam melaksanakan ataupun menentukan konstruk
si pengelasan harus di pikirkan pula adanya biaya harus
diadakan pertimbangan yang menyeruruh dan sekian
sudut beberapa hal yang harus di pertimbangkan dalam
usaha menurunkan biaya kuntruksi
- Menyederhanakan

kontruksi

dan

mengurangi

jumah batang sejauh mungkin


- Kontruksi harus mudah di rakit
- Sejauh

mungkin

mengunakan

batang

dan

konsturksi yang standar


- Harus mengusahakan mengunakan las datar
- Rencana

kontruksi

harus

sedemikian

sehingga ketelitian bentuk dapat di atur pada

Hal : 10

rupa

tahap perakiran
- Mengunakan cara pengelasan yang menyebabkan
terlaksananya pengelasan dengan bahan las yang
sedikit mungkin
- Harus

di

hindari

pengelasan

dalam

dan

pengelasan ruang sempit


- Harus di usahakan sesedikit mungkin pelurusan
dan penyetelan selama proses pengelasan
- Mengunakan cara pengelasan dengan efisien yang
tinggi
- Di

hindari

sejauh

mungkin

pengelasan

di

lapangan
Cara-cara menggerakan elektroda macamnya banyak
sekali,

tetapi

tujuannya

adalah

sama,

yaitu

mandapatkan deposit logam las dengan permukaan yang


rata. Harus dan menghindari terjadinya tariakan dan
pencamuran terak/ kotoran. Yang penting di perhatikan
adalah menjaga agar sudut elektroda dan kecepatan
alektroda dan kecepatan elektroda tidak berubah
Akhir-akhir ini kontruksi las banyak sekali di
pergunakan sehingga pelaksanaan pekerjaan las juga
semakin besar
kecelakaan

dan dengan sendirinya kecelakaan-

yang

berhubungan

dengan

pengelasan

samakin banyak terjadi. Umunya kecelakaan terjadi


karena kurangnya kehati-hatian

Hal : 11

2.1.2 Las karbit


Las karbit adalah suatu cara pengelasan di mana
panas yang di gunakan untuk pengelasan di peroleh dari
nyala api hasil pembakaran bahan bakar dengan oksigen
(Zat Asam). Dalam pekerjaan las karbit ini (sering juga di
sebut las asitelen), di pergunakan gas karbit dan oksigen
untuk menghasilkan panas dengan perantaraan sebuah
brander dalam sebuah pembakaran. Dengan melelehkan
logam yang akan di sambung dan batang penambah
(electrode) maka dapat di padukan cairan logam tersebut
yang akhirnya tersambung setelah menjadi dingin untuk
pembangkit gas karbit di gunakan apa yang di sebut
generator karbit atau juga bisa dipakai gas yang berasal
dari botol Asitelin
Asitelin adalah suatu zat air arang (C 2H2) yang di
buat secara besar besaran dari karbit kalsium (C aC2) yang
dengan singkat disebut karbit dan air
CaC2 + 2H2O

Ca(OH) + C2H2 + g

Keterangan
CaC2

= batu karbit

Ca(OH)2 = Kapur terguyur


C2H2

= gas karbit

= panas
Pada tekanan lebih setinggi 2 atmosfr asitein dapat

meletus. Suatu tekanan yang lebih dari 1 1/2 atm tidak boleh
terjadi dalam pembuatan asitelin (generator) dalam rungan.
Hal : 12

Las karbit tidak boleh terdapat api terbuka dan cahaya


buatan harus di sekat
Antara brander dan generator harus di pasang
kunci air/ pengaman. Untuk menghindarkan pada waktu
bagian

mulut

pembakar

las

(brander)

berhubungan

dengan sesuatu hal maka di buatlah kunci air


cara yang termudah dalam mengelas dengan cara karbit
adalah dengan mengunakan botol asetein. Botol oksigen
regulator (pengantar keluarnya gas

branker (pembakar )

dan sebagainya (alat-alat pengaman)


Hal-hal yang harus di perhatiakan dalam mangelas
dengan cara karbit adalah
-

Generator las harus di pasang di letakan di luar atau


didalam ruang yang khusus

Di sekitar generator las tidak terdapat api yang dapat


membakar gas dalam generator

Cahaya yang masuk kedalam ruangan harus disekat


pipa-pipa untuk mengalirkan gas karbit jika masingmasing mengandung gas setelah di pakai harus di
keluarkan terlebih dahulu di luar tempat rungan
mangelas

Pada brander harus dipasang alat alat pengaman guna


manghindari pengaliran gas kembali kepesawat asitein

Generator las harus diikat dengan kuat pada tiang


supaya tidak jatuh dan meledak

Hal : 13

syarat-syarat yang peru di perhatikan dalam pemakian


botol oksigen adalah
-

Botol tidak boleh jatuh dan jika perlu harus diikat


dengan kawat bahan pada tiang

Botol jangan diletakan dekat api atau terkena sinar


matahari, karena kemungkinan dapat meledak

Hal : 14

Sewaktu mengangkat atau memindahkan botol harus


hati-hati supaya jangan jatuh

Permasaahan generator pada kabel saluran gas tidak


boleh keliru

Tutup pengaman dan tutup botol hanya di buka jika


akan bekerja saja

kunci pembuka tutup botol atau gas oksigen harus


berada

di

belakang,

supaya

memudahkan

dalam

menutup dan mencegah adanya kemungkinan bahaya


kebakaran regulator gas adalah alat pengatur tegangan
yang di gunakan untuk menurunkan tekanan gas yang
keluar dari botol sehingga tekanan tetap konstan
sewaktu melakukan pekerjaan las brender adalah alat
pemancar gas oksigen dan gas asitelen dapat terbakar
untuk pengelasan

Hal : 15

Gambar 2.7 Botol asitelen dan oksigen yang telah bersih selang
karet dan brender

Hal : 16

Gambar 2.8 brander

Gambar 2.9 regurator

Hal : 17

2.1.3 Solder Atau Brazing


Penyolderan

yaitu

cara

penyambungan

logam

dibawah pengaruh penyaluran panas dengan bantuan


logam penyambung (solder) yang menpunyai titik lebar di
bawah titik lebur logam yang akan dikembangkan pada
proses solder atau brozing hanya bahan penyambungan
yang di cairkan, sedangkan bahan dasarnya dipanaskan
samai suhu cair bahan penyambung tersebut

Gambar 3.0 solder


2.2 Kaselamatan

dan

kesehatan

kerja

pada

proses

pengelasan
Akhir-akhir ini kontruksi las banyak sekali di gunakan
sehingga pelaksanaan pekerjaan las juga menjadi makin
Hal : 18

besar san dengan sendirinya kecelakaankecelakaan yang


berhubungan dengan pengelasan juga manjadi makin banyak
kecelakaan-kecelakaan tersebut pada umunya di sebabkan
karena

kurangnya

baban

mentah.

Untuk

menghindari

kecelakaan tersebut perlu pengusaan pengetahuan tertentu


dan mengetahui tindakan-tindakan apa yang harus di ambil
bila terajad kecelakaan. Beberapa sumber kecelakaan dan
cara menghindarinya di terangakan lebih lanjut pada pasalpasal berikut ini :

2.2.1 Kecelakaan karena cahaya dan sinar


2.2.2 Cahaya dan sinar yang berbahaya
Selama proses pengelasan akan timbul cahaya dan
sinar yang dapat mambahayakan juru las dan pekerjaan
lain yang dapat di lihat atau cahaya tampak, sinar
ultraviolet dan sinar imfra merah. Karena hal ini maka
pencegahan

teahadap

bahaya

dari

cahaya

harus

di

persyaratkan
1. Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet sebenarnya adalah pancaran yang
mudah terserap, tetapi sinar ini mempunyai pengaruh yang
besar terhadap reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh.
Bila sinar ultraviolet maka pada mata akan terasa seakanakan ada benda asing di dalamnya dalam waktu antara 6
sampai 12 jam kemudian mata akan menjadi sakit selama
Hal : 19

6 sampai 12 jam pada umunya rasa sakit ini akan hilang


setelah 45 menit
2. Cahaya tampak

Semua cahaya tampak yang masuk kemata akan si


teruskan oleh infa dan kornea ke retina mata. Bila
cahaya ini terlalu lama mungkin akan menjadi sakit.
Rasa lelah dan sakit ini sifatnya juga hanya sementra
3. Sinar infra merah

Adanya sinar infra merah tidak segera terasa oleh mata


karena itu sinar ini lebih berbahya sebab tidak di
ketahui, tidak terlihat dan tidak terasa pengaruhnya
sinar infra merah terhadap mata sama dengan pengaruh
panas yaitu menyebabkan pembengkan pada kelopak
mata, terjadinya penyakit kornea prebiopea yang terlalu
dini dan terjadinya kerabunan jelas disini bahwa akibat
dari pada sinar infra merah jauh berbahaya dari pada
kadua cahaya yang lainya
2.2.1.2 Perlindungan pada muka
1.

Perlindungan mata
Perlindugan

mata

harus

mampu

menurunkan

kekuatan pancaran sinar ultraviolet dan infra merah


untuk keperluan ini maka perindungan mata harus
mempunyai warna transmisi tertentu. Misalnya abuabu coklat atau hijau, hal-hal penting yang harus di
perhatikan dalam memilih pelindung adalah:

Hal : 20

a. Harus mempunyai daya penerus yang tepat


terhadap cahaya
b. Harus mampu menahan cahaya dan sinar yang
bercahaya
c. Harus

mempunyai

sifat

sifat

yang

tidak

melelahkan mata
d. Harus tahan lama dan mempunyai sifat yang
tidak berubah
e. Harus

memberikan

rasa

nyaman

kepada

pemakai.
2. Perindungan mata
Perindungan

muka

dipakai

untuk

melindungi

seluruh muka terhadap kebakaran kulit sebagai


akibat dari cahaya busur.

Pakaian dan lainya yang tidak dapat di lindunggi dengan


hanya mamakai pelindung mata. Bentuk pelindung
muka bermacam macam. Dapat berbentuk helm dan
dapat berupa pelndung yang harus di pegang
2.2.1.3 Debu dan gas dalam asaplas
Debu dalam asap las besarnya berkisar antara
0,2 mm sampai dengan 3mm. distribusi dari ukuran debu
asap yang timbul dari electro jenis ilmiah dan hidrgen
rendah dapat di lihat dari gambar berikut

Hal : 21

Gamba 3.11 Distribusi ukuran debu asap


Butir-butir debu asap dengan ukuran 0,5 mm atau lebih
besar. Bila terhisap akan tertanam oleh bulu hidung dan
bulu pipa pernapasan. Sedangkan debu asap yang lebih
harus akan terabawa masuk kedalam paru-paru dimana
sebagian akan di hembuskan keluar kembali. Debu asap
yang tertinggal dan menimbulkan beberapa penyakit
seperti sesek nafas dan lainya

Hal : 22

Gambar 2.12 Komposisi kimia asap las


2. Gas dalam asap las
Gas-gas berbahaya yang terjadi pada waktu pengelasan
adalah gas karbon monoksida (co). karbon dioksida
(CO2) ozon (O3) dan gas nitrogen dioksida (NO)
Pengaruh

dari

gas-gas

tersebut

terahadap

tubuh

manusia dan harga batasnya di jelaskan di bawah ini.


a. Gas Karbon Monoksida (CO)
Pada tempat pengelasan, gas CO2 yang terjadi

di

ubah menjadi CO dengan konsentrasi yang menurun


bias jaraknya akin menjauh dari tempat las. Gas Co
memunyai aktivitas yang tingi

terhadap hemogobi

yang

menurunkan

dengan sendirinya kan

daya

penyerapan terhadap oksigen harga tvl untuk gas ini


adalah 50 ppm
b. Gas karbon dioksida (CO2)
Di dalam udara sudah terdapat konsentrasi gas CO 2
sendiri tidak berbahaya terhadap tubuh tetapi bila
konsentrasinya terlalu tinggi konsentrasi oksigen di
udara

akan

menurunkan

dan

dapat

membandingkan, terutama dalam ruang tertutup


harga tlv untuk gas ini adalah 5000 ppm
Hal : 23

c.

Gas ozon (O3)


Gas ozom terjadi karena reaksi foto kimia dari sinar
utra vioet. Bila seorang bernapas dengan udara yang
mengandung air 0.5 ppm O3, selama 3 jam, maka
akan merasakan sesak napas. Bila konsentrasi
mencapai 1 atau 2 ppm dalam waktu 2 jam akan
merasa pusing, sakit dada, dan kekeringan pada
pipa pernapasan harga RLV untuk gas ini adalah 0,1
ppm

d.

Gas Nitrogen monoksida (Mo)


Gas No yang masuk ke dalam pernapasan tidak
merancang, tetapi akan bereaksi dengan hemoglobin
(Hb) seperti hanya gas Co dan Hb, maka gas NO
tidak mudah lepas dari hemoglobi bahkan mengikat
oksigen yang di bawa oleh hemoglobin bahkan
mengikat oksigen yang di bawa oleh hemoglobin. Hal
ini dapat menyebabkan kekurangan oksigen yang
dapat menyebabkan system saraf harga TLV untuk
No adalah 25 ppm

Hal : 24

BAB III
GAMBAR ALAT DAN FUNGISIDA
3.1 Generator AC
Berfungsi sebagai sumber listrik

Gambar 3.1 Generator AC


3.2 Masker / pelindung mata
Berfungsi sebagai pelindung mata dari Percikanpercikan api

Hal : 25

Gambar 3.2 masker


3.3 Elektroda
Berfungsi sebagai bahan penyambung dengan panas
yang dihasilkan sehingga dapat melebur dan mengikat banda
kerja yang akan di sambungkan

Gambar 3.3 elektroda


3.4 Holder
Berfungsi sebagai penjepit elektroda dan menghantar
listrik

Hal : 26

Gambar 3.4 holder


3.5 Sarung tangan
Berfungsi untuk melindunggi tangan dan perakaranperakaran dari proses las
3.6 martil
Berfungsi untuk membuang terak atau sisa-sisa
pengelasan yang masih menempel pada benda kerja

Gambar 3.6 mortil


3.7 Sikat baja
Berfungsi membersihkan permukaan benda keya
Hal : 27

Gambar 3.7 sikat baja


3.8 Apron
Berfungsi untuk melindunggi badan dari panas dan
percikan yang di hasikan oleh mesin las / proses pengelasan

Hal : 28

BAB IV
GAMBAR SPESIMEN LANGKAH KERJA

mbar spesimen

Gambar 4.1 gambar spasimen

Hal : 29

akah Kerja
Adapun langkah kerja dari percobaan pengelasan ini
adalah :
4.2.1. Persiapan praktikum
- menyediakan peralatan-peralatan yang akan di
gunakan
- memakai alat pelindung
4.2.2 Prosedur praktikum
- Mengatur besar tegangan / ampere pada mesin las
sesuai dengan benda kerja
- Menentukan diameter dan jenis kawat las sesuai
dengan benda kerja
- Menentuakan kawat las pada penjepit las
- Mengaktifkan tombol las pada posisi On
- Melakukan pengelasan
- Melakukan tombol Off setelah tombol pengelasan
4.2.3 Setelah Praktikum
- Membersihkan peralatan dan sisa sisa kawat las
- Mengabaikan peralatan pada tempat kerjanya semula

Hal : 30

BAB V
ANALISA HASIL

Gambar 5.1 Hasil Pengelasan


Adapun hasil pengelasan dari proses pengelasan dari
yang dilakukan berupa guratan gengsi-gengsi pengelasan.
Hasil pengelasan ini tidak maksimal karena kurangnya
keahlian dan ketarampilan praktikan

Hal : 31

BAB VI
SUMBER KESALAHAN DALAM PENGERJAAN
Sumber-sumber kesalahan

dalam praktikum ini

adalah sebagai berikut :


- Kurangnya

keahlian

praktikum

sehingga

hasil

pengelasan tidak maksimal


- mesin las yang cepat panas sehingga mengangu peoses
pengelasan
- gerakan tangan tidak sesuai dengan gerakan lengan
mencair
- jarak antara benda kerja dengan kawat las pada saat
pengelasan terlalu jauh

Hal : 32

BAB VII
APLIKASI TEHNIK

Aplikasi

tehnik

yang

sangat

dapat

banyak

di

terapkan

karena

pada

percobaan

ini

pengelasan

merupakan

suatu tehnik penyambungan yang amat

banyak di gunakan dalam dunia industri diantanya


- Di bidang perkapalan
- Pembuatan rel kereta api
- Kontruksi bagunan dan jembatan
- Industri manufaktur lainya

Hal : 33

BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN
8.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat dari praktikum pengelasan adalah
1. Tehnik

pengelasan

yang

benar

akan

menghasilkan

pengelasan yang benar pula. Dengan kata lain yang


menjadi acuan baik dan burukya suatu pengelasan di
tentukan oleh penguasaan / pengetahuan mengenai
metoda zig-zag
2. Keterampilan para pengelas (di dalam hal ini praktikum)

sangat penting untuk menghasilkan hasil pengelasan yang


baik
8.2 Saran
Saran yang dapat di berikan penulis setelah melakukan
percobaan pengelasan adalah
1. Asisten lab haruslah terus mengawasi praktikannya saat

melakukan pengelasan
2. Pakailah alat pelindung diri
3. Perhatikan kesehatan dan keselamatan kerja (k3)

Hal : 34

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 1993. Dasar-Dasar Tehnik Mesin . Jakarta Rheneka


Cipta
Sulisyo handoko, bambang 2010 Model Praktikum Proses
Produksi. Medan . Institut Teknologi Medan
Wiryosumarto, harsono dan toshie okumura. 2004 Teknoogi
Pengelasan Logam. Pradiya Paratama

Hal : 35

TUGAS SEBELUM PRAKTIKUM


1.

Sebutkan

jenis

kawat

las

yang

digunakan

pada

penjelasan sesuai dengan dimensi dan jenis bahan!


2.

Sebutkan langkah kerja pada penjelasan sesuai dengan


dimensi dan jenis bahan!

3.

Jelaskan proses terjadinya ikatan metalurgi

4.

Sebutkan 3 keuntungan dan penjelasan dibandingkan


dengan proses penyambungan

5.

Apa saja yang mempengaruhi proses penjelasan

6.

Ada berapa jenis kampuh dalam proses peneglasan

7. Apa perbedaan yang mendasar dari beberapa jenis logam


berilut a. besi, b. baja karbon rendah, c baja karbon
tinggi di baja cor, ebesi cor
8.

Apa tujuan dari pemanasan mula, pada pengelasan besi


cor

9. Sebuah transformator step down mempunyai effesiensi


77%, jumlah lilitan primernya 1400 lilitan sedangkan
skundernya 50 lilitan. Apa bila daya yang diberikan pada
primernya 1200 Watt dengan kuat arus 5A. Tentukanlah
daya pada skundernya!

Hal : 36

Jawab
1.

- Kabel elektroda adalah kawat yang menghubungkan


pesawat las dengan elektroda
- Kawat line gal adalah kawat yang menghubungkan
sumber tenaga atau jaringan listrik denngan mesin
las
- Kawat massa adalah penghubung mesin las dengan
benda kerja.

2-

Menyesuaikan besar tegangan pada mesin las dengan


benda kerja

Menentukan diameter benda kerja yang akan dilas

Jepit kawat las pada penjepit las

Aktifkan tombol mesin las pada posisi On

Melakukan proses pengelasan

Matikan mesin las apabila telah selesai

3.

Pengelasan antara bahan dasar yang dias dengan


elektroda las yang digerakkan melalui energi panas

4-

Dapat menyambung sebuah komponen dengan kuat

Bisa menggunakan tenaga listrik sebagai sumber poros

Mempunyai tahanan yang kokoh dan tidak mudah


patah.

5.

Kabel las periksa kondisi pengelasan

Periksa hasil pengelasan

Over lapping, mesin las

6.

Kampuh tumpul

Las

pinggir,

kampuh

I,

kampun tertutup kampuh V


Hal : 37

terbuka,

Kampuh

kampuh x dll.
-

Kampuh sudut

Kampuh

kampuh
gabungan

sudut

dalam,

sudut

luar,

kampuh

kampuh x dan kampuh


sudut dalam ganda.
7.

a.

Baja Karbon rendah : -

Kekuatan tarik 430

-530 n/2
-

Daerah temperatur lebar

Kekerasan 220 HV

b. Baja Karbon Tinggi : - Kekerasan 200-300 HV


- Kekuatan tarik 500-800 n/m2
c. Baja cor

: - Kekerasan 150 HV
- Kekuatan tarik 620 N/mm2

d. Besi Cor

: - Kekerasan 142 325 HV

e. Besi

: - Kekuatan tarik 150-400 HV

8.

- Agar dapat mudah dilas lebur


- Untuk memanaskan penampang penampang yang
lebar atau tidak beraturan .
- Agar bisa menggunakan elektroda dasar nikel .

9.

diketahui 5
= 77 %

n1 = 1400 lilitan
n2 = 500 lilitan
d1 = 1200 watt
Hal : 38

I1

=5A

Ditanya = d2

=...?

Jawab :
n1
I1

n2 I 2

1400
500

1400. I2
I2

5
12

= 2500
=

2500
1400

= 1,8 A
I1
I2

d1
d2

5
1,8

1200
d2

5. d2

= 2160

D2

2160
5

= 422 watt
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehasirat Allah


SWT karena berkat rahmat dan karunia Nya penulis dapat
manyelesaikan laporan praktikum proses produiksi dengan
judul Pengelasan
Laporan ini di tulis setelah penulis melakuakan
praktikum

dilaboraturium

proses

produksi

di

institut

teknologi medan dalam kesepatan ini penulis tidak lupa


mengucapkan terima kasih kepada

Hal : 39

1. Orang

tua

penulis.yang

senangtiasa

memberikan

dukungan dalam menyelesaikan laporan ini baik moril


atau pun materi
2. Bapak Ir Sutrisno selaku ketua jurusan teknik industri
Institut Teknologi Medan
3. Bapak Ir Muldani selaku kepala laboraturium proses
produksi
4. Abang Zulfan taupik selaku Asisten laboraturium proses
produksi , Percobaan V pengelasan di institut teknologi
medan
5. Rekan-rekan yang telah membantu dalam menyelesaikan
laporan ini
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak
kekurangan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan
kritik

dan

saran

yang

sifatnya

mambangun

demu

kesempurnaan laporan ini


Demikianlah penulisan laporan ini penulis perbuat
semoga dapat bermampat di kemudian hari. Akhir kata
penulis ucapkan terima
i

Medan 10 November 2010

Abdul Karim Saleh


Nim 07205021

Hal : 40
ii

DAFTAR ISI
Daftar isi
Kata pengantar
Daftar isi III
Bab I. Pendahuluan 1
1.1 latar belakang 1
1.2 tujuan praktikum 1
1.3 maksut praktikum 1
bab II landasan teori

2.1 ruang lingkup dan definisi 3

Hal : 41