Anda di halaman 1dari 9

STUDI PERBEDAAN EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN

TEH HIJAU DENGAN KONSENTRASI 50% DAN 70%


TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus
epidermidis

USULAN SKRIPSI

Oleh :
SYLVIA SILVANUS SIE

VERLITA EVELYN SUSANTO

1130486

1130507

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SURABAYA


SURABAYA
April 2015

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : Sylvia Silvanus Sie

Nama : Verlita Evelyn Susanto

NRP

NRP

: 1130486

: 1130507

dengan judul usulan skripsi : STUDI PERBANDINGAN EFEK ANTIBAKTERI


EKSTRAK DAUN TEH HIJAU Camelia sinensis DENGAN KONSENTRASI 50% DAN
70% TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis.
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa penulisan usulan skripsi ini berdasarkan hasil
pemikiran dan pemaparan asli dari saya sendiri, baik untuk naskah laporan maupun kegiatan
penelitian yang akan dilakukan yang tercantum sebagai bagian dari usulan skripsi ini. Jika
terdapat karya orang lain, saya akan mencantumkan sumber yang jelas.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila dikemudian hari
terdapat penyimpangan dari pernyataan ini, saya siap menerima sanksi akademik berupa
pencabutan gelar dan sanksi lain yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas
Surabaya. Pernyataan ini saya buat dengan keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak
manapun.

Surabaya, 8 April 2015


Dengan hormat,

Sylvia Silvanus Sie


Verlita Evelyn Susanto

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Penelitian


Sejak dahulu hingga sekarang, manusia selalu mengutamakan dan memperhatikan
penampilan. Kulit merupakan organ terluar yang membatasi manusia dari lingkungan
hidupnya. Ketika terjadi kelainan pada kulit, manusia mulai merasa resah karena takut
penampilannya akan rusak.
Jerawat adalah kelainan kulit yang biasanya terjadi pada usia remaja. Meskipun jerawat
bukan merupakan infeksi serius, banyak remaja yang mengalami depresi saat berjerawat.
Diagnosis jerawat mudah dibuat namun pengobatannya tidak mudah karena jerawat bersifat
multifaktorial. Sampai saat ini belum ada penyembuh tuntas terhadap jerawat meskipun
beberapa cara dapat diterapkan untuk meyembuhkan jerawat. Salah satunya adalah
penggunaan antibiotik sebagai solusi jerawat yang sampai saat ini masih sering diresepkan
oleh para dokter.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, pasien jerawat biasanya menerima
antibiotik tetrasiklin, eritromisin, atau klindamisin. Namun dalam penggunaannya cenderung
menyebabkan peningkatan infeksi saluran nafas bila dibandingkan dengan pasien berjerawat
yang menjalani terapi tanpa antibiotik. Kondisi ini mendorong untuk melakukan
pengembangan penelitian antibakteri alami dengan menggunakan tumbuhan yang dekat
dengan kehidupan sehari hari yaitu teh hijau.
Selama ini, setelah menyeduh teh hijau masyarakat akan langsung membuang sisa teh
hijau tersebut. Padahal teh hijau tersebut masih mengandung zat atau senyawa yang dapat
membunuh bakteri.
Berdasarkan uraian diatas, untuk menguji perbedaan efek teh hijau dengan 2 konsentrasi
berbeda pada pasien berjerawat, maka diperlukan penelitian terhadap aktivitas antibakterinya.
Bakteri yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Staphylococcus epidermidis.
Pemakaian bakteri tersebut berdasarkan keterlibatannya terhadap perkembangan jerawat.
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat disusun
perumusan masalah yaitu bagaimana perbandingan efek antibakteri ekstrak daun teh hijau
Camelia sinensis antara konsentrasi 50% (b/v) dan 70% (b/v) terhadap pertumbuhan bakteri
Staphylococcus epidermidis sebagai bakteri penyebab jerawat?
3. Hipotesis

Ada perbedaan efek antibakteri ekstrak daun teh hijau Camelia sinensis antara
konsentrasi 50% (b/v) dan 70% (b/v) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus
epidermidis.
4. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui perbandingan efek antibakteri ekstrak daun teh hijau Camelia sinensis
antara konsentrasi 50% (b/v) dan 70% (b/v) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus
epidermidis.
5. Manfaat Penelitian (tambahin)
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai aktivitas
antibakteri dari ekstrak daun teh untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pasien berjerawat agar dapat menggunakan cara
alami dan terhindar dari terapi menggunakan antibiotik yang memiliki efek samping.
Bagi Masyarakat : Agar masyarakat dapat mengetahui lebih jauh manfaat dari teh hijau
Bagi peneliti : sebagai bahan penelitian yang diharapkan dapat dikembangkan lebih
lanjut lagi
Bagi BPOM :

6. Kerangka Konseptual
Perbedaan Konsentrasi

Manfaat Teh Hijau :


Menghilangkan Jerawat
Menjaga Kesehatan Kulit
Menurunkan Berat Badan
Menangkal Radikal Bebas
Mencegah Kanker
Menghilangkan Stress

BAB III
METODE PENELITIAN
1.

Rancangan Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian


post test control group design. Pembuatan ekstrak daun teh hijau dan penelitian
perkembangan mikroba ini akan dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi
Universitas Surabaya.
2. Variabel Penelitian (aku bingung tolong ganti)
2.1. Variabel bebas
: Ekstrak daun teh hijau Camelia sinensis
2.2. Variabel tergantung : Pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis
3. Definisi Operasional Variabel
a. Ekstrak daun teh : Hasil saringan daun teh yang telah dihaluskan dan dimaserasi.
b. Bakteri Staphylococcus epidermidis : Bakteri gram positif berbentuk bulat yang
berpengaruh terhadap perkembangan jerawat.
c. Efek antimikroba : Efek ekstrak daun teh dalam menghambat pertumbuhan mikroba.
4. Populasi dan Sampel
4.1. Populasi
Populasi target dalam penelitian ini adalah daun teh yang telah dihaluskan produk dari
pabrik di Indonesia.Sedangkan populasi terjangkau dari penelitian ini adalah daun teh hijau
yang telah dihaluskan dari perkebunan teh di Lawang, Jawa Timur.
4.2. Sampel
4.2.1.
Teknik Sampling
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability
sampling yaitu tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap unit populasi untuk
dipilih sebagai sampel penelitian.
4.2.2.

Besar Sampel
Sampel yang digunakan adalah ekstrak daun teh hijau konsentrasi 50%(b/v)
sebanyak 30 ml dan ekstrak daun teh hijau konsentrasi 70%(b/v) sebanyak 30 ml

4.2.3.

Kriteria Sampling

5. Metode Pengumpulan Data


Dalam penelitian ini dilakukan replikasi pengujian aktivitas antibakteri sebanyak 5X
dengan metode disk diffusion baik ekstrak daun teh hijau dengan konsentrasi 50% (b/v)
maupun dengan konsentrasi 70% (b/v). untuk mengumpulkan data. Dimana teknik

pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan data pengukuraan
diameter daerah jernih yang menunjukkan adanya hambatan pertumbuhan bakteri.
6.

Alat Ukur

Alat ukur yang digunakan dalam mengukur aktivitas antibakteri pada penelitian ini adalah
dengan metode disk diffusion dimana piringan yang berisi agen antimikroba diletakkan
pada media agar yang sudah ditanami mikroba sehingga agen antimikroba dapat
berdifusi. Kemudian area jernih mengindikasikan adanya hambatan pertumbuhan
mikroorganisme diukur diameternya.
7.

Analisis Data
a. Jenis data : Data Primer
b. Pengolahan data : Microsoft Excel for Windows 8
c. Penyajian data : Dalam bentuk tabel dan gambar
d. Analisa data : Uji One Way ANOVA

8.

Kerangka Operasional
Latar Belakang

Perbedaan aktivitas antibakteri


ekstrak daun teh

Ekstrak daun teh


konsentrasi 50%
(b/v) dan 70% (b/v)

Metode disk diffusion


dengan mengukur diameter
area jernih (daerah hambat
Analisis
Data
anti
bakteri)

Pertumbuhan bakteri
Staphylococcus
epidermidis

BAB IV
BIAYA PENELITIAN
Kebutuhan
Ekstrak Daun Teh Hijau
Media Agar
Peminjaman Lab

Biaya
Rp. 100.000
Rp. 500.000
Rp. 500.000

BAB V
JADWAL DAN WAKTU PENELITIAN

Penelitian ini akan dilakukan dalam kurun waktu 6 bulan.


Jenis
Kegiatan
Proposal
Penelitian
Skripsi

Bulan ke 1