Anda di halaman 1dari 3

B.

Keteraturan dan Pemecahan Karbohidrat


Proses pemecahan karbohidrat terjadi pada proses fermentasi. Fermentasi adalah
proses pemecahan komponen karbohidrat dan asam amino oleh enzim mikroorganisme secara
anaerobik untuk menghasilkan energi. Proses ini tidak memerlukan adanya oksigen dan pada
saat fermentasi berlangsung, senyawa organik berperan sebagai penerima elektron terakhir
sehingga hasil fermentasinya lebih stabil. Pada proses fermentasi, hanya sebagian bahan baku
energi yang dipecah sehingga hanya dihasilkan sejumlah kecil energi, CO 2, air, dan beberapa
produk akhir, seperti asam laktat, asam asetat, etanol, serta asam organik volatil lainnya
(Fardiaz, 1992).
Pada umumnya mikroba hanya dapat menjalankan salah satu sistem, akan tetapi
beberapa mikroba tertentu dapat melakukan kedua sistem pemecahan gula tersebut. Hal ini
dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba yaitu dengan cara melihat hasil-hasil dari
pemecahan glukosa (Fitria, 2007).
Karbohidrat merupakan substrat utama yang dipecah dalam proses fermentasi.
Polisakarida terlebih dahulu akan dipecah menjadi gula sederhana sebelum difermentasi,
misalnya hidrolisis pati menjadi unit-unit glukosa. Glukosa kemudian akan dipecah menjadi
senyawa-senyawa lain tergantung dari jenis fermentasinya. Fermentasi glukosa pada
prinsipnya terdiri dari 2 tahap, yaitu (Nulfah, 2013) :
1. Pemecahan rantai karbon dari glukosa dan pelepasan paling sedikit 2 pasang atom
hidrogen, menghasilkan senyawa karbon lainya yang lebih teroksidasi dari pada glukosa.
2. Senyawa yang teroksidasi tersebut direduksi kembali oleh atom hidrogen yang dilepaskan
dalam tahap pertama, membentuk senyawa-senyawa lain sebagai hasil fermentasi. Reaksi
oksidasi tidak dapat berlangsung tanpa reaksi reduksi yang seimbang. Oleh karena itu,
jumlah atom hidrogen yang dilepaskan dalam tahap pertama fermentasi selalu simbang
dengan jumlah yang digunakan dalam tahap kedua.
Jalur fermentasi glukosa (Nulfah, 2013):

1. Jalur Embden-Meyerhoff-Parnas (EMP)


Jalur EMP ditandai dengan pembentukan fruktosa difosfat, dilanjutkan dengan
pemecahan fruktosa difosfat menjadi 2 molekul gliseraldehida fosfat. Reaksi ini dikatalis oleh
enzim aldolase. Kemudian terjadi reaksi dehidrogenasi griseraldehida fosfat yang merupakan
reaksi oksidasi yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Atom hidrogen yang terlepas
akan ditangkap oleh NAD, membentuk NADH 2. Proses fermentasi dapat berlangsung terus
jika NADH2 dapat dioksidasi kembali pada tahap kedua fermentasi sehingga melepaskan
atom hidrogen kembali. Jadi, NAD berfungsi sebagai pembawa hidrogen dalam proses
fermentasi. Reaksi keselurahan sebagai berikut :
Glukosa + 2 (ADP + 2 NAD+ + Pi) 2 piruvat + 2 ATP + 2 (NADH + H+)

Fermentasi
Laktat
(homofermentasi)
Laktat
(heterofermentasi)
Propionat

Asam campuran

Butanol-butirat

Organisme
Produk
Streptococus,
beberapa Laktat (memberikan
spesies Lactobacilus
90 % sumber energi
karbon)
Enterrobacter, Aeromonas, Etanol, asetoin, 2,3Bacillus polymyxa
butilen glikol, CO2,
laktat, asetat, format
Clostridium propionicum
Propionat,
asetat,
Propionibacterium
suksinanat, CO2
Corynebacterium
diphtheriae
Beberapa spesies :
Neisseria
Veillonella
Micromonosspra
Escherichia
Laktat, asetat, format,
Salmonella
suksinat, H2, CO2,
Shigella
etanol. (asam total =
Proteus
159 mol)
Butyribacterium
Butanol,
butirat,
Zymosarcina maxima
aseton, isopropanol,
Beberapa spesies :
asetat, etanol, H2, CO2
Clostridium

2. Jalur Entner-Doudoroff (ED)

Jalur

ini

terbentuk

dari

suatu

intermediat

unik

yaitu 2-keto-3-deoksi-6-

fosfoglukonat (KDFG). Komponen ini akan dipecah oleh aldolase menjadi dua triosa yaitu
piruvat dan gliseraldehida-3-fosfat. Komponen yang terakhir ini kemudian dapat masuk ke
dalam jalur EMP membentuk molekul piruvat yang kedua dengan melepaskan dua mol ATP
dan satu mol NADH + H+ . reaksi seluruhnya dapat dituliskan sebagai berikut :
Glukosa + NADP+ + NAD+ + (ADP + Pi) 2 piruvat + NADP + H+ + NADH+ H+ + ATP
Cara ini dipakai pada beberapa bakteri seperti Pseudomonas dan Escherichia coli.

DAFTAR PUSTAKA

Nulfah, 2013, Metabolisme Bakteri (online), (http://harianulfah.blogspot.com/2013/04/


metabolisme-karbohidrat.html, diakses pada tanggal 10 April 2015 pukul 20.20 WITA).
Fardiaz, S., 1992, Mikrobiologi Pangan 1, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Fitria, B., 2007, Pertumbuhan Bakteri (online), (http://www.farmasiku.com, diakses pada
tanggal 10 April 2015 pukul 20.35 WITA).