Anda di halaman 1dari 2

Cara Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimum

(KKM)
Pengertian dan Konsep
Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) adalah Kriteria Ketuntasan Belajar (KKB) yang
ditentukan oleh satuan pendidikan.
KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu
pengetahuan dan teknologi merupakan nilai ambang batas kompetensi.

KKM ditetapkan oleh sekolah pada awal tahun pelajaran dengan


memperhatikan:
Kompleksitas (mengidentifikasi indikator sebagai penanda tercapainya kompetensi
dasar).
Kemampuan daya dukung (berientasi pada sumber belajar).
Intake (kemampuan rata-rata peserta didik)
Tingkat Kompleksitas:
Kesulitan dan kerumitan setiap Kompetensi Dasar (KD) dan indikator yang harus dicapai
oleh peserta didik.
Daya dukung:
Ketersedian tenaga, sarana dan prasarana pendidikan, biaya operasional pendidikan,
kepedulian stakeholder sekolah, manajemen sekolah.
Intake:
Untuk kelas VII SMP atau kelas X SMA bisa berdasarkan hasil seleksi Penerimaan Peserta
didik Baru (PPDB), atau Nilai Ujian Nasional (NUN), nilai raport kelas 6 SD atau IX SMP.
Untuk kelas VIII, IX SMP atau kelas XI, XII SMA bisa berdasarkan KKM pada semester
atau kelas sebelumnya.
Cara penentuan KKM:
A. Dengan cara memberikan poin:

No.

Kriteria Nilai

Nilai
Tinggi

Sedang

Rendah

Kompleksitas

Daya Dukung

Intake

Jika indikator memiliki kriteria: kompleksitas rendah, daya dikung tinggi dan intake siswa
sedang maka nilai KKM-nya adalah: (3 + 3 + 2) : 9 x 100 = 88,89

B. Dengan memberikan rentang nilai

No.

Kriteria Nilai

Nilai
Tinggi

Sedang

Rendah

Kompleksitas

50 - 64

65 - 80

81 -100

Daya Dukung

81 -100

65 - 80

50 - 64

Intake

81 -100

65 - 80

50 - 64

Nilai KKM indikator adalah rata-rata dari nilai ketiga kriteria yang ditentukan. Contoh:
kompleksitas sedang (75), daya dukung tinggi (95), dan intake sedang (70), maka nilai KKM
indikator:(75 + 95 + 70) : 3 = 80