Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH INI DIBUAT UNTUK MELENGKAPI

TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN


PERKANTORAN

Disusun Oleh :
Cendyana Dwi Astuti

( 1012001 )

DOSEN
Netty Lisdiantini, S. Sos, M.A.B

Akademi Sekretary Widya Mandala Madiun


TAHUNAJARAN 2013-2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat
dan kasih-Nya. Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Walaupun disertai oleh tantangan dan rintangan. Adapun judul makalah ini adalah Peran Dan
Kewajiban Manajer Kantor. Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk menyelesaikan
tugas pembelajaran Pengantar Manajemen yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana
ruang lingkup manajemen perkantoran. Penulisan makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan dan pengetahuan.
Akhirnya pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak yang telah membantu saya menyelesaikan makalah ini.
Dengan hati yang ikhlas, pada kesempatan ini saya menyampaikan rasa terima kasih kepada:
1. Yang teristimewa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Kepada dosen pembimbing yang telah memberikan dorongan dan semangat selama

penyelesaian makalah ini.


3. Kepada orangtua yang selalu mendukung saya dalam penyelesaian tugas ini.
4. Kepada teman-teman yang telah memberikan inspirasi kepada saya sehingga saya
dapat menyelesaikan makalah ini.
Meskipun saya berusaha semaksimal mungkin, tetapi saya menyadari bahwa makalah
ini masih jauh dari harapan, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Madiun, 28 Maret 2012


Penulis

Cendyana Dwi Astuti

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI .. ii
ABSTRAK .. iii
BAB I

: PENDAHULUAN

Latar Belakang .. 1
Rumusan Masalah . 2
Tujuan Penulisan ... 2
Metode Penulisan .. 2
BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Manajer ... 3


BAB III

: ANALISA PEMBAHASAN

Pengertian Manajer Kantor... 6


Peran Manajer Kantor .. 6
Tugas-Tugas Pokok Manajer Kantor ... 9
Tanggungjawab Manajer . 10
Cara Memotivasi Bawahan ...... 11
Hambatan Manajer Kantor Dalam Melaksanakan Tugas . 12
BAB IV

: PENUTUP

Kesimpulan ... 13
Saran . 13
DAFTAR PUSTAKA . 14

ABSTRAK

Manajemen Perkantoran dapat di nyatakan sebagai Kekuatan yang tidak


berwujud, yang merencanakan, mengorganisasikan dan mengkoordonasikan manusia,
bahan-bahan, mesin-mesin, uang dan pasar-pasar dalam bidang pekerjaan kantor
dan mengarahkan dan mengawasi aneka macam hal demikian rupa, hingga di capai
sasaran perusahaan. Manajemen perkantoran bukanlah suatu aktivitas yang hanya bersifat
mekanistik. Penerapan fungsi-fungsi manajerial secara efektif menimbulkan kesulitan
besar.
Dalam proses manajemen, sasaran yang ingin diperoleh adalah tercapainya tujuan
secara efisien. Apabila dalam mencapai tujuan tidak sesuai dengan perencanaan dan
dalam proses kegiatannya menimbulkan pemborosan tersebut, maka hal tersebut sebaiknya
dihindari. Untuk mencegah adanya pemborosan tersebut, maka sumber-sumber daya yang
akan dimanfaatkan dalam proses mencapai tujuan itu hendaknya dikelola dengan menerapkan
fungsi-fungsi manajemen.Tujuan proses manajemen perkantoran tersedianya informasi yang
siap dipakai.
Ciri-ciri informasi yang siap dipakai adalah: Menerapkan dan mengembakan
kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tertulisdengan relasi dengan memperhatikan
norma dan lingkungan masyarakat. Menerapkan dan mengembangkan kemampuan teknologi
informasi untuk melaksanakantugas secara efektif dan efisien.
Menerapkan

dan

mengembangkan

kemampuan

untuk

merencanakan,

melaksanakan,mengorganisasi dan mengevaluasi tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Menurut

James A.F.Stoner, manajemen

adalah

suatu

proses

perencanaan,

pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan


menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah suatu keadaan terdiri dari proses
yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai
fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Dapat disimpulkan bahwa
Manajemen Kantor adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengelola, merencanakan, dan
mengontrol setiap aktivitas kantor, dimana hasil akhir kegiatan kantor ini berwujud pelayanan
informasi pada berbagai pihak. Sedangkan beberapa bentuk kegiatan/pekerjaan kantor antara
lain: kegiatan catat mencatat, komunikasi, pengumpulan dan penyimpanan informasi (arsip),
pelayanan tamu, pelayanan rapat dan lain sebagainya.Dalam proses manajemen, sasaran yang
ingin diperoleh adalah tercapainya tujuan secara efisien. Apabila dalam mencapai tujuan tidak
sesuai dengan perencanaan dan dalam proses kegiatannya menimbulkan pemborosan
tersebut, maka hal tersebut sebaiknya dihindari. Untuk mencegah adanya pemborosan
tersebut, maka sumber-sumber daya yang akan dimanfaatkan dalam proses mencapai tujuan
itu hendaknya dikelola dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen.
Dalam

kehidupan

organisasi

yang

berorientasi

pada

masa

depan,

usaha penyelenggaraan kegiatan perkantoran perlu ditangani secara profesiaonal, dalam arti
bahwa penyelenggaraan kegiatan perkantoran memerlukan pimpinan dan staff yang mengerti
akan tugasnya, bersemangat dalam mengejar prestasi dan seorang karyawan diharapkan dapat
mencurahkan perhatiannya secara bersungguh-sungguh, dan berusaha untuk dapat mengolah
informasi, sehingga dapat menjadi sesuatu yang berdaya guna. Berdasarkan hal tersebut dapat
dikatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan perkantoran adalah merupakan inti kehidupan
organisasi.

2. Rumusan masalah
1) Apa saja hal-hal yang harus kita ketahui tentang manajer kantor ?
2) Apa peran, kewajiban dan tanggung jawab seorang manajer kantor?
3. Tujuan penulisan
1) Mengetahui semua hal secara jelas dan tepat tentang manajemen manajer kantor itu
sendiri.
2) Mengetahui pengertian manajer kantor.
3) Mengetahui mengetahui peran, kewajiban dan tanggung jawab manajer kantor.

4. Metode penelitian:
Dalam hal ini penulis menggunakan:
1) Metode deskritif, sebagaimana ditunjukan oleh namanya, pembahasan ini bertujuan
untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang tertentu
atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau lebih (Atherton
dan Klemmack : 1982).
2) Penelitian kepustakaan, yaitu Penelitian yang dilakukan melalui
kepustakaan,mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan
lainnya yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.

BAB II
TINJAU PUSTAKA
Sebelum membahas manajer kantor ada baiknya mengetahui Manajemen.

Pengertian Manjemen menurut beberapa para ahli:


Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan
bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional
atau maksud-maksud yang nyata.
Menurut Mary Parker Follet
Manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Para
manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk
melaksanakan apa saja yang perlu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan
pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Ricky W. Griffin
Mendefinisikan manajemen sebagai

sebuah

proses

perencanaan, pengorganisasian,

pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan
efesien.
Menurut JamesA.F.Stoner manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan,dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber
daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen adalah suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis
mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian,
yang mana keempat proses tersebutsaling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai
suatu tujuan organisasi. Sedangkan manajemen kantor didefinisikan dari penggabungan
manajemen dan kantor.
Ada berbagai definisi yang diberikan oleh para ahli tentang manajemen kantor, diantaranya :
Manajemen perkantoran adalah pengarahan dan pengawasan sebuah kantor untuk mencapai
tujuannya yang khusus dengan cara yang sehemat-hematnya (J.C. Denyer1973).
Manajemen kantor dapat dirumuskan sebagai perencanaan pengawasan, pengorganisasian
pekerjaan kantor serta menggerakkan mereka yang melaksanakan pekerjaan kantor tersebut
untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu (GR Terry,1974). Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
Manajemen Kantor adalah kegiatan yangdilakukan untuk mengelola, merencanakan,
dan mengontrol setiap aktivitas kantor, dimanahasil akhir kegiatan kantor ini berwujud
pelayanan informasi pada berbagai pihak.
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan
kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Atau pejabat pimpinan yang
bertugas melakukan perbuatan mengerakkan pegawai dan mengerakkan sarana.

Pengertian kantor menurut. J.C. Denyer (1973) mengartikan, adalah tempat dimana
biasanya pekerjaan kantor dilakukan dengan nama apapun juga diberikan kepada tempat itu. Sedangkan
menurut Atmosudirdjo kantor adalah unit organisasi yang terdiriatas tempat, staf personil dan
operasi

ketatausahaan,

guna

membantu

pimpinan.

Tugas

utama

kantor

adalah

menyelenggarakan kegiatan pelayanan dan memberi dukungan (fasilitatif) kepada kegiatan


operasi organisasi.
Fungsi utama suatu kantor adalah :
1)
2)
3)
4)

Pelayanan kepada rekan sekerja, pelanggan, klien dan tamu organisasi.


Pemberian dukungan (fasulitatif) terhadap satuan kerja operasional (subtantif).
Pengelolaan sumber daya organisasi.
Pengelolaan data dan informasi organisasi.

Terdapat sedikitnya 5 kata sepadan untuk istilah kantor, yakni:


Jasa, adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumenatau
dengan barang-barang.
Jabatan, adalah sekumpulan pekerjaan yang berisi tugas-tugas yang sama atau berhubungan
satu dengan yang lain, dan yang pelaksanaannya meminta kecakapan, pengetahuan,
keterampilan dan kemampuan yang juga sama meskipun tersebar di berbagai tempat.
Gedung Kantor, adalah barang atau benda tidak bergerak yang dapat menunjang atau
mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja.
Ruang Kerja, adalah sebuah ruangan yang dijadikan sebagai tempat untuk bekerja.
Biro, adalah usaha yang mengkhususkan diri pada penyediaan jasa bidang tertentu.Sebelum
mengenal definisi manajemen perkantoran, kita harus mengenal istilah manajemen, berasal
dari bahasa Prancis kuno mnagement, yang memiliki arti senimelaksanakan dan mengatur.

Pengertian Manjemen menurut beberapa para ahli:


Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan
bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional
atau maksud-maksud yang nyata.
Menurut Mary Parker Follet
Manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Para
manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk
melaksanakan apa saja yang perlu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan
pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Ricky W. Griffin

Mendefinisikan

manajemen

sebagai

sebuah

proses

perencanaan, pengorganisasian,

pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan
efesien.
Menurut JamesA.F.Stoner manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan,dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber
daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen adalah suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis
mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian,
yang mana keempat proses tersebutsaling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai
suatu tujuan organisasi. Sedangkan manajemen kantor didefinisikan dari penggabungan
manajemen dan kantor.
Ada berbagai definisi yang diberikan oleh para ahli tentang manajemen kantor, diantaranya :
Manajemen perkantoran adalah pengarahan dan pengawasan sebuah kantor untuk mencapai
tujuannya yang khusus dengan cara yang sehemat-hematnya (J.C. Denyer1973).
Manajemen kantor dapat dirumuskan sebagai perencanaan pengawasan, pengorganisasian
pekerjaan kantor serta menggerakkan mereka yang melaksanakan pekerjaan kantor tersebut
untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu (GR Terry,1974). Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
Manajemen Kantor adalah kegiatan yangdilakukan untuk mengelola, merencanakan,
dan mengontrol setiap aktivitas kantor, dimanahasil akhir kegiatan kantor ini berwujud
pelayanan informasi pada berbagai pihak.

BAB III
ANALISIS PEMBAHASAN

I.

Pengertian Manajer
`Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan
mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.
Atau pejabat pimpinan yang
pegawai dan mengerakkan sarana.

bertugas melakukan perbuatan mengerakkan

II.

Peran manajer
Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa
ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian
mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu:
1. Peran Antar Pribadi
Merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat
seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah,
pemimpin, dan penghubung.
Seremonial (Acara)

Simbolis

: Peran manajer ialah mewakili Kantor dalam


acara-acara tertentu, seperti pemberian
penghargaan, penyambutan tamu kehormatan,
dan lain-lain.
: Manajer sebagai symbol/perwakilan yang
menunjukkan keberadaan dan identitas lingkup
kerjanya.

2. Peran Informasional
Meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran
sebagai juru bicara.
3. Peran Pengambilan Keputusan
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan,
pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
Selain menjalankan fungsi manajemen, seorang manajer juga dituntut untuk
menjalankan perannya sebagai seorang manajer. Tugas menajer meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,

pengkordinasi da pengendali,

seluruh sumber daya yang ada guna mencapai tujuan. Menurut Mintzberg peran
seorang manajer dapat dibagi menjadi tiga peran besar yaitu, interpersonal,
informational, dan decisional. Interpersonal merupakan peran manajer yang
berkaitan dengan pekerjaan yang berhubungan denga orang lain dan tugas-tugas
yang bersifat seremonial dan simbolik. Informational merupakan peran manajer

yang berkaitan dengan menerima, menyimapn dan menyebarluaskan informasi.


Sedangikan decisional merupakan peran manajer yang berkaitan dengan
penentuan berbagai pilihan.
Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang
dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.
Peran Interpersonal Manajer (Interpersonal Manajerial)
Peran interpersonal yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada
disekelilingnya, meliputi:
Figurehead / Pimpinan Simbol
Leader / Pimpinan

: Sebagai symbol dalam acara-acara perusahaan.


: menjadi pimpinan yang member motivasi para
bawahan serta mengatasi permasalah yang
muncul.

Manajer mempunyai tiga peran dalam hubungannya dengan sesame anggota


perusahaan atu industry yaitu:

Peran figure

Peran figure artinya bahwa seorang maanjer merupakan symbol. Manajer


harus berperan melakukan tugas rutin yang berkaitan dengan tugas-tugas resmi
dan pekerjaan-pekerjaan3yang bersifat social. Sebagai contoh adalah memberi
sambutan pada acara resmi, membuka acara yang diselenggarakan industry,
menjadi penanggung jawab setiap kegiatan dan sebagainya.

Peran pemimpin

Manajer adalah pemimpin sehingga manajer harus mampu memimpin,


membimbing, memotivasi, memberikan reward dan pusnishmen, mengatur
anggotanya melalui pembagian kerja agar tujuan dapat tercapai.

Peran Penghubung
Peran manajer yamg lain adalah sebagai penghubung antar anggota atau

sumber daya manusia, antar anggota dan pihak eksternal. Untuk itu diperlukan

kemampuan komunikasi dari manager agar dapat terjadi hubungan yang harmonis
antara anggota organisasi maupun dengan pihak eksternal.
Peran informasional Manajer
Manajer mempunyai peran dalam hal pencarian, pengelolahan dan
penistribusian baik dari maupun untuk anggotanya. Peran manajer dalam bidang
informasi meliputi tiga peran:

Pemonitor
Manajer harus menjalankan peran dalam hal mencari, menerima berbagai

informasi pengembangan pemahaman terhadap industry. Seorang manajer harus


mampu melakukan monitoring terhadap semua kejadian yang dapat memberikan
pegaruh terhadap industry.

Deseminasi

Manajer harus menjalankan peran sebagai desiminator yaitu dalam penyebaran


informasi baik kepada internal maupun eksternal perusahaan atau industry.
Manajer harus dapat membedakan antara informasi yang berasal dari fakta
(kebenaran) atau informasi yang bersifat interpretasi.

Juru bicara
Manajer mempunyai peran yang sangat sebagai juru bicara yaitu dalam hal

menyampaikan dan menyebarkan informasi kepada pihak luar kegitan-kegiatan


ataupun produk dan hasil yang dicapai.

III.

TUGAS-TUGAS POKOK MANAJER


1. Memberi instruksi untuk melaksanakan pekerjaan.
2. Mengawasi pegawai-pegawai dalam melaksanakan tugasnya
3. Melatih pegawai-pegawai untuk melaksanakan tugasnya.
4. Mengembangkan metode-metode baru untuk melaksanakan pekerjaan.

Tugas Utama Manajer


Tugas dari seorang manajer, yaitu pekerjaan orang yang memegang kekuasaan
tertinggi dalam kegiatan manajemen. Menurut Atmosudirdjo (1975) adalah:
a) Menentukan segala apa yang harus dicapai atau diselesaikan (the setting of
objectives)
b) Memimpin segala aktivitas dan segala sesuatunya untuk menyeleng-garakan
pencapaiannya (leading the activities towards accomplish-ments), dan
c) Membuat segala sesuatunya tercapai sesuai dengan apa yang telah ditentukan
sebelumnya (securing results according to predetermind objectives standards).
Secara singkat tugas manajer adalah
1) menentukan tujuan dan standar,
2) memimpin penyelengaraan, dan
3) mengamankan hasil sesuai dengan tujuan dan standar.

IV.

Tanggungjawab Seorang Manajer


1. Tanggungjawab seorang manager dalam menyelesaikan tugas.
o

Menentukan tujuan dan visi dari kelompok, menentukan maksud dan arahan,
serta identifikasi aktivitas (Tugas)

identifikasi sumberdaya, manusia, proses, sistem dan peralatan (termasuk


finasial, komunikasi, IT)

Membuat rencana untuk menyelesaikan tugas, termasuk pengiriman,


pengukuran, jadwal waktu, strategi dan tatik.

Menetapkan tanggungjawab, saaran, akuntabilitas, dan delegasi wewenang.

Menetapkan standar, kualitas, parameter laporan dan waktunya.

Mengawasi dan menjaga aktivitas sesuai parameter yang ditetapkan.

Memonitor dan menjaga kinerja secara keseluruhan sesuai rencana.

Melaporkan perkembangan pencapaian kelompok.

Mereview, evaluasi, menyesuaikan rencana, metoda dan target bila diperlukan

2. Tanggungjawab seorang manager dalam mengelola team


o

Menetapkan, menyetujui dan mengkomunikasikan standar kinerja dan

o
o
o

prilaku.
Menetapkan gaya, pendekatan budaya, atau elemen soft skill.
Memonitor dan menjaga disiplin, etika, intgritas dan fokus pada tujuan.
Mengantisipasi dan menyelesaikan konflik, perdebatan atau ketidak-

o
o
o

kompakan.
Mengkaji dan merubah, bila perlu, keseimbangan dan komposisi kelompok.
Membangun team kerja, kerjasama, moral dan semangat team.
Mengembangkan kapabilitas dan muturitas selektif kelompok, yang secara

progresif, meningkatkan kebebasan dan otoritas kelompok.


o
Merangsang team menuju sasaran dan tujuan, atau memotivasi kelompok serta
o

mewadahi sadar akan tujuan secara bersama.


Identifikasi, mengembangkan dan menyetujui peran team serta peran

pemimpin proyek dalam kelompok.


Memampukan, memfalitasi, dan menjamin komunikasi efektif baik internal

o
o

maupun eksternal kelompok.


Identifikasi, dan memenuhi kebutuhan training kelompok.
Memberi umpan balik (feedback) kepada kelompok tentang kemajuan secara
keseluruhan, berkonsultasi dan mencari masukan daari kelompok.

3. Tanggungjawab seorang manajer dalam mengelola Individu


o Memahami anggota team sebagai sebuah individu-kepribadian, keterampilan,
kekuatan, tujuan dan kekuatiran mereka.
o
Membantu dan mendukung individu-rencana, masalah, tentang, naik dan
o
o

turunnya kinerja mereka.


Identifikasi dan menyetujui tujuan dan tanggungjawab individu sepantasnya.
Memberikan pengakuan dan memuji individu- menghargai usaha dan kerja

yang baik.
o
Jika memungkinkan, beri imbalan dengan tanggungjawab yang lebih besar
atau kenaikan status.
o
Identifikasi, mengembangkan dan menggunakan kekuatan dan kapabilitas
o
o

V.

anak buah.
Latih dan kembangkan individu anggota kelompok.
Mengembangkan otoritas dan kebebasan anak buah.

Cara Memotivasi Bawahan

1. Pendekatan tujuan : Cara yang paling sederhana dan terbaik untuk memotivasi
bawahan hanyalah dengan memastikan bahwa bawahan memiliki tujuan yang
ingin dicapai dan mereka setuju dengan tujuan tersebut Edwind Locke.
2. Pengakuan terhadap kontribusi bawahan.
3. Pengakuan tersebut diperkuat secara positif yang dapat digunakan sehari-hari,
a.
b.
c.
d.

VI.

bebas dari rencana insentif perusahaan contoh :


Tugas yang menantang.
Kebebasan memiliki kegiatan sendiri.
Rotasi pekerjaan.
Diberi cukup dukungan.

Hambatan Manajer Dalam Melaksanakan Tugas.


1.
2.
3.
4.
5.

Sibuk.
Temperamental
: Kurang bisa menguasai diri sendiri.
Tidak mengetahui Siapa anak bauhnya
Terlambat mengambil keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah,
Tidak mengerti situasi.

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN :
Manajemen Kantor adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengelola, merencanakan,
dan mengontrol setiap aktivitas kantor, dimanahasil akhir kegiatan kantor ini berujud
pelayanan informasi pada berbagai pihak. Sedangkan beberapa bentuk kegiatan/pekerjaan
kantor antara lain: kegiatan catat mencatat, komunikasi, pengumpulan dan penyimpanan
informasi(arsip), pelayanan tamu, pelayanan rapat dan lainsebagainya.
Manajemen Perkanotran dapat di nyatakan sebagai Kekuatan yang tidak
berwujud, yang merencanakan, mengorganisasikan da mengkoordonasikan manusia,
bahan-bahan, mesin-mesin, uang dan pasar-pasar dalam bidang pekerjaan kantor
dan mengarahkan dan mengawasi aneka macam hal demikian rupa, hingga di capai
sasaran perusahaan.
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan
kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi dan bertugas melakukan
perbuatan mengerakkan pegawai dan mengerakkan sarana.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa peran manajer dalam mengelola konflik
dalam suatu organisasi itu sangan penting diantaranya:
1. Manajer sebagai mediator dalam memecahkan masalah
2. Manajer sebagai konsultan terhadap bawahan
3. Manajer sebagai motivator terhadap organisasinya

4. Manajer mempunyai peran penting dalam pengambil keputusan


5. Seorang manajer diharuskan bisa menguasai semua permasalahan dan dapat
diselesaikan dengan musyawarah dan pemikiran yang baik sebelum memutuskannya.
Selain itu seorang manajer juga diharapkan bisa menjadi teman sekaligus sebagai orang tua
dalam organisasi sehingga dengan keadaan seperti itu perkembangan organisasi bisa
diciptakan dengan baik dan dapat mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi dalam
organisasinya. Dan dari itu semua seorang manager bisa membawa perusahaan itu menjadi
lebih maju dan lebih baik lagi dengan ketegasan dan sifat pemimpin yang berwibawa serta
dibantu karyawan-karyawannya yang setia bekerja untuk perusahaan yang sedang
dijalankannya.

SARAN :
Selama penelitian yang dilakukan oleh peneliti ada beberapa saran yang bisa menjadi
masukan bagi seorang pemimpin yang baik untuk organisasinya yaitu :
1. Manajer seharusnya lebih bisa mengontrol apa saja yang dilakukan oleh anggotanya
sehingga dengan begitu manajer secara langsung dapat mengetahui perkembangan
yang sedang terjadi dan tidak dilepas begitu saja.
2. Manajer juga seharusnya bisa membimbing dan mengarahkan dengan baik
anggotanya sehingga organisasi yang dipimpinnya bisa berkembang dan menjadi
lebih baik sesuai yang diharapkan.
3. Jika salah seorang dalam suatu organisasi melakukan suatu kesalahan maka segera
ditindak dan diarahkan serta meminimalisir kesalahan untuk tidak melakukannya lagi,
dan jangan sampai terulang kembali.
4. Manajer bisa memberikan solusi yang terbaik untuk organisasinya, agar tidak kalah
persaingan dengan perusahaan lain dibidang yang dijalankan, serta tidak sampai
menurunnya kinerjanya.

Kami menyadari masih banyak sekali kesalahan dalam pembuatan tugas kami pada
kali ini untuk itu kami mohon maaf jika ada kesalahan dan ketidakbenaran dari pembahasan
kami serta penulisan kami yang kurang dapat di mengetri, oleh sebab itu untuk memperbaiki
dalam pembuatan tugas kami selanjutnya kami minta kritik dan saran.

DAFTAR PUSTAKA
http://garnismanis.blogspot.com/2011/01/sifat-fungsi-kantor.html
http://afrizanraja.wordpress.com/2013/05/29/peran-manajer-dalam-perusahaan/
http://rozikinblog.blogspot.com/2012/10/peran-dan-tanggung-jawab-seorang.html
http://debbyamaliaaziz.wordpress.com/tugas-tugas-pokok-manajer/
http://kumpulanbookdiak.blogspot.com/2012/01/manajer-kantor.html