Anda di halaman 1dari 15

Makalah Pengetahuan Bisnis

MAKALAH PENGETAHUAN BISNIS


KERJASAMA, PENGGABUNGAN DAN PELEBURAN
BEBERAPA PERUSAHAAN

Disusun Oleh :
Cendyana Dwi Astuti

( 1012001 )

DOSEN
Netty Lisdiantini, S. Sos, M.A.B

Akademi Sekretary Widya Mandala Madiun


TAHUN AJARAN 2013-2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan kasih-Nya. Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya. Walaupun disertai oleh tantangan dan rintangan. Adapun judul makalah ini
adalah Kerjasama, Penggabungan dan Peleburan Beberapa Perusahaan. Adapun
tujuan dari makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas pembelajaran Pengetahuan
Bisnis yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana ruang lingkup manajemen
perkantoran. Penulisan makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan dan
pengetahuan.
Akhirnya pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak yang telah membantu saya menyelesaikan makalah ini.
Dengan hati yang ikhlas, pada kesempatan ini saya menyampaikan rasa terima kasih
kepada:
1. Yang teristimewa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Kepada dosen pembimbing yang telah memberikan dorongan dan semangat selama

penyelesaian makalah ini.


3. Kepada orangtua yang selalu mendukung saya dalam penyelesaian tugas ini.
4. Kepada teman-teman yang telah memberikan inspirasi kepada saya sehingga saya
dapat menyelesaikan makalah ini.
Meskipun saya berusaha semaksimal mungkin, tetapi saya menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari harapan, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Madiun, 28 Maret 2012


Penulis

Cendyana Dwi Astuti

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI .. ii
BAB I

: PENDAHULUAN

Latar Belakang .. 1
Rumusan Masalah . 1
Tujuan Penulisan ... 1
Metode Penulisan .. 2
BAB II

: ANALISA PEMBAHASAN

Pengertian .... 3
Jenis-jenis kelompok Combination .. 3
Faktor-faktor Pendorong Penggabungan .. 8
Pertumbuhan Perusahaan.. 9
Contoh Merger...... 9
BAB III

: PENUTUP

Kesimpulan ... 11
Saran . 12
DAFTAR PUSTAKA . 13

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar belakang
Dalam sebuah perusahaan atau badan usaha, kegiatan bisnis menjadi perilaku
utama dari para pelaku bisnis. Selama ini perusahaan dianggap sebagai lembaga yang
memberikan keuntungan bagi masyarakat, dimana menurut pendekatan akuntansi
tradisional, perusahaan harus dapat memaksimalkan labanya agar dapat memberikan
sumbangan yang maksimum kepada masyarakat (Henny dan Murtanto. 2001:22). Namun,
kegiatan bisnis tersebut tetap berorientasi pada keuntungan tanpa dibatasi oleh perbedaan
sistem hukum.
Maraknya perusahaan-perusahaan didunia industri mengakibatkan persaingan yang
ketat dan membuat sulitnya setiap perusahaan untuk berkembang dan maju. Ada kalanya,
suatu perusahaan mengalami kebangkrutan karena tidak bisa mengimbangi persaingan
pasar. Didasarkan pada masalah diatas maka terjadilah kerjasama penggabungan dan
peleburan beberapa perusahaan, yakni hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan
keuntungan bagi masing-masing pihak.
2. Rumusan masalah
1) Apa saja hal-hal yang harus kita ketahui tentang kerjasama, penggabungan dan
peleburan beberapa perusahaan ?
2) Apa pengertian dari kerjasama, penggabungan dan peleburan beberapa perusahaan?

3. Tujuan penulisan
1) Mengetahui semua hal secara jelas dan tepat tentang kerjasama, penggabungan dan
peleburan beberapa perusahaan
2) Mengetahui pengertian merger, amalgasi dan kombinasi

4. Metode penelitian:
Dalam hal ini penulis menggunakan:
1) Metode deskritif, sebagaimana ditunjukan oleh namanya, pembahasan ini bertujuan
untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang tertentu
atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau lebih
(Atherton dan Klemmack : 1982).

2) Penelitian

kepustakaan,

yaitu

Penelitian

yang

dilakukan

melalui

kepustakaan,mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan


lainnya yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.

BAB II
ANALISIS PEMBAHASAN

1. Pengertian

Di negara yang maju seperti di USA telah terjadi bentuk-bentuk kerjasama antara
dua atau lebih perusahaan ada bermaca-macam sebutannya di indonesia bentuk-bentuk
kerjasama, pengabungan atau peleburan itu mulai tampak orang masih memberi
sambutan yang berbeda beda .misalnya yang di sebut MERGER di salah artikan dari
yang aslinya. Demikian pula sebutan AMALGATION (yang di terjemahkan almalgasi).
Kerjasama , pengabungan atau peleburan itu dapat di sebut dengan satu kata, ialah
Combination. Atau sinergi untuk memperkuat sistem demi terwujudnya tujuan dan
memperoleh keuntungan.
2. Jenis-Jenis Kelompok Combination
1) Combination yang tidak mengakibatkan meleburnya operasi (combined operation)
atau penguasaan sempurna (complete control) :
a. Gentle mens agreements
Hanyalah merupakan persetujuan-persetujuan antara perusahaan mengenai daerah
penjualan, harga, atau lainnya dengan maksud menghindarkan persaingan.
Sifatnya temporer dan tidak tertulis. Berhasil tidaknya tergantung pada
kesanggupan dan kemauan baik dari para anggotanya.
b. Pools, assosiation agreements, dan cartels
Pools adalah kerjasama yang lebih formal merupakan pengelompokkan (grouping)
dari para perusahaan yang sebenarnya bersaingan, dengan pengendalian
(controlling) harga, patents, pasar, hasil-hasil (out puts), atau pendapatanpendapatan (earnings) melalui sebuah organisasi sentral.
c. Communiries of intrests
Pengelompokkan atau kerjasama antara perusahaan yang terpisah ke dalam suatu
Sphere of influence melalui seseorang karena seseorang itu memiliki saham
perusahaan-perusahaan tersebut atau oleh sekelompok pemegang saham yang
mempersatukan dirinya dalam suatu perkumpulan karena adanya kesamaan
kepentingan atau hubungan keluarga atau kekariban.
d. Interlooking directorates
Seseorang yang menduduki jabatan board of direction berbagai atau beberapa
perusahaan.
e. Purchase and contracts
Tidak lebih dari suatu perjanjian yang di sebabkan oleh sifat permanen di dalam
transaksi antara dua perusahaan,sehingga perlu adanya efficiency dan effektivitas
pada transaksi-transaksi itu yang sifatnya menguntungkan kedua belah pihak.

2) Combinations yang mengakibatkan penguasaan (control) terhadap unit-unit


perusahan yang berdiri sendiri (independent) tetapi terkoordinasikan:
a. Trusts
Dapat digunakan untuk pemusatan kontrol (centralizing the control) terhadap
beberapa perusahaan dengan cara penyerahan controlling stock kepada suatu
board of trustees. (saham-saham untuk menguasai) kepada suatu board of
trustees Para pemegang saham menerima trust certificatesyang menunjukan
pesertaan mereka di dalam trust.
Ada tiga jenis Trust
1. Business Trust biasanya dikenal dengan nama Massachusetts Trust, atau suatu
asosiasi volunter yang dibentuk berdasar atas suatu Declaration of Trust atau
The Common-Law Trust. Dalam hal ini kekayaan-kekayaan perusahaan
diserahkan kepada suatu Board of Trustees demi management dan
operationnya, demi kepentingan para pemegang Trust Certificates.
2. Voting Trust adalah suatu bentuk, yang para pemegang saham (sebagian atau
seluruhnya) dari suatu perusahaan (PT) mengalihkan pesertaannya itu kepada
trustees, dengan maksud memberikan hak suaranya kepada trustee itu. yang
dialihkan itu Voting-nya. Kepada yang mengalihkan itu diberi surat yang
disebut Voting Trust Certificate ,yang transferable dan memberi hak kepada
pemegangnya dividen, tetapi tidak memberikan hak bersuara. Dibandingkan
dengan holding company yang juga memiliki pesertaan-pesertaan kepada
perusahaan-perusahaan lain, Voting Trust itu dapat dibedakan dalam dua hal
yang menyolok :
Didalam Voting Trust, penguasaan (control) terhadap pesertaan (shares)
yang diserahkan itu Temporer, biasanya berlaku dari dua sampai sepuluh
tahun.
Para Trustees dari Voting Trust hanya memiliki hak suara menurut sahamsaham yang diserahkan, jadi mereka tidak dapat menjualnya ataupun
menghibahkannya. Yang disebut holding company, atau Massachusetts
Trust yang bertindak seperti suatu holding company, dapat memperlakukan
saham-saham yang dimilikinya seperti halnya terhadap aktiva lainnya .
3. Testamentary Trust
Sebuah hubungan hukum dan fidusia dibuat melalui instruksi eksplisit dalam
kehendak almarhum. Sebuah kepercayaan wasiat mulai berlaku setelah
kematian

individu

dan umumnya

digunakan

ketika seseorang

ingin

meninggalkan aset kepada penerima, tetapi tidak ingin penerima untuk

menerima aset tersebut sampai waktu yang ditentukan. Trust wasiat yang tidak
dapat dibatalkan.
Perbandingan antara Trust dan Perseroan
Banyak kesamaannya antara trust dan perseroan (corporation). Apa yang di
dalam perseroan disebut Anggaran Dasar, yang memberikan ketentuan tentang
sifat-sifat usaha, permodalan, jangka, waktu dan pengurusannya serta lainnlainnya, didalam trust disebut Persetujuan Trust (Trust Agreement). Apa yang
didalam perseroan disebut Board of Directors, di dalam trust dapat pula
mengeluarkan obligasi-obligasi Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam
dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada
pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon
bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran (bonds) dab saham-

saham (shares) dalam berbagai kelas atau golongan. Seperti pula halnya
didalam perseroan, maka hutang para trustee dan pemegang sahamnya adalah
terbatas.

b. Holding companies
Dalam arti luas, holding company dapat dirumuskan sebagai suatu perseroan
(corporation) yang memiliki saham dari satu atau lebih perusahaan, sehingga dapat
menguasai suara dan pekerjaan perusahaan-perusahaan tersebut. Suatu holding
company yang mengurusi usahanya sendiri disamping menguasai perusahaan lain
melalui pemilikan atas saham-sahamnya disebut parent company, atau holdingoperating company. Kekayaannya semata-mata atau melalui mengurusi pekerjaan
(operations) subsidiariesnya, disebut pure holding company. Kekayaannya sematamata terdiri atas saham-saham terdiri atas saham-saham subsidiariesnya, dan
penghasilan holding company seperti ini diperoleh dari surat-surat berharga itu.
Holding company dapat juga dibedakan menurut jenis-jenis pelayanan (servis)
yang diberikan kepada subsidiariesnya. Jika service yang diberikan itu terutama
adalah bidang finansial. Maka disebut Financing holding company, apabila service
yang diberikan adalah segi managerialnya, maka disebut management holding
company.

Suatu perseroan yang memiliki saham dari satu atau lebih perusahaan,
sehingga dapat menguasai suara dan pekerjaan perusahaan-perusahaan tersebut.
Cara-cara Holding Companies melakukan control terhadap subsidiaries.
Ada dua metode didalam garis besarnya, yaitu:
1. Induk perusahaan mengambil inisiatif membentuk suatu perusahaan baru
secara yuridis terpisah dan menahan semua saham bersuara demi
kepentingan penguasaan di dalamnya.
2. Induk perusahaan dapat membeli kepentingan pengawasan terhadap
perusahaan yang telah ada dengan salah satu cara yaitu membeli tunai
saham-sahamnya atau menukarkan saham-sahamnya dengan saham
perusahaannya sendiri.
Tujuan utama Holding Companies
1. Tujuan Managerial
2. Tujuan Financial
3. Tujuan Engineering
4. Kombinasi dari semuanya.
Holding company dapat dibentuk dengan tujuan managerial, financial, atau
engineering atau kombinasi dari semuanya ini plus keuntungan-keuntungan
lainnya yang timbul dari pemusatan (concenteration) pemilikan (ownership)
dan pengendalian (control).
3)

Combinations yang mengakibatkan peleburan operasi/kegiatan (combined

operation)
a. Yang tidak mengakibatkan fusi antara perusahaan-perusahaan ,yaitu the lease .
b. Yang mengakibatkan fusi secara langsung dan menghilangkan identitas satu atau
lebih perusahaan-perusahaan yang telah berdiri:
Mergers
Consolidations
Mergers
:
Dikatakan merger apabila dua perseroan berfusi, dengan salah satu dari yang
dua tetap hidup dengan nama perseroannya dan yang satunya lenyap dengan segala
nama kekayaannya ke dalam perseroan yang tetap hidup. Apabila di dalam fusi itu
kedua-duanya kehilangan identitas perseroannya sama-sama masuk ke dalam suatu
perseroan yang baru didirikan dengan seluruh kekayaannya, maka fusi semacam ini
disebut Consolidation atau Amalgamation.
Merger dapat terjadi dalam tiga jenis yaitu merger vertikal, merger horisontal,
dan conglomerate. Dikatakan merger horisontal apabia merger itu dilakukan oleh
perusahaan yang sejenis (sama usahanya). Sedangkan merger yang vertikal ialah

antara perusahan yang bersambungan seperti dalam urutan-urutan produksi


misalnya perusahaan ban dengan perusahaan mobil.
Ada tiga jenis Merger :
1. Merger Vertikal
2. Merger Horisontal
3. Conglomerate
1. Merger Vertikal
Penggabungan dua perusahaan yang bersambungan dalam hal produksi.
contoh : Perusahaan Ban dengan Perusahaan Mobil.
2. Merger Horisontal
Penggabungan dua atau lebih perusahaan yang sejenis.
Bersatunya perusahaan yang berurutan seperti tahap produksi apakah
dengan yang sebelumnya ataupun dengan yang sesudahnya disebut pula
Integration. Sebaliknya apabila perusahaan yang telah bergabung itu
kembail sendiri-sendiri, seperti semula disebut Differention. Differention
sering diartikan sama dengan Paraleliasi yaitu menjual berbagai barang
pada suatu toko, kebalikannya dari Spesialisasi yaitu penjualan barang yang
sejenis pada suatu toko.
3. Conglomerate
Merger antara berbagai perusahaan yang menghasilkan berbagai jenis
produk yang berbeda-beda dan tidak ada kait-mengkaitnya. Misalnya
merger antara perusahaan mobil dengan perusahaan minuman, perusahaan
perternakan, perusahaan perhotelan dan sebagainya. Tujuan utama
konglomarasi ialah untuk mencapai pertumbuhan dengan cepat dan
mendapatkan hasil yang lebih baik. Caranya ialah dengan saling bertukar
saham perusahaan-perusahaan yang bersangkutan.
3. Faktor-Faktor Pendorong Penggabungan
Beberapa faktor yang mendorong suatu badan usaha mengadakan penggabungan, antara
lain sebagai berikut.
a. Terbatasnya atau ketidaksempurnaan pasar bagi perusahaan-perusahaan kecil,
sehingga perusahaan kecil mempunyai kedudukan yang lebih kuat dalam
b.
c.
d.
e.

persaingan dengan perusahaan besar.


Untuk mendapatkan bahan mentah secara kontinu dan berkualitas baik.
Terbatasnya tanggung jawab dari suatu badan usaha.
Untuk mengurangi persaingan dari perusahaan-perusahaan sejenis.
Adanya kebebasan masuknya barang-barang dari luar negeri.

f. Faktor perseorangan, yaitu bagi orang yang perusahaannya sudah kuat, ingin
memperkuat lagi dengan menelan perusahaan kecil lainnya (membelinya).

4. Pertumbuhan perusahaan
Perusahaan didirikan dengan maksud mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Disamping adanya perusahaan yang gagal, yang hidup hanya beberapa bulan atau
beberapa

tahun

saja,

terdapat

perusahaan

yang

tumbuh

dan

berkembang.

Pertumbuhannya menampakan dalam bentuk yaitu


a. bertambah besarnya usaha yang dilakukan ;
b. tumbuh dalam bentuk sentralisasi (pemusatan) atau consolidasi dengan perusahaan
yang sama atau berbeda usahannya.
Juga tamak pertumbuhannya secara visual dengan bertambahnya mesin-mesin atau
bangunan dibandingkan dengan pada awalnya. Consolidation yaitu tergabungnya
beberapa perusahaan dibawah satu manajemen juga merupakan bentuk pertumbuhan.
Dengan adanya penggabungan dalam bentuk pemusatan atau consolidasi, maka
timbullah kantor-pusat dan hilanglah Estabilishment. Yang dimaksud dengan
estabilishment adalah pabrik atau sekelompok pabrik (plant) dalam suatu perusahaan
dan dalam suatu lokasi yang diurus dengan menggunakan satu perangkat buku-buku
rekening. Yang disebut kantor pusat atau central office bilamana dalam sebuah kantor
pusat yang mengurusi perusahaan-perusahaan lebih dari satu lokasi atau beberapa
perusahaan dengan berbeda-beda lokasinya, dengan disediakan buku-buku tersendiri
bagi masing-masing perusahaan atau pabrik-pabrik itu.
5. Contoh Merger
1. Merger Bank CIMB. Merupakan kasus merger yang terjadi pada Bank Niaga dan
Bank Lippo. Bank Niaga didirikan pada 26 September 1955, dan saat ini
merupakan bank ke-7 terbesar di Indonesia berdasarkan aset serta ke-2 terbesar di
segmen Kredit Kepemilikan Rumah dengan pangsa pasar sekitar 9-10%.
Bumiputra-Commerce

Holdings

Rerhad

(BCHB)

memegang

kepemilikan

mayoritas sejak 25 November2002, kemudian dialihkan kepada CIMB Group, anak


perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh RCHB, pada 16 Agustus 2007. Bank

Lippo didirikan pada bulan Maret 1948. Menyusul merger dengan PT Bank Unium
Asia. Bank Lippo mencatatkan sahamnva di Bursa Efek pada November 1989.
Pemerintah RI menjadi pemegang saham mayoritas di Bank Lippo melalui
program rekapitalisasi yang dilaksanakan pada 28 Mei 1999. Pada tanggal 30
September 2005, setelah memperoleh persetuiuan Bank Indonesia, Khazanah
Nasional Berhad mengakuisisi kepemilikan mayoritas di Bank Lippo.
PT. Bank CTMB Niaga-Tbk berdiri pada tanggal 1 November 2008. PT. Bank
CIMB Niaga merupakan hasil merger antara PT. Bank Niaga (Persero) Tbk dengan
PT. Bank Lippo (Persero) Tbk. Proses merger dilakukan dengan cara Commerce
International Merchant Bankers (CIMB) Group membeli 51 persen saham Bank
Lippo yang dimiliki oleh Santubong Ventures. anak usaha dari Khazanah.
Khazanah sendiri adalah perusahaan besar dibidang keuangan asal Malaysia. Total
pembelian saham Bank Lippo oleh CIMB Group Rp 5,9 triliun atau setara 2.1
miliar ringgit Malaysia.

Sebagai gantinya Khzanah akan memperoleh 207,l Juta lembar saham baru di Bank
Bumlputera - Commerce Holding Berhard (BCHB) yakni perusahan pemilik CIMB
Group. Seluruh saham Bank Lippo akan ditukar menjadi sahani Rank Niaga
dengan rasio 2,822 saham Bank Niaga per I lembar saham Bank Lippo. Seluruh
asset dan kewajiban Bank Lippo akan dialihkan ke Bank Niaga. Dalam proses
merger tersebut CIMB menawarkan fasilitas voluntary dan standby facility yang
memungkinkan pemegang saham minoritas dikedua bank untuk melepas saham
mereka dan tidak berpartisipasi dalam proses merger.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN :
Merger adalah penggabungan dua/lebih perseroan atau perusahaan dengan
menggunakan salah satu dari nama perusahaan tersebut.
Meger dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Merger Vertikal
Contoh
2. Merger Horisontal
Contoh
3. Konglomerasi
Contoh
Contoh

: Penggabungan perusahaan perusahaan yang masih


berkaitan dengan produksi
: Toko bunga dan Arsitek taman
: Penggabungan perusahaan-perusahaan yan sejenis
(produksi)
: Perusahaan roti dengan perusahaan roti
: Penggabungan Perusahaan-perusahaan yang tidak ada
kaitannya dengan produk ( Bertukar Saham)
: Sepatu dengan roti

: PT. Bank BDFCI dengan Bank Tiara melakukan merger mengubah


namanya menjadi Bank Danamon.

Amalgasi adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan menggunakan nama


perseroan baru.
Contoh

: Perusahaan air minum (AQUA) dengan perusahaan makanan.

Kombinasi adalah penggabungan antara Merger dan Amalgasi.


Kombinasi dibagi menjadi 2, yaitu :
Trust dan Holding Companies
Trust

: Peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang

baru, sehingga diperoleh kekuasaan yang bersar dan Monopoli.


Contoh

: Bank Mandiri merupakan gabungan dari Bank Bumi Daya, Bank


Dagang Negara, Bank Pembangunan Indonesia dan Bank Impor
Indonesia.

Trust terdapat 3 jenis, yaitu

1. Busness Trust

: Disini kekayaan Perusahaan diserahkan kepada Dewan


Pengawas
2. Voting Trust
: Para pemegang saham dari suatu perusahaan
memngalihkan pesertanya itu kepada Trustees
3. Testamentary Trust : Perusahaan member kepercayaan kepada pewaris.
Holding Companies adalah suatu perseroan yang memiliki saham dari satu atau lebih
perusahaan, sehingga dapat menguasai suara dan pekerjaan perusahaan-perusahaan
tersebut.
Contoh : Semen Indonesia holding company dari seman Padang, semen Gresik,
Semen Tonsai, Semen Tanglon.

SARAN :
Kami menyadari masih banyak sekali kesalahan dalam pembuatan tugas kami pada
kali ini untuk itu kami mohon maaf jika ada kesalahan dan ketidakbenaran dari
pembahasan kami serta penulisan kami yang kurang dapat di mengetri, oleh sebab itu
untuk memperbaiki dalam pembuatan tugas kami selanjutnya kami minta kritik dan saran.

DAFTAR PUSTAKA
http://herina-br.blogspot.com/2011/10/pengertian-bisnis-menurut-paraahli.html#!/2011/10/pengertian-bisnis-menurut-para-ahli.html
http://www.google.com/url?
q=http://rostisetiawati1962.files.wordpress.com/2011/01/kerjasama-penggabunganperush.pptx&sa=U&ei=ressU-3cE4n8rAfvkICwAg&ved=0CCIQFjAB&usg=AFQjCNH1ttXIQ9AMbec01A8p2AGne6Uhg
http://id.wikipedia.org/wiki/Merger
http://ml.scribd.com/doc/148343351/4-Kerjasama-Penggabungan-Dan-PeleburanBeberapa-Perusahaan