Anda di halaman 1dari 48

MICROTEACHING

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Ekosistem: Kerusakan Lingkungan dan Upaya Pelestariannya

Disusun oleh:
AHMAD MIFTAHUL KHAIR

(1111016100006)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2014

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


KD 3.10 DAN KD 4.10

Satuan Pendidikan

: SMA Negeri 12 Kota Tangerang

Mata Pelajaran

: Biologi

Kelas/Semester

: X/Genap

Materi Pokok

: Ekosistem

Alokasi Waktu: 1 30 menit

A. Kompetensi Inti (KI)


KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI.4 Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


1

Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel,

2
3

jaringan, organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada mahluk hidup.
Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses.
Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi

lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya.


2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur sesuai data dan fakta, disiplin, tanggung jawab,dan
peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan
pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta
damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap
tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium
maupun di luar kelas/laboratorium.
2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip
keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium
dan di lingkungan sekitar.
3.10 Menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan-perubahan
tersebut bagi kehidupan.
Indikator :
3.10.1 Menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan lingkungan.
3.10.2 Menjelaskan macam-macm pencemaran lingkungan yang mengakibatkan
terjadinya ketidakseimbangan alam.
3.10.3 Menjelaskan dampak kerusakan lingkungan terhadap kelangsungan hidup
makhluk hidup.
3.10.4 Menunjukkan berbagai aktivitas manusia yang menyebabkan timbulnya limbah
dan kerusakan lingkungan.
3.10.5 Memberikan contoh bahan-bahan polutan penyebab pencemaran lingkungan.
3.10.6 Mendata upaya manusia dalam mengatasi masalah lingkungan akibat kegiatan
manusia dan faktor alam.
3.10.7 Mendata limbah-limbah organik yang dapat dimanfaatkan tanpa ataupun
dengan proses daur.
4.10 Memecahkan masalah lingkungan dengan membuat desain produk daur ulang limbah
dan upaya pelestarian lingkungan.
Indikator :
4.10.1 Membuat usulan alternatif pemecahan masalah kerusakan lingkungan.
4.10.2 Menentukan sampah/limbah yang akan dibuat produk daur ulang.
4.10.3 Merancang produk daur limbah yang mempuyai nilai jual.

4.10.4 Mengkomunikasikan hasil produk daur limbah yang telah dibuat.


C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan lingkungan.
2. Siswa dapat menjelaskan macam-macm pencemaran lingkungan yang mengakibatkan
terjadinya ketidakseimbangan alam.
3. Siswa dapat menjelaskan dampak kerusakan lingkungan terhadap kelangsungan hidup
makhluk hidup.
4. Siswa dapat menunjukkan berbagai aktivitas manusia yang menyebabkan timbulnya
limbah dan kerusakan lingkungan.
5. Siswa dapat memberikan contoh bahan-bahan polutan penyebab pencemaran
lingkungan.
6. Siswa dapat mendata upaya manusia dalam mengatasi masalah lingkungan akibat
kegiatan manusia dan faktor alam.
7. Siswa dapat mendata limbah-limbah organik yang dapat dimanfaatkan tanpa ataupun
dengan proses daur.
8. Siswa dapat membuat usulan alternatif pemecahan masalah kerusakan lingkungan.
9. Siswa dapat menentukan sampah/limbah yang akan dibuat produk daur ulang.
10. Siswa dapat merancang produk daur limbah yang mempuyai nilai jual.
11. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil produk daur limbah yang telah dibuat.

D. Materi Pembelajaran
Materi Pokok
: Ekosistem
Sub-materi
: Kerusakan Lingkungan dan Upaya Pelestariannya
Peta Konsep :
EKOSISTEM
perlu dilakukan
Pelestarian lingkungan
karena adanya
menyebabkan
timbulnya

Perusakan
karena campur
tangan manusia

Perusakan
karena faktor
alam

contoh

Limbah
diatasi dengan
diatasi dengan

Daur ulang
limbah

Banjir

Undang-Undang
Lingkungan Hidup

Gempa bumi

Gunung meletus
terdiri atas

menyebabkan
Musim kemarau

Limbah industri
Pencemaran
Limbah
transportasi

Limbah rumah
tangga

terdiri atas

Pencemaran air

Pencemaran
udara

Limbah
E. Model, Metode dan Pendekatan Pembelajaran
pertanian 1. Pendekatan pembelajaran yang digunakan:
Pendekatan Scientific
2. Model pembelajaran yang digunakan:
Cooperative Learning
Problem Based Learning
3. Metode Pembelajaran yang digunakan:
Ceramah
Tanya jawab
Diskusi
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media Pembelajaran:
Buku panduan belajar siswa
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Materi pelajaran (dalam bentuk power point)

Pencemaran
tanah

Pencemaran
udara

Gambar mengenai dampak kerusakan lingkungan terhadap kelangsungan


hidup makhluk hidup (dalam bentuk power point)
Video mengenai kerusakan lingkungan dan upaya pelestariannya
2. Alat Pembelajaran:
Whiteboard
Buku tulis
Alat tulis
Laptop
LCD
Spidol
Speaker

3. Sumber Pembelajaran
Buku teks pelajaran biologi Kelas X :
i. Anshori, Moch dan Martono, Djoko. Biologi untuk SMA/MA Kelas X.
Jakarta: PT Sumber Bahagia Concern.
ii. Karmana, Oman. 2007. Cerdas Belajar Biologi Untuk Kelas X. Bandung:
Grafindo Media Pratama.
iii. Kistinnah, Idun dan Sri, Endang Lestari. Biologi Makhluk Hidup dan
Lingkungannya SMA/MA Untuk Kelas X. Jakarta: CV Putra
Nugraha.
iv. Pratiwi, D. A., dkk. 2014. Biologi Untuk SMA/MA KELAS X Kelompok
Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Jakarta: Erlangga.
v. Pujiyanto, Sri. 2007. Biologi untuk Kelas X SMA dan MA. Solo: PT Wangsa
Jatra Lestari.
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ketiga
Waktu : 1 30 menit
a. Kegiatan Awal (5 menit)
Kegiatan

Aktivitas Pembelajaran

Guru
Pembukaan Memberi salam, mengecek

Siswa
Menjawab salam dan

absensi, mengecek kesiapan

mempersiapkan buku

siswa, menyiapkan buku ajar

pelajaran Biologi.

dan menyiapkan media

Alokasi
waktu
1 menit

Apersepsi

pembelajaran.
Menanyakan hal yang
berhubungan dengan

Berpikir dan menjawab

3 menit

pertanyaan dari guru.

pelajaran yaitu tentang


kerusakan lingkungan dan
upaya pelestariannya, seperti
Apakah yang menyebabkan
terjadinya kerusakan
lingkungan? Apa dampak
dari kerusakan lingkungan
tersebut bagi kelangsungan
hidup makhluk hidup? Dan
bagaimana cara mengatasi
dan mencegah terjadinya
Motivasi

kerusakan lingkungan?
Memotivasi siswa terkait

Memperhatikan dan

materi kerusakan

mendengarkan

llingkungan dan upaya

penjelasan dari guru

pelestariannya dengan

tentang manfaat

memberikan gambaran

mempelajari

umum mengenai manfaat

kerusakan lingkungan

mempelajari kerusakan

dan upaya

lingkungan dan upaya

pelestariannya bagi

pelestariannya bagi

kelangsungan hidup

kelangsungan hidup makhluk

makhluk hidup.

1 menit

hidup.
b. Kegiatan Inti (20 menit)
Kegiatan

Aktivitas pembelajaran
Guru
Siswa

Alokasi
waktu

Observasi

Membimbing siswa dalam


pembuatan kelompok
yang beranggotakan lima
atau enam orang.
Menampilkan gambar

Menempatkan diri sesuai

5 menit

dengan kelompoknya
masing-masing.
Mengamati gambar
dan video yang

lingkungan yang

ditampilkan oleh

telah mengalami

guru.

kerusakan akibat
campur tangan
manusia dan faktor
alam, serta video
mengenai proses
terjadinya kerusakan
lingkungan dan
dampaknya bagi
kelangsungn hidup
Questioning

makhluk hidup.
Memotivasi siswa untuk

Termotivasi untuk

bertanya terkait dengan

membuat pertanyaan

gambar dan video yang

terkait dengan gambar

telah ditampilkan dan

dan video yang telah

dijelaskan.

ditampilkan dan

Memberikan kesempatan
kepada siswa untuk
bertanya mengenai
gambar dan video yang
telah ditampilkan dan
dijelaskan.

dijelaskan.
Bertanya kepada guru
mengenai gambar dan
video yang telah
ditampilkan dan
dijelaskan.

2 menit

Eksplorasi

Menjelaskan materi

Mendengarkan penjelasan

mengenai kerusakan

yang diberikan oleh

lingkungan dan upaya

guru dan mencatat hal-

pelestariannya, sekaligus

hal yang dianggap

menjawab pertanyaan

penting.

8 menit

yang telah diajukan oleh


siswa sebelumnya.
Meminta siswa melakukan

Siswa bersama teman

kegiatan diskusi secara

kelompoknya

berkelompok untuk

mendiskusikan berbagai

menganalisis

permasalahan-

permasalahan-

permaslahan lingkungan

permaslahan lingkungan

yang telah terlampir

yang telah terlampir

dalam LKS dan

dalam LKS dan membuat

membuat solusi

solusi pemecahannya

pemecahannya melalui

melalui studi literatur.

studi literatur.

Membimbing siswa dalam


diskusi kelompok untuk

Asosiasi

Mencari solusi melalui

mencari solusi atas

diskusi kelompok atas

permasalahan lingkungan

permasalahan

dengan melalui studi

lingkungan dengan

literatur.

menggunakan studi

Menanyakan hal yang

literatur.
Menjawab pertanyaan

berhubungan dengan

yang diberikan oleh

diskusi yang telah

guru terkait diskusi yang

dilakukan.

telah dilakukan.

Meluruskan jawaban siswa Mendengarkan dan


dan memberikan

memperhatikan

penguatan berupa

penjelasan guru serta

2 menit

penjelasan terhadap materi

mencatat hal-hal yang

yang telah dipelajari agar

dianggap penting.

siswa lebih memahami


materi pelajaran.
Communication Meminta perwakilan siswa

Mempresentasikan secara

dari setiap kelompok

lisan hasil diskusi yang

untuk mempresentasikan

telah dilakukan.

3 menit

secara lisan hasil diskusi


yang telah dilakukan.
Memberikan umpan balik

Mencatat hal-hal yang

(feed back) positif dan

dianggap penting dari

penguatan terhadap materi

penjelasan guru.

yang telah dianalisis siswa


mengenai kerusakan
lingkungan dan upaya
pelestariannya.
c. Kegiatan Akhir (5 menit)
Kegiatan

Aktivitas pembelajaran
Guru

Evaluasi

Alokasi
Siswa

Melakukan evaluasi melalui Siswa mendengarkan


hasil kerja siswa dan me-

penjelasan guru dan

review materi yang telah

mencatat hal-hal yang

disampaikan.
Bertanya kepada siswa

dianggap penting.
Bertanya kepada guru

mengenai hal-hal yang

mengenai hal-hal yang

masih belum dipahami dari

masih belum dipahami

materi yang telah


disampaikan.
Memfasilitasi siswa dalam
menyimpulkan materi
pembelajaran yang telah
dilakukan.

Dengan bantuan guru siswa


menyimpulkan materi
pembelajaran yang telah
dilakukan.

waktu
3 menit

Penutup

Meminta siswa
mengumpulkan LKS yang

Mengumpulkan hasil

2 menit

pekerjaannya kepada guru.

telah dikerjakan,
didiskusikan dan
dipresentasikan.
Merencanakan kegiatan
tindak lanjut dengan
memberikan tugas
terstruktur (PR) dan tugas

Menerima tugas terstruktur


(PR) dan tugas proyek
pembuatan produk daur
ulang limbah yang
diberikan oleh guru.

proyek pembuatan produk


daur ulang limbah kepada

Menjawab salam.

siswa.
Menutup pembelajaran
dengan mengucapkan salam
H. Penilaian
Jenis atau Teknik Penilaian
Tes
Tes kemampuan kognitif terdiri atas LKS dan Tes Tertulis (Pilihan

Ganda dan Essay)


Non tes
Penilaian afektif
Penilaian psikomotor
Penilaian diskusi
Bentuk Instrumen
Intrumen penilaian LKS
Instrumen tes menggunakan tes tertulis (Pilihan Ganda dan Essay)
Instrumen penilaian afektif
Instrumen penilaian psikomotor
Instrumen penilaian diskusi
Pedoman Penskoran
Pedoman pesnskoran LKS
Pedoman pesnskoran tes tertulis (Pilihan Ganda dan Essay)
Pedoman pesnskoran afektif
Pedoman pesnskoran psikomotor
Pedoman pesnskoran diskusi

LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 (Materi Pembelajaran)


Kerusakan Lingkungan dan Upaya Pelestariannya
Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia akan mengganggu keseimbangan
lingkungan karena peran komponen lingkungan berubah. Perubahan lingkungan dapat terjadi
karena campur tangan manusia atau karena faktor alami. Dampak dari perubahannya belum tentu
sama, namun akhirnya manusia juga yang harus memikul serta mengatasinya.
1

Perubahan Lingkungan karena Campur Tangan Manusia


Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia contohnya adalah penebangan

hutan, pembangunan permukiman, dan intensifikasi pertanian. Penebangan hutan secara liar
dapat mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air. Akibatnya, daya dukung hutan menjadi
berkurang. Penggundulan hutan juga dapat menyebabkan terjadinya banjir dan erosi. Akibat lain
adalah munculnya harimau, babi hutan, dan ular di permukiman penduduk karena habitat asli
hewan tersebut semakin sempit.
Pembangunan permukiman pada daerah yang subur merupakan salah satu tuntutan
kebutuhan papan. Akan tetapi, tindakan ini dapat memicu munculnya persoalan lain yang lebih
serius. Semakin pada populasi manusia, lahan yang semula produktif dapat menjadi tidak atau
kurang produktif lagi.
Pembangunan jalan di kampung dan desa dengan cara betonisasi menyebabkan air sulit
meresap ke dalam tanah. Akibatnya, daerah tersebut mudah mengalami banjir jika hujan lebat.
Selain itu, tumbuhan di daerah sekitarnya menjadi kekurangan air sehingga tumbuhan tidak
efektif melakukan fotosintesis. Akibat lebih lanjut, kita merasakan keadaan semakin panas
akibat tumbuhan tidak secara optimal memanfaatkan CO2.
Penerapan intensifikasi pertanian dengan panca usaha tani di satu sisi meningkatkan
produksi, sedangkan di sisi lain dapat merugikan. Misalnya, penggunaan pupuk dan pestisida
dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Contoh lainnya, pemakaian bibit unggul dalam
siste pertanian monokultur, satu kawasan lahan hanya ditanami dengan satu macam tanaman.
Dengan sistem ini, ekosistem dalam keadaan tidak stabil sehingga keseim-bangan ekosistem
sulit diperoleh. Dampak yang lain akibat penerapan sistem ini adalah terjadi ledakan populasi
hama.

Perubahan Lingkungan karena Faktor Alam

Perubahan lingkungan secara alami disebabkan oleh bencana alam, seperti kebakaran
hutan di musim kemarau, letusan gunung berapi, gempa bumi, banjir, dan sebagainnya.
3

Pencemaran Lingkungan
Keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung karena beberapa hal, yaitu

memiliki komponen yang lengkap, terjadi interaksi antar komponen, setiap komponen berperan
sesuai dengan fungsinya, terjadi pemindahan energi (arus energi), dan daur biogeokimia.
Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi berbagai perubahan, misalnya
berkurangnya fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen sehingga memutuskan
mata rantai dalam ekosistem. Salah satu faktor penyebab terganggunya lingkungan adalah
pencemaran atau polusi.
Kegiatan manusia maupun proses alami dapat mengubah tatanan lingkungan. Hal itu
menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
Pencemaran lingkungan (polusi) adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat,
energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan. Polusi juga dapat diartikan sebagai
berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas
lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu. Hal itu menyebabkan lingkungan menjadi kurang
atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai dengan peruntukannya (Undang-Undang No. 4 Tahun
1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Suatu zat dapat
disebut polutan apabila jumlahnya melebihi jumlah normal serta berada pada waktu dan tempat
yang tidak tepat. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara bermanfaat bagi
tumbuhan, tetapi lebih tinggi dari 0,033% dapat memberi efek merusak. Polutan dapat bersifat
merusak untuk sementara, yaitu jika setelah bereaksi dengan zat di lingkungan menjadi tidak
merusak lagi. Polutan juga dapat merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya, timbel (Pb)
tidak merusak jika konsentrasinya rendah. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat
terakumulasi dalam tubuh sampai ke tingkat yang merusak.

a. Macam-macam Pencemaran

Pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan


pencemar, dan tingkat pencemaran.
1) Menurut Tempat Terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi pencemaran
udara, air, dan tanah. Selain itu, ada pula pencemaran suara.
a) Pencemaran Udara
Bahan pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai
berikut:
(1) Gas H2S. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, juga
dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara;
(2) Gas karbon monoksida (CO) dan CO2. Gas CO tidak bewarna dan tidak
berbau, bersifat racun, merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna dari
bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas CO 2 dalam udara murni berjumlah
0,03%. Jika melebihi batas toleransi ini, dapat mengganggu pernapasan.
Selain itu, gas CO2 yang berlebihan di bumi dapat mengikat panas matahari
sehingga suhu bumi bertambah panas. Pemanasan global di bumi akibat CO 2
disebut juga sebagai efek rumah kaca;
(3) Partikel sulfur (SO2) dan nitrogen dioksdida (NO2). Kedua partikel ini
bersama dengan partikel cair membentuk awan di dekat permukaan tanah
yang dapat mengganggu pernapasan;
(4) Partikel padat, misalnya bakteri, jamur, virus, bulu, dan serbuk sari juga dapat
mengganggu kesehatan;
(5) Batu bara yang mengandung sulfur jika dibakar akan menghasilkan sulfur
dioksida. Sulfur dioksida bereaksi dengan uap air dan oksigen menghasilkan
asam sulfur. Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai
hujan yang disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan
pernapasan serta perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih
tumbuhan.
Sumber pencemaran udara lainnya dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif,
misalnya nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer
dan kemudian jatuh ke bumi. Materi radioaktif ini akan terakumulasi di tanah, air,

hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Pencemaran nuklir terhadap mahluk hidup,
dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai gen, dan bahkan kematian.
Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3
polutan per m3 udara.
b) Pencemaran Air
Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa jenis bahan pencemar sebagai
berikut:
(1) Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah
domestik, misalnya sisa detergen dapat mencemari air. Buangan industri seperti
timbel (Pb), raksa (Hg), seng (Zn), dan CO dapat terakumulasi dan bersifat
racun;
(2) Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan O2 di air
berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air;
(3) Fosfat hasil pembusukan NO3 dan pupuk pertanian terakumulasi. Hal ini dapat
menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan
pertumbuhan yang cepat pada alga (alga bloom). Saat alga mati, dekomposer
yang menguraikan alga tersebut akan mengahabiskan persediaan oksigen
dalam proses pembusukan alga. Akibat banyak ikan yang mati karena
kekurangan oksigen.
Salah satu bahan pencemar di laut adalah tumpahan minyak bumi, akibat
kecelakaan kapal tanker minyak. Tumpahan minyak yang menutupi permukaan air
menyebabkan banyak organisme akuatik mati. Untuk membersihkan kawasan
tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal.
Jika penanggulangan terlambat, kerugian akan semakin besar. Pencemaran tersebut
dapat mengganggu ekosistem laut.
Jika terjadi pencemaran air, makaterjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh
organisme air. Akumulasi pencemaran ini akan semakin meningkat pada organisme
pemangsa yang lebih besar.
c) Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah dapat disebabakan oleh beberapa jenis bahan pencemar
berikut ini:
(1) Sampah plastik yang sukar terurai, karet sintetis, pecahan kaca, dan kaleng;

(2) Detergen yang bersifat nonbiodegradable (sulit diuraikan secara alami);


(3) Zat kimia dari buangan pertanian, dan insektisida (misal DDT). DDT sulit
larut, sehingga konsentrasinya semakin tinggi pada organisme dengan tingkat
trofik yang lebih tinggi.
d) Pencemaran Suara
Pencemaran suara dapat disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor,
pesawat terbang, mesin pabrik, atau radio/tape recorder. Pencemaran suara dapat
mengganggu pendengaran.
2) Menurut Macam Bahan Pencemar
Ada tiga macam pencemaran yang dibedakan berdasarkan macam bahan
pencemaranya.
a) Pencemaran kimiawi, bahan pencemar berupa zat-zat kimia, misalnya zat
radioaktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr, dan Ni), pupuk organik, pestisida, detergen,
dan minyak;
b) Pencemaran biologi,

bahan

pencemar

berupa

mikroorganisme,

misalnya

Escherichia coli, Entamoebacoli, dan Salmonella thyposa;


c) Pencemaran fisik, bahan pencemar berupa benda-benda yang sulit terurai di alam,
misalnya kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
3) Menurut Tingkat Pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar bahan pencemar dan
waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi empat, yaitu sebagai
berikut:
a) Pencemaran yang mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada pancaindra dan
tubuh serta menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan
kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih;
b) Pencemaran yang mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit
yang kronis. Misalnya pencemaran oleh Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang
menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat;
c) Pencemaran dengan kadar bahan pencemar sangat tinggi sehingga menimbulkan
gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran oleh
bahan-bahan radioaktif;

b. Parameter Pencemaran Lingkungan


Untuk mengetahui apakah suatu lingkungan telah tercemar dan berapa besar tingkat
pencemaran yang terjadi, dapat digunakan beberapa parameter. Parameter yang merupakan
indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut.
1) Parameter Kimia
Parameter kimia meliputi CO2, derajat keasaman (pH), alkalinitas, dan kadar
logam-logam berat;
2) Parameter Biokimia
Salah satu parameter biokimia adalah BOD (Biochemical Oxygen Demand). BOD
adalah kadar oksigen terlarut yang hilang dari sampel air pada waktu dan suhu tertentu,
melalui penguraian bahan organik oleh mikroorganisme. Cara pengukurannya adalah
dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kadar oksigennya selama lima hari.
Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya
pencemar organik.
3) Parameter Fisik
Parameter fisik meliputi suhu, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas;
4) Parameter Biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya bakteri,
virus, bentos, dan plankton.

Etika Lingkungan
Aktivitas manusia mempengaruhi kondisi serta kualitas lingkungan. Untuk menjaga agar

kondisi alam tidak semakin parah, sudah selayaknya kita mengubah pola pamanfaatan alam
yang cenderung merusak. Kesadaran tentang pengelolaan lingkungan memerlukan pemahaman
dan penerapan prinsip ekologi serta etika lingkungan. Etika lingkungan berkaitan dengan sikap
serta perilaku yang bersifat objektif terhadap kelestarian lingkungan.
Prinsip yang dipengaruhi untuk menerapkan etika lingkungan antara lain sebagai berikut:

(a) Manusia merupakan bagian dari lingkungan;


(b) Lingkungan diperuntukkan bagi semua mahluk hidup;
(c) Sumber daya alam perlu dipelihara dan pemakaiannya perlu mempertimbangkan
ketersediaan di alam;
(d) Perbaikan kualitas kehidupan disesuaikan dengan produksi alam sehingga hubungan
manusia dan alam harus saling menguntungkan.
Dalam kondisi alami, lingkungan dengan segala keragaman interaksi yang ada mampu
menjaga keseimbangan alam. Akan tetapi, sering kali kondisi demikian dapat berubah oleh
campur tangan manusia. Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan hidup manusia semakin beragam
seiring dengan pandangan modernisasi, sehingga banyak aktivitas manusia yang dapat
menyebabkan perubahan lingkungan, baik yang bersifat lokal maupun global.
5

Pengelolaan Lingkungan
Pemanfaatan sumber daya alam harus memperhatikan tata cara pengelolaan lingkungan.

Pengeloaan lingkungan adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan,


pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan. Pengelolaan lingkungan
mempunyai tujuan sebagai berikut:
a
b
c
d

Mencapai keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan;


Mengendalikan pemanfaatn sumber daya alam secara bijaksana.
Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan;
Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi

sekarang dan mendatang;


Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang
menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Melalui penerapan pengelolaan lingkungan, akan terwujud kedinamisan dan harmonisasi

antara manusia dengan lingkungannya. Untuk mencegah dan menghindari tindakan manusia
yang bersifat kontradiktif dengan hal-hal tersebut di atas, pemerintah telah menetapkan
kebijakan melalui Undang-Undang Lingkungan Hidup.
6

Undang-Undang Lingkungan Hidup


Undang-Undang tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup

disahkan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Undang-undang ini
berisi 9 Bab dan 24 Pasal. Undang-undang lingkungan hidup bertujuan untuk mencegah

kerusakan lingkungan hidup, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan menindak para
pelanggar yang menyebabkan rusaknya lingkungan.
Undang-undang lingkungan hidup antara lain berisi hak, kewajiban, wewenang, dan
ketentuan pidana yang meliputi hal-hal berikut:
a. Setiap orang memiliki ha katas lingkungan hidup yang baik dan sehat;
b. Setiap orang berkewajiban memlihara lingkungan dan mencegah serta menaggulangi
kerusakan dan pencemaran lingkungan;
c. Setiap orang mempunyai hak untuk berperan serta dalam rangka pengelolaan
lingkungan hidup; peran serta tersebut diatur dengan perundang-undangan;
d. Barang siapa yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya melakukan perbuatan
yang meyebabkan rusaknya lingkungan hidup atau tercemarnya lingkungan hidup,
diancam pidana penjara atau denda. Penjara selama-lamanya 10 tahun atau denda
sebanyak-bnyaknya Rp 100.000.000,00.
Upaya pengelolaan yang telah digalakan dan undang-undang yang telah dikeluarkan
belumlah berarti, tanpa didukung kesadaran manusia akan arti penting lingkungan serta
kesadaran bahwa lingkungan merupakan titipan dari generasi yang akan datang.

LAMPIRAN 2 (Lembar Kerja Siswa)


LEMBAR KERJA SISWA
(PROBLEM BASED LEARNING)
Ekosistem: Kerusakan Lingkungan dan Upaya Pelestariannya
NAMA
NO. ABSEN
KELAS

: ________________
: ________________
: ________________

KELOMPOK

: ________________

Kompetensi Dasar :
3.10 Menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan-perubahan tersebut
bagi kehidupan.
4.10 Memecahkan masalah lingkungan dengan membuat desain produk daur ulang limbah dan
upaya pelestarian lingkungan.

A. Judul Permasalahan
:
Peningkatan kerusakan lingkungan hidup dan upaya pencegahan, pelestarian dan
penanggulangannya.
B. Tujuan :
1. Memberikan solusi yang tepat dalam mencegah kerusakan lingkungan hidup, upaya
melestarikannya dan penanggulangan kerusakan lingkungan guna menunjang
kelangsungan hidup makhluk hidup;
2. Menjelaskan cara efektif yang dapat dilakukan oleh pelajar untuk berpartisipasi dalam
mencegah

terjadinya

kerusakan

lingkungan,

upaya

melestarikannya

dan

menanggulangi kerusakan lingkungan hidup.

C. Latar Belakang Permasalahan :


Masalah-masalah kerusakan lingkungan hidup dan akibat-akibat yang ditimbulkan
bukanlah suatu hal yang asing lagi di telinga kita. Satu hal yang tidak dapat dipungkiri
bahwa lingkungan hidup menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi kelangsungan makhluk
hidup, termasuk di dalammya manusia, hewan, tumbuhan dan organisme lainnya yang
memerlukan ruang untuk hidupnya.
Berbagai bencana yang terjadi selain disebabkan oleh alam banyak pula yang
disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya tidak segan-segan manusia mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan.
Kecepatan manusia mengeksploitasi sumber daya alam dan hayati jauh lebih besar dari pada
kecepatan sumber daya alam memperbaharui diri. Kementerian Kehutanan mencatat luas
hutan di Indonesia menyusut setiap tahun. Hal ini terjadi akibat pembakaran hutan, illegal
logging dan alih fungsi hutan yang terus meningkat.

Hingga tahun 2009 kerusakan hutan mencapai lebih dari 1,08 juta hektar per tahun.
Kecepatan kerusakan hutan ini tidak sebanding dengan usaha dan kemampuan untuk
mengembalikan lahan rusak dengan menanam pohon yang hanya sebesar 0,5 juta hektar per
tahun. Sampah merupakan sumber lain kerusakan lingkungan. Sampah yang menumpuk tak
hanya
turut andilhidup,
dalam kerusakan
lingkungan
tetapi juga dapat membahayakan keselamatan
Kualitas
lingkungan
kerusakannya
capai 40-50%
manusia.
Kamis,
6 September 2012 08:55 WIB
Kerusakan lingkungan yang terjadi di Bumi telah mencapai taraf yang kritis.
Sindonews.com
- Kementerian
Lingkungan
Hidup
melansir
tingkat
kerusakan
Matahari yang
dahulu merupakan
sahabat,
saat(KLH)
ini telah
menjadi
musuh
makhluklingkungan
hidup di
di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Kerusakan itu bahkan sudah mencapai 4050
Sinarwilayah
(cahaya)
dan panas
(energi)
dipancarkan matahari tidak dapat dipantulkan
persenBumi.
dari luas
Indonesia
sekitar
190 yang
juta hektare.
kembali oleh Bumi akibat pencemaran udara yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Udara
Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengungkapkan, kerusakan lingkungan mulai
yang
ini mengandung
kumpulan
gas yang terdiri
dari COlingkungan
dantangan
uap
2, NO2, O2, SO
terlihat
saattercemar
pemberlakuan
otonomi daerah.
Kewenangan
penanganan
ada2, di
pemerintah
dan kabupaten/kota.
Ancaman
kerusakan
terutama
dapat terlihat
dengan
air yangprovinsi
dikenal dengan
istilah gas rumah
kaca. Gas
rumah kaca
yang terkumpul
menyerupai
perizinan yang dikeluarkan pemerintahan setempat yang kurang bersahabat dengan lingkungan.
rumah
kaca di atmosfer
ini mengembalikan
refleksi
panas dengan
Matahari
(radiasi infra merah)
Kondisi
ini diperparah
dengan tidak
ada pengendalian
lingkungan
baik.
dari Bumi kembali ke Bumi yang mengakibatkan pemanasan Bumi (global warming).
Sulit menemukan lembaga yang berdiri independen di instansi pemerintah. Biasanya hanya
Berikanlah
solusi diyang
tepattertentu,
untuk mencegah,
melestarikan
menanggulangi
melekat sebagai
kepala seksi
instansi
ungkap Kambuaya
saat dan
membuka
sosialisasi
antikorupsi
di
Makassar
kemarin.
kerusakan lingkungan hidup berlandaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
keruskan
hidup. indeks
Berikutkualitas
ini terdapat
artikel hidup
yang dapat
menambah
informasi
Akibat
masalahlingkungan
tersebut, tingkat
lingkungan
(IKLH)
di Indonesia
masih
rendah,
sebagian
besar wilayahsolusi
provinsi
kabupaten/kota
di Indonesia
tidak memenuhi standar
Anda
untuk menemukan
yangdan
tepat
terhadap permasalah
tersebut.
lingkungan hidup. Jika mengacu pada IKLH, standar mutu harus mencapai 80-90 persen.
Tapi, masih banyak yang mencapai hanya 50 persen, katanya.
Dari data KLH pada 2009-2010, jika indeks dihitung menurut kepulauan (pulau-pulau besar),
Pulau Sulawesi mempunyai nilai indeks tertinggi dan Pulau Jawa terendah.
Pulau Jawa, IKLH pada 2010 mencapai 59,82 persen, pada 2009 54,41 persen sementara Pulau
Sulawesi IKLH pada 2010 77,21 persen, dan pada 2009 75,40 persen.
Untuk itu, pihaknya akan mengevaluasi daerah-daerah yang mampu memanfaatkan dana yang
dikucurkan KLH secara efektif dalam upaya perbaikan lingkungan hidup. Tidak hanya itu, di setiap
proyek Pemprov juga mewajibkan setiap perusahaan atau kontraktor untuk melakukan penanaman
pohon.
Sumber :
http://daerah.sindonews.com/read/670447/25/kualitas-lingkungan-hidup-kerusakannya-capai-40-50

1,1 Juta Hektar Hutan Dibabat, Indonesia Darurat Lingkungan


Selasa, 18 Februari 2014 - 18:18 WIB
DENPASAR - Setiap tahunnya sekira 1,1 juta hektar hutan dibabat untuk pembukaan lahan baru
sehingga Indonesia saat ini tengah dalam darurat lingkungan. Darurat lingkungan ditandai
terjadinya bencana alam yang tidak bisa dilepaskan akibat tata ruang yang rusak.
Ketua Pelaksana Pokja Audit Lingkugan sedunia Working Group on Auditing Environment
(WGEA) Ali Maskur Musa mengungkapkan, ada tiga masalah lingkungan yang dihadapi
Indonesia saat ini.
Pertama deforestasi atau pembabatan hutan yang kian meluas di mana setiap tahunnya mencapai
1,1 juta hektar. Setiap tahunnya alih fungsi lahan produktif sangat massif dan tidak terkendali,
kata Aly yang maju capres konvensi Partai Demokrat ditemui di Denpasar Selasa (18/2/2014).
Dari catatannya, setiap tahun tak kurang 120 ribu hektar lahan produktif beralih fungsi. Lahan yang
semula untuk pertanian diubah menjadi tempat pemukiman maupun tempat akomodasi pendukung
pariwisata seperti di Pulau Bali.
Di Bali keberadaan subak atau sistem irigasi tradisonal semakin tergerus oleh alih fungsi lahan.
Demikian juga Hutan mangrove mulai Sumatra hingga Sulawesi yang berperan penting dalam
menjaga lingkungan dari ancaman abrasi keberadaanya makin terancam.
Kata dia, Indonesia yang tengah menghadapai darurat lingkungan itu tentunya
membahayakan. Karenanya, atas beberapa fakta tersebut Ali merekomendasikan tiga hal.

sangat

Pertama hentikan pemberian izin konsesi hutan untuk kepentingan produktif. Yang kedua,
dilakukannya moratorium izin pemanfaatan hutan untuk industri. Dalam banyak laporan dan fakta
di lapangan lahan baru untuk industri seperti perkebunan turut menambah kerusakan lingkungan.
Kerusakan lingkungan di hulu disebabkan ekosistem yang rusak, kata anggota Badan Pemeriksa
Keuangan BPK RI itu.
Industri tambang dan perkebunan yang membuka lahan baru harus dihentikan perizinan atau
perpanjanggn konsesi hutannya. Yang ketiga bagaimana dilakukan percepatan kebijakan clear and
clean di bidang kehutanan, tuturnya.
Sumber :
http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/03184385/Pengguna.Narkoba.di.Kalangan.Remaja.M
eningkat

Walhi: Bencana di Indonesia Akibat Kerusakan Lingkungan


Selasa, 11 Februari 2014 - 11:52 WIB
JAKARTA - Sekitar 70 persen kerusakan lingkungan di Indonesia disebabkan oleh operasi
pertambangan.
Industri ekstraktif ini dengan mudah melabrak dan mengakali berbagai aturan yang bertentangan
dengan kepentingannya, termasuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan
dan Perlindungan Lingkungan Hidup (PPLH).
"Bahkan, UU No 32/2009 dianggap sebagai penghambat investasi. Tak heran, undang-undang ini
terus diabaikan dan pelan-pelan dipereteli kekuatannya," kata Priyo Pamungkas Kustiadi, Media
Communication and Outreach Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), di Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Hampir 34 persen daratan Indonesia telah diserahkan kepada korporasi lewat 10.235 izin
pertambangan mineral dan batubara (minerba). Itu belum termasuk izin perkebunan skala besar,
wilayah kerja migas, panas bumi, dan tambang galian C.
Kawasan pesisir dan laut juga tidak luput dari eksploitasi, lebih dari 16 titik reklamasi,
Bagaimana Anda
menganalisis
penambangan
pasir,
pasir besi,permasalahan;
dan menjadi tempat pembuangan limbah tailing Newmont dan
Freeport.
Demikian juga hutan kita, setidaknya 3,97 juta hektar kawasan lindung terancam pertambangan,
tak luput keanekaragaman hayati di dalamnya. Tak hanya hutan, sungai kita pun dikorbankan.
Jumlah daerah aliran sungai (DAS) yang rusak parah meningkat dalam 10 tahun terakhir.
Dari sekitar 4.000 DAS yang ada di Indonesia, sebanyak 108 DAS mengalami kerusakan parah.
ESDM dinilai melakukan pembiaran atas kehancuran ini dan dibayar dengan kematian warga,
kerusakan lahan, dan berubahnya pola ekonomi masyarakat.
Melihat kondisi inilah, Jatam menuntut secara tegas agar Energi dan Sumber Daya Mineral tunduk
kepada UU No 32/2009 dan tidak mengintervensi Kementerian Lingkungan Hidup, segera
menghentikan izin usaha pertambangan dan mengevaluasi perusahaan yang merusak lingkungan,
menutup segera tambang di wilayah hutan untuk menahan laju daya rusak tambang.
Sumber :
http://news.okezone.com/read/2014/02/11/337/938956/walhi-bencana-di-indonesia-akibatkerusakan-lingkungan

(1) Rumuskan masalah secara teliti :

(2) Eksplorasi (kaji) beberapa alternatif solusi :

(3) Persempit solusi yang dipilih (sortif, pilih yang terbaik dan berikan prioritas) :

(4) Uji ide terhadap solusi (cari informasi, fakta melalui literatur, ekperimen/observasi) :

Kesimpulan :

Intrumen Penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS)


GRADE

SKOR

INDIKATOR KINERJA

Sangat kurang

< 20

Tidak ada ide yang jelas untuk menyelesaikan masalah

Kurang

21 - 40

Ada ide yang dikemukakan, namun kurang sesuai dengan


permasalahan

Cukup

41 - 60

Ide yang dikemukakan jelas dan sesuai, namun kurang


inovatif

Baik

61 - 80

Ide yang dikemukakan jelas, mampu menyelesaikan


masalah, inovatif, cakupan tidak terlalu luas

Sangat Baik

> 81

Ide, jelas, inovatif, dan mampu menyelesaikan masalah


dengan cakupan luas

LEMBAR KERJA SISWA


(PROBLEM BASED LEARNING)
Ekosistem: Kerusakan Lingkungan dan Upaya Pelestariannya
NAMA
NO. ABSEN
KELAS
KELOMPOK

: ________________
: ________________
: ________________
: ________________

Kompetensi Dasar :
3.10 Menganalisis data perubahan lingkungan dan dampak dari perubahan-perubahan tersebut
bagi kehidupan.
4.10 Memecahkan masalah lingkungan dengan membuat desain produk daur ulang limbah dan
upaya pelestarian lingkungan.
A. Tujuan :
1. Menjelaskan mengenai dampak kerusakan lingkungan bagi kelangsungan hidup
makhluk hidup melalui analisis aktifitas manusia yang berdampak merusak
lingkungan;

2. Menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup melalui


analisis aktifitas manusia yang berdampak merusak lingkungan;
3. Memberi solusi dalam mengatasi permasalahan kerusakan lingkungan hidup.
B. Latar Belakang :
Berbicara masalah lingkungan, saat ini akan lebih cenderung akan membahas tentang
kerusakan lingkungan yang sedang marak terjadi. Baik di Indonesia maupun di wilayah
mancanegara, ada beribu-ribu kasus contoh kerusakan lingkungan yang sangat
memprihatinkan. Sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran, seharusnya kita
melindungi lingkungan yang kita tinggali. Namun sebaliknya, di zaman modern ini,
sebagian besar manusia tidak terlalu peduli dengan kerusakan-kerusakan lingkungan yang
tengah terjadi. Biarpun tidak ikut andil dalam melakukan kerusakan lingkungan, seharusnya
kita berkewajiban untuk memperbaiki lingkungan yang sudah rusak dan harus mencegah
kerusakan lingkungan kembali terjadi. Berbagai macam masalah lingkungan yang terjadi
sampai sekarang ini pada dasarnya disebabkan oleh sebagian besar ulah manusia.
Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh alam (gunung meletus, tanah longsor,
gempa bumi, erosi, dan abrasi) hanya sekian persen saja, sedangkan jumlah prosentase yang
lebih besar menunjuk pada ulah manusia yang serakah dalam mengeksploitasi alam tanpa
harus meregenerasikannya lagi. Kegiatan-kegiatan manusia di lingkungan hidupnya akan
menyebabkan siklus permasalahan lingkungan yang cukup rumit. Masalah lingkungan yang
disebabkan oleh ulah manusia diwujudkan dalam berbagai contoh kerusakan lingkungan
yang tengah terjadi. Berbagai macam kerusakan lingkungan disebabkan oleh ulah manusia
yang tanpa sadar mereka telah merugikan dirinya sendiri dan terlebih lagi untuk lingkungan
sekitar.
Karena begitu banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan oleh kerusakan alam,
maka dari itu sebagai generasi muda wajib mencegah dan menjaga lingkungan hidup demi
manusia itu sendiri dan generasi-generasi setelahnya. Cara menjaga lingkungan yang baik
yaitu dengan cara menggunakan/memanfaatkan SDA dengan pintar bijak tanpa harus
mengeksploitasinya secara berlebihan. Dan untuk mencegah adanya kerusakan lingkungan,
sebaiknya perlu regenerasi kembali unsur-unsur alam yang mampu me-recovery kerusakan
alam yang sudah terjadi sebelumnya.

3 Pabrik
Buang
Limbah
C. Bahan
Diskusi
: ke Sungai
Berikut ini adalah beberapa berita/artikel mengenai aktifitas manusia yang
Sabtu, 9 Agustus 2014 00:53 WIB
berdampak kepada rusaknya lingkungan hidup, gunakan berita/artikel tersebut untuk
Tiga perusahaan
industri tekstil di kawasan
industri
Kaha Group Solokanjeruk, Kecamatan
menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang telah
tersedia.
Solokanjeruk, Kabupaten Bandung diindikasikan membuang limbah cair ke Sungai Citarik yang
bermuara ke Sungai Citarum.
Dugaan pembuangan limbah secara sembarangan itu berdasarkan hasil investigasi sejumlah aktivis
lingkungan Kabupaten Bandung dalam beberapa bulan terakhir. Diketahui, tingkat pencemaran
lingkungan di Sungai Citarik itu terlihat dari airnya yang pekat.
Pantauan "GM", Jumat (8/8), selain hitam, aliran Sungai Citarik juga terkontaminasi limbah cair
yang dibuang sejumlah kawasan industri di Rancaekek, Kab. Bandung dan Cimanggung, Kab.
Sumedang. Padahal Sungai Citarum yang tercemar limbah berbahan berbahaya dan beracun (B3)
itu masih dimanfaatkan warga untuk menjala ikan. Aktivis lingkungan Kab. Bandung, A. Mulyadi
mengatakan, indikasi perusahaan industri yang membuang limbah cair ke sungai itu berdasarkan
hasil investigasi sejak 16 Maret 2014.
"Investigasi dilakukan terhadap sejumlah perusahaan dan di titik yang diduga sebagai pembuangan
limbah cair B3, yang selama ini berkontribusi mencemari Citarum," kata Mulyadi kepada "GM" di
Solokanjeruk, Jumat (8/8).
Dari hasil investigasi itu, sejumlah perusahaan membuang lepas limbah B3 langsung ke Sungai
Citarik dan Sungai Citarum.
"Kami melakukan penelusuran saluran pembuangan limbah cair yang mengalir ke sungai hingga ke
sumber perusahaan yang membuangnya," kata Mulyadi.
Penelusuran diawali dari saluran air berdiameter 4 meter dan kedalaman 1,5 meter di bagian utara
kawasan industri Kaha Group, yang dimanfaatkan untuk membuang limbah cair B3.
Sumber :
http://www.klik-galamedia.com/2014-08-09/3-pabrik-buang-limbah-ke-sungai

Penggunaan Pestisida di Kalangan Petani Kian Memprihatinkan


Minggu, 02 Nopember 2014 Waktu UTC: 07:46
Asosiasi Petani Kentang Dataran Tinggi Dieng adalah salah satu organisasi petani yang
mengkampanyekan pengurangan penggunaan pestisida dan pupuk kimia di kalangan petani di Jawa
Tengah. Namun, sejak aktif bergerak tahun 2006, hingga kini hanya 170 orang petani yang bersedia
bergabung. Muhammad Mudazir, ketua asosiasi petani ini mengatakan, jumlah itu hanya sekitar 1
persen dari seluruh petani di dataran tinggi dieng. Kendala terbesar mengajak petani bergabung
justru karena tujuan organisasi ini, yaitu mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia.
Lingkungan
Buka Lahan
Bakar bergantung
Hutan, Petani:
Takbahan
Punya itu,
Jalan
Lain
Menurut
Mudazir,
petani Dengan
telah sangat
padaKami
kedua
dan
cenderung
memakainya
secara
berlebihan.
Senin, 29 September 2014
Padahal, kata Mudazir, rusaknya lahan pertanian di dataran tinggi Dieng yang dulu subur, justru
Ogan penggunaan
Komering Ilir
- Membuka
lahankimia
dengan
cara membakar
lahan
gambut,
memang
telah
karena
pestisida
dan pupuk
berlebihan.
Petani kini
berpikir
dengan
pola yang
lumrah dilakukan
oleh masyarakat
Kabupaten
Oganpemakaian
Komering pupuk
Ilir (OKI).
selain
terbalik,
yaitu rusaknya
lahan harus didiimbangi
dengan
kimiaAlasannya,
di luar ambang
tidak
mengeluarkan
modal,
cara
seperti
itu
telah
dilakukan
turun
temurun
dari
nenek
moyang.
batas. Sementara untuk menjamin hasil panen bebas hama, termasuk ulat, pestisida juga digunakan
Sedangkan
memberikan
sosialisasi
tanpa
solusi
untuk petani lebih
pribumi.
secara
tidak pemerintah
bertanggunghanya
jawab.
Untuk kedua
bahan ini,
petani
membelanjakan
20 persen dari
ongkos produksi dalam satu masa panen.
Setiap musim kemarau dipastikan masyarakat yang hendak membuka lahan di atas lebak belukar
akan
karena
cara lain,
kata Yadi
Minggu
(28/9/2014),
seperti
Di
sisimembakarnya,
lain, konsumen
juga tidak
belumada
memiliki
kesadaran
akan(43),
bahaya
pestisida
dalam produk
dilansir Tribunnews.
pertanian.
Pemerintah pun tidak mengambil tindakan yang cukup, bahkan kadang penyuluh
pertanian lapangan, sekaligus menjadi agen yang terus menyarankan pemakaian produk pestisida
Menurut
selama produksi.
ini hanya memberikan sosialisasi dan ancaman hukuman bagi
dan
pupukYadi,
kimiapemerintah
untuk menggenjot
pembakar hutan dan tidak pernah memberikan solusi pembukaan lahan perkebunan.
Dalam survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, ditemukan
Firman
juga menyatakan
hal yang
sama.
pemerintah
data,
dari(35)
217warga
petaniPampangan,
yang dijadikan
contoh penelitian,
hanya
15Mestinya
orang atau
sekitar 7 memberikan
persen saja
jalan
keluar
bagi
petani
yang
akan
membuka
lahan
semak
belukar
agar
tidak
dibakar.
yang bebas keracunan pestisida. Sebanyak 5 orang petani mengalami keracunan berat (2,3 persen),
120 orang keracunan sedang (55,3 persen), dan 77 orang keracunan ringan (35,5 persen).
Masyarakat hanya ditakuti dengan hukuman dan tidak pernah memberikan jalan keluarnya, ujar
Firman.ini membuktikan bagaimana penggunaan pestisida dan pupuk kimia berlebih di kalangan
Survei
petani Jawa Tengah telah menjadi ancaman serius terutama untuk sektor kesehatan.
Saat ini laporan dari Balai Lingkungan Hidup OKI menunjukkan, bahwa lahan yang terbakar di
Kabupaten
Sumber
: OKI mencapai kurang lebih 6000 hektar. Penyebab kebakaran 90 persen dibakar oleh
masyarakat yang disengaja maupun tak sengaja.
http://www.voaindonesia.com/content/penggunaan-pestisida-di-kalangan-petani-kianSumber :
memprihatinkan/2440832.html
http://liputanislam.com/berita/buka-lahan-dengan-bakar-hutan-petani-kami-tak-punya-jalan-lain/

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan analisimu.


1. Apa yang melatarbelakangi kebanyakan orang melakukan aktifitas yang dapat merusak
lingkungan hidup?
Jawab :
...
2. Menurut kalian, mengapa aktifitas-aktifitas manusia seperti yang terdapat dalam ketiga
artikel di atas dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup? Apa saja dampak yang
ditimbulkannya?
Jawab :
...
3. Berdasarkan pada ketiga artikel di atas, menurut anda tindakan apa yang perlu dilakukan
kepada

para

pelaku

perusak

lingkungan

tersebut?

Dan

bagaimana

cara

menanggulangi/mengatasi kerusakan lingkungan yang telah mereka lakukan?


Jawab :
...
4. Bagaimana cara melakukan pencegahan, pelestarian dan penanggulangan sebagai seorang
pelajar agar keseimbangan alam dapat terjaga guna menunjang kelangsungan hidup
makhluk hidup?
Jawab :
...

5. Menurut kalian, tindakan apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menjaga
kelestarian lingkungan hidup agar tetap seimbang? Dan tindakan apa yang harus
dilakukan agar setiap manusia ikut berperan aktif dalam menjaga keseimbangan alam?
Jawab :
...

________________Selamat Mengerjakan__________________
Intrumen Penilaian Lembar Kerja Siswa (LKS)
Berilah tanda check list (V) pada pilihan 1, 2, 3 atau 4 berdasarkan pekerjaan siswa dalam LKS!
No Soal

NAMA
SISWA

1
2
3
4
5
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Skor

1.
2.
Dst.

Keterangan :
GRADE

SKOR

INDIKATOR KINERJA

Sangat kurang

Tidak ada ide yang jelas untuk menyelesaikan masalah

Kurang

Ada ide yang dikemukakan, namun kurang sesuai dengan


permasalahan

Cukup

Ide yang dikemukakan jelas dan sesuai, namun kurang


inovatif

Baik

Ide yang dikemukakan jelas, mampu menyelesaikan


masalah, inovatif, cakupan tidak terlalu luas

Sangat Baik

Ide, jelas, inovatif, dan mampu menyelesaikan masalah


dengan cakupan luas
Total Skor Perolehan

NILAI =

X 100
Total Skor Maksimal

LAMPIRAN 3 (Tugas Terstruktur)


LEMBAR KERJA SISWA
EKOSISTEM
(Kerusakan Lingkungan dan Upaya Pelestariannya)
NAMA
NO.ABSEN
KELAS

: ________________
: ________________
: ________________

A Pilihlah salah satu jawban yang paling benar !


1 Ekosistem dikatakan seimbang dan dinamis jika . . . .
A. tidak terjadi persaingan antarindividu di dalamnya
B. jumlah produsen tidak melimpah
C. jumlah konsumen melimpah
D. jumlah pengurai seimbang dengan produsen
E. jumlah semua komponen ekosistem sesuai dengan fungsi masing-masing
2 Berikut yang termasuk polusi udara adalah . . . .
A. asap dari kebakaran hutan
B. naiknya suhu bumi
C. blooming alga
D. suara bising di pabrik-pabrik
E. konsentrasi DDT dalam sayuran
3 Pada efek rumah kaca, CO2 dapat berkumpul di udara dan membentuk lapisan. Hal
yang menyebabkan CO2 dapat melayang di udara dan berkumpul di atmosfer

adalah . . . .
A. CO2 dapat berikatan dengan oksigen bebas di udara
B. karena pencemaran udara yang tinggi
C. karena CO2 yang lebih ringan dari gas lain di udara
D. tingginya radiasi ultraviolet di atmosfer
E. CO2 mudah berikatan di udara dengan gas lainnya
Pemanasan global di bumi akibat efek rumah kaca menyebabkan hal berikut ini,
kecuali . . . .
A. meningkatnya suhu di bumi

B. naiknya permukaan air laut


C. rusaknya lapisan ozon
D. perubahan suhu bumi secara gobal
E. mencairnya gunung es di kutub
Salah satu usaha yang dapat dimulai untuk mengurangi pencemaran udara adalah . . . .
A. mengurangi penggunaan minyak bumi
B. tidak membuang limbah sembarangan
C. memisahkan limbah organik dan anorganik
D. mendaur ulang limbah atau barang bekas
E. mengurangi penggunanan barang yang terbuat dari plastik
Manfaat dari mendaur ulang suatu barang bekas atau limbah adalah sebagai berikut,
kecuali . . . .
A. mencegah pencemaran yang lebih parah dari limbah yang dihasilkan
B. menghemat penggunaan sumber daya alam
C. ikut menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan hidup
D. mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan
E. tingginya polusi yang dihasilkan dari daur ulang limbah tersebut sangat

membahayakan
Satu persoalan yang berkaitan dengan polusi udara adalah hujan asam, yaitu air hujan
yang mempunyai pH rendah karena terbentuknya asam karbonat. Polutan yang
menyebabkan hujan asam yaitu . . . .
A. sulfur oksida
B. karbon dioksida
C. karbon monoksida
D. oksigen
E. kloroflorokarbon

Membakar sampah merupakan perlakuan yang tidak baik karena . . . .


A. mineral-mineral tidak kembali ke tanah
B. kadar CO2 di udara bertambah
C. kadar N2 di udara tidak bertambah
D. kelembaban udara berkurang
E. kadar O2 di udara berkurang
Aktivitas manusia yang dapat menimbulkan gangguan keseimbangan lingkungan
adalah . . . .
A. ladang berpindah dan pertanian monokultur
B. pertanian organik dan hidroponik
C. kultur jaringan dan radiasi induksi
D. rotasi tanaman dan pembakaran hutan
E. menjaring ikan dengan sistem pukat harimau

10 Usaha-usaha yang dibawah ini dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan,


kecuali . . . .
A. memindahkan lapangan terbang jauh dari pemukiman
B. menggunakan knalpot untuk kendaraan bermotor
C. penghijauan dikota-kota
D. membuat irigasi
E. membuat sampah dari kompos
11 Semua jenis bahan yang terbuang atau sengaja dibuang dari sumber-sumber aktivitas
manusia maupun proses alam yang belum/tidak memiliki nilai ekonomis adalah . . . .
A. sampah organik
B. sampah anorganik
C. sampah khusus
D. bahan beracun dan berbahaya (B3)
E. limbah/sampah/polutan

12 Sumber sampah yang berasal dari pertanian dan perkebunan akan berpengaruh
terhadap lingkungan, jenis-jenis sampah tersebut antara lain . . . .
A. jerami, daun-daunan, pupuk
B. kayu, sisa bahan bangunan, sisa kaca
C. jerami, kaleng bekas, sisa kaca
D. daun-daunan, emisi mesin, plastik
E. pupuk, sisa bahan bangunan, pestisida
13 Berdasarkan wujudnya, yang termasuk kelompok sampah padat adalah . . . .
A. NO2, pestisida, sisa logam
B. CO2, tumpahan minyak, plastik
C. Hg, logam, pestisida
D. plastik, sisa logam, sisa kaca
E. tumpahan minyak, sisa logam, CO
14 Tumpahan bahan bakar, oli bekas merupakan limbah yang dapat mencemarkan
lingkungan, limbah tersebut sumbernya berasal dari . . . .
A. industri
B. pertanian
C. pemukiman rumah tangga
D. transportasi
E. pertambangan
15 Berikut ini yang merupakan jenis polutan pencemaran udara berupa gas adalah . . . .
A. debu
B. kabut
C. abu gunung berapi
D. timbal

E. karbon dioksida

16 Air yang baik dan memenuhi persyaratan fisik untuk kebutuhan hidup manusia adalah
....
A. rasanya manis asam
B. berbau sedap
C. jernih dan tidak keruh
D. warnanya putih
E. temperatur air dibawah 10o C
17 Air yang tercemar oleh organisme mahluk hidup seperti bakteri dan ganggang
termasuk dalam pencemaran secara . . . .
A. kimiawi
B. fisik
C. biologi
D. langsung
E. tidak langsung
18 Jenis limbah yang dapat diuraikan atau didekomposisi, baik secara alamiah oleh
mikroorganisme ataupun sengaja dikelola oleh manusia untuk kompos adalah . . . .
A. sampah anorganik
B. sampah industri
C. sampah organik
D. sampah padat
E. sampah khusus
19 Cara pencegahan dan penanggulangan pencemaran tanah dapat dilakukan sebagai
berikut, kecuali . . . .
A. penggunaan pupuk anorganik sesuai dosis dan tidak berlebihan
B. penggunaan pestisida dengan dosis yang telah ditentukan
C. membuang sampah sesuai dengan kehendak
D. sampah sebelum dibuang ke tanah, diuraikan lebih dahulu/didaur ulang
E. sampah organik sebaiknya dijadikan kompos

20 Keuntungan hasil pengomposan limbah organik, kecuali . . . .


A. unsur hara yang terkandung dalam kompos dapat bertahan lama
B. masyarakat dapat membuat sendiri

C. bahan yang dibutuhkan ada di sekitar kita


D. jenis pupuk yang didapat ramah lingkungan
E. tidak dapat diperjual-belikan, untuk kepentingan sendiri
21 Penggunaan pestisida untuk pemberantasan hama ternyata sangat merugikan manusia,
sebab penggunaan bahan tersebut dapat . . . .
A. mematikan hewan pengganggu
B. menyebabkan berubahnya iklim
C. merusak keseimbangan lingkungan
D. dapat meracuni ekosistem
E. membunuh semua organisme yang bermanfaat
22 Berikut ini adalah bukan dampak polusi tanah yang ditimbulkan oleh limbah padat
anorganik adalah . . . .
A. memakan lahan karena akan menumpuk untuk waktu yang lama
B. dapat mengganggu kesehatan bila mengandung senyawa kimia berbahaya
C. menimbulkan bau tak sedap karena mengalami pembusukan bakteri
D. mengganggu estetika lingkungan
E. lahan menjadi tidak subur karena berkurangnya populasi bakteri pengurai
23 Yang digunakan sebagai parameter kimia dalam pencemaran adalah . . . .
A. CO2, pH, alkalinitas
B. Radioaktivitas
C. padatan tersuspensi
D. rasa, bau, kekeruhan
E. bakteri, virus, plankton, bentos

24 Apabila jumlah karbon dioksida dalam ekosistem semakin berkurang, maka


organisme yang pertama akan mengalami dampak negatifnya yaitu . . . .
A. karnivora puncak
B. karnivora
C. konsumen
D. produsen
E. pengurai
25 Tujuan penghijauan di kota-kota besar adalah . . . .
A. meningkatkan pendapatan penduduk
B. meningkatkan kadar oksigen di udara
C. meningkatkan kadar kelembapan udara
D. meningkatkan kadar karbon dioksida di udara
E. meningkatkan suhu udara
26 Pemakaian pestisida yang terus-menerus memberikan dampak negative lain selain
pencemaran lingkungan, di antaranya adalah . . . .

A. menurunnya populasi serangga


B. meningkatnya hasil panen
C. meluasnya distribusi serangga
D. resistensi serangga terhadap pestisida
E. keanekaragaman serangga menurun
27 Fungsi mikroorganisme pada pembuatan kompos yaitu . . . .
A. menurunkan kebasaan sampah
B. membantu penguraian sampah
C. menaikkan keasaman sampah
D. mengurangi aerasi pada sampah
E. menyuplai ketersediaan oksigen

28 Mikroorganisme tidak dapat menguraikan sampah plastik. Berikut ini upaya yang
dapat dilakukan untuk mengurangi kadar polusi sampah plastik adalah . . . .
A. membakar sampah plastik
B. mengumpulkan sampah plastik dan ditaruh di tempat yang aman
C. melarang masyarakat memakai plastik
D. mendaur ulang sampah plastik
E. menghindari produksi bahan jadi yang berbahan baku plastik
29 Berikut ini salah satu usaha untuk mengatasi pencemaran air adalah . . . .
A. membuang limbah sedikit demi sedikit
B. memberi sanksi kepada pengusaha industri
C. menutup industri kimia
D. mengolah limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai
E. membatasi pemakaian bahan kimia
30 Berikut ini merupakan upaya untuk menanggulangi pencemaran, kecuali . . . .
A. tidak membuang limbah sembarangan
B. pengendalian hama secara biologi
C. memakai pupuk buatan sesuai aturan
D. tidak memakai herbisida, fungisida, dan pestisida tanpa aturan
E. membuang limbah tanpa diolah terlebih dahulu
31 Berikut ini yang menyebabkan sempitnya area hutan, kecuali ....
A. kebakaran hutan
B. penebangan liar
C. konversi lahan untuk perkebunan
D. pembukaan hutan untuk proyek pembangunan
E. reboisasi

32 Gas berikut yang memiliki daya afinitas yang tinggi terhadap hemoglobin dan dapat
menyebabkan keracunan adalah . . . .
A. hidrogen
B. nitrogen
C. oksigen
D. karbon dioksida
E. karbon monoksida
33 Masuknya polutan dalam lingkungan akan menjadikan lingkungan . . . .
A. makin beragam komponen biotiknya
B. memiliki komponen abiotik yang semakin kompleks
C. memiliki kualitas lingkungan yang tinggi
D. berkurang daya dukungnya
E. tetap stabil, tidak mempengaruhi dinamika ekosistem
34 Semakin menurunnya daya dukung lingkungan juga disebabkan pengaruh aktivitas
manusia. Jika menyadari hal itu, semestinya kita . . . .
A. tidak perlu membeli barang baru agar tidak ada imbah
B. menanam tanaman hijau di lahan di sekitar rumah untuk mengurangi polusi
C. mulai belajar untuk berperilaku hemat energi
D. tidak usah dipedulikan, alam akan normail sendiri
E. segera cari pustaka untuk mengeti situasi alam terbaru
35 Apabila telah menyadari adanya pengaruh negatif pencemaran, tindakan tepat yang
kita lakukan terhadap timbunan sampah yang ada di sekitar kita adalah . . . .
A. membiarkannya saja
B. membakar agar segera bersih
C. memberikan masukan ke ketua RT agar dijadikan kerja bakti
D. menghentikan pembungan sampah dan mencari temapt pembuangan baru
E. setiap ada gerakan kebersihan, kita harus membantu

36 Setiap hari, hutan kita dijarah. Tidak mengherankan udara semakin terasa panas. Oleh
karena itu, . . . .
A. tiap siswa wajib membawa pohon jati untuk ditanam di sekolah
B. kita wajib menangkap penjarahnya
C. melaporkan ke RT jika kita tahu ada orang menebang pohon
D. kita membentuk tim relawan, kemudian masuk hutan untuk mencatat pohon yang
masih ada

E. kita turut melakukan gerakan penghijauan minimal di halaman rumah dan sekolah
37 Tindakan berikut ini yang tidak sesuai dengan etika lingkungan adalah . . . .
A. pengolahan limbah sebelum dibuang ke sungai
B. pembakaran sampah plastik di pemukiman
C. penimbunan limbah di lubang galian
D. rehabilitasi satwa langka
E. sistem tebang pilih
38 perubahan lingkungan karena kativitas manusia adalah . . . .
A. kekeringan
B. longsor
C. penebangan hutan
D. gempa bumi
E. gunung meletus
39 Di sudut perempatan jalan, terlihat seonggok sampah yang telah terkumpul, namun
belumsempat diangkut oleh petugas kebersihan. Langkah yang sebaiknya kita
lakukan adalah . . . .
A. memungut dab nenbuangnya ke sungai
B. membiarkan berada pad tempatnya
C. menggunakannya sebagai sarana permainan
D. membakarnya agar tidak kotor
E. mencari petugas kebersihan setempat

40 Organisme yang sering berperan sebagai parameter pencemaran air adalah . . . .


A. Amoeba proteus
B. Nitrosomonas
C. Escherichia coli
D. Spirogyra
E. Eucheuma spinosum
B Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar dan jelas !
1 Jelaskan apa penyebab terjadinya kerusakan lingkungan!
2 Sebutkan dan jelaskan macam-macam pencemaran lingkungan berdasarkan tempat
3

terjadinya, beserta contohnya!


Jelaskan satu contoh dampak perubahan lingkungan di perairan akibat aktivitas

manusia dan cara penanggulangannya!


Sebutkan dan jelaskan macam-macam parameter yang biasa digunakan untuk

mengetahui besarnya pencemaran yang terjadi pada suatu lingkungan!


Apakan tujuan dari pengelolaan lingkungan bagi kelangsungan hidup makhluk hidup?

________________Selamat Mengerjakan__________________
Kunci Jawaban :
A Soal Pilihan Ganda (@ SOAL =1)
1 E
11. E
2 A
12. E
3 C
13. D
4 C
14. D
5 A
15. E
6 A
16. C
7 A
17. C
8 B
18. C
9 D
19. C
10 B
20. E

21. D
22. D
23. A
24. E
25. B
26. D
27. B
28. D
29. D
30. E

31. E
32. E
33. D
34. B
35. E
36. E
37. B
38. C
39. E
40. C

B Essay
1. Penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup secara umum bisa dikategorikan
dalam dua faktor yaitu akibat peristiwa alam dan akibat ulah manusia. Letusan
gunung berapi, banjir, abrasi, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, dan
tsunami merupakan beberapa contoh bencana alam. Bencana-bencana tersebut
menjadi penyebab rusaknya lingkungan hidup akibat peristiwa alam. Meskipun jika
ditelaah lebih lanjut, bencana seperti banjir, abrasi, kebakaran hutan, dan tanah
longsor bisa saja terjadi karena adanya campur tangan manusia juga.

Penyebab kerusakan lingkungan yang kedua adalah akibat ulah manusia. Kerusakan
yang disebabkan oleh manusia ini justru lebih besar dibanding kerusakan akibat
bencana alam. Ini mengingat kerusakan yang dilakukan bisa terjadi secara terus
menerus dan cenderung meningkat. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh aktifitas
manusia yang tidak ramah lingkungan seperti perusakan hutan dan alih fungsi hutan,
pertambangan, pencemaran udara, air, dan tanah dan lain sebagainya.

2. Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi pencemaran


udara, air, tanah dan pencemaran suara.
a. Pencemaran Udara
Bahan pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya adalah
Gas H2S; Gas karbon monoksida (CO) dan CO2; Partikel sulfur (SO2) dan
nitrogen dioksdida (NO2); Partikel padat; dan Batu bara yang mengandung
sulfur jika dibakar akan menghasilkan sulfur dioksida.
b. Pencemaran Air
Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa jenis bahan pencemar
sebagai berikut: Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan
pembuangan sampah domestik, misalnya sisa detergen dapat mencemari air.
Buangan industri seperti timbel (Pb), raksa (Hg), seng (Zn), dan CO dapat
terakumulasi dan bersifat racun; Sampah organik yang dibusukkan oleh
bakteri menyebabkan O2 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas
kehidupan organisme air; Fosfat hasil pembusukan NO3 dan pupuk pertanian
terakumulasi.
c. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah dapat disebabakan oleh beberapa jenis bahan pencemar
berikut ini: Sampah plastik yang sukar terurai, karet sintetis, pecahan kaca,
dan kaleng; Detergen yang bersifat nonbiodegradable (sulit diuraikan secara
alami); Zat kimia dari buangan pertanian, dan insektisida (misal DDT).
d. Pencemaran Suara
Pencemaran suara dapat disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor,
pesawat terbang, mesin pabrik, atau radio/tape recorder. Pencemaran suara
dapat mengganggu pendengaran.

3. Salah satu contoh dampak perubahan lingkungan di perairan akibat aktivitas manusia
adalah pembuangan limbah pertanian ke perairan tanpa pengolahan terlebih dahulu.
Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik.
Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati kemudian
dimakan hewan atau manusia, orang yang memakannya akan mati. Pupuk organik
yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air (eutrofikasi), karena air kaya
nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming). Hal ini akan
mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme dalam air, karena oksigen
dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air terhalang dan tidak dapat
masuk ke dalam air, sehingga kadar oksigen dan sinar matahari berkurang.
Untuk mencegahnya, upayakan memilih insektisida yang berspektrum sempit (khusus
membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegradable (dapat terurai secara biologi)
dan melakukan penyemprotan sesuai dengan aturan, serta jangan membuang sisa obat
ke perairan.
4. Parameter yang biasa digunakan untuk mengetahui besarnya pencemaran yang terjadi
pada suatu lingkungan adalah sebagai berikut:
a. Parameter kimia, meliputi CO2, derajat keasaman (pH), alkalinitas, dan kadar
logam-logam berat;
b. Parameter Biokimia, salah satu parameter biokimia adalah BOD (Biochemical
Oxygen Demand). BOD adalah kadar oksigen terlarut yang hilang dari sampel
air pada waktu dan suhu tertentu, melalui penguraian bahan organik oleh
mikroorganisme.
c. Parameter Fisik, meliputi suhu, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan
radioaktivitas;
d. Parameter Biologi, meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya
bakteri, virus, bentos, dan plankton.

5. Tujuan dari pengelolaan lingkungan bagi kelangsungan hidup makhluk hidup adalah
a. Mencapai keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan;
b. Mengendalikan pemanfaatn sumber daya alam secara bijaksana.
c. Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan;
d. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan
generasi sekarang dan mendatang;
e. Melindungi Negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang
menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
RUBRIK PENILAIAN
Jenis Soal
Pilihan

Kriteria Penilaian
Jika menjawab 40 soal benar semua.

Skor
40

Ganda

(@soal benar = 1)
0

Essay

Jika menjawab salah


Skor Maksimal
Soal No. 1

40
4

Menjelaskan dengan benar dan jelas


Penjelasan kurang tepat dan kurang benar
Penjelasan tidak tepat dan tidak benar
Tidak mengerjakan

2
1
0

Soal No. 2

Menyebutkan dan menjelaskan 4 golongan


pencemaran berdasarkan tempat terjadinya

dengan benar
Menyebutkan dan menjelaskan kurang dari

4golongan pencemaran berdasarkan tempat


3

terjadinya dengan benar

Hanya

menyebutkan

golongan

pencemaran

dan

menjelaskan

berdasarkan

tempat

terjadinya dengan benar


Menyebutkan dan menjelaskan 4 golongan
pencemaran berdasarkan tempat terjadinya

dengan tidak benar atau hanya menyebutkan

saja tanpa menjelaskan


Tidak mengerjakan

Soal No. 3

Menjelaskan dengan lengkap dan benar


Penjelasan kurang lengkap dan kurang benar
Penjelasan tidak tepat dan tidak benar
Tidak mengerjakan

Menyebutkan dan menjelaskan 4 macam


parameter

4
2

Soal No. 4

pencemaran

benar
Menyebutkan

dan

lingkungan
menjelaskan

dengan

1
0

macam

parameter pencemaran lingkungan kurang dari

4 dengan benar
Hanya menyebutkan dan menjelaskan 1 macam
parameter

pencemaran

lingkungan

dengan

4
3

benar
Menyebutkan dan menjelaskan 4 macam
parameter pencemaran lingkungan dengan tidak

benar atau hanya menyebutkan saja tanpa

menjelaskan
Tidak mengerjakan

Soal No. 5

Menyebutkan

lingkungan dengan benar


Menyebutkan
tujuan

lingkungan kurang dari 5 dengan benar


Hanya menyebutkan 1 tujuan dari pengelolaan

tujuan

lingkungan dengan benar

dari
dari

pengelolaan
pengelolaan
4

Menyebutkan banyak tujuan dari pengelolaan

lingkungan dengan tidak benar


Tidak mengerjakan

2
1
0
20

Skor maksimal

Total Skor Perolehan


NILAI =

X 100
Total Skor Maksimal

Anda mungkin juga menyukai