Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA

Disusun Oleh
Ika Mawar Dining Tyas

AKADEMI SEKRETARI DAN MANAJEMEN (ASM)


WIDYA MANDALA MADIUN
Jl. Manggis 15 Madiun 63131 Telp. (0351) 459205 Fax. (0351) 453167

Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
pertolonganNya sehingga Kami dapat menyelesaikan Makalah ini. Melalui makalah ini,
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pembimbing yang turut membantu
terselesainya makalah ini.
Dalam Makalah ini kami membahas tentang manajemen Sumber Daya Manusia
(SDM). Telah kita ketahui bahwa pembelajaran kita dalam pengantar manajemen ini
menyangkut pembelajaran tentang perusahaan dan hal terpenting dalam tercapainya usaha
yang maju tergantung dari kemampuan Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu timbul dalam
pemikiran kami untuk mengambil tema dalam pembuatan makalah ini Manajemen Sumber
Daya Manusia agar kita lebih memahami dan mengerti apa dan bagaimana arti penting
Sumber Daya Manusia dalam Manajemen Perusahaan.
Makalah ini akan menjelaskan seluas-luasnya mengenai Manajemen Sumber Daya
Manusia yang kami rangkum dari berbagi sumber baik melalui buku penunjang maupun dari
sumber-sumber lainnya.
Untuk itu semoga makalah yang Kami buat ini dapat menjadi dasar dan acuan agar
kita menjadi lebih kreatif lagi dalam membuat suatu laporan atau makalah.

Madiun, 21 Maret 2014

Daftar Isi
1.1. Kata Penagantar..........................................................................
1.2. Daftar Isi.....................................................................................
1.3. Bab I Pendahuluan...................................................................
1.3.1. Latar Belakang.........................................................................
1.3.2. Rumusan Masalah....................................................................
1.3.3. Tujuan Penulisan......................................................................
1.3.4. Manfaat Penulisan....................................................................
1.4. Bab II Pembahasan
1.4.1. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia.......................
1.4.2. Perbedaan Manajemen dan Manajemen
Sumber Daya Manusia.....................................................................
1.4.3. Tujuan-Tujuan MSDM.............................................................
1.4.4. Fungsi Manajemen Sumber Daya
Manusia..............................................................................................
1.4.5. Prinsip Landasan Pendekatan Manajemen Sumber Daya
Manusia..............................................................................................
1.4.6. Model-model
Manajemen Sumber Daya Manusia.........................................
1.5. Bab III Penutup
1.5.1. Kesimpulan...............................................................................
1.5.2. Saran........................................................................................
1.6. Daftar Pustaka.............................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sumber daya adalah segala sesuatu yang merupakan aset perusahaan untuk mencapai
tujuannya. Sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat dikategorikan atas empat tipe
sumber daya, seperti Finansial, Fisik, Manusia dan Kemampuan Teknologi. Sumber daya
finansial merupakan salah satu unsur penting dalam rangka membentuk perusahaan yang
maju dan terus berkembang karena berhubungan dengan saham yang merupakan modal
utama dalam membangun sebuah perusahaan dan mengembangkan serta melanjutkan
perusahaan tersebut. Sumber daya fisik merupakan sumber daya yang menyangkut penunjang
secara fisik berdirinya suatu perusahaan seperti alat-alat kelengkapannya. Sumber daya
manusia merupakan sektor sentral dan penting dalam rangka pencapaian tujuan di suatu
perusahaan, karena dengan adanya kemampuan skill para pekerja dan kualitas sumber daya
manusia dapat menggerakan perusahaan dengan baik dan benar. Kemampuan teknologi juga
merupakan unsur penunjang penting dalam menggerakan perusahaan, karena dengan adanya
kelengkapan teknologi dan kecanggihan teknologi akan memudahkan berjalannya suatu
perusahaan. Dari keempat sumber tersebut aspek yang terpenting yaitu manusia, karena
manusia merupakan penggerak terpenting dalam perusahaan. Maju dan tidaknya perusahaan
tergantung pada pengelolaan sumber daya manusia ini dapat dilakukan dalam suatu
perusahaan itu atau oleh suatu departemen tertentu.
Oleh karena itu, berdasarkan hal tersebut Kami akan menjabarkan definisi manajemen
sumber daya manusia, fungsi, urgensi dan implementasinya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia?
2. Apa Perbedaan Manajemen dan Manajemen Sumber Daya Manusia?
3. Apa saja Tujuan-tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia?
4. Apa fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia?
5. Bagaimana Prinsip landasan pendekatan Sumber Daya Manusia?
6. Apa saja Model Manjemen Sumber Daya Manusia itu ?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
2. Mengetahui Perbedaan Manajemen dan Manajemen Sumber Daya Manusia
3. Mengetahui Tujuan-tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
4. Mengetahui fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
5. Mengetahui Prinsip landasan pendekatan Sumber Daya Manusia
6. Mengetahui Model Manajemen Sumber Daya Manusia

D. Manfaat Penulisan
1. Bagi para wirausahawan
Makalah ini dapat menambah wawasan mengenai manajemen sumber daya manusia dan
dapat menggugah untuk dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam
usahanya.
2. Bagi rekan-rekan mahasiswa
Makalah ini dapat menambah pengetahuan mengenai manajemen sumber daya manusia yang
merupakan salah satu materi dalam mata kuliah pengantar manajemen.

3. Bagi Pembaca
Makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca mengenai manajemen sumber daya
manusia dan agar para pembaca dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia


Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia
dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Manajemen ini terdiri dari 6 unsur (6M), yaitu : men, money, materials, machines,
methods,dan market manajemen.
Unsur men (manusia) ini berkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang
disebut manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang merupakan terjemahan dari man
power management. Manajemen yang mengatur unsur manusia ini ada yang menyebutnya
manajemen kepegawaianatau manajemen personalia (personnel management).
Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena
manusia menjadi perencana, pelaku, penentu terwujudnyatujuan suatu organisasi. Tujuan
tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif karyawan meskipun alat-alat yang dimiliki
perusahaan begitu canggihnya. Alat-alat canggih yang dimiliki perusahaan tidak ada
manfaatnya bagi perusahaan, jika peran aktif karyawan diikutsertakan. Mengatur karyawan
adalah sulit dan kompleks, karena mereka memiliki pemikiran, perasaan, status, keinginan,
dan latar belakang yang heterogen yang dibawa ke organisasi. Karyawan tidak dapat diatur
dan dikuasai sepenuhnya seperti mengatur mesin, modal, atau gedung.
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar
efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
Tujuannya adalah agar perusahaan mendapatkan keuntungan laba yang lebih besar dari
presentase tiingkat bunga bank. Karyawan bertujuan mendaapatkan kepuasan dari
pekerjaannya.

Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut
para ahli :
1. Menurut Melayu SP. Hasibuan.
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar
efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan
masyarakat.
2. Menurut Mutiara S. Panggabean
MSDM adalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pimpinan dan
pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi
pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi dan pemutusan
hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan
3. Menurut Mutiara S. Panggabaean
MSDM adalah kegiatan di bidang sumber daya manusia dapat dilihat dari dua sudut
pandang, yaitu dari sisi pekerjaan dan dari sisi pekerja.
4. Menurut Henry Simamora
MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan
jasa dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.
Dengan definisi di atas yang dikemukakan oleh para ahli tersebut menunjukan
demikian pentingnya manajemen sumber daya manusia di dalam mencapai tujuan
perusahaan, karyawan dan masyarakat. Jadi, Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan
perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap
pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan
pemisahan tenagakerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Dalam usaha pencapaian
tujuan perusahan permasalahan yang dihadapi manajemen bukan hanya terdqapat pada bahan
mentar, alat-alat kerja, mesin-mesin produksi, uang dan lingkungan kerja saja, namun juga
menyakup karyawan (SDM) yang mengelola faktor-faktor produksi lainnya tersebut. Namun,
perlu diingat bahwa sumber daya manusia sendiri sebagai faktor produksi, seperti halnya

faktor produksi lainnya, merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan
mengasilkan keluaran (output).

B. Perbedaan Manajemen dan MSDM


Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia
dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Manajemen ini terdiri dari 6 unsur (6M), yaitu : men, money, materials, machines,
methods,dan market manajemen. Sedangkan MSDM , MSDM adalah ilmu dan seni mengatur
hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan
perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

C. Tujuan-tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)


Tujuan Organisasional

Memastikan bahwa MSDM berkontribusi pada efektivitas organisasional. Departemen


SDM membantu para manajer untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Dalam hal ini
para manajer tetap bertanggung jawab penuh atas para bawahannya, departemen SDM
hanya memberikan dukungan dalam hal-hal yang terkait dengan pengelolaan SDM.

Tujuan Fungsional

Menjaga kontribusi departemen SDM dalam tingkat yang layak bagi kebutuhankebutuhan organisasi. Sumber-sumber daya akan terbuang percuma jika MSDM tidak
direncanakan secara optimal sesuai kebutuhan organisasi.

Tujuan Kemasyarakatan

Bersikap etis dan bertanggung jawab sosial terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangantantangan masyarakat sembari meminimalkan dampak negatif tuntutan-tuntutan tersebut
bagi organisasi.

Tujuan Personal

Membantu para karyawan mencapai tujuan-tujuan pribadi mereka sejauh tujuan-tujuan


mendorong kontribusi individual bagi organisasi. Tujuan personal para karyawan akan
tercapai jika para karyawan dipelihara, dipertahankan, dan dimotivasi. Jika tidak
demikian, kinerja dan kepuasan karyawan akan menurun dan karyawan bisa
meninggalkan organisasi.

D. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)


Fungsi manajemen sumber daya manusia secara umum dibedakan menjadi fungsi
manajerial dan fungsi operasional. Fungsi manajerial seperti perencanaan (planning),
pengorganisasian

(organizing),

pengarahan

(directing),

controlling

(pengendalian/pengawasan). Sedangkan fungsi operational seperti procurement (pengadaan


tenaga kerja), development (pengembangan), kompensasi (compensation), integration
(integrasi), maintenance (pemeliharaan), dan fungsi sepantion (pemutusan hubungan kerja).
FUNGSI MANAJERIAL
Fungsi manajerial yang terdiri dari :
Perencanaan
Perencanaan (human resources planning) adalah merencanakan tenaga kerja secara
efektif dan efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya
tujuan. Perrncanaan dilakukan dengan menetapkan program kepegawaian yang meliputi

pengoragnisasian,

pengarahan,

pengendalian,

pengadaan,

pengembangan

karyawan,

kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan.


Program kepegawaian yang baik akan membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan,
dan masyarakat.
Pengorganisasian
Pengorganisasian (organizing) adalah kegiatan untuk mengorganisasi semua
karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang,
integrasi, dan koordinasi dalam bagan organisasi (organizatin chart). Organisasi membantu
terwujudnya tujuan secara efektif.
Pengarahan
Pengarahaan (directing) adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan agar mau
bekerja sama dan bekerja efektif dan efisien dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan,
karyawan, dan masyarakat. Pengarahan dilakukan pimpinan dengan menugaskan bawahan
agar mengerjakan semua tugasnya dengan baik.
Pengendalian
pengendalian (controlling) adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan agar
menaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan rencana. Apabila terdapat
penyimpangan atau kesalahan, diadakan tindakan perbaikan dan penyempurnaan rencana.
Pengendalian karyawan meliputi kehadiran, kedisiplinan, perilaku, kerrja sama, pelaksanaan
pekerjaan, dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan.
FUNGSI OPERASIONAL
Fungsi Operasional terdiri dari:

Pengadaan
Pengadaan (procurement) adalah proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan
induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pengadaan
yang lebih baik akan membantu terwujudnya tujuan.
Pengembangan karyawan
Pengembangan (development) adalah proses peningkatan keterampilan teknis,
teoritis, konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan
pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa
depan.
Kompensasi
Kompensasi (compensation) adalah pemberian balas jasa langsung (direct) dan tidak
langsung (indirect), uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan
kepda perusahaan. Prinsip kompensai ini adalah adil dan layak. Adil diartikan sesuai dengan
prestasi kerjanya, layak dapat diartikan dapat memenuhi kebutuhan primernya serta
berpedoman pada batas upah minimum pemerintah dan berdasarkan internal dan eksternal
konsistensi. Fungsi kompensasi berhubungan dengan pemberian imbalan atau penghargaan
yang adil dan layak bagi kehidupan manusia dan diberikan kepada karyawan atas jasa atau
pekerjaan yang telah diberikan untuk mencapai tujuan organisasi.

Pengintegrasian
Pengintegrasian (integration) adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan
perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerjasama yang serasi dan saling

menguntungkan. Perusahaan memperoleh laba, karyawan dapat memenuhi kebutuhan dari


hasil pekerjaannya. Pengintegrasian merupakan hal yang penting dan sulit dalam MSDM,
kaena mempersatukan dua kepentingan yang bertolak belakang. Fungsi pengintegrasian
berhubungan dengan penyesuain keinginan individual karyawan dengan keinginan organisasi
serta masyarakat.
Pemeliharaan
Pemeliharaan (maintenance) adalah kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan
kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai
pensiun,pemeliharaan dilakukan dengan program kesejahteraan yang berdasarkan kebutuhan
sebagian besar karyawan serta berpedoman kepada internal dan eksternal konsistensi. Fungsi
pemeliharaan berhubungan dengan usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi
para karyawan dan pemeliharaan sifat yang menyenangkan.
Kedisiplinan
Kedisiplinan merupakan fungsi MSDM yang terpenting dan kunci terwujudnya
tujuan, karena tanpa disiplin yang baik, sulit terwujud tujuan yang maksimal. Kedisiplinan
adalah keinginan dan kesadaran untuk menaati peraturan-peraturan dan norma sosial.

Pemberhentian

Pemberhentian (separation) adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari


perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan karyawan, keinginan perusahaan,
kontrak kerja berakhir, pensiun dll.

E. Prinsip bagi Pendekataan SDM


Pendekatan SDM relatif baru dalam pengelolaan oroang-orang. Teminologi ini
menjadi populer selama awal dekade 1970-an, tatkala riset Ilmu perilaku menunjukan bahwa
mengelola orang-orang dengan menganggapnya sebagai sumber daya ketimbang hanya
sebagai faktor produksi akan membuahkan manfaat nyata, baik itu bagi organisasi maupun
karyawan.
Sejumlah prinsip menjadi landasan bagi pendekatan SDM: (Simamora,2004:7)

Para karyawan dipandang sebagai suatu investasi yang jikalau dikembangkan dan
dikelola secara efektif akan memberikan imbalan jangka panjang bagi organisasi

dalam bentuk produktivitas yang lebih besar


Manajer menyusun berbagai kebijakan, program dan praktik yang memuaskan

kebutuhan ekonomi dan kebutuhan emosional para karyawan


Manajer menciptakan lingkungan kerja dimana para karyawan dipacu untuk

mengembangkan dan menggunakan keahlian mereka semaksimal mungkin


Program dan praktik personalia diterapkan degan tujuan menyeimbangkan
kebutuhan karyawan sekaligus tujuan organisasi.

F. Model Manajemen Sumber Daya Manusia

Di dalam memahami berbagai permasalahan pada manajelen sumber daya manusia


dan sekaligus dapat menentukan cara pemecahannya perlu diketahui lebih dahulu modelmodel yang digunakan oleh perusahaan kecil tidak bias menerapkan model yang biasa
digunakan oleh perusahaan besar. Demikian pula sebaliknya. Dalam perkembangan modelmodel

ini

berkembang

sesuai

dengan

situasi

dan

kondisi

serta

tuntutannya.

Untuk menyusun berbagai aktifitas manajemen sumber daya manusia ada 6 (enam) model
manajemen sumber daya manusia yaitu:
1. Model Klerikal
Dalam model ini fungsi departemen sumber daya manusia yang terutama adalah memperoleh
dan memelihara laporan, data, catatan-catatan dan melaksanakan tugas-tugas rutin. Fungsi
departemen sumber daya manusia menangani kertas kerja yang dibutuhkan, memenuhi
berbagai peraturan dan melaksanakan tugas-tugas kepegawaian rutin.
2. Model Hukum
Dalam model ini, operasi sumber daya manusia memperoleh kekutannya dari keahlian di
bidang hukum. Aspek hukum memiliki sejarah panjang yang berawal dari hubungan
perburuhan, di masa negosiasi kontrak, pengawasan dan kepatuhan merupakan fungsi pokok
disebabkan adanya hubungan yang sering bertentangan antara manajer dengan karyawan.
3. Model Finansial
Aspek pinansial manajemen sumber daya manusia belakangna ini semakin berkembang
karena para manajer semakin sadar akan pengaruh yang besar dari sumber daya manusia ini
meliputi biaya kompensasi tidak langsung seperti biaya asuransi kesehatan, pension, asuransi
jiwa, liburan dan sebagainya, kebutuhan akan keahlian dalam mengelola bidang yang

semakin komplek ini merupakan penyebab utama mengapa para manajer sumber daya
manusia semakin meningkat.
4. Model Manjerial
Model manajerial ini memiliki dua versi yaitu versi pertama manajer sumber daya manusia
memahami kerangka acuan kerja manajer lini yang berorientasi pada produktivitas. Versi
kedua

manajer

ini

melaksanakan

beberpa

fungsi

sumber

daya

manusia.

Departemen sumber daya manusia melatih manajer lini jdalam keahlian yang diperlukan
untuk menangani fungsi-fungsi kunci sumber daya manusia seperti pengangkatan, evaluasi
kinerja dan pengembangan. Karena karyawan pada umumnya lebih senang berinteraksi
dengan manajer mereka sendiri disbanding dengan pegawai staf, maka beberapa departemen
sumber daya manusia dapat menunjukan manajer lini untuk berperan sebagai pelatih dan
fsilitator.
5. Model Humanistik
Ide sentral dalam model ini adalah bahwa, departemen sumber daya manusia dibentuk untuk
mengembangkan dan membantu perkembangan nilai dan potensi sumber daya manusia di
dalam organisasi. Spesialis sumber daya manusia harus memahami individu karyawan dan
membantunya

memaksimalkan

pengembangan

diri

dan

peningkatan

karir.

Model ini menggabarkan tumbuhnya perhatian organisasi terhadap pelatihan dan


pengembangan karyawan mereka.

6. Model Ilmu Perilaku

Model ini menganggap bahwa, ilmu perilaku seperti psikologi dan perilaku organisasi
merupakan dasar aktivitas sumber daya manusia. Prinsipnya adlah bahwa sebuah pendekatan
sains terhadap perilaku manusia dapa diterpkan pada hampir semua permasalahan sumber
daya manusia bidang sumber daya manusias yang didasarkan pada prinsip sains meliputi
teknik umpan balik, evaluasi, desain program dan tujuan pelatihan serta manajemen karir.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada
ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat
menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain sistem perencanaan, penyusunan
karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi
karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia
melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung
sumber daya manusianya.

B. Saran
Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi seluruh Mahasiswa khususnya
para pembaca agar tergugah untuk terus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia
dalam usahanya, dan dapat menambah pengetahuan bagi rekan-rekan mahasiswa. Demi
penyempurnaan makalah ini, Kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.tugasku4u.com/2013/09/makalah-sumber-daya-manusia.html
Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Mangkunegara, A.A. Anwar
Prabu. 2001.
Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Ruchiat,
2003.
Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia. Majalengka: STIE YPPM
Mondy, R.W., 2008, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kesepuluh ( terjemahan ),
Jakarta: Penerbit Erlangga